Anda di halaman 1dari 26

02/08/2011

Sistem Reproduksi Wanita


dr. Yani Istadi, M.Med.Ed FK Unissula

Genetalia Eksterna Genetalia Interna

02/08/2011

Genetalia Eksterna
Mons pubis Labia mayora Labia minora Klitoris Rima pudendi Vestibulum vagina Orifisium urethra eksternum Ostium vagina

Mons Pubis
Merupakan bantalan jaringan lemak dan kulit yang terletak di atas simphisis pubis Bagian ini ditutupi rambut pubis setelah pubertas

02/08/2011

Labia mayora
Merupakan dua lipatan kulit longitudinal yang merentang ke bawah dari mons pubis dan menyatu disisi posterior perineum Homolog dengan scrotum dengan lakilaki-laki Berisi jaringan penyambung, lemak, otot polos yang serupa muskulus dartos, pembuluh2 darah, saraf dan kelenjar2

Labia mayora
Terdapat kelj. Sebasea dan kelj sudorifera Pada pubertas terdapat rambut Ligamentum teres uteri berakhir di bagian depan labium ini Ke arah ventral bersatu comissura anterior Ke arah posterior comissura posterior (merupakan batas posterior vulva)

02/08/2011

Labia mayora
daerah antara comissura posterior dan anus disebut perineum ginekologik Vascularisasi: a.labialis superior dan a.labialis inferior Seperti pada scrotum, persarafan sensorik bagian anterior dan posterior labium majus berbeda, yakni oleh N.labialis anterior dan N.labialis posterior

Labia minora
Dua lipatan kulit di antara labia mayora Tidak berambut tetapi mengandung kelenjar sebasea dan beberapa kelenjar keringat serta tidak mengandung lemak Pertemuan lipatan labia ini diatas klitoris disebut preputium klitoridis Area lipatan dibawah klitoris disebut frenulum klitoridis

02/08/2011

Vestibulum Vagina
Area yang dikelilingi labia mayora Menutupi: orifisium urethra eksternum, ostium vagina, dan duktus bartholini

Klitoris
Homolog dengan penis pada lakilaki -laki Terdiri dari: 2 crura (akar), satu corpus, dan satu glands clitoris bundar yang mengandung ujung saraf dan sangat sensitif Corpus clitoris mengandung dua corpora cavernosum yang tersusun dari jaringan erektil

02/08/2011

Klitoris
Masing2 corpus cavernosum melekat pada sebuah crus clitoridis yang tertutup M. Ischiocavernosus P: 2 cm Vascularisasi: arteri clitoridis Penggantung clitoris: Lig. Suspensorium Clitoridis dan Lig. Fundiforme Clitoridis Inervasi: nervus dorsalis klitoridis

Orifisium urethra eksterna


Saluran kemih 2,5 cm di sebelah posteroposteroinferior terhadap gland clitoris, anterior terhadap ostium vagina Tepi lateralnya mengandung duktus untuk dua kelenjar paraurethralis (Skene) Kelenjar paraurethralis homolog dengan kelenjar prostat pada lakilaki-laki

02/08/2011

Ostium vagina
Letak dibawah orifisium urethra eksterna Terdapat Himen (selaput dara) yaitu suatu membran yang bentuk dan ukuran bervariasi, melingkari mulut vagina

Hymen Vaginalis
Merupakan lipatan mukosa yang tipis, tepat disebelah dalam ostium vagina Macamnya: semilunaris, cribriformis, dentatus, imperforata Sisa hymen yang pecah disebut caruncula hymenalis

02/08/2011

Bulbus vestibuli
Homolog dengan bulbus dan corpus spongiosum penis Merupakan dua massa jaringan erektil yang memanjang , menyisir sisi ostium vagina Kedua massa tersebut bersatu melalui comissura bulbarum (pars intermedia) dan bersatu juga dengan gland klitoris disebelah ventral ostium vagina Panjang masa lateralnya sekitar 3 cm

Bulbus vestibuli
Ujung posteriornya bersentuhan dengan kelenjar bartholini Permukaan dalam berbatasan dengan aspek inferior diafragma urogenital Ke arah superfisial masing2 bulbus tertutup oleh M.Bulbospongiosus

02/08/2011

Kelenjar vestibularis mayor (Bartholini)


Kelenjar bartholini (Glandula vestibularis mayor) homolog dengan kelenjar bulbourethralis pada lakilaki-laki. Merupakan 2 bangunan kecil, bulat atau oval, kuning kemerahan, menyisir sisi ostium vagina, bersentuhan atau seringkali tumpang tindih dengan ujung posterior bulbus vestibuli

Kelenjar vestibularis mayor (Bartholini)


Melalui duktus yang panjangnya sekitar 2 cm, kelenjar ini bermuara pada alur antara hymen dengan labium mayus Kelenjar ini memproduksi mukus untuk membantu melumasi ostium vagina saat eksitasi seksual

02/08/2011

Genetalia Interna
Vagina Uterus Tuba uterina Ovarium

Vagina
Fs:
Jalan lunak lahir Kopulasi Dilalui cairan menstruasi

Tuba fibromuskuler yang dapat berdistensi Makroskopis: P: 88-10 cm Lokasi: menghadap uterus pada sudut sekitar 45 dari vestibula genitalis

10

02/08/2011

Vagina
Letak: - Dinding anterior: basis VU dan urethra - bagian atas dinding posterior tertutup peritoneum - terpisah dari rectum oleh excavatio rectouterina - bagian bawahnya terpisah dari canalis analis oleh badan perineal - di sebelah lateral vagina berbatasan dengan M. levator ani, fascia pelvis dan ureter - sewaktu Ureter bermuara ke dalam vesica urinaria, ureter berada disebelah anterior vagina

Ujung atas vagina mengelilingi portio vaginalis cervicis Recessus berbentuk cincin antara cervix uteri dan vagina disebut fornix Sebenarnya bagianbagianbagian anterior, posterior dan lateral fornix ini berkesinambungan

11

02/08/2011

Vascularisasi: rami. Vaginalis arteri uterina dan arteri iliaca interna Terdapat rigirigi-rigi: longitudinal column (ddg anterioranterior-posterior) transverse rugae (ddg anterioranterior-posterior)

Vagina
Persarafan :
plexus vaginalis dan Nn. Splanchnici pelvici Vagina bagian bawah dipersarafi oleh N.Pudendus (S2 (S2-S4) sensitif thd rabaan dan suhu

4 otot yang berfungsi sebagai sphincter:


Musculus pubovaginalis Musculus sphincter urethra external Musculus sphincter urethrovaginalis Musculus bulbospongiosus

12

02/08/2011

Vagina
Disokong oleh: - muskuli levator ani - Ligamentum(Lig. Transversum cervicalis, Lig. Pubocervicalis dan Lig. Sacrocervicalis) - Diafragma urogenitalis - Corpus perinealis

Uterus
Makroskopis: bentuk: buah pir terbalik kondisi tidak hamil: - P: 7 cm L: 5 cm Diameter: 2,3 cm Berat : 3030-40 gram atau 90 gram Disokong Oleh: Diafragma Pelvis dan Penggantung Uterus Penggantung Uterus: - Lig. Teres Uteri - Lig. Cardinal/rotundum/Lig. Transversa Cervicalis - Lig. Latum - Lig. Pubocervicalis - Lig. Sacrocervicalis

13

02/08/2011

Menurut Seeley et al(2000), Ligamentum utama yang menyokong uterus pada tempatnya adalah lig. Latum, lig. Teres uteri dan lig. Sacrocervivalis Lig. Latum lipatan peritoneal mulai dari tepi lateral uterus ke dinding pelvis di tepi yang lain Lig. Teres Uteri mulai dari uterus melalui canalis inguinalis menuju ke labia mayora Lig. Sacrocervicalis dinding lateral uterus menuju sacrum

Uterus
Letak: - Posisi uterus bervariasi dengan penuhnya VU&rectum - Umumnya dalam keadaan normal: anteflexi dan anteversi letaknya hampir horisontal di atas kandung kemih - Beberapa wanita dapat retroflexi dan retroversi menindih rectum

14

02/08/2011

Bagian-bagian uterus: BagianFundus, corpus, serviks dan isthmus Fundus: tertutup peritoneum; berbatasan dengan usus halus dan kadang2 colon sigmoid yang terisi penuh Corpus:berbatasan dengan VU dan tertutup peritoneum; peritoneum ini setinggi perbatasan corpus dan cervix direfleksikan ke arah VU Plica uterovesicalis; jika direfleksikan ke arah dorsal menuju permukaan ventral rectum Cavum Douglasi

Isthmus: P: 1 cm Cerviks: P: 2,5 cm Cavum uteri: P: 6 cm Lapisan dari luarluar-kedalam:


Perimetrium: peritoneum (serosa) Miometrium Endometrium: (mukus) siklus menstruasi dan implantasi blastokista

Organ Adnexa: parametrium, tuba uterina dan ovarium

15

02/08/2011

Uterus
Portio:bagian serviks yang menonjol ke dalam bagian atas vagina ada 2: supravaginalis dan pars cervicis Forniks: rongga sirkuler yang dibentuk oleh dinding vagina dan cerviks bagian: Forniks anterior, posterior dan lateral

Uterus
Vascularisasi: berasal dari 2/3 bagian dari arteri uterina dan 1/3 bagian dari rami tubaria arteri ovarica Dalam dinding uterus: arteri uterina melanjut menjadi arteri arcuata, kemudian bercabang menembus miometrium sebagai arteri radial. Perpanjangan dari arteri radial ke dalam endometrium disebut arteri spiralis

16

02/08/2011

Uterus
Inervasi: - Otonom dari plexus ovarica dan hypogastrica inferior - Serabut simpatik preganglioner berasal dari Th 12 dan L1 - Serabut parasimpatis preganglioner berasal dari S2S2-4 Cervix uteri hanya di inervasi hanya oleh sarafsaraf-saraf simpatis

Tuba Uterina (Tuba Fallopi)


Makroskopis: P: 10 cm Diameter: 0,7 cm BagianBagian -bagian: - Infundibulum - Ampula - Ishtmus - Pars Uterina

17

02/08/2011

Tuba Uterina (Tuba Fallopi/Oviduct)


Kearah lateral tuba ini membentang sampai tubaria ovarium dan lewat ostium abdominale tuba bermuara ke dalam cavum peritonei Ostium ini berada di infundibulum dan tepinya diperluas oleh sejumlah fimbrae Fertilisasi biasanya terjadi di 1/3 atas tuba uterina

Tuba Uterina
Bagian yang memfiksasi Tuba: mesosalpinx Vascularisasi: 2/3 rami. tubaria arteri ovarica dan 1/3 arteri uterina Inervasi: - N.Vagus bag.lateral tuba; N.Splanchnicus pelvicus bag.medialnya - Serabut2 simpatisnya berasal dari MS segmen VTh 1010-VL 2 - Serabut2 aferen visceral melintas bersama serabut simpatis tersebut

18

02/08/2011

Ovarium
Makroskopis: P: 33-5 cm L: 22-3 cm Tebal: 1 cm bentuk: seperti kacang kenari Lokasi: pada dinding samping rongga pelvis dalam fossa ovarian SatuSatu -satunya organ dalam rongga pelvis yang retroperitoneal (terletak dibelakang peritoneum)

Ovarium
Bagian2nya: - facies lateral dan medial - extremitas tubaria dan uterina - margo mesovaricus dn libera Pada wanita nulipara sumbu panjang ovarium kearah vertikal Mikroskopis: - dilapisi epitelium germinal - terdiri dari korteks dan medula

19

02/08/2011

Ovarium
Penggantung Ovarium: - Lig. Suspensorium Ovarii (mulai dari mesovarium dinding tubuh) - Lig. Ovarii Proprium - Mesovarium (merupakan lipatan peritoneal) Vascularisasi: arteri dan vena Ovarica Vasa Ovarica dan nervus transversus menuju ke ovarium melalui mesovarium

Vena ovarica dextra VCI; vena ovarica sinistra Vena renalis sinistra Inervasi: Plexus Ovaricus yang berasal dari serabut2 plexus hypogastricus inferior Simpatis (visceral afferent pain) T11 T11-L1 Parasimpatis (visceral afferent reflex) S2 S2-S4 Nodus limfatikus menuju Nnll. ParaPara-aotici (aortici lateralis) dan prepre-aortici

20

02/08/2011

Perineum
Memperkuat diaphrgma pelvis dari aspek inferior Dibagi 2 regio oleh musculus perineal superfisial dan profunda menjadi regio urogenital (anterior) dan regio anal (posterior) Regio urogenital: genetalia eksterna Regio anal: lubang anal itu sendiri

Perineum
Otot-otot urogenital Ototdikelompokkan sebagai: Letak dangkal: M.Bulbospongiosus(M.bulbocaver nosus), M.Ischiocavernosus dan M. transversus perinei superficialis Letak dalam: M.sphincter urethra dan M.tranversus perinei profundus

1.

2.

21

02/08/2011

Badan Perineal (centrum tendineum perinei) merupakan nodus fibromuskuler berbentuk limas di garis tengah OtotOtot -otot yang berkumpul disini: M.levator prostat(M.pubovaginalis), M.sphincter urethra, M.transversus perinei profundus, bagian profundus M.sphincter ani externus, M.bulbospongiosus, M.transversus perinei superficialis dan bagian superficialis M.sphincter ani externus.

M. bulbospongiosus fungsi: - mengosongkan urethra; sewaktu berkemih otot ini relaksasi, biasanya berkontraksi hanya sewaktu selesai berkemih tetapi bisa untuk menahan berkemih - pada wanita otot ini melapisi ostium vagina, fungsinya kontriksi ostium vagina, membantu ereksi klitoris dengan penekanan pada V.dorsalis clitoridis M.ischiocavernosus menutupi crus penis/crus clitoridis, funsinya membantu dan mempertahankan ereksi

22

02/08/2011

M.transversus perinei profundus bergabung dengan pasangannya yaitu bagian profundus M.sphincter ani externus dan M.sphincter urethrae, berfungsi: untuk memfixasi badan perineal M.Sphinter urethrae berfungsi untuk menekan urethrae pars membranosa, terutama sewaktu VU berisi urine. Otot ini mengalami relaksasi sewaktu berkemih, seperti M.bulbospongiosus, tetapi memancarkan tetes akhir urine dan juga terlibat proses ejakulasi

Inervasi: semua otot urogenital dipersarafi oleh cabang perineal N.pudendus (serabut(serabut-serabut Nn.sacralis 22-4)

23

02/08/2011

Perineum
Vascularisasi perineum: arteri pudenda interna cab.terminal terkecil trunchus anterior arteri iliaca interna Cab.arteri pudenda interna: - A.rectalis inferior - A.perinei: Pada lakilaki-laki menuju permukaan posterior dan setumpenis lewat Aa.scrotales posteriores;pada wanita menuju labium mayus dan minus lewat Aa.Labiales posteriores - A. Penis (hanya pada lakilaki-laki) - A.clitoridis mempercabangkan A.labialis posterior; A. Bulbi vestibuli; A.urethralis; A.profunda clitoridis; A.dorsalis clitoridis

Perineum
1. 2.

3.

4.

Inervasi: Cabang perinealis N.sacralis 4 Cabang scrotalis anterior/labialis anterior N.ilioinguinalis N.pudenda externa cabang R.genitalis N.genitofemoralis Cabang2 N.pudendus -N.rectalis inferior menuju sekitar anus -N.perinei N.dorsalis penis/clitoridis, N.scrotalis posterior/N.labialis posterior

24

02/08/2011

Pelvic Walls and Floor


Muskulus
Lateral Wall Obturator Internus

Origo
Membran obturator; permukaan pelvis ilium dan iscium

Insersio
Trochanter Mayor

Persarafan
Nervus obturatorius interbus (L5,S1 dan S2)

Posterior Wall Piriformis

Permukaan sacrum segmen 2 dan 4: tepi superior tuberculum ischiadica mayor and lig.sacrotuberosum

Trochanter Mayor

Ventral rami S1 dan S2

Pelvic Wall Levator ani (pubococcygeus, puborectalis, dan iliococcygeus)

Os Pubis, fascia obturator dan ischial spine

Badan perineum, coccyx, lig.anococcygeal, dinding prostat atau vagina, rectum, dan canalis anal

r.muskulus levator ani (cabang S4) dan nervus anal(rectal) inferior dan pleksus coccygeal

Coccygeus (ischiococcygeus)

Ischial Spine

Sacrum bagian inferior

Cabang nervus S4 dan S5

Perjalanan sperma pada organ repro wanita ?

25

02/08/2011

Daftar Pustaka
Atlas sobota Ethel Sloane, Anatomi dan Fisiologi Fisiologi, , Penerbit EGC Kyung Won Chung. Chung. Gross Anatomi Anatomi. . Penerbit Binarupa Aksara. Aksara . Keith L.Moore dan Arthur F.Dalley F.Dalley. . Clinically oriented Anatomy. Anatomy . Lippinscot. 1999 Santoso Gunardi. Anatomi Sistim Reproduksi. FK UI. 2005 Rod R.Seeley, Trent D. Stephens, Philip Tate. Anatomy Physiology. Mc GrawGraw-Hill. 2003

26

Anda mungkin juga menyukai