Anda di halaman 1dari 13

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan dambaan bagi semua orang yang ada didunia ini dan seseorang bisa dikatakan sehat apabila segala sesuatu dalam keadaan baik.Sehat menurut UU No.23 tahun 1992 mencakup 4 hal yaitu sehat fisik (badan), mental (jiwa), social dan ekonomi (Natoadmojo, 2003). Bahan tambahan makanan adalah suatu bahan yang sengaja ditambahkan pada makanan atau minuman dengan maksud dan tujuan tertentu. Bahan tambahan pangan yang kadar nya melebihi batas maksimal yang telah ditetapkan akan sangat berbahaya bagi kesehatan dan dapat menimbulkan penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Penggunaan Bahan Tambahan Makanan secara berlebihan dalam jangka pendek akan timbul rasa mual dan pusing (Winarno, 1997). Pengamatan secara kualitatif terhadap klorin pada makanan menunjukkan bahwa klorin juga digunakan pada sebagian besar kebutuhan pokok rumah tangga. Klorin berasal dari bahasa yunani yaitu Chloros yang artinya hijau pucat. Klorin adalah unsur kimia dengan nomor atom 17 dan simbol Cl. Termasuk golongan halogen. Klorin ditemukan oleh Scheele pada tahun

1774 dan diberi nama oleh Davy pada tahun 1810. Klorin ditemukan dialam dalam keadaan berkombinasi dengan gas CL2, senyawa dan mineral seperti Karnalit dan Silvit. Klorin sebagai ion klorida, yang merupakan garam dan senyawa lain, secara normal klorin banyak dan sangat diperlukan dalam banyak bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam wujud gas, klorin berwarna kuning kehijauan, baunya sangat menyesakkan dan beracun. Dalam bentuk cair dan padat merupakan agen pengoksidasi, pelunturan yang sangat efektif.

Ciri ciri unsur utama unsur klorin merupakan unsur murni, mempunyai keadaan fisik berbentuk gas berwarna kuning kehijauan, Cl2. Klorin adalah gas kuning kehijauan yang dapat bergabung dengan hampir seluruh unsur lain atau mudah bereaksi dengan unsur lain, dan dapat larut dalam air. Klorin dapat mengganggu pernafasan, merusak selaput lendir, dan dalam wujud cairnya dapat membakar kulit. Klorin tergolong dalam grup unsur halogen (pembentuk garam) dan diperoleh dari garam klorida dengan mereaksikan zat oksidator atau lebih sering dengan proses elektrolisis. Kegunaan dari klorin itu sendiri yaitu digunakan pada proses pembuatan kertas, sebagai zat pewarna, tekstil, produk olahan minyak bumi, antiseptik, obat obatan, pelarut, insektisida, cat, plastik,dan untuk produk lainnya. Kebanyakan klorin diproduksi untuk digunakan dalam pembuatan senyawa klorin untuk sanitasi, pemutihan kertas, desinfektan, dan proses tekstil. Klorin juga digunakan untuk pembuatan klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan ekstraksi brom. Bahaya klorin bagi kesehatan yaitu dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, merusak hati dan ginjal, gangguan pencernaan, gangguan sistem syaraf, dapat menyebabkan kanker dan gangguan sistem produksi yang dapat menyebabkan keguguran. Bahaya yang ditimbulkan akibat dari mengkonsumsi bahan pangan yang menggandung klorin tidak berdampak secara langsung bagi kesehatan, tetapi apabila dikonsumsi secara terus menerus akan berakibat fatal. Bahan klorin disamping menurunkan mutu nutrisi, tetapi klorin juga mampu membunuh sebagian besar bakteri yang merugikan. Dizaman sekarang ini segala macam makanan di Indonesia sudah tidak murni dan banyak mengandung zat kimia tambahan yang bebahaya (Riandini, 2008). Berdasarkan pemberitaan yang beredar banyak makanan ataupun minuman misanlnya gula, nutria jell, beras dan lain-lain mengandung (pemutih) klorin, informasi ini ditemukan di internet (online).

Salah satu bahan kimia pemutih adalah klorin. Klorin adalah bahan kimia yang bias digunakan untuk membunuh kuman. Klorin biasanya digunakan sebagai pemutih pakaian dan kertas. Zat ini akan bereaksi dengan air membentuk asam hipoklorus yang diketahui dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Klorin berwujud gas bewarna kuning kehijuan dan bau cukup menyengat. Klorin sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, baik dalam bentuk gas maupun cair mampu mengakibatkan luka yang permanen, hingga kematian. Pada umumnya luka permanen terjadi disebabkan oleh asap gas klorin. Klorin sangat potensial untuk terjadinya penyakit dikerongkongan, hidung dan tract respiratory (saluran kerongkongan didekat paru- paru). Klorin juga dapat membahayakan system pernafasan manusia. Klor dapat wujud cair dapat merusak kulit (Departemen Kehutanan dan Penanaman Modal, 2007). Menurut peraturan Menkes, No 722/Menkes/Per/IX/88, baik klorin maupun klorin dioksida, tidak tercatat sebagai BTP dalam kelompok pemutih dan pematang tepung, sedangkan kaporit dan sodium hipoklorit umum digunakan sebagai sanitizer dengan perannya sebagai disinfektan yang handal (Wijaya, 2007). Mengingat adanya bahaya yang dapat ditimbulkan oleh Klorin terhadap kesehatan, maka diperlukan pemeriksaan terhadap bahan pemutih ini pada makanan dan minuman, khususnya pada sampel Gula Pasir, Tahu Putih, Beras, dan Nata De Coco. Pemeriksaan Klorin ini menggunakan Metode Uji Kualitatif

1.2. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam pemeriksaan ini yaitu apakah sampel terdapat penambahan pemutih yaitu Klorin? 1.3. Tujuan Adapun tujuan dari pemeriksaan ini yaitu : Untuk mengetahui proses identifikasi Klorin pada sampel yang diuji. 1.4. Manfaat 1. Sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan Klorin pada sampel Nata De Coco. 2. Sebagai pengetahuan tambahan bagi penulis, masyarakat dan mahasiswa dalam bidang pengujian khususnya dalam mengidentifikasi Klorin. 3. Sebagai literatur ataupun materi tambahan bagi intitusi Kesehatan khususnya Akademi Analis Kesehatan Harapan Bengkulu. 4. Diharapkan pemeriksaan ini akan berguna bagi masyarakat yang berminat mempelajari dan ingin mengetahui bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan.

1.5. Hipotesis Ho : H0 = = 0 Artinya tidak terjadi perubahan berwarna Biru Lembayung pada sampel minuman Nata De Coco. ( - ) Ha : H1 = 0 Artinya terjadi perubahan berwarna Biru Lembayung pada sampel minuman Nata De Coco. ( + )

BAB II METODE PENELITIAN


2.1. Kerangka Konsep Untuk Mengetahui pemeriksaan Klorin pada sampel Nata De Coco, secara sistematis pemeriksaan tersebut digambarkan sebagai berikut :

Sampel

Pemeriksaan Klorin

Uji Kualitatif

Negatif ( - ) Klorin

Positif ( + ) Klorin

Hasil

Kesimpulan

2.2. Waktu dan Tempat Praktikum : 1. Waktu Pelaksanaan praktikum pada tanggal 13 Desember 2013. 2. Tempat Tempat pelaksanaan praktikum di Laboratorium Kimia analitik AAKHB. 2.3. Sumber Data : 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan dari suatu variabel penelitian / pemeriksaan yang menyangkut masalah yang diteliti / diperiksa (Nursalam,2008). Populasi dalam pemeriksaan ini adalah semua Nata De Coco yang dijual di daerah Pagar Dewa. 2. Sampel Sampel yaitu terdiri dari bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek pemeriksaan melalui sampling

(Nursalam,2008). Sampel dalam pemeriksaan ini, kelompok 4 yaitu : Nata De Coco 3. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam pemeriksaan ini dengan cara Random Sampling yaitu pengambilan sampel Nata De Coco

secara acak pada Toko penjual Nata De Coco di Pagar Dewa Kota Bengkulu. 2.4. Alat dan Bahan I. Alat : Timbangan Neraca Analitik Spatel Erlemeyer Gelas Ukur Pipet volume Beaker glass Labu Ukur Tabung reaksi dan Rak Pipet tetes II. Bahan : Amilum 1 % Aquadest Kalium Iodida10 % Sampel : Gula pasir, Beras, Tahu putih, dan Natade coco.

2.5. Cara Kerja : 1. Sampel Digerus menggunakan lumpang dan alu. 2. Sampel ditimbang sebanyak 10 gram menggunakan Timbangan neraca analitik. 3. Sampel dimasukkan kedalam beaker glass dan ditambahkan aquadest sebanyak 25ml, kemudian homogenkan hingga merata. 4. Lalu pipet sampel sebanyak 5 ml dipindahkan kedalam tabung reaksi. 5. Kemudian ditambahkan larutan kalium iodida 10% sebanyak 2ml dan larutan amilum 1%, bila klorin positif akan terjadi warna biru lembayung.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Hasil Pada praktikum kali ini,didapat hasil untuk pemeriksaan Klorin pada keempat sampel yaitu: Table 1. No. 1. Sampel Gula pasir Hasil Identifikasi I Negatif (-) II Negatif (-)
Keterangan

Tidak terdapat klorin pada Gula Pasir/aman dikonsumsi

2.

Beras

Negatif (-)

Negatif (-)

Tidak terdapat klorin pada Beras/aman dikonsumsi

3.

Tahu putih

Negatif (-)

Negatif (-)

Tidak terdapat klorin pada Tahu Putih/aman dikonsumsi

4.

Nata De Coco

Negatif (-)

Negatif (-)

Tidak terdapat klorin pada Nata De Coco/aman dikonsumsi

3.2. PEMBAHASAN
Untuk mengetahui keberadaan klorin pada sampel gula pasir, beras, tahu putih dan Nata De Coco, di lakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pemilihan sampel sampai penganbilan sampel. Setelah itu di lakukan identifikasi klorin pada sampel gula pasir, beras, tahu putih dan Nata De Coco. dengan melakukan identifikasi sesuai dengan cara kerja di atas. Untuk mengidentifikasi klorin dilakukan dengan cara, menghaluskan sampel terlebih dahulu, kemudian menimbang sampel sebanyak 10 gram masukkan kedalam labu Erlenmeyer, setelah itu tambahkan 25 ml Aquadest homogenkan hingga merata, lalu sampel di pipet sebanyak 5 ml di masukkan keddalam tabung reaksi dan tambahkan 2 ml 9

10

kalium iodide 10% dan larutan amilum 1%. Bila klorin positif akan terjadi warna biru (Sinuhaji, 2006). Dan dari hasil pemeriksaan dari praktikum pemeriksan klorin dari empat sampel (gula pasis, beras, tahu putih dan Nata De Coco) memberikan hasil yaitu tidak terdapat (-) klorin. Atau dinyataka Negatif/aman.

11

BAB 1V PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan tentang identifikasi Klorin pada gula pasir, beras, tahu putih dan Nata De Coco dapat diketahui pada sampel tersebut yang dijual oleh salah satu dari sekian banyak pedagang warung atau toko dan penjual tahu di kota Bengkulu di nyatakan Negatif artinya aman dari Klorin..

4.2. Saran
Agar mendapatkan hasil yang lebih jelas perlu dilakukan penelitian atau pemeriksaan yang serupa terhadap pemeriksaan klorida secara kualitatif maupun kuntitatif dengan menggunnkan sampel yang lebih banyak dan beragam.

11

12

LAMPIRAN : UJI KUALITATIF :

Gambar.1 Tempat pengambilan sampel di salah satu took manisan Gambar.2. sampel Nata De Coco

Gambar. 3. Menghaluskan Sampel

Gambar.4. Penimbangan Sampel

13

Gambar.5. Pemipetan Sampel

Gambar.6. Penambahan kalium iodide (KI)10% dan Amilum 1% sebanyak 2 ml

Gambar.7. hasil dari pemeriksaan dan tidak terjadi perubahan wana dan dinyatakan negative (-)

Gambar.8 Hasil dari seluruh sampel (pada gula pasir, beras, tahu putih dan Nata De Coco)

Anda mungkin juga menyukai