Anda di halaman 1dari 2

Sego Tempong

Menu Pedas khas Banyuwangi


oleh Virgananta

Menu pedas kuliner asli Banyuwangi, Jawa Timur ini memiliki arti kata dari kata Sego yang berarti Nasi, dan Tempong yang berarti pukulan pada pipi (tamparan). Nama ini ber-konotasi bahwa rasa dari menu ini sangatlah pedas hingga rasanya sangat panas di mulut sampai-sampai orang yang mengkonsumsinya apabila ke-pedesan akan berekspresi seperti orang yang kena tampar. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan makanan ini mulai dikenal oleh masyarakat Banyuwangi. Yang pasti, sejak dahulu makanan ini telah populer di kalangan wong Osing (suku asli Banyuwangi). Yang bisa dibuktikan dengan keberadaan warung-warung nasi di Banyuwangi yang menyediakan menu tersebut. Sego Tempong ini, merupakan makanan yang identik dengan rasa sambalnya yang sangat pedas dan enak. Dulunya Sego Tempong hanyalah terdiri dari nasi, sambal tempong, tahu, tempe, dan kulupan sayur. Akan tetapi, dari waktu ke waktu improvisasi terhadap isi dari Sego Tempong sendiri mulai terlihat. Banyak sekali warung-warung makan maupun restoran di Banyuwangi yang menyediakan Sego Tempong dengan lauk pauk yang bervariasi. Misalnya, ada yang menyajikan Sego Tempong dengan tambahan telur dadar, daging ayam, sate telor puyuh, gerang (ikan laut yang dikeringkan), ikan goreng, dan atau goreng-gorengan lainnya. Kulupan pun dalam Sego Tempong kini juga memiliki varian, ada yang menggunakan kulupan kangkung, terung, toge, kubis, atau daun pepaya. Variasi-variasi ini digunakan sesuai dengan selera penikmat Sego Tempong masing-masing. Yang terpenting adalah rasa sambal yang pedas tiada tara dan rasanya yang khas. Resep dan rahasia asli dari Sambal Tempong, adalah berada pada beberapa rempah penguat cita rasa dari sambalnya yang pedas, gurih, segar, dan membuat penikmatnya ketagihan dan

selalu ingin lagi, lagi, dan lagi untuk menambah Sego Tempongnya. Adapun resep asli Sambal Tempong adalah sebagai berikut

Takaran untuk setiap rempah yang digunakan adalah kembali kepada selera dan banyaknya sambal yang akan dibuat. Sebagai penjelas, Tomat Ranti adalah bahan dasar yang digunakan untuk menghasilkan air dan rasa asam (sangat sedikit sekali rasa asam yang dihasilkan) untuk sambal. Cabe rawit jelas sebagai penentu tingkat kepedasan pada sambal. Biasanya pada Sego Tempong, untuk menjaga rasa dan pamor kepedasannya, rata-rata digunakan cabai minimal 10 biji cabai dalam satu kali pembuatan sambal. Untuk membangkitkan rasa gurih dan nikmat pada sambal, maka unsur terpentingnya adalah terasi. Dan penggunaan terasi sangat disarankan untuk tidak terlalu berlebihan, karena dapat merusak cita rasa dari sambel sendiri. Garam dan gula pasir, masing-masing digunakan sebagai penguat dari rasa gurih apabila tidak ingin terasa terlalu jelas rasa terasinya. Akan tetapi, garam dan gula juga menjadi faktor dari menyatu tidaknya rasa, karena masing-masing rasa ini memiliki indikasi penyesuaian pada rasa yang dirasa kurang pas. Untuk mendapatkan sensasi yang segar, dipurutlah jeruk sambal ke dalam sambal yang telah diracik. Penyajian dengan lauk pauk dan kulupan sayur sesuai dengan rekomendasi di atas, akan menambahkan cita rasa dan kenikmatan rasa sambal pada saat menyentuh lidah. Lebih direkomendasikan lagi untuk datang mengunjungi Banyuwangi, dengan berbagai wisata kuliner terkenal lainnya seperti Rujak Soto, dan berbagai macam rujaknya, serta kuliner lainnya. Yang juga dilengkapi dengan kekayaan panorama alamnya yang pasti membuat anda ketagihan untuk mengunjungi kota Gandrung ini. (vbsp)