Anda di halaman 1dari 11

BAB II PROSES KOROSI LOGAM A.

PENDAHULUAN Korosi didefinisikan sebagai kerusakan bahan yang disebabkan oleh reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya. Yang dimaksud bahan disini adalah logam dan bukan logan seperti plastik, beton, kayu dan sebagainya. Oleh karena logam merupakan bahan teknik yang sangat luas digunakan, dan mempunyai kedudukan yang sangat penting, uraian berikut ini hanya akan menyangkut korosi yang terjadi pada logam. Jumlah bahan logam dan paduannya sangat banyak, demikian juga lingkungan dimana logam melakukan fungsinya sangat bervariasi, misalnya dalam air tawar atau laut, dalam tanah, dalam atmosfir laut atau industri, dan sebagainya. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak orang pertama-tama beranggapan bahwa proses korosi logam akan sangat rumit atau kompleks. Kenyataannya tidak demikian. Proses korosi logan sebenarnya sangat sederhana, dan dapat mudah difahami dengan dasar-dasar ilmu kimia yang elementer. ampir semua dasar-dasar reaksinya telah kita pelajari dalam pelajaran ilmu kimia di sekolah menengah tingkat atas, yang bila kita terapkan pada gejala-gejala korosi akan tampak relatif mudah dan sederhana. !alam tulisan ini, proses korosi pertama-tama akan ditinjau dengan reaksi-reaksi kimia kemudian baru akan dilanjutkan dengan elektrokimia. "eperti diketahui mekanisme elektrokimia telah dapat menerangkan se#ara umum hampir semua proses korosi logam. B. KOROSI SEBAGAI REAKSI KIMIA $ntuk memahami proses korosi diperlukan pengetahuan mengenai dasar-dasar kimia dan reaksi-reaksi kimia. Pada umumnya lingkungan

-2 basah atau lembab lebih bersifat korosif dan umum dialami dalam kehidupan sehari-hari, saperti besi ter#elup dalam air, tetesan embun di atas besi atau baja, akan menyebabkan korosi. !emikian juga atap seng akan tampak menjadi keputih-putihan setelah dipasang, pagar besi akan tampak terkorosi, dan sebagainya. Oleh karena itu marilah kita teliti gejala-gejala tersebut dengan mengambil #ontoh logam yang di#elupkan dalam larutan asam, netral atau basa. Korosi Logam dalam Larutan Asam. "eorang tukang patri %solder& biasanya memasukkan logam seng kedalam air keras %asam klorida& dan timbulah gas-gas hidrogen yang menguap, dan dapat kita buktikan bahwa logam seng %baja berlapis seng& akan terlarut atau terkorosi. !i laboratorium kita juga bisa menghasilkan gas hidrogen dengan men#elupkan seng atau baja ke dalam asam en#er, seperti asam khlorida atau sulfat. 'eaksi yang terjadi adalah sebagai berikut ( )n * + )n * /e * +
+

,l "O. ,l

)n ,l+ * )n "O. * /e ,l+ *

+ + +

%+.-& %+.+& %+.0&

Kalau kita perhatikan, reaksi-reaksi tersebut diatas adalah lengkap, seimbang, dan dalam ketiga reaksi tersebut dihasilkan hidrogen, garam seng serta garam besi yang larut. 'eaksi-reaksi tersebut di atas adalah proses korosi dari logam-logam termaksud. Korosi Logam dalam Larutan Netral dan Basa Korosi logam dapat terjadi dalam air tawar, air laut, larutan-larutan garam dan basa. ampir dalam setiap sistem ini, korosi hanya terjadi bila ada oksigen yang terlarut. 1arutan-larutan air #epat melarutkan oksigen dari udara dan ini merupakan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses korosi. Korosi-korosi yang terjadi sema#am ini umumnya adalah

-7 pengkaratan besi dalam udara lembab seperti kita jumpai sehari-hari. 'eaksi sebagai berikut ( . /e * 3
+

O * 0 O+

. /e %O &0

%+..&

!alam reaksi %+..& ini terlihat bahwa besi bersenyawa dengan air dan oksigen %dari udara& membentuk ferri-hidroksida, suatu 4at berwarna merah bata yang tak larut. "elama pengkaratan dalam udara ini, ada kesempatan untuk mengering, dan ferri-hidroksida akan terdehidrasi membentuk besi oksida yang berwarna merah bata, menurut reaksi ( + /e %O &0 lembab ( + )n * + )n % O &+
+

/e+ O0 * 0

%+.5&

'eaksi-reaksi yang sama akan terjadi bila seng berada dalam udara O + )n %O & + )n O *
+

%+.3& %+.6&

"eng oksida yang dihasilkan adalah endapan yang berwarna keputihputihan seperti yang kita lihat pada atap seng, talang, dan sebagainya. Korosi Logam dalam Sistem Lain. 1ogam dapat juga terserang korosi dalam larutan yang tidak mengandung oksigen maupun asam. Jenis yang khas untuk umum adalah larutan yang mengandung garam-garam yang bersifat mengoksidasi seperti senyawa-senyawa ferri dan kupri. 'eaksi-reaksi korosi dari jenis ini adalah sebagai nberikut ( )n * + /e ,l0 )n * + ,u "O. )n ,l+ * + /e ,l+ )n "O. * ,u %+.2& %+.7&

Perlu diperhatikan bahwa dalam hal yang pertama ferri khlorida diubah menjadi ferro khlorida dan seng terkorosi, sedang dalam reaksi lainnya, seng bereaksi dengan tembaga sulfat, menghasilkan seng sulfat yang larut dan endapan tembaga pada permukaan logam seng. . KOROSI SEBAGAI REAKSI ELEK!ROKIMIA

+9

Rea"si#rea"si ele"tro"imia 'eaksi-reaksi elektrokimia adalah reaksi kimia yang melibatkan pemindahan elektron, yaitu reaksi kimia yang meliputi oksidasi dan reduksi. Karena proses korosi logam hampir semuanya adalah proses elektrokimia, adalah sangat penting memahami sifat-sifat dasar dari reaksi-reaksi elektrokimia. !efinisi dari elektrokimia tersebut diatas dapat dengan mudah difahami dengan melihat reaksi khas korosi logam dengan terperin#i. 8arilah kita perhatikan reaksi %+.-& yang terlah kita bi#arakan didepan ( )n * + ,l )n,l+ *
+

%+.-&

Oleh karena asam khlorida dan garam seng khlorida terionisasi dalam air, maka kita dapat menulis kembali reaksi %+.-& sebagai berikut ( )n * +
*

* +,l-

)n

+*

* + ,l- *

%+.7&

!engan menuliskan se#ara ini, kita dapat melihat bahwa ion khlorida tampak tidak mengambil bagian se#ara langsung dalam reaksi, dimana ion-ion tersebut mun#ul pada kedua belah sisi dari persamaan reaksi dan tidak berubah dengan lebih
*

reaksi-reaksi lanjut

korosi.

Jadi, reaksi

kita

kita

dapat dengan %+.-9&

menyederhanakan

persamaan )n
+*

tersebut

menghilangkan ion khlorida, sehingga menjadi berikut ( )n * + *


+

!ari persamaan reaksi ini kita dapat melihat bahwa korosi dari seng dalam larutan asam khlorida terdiri dari reaksi antara logam seng dan ion hidrogen yang menghasilkan ion seng dan gas hidrogen. Kita dapat melihat reaksi ini dengan #ara lain, yaitu bahwa valensi seng bertambah tinggi karena reaksi korosi. :ersamaan dengan itu, ion hidrogen direduksi %valensinya turun& menjadi gas hidrogen, dan selama reaksi proses reduksi korosi se#ara %+.--& berlangsung. 'eaksi %+.-9& dapat kita uraikan lebih lanjut dengan pembagiannya terpisah ( )n )n
+*

kedalam

reaksi

oksidasi

* +e rea"si o"sidasi

++
*

* +e
*

rea"si redu"si
+*

%+.-+& %+.-9&

;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;; )n * + )n *
+

'eaksi oksidasi %+.--& memperlihatkan adanya pertambahan valensi atau produksi elektron, sedangkan reaksi reduksi %+.-+& menunjukkan adanya pengurangan valensi atau konsumsi dari elektron. Perlu diingat bahwa penjumlahan reaksi %+.--& dan %+.-+& menghasilkan reaksi %+.-9&. !alam peristilahan korosi, suatu rea"si o"sidasi sering disebut rea"si anodik, sedangkan rea"si redu"si biasanya disebut rea"si katodik. 'eaksi-reaksi korosi sebenarnya berlangsung seperti ditunjukkan pada reaksi %+.--& dan reaksi %+.-+&. Jadi, reaksi korosi sekurangkurangnya terdiri dari satu pasang reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. "e#ara skematik proses ini ditunjukkan seperti terlihat pada <ambar +.-. !isini, sekeping logam seng di#elupkan dalam larutan asam khlorida, dan korosi terjadi. Pada beberapa titik di permukaan, seng menjadi seng ion menurut reaksi %+.--&. 'eaksi ini menghasilkan elektron yang mengalir melalui logam padat ke suatu titik yang lain pada permukaan logam dimana ion-ion hidrogen direduksi menjadi gas hidrogen menurut reaksi %+.-+&. 'eaksi %+.--& dan reaksi %+.-+& serta <ambar +.- memperlihatkan sifat-sifat reaksi elektrokimia. "elama proses korosi berlangsung, elektronelektron dipindahkan, atau dengan kata lain, suatu proses oksidasi terjadi bersama-sama dengan proses reduksi.

1arutan

,l

=nodik

)n**

ee
*

++
*

Katodik

"eng

* *

,l-

<ambar +.-. Reaksi elektrokimia dari seng yang terkorosi dalam asam khlorida $ntuk lebih memahami marilah kita bandingkan dengan suatu reaksi yang bukan elektrokimia. :ila kita menambah suatu larutan perak nitrat ke dalam larutan garam dapur %>a,l&, maka kita melihat suatu endapan putih dari suatu khlorida. 'eaksinya adalah sebagai berikut ( =g>O0 * >a,l =g,l * >a >O0 %+.-0& !engan memperhatikan bahwa beberapa 4at dalam reaksi tersebut diatas terionisasi, kita dapat menulis kembali reaksi %+.-0& dalam #ara ( =g* * >O-0 * >a* * ,l =g,l * >a* * >O-0 %+. -.& :ila kita teliti reaksi ini menunjukkan bahwa kedua ion nitrat dan natrium mun#ul dikedua sisi dari persamaan reaksi dan oleh karena itu kita dapat menyederhanakan reaksi tersebut menjadi ( =g* * ,l=g ,l %+. -5& !ari sini tampak jelas, bahwa tidak ada oksidasi dan reduksi atau perpindahan elektron selama reaksi ini. ?alensi-valensi klorida dan perak juga tidak berubah selama reaksi, sihingga tidak mungkin membagi reaksi ini menjadi reaksi oksidasi dan reduksi se#ara terpisah. Rea"si Anodi" "elama serangan korosi berlangsung, reaksi anodik selalu bersifat oksida dari suatu logam menjadi bervalensi lebih tinggi %umumnya dari nol menjadi positif&. 8arilah kita tinjau kembali reaksi-reaksi didepan ( )n * + ,l )n ,l+ *
+

%+.-&

+0 )n * /e * +
+

"O.

)n"O. * /e,l+ *

%+.+& ,l
+

%+.0&

"emua reaksi ini melibatkan reduksi dari ion-ion hidrogen menjadi gas hidrogen, menurut reaksi %+.-&, %+.+& dan %+.0&, dan perbedaan diantara mereka hanya pada sifat dari proses anodik atau oksidasinya. Jadi, memahami proses korosi dengan reaksi-reaksi asam adalah sangat mudah, karena setiap reaksi katodik adalah sederhana, yaitu pembentukan gas hidrogen. 'eaksi pembentukan gas hidrogen ini dapat terjadi dengan berbagai variasi dari logam dan asam, termasuk asamasam khlorida, sulfat, perkhlorat, hidrofluorat, asetat, format dan masih banyak lagi asam organik yang larut dalam air. :ila persamaan reaksi %+.-& sampai dengan %+.0& dipisahkan menjadi reasi-reaksi anodik dan katodik, maka perbedaan ketiga reaksi tersebut hanya dalam reaksi oksidasinya. 'eaksi-reaksi oksidasi yang terlibat adalah ( )n /e )n+* * + e /e+* * + e %+.--& %+.-3&

:ila reaksi-reaksi tersebut di atas kita perhatikan denga teliti akan terlihat bahwa reaksi-reaksi anodik yang terjadi dalam proses korosi logam, dapat ditulis dalam bentuk umum( M Mn$ $ ne %+.-6& arga Jadi, korosi dari logam 8 adalah proses oksidasi dari logam 8 menjadi suatu ion dengan muatan valensi % n* & dan pelepasan n elektron. dari n, tentu saja, tergantung dari sifat logam. :eberapa logam seperti perak bervalensi tunggal, sedangkan yang lain seperti khrom bervalensi banyak, dan dapat mempunyai muatan positif sampai lima. 'eaksi %+.-6& adalah umum, dan berlaku untuk semua reaksi korosi logam. Rea"si Katodi".

+. 'eaksi katodik adalah reaksi reduksi, dimana unsur yang bereaksi menjadi bervalensi lebih rendah. =da beberapa reaksi katodik yang mungkin terjadi selama proses korosi logam, yaitu ( Pelepasan gas hidrogen +
*

* +e

%+.-+&
*

'eduksi Oksigen %larutan asam& O+ * . 'eduksi Oksigen %larutan netral dan basa& O+ * +
+

* .e

%+.-2& O * .e .O /e+* ,u
-

%+.-7& %+.+9& %+.+-&

'eduksi ion logam /e0* * e Pengendapan logam ,u+* * + e Perhatikan reduksi ion hidrogen atau pembentukan gas hidrogen. @ni adalah reaksi katodik yang terjadi selama proses korosi berlangsung dalam larutan asam. 'eaksi-reaksi %+.-2& dan %+.-7& adalah reaksi katodik yang sangat umum, dimana oksigen udara akan larut dalam larutanlarutan yang terbuka. 'eaksi reduksi ion logam dan pengendapan logam, meskipun kurang umum juga dapat menyebabkan masalah korosi yang gawat. Perlu di#atat bahwa reaksi-reaksi tersebut di atas ditinjau dari satu segi adalah sangat mirip satu dengan yang lain, yaitu mereka memerlukan elektron. "emua reaksi korosi sebenarnya sederhana saja, yaitu kombinasi dari satu atau lebih reaksi katodik seperti tersebut diatas, bersamaan dengan suatu reaksi anodik seperti reaksi %+.-6&. Jadi, hampir semua masalah korosi logam dapat dijabarkan kedalam enam reaksi di atas, baik tersendiri atau kombinasinya. Kita telah melihat bagaimana korosi logam dalam larutan asam dapat disederhanakan menjadi reaksi oksida dari logam dan reduksi dari hidrogen seperti reaksi %+.-+& dan %+.-6&. !engan #ara yang sama, kita dapat memandang korosi

+5 logam dalam air yang mengandung oksigen, larutan netral atau basa, sebagai kombinasi dari reaksi oksidasi logam %reaksi +.-6&, dan reduksi %+.-7&. :ila kita perhatikan korosi seng oleh air atau udara yang lembab, dan reaksi oksidasi dari seng dikalikan dua dengan anggapan reaksi reduksi oksigen terjadi, maka reaksi total dapat disederhanakan sebagai berikut ( 2 Zn O2 + 2 H2O + 4 e 2 Zn + 2 H2O + O2 2 Zn2+ + 4 e (oksidasi) OH+ 2 Zn2+ + 4 OH(reduksi) 2 Zn(OH)2 (2.22) (2.19) (2.23)

Produk dari reaksi ini adalah Zn2+ dan OH, yang segera mem en!uk Zn(OH)2 yang !idak laru!. "emikian #uga reaksi korosi seng oleh !em aga sul$a! (reaksi 9) adalah meru%akan #umlah reaksi oksidasi dari seng dan %engenda%an logam !em aga (reaksi 21). Zn &u2+ + 2 e Zn + &u2+ Zn2+ + 2 e &u Zn2+ + &u (2.11) (2.21) (2.24)

'alau ki!a andingkan reaksi (2.24) danreaksi (2.9) se enarnya adalah sama. "alam sua!u %roses korosi, le ih dari sa!u reaksi oksidasi dan sa!u reaksi reduksi mungkin !er#adi. (e agai )on!oh, dalam serangan korosi dari sua!u %aduan logam, a!om-a!om dari logam kom%onen laru! se agai ion-ionya* misalnya %aduan esi khrom, maka esi dan khrom akan !eroksidasi. +uga, le ih dari sa!u reaksi ka!odik da%a! !er#adi %ada %ermukaan logam. ,isalnya korosi seng dalam !er#adi* laru!an asam khlorida yang mengandung oksigen, dua reaksi ka!odik mungkin %ele%san hidrogen dan reduksi dari hidrogen, se%er!i di%erliha!kan se)ara skema!ik %ada -am ar 2.2.

e
*

)n
*+

)n
*+

O
+ * * + * *

O
)n
*+

, l*

e ee e e

O
+

"eng

+3 -r. 2.2. 'orosi dari seng dalam asam khlorida dengan aerasi. 'arena ada dua %roses reaksi ka!odik yang menggunakan elek!ron, ke)e%a!an korosi dari seng men#adi er!am ah. +adi, laru!an asam yang mengandung oksigen a!au !er uka di udara umumnya le ih ersi$a! korosi$ dari %ada laru!an asam yang !er!u!u%. Oleh karena i!u, )ara mengurangi korosi$i!as er agai lingkungan dengan menghindarkan oksigen adalah )ara umum. KESIMPULAN "ari uraian di a!as, da%a!lah disim%ulkan ah.a* 1. Proses korosi logam da%a! di$ahami se)ara mudah dengan menggunakan ilmu kimia elemen!er. 2. Proses korosi logam ham%ir semuanya adalah %roses elek!rokimia. 3. (elama %roses korosi erlangsung, dua reaksi, yai!u reaksi anodik dan ka!odik !er#adi ersamaan. 4. /eaksi anodik %ada %roses korosi logam da%a! di!ulis se)ara umum * , se%er!i eriku! ini * Pele%asan gas hidrogen 2 H+ + 2e H2 2 H2 O 4 OH3e2+ &u (2.12) (2.12) (2.19) (2.24) (2.21) /eduksi Oksigen ( laru!an asam ) O2 + 4 H+ + 4 e /eduksi Oksigen ( laru!an ne!ral dan asa ) O2 + 2 H2O + 4 e /eduksi ion logam 3e3+ + e Pengenda%an logam &u2+ + 2 e BACAAN. ,n+ + ne (2.10) 1. /eaksi ka!odik %ada %roses korosi logam, adalah sa!u a!au kom inasi dari reaksi-reaksi

+6 1. 5.". -reene, &orrosion - /ela!ed &hemis!ry and 6le)!ro)hemis!ry, 57&6 87(9& &O//O(9O5 &O:/(6 57&6 P:8;9&7<9O5, On!.1902. 2. H.H. :hlig, &orrosion and &orrosion &on!rol, +ohn =iley > (ons 9n). 5e. ?ork, 19@4. 3. ,. Pour aiA, ;e)!ures on 6le)!ro)hemi)al &orrosion, Plenum Press, 5e. ?ork, 1903. 4. ,ars -. 3on!ana, &orrosion 6ngineering.