Anda di halaman 1dari 4

Nama NPM

: Afdol Pranata : 1106067822

Tugas Kimia Lanjutan

Korosi Pada Konstruksi Bangunan

1. Korosi pada Konstruksi Bangunan Bentuk atau desain bangunan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kekuatan atau kekokohan suatu bangunan. Hal ini dapat dianalisis melalui analisis gaya-gaya yang terjadi pada bangunan. Dalam proses pembangunan dan pasca pembangunan pasti akan terjadi suatu kondisi dimana material yang digunakan akan berubah kembali menjadi bentuk asalnya yang disebut dengan korosi. Bangunan beton adalah bangunan yang bersifat basa. Sifat beton ini menyebabkan baja tulangan aman terhadap korosi. Akan tetapi, kondisi basa dalam beton itu dapat berubah akibat pengaruh lingkungan di sekitarnya. Gas CO2 atau ion asam dapat masuk ke dalam beton melalui pori-pori kapiler yang terdapat dalam beton. Gas CO2 yang masuk ke dalam beton akan bereaksi dengan Ca(OH)2 dan menghasilkan H2CO3 yang menyebabkan pH dari beton turun, selain itu, ion Cldari laut yang berinfiltrasi ke beton menyebabkan konsentrasi asam naik. Perubahan kondisi dalam beton menjadi asam menyebabkan lapisan tipis di permukaan baja tulangan hilang, baja mudah mengalami korosi jika kadar gas O2 dan air di dalam beton cukup. Korosi pada baja tulangan selain menyebabkan diameter baja tulangan berkurang, juga menimbulkan volume senyawa hasil reaksi korosi yang lebih besar daripada volume baja yang bereaksi. Hal inimenyebabkan tekanan pada beton di sekeliling baja tulangan. Selimut beton yaitu bagian beton yang melindungi baja tulangan dapat mengalami keretakan atau

terkelupas akibat tekanan dari pengembangan volume senyawa hasil reaksi korosi. Kerusakan ini menyebabkan kinerja bangunan beton menurun.

2. Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Korosi Potensi kerugian korosi dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu kerugian dari segi biaya korosi, kerugian dari segi pemborosan sumber daya mineral yang sangat tinggi dan kerugian dari segi keselamatan jiwa manusia juga sangat membahayakan. Kerugian Ekonomi Korosi Langsung Menurut sumber dari Biro Klasifikasi Indonesia pada tahun 1997 mengatakan bahwa pada umumnya biaya pengendalian korosi di Indonesia berkisar antara 2 hingga 3,5 % dari GNP. Biaya pengendalian korosi disini adalah semua biaya yang timbul dalam usaha untuk menanggulangi korosi mulai dari desain sampai dengan proses pemeliharaan suatu struktur bangunan

Kerugian Dari Segi Pemborosan Sumber Daya Mineral Pada kejadian korosi merupakan proses kembalinya logam teknis dalam bentuk bangunan

atau barang lainnya ke bentuk semula. Dengan adanya proses korosi pada struktur bangunan di tempat-tempat yang tersebar diseluruh dunia, mengakibatkan sumber daya mineral yang semula berbentuk logam teknis telah berubah menjadi produk korosi yang tersebar tanpa bisa direcavery untuk dijadikan logam teknis kembali. Kerugian Dari Segi Keselamatan Jiwa Manusia Kerugian yang diakibatkan oleh korosi bisa berbentuk kesalamatan jiwa manusia karena kegagalan dari suatu konstruksi akibat konstruksi.

3. Solusi Alternatif Proses korosi merupakan prose salami yang terjadi pada logam. Berdasarkan itulah korosi tidak dapat dicegah tetapi dapat dikendalikan. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerugian karena korosi antara lain seleksi material yang digunakan, penyeleksian dilakukan berdasarkan paduan material yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Rancangan kerja konstruksi, pada saat pembangunan harus memperhatikan

pembentukannya dilakukan bersamaan dengan pengendalian korosinya. Karena dalam tahap pengerjaan konstruksi perlu diperhatikan kecenderungan terjadinya korosi. Alternatif Lingkungan , Pengaturan lingkungan dapat mengurangi kecepatan korosi. Bentuk-bentuk alterasi lingkungan korosif yang sering dilakukan adalah dengan menurunkan temperatur, menurunkan kecepatan aliran, penghilangan oksigen atau oksidatoir lainnya atau dengan memperkecil konsentrasi ion-ion agresif seperti eliminasi ion klorida. Selain itu, penambahan inhibitor juga termasuk alterasi lingkungan. Memberikan Inhibitor, Inhibitor adalah suatu zat yang bila ditambahkan dalam jumlah yang kecil kedalam lingkungan korosif, akan menghambat atau menurunkan kecepatan korosi. Macam- macam inhibitor antara lain, inhibitor Anodik, Katodik, Campuran, proteksi katodik, dan pelapisan.

Referensi http://ihya-internazionale.blogspot.com/2010/12/kerusakan-pada-beton-akibatkorosi.html

http://fuadrofiqi.blogspot.com/2012/02/korosi-dan-konstruksi-bangunan.html