Anda di halaman 1dari 1

Craniektomi dekompresi adalah teknik bedah yang telah banyak digunakan oleh ahli bedah saraf.

Tujuan dari craniektomi dekompresi adalah untuk mengurangi tekanan intrakranial. Ambang tekanan intrakranial bervariasi dari anak-anak, yang memiliki nilai ambang lebih tinggi karena sutura yang masih terbuka, hingga dewasa. Batas tekanan intrakranial yang dapat ditoleransi pada perdarahan subarakhnoid berkisar pada 18-20 mmHg, pada malignant sylvian stroke sekitar 20-22 mmHg, 25 mmHg untuk trauma dan 30-40 mmHguntuk tumor yang membesar lambat dan hidrosefalus. Terdapat dua jenis prosedur craniektomi, yang pertama disebut hemikraniektomi jika hanya melibatkan satu hemisfer dan craniektomi bilateral jika melibatkan dua hemisfer. Hemikraniektomi, idealnya dilakukan reseksi seluruh bagian pada salah satu hemisfer, termasuk fossa temporal hingga tulang zygomatikus.

Pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial refrakter akibat cedera kepala berat tetap menjadi tantangan dalam penanganannya. Decompressive craniectomy (DECRA) menunjukkan penurunan tekanan intrakranial dalam hal terapeutik namun tingkat survival dan outcome fungsional belum banyak diketahui., terutama jika o lower intracranial pressure and
therapeutic intensity levels but its effect on survival and functional outcome is poorly described, especially compared to non-surgical