Anda di halaman 1dari 22

HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)

dr. Maryani, M.Si Lab. Mikrobiologi FK UNS

Ciri khusus virus


Morfologi :
Kapsid : bulat, 100 140 nm Nukleoid : silindris Kapsul : ada Genom : ss RNA, 9 9-10 kb Mempunyai enzim reverse transkriptase Replikasi : Di nukleus, membentuk provirus

Virion

Replikasi

Replikasi

Replikasi

Inaktivasi
Bleaching 10% Etanol 50% Isopropanol 35% Lysol 0,5% Paraformaldehida 0,5% Perhidrol 0,3% pH ekstrem ( 1 atau 13)

10

AIDS
Adalah penyakit dengan penurunan imunitas yang ditimbulkan oleh virus HIV Virus HIV merusak CD4 sel sehingga fungsi pertahanan terhadap bakteria dan virus terganggu. HIV menurunkan jumlah CD4 perlahan, sehingga manifestasi klinis juga lambat terlihat Aids adalah periode advanced infection HIV

Penyebaran HIV - AIDS

Penularan

Penularan
Kontak seksual Pemaparan darah dan produk darah transfusi, suntikan, operasi, tindakan UGD Vertikal dari ibu pada bayinya

Sumber penularan
Cairan tubuh :
Darah Semen Sekret vagina Sekret serviks Luka & cairan luka LCS Cairan amnion Cairan pleura, pericard, peritoneal Cairan sinovia Air susu

Hanya bila tercampur darah :


Urin Feses Saliva Sputum Muntahan Ingus

Manifestasi Klinis
Masa tunas bbrp bulan 13 tahun Stadium I : gjl infeksi umum + limfadenopati Stadium II : tahap tanpa keluhan dan gejala Stadium III : limfadenopati generalisata persisten Stadium IV :
a. b. c. d. e. BB turun, diare bbrp bulan, demam bbrp bulan Ggn neurologik Infeksi oportunistik & infeksi sekunder Keganasan (Kaposi Sa) Kelainan lain trombositopenia

Gejala dan tanda

Staging
Kategori 1 : Asimtomatis dengan atau tanpa limfadenopati persisten Kategori 2 : Infeksi Candida albicans persisten (oral, faring, vaginal), diare persisten dan demam, lekoplaki, ca pada serviks uteri Kategori 3 : AIDS stage, infeksi C.albicans pada usofagus, bronkhus, paru. Infeksi sekunder : TB, CMV, toksoplasma, Sarkoma kapossi

Diagnosa
Isolasi & identifikasi virus
PCR cari genom virus dalam DNA darah

Hitung CD4 dan total limfosit Serologi


Elisa Imunofluorescensi Radioimunopresipitasi Western Blott

Terapi
Antiretroviral Terapi penyakit penyerta

TERIMA KASIH