Anda di halaman 1dari 14

1. Apa yang dimaksud dengan Bentuk Lahan Asal Denudasional? 2. Bagaimana ciri-ciri Bentuk Lahan Asal Denudasional? 3.

Bagaimana Proses terbentuknya Bentuk Lahan Asal Denudasional? 4. Apa Contoh bentuk Lahan Asal Denudasional? 5. Apa dampak proses Bentuk Lahan Asal Denudasional? 6. Bagaimana mengatasi dampak proses Bentuk Lahan Asal Denudasional?

1. Definisi Bentuk Lahan Asal Denudasional

Denudasi berasal dari kata dasar nude yang berarti telanjang, sehingga denudasi berarti proses penelanjangan permukaan bumi.
Bentuk lahan asal denudasional dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk lahan yang terjadi akibat proses-proses pelapukan, erosi, gerak masa batuan (mass wating) dan proses pengendapan yang terjadi karena agradasi atau degradasi (Herlambang, Sudarno. 2004:42). Proses degradasi cenderung menyebabkan penurunan permukaan bumi, sedangkan agradasi menyebabkan kenaikan permukaan bumi.

2. Ciri-ciri Bentuk Lahan Asal Denudasional


Ciri-ciri dari bentuk lahan yang asal terjadi secara denudasioanal, yaitu: a. Relief sangat jelas: lembah, lereng, pola aliran sungai. b. Tidak ada gejala struktural, batuan massif, dip/strike tertutup.

c. Dapat dibedakan dengan jelas terhadap bentuk lain


d. Relief lokal, pola aliran dan kerapatan aliran menjadi dasar utama untuk merinci satuan bentuk lahan

e. Litologi menjadi dasar pembeda kedua untuk merinci satuan bentuk lahan. Litologi terasosiasi dengan bukit, kerapatan aliran,dan tipe proses.

3. Proses Terbentuknya Bentuk Lahan Asal Denudasional


Denudasi meliputi proses pelapukan, erosi, gerak masa batuan (mass wating) dan proses pengendapan/sedimentasi

a. Pelapukan Pelapukan (weathering) dari perkataan weather dalam bahasa Inggris yang berarti cuaca, sehingga pelapukan batuan adalah proses yang berhubungan dengan perubahan sifat (fisis dan kimia) batuan di permukaan bumi oleh pengaruh cuaca. Secara umum, pelapukan diartikan sebagai proses hancurnya massa batuan oleh tenaga Eksogen, Menurut Olliver(1963) pelapukan adalah proses penyesaian kimia, mineral dan sifat fisik batuan terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Akibat dari proses ini pada batuan terjadi perubahan warna, misalnya kuning-coklat pada bagian luar dari suatu bongkah batuan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pelapukan adalah: 1. Jenis batuan (kandungan mineral, retakan, bidang pelapisan, patahan dan retakan 2. Iklim, terutama temperatur dan curah hujan sangat mempengaruhi pelapukan.Contoh : - Iklim kering, jenis pelapukannya fisis - Iklim basah, jenis pelapukannya kimia - Iklim dingin, jenis pelapukannya mekanik 3. Vegetasi, atau tumbuh-tumbuhan mempunyai peran yang cukup besar terhadap proses pelapukan batuan. Hal ini dapat terjadi karena: - Secara mekanis akar tumbuh-tumbuhan itu menembus batuan, bertambah panjang dan membesar menyebabkan batuan pecah. - Secara kimiawi tumbuh-tumbuhan melalui akarnya mengeluarkan zatzat kimia yang dapat mempercepat proses pelapukan batuan. 4. Topografi Topografi yang kemiringannya besar dan menghadap arah datangnya sinar matahari atau arah hujan, maka akan mempercepat proses pelapukan.