Anda di halaman 1dari 18

Aidil isma (1201001) Aulia fitri (1201007) Bagus decahyuningsih (1201009) Dwi retno ningsih (1201022) Ginta rio

maranti (1201035) Marina dewi (1201054) Marlina arfianti (1201055) Marlisnawati (1201056) Maya hasmira(1201057)

Dalam sejarah perkembangan skizofrenia sebagai gangguan klinis, banyak tokoh psikiatri dan neurologi yang berperan. Mula-mula Emil Kreaplin (18-1926) menyebutkan gangguan dengan istilah dementia prekok yaitu suatu istilah yang menekankan proses kognitif yang berbeda dan onset pada masa awal. Istilah skizofrenia itu sendiri diperkenalkan oleh Eugen Bleuler (18571939), untuk menggambarkan munculnya perpecahan antara pikiran, emmosi dan perilaku pada pasien yang mengalami gangguan ini.

Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang kronik, pada orang yang mengalaminya tidak dapat menilai realitas dengan baik dan pemahaman diri buruk (Kaplan dan Sadock, 1997). Schizoprenia adalah kekacauan jiwa yang serius ditandai dengan kehilangan kontak pada kenyataan (psikosis), halusinasi, khayalan (kepercayaan yang salah), pikiran yang abnormal dan mengganggu kerja dan fungsi sosial

genetika, biokimiawi dan lingkungan.

Gejala-gejala skizofrenia sendiri dibedakan menjadi dua yaitu gejala positif dan negatif.

a. Delusi yaitu suatu keyakinan yang tidak rasional tidak masuk akal, tapi penderita tetap meyakini bahwa hal itu ada. b. Halusinasi yaitu pengalaman panca indera tanpa ada rangsangan. Misalnya penderita mendengar suara-suara, padahal tidak ada suara apapun. c.Kekacauan alam pikir, yang dapat dilihat dari isi pembicaraan penderita, misal dia suka bicara kacau tanpa makna. d. Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan semangat yang berlebihan. e.Merasa dirinya hebat dan jenius. f.Pikiran penuh dengan curiga seakan-akan sedang ada yang mengancam dia g.Menyimpan rasa permusuhan

a. Alam perasaan yang tumpul atau ekspresi yang datar b.Menarik diri dari dunia luar, tidak mau bergaul atau kontak dengan orang di sekitarnya c.Kontak emosional yang kurang, diajak bicara hanya diam saja d.Pasif dan apatis e.Sulit dalam berpikir abstrak f.Pola pikir stereotype g.Tidak punya inisiatif atau usaha dan upaya. a

Obat-obatan Obat konvesional atau tipikal dan obat antipsikotik Obat antipsikotik atipikal Perawatan psikososial Pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Terapi keluarga yang dapat memberikan dukungan dan pendidikan bagi keluarga yang berhubungan dengan penderita penyakit skizofrenia. Rehabilitasi vokasional atau kejuruan dan dukungan pekerjaan guna membantu penderita skizofrenia untuk dapat mempertahankan pekerjaan mereka walaupun dalam kondisi krisis. Terapi individu. Penderita akan diajari untuk mengelola stress dan mengidentifikasi tanda dan gejala sedini mungkin supaya mereka dapat menghindari kekambuhan.

Video