Anda di halaman 1dari 9

EPILEPSI

Definisi Epilepsi Epilepsi merupakan suatu keadaan neurologik yang ditandai oleh bangkitan epilepsi yang berulang, yang timbul tanpa provokasi. Sedangkan bangkitan epilepsi sendiri adalah suatu manifestasi klinis yang disebabkan oleh lepasnya muatan listrik yang abnormal, berlebihan dan sinkron, dari neuron yang terutama terletak pada corteks serebri. Aktivitas paroksismal abnormal ini umumnya timbul intermiten dan selflimited. Sindroma epilepsi adalah penyakit epilepsy ditandai oleh sekumpulan gejala yang timbul bersamaan (termasuk tipe bangkitan, etiologi, anatomi, factor presipitasi usia saat a itan, beratnya penyakit, siklus harian dan prognosa!. Epidemiologi "ingga #$ dari populasi umum menderita epilepsi aktif, dengan %&'(& pasien baru yang terdiagnosis per #&&.&&& per tahunnya. )erkiraan angka kematian pertahun akibat epilepsi adalah % per #&&.&&&. kematian dapat berhubungan lengsung dengan kejang, misalnya ketika terjadi serangan kejang tidak terkontrol, dan diantara serangan pasien tidak sadar atau jika terjadi cedera akibat kecelakaan atau trauma. *enomena kematian mendadak yang terjadi pada penderita epilepsi (sudden une+plained death in epilepsy, S,-E)! diasumsikan berhubungan dengan aktifitas kejang dan kemungkinan besar karena disfungsi kardiorespirasi. Etiologi #. .diopatik/ sebagian besar epilepsi pada anak adalah epilepsy idiopatik %. *aktor herediter/ ada beberapa penyakit yang bersifat herediter yang disertai bangkitan kejang seperti sclerosis tuberose, neurofibrimatosis, angiomatosis ensefalotrigeminal, fenilketonurea, hipoparatiroidisme, hipoglikemia. 0. *aktor genetik/ pada kejang demam dan breath holding spells 1. 2elainan kongenital otak3 atrofi, paronsefali, agenesis korpus kalosum.

(. 4angguan

metabolik3

komplikasi

-5,

ketidakseimbangan

elektrolit,

hipoglikemia, hipokalsemia, hiponatremia, hipernatremia, defisiensi nutrisi, )henylketonuria (pada bayi!, uremia. 6. 4agal ginjal 7. .nfeksi3 radang yang disebabkan bakteri atau virus pada otak dan selaputnya, toksoplasmosis. 8. 9rauma3 kontusio serebri, hemtoma subaraknoid, hematoma subdural. :. ;eoplasma otak dan selaputnya. #&. Stroke, kelainan pembuluh darah, malformasi, penyakit kolagen ##. 2eracunan 3 timbal ()b!, kamper (kapur barus!, fenotia<in, air. #%. =ain'lain3 obat'obatan, alkohol, penyakit degeneratif, penyakit darah, gangguan keseimbangan hormon, degenerasi serebral, dan lain'lain. Faktor Presipitasi *aktor yang mempermudah terjadinya serangan kejang, yaitu3 *aktor sensoris3 cahaya yang berkedip'kedip, bunyi'bunyi yang mengejutkan, air panas. *aktor sistemis3 demam, penyakit infeksi, obat'obat tertentu misalnya golongan fenotia<in, klorpropamid, hipoglikemia, kelelahan fisik *aktor mental3 stres dan gangguan emosi.

Patofisiologi Secara umum, epilepsi terjadi kerena menurunnya potensial membran sel saraf akibat proses patologik dalam otak, gaya mekanik, atau toksik, yang selanjutnya menyebabkan terlepasnya muatan listrik dari sel saraf tersebut. >eberapa penelitian menunjukkan peranan asetilkolin sebagai <at yang merendahkan potensial membran postsinaptik dalam hal telepasnya muatan listrik yang terjadi se aktu' aktu saja sehingga manifestasi klinisnya pun muncul se aktu' aktu. >ila asetilkolin sudah cukup tertimbun di permukaan otak, maka pelepasan muatan listrik sel'sel saraf kortikal dipermudah. Asetilkolin diproduksi oleh sel'sel saraf kolinergik dan merembes keluar dari permukaan otak daripada selama tidur.

)ada jejas otak lebih banyak asetilkolin daripada dalam otak sehat. )ada tumor serebri atau adanya sikatriks setempat pada permukaan otak sebagai gejala sisa dari meningitis, ensefalitis, kontusio serebri atau trauma lahir, dapat terjadi penimbunan setempat dari asetilkolin. ?leh karena itu, pada tempat itu akan terjadi lepas muatan listrik sel'sel saraf. )enimbunan asetilkolin setempat harus mencapai konsentrasi tertentu untuk dapat merendahkan potensial membran sehingga lepas muatan listrik dapat terjadi. "al ini merupakan mekanisme epilepsi fokal yang biasanya simptomatik. )ada epilepsi idiopatik, tipe grand mal, secara primer muatan muatan listrik dilepaskan oleh nuklei intralaminares talami, yang dikenal sebagai inti centrecephalic. .nti merupakan terminal dari lintasan asendens aspesifik atau lintasan asendens ekstralemsnikal. .nput dari korteks serebri melalui lintasan aferen aspesifik menentukan derajat kesadaran. >ilamana sama sekali tidak ada input maka timbullah koma. )ada grandmal, dimana etiologinya belum diketahui, terjadi lepas muatan listrik dari inti'inti intralaminar talamik secara berlebih. )erangsangan talamokortikal yang berlebihan ini menghasilkan kejang seluruh tubuh dan sekaligus menghalangi sel'sel saraf yang memelihara kesadaran menerima impuls aferen dari dunia luar sehingga kesadaran hilang. "asil penelitian menunjukkan bah a bagian dari substansia retikularis di bagian rostral dari mesensefalon yang dapat melakukan blokade sejenak terhadap inti'inti intralaminar talamik sehingga kesadaran hilang sejenak tanpa disertai kejang'kejang pada otot skeletal yang dikenal sebagai petit mal.

Manifestasi Klinis 5enurut @ommision of @lassification and 9erminology of .nternational =eague Against Epilepsy (.=AE! tahun #:8#, klasifikasi epilepsy sebagai berikut3 .. 2ejang )arsial (fokal, lokal! A. 2ejang persial sederhana/ kejang parsial dengan kesadaran tetap normal. #. -engan gejala motorik *okal motorik tidak menjalar3 kejang sebatas pada satu bagian tubuh saja. *okal motorik menjalar3 kejang dimulai dari satu bagian tubuh dan menjalar meluas ke daerah lain. -isebut juga epilepsi Aackson Bersif3 gejang disertai gerakan memutar kepala, mata, tubuh )ostural3 kejang disertai dengan lengan atau tungkai kaku dalam sikap tertentu

-isertai gangguan fonasi3 kejang disertai arus bicara yang terhenti atau pasien mengeluarkan bunyi'bunyi tertentu.

%. -engan gejala somatosensoris atau sensoris spesial/ kejang disertai halusinasi sederhana yang mengenai kelima pancaindera dan bangkitkan yang disertai vertigo. Somatosensoris3 timbul rasa kesemutan atau seperti ditusuk'tusuk jarum Bisual3 terlihat cahaya Auditoris3 terdengar sesuatu 4ustatoris3 terkecap sesuatu -isertai vertigo

0. -engan gejala atau tanda gangguan saraf otonom (sensasi epigastrium, pucat, berkeringat, membera, piroleksi, dilatasi pupil! 1. -engan gejala psikis (gangguan fungsi luhur! -isfasia3 gangguan bicara misalnya mengulang suatu suku kata, kata atau bagian kalimat -imensia3 gangguan proses ingatan misalnya merasa seperti sudah mengalami, mendengar, melihat, atau sebaliknya tidak pernah mengalami, mendengar, melihat, mengetahui sesuatu. 5ungkin mendadak mengingat suatu peristi a di masa lalu, merasa melihatnya lagi 2ognitif3 gangguan orientasi aktu, merasa diri berubah Afektif3 merasa sangat senang, susah, marah, takut .lusi3 perubahan persepsi benda yang dilihat tampak lebih kecil atau lebih besar. "alusinasi kompleks (berstruktur!3 mendengar ada yang bicara musik, melihat statu fenomena tertentu dan lain'lain. >. 2ejang parsial kompleks/ kejang ini disertai gangguan kesadaran.

#. Serangan parsial sederhana diikuti gangguan kesadaran3 kesadaran mula'mula baik kemudian baru menurun. -engan gejala parcial sederhana A#'A1/ gejala'gejala seperti pada golongan A#'A1 diikuti menurunya kesadaran 9imbul automatisme. Automatisme menelan'nelan, yaitu ajah gerakan'gerakan, muka berubah perilaku yang timbul dengan sendirinya, misalnya dengan gerakan mengunyah'nguyah, seringkali seperti ketakutan, menata'nata sesuatu, memegang' megang kancing baju, berjalan, mengembara tak menentu, berbicara, dll. %. Serangan parsial sederhana dengan penurunan kesadaran sejak serangan/ kesadaran menurun sejak permulaan serangan. "anya dengan penurunan kesadaran -engan automatismo.

@. 2ejang parsial yang berkembang menjadi bangkitan umum (tonik'klonik, tonik, klonik! #. 2ejang parsial sederhana yang berkembang menjadi kejang generalisata %. 2ejang parsial kompleks yang berkembang menjadi kejang generalisata 0. 2ejang parsial sederhana yang menjadi kejang parsial kompleks lalu berkembang menjadi kejang generalisata. ... 2ejang 4eneralisata (konvulsif atau nonkonvulsif! A. #.. 2ejang lena (Absence! )ada kejang ini, kegiatan yang sedang dilakukan terhenti, muka tampak membengong, bola mata dapat memutar ke atas, tidak ada reaksi bila diajak bicara. >iasanya serangan ini berlangsung selama C'#D% menit dan biasanya dijumpai pada anak. "anya penurunan kesadaran

-engan komponen klonik ringan. 4erakan klonis ringan biasanya dijumpai pada kelompok mata atas, sudut mulut, atau otot'otot lainnya bilateral.

-engan komponen atonik. )ada kejang ini, dijumpai otot'otot leher, lengan, tangan, tubuh mendadak melemas hingga tampak mengulai. -engan komponen tonik. )ada kejang ini, dijumpai otot'otot ekstremitas, leher, atau punggung mendadak mengejang, kepala, badan, badan menjadi melengkung ke belakang, lengan dapat mengetul atau mengedang

-engan automatisme -engan komponen autonom

4ejala'gejala diatas dapat berdiri sendiri atau kombinasi. %. 2ejang lena tidak khas -apat disertai3 4angguan tonus yang lebih jelas )ermulaan dan berakhirnya bangkitan tidak mendadak.

>. 2ejang mioklonik )ada kejang mioklonik terjadi kontraksi mendadak, sebentar, dapat kuat atau lemas sebagian otot atau semua otot'otot, sesekali atau berulang' ulang. 2ejang ini dapat terjadi pada semua umur. @. 2ejang klonik )ada kejang ini tidak ada komponen tonik, hanya terjadi kejang klojot. -ijumpai terutama pada anak. -. 2ejang tonik )ada kejang ini tidak ada komponen klonik, otot'otot hanya menjadi kaku, juga terdapat pada anak.

E. 2ejang tonik'klonik 2ejang ini sering dijumpai pada usia diatas balita yang terkenal dengan nama grand mal. *. 2ejang atonik )ada keadaan ini otot'otot seluruh badan mendadak melemas sehingga pasien terjatuh. 2esadaran dapat tetap baik atau menurun sebentar. 2ejang ini terutama tejadi pada anak'anak. .... 2ejang tak tergolongkan 9ermasuk golongan ini adalah serangan pada bayi berupa gerakan bola amta yang ritmik, mengunyah'ngunyah, gerakan seperti berenang, menggigil, atau pernapasan yang mendadak berhenti sementara. Pemeriksaan penunjang Elektroensefalografi (EE4! merupakan pemeriksaan penunjang yang informatif yang dapat memastikan diagnosis epilepsi bila ditemukan pola EE4 yang bersifat khas epileptik baik terekam saat serangan maupun di luar serangan berupa gelombang runcing, gelombang paku, runcing lambat, paku lambat. )emeriksaan tambahan lain yang juga bermanfaat adalah pemeriksaan foto polos kepala, yang berguna untuk mendeteksi adanya fraktur tulang tengkorak/ @9'Scan kepala. Eang berguna untuk mendeteksi adanya infark, hematoma, tumor, hidrosefalus, sedangkan pemeriksaan laboratorium dilakukan atas indikasi untuk memastika adanya kelainan sistemik seperti hipoglikemia, hiponatremia, uremia,dll.

Kejang Tonik Klonik


Serangan dapat dia ali dengan aura yaitu tanda'tanda yang mendahului suatu kejang. )asien mendadak jatuh pingsan, otot'otot seluruh badan kaku. 2ejang kaku berlangsung kira'kira C'#D% menit diikuti kejang klojot di seluruh badan.

Serangan ini biasanya berhenti sendiri. 9arikan napas menjadi dalam beberapa saat lamanya. >ila pembentukan ludah ketika kejang meningkat, mulut menjadi berbusa kerena hembusan nafas. 5ungkin pula pasien miksi ketika mendapat serangan. Setelah kejang berhenti pasien tertidur beberapa lamanya, dapat pula bangun dengan kesadaran yang masih rendah, atau menjadi sadar dengan keluhan badan pegal'pegal, lelah, nyeri kepala. Status Epileptikus Status epileptikus adalah aktivitas kejang yang berlangsung terus'menerus lebih dari 0& menit atau dua atau lebih bangkitan, dimana diantara dua bangkitan tidak terdapat pemulihan kesadaran, hal ini merupakan status mengancam. -alam praktek klinis didefinisikan sebagai setiap aktivitas serangan kejang yang menetap selama lebih dari #& menit. )enanganan kejang harus segera dimulai dalam #& menit setelah a itan suatu kejang.