Anda di halaman 1dari 39

1

A. JUDUL Laporan Praktikum Fisika Inti B. LATAR BELAKANG Salah satu sifat menakjubkan dari beberapa inti atom adalah kemampuan mereka untuk bertransformasi sendiri secara spontan dari satu inti ke inti lainya. Ini terjadi pada Inti yang tidak stabil yang bertransformasi ke dalam inti lain melalui proses peluruhan yang tidak mengubah nukleon sebuah inti. Pada keadaan ini terjadi eksitasi inti yang dapat memancarkan foton dan sinar gamma. Peristiwa ini disebut peluruhan radioaktif. Contohnya peluruhan alfa, peluruhan beta dan peluruhan gamma. Laju peluruhan inti radioaktif disebut aktivitas. Semakin besar aktivitasnya, semakin banyak inti atom yang meluruh perdetik. Aktivitas tidak bergantung pada jenis peluruhan yang dipancarkan atau energi radiasi tetapi bergantung pada jumlah peluruhan perdetik. Setiap inti yang meluruh memiliki probabilitas peluruhan per inti per detik yang disebut tetapan peluruhan (koefisien atenuasi)[1]. Salah satu contoh peluruhan yang akan dibahas yaitu peluruhan gamma. Peluruhan inti akhir yang mencapai keadaan dasar setelah memancarkan satu atau lebih foton disebut dengan sinar gamma inti. Sinar gamma ini dapat menghasilkan radiasi sinar gamma. Radiasi merupakan suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium atau bahan penghantar tertentu. Radiasi nuklir memiliki dua sifat yang khas yaitu tidak dapat dirasakan secara langsung dan dapat menembus berbagai jenis bahan. Oleh karena itu, untuk menentukan ada atau tidak adanya radiasi nuklir diperlukan suatu alat, yang digunakan untuk mengukur kuantitas, energi atau dosis radiasi. Alat ini disebut detector yang merupakan suatu bahan yang peka terhadap radiasi, bila dikenai radiasi akan menghasilkan jumlah radiasi yang diterimanya. Terdapat beberapa aspek pengukuran detektor yaitu efisiensi, resolusi energi, dead time (waktu mati) dan kalibrasi energi . selain itu juga diperlukan alat pengukur aktivitas radiasi yaitu mengunakan spektroskopi[2] . C. PERUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana spektrum dari suatu radiasi gamma? Bagaimana cara menentukan energi isotop pancaran sinar gamma oleh sumber radiasi Ba-133 dengan spektroskopi gamma? 2. Bagaimana menentukan tingkat efisiensi dari suatu detektor Geiger-Muller? 3. Bagaimana mencari dead time detektor? 4. Apakah nilai koefisien atenuasi berbeda pada setiap sumber radiasi? D. TUJUAN 1. Mempelajari spektrum radiasi gamma dan menentukan energi isotop pancaran radiasi Ba-133. 2. Dapat menentukan tingkat efisiensi dari detektor Geiger-Muller. 3. Dapat menentukan deat time detektor.

4. Dapat menentukan nilai koefisien atenuasi pada sumber radiasi yang berbeda E. TINJAUAN PUSTAKA Setelah peluruhan alfa dan beta, inti biasanya dalam keadaan tereksitasi. Seperti halnya atom, inti akan mencapai keadaan dasar (stabil) dengan memancarkan foton (gelombang elektromagnetik) yang dikenal dengan sinar gamma (). Energi tiap foton adalah beda energi antara keadaan awal dan keadaan akhir inti, dikurangi dengan sejumlah koreksi kecil untuk energi pental inti. Energi ini berada pada kisaran 100 KeV hingga beberapa MeV. Inti dapat pula dieksitasi dari keadaan dasar ke keadaan eksitasi dengan menyerap foton dengan energi yang tepat. Gambar 7.1 memperlihatkan suatu diagram tingkat energi yang khas dari keadaan eksitasi inti dan beberapa transisi sinar gamma yang dipancarkan. Wakto
-9 -12

paro khas bagi tingkat eksitasi inti adalah 10 hinga 10 s. Ada beberapa yang memiliki waktu paro lama (beberapa jam bahkan beberapa hari). Inti yang tereksitasi seperti ini dinamakan isomer dan keadaan tereksitasinya dikenal sebagai keadaan isomerik.

Gambar.1.Diagram tingkat energi inti Dalam menghitung energi partikel alfa dan beta yang dipancarkan dalam peluruhan radioaktif di depan dianggap tidak ada sinar gamma yang dipancarkan. Jika ada sinar gamma yang dipancarkan, maka energi yang ada (Q) harus dibagi bersama antara partikel dengan sinar gamma [1]. Ada tiga proses utama yang dapat terjadi apabila radiasi gamma melewati bahan, yaitu efek fololistrik, hamburan Compton dan produksi pasangan. Ketiga proses tersebut melepaskan elektron yang selanjutnya dapat mengionisasi atom-atom lain dalam bahan. Efek Fotolistrik Efek foto listrik adalah peristiwa diserapnya energi foton seluruhnya oleh elektron yang terikat kuat oleh suatu atom sehingga elektron tersebut terlepas dari ikatan atom. Elektron yang terlepas dinamakan fotoelektron.efek foto listrik terutama terjadi antara 0,01 MeV hingga 0,5 MeV. Efek fotolistrik ini umumnya banyak terjadi pada materi dengan Z yang besar, seperti tembaga (Z = 29).

Energi foton yang datang sebagian besar berpindah ke elektron fotolistrik dalam bentuk energi kinetik elektron dan sebagian lagi digunakan untuk melawan energi ikat elektron (W ).
0

Besarnya energi kinetik fotoelektron (K) dalam peristiwa ini adalah:

Dari persamaan tersebut ditunjukan bahwa agar efek fotolistrik terjadi, maka energi foton harus sekurang-kurangnya sama dengan energi ikat elektron yang berinteraksi. Hamburan Compton Hamburan Compton terjadi apabila foton dengan energi hf berinteraksi dengan elektron bebas atau elektron yang tidak terikat dengan kuat oleh inti, yaitu elektron terluar dari atom. Elektron itu dilepaskan dari ikatan inti dan bergerak dengan energi kinetik tertentu disertai foton lain dengan energi lebih rendah dibandingkan foton datang. Foton lain ini dinamakan foton hamburan. Kemungkinan terjadinya hamburan Compton berkurang bila energi foton yang datang bertambah dan bila Z bertambah. Dalam hamburan Compton ini, energi foton yang datang yang diserap atom diubah menjadi energi kinetik elektron dan foton hamburan. Perubahan panjang gelombang foton hamburan dari menjadi dirumuskan

Hamburan foton penting untuk radiasi elektromagnetik dengan energi 200 keV hingga 5 MeV dalam sebagian besar unsur-unsur ringan. Produksi Pasangan Produksi pasangan terjadi karena interaksi antara foton dengan medan listrik dalam inti atom berat. Jika interaksi itu terjadi, maka foton akan lenyap dan sebagai gantinya akan timbul sepasang elektron-positron. Karena massa diam elektron ekivalen dengan energi 0,51 MeV, maka produksi pasangan hanya dapat terjadi pada energi foton 1,02 MeV (2m c ).
e 2

Energi kinetik total pasagan elektron-positron sesuai dengan persamaan:

Kedua partikel ini akan kehilangan energinya melalui proses ionisasi atom bahan. Positron yang terbentuk juga bisa bergabung dengan elektron melalui suatu proses yang dinamakn annihiliasi[3].

Sistem pengukur radiasi selalu terdiri atas detektor dan peralatan penunjang yang biasanya merupakan rangkaian elektronik. Detektor berfungsi untuk mengubah energi nuklir menjadi energi lain yang lebih mudah untuk diolah, seperti energi listrik. Detektor merupakan bagian yang sangat penting dari suatu sistem pencacahradiasi karena dialah yang berfungsi untuk menangkap radiasi danmengubahnya menjadi, biasanya, sinyal atau pulsa listrik.Terdapat dua besaran yang biasa diukur dari suatu paparan radiasi nuklir yaitu jumlah radiasi dan energi radiasi. Sebagai contoh, jumlah radiasi diperlukan untuk mengetahui aktivitas sumber radiasi sedang energi radiasi digunakan untuk menentukan jenis sumber radiasi[4]. Pada umumnya detektor radiasi dibagi dalam 3 golongan: a. Detektor Isian Gas: Geiger-Muller, Kamar pengionan, detektor proporsional b. Detektor Sintilasi: NaI(Tl), LSC, Sintasi plastik c. Detektor semikonduktor: GeLi, HPGe, SiLi Detektor atau pencacah untuk mendeteksi radiasi , dan diciptakan oleh Geiger-Muller, peneliti dari Jerman Barat pada tahun 1928. Detektor GM berbeda dengan detektor proporsional dalam beberapa hal. Proses penggandaan ionisasi (avalanche) tidak hanya terjadi di dekat anoda saja melainkan hampir di seluruh ruangan. Selain itu avalanche juga disebabkan oleh efek fotolistrik akibat eksitasi atom-atom molekul isian gas. Dengan demikian penggandaan ionisasi cepat menjalar ke seluruh isi tabung detektor dan berkelan-jutan. Hal ini mengakibatkan tinggi pulsa hanya dibatasi oleh pemadaman mendadak (quenching), misalnya karena terjadinya awan ion yang menebal sehingga kuat medan listrik turun drastis. Dengan demikian tinggi pulsa tidak lagi bergantung pada tenaga radiasi partikel pengion, sehingga cocok untuk pencacahan radiasi partikel beta () [5]. Seperti terlihat dalam gambar 1, detektor Geiger terdiri dari sebuah silinder logam dan sebuah kawat di sepanjang sumbunya [6].

Gambar.2.Diagram skema detektor Geiger Muller. [7] Tegangan diberikan antara anoda dan katoda diatur sesuai dengan jenis gas dan aktivitas unsur yang diukur. Tegangan ini harus lebih tinggi daripada nilai ambang, yang didasarkan pada gas dan geometri tabung [7]. Partikel-partikel radiasi akan menembus jendela tipis pada salah satu ujung detektor dan masuk ke dalamnya.

Partikel radioaktif ini lalu menumbuk atom-atom gas sehingga atom-atom gas akan mengeluarkan elektron-elektron. Elektron yang terlepas saat tumbukan itu ditarik ke anoda. Karena melepaskan elektron, atom-atom gas berubah menjadi ion-ion positif. Ion-ion ini kemudian tertarik ke arah katoda. Peristiwa ini berlangsung dalam waktu singkat. Jadi bila ada radiasi yang masuk ke dalam tabung tersebut, maka terjadilah ionisasi atom-atom atau molekul-molekul gas dalam tabung itu. Ion positif akan bergerak ke katoda sedangkan ion negatif akan bergerak ke anoda [5]. Detektor Geiger Muller hanya mendeteksi partikel bermuatan, karena foton tidak bermuatan dan karena tidak menghasilkan ion di dalam gas, maka tidak dideteksi. Efisiensi detektor Geiger sebesar 99% untuk elektron (beta), tetapi kurang dari 1% untuk sinar X atau sinar gamma[8]. Bagaimanapun, efisiensi untuk mendeteksi sinar X dan gamma rendah [7]. Sistem spektroskopi sebenarnya juga melakukan pencacahan sebagaimana sistem pencacah diferensial akan tetapi dengan selang energi yang sangat sempit sehingga dapat dikatakan melakukan pencacahan (jumlah radiasi) pada setiap tingkat energi. Hasil pencacahan tersebut ditampilkan sebagai suatu grafik antara jumlah radiasi (sumbu Y) terhadap energi radiasi (sumbu X) yang sering disebut sebagai spektrum radiasi.

Gambar.3.Konfigutasi sistem spektroskopi Seperti halnya pada sistem pencacah diferensial, detektor yang digunakan disini tidak boleh detektor GM. Detektor yang terbaik untuk keperluan ini adalah detektor semikonduktor karena mempunyai noise yang lebih kecil (low noise) dibandingkan detektor yang lain, sehingga lebih teliti dalam membedakan energi radiasi. Sebagai contoh detektor yang digunakan untuk radiasi gamma adalah detektor HPGe sedangkan untuk radiasi sinar-X adalah detektor SiLi atau LEGe. Sebagaimana detektor yang lain, detektor yang digunakan disini juga membutuhkan sumber tegangan tinggi (HV). Penentuan tegangan kerja detektor untuk sistem spektroskopi adalah dengan cara mencari tegangan kerja yang dapat menghasilkan nilai resolusi terbaik. Pre amplifier mutlak dibutuhkan dalam sistem spektroskopi karena pulsa yang dihasilkan detektor sangat lemah. Sedang amplifier yang digunakan pada sistem spektroskopi mempunyai beberapa fasilitas tambahan dibandingkan dengan spektroskopi yang digunakan pada sistem pencacah diferensial, diantaranya shaping

time, base line restorer dan pile up rejection. MCA merupakan alat yang menerapkan teknologi relatif baru. Bagian utama dari suatu MCA adalah ADC (analog to digital conerter) yang berfungsi untuk menentukan tinggi pulsa dari setiap pulsa listrik (sinyal analog) yang memasukinya dan mengubahnya menjadi bilangan biner (sinyal digital). Bilangan biner tersebut akan diteruskan ke bagian memory yang akan menyimpan jumlah dari masing-masing bilangan biner yang dihasilkan ADC. Isi dari memory akan ditampilkan pada layar berupa spektrum radiasi. Sistem spektroskopi digunakan untuk pengukuran yang bersifat analisis baik kualitatif maupun kuantitatif, karena untuk keperluan ini harus berdasarkan spektrum radiasi yang dipancarkan oleh sampel yang dianalisis. Salah satu aplikasi yang paling banyak adalah untuk menganalisis jenis dan kadar unsur yang terkandung di dalam suatu bahan. Tujuan utama pengukuran spektroskopi adalah mengukur energi serta intensitas radiasi. Oleh karena itu semua detektor harus dikalibrasi menggunakan sumber radiasi standar, sehingga dapat diperoleh hubungan antara nomor channel dengan energi. Sumber radiasi standar yang digunakan biasanya memiliki 2 atau lebih energi yang telah diketahui, misalnya dan , serta menghasilkan sentroid di channel dan . Dari 2 buah titik ini dapatlah dengan mudah dibuat konversi nomor channel dengan energi. Namun mengingat MCA tidak sepenuhnya linier, maka perlu dipilih sumber radiasi standar yang memiliki energi radiasi yang berdekatan dengan energi radiasi yang tidak diketahui.

Nuklida 453 hari 271 hari

Radiasi Energi (KeV)

88,0370,005 122,061350,00013 136,474340,00030 2,696 th 411,804410,00015 30,17 th 661,6610,003 5,271 th 1173,2380,015 1332,5130,018 38 th 481,650,01 975,630,01 433 th 5484,740,12 1600 th 4784,500,25 5489,660,30 6002,550,09 7687,090,06 Tabel 1. Radiasi standar yang sering digunakan

Aspek pengukuran radiasi terdiri dari: Waktu Mati Proses pengubahan sebuah radiasi menjadi pulsa listrik dan akhirnya tercatat sebagai sebuah cacahan memerlukan selang waktu tertentu yang sangat dipengaruhi oleh kecepatan detektor dan peralatan penunjangnya. Selang waktu tersebut dinamakan sebagai waktu mati (dead time) dari sistem pencacah karena selama selang waktu tersebut sistem pencacah tidak dapat mendeteksi radiasi yang datang. Dengan kata lain, radiasi yang datang berurutan dengan selang waktu yang lebih singkat daripada waktu matinya tidak dapat dicacah atau tidak terhitung oleh sistem pencacah. Karena intensitas radiasi yang dipancarkan oleh suatu sumber bersifat acak (random) maka terdapat kemungkinan bahwa beberapa radiasi yang mengenai detektor tidak tercatat, semakin tinggi intensitasnya (laju cacahnya) semakin banyak radiasi yang tidak tercatat sehingga hasil pengukuran sistem pencacah lebih sedikit dari seharusnya. Salah satu metode yang sering digunakan untuk mengeliminasi masalah waktu mati ini adalah menggunakan persamaan berikut

Rk adalah laju cacah setelah dikoreksi, Ru adalah laju cacah yang dihasilkan sistem pencacah dan t adalah waktu mati sistem pencacah. Waktu mati sistem pencacah ( t ) dapat ditentukan dengan cara pengukuran dua sumber yang identik.

R1 adalah laju cacah sumber 1, R2 adalah laju cacah sumber 2, R12 adalah laju cacah sumber 1 dan sumber 2 bersama-sama, sedang Rb adalah laju cacah latar belakang. Waktu mati sistem pencacah yang menggunakan detekor GM adalah sekitar ratusan detik sedangkan detektor NaI(Tl) di bawah 10 detik. Jadi sumber yang akan digunakan (R1 dan R2) untuk melakukan penentuan waktu mati sistem pencacah harus disesuaikan. Aktivitas masing-masing sumber (R1 atau R2) dipilih yang masih belum terlalu dipengaruhi waktu mati tetapi bila dicacah bersama-sama harus telah dipengaruhi oleh waktu mati. Bila aktivitas sumber terlalu kecil sehingga keduanya belum dipengaruhi oleh waktu mati maka nilai waktu mati yang diperoleh tidak benar, bahkan sering bernilai negatif, karena pembilang persamaan di atas bernilai negatif. Sebaliknya bila aktivitasnya terlalu besar maka detektor akan mengalami saturasi sehingga nilai waktu matinya juga salah, bisa bernilai negatif karena penyebutnya yang bernilai negatif.

Efisiensi Efisiensi adalah suatu parameter yang sangat penting dalam pencacahan karena nilai inilah yang menunjukkan perbandingan antara jumlah pulsa listrik yang dihasilkan sistem pencacah (cacahan) terhadap radiasi yang diterima detektor. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa secara ideal, setiap radiasi yang mengenai detektor akan diubah menjadi sebuah pulsa listrik dan akan dicatat sebagai sebuah cacahan. Bila hal itu terjadi maka sistem pencacah mempunyai efisiensi 100%. Hal lain yang mempengaruhi efisiensi sistem pencacah adalah jenis radiasi, energi radiasi, dan intensitas radiasi. Sangatlah jelas bahwa jensi radiasi yang berbeda akan mempunyai efisiensi yang berbeda karena proses interaksi radiasi terhadap materi berbeda-beda, bahkan mungkin suatu detektor hanya dapat mengukur satu jenis radiasi saja. Sebagai contoh detektor sintilasi NaI(Tl) hanya digunakan untuk mengukur radiasi gamma. Yang menjadi persoalan, ternyata efisiensi dipengaruhi, meskipun sedikit, oleh energi dan intensitas radiasi yang datang. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengukur isotop pemancar sinar gamma, yaitu dengan cara menentukan komposisi isotop radioaktif menggunakan Spektrometri-. Hasil analisis menggunakan Spektrometer- adalah berupa cacahan per detik (cps) yang selanjutnya dapat diestimasi menjadi besaran aktivitas (Bq/g). Prinsip kerja alat Spektrometer- berdasarkan identifikasi spektrum energi dari radiasi sinar gamma yang dipancarkan oleh bahan radioaktif yang dianalisis. Spektrum radiasi tersebut dapat menunjukkan nilai intensitas pada setiap tingkat energi, sehingga puncak energi dari radiasi sinar gamma yang datang dapat ditentukan[10] . Koefisien Atenuasi Koefisien atenuasi linear suatu bahan serap radiasi tergantung pada jenis bahan dan energi sinar gamma. Proses atenuasi sinar gamma yang berinteraksi dengan penahan radiasi mengikuti fungsi eksponensial sesuai persamaan:

Dengan, Ix = intensitas paparan setelah melewati penahan setebal x Io = intensitas paparan tanpa penahan x = tebal penahan = koefisien atenuasi linear bahan penahan [11] F. METODE PELAKSANAAN 1. Spektroskopi gamma a. Alat dan Bahan 1) Multichanel Analyzer (MCA) 2) Detektor NaI (Tl) 3) Sumber radiasi Cs-137, C0-60 dan Ba-133

1 buah 1 buah 1 buah

b. Prosedur Percobaan Hidupkan MCA dan NaI (Tl) dengan menghubungkan kabel dengan sumber tegangan PLN (saklar dan high voltage harus pada posisi off)

ON kan skalar, kemudian mengatur saklar High Voltage pada posisi ON

Tekan tomblo TIME untuk menetapkan lama pencacah 100 detik)

Pilih sampel dan letakan pada muka detektor, untuk cacah tanpa sampel Tekan tomblo START saat memulai pencacah dan tekan STOP saat menghentikan pencacah

Catat besarnya cacah radiasi

Ulangi percobaan di atas dengan sumber Co-60, Cs137, Ba-133 serta Co-60 dan Cs-137

c. Gambar alat dan bahan percobaan

(MCA)

(Detektor NaI)

(Co-60, Cs-137,Ba-133)

d. Gambar Rangkaian Percobaan

10

2. Efisiensi Detektor a. Alat dan Bahan 1) Satu set Detektor Geiger Muller dan Digital Counter analyzer 2) Stopwatch 3) Sumber radiasi (C0-60 dan Cs-137) 4) Penyangga sumber radiasi b. Prosedur Percobaan

1 buah 1 buah 1 buah 1 buah

Menyiapkan alat dan bahan yang di pakai

Merangkai alat yang akan dipakai

Menghubungkan detektor dengan PLN

Mencacah tanpa bahan radiasi (cacah latar) dengan 10 variasi tiap 30 detik

Memasang salah satu bahan radiasi di depan detektor

Melakukan pencacahan dengan 10 variasi jarak tiap 30 detik

Melakukan pencacahan untuk bahan radiasi lain dengan 10 variasi tiap 30 detik

11

c. Gambar alat dan bahan percobaan

(Detektor GM dan counter)

(Stopwatch)

( Co-60 dan Cs-137)

(Penyangga sumber radiasi) d. Gambar Rangkaian percobaan

3. Dead time detektor a. Alat dan Bahan 1) Detektor Geiger-Muller 2) Digital Counter analyzer 3) Stopwatch 4) Sumber radioaktif (Cs-137 dan Co-60)

1 buah 1 buah 1 buah @ 1 buah

12

b. Prosedur Percobaan

Pengoperasian Detektor GM pada tegangan tertentu

Melakukan cacah latar (tanpa sumber) dengan 10 variasi selama 30 detik

Menempatkan sumber 1 pada jarak tertentu didepan detektor dan catat cacahnya (N1) dengan 10 variasi tiap 30 detik

Menempatkan sumber 2 pada jarak yang sama dengan sebelumnya dan catat cacahnya (N2) dengan 10 variasi tiap 30 detik Menempatkan sumber 1 dan 2 pada jarak yang sama dengan sebelumnya dan catat cacahnya (N12) dengan 10 variasi tiap 30 detik c. Gambar alat dan bahan percobaan

( detektor GM)

(Stopwatch)

(Counter)

( Co-60 dan Cs-137)

(Penyangga sumber radiasi)

13

d. Gambar rangkaian percobaan

4. Koefisien Atenuasi Gamma a. Alat dan Bahan 1) Detektor Geiger Muler 2) Digital Counter analyzer 3) Step penahan Geiger Muler 4) Stopwatch 5) Isotop Co60, Cs137 6) Bahan penyerap b. Prosedur Percobaan

1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah

Menyalakan digital counter

Menetapkan tegangan

Mengukur jarak radioaktif dengan detektor geiger muller

Tanpa bahan radiasi dan tanpa penghalang dengan geiger muller biarkan mencacah 30 detik

Tekan tombol stop dan reset untuk percobaan selanjutnya Hitung cacah radiasi Co-60 dan C137 masing-masing penghalang selama 30 detik diambil 5 data Buat grafik ln R0/Rxl dengan tebal (m) untuk masing-masing penghalang

14

c. Gambar alat dan bahan percobaan

(Detektor GM)

(Stopwatch)

(Counter)

( Co-60 dan Cs-137) d. Gambar Rangkaian percobaan

G. HASIL 1. Data terlampir 2. Data terlampir 3. Dead Time


No. Waktu (sekon) Cacah Latar Sumber 1 ( Co-60) Sumber 2 ( Cs-137) Sumber 1 dan 2 ( Co-60 dan Cs-137)

1. 2. 3. 4.

30 30 30 30

12 6 12 15

16 19 14 14

34 38 37 35

39 33 43 36

15

5. 6. 7. 8. 9. 10.

30 30 30 30 30 30

7 5 11 11 12 9

17 20 17 21 21 19

33 43 23 31 30 36

30 36 39 40 47 48

4. Koefisien Atenuasi a. Co-60 Penghalang LEAD Tebal Penghalang No 0,00635 m 0,003175 m 0,0015748 m Rx(Bq) Rx(Bq) Rx(Bq) 1 0,3 0,4 0,366666667 2 0,33333333 0,2 0,5 3 0,26666667 0,5 0,333333333 4 0,43333333 0,466666667 0,3 5 0,36666667 0,333333333 0,6 b. Co-60 Penghalang Poliethhylen Tebal Penghalang No 0,00635 m 0,003175 m 0,0015748 m Rx (Bq) Rx (Bq) Rx (Bq) 1 0,43333333 0,533333333 0,766666667 2 0,3 0,5 0,433333333 3 0,33333333 0,333333333 0,733333333 4 0,43333333 0,666666667 0,533333333 5 0,46666667 0,4 0,6 c. Cs-137 Penghalang LEAD Tebal Penghalang No 0,00635 m 0,003175 m 0,0015748 m Rx (Bq) Rx (Bq) Rx (Bq) 1 0,7 0,66666667 1 2 0,63333333 0,5 0,733333333 3 0,6 0,83333333 1,033333333 4 1,16666667 0,56666667 1,033333333 5 0,5 1,13333333 1,166666667

16

d. Cs-137 Penghalang Poliethhylen Tebal Penghalang No 0,00635 m 0,003175 m 0,0015748 m Rx (Bq) Rx (Bq) Rx (Bq) 1 1,13333333 1 0,96666667 2 0,73333333 0,8 1,03333333 3 0,76666667 1,03333333 1,4 4 0,96666667 1,3 0,86666667 5 0,9 1,1 1,4 H. PEMBAHASAN 1. Spektroskopi gamma Percobaan kali ini bertujuan mempelajari cacah latar/ background counting, mempelajari spektrum isotop Cs-137 dan Co-60, serta menggunakan hasil kalibrasi detektor untuk menentukan energi gamma dari suatu sumber radioaktif yang tidak atau belum diketahui energinya yaitu isotop Ba-133. Pada percobaan ini digunakan alat dan bahan sebagai berikut, alat yang digunakan yaitu detektor NaI(TL) yang berfungsi sebagai transduser yang mengubah radiasi sinar gamma menjadi pulsa listrik dimana tinggi pulsa sebanding dengan intensitas. Ada Multi Chanel Analyzer yang berfungsi untuk memunculkan grafik cacah yang terbagi menjadi bagian utama yaitu Analog to Digital Conter yang berfungsi untuk menentukan tinggi pulsa dari setiap pulsa listrik yang masuk ke dalamnya yang kemudian diubah menjadi bilangan biner. Sedangkan bahan sumber radioaktif yang digunakan yaitu Co-60 dengan aktivitas 85,10 2,5 %, Cs-137 dengan aktivitas 74,65 2,5 % dan Ba-133 dengan aktivitas 39,59 2,5 %. Prinsip kerja detektor NaI (TL) ini yaitu Sinar gamma yang masuk ke dalam detektor berinteraksi dengan atom-atom bahan sintilator menurut efek fotolistrik, hamburan Compton dan pasangan produksi, yang akan menghasilkan kilatan cahaya dalam sintilator. Keluaran cahaya yang dihasilkan oleh kristal sintilasi sebanding dengan energi sinar gamma. Kilatan cahaya oleh pipa cahaya dan pembelok cahaya ditransmisikan ke fotokatoda dari photomultiplier tube (PMT) kemudian digandakan sebanyakbanyaknya oleh bagian pengganda elektron pada PMT. Arus elektron yang dihasilkan membentuk pulsa tegangan pada input penguat awal (preamplifier) . Pulsa ini setelah melewati alat pemisah dan pembentuk pulsa dihitung dan dianalisis oleh Mulichannel Analyzer (MCA) dengan tinggi pulsa sebanding dengan energi gamma. Percobaan yang pertama yaitu mengamati cacah latar. Dimana cacah latar ini mengindentifikasi besarnya radiasi pada lingkungan sekitar seperti cahaya, udara, dan sebagainya. Dari hasil pengamatan tersebut didapat grafik hubungan antara CH terhadap CT sebagai berikut:

17

Grafik Hubungan CH terhadap CT pada cacah latar


140 120 100 80 CT 60 40 20 0 -20 0 100 CH 200 300

Gambar 4. Grafik Cacah Latar Radiasi Dari grafik tersebut dapat diketahui bahwa dalam lingkungan sekitar kita terdapat radioaktif yang bersifat acak dan tidak stabil. Cacah latar ini dilakukan untuk mengurangi dari jumlah intensitas cacahan yang diperoleh, yaitu intensitas yang digunakan pada perhitungan yaitu intensitas yang terdeteksi pada MCA baik tanpa suatu material (bahan penyerap) maupun dengan bahan penyerap. Dari hasil pengamatan grafik didapat besarnya intensitas total (Itot : 15203). Percobaan yang kedua yaitu mempelajari spektrum isotop Cs-137 . Untuk percobaan kali ini menggunakan radioaktif Cs-137 dengan aktivitas 74,65%2,5 dan dengan tanggal acuan 1 Desember 2010. Radioaktif tersebut diletakkan pada muka detektor hal tersebut dilakukan guna untuk mendeteksi adanya radiasi pada bahan tersebut dengan ralat kecil. Dalam percobaan ini waktu pengukuran selama 100 detik. Dari data tersebut dapat grafik hubungan CH vs CT sebagai berikut :

7000 6000 5000 4000 CT 3000 2000 1000 0

backscatter

Grafik Hubungan CH terhadap CT pada Cs-137


photopeak

Compton edge

-1000 0

100 CH

200

300

Gambar 5. Grafik Cacah Radiasi sumber radiasi Cs-137

18

Titik batas antara interaksi Compton dan foto listrik menghasilkan puncak energi yang disebut Compton edge. Puncak Backscatter disebabkan oleh foton yang telah dihamburkan keluar ternyata didefleksi balik kedalam detektor sehingga terdeteksi ulang.puncak paling tinggi yang disebut photopeak berada apda chanel 74 dengan CT 6307. Dari hasil pengamatan pada grafik diketahui besarnya Itot : 195622 A/s. Jika energi radiasi yang dipancarkan oleh unsur radioaktif Cs-137 diserap seluruhnya oleh elektron-elektron pada kristal detektor NaI(Tl) maka interaksi ini disebut efek fotolistrik yang menghasilkan puncak energi (fotopeak) pada spektrum (puncak) pada daerah energi 661,65 keV. Apabila foton berinteraksi dengan sebuah elektron bebas atau yang terikat lemah, misal elektron pada kulit terluar suatu atom, maka sebagian energi foton akan diserap oleh elektron dan kemudian terhambur. Interaksi ini disebut dengan hamburan Compton. Titik batas antara interaksi Compton dan fotolistrik menghasilkan puncak energi yang disebut Compton Edge. Puncak backscatter disebabkan oleh foton yang telah dihamburkan keluar ternyata didefleksi balik kedalam detektor sehingga terdeteksi ulang. Percobaan ketiga mempelajari spektrum Co-60, seperti percobaan sebelumnya kalau ini menggunakan sumber radioaktif C0-60 dengan aktivitas 85,10 2,5% dan tanggal acuanya 1 Desember 2010. Seperti percobaan sebelumnya bahan radioaktif ini diletakkan di muka detektor NaITl selama 100 detik. Dari data tersebut dapat dibuat grafik hubungan antara CT vs CH dimana hubungan keduanya tersebut dapat diketahui besarnya intensitas pada radioaktif, berikut merupakan grafik dari data hasil pencacahan radioaktif Co-60: Grafik Hubungan CH terhadap CT pada Co-60

3000 2500 2000 1500 1000 500 0 -500 0

Backscatter Compton edge

CT

Photopeak 1 Photopeak 2

100 CH

200

300

Gambar 6. Grafik Cacah Radiasi sumber radiasi Co-60 Dari hasil perhitungan dan pengamatan didapat hasil bahwa pada radioaktif Co-60 terdapat 2 puncak gamma. Puncak pertama berada pada chanel 155 dengan CT 2256 dan puncak kedua berada pada chanel 182 dengan CT 1577. Pada

19

masing-masing puncak memiliki energi, puncak pertama dengan energi 1173,2 keV dan puncak kedua dengan energi 1332,5 keV. Titik batas antara interaksi Compton dan foto listrik menghasilkan puncak energi yang disebut Compton edge. Puncak Backscatter disebabkan oleh foton yang telah dihamburkan keluar ternyata didefleksi balik kedalam detektor sehingga terdeteksi ulang.Dari grafik tersebut diketahui besarnya intensitas total Itot: 345638 A/s. Untuk percobaan empat yaitu percobaan mengkalibrasi detektor dengan isotop Cs-137 dan Co-60. Pada percobaan kali ini untuk mengkalibrasi detektor dengan dua radioaktif tersebut. Dilakukan dengan menumpuk Co-60 dan Cs-137 untuk dicacah dengan detektor NaI (TL). Sehingga hasil yang terdeteksi pada MCA adalah gabungan dari hasil pencacahan sumber radioaktif Cs-137 dan Co60. Dari hasil kedua pencacahan tersebut didapat hasil:
Grafik Hubungan CH terhadap CT pada Co-60 dan Cs137 Backscatter Photopeak Cs-137 Compton edge Photopeak 1 Co-60 Photopeak 2 Co-60
50 100 150 CH 200 250 300

9000 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 -1000 0

CT

Gambar 7. Grafik Cacah Isotop Co-60 & Cs-137 Dari grafik tersebut didapat 1 gamma dari Cs-137 dan 2 gamma dari Co-60 dengan intensitas total : 589899 A/s. Dari ketiga photopeak tersebut dapat diketahui bahwa: No 1 2 3 CH 74dari Cs 158 dari Co 182 dari Co E (keV) 661,6 1173,2 1332,5

Tabel 2. Data nomor channel dan energi photopeak cacah Isotop Co-60 & Cs-137 Dari ketiga data tersebut dapat dibuat grafik hubungan channel dan besarnya energi, yaitu CH sebagai sumbu x dan energi sebagai sumbu y, didapatkan grafik sebagai berikut :

20

Grafik Hubungan Energi terhadap CT


1500 Energi (KeV) 1000 500 0 0 50 100 CT 150 200 KeV Linear (KeV) y = 6.2355x + 201.53 R = 0.9998

Gambar 8. Grafik nomor channel dan energi photopeak cacah Isotop Co-60 & Cs137 Grafik tersebut merupakan grafik linier hubungan antara E vs CH dan didapat persamaan garis lurus

CH

Untuk percobaan yang terakhir, yaitu menggunakan kalibrasi detektor untuk menentukan energi gamma dari suatu sumber radioaktif yang tidak atau belum diketahui energinya. Untuk percobaan kali ini menggunakan bahan radioaktif Ba-133. Setelah selang waktu 100 detik, maka didapat grafik dari data :

Grafik Hubungan CH terhadap CT pada Ba-133


9000 8000 7000 6000 5000 4000 3000 2000 1000 0 -1000 0

photopeak

CH

50

100

150 CT

200

250

300

Gambar 9. Grafik Cacah Isotop Ba-133

21

Dari grafik tersebut terdapat 1 photopeak pada CH 25 dan CT 8176. Untuk mencari besarnya energi pada Ba-133, maka CH dimasukkan di persamaan 2.

Jadi dari hasil pengkalibrasian detektor diperoleh nilai energi Ba-133 sebesar 357,4175 keV. 2. Efisiensi Praktikum efisiensi detektor Geiger-Muller ini bertujuan untuk menentukan tingkat efisiensi dari detektor Geiger-Muller. Alat dan bahan yang digunakan adalah 1 set alat Geiger Counter beserta detektornya, 2 buah inti radioaktif (yaitu : Co-60 dan Cs-137) sebagai sumber radioaktif, 1 buah penggaris untuk mengukur jarak antara detector dengan sumber radioaktif dan jari-jari detector, serta 1 stopwatch untuk menghitung waktu saat pencacahan. Pada percobaan ini menggunakan dua buah sumber radioaktif, yaitu 60Co dan 137Cs. Tiap sumber dicacah dengan Detektor Geiger Muller selama 30 detik dengan variasi jarak, variasi jaraknya adalah 4 cm, 5 cm, 6 cm, 7 cm, dan 8 cm. Dari percobaan diketahui bahwa jari-jari detektor sepanjang 0.15 cm dan tahun acuan kedua sumber sama yaitu 1987 dan percobaan dilaksanakan pada November 2013 sehingga waktu yang terhitung 9490 hari = 81.993.600 detik, dan T1/2 untuk Co-60 adalah 5,3 tahun = 167.140.800 detik, sedangkan untuk Cs-137 adalah 30 tahun = 946.080.000 detik. Serta energi aktivasi (A0) 60Co sebesar 3,7 x 104 Bq sedangkan 137Cs sebesar 18,5 x 104 Bq. Setelah dilakukan percobaaan dan hasilnya seperti pada data percobaan, dapat diketahui efisiensi dari Detektor Geiger Muller dengan persamaan sebagai berikut :

=
Dengan r adalah jari-jari detektor dan R adalah variasi jarak. Cacah yang ditangkap oleh detektor diperoleh dari percobaan, sedangkan cacah yang dipancarkan (At) diperoleh dari perhitungan. Perhitungannya menggunakan persamaan sebagai berikut : At = A0 . e-t Setelah dihitung, cacah yang dipancarkan sebesar 26.270 untuk 60Co dan 173.900 untuk 137Cs. Dengan menggunakan persamaan efisiensi diatas diperoleh nilai efisiensi dari detektor. Hasilnya adalah sebagai berikut : a. Sumber radioaktif 60Co, efisiensi pada jarak : 0.04 m = 5.89 x 10-7 %

22

0.05 m = 2.37 x 10-7 % 0.06 m = 1.55 x 10-7 % 0.07 m = 6.85 x 10-8 % 0.08 m = 2.01 x 10-8 % b. Sumber radioaktif 137Cs efisiensi pada jarak : 0.04 m = 3.42 x 10-7 % 0.05 m = 1.40 x 10-7 % 0.06 m = 7.19 x 10-8 % 0.07 m = 4.25 x 10-8 % 0.08 m = 2.53 x 10-8 % Dari data dan perhitungan serta grafik yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin panjang jarak antara detector dengan sumber radioaktif, maka semakin kecil nilai efisiensi detektor (), hal ini juga dapat dilihat dari nilai cacah yang juga semakin kecil. Dan sebaliknya semakin pendek jarak antara detektor dengan sumber radioaktif maka semakin besar nilai efisiensi detektornya () dan dapat pula dilihat dari nilai cacahnya yang juga semakin besar. Hal ini dikarenakan apabila jarak antara detector dengan sumber radioaktif semakin panjang sedangkan jari-jari detektor sama, akan menyebabkan radiasi dari benda lain yang berupa gelombang elektromagnetik akan ikut terdeteksi oleh detektor tersebut. 3. Dead time Pada percobaan Dead Time ini bertujuan untuk menentukan waktu mati detektor. Adapun alat dan bahan yang digunakan yakni Co-60 dan Cs-137 merupakan sumber radioaktif, Detektor Geiger Muller sebagai pencacah radiasi, serta dihubungkan dengan digital counter analizer yang diset pada tegangan 520 Volt agar dapat mencacah, digital counter analizer ini berfungsi untuk menampilkan intensitas yang diperoleh dari pencacahan yang dilakukan oleh Geiger Muller dalam satuan Implus/detik. Percobaan ini diawali dengan menghitung cacah latar dengan 10 variasi data tiap 30 detik yakni tanpa menempatkan sumber radiasi pada detektor, namun detektor dapat menerima radiasi yang berasal dari lingkungan sekitar seperti cahaya, udara dan sebagainya.kemudian menempatkan sumber 1 pada jarak tertentu didepan detektor dengan mencacahnya tiap 30 detik variasi 10 data. Dilanjutkan dengan menggunakan sumber 2 ,dan menggunakan 2 sumber radiasi sekaligus pada jarak yang sama dengan sebelumnya serta mencacahnya sebanyak 10 variasi data tiap 30 detik. Prinsip percobaan waktu mati detektor yaitu apabila ada dua zarah radiasi masuk ke dalam detektor berurutan dalam waktu yang berdekatan maka peristiwa avalanche ion dari zarah radiasi pertama akan melumpuhkan detektor. Selama beberapa saat detektor tak dapat mencatat adanya zarah radisi yang datang kemudian dalam waktu yang sangat berdekatan dengan zarah radiasi yang datang pertama. Intensitas medan listrik yang paling besar adalah di daerah pemukiman anoda, karena avalanche pengionan bermula di

23

daerah yang sangat dekat dengan anoda dan dengan cepat akan melebar ke sepanjang anoda. Ion negatif (elektron) yang terbentuk bergerak ke arah anoda, sedang ion positif bergerak ke arah katoda. Elektron bergerak sangat cepat dan terkumpul di anoda dalam waktu yang jauh lebih cepat bila dibandingkandengan waktu yang diperlukan oleh ion positif untuk sampai di katoda. Ion positif yang bergerak perlahan ini akan membentuk tabir pelindung di sekeliling anoda yang bermuatan positif. Hal ini menyebabkan sangat turunnya medan listrik di sekeliling anoda dan karena itu tak mungkin terjadi avalanche oleh lewatnya zarah radiasi berikutnya. Jika ion bergerak ke arah katoda, intensitas medan listrik bertambah, sehingga pada suatu saat avalanche akan mulai lagi. Waktu yang diperlukan untuk mengembalikan intensitas medan ke harga semula disebut waktu mati atau dead time. Pada akhir periode waktu mati, meskipun dapat terjadi avalanche lagi, tetapi denyut keluaran belum tertangkap lagi untuk menghasilkan pula pada detektor GM. Ketika ion positif meneruskan perjalanannya menuju ke dinding katoda, denyut keluaran yang dihasilkan dari zarah radiasi lain akan bertambah besar. Bila denyut keluaran sudah cukup tinggi dan dapat melampaui batas diskriminator maka akan dapat di cacah. Dapat disimpulkan bahwa dalam percobaan dead time ini dipengaruhi oleh kecepatan detektor untuk menangkap radiasi yang datang. Dalam penentuan waktu mati detektor minimal diperlukan dua buah sumber radiasi yang harus dicacah sendiri sendiri dan dicacah secara bersamaan serta dilakukan pencacahan background/latar. Setelah didapatkan hasil cacah, digunakan rumus:

maka didapat suatu harga yang menunjukkan waktu mati dari detektor GM dan dari praktikum ini didapat waktu mati () = 50300 cacah/s. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa waktu yang diperoleh sangat besar karena pada dasarnya waktu mati sistem pencacah yang menggunakan detektor Geiger Muller adalah sekitar ratusan sekon. Hal ini dapat dikarenakan kecepatan detektor yang lambat untuk dapat menangkap radiasi yang datang berikutnya, sehingga selang waktu (waktu mati) detektor tidak mampu mendeteksi radiasi berikutnya sangat besar. Adanya waktu mati ini menyebabkan perlunya koreksi terhadap hasil pencacahan, Laju cacah sesungguhnya merupakan laju cacah yang terhitung dikurangi cacah latar. Laju cacah sesungguhnya dirumuskan oleh :

maka dapat diketahui besarnya laju cacah sesungguhnya dari sumber radiasi adalah sebagai berikut : Sumber Co-60 (N1) adalah 0,608 dps Sumber Co-60 dan Cs-137 (N12) adalah 1,199 dps Sumber Cs-137 (N2) adalah 1,391 dps

24

4. Koefisien Atenuasi Pada percobaan serapan sinar gamma ini bertujuan untuk mengukur serapan sinar gamma yang dipancarkan oleh isotop Radioaktif, yaitu dengan mencari nilai konstana pembanding atau koefisien atenuasi linier. Dengan harganya tergantung dari energi foton dan sifat material penyerap. Sehingga intensitas radiasi akan menurun secara eksponensial terhadap tebal penyerap x. Alat yang digunakan dalam percobaan ini diantaranya, detektor Geiger Muller yang berfungsi sebagai pencacah, dengan bantuan detector dapat diketahui kemampuan sinar- dalam menembus berbagai bahan, yang dihubungkan dengan digital counter analizer yang diset pada voltase 520 Volt agar dapat mencacah, digital counter analizer ini berfungsi untuk menampilkan intensitas yang diperoleh dari pencacahan yang dilakukan oleh Geiger Muller dalam satuan Implus/detik. Stopwatch untuk menghitung waktu mencacah, kerena tiap mencacah harus dengan waktu yang sama, pada percobaan serapan gamma ini mengunakan waktu selama 30 detik untuk tiap pencacahan dan tiap tebal penyerapan. Kemudian sumber radioaktif yang digunakan yaitu Co60 dan Cs137 memiliki aktivitas 1Ci yang dibuat pada tahun 1987 dengan masing-masing paro waktu 5,7 th untuk Co-60 dan 30 th untuk Cs-137 , dan untuk bahan penyerap mengunakan lead dan polyethylene dengan ketebalan yang sama yaitu 0,250 inci (0,00635 m); 0,125 inci (0,003175 m); 0,062 inci (0,0015748 m). Langkah awal yang dilakukan adalah menyalakan counter, kemudian meletakkan inti radioaktif di bawah detector selanjutnya praktikan langsung memulai percobaan dengan menghitung cacah yang teramati dari counter. Untuk percobaan pertama, yaitu koefisien serapan sinar- dilakukan dengan 3 variasi tebal penghalang (x) antara detector dengan sumber radioaktif dan 2 variasi bahan penghalang yaitu lead (timbal) dan polyethelene (plastic). Waktu cacah yang digunakan dalam percobaan ini adalah selama 30 detik dengan 5 data. Langkah selanjutnya setelah diperoleh data adalah membuat grafik antara ln I0/I dengan x (tebal penghalang), yang mana dari grafik ini akan diperoleh nilai koefisien serapan sinar- () yang sesuai dengan rumus berikut : I = I0 e-x ln I = ln I0 (-x) ln I/ I0 = -x ln I0/I = x

y mx dapat dilihat diatas bahwa nilai gradient (m) = nilai koefisien serapan sinar- (). Sehingga dari grafik yang dibuat, diperoleh 4 nilai . Yaitu, untuk Co-60 : = 162,71 /m (untuk penghalang lead) dan = 212,89 /m (untuk penghalang polyethelene). Sedangkan untuk Cs-137, diperoleh nilai sebesar : = 87,825 /m (untuk lead) dan = 66,277 /m (untuk polyethelene). Jika dilihat dari nilai diatas dapat disimpulkan bahwa untuk penghalang lead memiliki nilai yang lebih besar dibanding dengan penghalang polyethelene, yang artinya jika diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari penghalang lead lebih

25

aman jika digunakan untuk perlindungan dari radioaktif sebagai pelapis dari inti radioaktif tersebut. Tetapi ada pada Co-60 nilai pada polietilen lebih besar dari lead, mungkin ini terjadi kesalahan dalam pengambilan data ataupun perhiungan. Dari data yang diperoleh juga dapat disimpulkan bahwa semakin tebal penghalangnya maka semakin kecil cacah / intensitas yang tertera pada counter, dan sebaliknya semakin tipis penghalangnya maka semakin besar cacah yang tertera pada counter. Dan tentunya nilai cacah yang diperoleh saat sebelum diberi penghalang dan setelah diberi penghalang berbeda, yaitu setelah diberi penghalang nilainya akan semakin kecil. Karena penghalang tersebut berfungsi untuk menghalangi atau mengurangi radiasi dari sumber radioaktif. I. KESIMPULAN 1. Spektrum isotop sumber radiasi: a. Untuk Cs-137 diperoleh intensitas sebesar 195622 A/s, dengan 1 puncak pada chanel 74 dengan CT 6307 yang memiliki energi 661,661 keV. b. Untuk Co-60 diperoleh intensitas sebesar 345638 A/s, dengan 2 puncak yaitu puncak 1 pada chanel 155 dengan CT 2256 berenergi 1173,2 keV dan puncak 2 pada chanel 182 dengan CT 1577 berenergi 1332,5, keV. c. Untuk gabungan Cs-137 dan Co-60 diperoleh intensitas sebesar 589899 A/s, memiliki 3 puncak yaitu dengan puncak Cs-137 pada chanel 74 dengan CT 8103 , dan 2 puncak Co-60 yaitu puncak 1 pada chanel 158 dengan CT 2781 dan puncak 2 pada chanel 182 dengan CT 1931. d. Untuk Ba-133 diperoleh intensitas sebesar A/s, dengan 1 puncak pada chanel 22 dengan CT 8176. Untuk menentukan energi suatu isotop radisai digunakan pengkalibrasian detektor, dari pengkalibrasi diperoleh grafik linier dengan sehingga besar energi Ba-133 yaitu 357,4175 keV. 2. Nilai efisiensi detektor Geiger Muller : a. Sumber radioaktif 60Co, efisiensi pada jarak : 0.04 m = 5.89 x 10-7 % 0.05 m = 2.37 x 10-7 % 0.06 m = 1.55 x 10-7 % 0.07 m = 6.85 x 10-8 % 0.08 m = 2.01 x 10-8 % b. Sumber radioaktif 137Cs efisiensi pada jarak : 0.04 m = 3.42 x 10-7 % 0.05 m = 1.40 x 10-7 % 0.06 m = 7.19 x 10-8 % 0.07 m = 4.25 x 10-8 % 0.08 m = 2.53 x 10-8 % 3. Waktu mati detektor Geiger Muller yakni sebesar 50300 cacah/s 4. Diperoleh nilai koefisien serapan sinar- () sebesar : a. Co-60 : = 162,71 /m (untuk lead) dan = 212,89 /m (untuk polyethelene).

26

b. Cs-137: = 87,825 /m (untuk lead) dan = 66,277 /m (untuk polyethelene).

J. DAFTAR PUSTAKA [1]. Kenneth S. Krane.2006.Fisika Modern.UI-PRESS, Universitas Indonesia [2]. Pengukuran radiasi, http://www.batan.go.id/pusdilkat/elearning/pengukuran _radiasi/statistik_01.htm [3]. Peluruhan Gamma, http://www.batan.go.id.pdf [4]. Sistem Pencacah, http://www.batan.go.id.pdf [5]. Reynaldo, M.F., 2001, Radioaktivitas, Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ITB., Bandung, http://Radioaktivitas.pdf, 3 Oktober 2006 [6]. Sears, and Zemansky, 1994, Fisika untuk Universitas 3, OptikaFisika Atom, Bina Cipta, Bandung [7]. Jones, E., and Childers, R., 1999, Contemporary College Physics, Mc GrawHill Companies,Inc., New York [8]. Miller, F., and Schroeer, D., 1987, College Physics, sixth editision, Harcout Brace Jovanovich Publisher, Orlando Florida [9]. Elfiaturridha, Pembuatan dan Pengujian Detektor Geiger Muller Tipe end Window Dengan Gas Isian Argon-Bromine, Universitas UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (2011). [10]. Rosika Kriswarini, Validasi Metoda Pengukuran Isotop 137C Menggunakan Spektrometer Gamma, Yogyakarta (2011) Wijono, Gatot Wurdiyanto, dan Pujadi, PENENTUAN KARAKTERISTIK SERAPAN DAN KOEFISIEN ATENUASI LINIER PENYANGGA MYLAR TERHADAP RADIASI UNTUK SUMBER STANDAR Sr-90, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi BATAN, Jakarta (2010)

[11].

K. LAMPIRAN 1. Spektroskopi Gamma Data percobaan


CH 0 1 2 3 4 CT (cacah latar) 0 0 0 0 84 CT (Co-60) 0 0 0 0 1773 CT seb Co-60 0 0 0 0 1689 CT (Cs-137) 0 0 0 0 1735 CT seb Cs-137 0 0 0 0 1651 CT (Co-60+Cs137) 0 0 0 0 3232 CT seb (Co60+Cs137) 0 0 0 0 3148 CH Ba 0 0 0 25 1035 CT Ba Seb 0 0 0 25 951

27

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

125 128 118 116 109 106 91 100 83 112 74 83 96 87 69 97 84 90 83 81 86 91 74 72 73 61 67 63 72 65 56 64 63 68 56 53 46 40 46 52 58 44 34 31

2620 2816 2745 2772 2569 2538 2488 2526 2483 2471 2420 2365 2304 2330 2274 2169 2173 2212 2151 2070 1996 2057 2030 1978 1940 1934 2029 1981 1977 1849 1896 1940 1798 1807 1833 1809 1832 1713 1809 1769 1742 1767 1802 1674

2495 2688 2627 2656 2460 2432 2397 2426 2400 2359 2346 2282 2208 2243 2205 2072 2089 2122 2068 1989 1910 1966 1956 1906 1867 1873 1962 1918 1905 1784 1840 1876 1735 1739 1777 1756 1786 1673 1763 1717 1684 1723 1768 1643

2542 2772 2585 2523 2441 2473 2297 2317 2325 2394 2346 2162 2158 2239 2177 2152 2202 2175 2200 2201 2252 2179 2097 2190 2297 2230 2194 2255 2312 2216 2209 2128 2152 2061 1988 1877 1726 1527 1370 1232 1079 966 827 693

2417 2644 2467 2407 2332 2367 2206 2217 2242 2282 2272 2079 2062 2152 2108 2055 2118 2085 2117 2120 2166 2088 2023 2118 2224 2169 2127 2192 2240 2151 2153 2064 2089 1993 1932 1824 1680 1487 1324 1180 1021 922 793 662

5346 4703 5520 5455 5405 5166 5260 5123 5023 5074 4976 4837 4740 4669 4617 4468 4474 4427 4396 4330 4370 4435 4300 4226 4261 4307 4359 4281 4170 4213 4102 4209 4120 4078 3969 3791 3793 3419 3344 3157 3051 2909 2817 2661

5221 4575 5402 5339 5296 5060 5169 5023 4940 4962 4902 4754 4644 4582 4548 4371 4390 4337 4313 4249 4284 4344 4226 4154 4188 4246 4292 4218 4098 4148 4046 4145 4057 4010 3913 3738 3747 3379 3298 3105 2993 2865 2783 2630

1233 1537 1595 1912 2235 2616 3056 3447 3689 4200 4399 4553 4561 4794 5196 5592 6260 6875 7624 8165 8262 8061 7505 6564 5600 4731 3707 2866 2261 1722 1412 1160 861 741 627 543 503 464 352 307 241 211 173 122

1108 1409 1477 1796 2126 2510 2965 3347 3606 4088 4325 4470 4465 4707 5127 5495 6176 6785 7541 8084 8176 7970 7431 6492 5527 4670 3640 2803 2189 1657 1356 1096 798 673 571 490 457 424 306 255 183 167 139 91

28

49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92

55 40 33 29 42 42 27 23 39 40 34 38 37 42 37 46 60 53 64 64 68 63 90 85 100 66 68 71 84 65 50 66 45 45 52 39 34 37 40 27 25 27 30 32

1652 1710 1723 1685 1653 1752 1688 1689 1682 1651 1655 1653 1775 1691 1756 1727 1704 1779 1785 1881 1921 1908 1931 1957 1887 2036 2015 2022 2053 1965 1929 1936 1856 1900 1800 1830 1804 1757 1764 1815 1802 1812 1802 1785

1597 1670 1690 1656 1611 1710 1661 1666 1643 1611 1621 1615 1738 1649 1719 1681 1644 1726 1721 1817 1853 1845 1841 1872 1787 1970 1947 1951 1969 1900 1879 1870 1811 1855 1748 1791 1770 1720 1724 1788 1777 1785 1772 1753

702 567 525 439 378 425 368 399 416 466 478 623 755 981 1300 1543 1896 2439 3002 3602 4188 4860 5445 5889 6264 6373 6354 6136 5708 5126 4637 3766 3145 2584 2027 1523 1152 831 599 493 363 288 189 151

647 527 492 410 336 383 341 376 377 426 444 585 718 939 1263 1497 1836 2386 2938 3538 4120 4797 5355 5804 6164 6307 6286 6065 5624 5061 4587 3700 3100 2539 1975 1484 1118 794 559 466 338 261 159 119

2536 2457 2382 2435 2351 2404 2295 2318 2346 2439 2590 2728 2765 3016 3288 3449 3895 4462 5049 5492 6089 6818 7267 7669 7882 8169 7995 7880 7444 6825 6252 5659 5065 4421 3791 3410 3136 2768 2695 2595 2414 2346 2250 2207

2481 2417 2349 2406 2309 2362 2268 2295 2307 2399 2556 2690 2728 2974 3251 3403 3835 4409 4985 5428 6021 6755 7177 7584 7782 8103 7927 7809 7360 6760 6202 5593 5020 4376 3739 3371 3102 2731 2655 2568 2389 2319 2220 2175

100 66 45 48 32 35 29 39 28 23 24 22 19 21 20 20 24 20 13 30 20 19 31 15 26 23 24 28 21 29 26 24 20 19 14 19 11 21 10 9 10 10 6 11

45 26 12 19 -10 -7 2 16 -11 -17 -10 -16 -18 -21 -17 -26 -36 -33 -51 -34 -48 -44 -59 -70 -74 -43 -44 -43 -63 -36 -24 -42 -25 -26 -38 -20 -23 -16 -30 -18 -15 -17 -24 -21

29

93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136

26 23 24 25 30 26 22 28 29 27 18 23 26 24 34 24 28 24 21 24 23 30 26 21 29 28 17 23 22 15 19 17 15 15 12 13 17 16 18 18 23 18 9 20

1721 1822 1779 1866 1843 1935 1871 1887 1903 1970 2014 1954 2046 2079 1987 2056 1915 2034 2100 2024 1982 2030 1956 1938 1935 1958 1883 1768 1731 1731 1703 1568 1587 1504 1494 1424 1418 1363 1355 1378 1269 1283 1315 1267

1695 1799 1755 1841 1813 1909 1849 1859 1874 1943 1996 1931 2020 2055 1953 2032 1887 2010 2079 2000 1959 2000 1930 1917 1906 1930 1866 1745 1709 1716 1684 1551 1572 1489 1482 1411 1401 1347 1337 1360 1246 1265 1306 1247

125 102 99 71 52 53 56 69 55 64 55 50 57 43 64 58 65 29 57 60 51 37 56 37 35 34 32 42 42 42 26 35 26 25 45 30 29 38 32 31 24 26 26 26

99 79 75 46 22 27 34 41 26 37 37 27 31 19 30 34 37 5 36 36 28 7 30 16 6 6 15 19 20 27 7 18 11 10 33 17 12 22 14 13 1 8 17 6

2261 2370 2209 2311 2300 2298 2267 2416 2254 2424 2376 2398 2369 2432 2452 2488 2450 2496 2541 2514 2516 2481 2434 2365 2302 2334 2270 2189 2119 2104 2047 2108 1917 1892 1777 1808 1729 1658 1671 1638 1602 1670 1604 1537

2235 2347 2185 2286 2270 2272 2245 2388 2225 2397 2358 2375 2343 2408 2418 2464 2422 2472 2520 2490 2493 2451 2408 2344 2273 2306 2253 2166 2097 2089 2028 2091 1902 1877 1765 1795 1712 1642 1653 1620 1579 1652 1595 1517

12 15 12 10 12 12 6 9 9 9 6 3 5 10 6 8 4 8 5 10 2 11 5 8 12 3 7 9 3 8 6 5 6 4 4 6 11 9 3 6 2 7 8 3

-14 -8 -12 -15 -18 -14 -16 -19 -20 -18 -12 -20 -21 -14 -28 -16 -24 -16 -16 -14 -21 -19 -21 -13 -17 -25 -10 -14 -19 -7 -13 -12 -9 -11 -8 -7 -6 -7 -15 -12 -21 -11 -1 -17

30

137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180

19 15 14 13 11 17 11 19 9 15 18 16 17 15 16 19 24 22 26 22 29 17 16 28 21 21 20 18 16 17 15 11 14 12 13 11 16 13 10 11 14 7 15 14

1289 1304 1278 1337 1354 1308 1294 1395 1465 1580 1581 1628 1727 1869 1921 2010 2063 2050 2282 2231 2258 2268 2148 2112 2067 1931 1790 1715 1556 1457 1331 1240 1232 1143 1078 1105 1125 1174 1191 1231 1275 1313 1358 1465

1270 1289 1264 1324 1343 1291 1283 1376 1456 1565 1563 1612 1710 1854 1905 1991 2039 2028 2256 2209 2229 2251 2132 2084 2046 1910 1770 1697 1540 1440 1316 1229 1218 1131 1065 1094 1109 1161 1181 1220 1261 1306 1343 1451

23 32 32 21 29 27 24 31 40 18 30 29 37 41 28 35 35 39 33 38 42 33 30 41 33 29 29 34 29 24 24 22 17 19 14 25 17 32 23 13 24 21 23 18

4 17 18 8 18 10 13 12 31 3 12 13 20 26 12 16 11 17 7 16 13 16 14 13 12 8 9 16 13 7 9 11 3 7 1 14 1 19 13 2 10 14 8 4

1554 1604 1599 1584 1612 1681 1676 1713 1811 1817 1906 1990 2217 2232 2333 2429 2538 2655 2709 2726 2745 2798 2770 2642 2470 2338 2262 2100 2017 1808 1670 1543 1468 1407 1308 1375 1399 1468 1492 1505 1646 1684 1732 1783

1535 1589 1585 1571 1601 1664 1665 1694 1802 1802 1888 1974 2200 2217 2317 2410 2514 2633 2683 2704 2716 2781 2754 2614 2449 2317 2242 2082 2001 1791 1655 1532 1454 1395 1295 1364 1383 1455 1482 1494 1632 1677 1717 1769

1 5 3 1 4 3 3 4 3 5 5 1 6 4 3 1 9 4 3 9 3 6 12 4 2 3 7 4 2 7 6 5 0 5 2 3 2 7 4 5 3 4 4 8

-18 -10 -11 -12 -7 -14 -8 -15 -6 -10 -13 -15 -11 -11 -13 -18 -15 -18 -23 -13 -26 -11 -4 -24 -19 -18 -13 -14 -14 -10 -9 -6 -14 -7 -11 -8 -14 -6 -6 -6 -11 -3 -11 -6

31

181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224

10 13 13 14 11 12 14 9 15 8 15 9 9 9 12 6 4 7 3 3 2 7 1 0 2 0 1 1 2 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 2 0 0 0

1549 1590 1515 1590 1479 1503 1435 1299 1275 1233 1034 945 897 699 648 536 481 374 348 279 243 193 139 119 120 93 83 75 75 63 50 75 64 57 36 47 53 43 41 44 40 45 53 43

1539 1577 1502 1576 1468 1491 1421 1290 1260 1225 1019 936 888 690 636 530 477 367 345 276 241 186 138 119 118 93 82 74 73 63 49 74 63 57 36 47 52 43 41 44 38 45 53 43

25 25 27 31 25 33 21 25 19 29 14 13 17 16 10 8 7 5 9 3 3 4 2 1 2 1 0 2 0 2 2 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0

15 12 14 17 14 21 7 16 4 21 -1 4 8 7 -2 2 3 -2 6 0 1 -3 1 1 0 1 -1 1 -2 2 1 -1 -1 1 1 0 -1 0 1 1 -1 0 0 0

1789 1944 1883 1932 1879 1881 1800 1725 1595 1508 1371 1261 1104 949 830 701 651 487 438 342 271 222 210 181 171 134 109 101 111 86 89 85 83 92 83 79 74 68 71 73 76 70 71 68

1779 1931 1870 1918 1868 1869 1786 1716 1580 1500 1356 1252 1095 940 818 695 647 480 435 339 269 215 209 181 169 134 108 100 109 86 88 84 82 92 83 79 73 68 71 73 74 70 71 68

4 3 1 4 1 5 4 1 5 6 2 4 2 1 2 3 3 2 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0

-6 -10 -12 -10 -10 -7 -10 -8 -10 -2 -13 -5 -7 -8 -10 -3 -1 -5 -2 -2 -2 -6 0 1 -1 1 -1 -1 -2 0 -1 0 -1 1 0 0 0 1 1 0 -2 1 0 0

32

225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255

0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0

39 36 37 39 48 49 40 28 38 28 48 39 47 33 39 24 38 24 33 37 40 27 29 30 24 37 30 35 24 31 0

39 36 37 39 48 48 40 28 38 28 48 39 47 33 39 24 38 23 33 37 40 27 29 30 23 37 30 35 24 31 0

0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0

0 0 0 0 1 -1 0 0 1 0 0 2 0 0 0 2 0 -1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0

58 61 79 67 67 75 51 73 59 70 61 52 63 51 61 63 52 56 46 45 48 46 62 50 60 50 44 37 57 46 0

58 61 79 67 67 74 51 73 59 70 61 52 63 51 61 63 52 55 46 45 48 46 62 50 59 50 44 37 57 46 0

0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0

0 0 0 0 0 1 0 0 2 0 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 -1 0 0 0 1 0 0

Gambar Spektrum

33

(Co-60)

(Cs-137)

(Co-60 + Cs-137) 2. Efisiensi Detektor Data Percobaan e. Radioaktif Co-60 Penguku ran ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Cacah latar 12 6 12 15 7 5 11 11 12 9 Waktu 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 r = 4 cm r =5 cm 25 26 20 18 22 24 20 24 29 22 21 11 26 15 21 19 24 16 24 8

(Ba-133)

Banyak cacah r =6 cm r = 7 cm 16 16 19 15 14 19 14 14 17 15 20 15 17 16 21 14 21 12 19 11

r = 8 cm 10 9 14 18 10 16 11 6 10 14

f. Radioaktif Cs-137

34

Penguku ran ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Cacah latar 12 6 12 15 7 5 11 11 12 9

Waktu 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30

Banyak cacah r = 4 cm r =5 cm r =6 cm r = 7 cm
59 67 53 63 47 91 55 44 70 59 52 39 39 51 41 42 47 41 39 34 34 38 37 35 33 43 23 31 30 36 20 38 35 24 28 34 29 30 27 28

r = 8 cm
23 31 25 20 29 19 26 32 25 20

Grafik Grafik Hubungan Efisiensi terhadap Jarak pada Co-60


efisiensi (%)
6.00E-07 4.00E-07 2.00E-07 0.00E+00 0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 eff

R (m)

4.00E-07

Grafik Hubungan Efisiensi terhadap Jarak pada Cs-137

efisiensi (%)

3.00E-07 2.00E-07 1.00E-07 0.00E+00 0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 eff

R (m)

3. Dead Time Perhitungan Dead Time


Penguku ran ke1 Waktu (sekon) 30 latar 12 NCo-60
( N1)

NCs-137 34

N(Co-60+ Cs-137) 39

(NCo-60)2 256

(NCs-137)2 1156

(N(Co-60 +Cs137))2 1521

16

35 2 3 4 5 6 7 8 9 10 TOTAL Rata 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 6 12 15 7 5 11 11 12 9 100 10 19 14 14 17 20 17 21 21 19 178 17,8 38 37 35 33 43 23 31 30 36 340 34,0 33 43 36 30 36 39 40 47 48 391 39,1 361 196 196 289 400 289 441 441 361 3230 323 1444 1369 1225 1089 1849 529 961 900 1296 11818 118,18 1089 1849 1296 900 1296 1521 1600 2209 2304 15585 1558,5

= 0,33 dps

Sumber radiasi Co-60 1 = 2 = = 0,59 dps Sumber radiasi Cs-137 12 = = 10,77 dps2

= 1,13 dps

22 =

= 39,39 dps2

Sumber radiasi Co-60 dan Cs-137 = 1,30 dps 122 = = 51,95 dps2

12 =

I. Menentukan waktu mati dengan menggunakan rumus :

36

= = 5,03.10-2 cacah/s
= 5,03.104 cacah /s

Laju cacah sesungguhnya dari sumber radiasi adalah sebagai berikut :

Sumber radiasi Co-60 n1 = = 0,608 dps

)(

Sumber radiasi Cs-137 n2 =


( )( )

= 1,199 dps

Sumber radiasi Co-60 dan Cs-137 n12 =


( )( )

= 1,391 dps

4. Koefisien Atenuasi Gamma a. Grafik Co-60

Grafik Hubungan Ln(R0/Rxl) terhadap Tebal Penghalang Lead (Co-60)


3 2.5 Ln(R0/Rxl) 2 1.5 1 0.5 0 0 0.002 0.004 Tebal (m) 0.006 0.008 Ln(R0/Rxs) y = 162.71x + 1.4121 R = 0.994

37

Grafik Hubungan Ln(R0/Rxl terhadap Tebal Penghalang Polietilen (Co-60)


2 Ln (Ro/Rxl) 1.5 1 0.5 0 0 0.002 0.004 Tebal (m) 0.006 0.008 y = 212.89x + 0.5192 R = 0.9838

Series1 Linear (Series1)

b. Grafik Cs-137

Grafik Hubungan Ln(R0/Rxl) terhadap Tebal Penghalang Lead (Cs-137)


1.4 1.2 Ln (Ro/Rxl) 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 0 0.002 0.004 Tebal (m) 0.006 0.008 Ln(R0/Rxs) Linear (Ln(R0/Rxs)) y = 87.825x + 0.6993 R = 0.6542

38

Grafik Hubungan Ln(R0/Rxl) terhadap Tebal Penghalang Polietilen (Cs-137)


1 0.8 Ln (Ro/Rxl) 0.6 0.4 0.2 0 0 0.002 0.004 Tebal (m) 0.006 0.008 Series1 Linear (Series1) y = 66.277x + 0.4386 R = 1

c. Perhitungan - Untuk Co-60


waktu (s) 30 30 30 30 30 Rata-rata Cacah Latar Cacah RL (Bq) 9 0,3 6 0,2 11 0,366667 4 0,133333 11 0,366667 0,273333 Cacah Tanpa Penghalang Cacah Ro (Bq) 26 0,866666667 18 0,6 24 0,8 24 0,8 22 0,733333333 0,76

Tebal Penghalang Lead No 0,00635 m 0,003175 m 0,0015748 m Rx (Bq) Rx (Bq) Rx (Bq) 1 0,3 0,4 0,366666667 2 0,33333333 0,2 0,5 3 0,26666667 0,5 0,333333333 4 0,43333333 0,466666667 0,3 5 0,36666667 0,333333333 0,6 Rata 0,34 0,38 0,42 Rxl 0,06666667 0,106666667 0,146666667

Tebal Penghalang Polietilen 0,00635 m 0,003175 m 0,0015748 m Rx (Bq) Rx (Bq) Rx (Bq) 0,433333333 0,5333333 0,76666667 0,3 0,5 0,43333333 0,333333333 0,3333333 0,73333333 0,433333333 0,6666667 0,53333333 0,466666667 0,4 0,6 0,393333333 0,4866667 0,61333333 0,12 0,2133333 0,34

Untuk Cs-137
Cacah Latar Cacah RL (Bq) 9 0,3 Cacah Tanpa Penghalang Cacah Ro (Bq) 52 1,733333333

waktu (s) 30

39 30 30 30 30 Rata 6 11 4 11 0,2 0,3666667 0,1333333 0,3666667 0,2733333 39 39 51 41 1,3 1,3 1,7 1,366666667 1,48

No 1 2 3 4 5 Rata Rxl

Tebal Penghalang Lead 0,00635 m 0,003175 m 0,0015748 m Rx (Bq) Rx (Bq) Rx (Bq) 0,7 0,666666667 1 0,63333333 0,5 0,733333333 0,6 0,833333333 1,033333333 1,16666667 0,566666667 1,033333333 0,5 1,133333333 1,166666667 0,72 0,74 0,993333333 0,44666667 0,466666667 0,72

Tebal Penghalang Polietilen 0,00635 m 0,003175 m 0,0015748 m Rx (Bq) Rx (Bq) Rx (Bq) 1,133333333 1 0,966666667 0,733333333 0,8 1,033333333 0,766666667 1,033333333 1,4 0,966666667 1,3 0,866666667 0,9 1,1 1,4 0,9 1,046666667 1,133333333 0,626666667 0,773333333 0,86