Anda di halaman 1dari 16

1

Sejarah Lisan Orang Biasa: Sebuah Pengalaman Penelitian


Abdul Syukur

Pengantar Sejarah lisan sebenarnya telah lama dikenal oleh umat manusia di seluruh dunia karena lisan adalah alat komunikasi utama yang digunakan untuk mewarisi pengetahuan masa lalu kepada generasi selanjutnya. Fungsi lisan ini tergantikan oleh tulisan setelah umat manusia menuliskan pengetahuan masa lalunya pada tulang, batu, kulit binatang, pelepah pohon, kertas dan media lainnya. i dalam ilmu sejarah, mun!ul penilaian bahwa

sumber tertulis lebih obyekti", lebih akurat, lebih otentik, dan lebih dapat diper!aya kebenarannya daripada sumber lisan. Alasannya, karena sumber tulisan bersi"at tetap dari mulai ditulis hingga ditemukan dan dipergunakan oleh para sejarawan untuk melakukan rekonstruksi masa lalu. Sebaliknya sumber lisan bersi"at tidak tetap akibat adanya penambahan atau pengurangan in"ormasi sehingga justeru dapat menyesatkan kerja para sejarawan. Paradigma ini menimbulkan keper!ayaan yang berlebihan terhadap sumber tertulis. #anpa disadari pekerjaan sejarawan identik dengan mengumpulkan, menyeleksi, dan mena"sirkan sumber$sumber tertulis

menjadi sebuah rekonstruksi masa lalu. Agaknya sebagian besar sejarawan sempat bersepakat dengan pemikiran %harles$&i!tor Langois dan %harles Seignobos dari 'ni(ersitas Sorbone, Paris$Peran!is bahwa tidak ada yang bisa menggantikan "ungsi sumber tertulis untuk melakukan rekontsruksi masa lalu. Se!ara demonstrati"

)akalah untuk *on"erensi +asional Sejarah &,,, pada tanggal -.$-/ +opember 0112 di 3otel )illenium, 4akarta. osen 4urusan Sejarah, Fakultas ,lmu Sosial 5F,S6, 'ni(ersitas +egeri 4akarta 5'+46

4 kedua sejarawan ini mempopulerkan adagium no documents, no history 5tidak ada sumber tertulis, tidak ada sejarah6.Pemikiran dan adagium yang memuja sumber tertulis tersebut digugat oleh para sejarawan Amerika. )ereka menyadari bahwa sebagian besar masa lampuanya tidak ada dalam !atatan$!atatan tertulis, sehingga timbul usaha untuk merekam pengalaman para orang tua dalam membangun wilayah Amerika.0 ari sinilah !ikal bakal kelahiran kembali sejarah lisan yang

dimulai tahun -781 dan -9 tahun kemudian 5-7.96 berdirilah pusat sejarah lisan di 'ni(ersitas %olumbia, +ew :ork. Selanjutnya menyusul pendirian pusat sejarah lisan di beberapa negara seperti *anada, ,nggris, dan ,talia.8 Sejarah Lisan di Indonesia Pengakuan kembali terhadap sejarah lisan juga bergaung ke ,ndonesia, meskipun terlambat 8. tahun, yakni dimulai pada tahun -72. oleh sejarawan dari 'ni(ersitas ,ndonesia, +ugroho +otosusanto dengan proyek )onumen +asionalnya yang mengumpulkan data$data sejarah ;e(olusi ,ndonesia -7.<$-7<1.
.

*erja sejarah lisannya lalu dipusatkan pada arat menggagalkan kudeta

keberhasilan para perwira #+, Angkatan

=erakan 81 September -72< sebagaimana terlihat dalam karyanya, >.1 3ari *egagalan =$81$S?. Sejak tahun itu +otosusanto mem"okuskan kerja sejarah

Lihat Paul Thompson, The Voice of the Past: Oral History, London: Butler & Tanner, 1978, hal. 47 sebagaimana di utip !s"i #arman !dam, $%e&arah Lisan 'i !sia Tenggara, %e&arah (orban di )ndonesia* +ang merupa an pengantar edisi )ndonesia untu bu u P. Lim Pui ,uen, -ames ,. .orrison, dan (/a 0hong 1uan, Sejarah Lisan Di Asia Tenggara: Teori dan Metode, -a arta: LP23%, 4555, h. 6iii. 4 !.B. Lapian, $0atatan Permulaan Bagi Pe/a/an7ara* dalam Berita Lem aran Sejarah Lisan no 11 bulan .aret 1988, h. 194. 2 !ndre Burguiere, Dictionaire des Sciences histori!"es, Paris: Presse :ni"ersitaire de ;ran7o, 198< sebagaimana di utip !s"i #arman !dam, op.7it. 4 Terima asih epada .ona Lohanda, seorang arsipatis dari !rsip =asional >epubli )ndonesia dan se aligus se&ara/an atas in?ormasin+a +ang sangat berharga untu penulisan ma alah ini. -uga sa+a u7ap an terima asih atas pemberian ma alahn+a +ang tida diterbit an, Oral History in #ndonesia: A $ritical %e&ie'.

2 lisannya pada upaya menulis riwayat hidup para tokoh militer atau tentang sejarah militer ,ndonesia.< Sejarah lisan semakin kokoh di ,ndonesia terutama setelah A+;, 5Arsip +asional ;epublik ,ndonesia6 melaksanakan proyek sejarah lisan. Penanggung jawabnya adalah Soemartini, *epala A+;, periode -7/-$-77-. ,a dibantu tim Panitia Pengarah Sejarah Lisan dengan ketua 3arsja @. Ba!htiar, seorang guru besar sosiologi dan sejarah perkembangan

masyarakat pada 'ni(ersitas ,ndonesia. Panitia Pengarah beranggotakan empat sejarawan, yaitu Sartono *artodirdjo, #au"ik Abdullah, Abdurra!hman Surjomihardjo, dan A.B. Lapian. Pada saat itu *artodirdjo sudah berpredikat sebagai guru besar sejarah pada 'ni(ersitas =ajah )ada, 4ogjakarta.2 )eski +otosusanto merupakan perintis sejarah lisan di ,ndonesia, namun yang paling berjasa menyebarluaskan perkembangan sejarah lisan di ,ndonesia adalah Soemartini dan 3arsja Ba!htiar. ,ni terjadi karena keduanya banyak melibatkan sejarawan dari berbagai perguruan tinggi di ,ndonesia dengan memberikan pelatihan dan membentuk pusat sejarah lisan di beberapa daerah antara bulan 4uni hingga esember -79-./ 3asilnya adalah

7 kelompok sejarah lisan daerah, yaitu )edan 5Sumatera 'tara6, Pekanbaru 5;iau6, Palembang 5Sumatera Selatan6, 4akarta, Bandung 54awa Barat6, 4ogjakarta, Banjarmasin 5*alimantan6, 'jung Pandang 5sekarang )akasar, Sulawesi Selatan6, dan )enado 5Sulawesi 'tara6. Perwakilan dari masing$

8 <

.ona Lohanda, @ral ,is+or+...... h. <. %oemartini dalam (ata Pembu aan (epala !rsip =asional >) untu a7ara Lo a ar+a %e&arah Lisan !rsip =asional >) tanggal 14917 -uni 1984 di -a arta. =as ah dimuat se7ara utuh dalam Lembaran Berita %e&arah Lisan no. 9 bulan @ tober 1984, h. 11. 7 Lihat laporan in?ormasi ane a egiatan %e&arah Lisan !rsip =asional >) +ang dimuat dalam Lembaran Berita %e&arah Lisan no. 8 bulan .aret 1984, h. 194.

4 masing kelompok sejarah lisan daerah inilah yang diundang pada a!ara Lokakarya Sejarah Lisan A+;, pada tanggal -.$-/ 4uni -790 di 4akarta.9 Sejumlah kursus singkat seputar sejarah lisan diadakan misalnya oleh )asyarakat Sejarawan ,ndonesia 5)S,6 %abang 4ogjakarta bekerja sama dengan Fakultas Sastra 'ni(ersitas =ajah )ada pada tahun -799 dan -771 serta )S, %abang Sulawesi Selatan dengan Fakultas Sastra 'ni(ersitas 3asanudin pada tahun -771. Peserta kursus singkat ini terdiri dari para sejarawan dari berbagai perguruan tinggi di ,ndonesia.7 )eningkatnya minat sejarawan ,ndonesia terhadap penelitian sejarah lisan mendorong pihak A+;, pada tahun -770 untuk membentuk di(isi khusus yang menangani sejarah lisan, yaitu Sub Bidang Sejarah Lisan.-1 A+;, melalui Proyek Sejarah Lisannya mempunyai peranan sebagai motor penggerak dalam mengembangkan sejarah lisan di ,ndonesia yang telah dirintis oleh +ugroho +otosusanto dengan proyek )onumen

+asionalnya.

alam kurun waktu -72.$-770, sejarah lisan di ,ndonesia telah

mengalami masa pasang surut. #ahun -72. A -7/< merupakan era pertumbuhan awal yang dipelopori oleh dua lembaga pemerintah, yakni Pusat Sejarah AB;, yang dipimpin +ugoroho +otosusanto dan A+;, yang dipimpin Soemartini. +amun para sejarawan ,ndonesia lebih mendukung Proyek Sejarah Lisan A+;, daripada yang dikembangkan oleh Pusjarah AB;,. Oleh karena itu !ukup penting menyimak hasil laporan Panitia Pengarah Proyek Sejarah Lisan A+;, pada kon"erensi Sarbi!a di *uala Lumpur, )alaysia, -2$

Lihat laporan husus panitia lo a ar+a +ang dimuat dalam Lembaran Berita %e&arah Lisan =o. 9 bulan @ tober 1984, h. 2. 9 Lihat ata pengantar reda si Lembaran Berita %e&arah Lisan =o. 12 bulan .aret 1991, h. i9ii. 15 .ona Lohanda, $@ral ,istor+....* h. 2.

8 0- 4uli -771 yang menyebutkan dua periode program sejarah lisan, yaitu -7/8$-7/7 dan -791$-771.-Selama periode -7/8$-7/7 menghasilkan 8-8 kaset rekaman

wawan!ara dengan -0- pengkisah 5istilah yang perlu dipertimbangkan kembali6 dari 0- kota oleh 8- pewawan!ara. alam periode ini terjadi

peningkatan jumlah kaset rekaman wawan!ara dan pengkisah yang !ukup signi"ikan pada tahun -7/2, yakni -18 kaset rekaman wawan!ara dengan <2 pengkisah. 4umlahnya menurun drastis pada tahun -7/7 karena hanya mampu melakukan wawan!ara kepada 2 pengkisah yang tersimpan dalam 08 kaset rekaman wawan!ara. *egairahan program sejarah lisan meningkat kembali pada periode -791$-771, terutama untuk tahun -790 dan -798 yang berhasil menghimpun 28/ kaset rekaman wawan!ara dari 0-. pengkisah dari -0 kota oleh 20 pewawan!ara. Setelah itu terjani penurunan. Pada tahun -797 ter!atat -7/ kaset rekaman wawan!ara dari .9 pengkisah dari 0 kota oleh -8 pewawan!ara. Agaknya sejarah lisan di ,ndonesia telah mengalami BorgasmeC pada tahun -790$-798. Setelah itu, segera memasuki era kelesuan sebagaimana terlihat dalam tabel dibawah ini.-0

:ear -7/8 -7/. -7/< -7/2 -7// -7/9 -7/7


11

,nter(iewers 8 -2 . 0 8 0

%ities 8 9 . 8 -

,nter(iewees 8 -2 02 <2 9 2 2

;e!ord %assetes -. /1 <-18 0/ 0< 08

@ral ,istor+ %teering 0ommittee o? the =ational !r7hi"es o? )ndonesia, $The @ral ,istor+ Programme o? The =ational !r7hi"es o? )ndonesia A! 0ountr+ >eportB, Lembaran Berita %e&arah Lisan =omor 12 bulan .aret 1991, h. 197. 14 Tabel di utip dari Laporan @ral ,istor+ Pro&e7t =asional !r7hi"es o? )ndonesia dalam on?erensi %arbi7a di (ualalumpur, .ala+sia 1<941 -uli 1995.

<
-791 -79-790 -798 -79. -79< -792 -79/ -799 -797 8 0 87 08 -1 -/ -. --. -8 0 -1 0 . . 0 . < 0 2 9 <7 -<< 8. ./ .0 88 <7 .9 9. 77 81. 888 001 820 099 -97 0// -7/

Sejarah lisan orang biasa *elesuan sejarah lisan di ,ndonesia pernah juga terjadi antara tahun -7//$-79- sebagaimana dilaporkan redaksi Lembaran Berita Sejarah Lisan pada edisi nomor 9 bulan )aret -790, >Panitia Pengarah Sejarah Lisan Arsip +asional ;., telah memulai lagi berbagai kegiatannya. )ungkin karena sudah begitu lama terhenti seolah$olah kegiatan sekarang ini seperti mulai dari bawah lagi.? )emasuki tahun -771$an, sejarah lisan di ,ndonesia juga seperti mulai dari bawah lagi karena bergantinya model, yakni dari sejarah lisan para tokoh menjadi sejarah lisan orang biasa. Berbeda dengan Amerika, sejarah lisan di ,ndonesia tumbuh dengan kesadaran untuk menyimpan pengalaman para tokoh yang mempunyai peranan besar dalam perjuangan mendirikan dan membangun negara ;,. Sebagian sejarawan, terutama dari 'ni(ersita =ajah )ada di :ogjakarta sejak awal mengkritisi ke!enderungan tersebut sebagaimana diungkap oleh anggota Panitia Pengarah Sejarah Lisan A+;,, Abdurrahman Surjomihardjo dalam pengarahannya pada pertemuan sejarah lisan sub kegiatan

Palembang, Sumatera Selatan, >Salah seorang sejarawan dari :ogya mengamati selama 01 tahun ini sejarah kita terlalu berorientasi kepada elite, kepada pemimpin$pemimpin, yang kemudian dianggap pahlawan.?-8 Pada
12

.ateri pengarah dimuat embali oleh reda si Lembaran Berita %e&arah Lisan no 11 bulan .aret 1988, !bdurrahman %ur&omihard&o, $%e&arah Lisan dan Pengenalan !/al Bagi Peminat Baru*, h. 18.

7 tahun -77-, redaksi Lembaran Berita Sejarah Lisan akhirnya menurunkan tiga tulisan sejarawan dari '=) yang menganjurkan perlunya sejarah lisan orang biasa.-. =ayung pun bersambut sehingga terjadi penguatan kesadaran perlunya merekonstruksi peristiwa masa lalu berdasarkan penuturan orang$ orang biasa yang selama ini terabaikan dalam penulisan sejarah ,ndonesia. Perkembangan sejarah lisan orang biasa diper!epat setelah kehan!uran pemerintahan Orde Baru >daripada? Presiden Soeharto pada 0- )ei -779. Sebagaimana diketahui bahwa Orde Baru telah menggunakan sejarah untuk memperkuat legitimasi kekuasaan.-< Akibatnya mun!ul gerakan penolakan terhadap seluruh rekonstruksi masa lalu yang dibuat selama Orde Baru. =erakan ini lebih populer dengan nama pelurusan sejarah. Pelopornya adalah Lembaga Swadaya )asyarakat 5LS)6 yang bergerak di bidang penegakan 3ak Asasi )anusia 53A)6. )ereka berusaha membeberkan kejahatan$kejahatan 3A) pada masa lalu dengan menjadikan Peristiwa =erakan 81 September -72< 5=81S -72<6 sebagai titik pusatnya. *asus ini bagaikan membuka kotak pandora terhadap berbagai misteri sejarah ,ndonesia lainnya. Salah satu !ontoh terbaiknya adalah buku Tahun Yang Tak Pernah Berakhir yang ditulis 4ohn ;ossa, Ayu ;atih dan 3ilmar Farid. Buku ini menggunakan metode sejarah lisan orang biasa dengan

14

Tulisan dima sud adalah '&o o %ur&o, $%e&arah Lisan untu %e&arah %osial*C !dab+ 'arban, $Beberapa 0atatan Lapangan Penelitian %e&arah Lisan di Pedesaan dan %e itarn+a*, dan %artono (artodird&o, $Pengalaman (ole ti? sebagai @b+e %e&arah Lisan*. Lihat Lembaran Berita %e&arah Lisan edisi nomor 12 bulan .aret 1991. 18 (e7enderungan @rde Baru mengguna an se&arah untu memper uat e uasaann+a terlihat se7ara &elas dalam bu u %e&arah =asional )ndonesia &ilid D). Bu u ini terdiri dari enam &ilid dan merupa an hasil er&a para se&ara/an )ndonesia +ang tergabung dalam Panitia Pen+usunan Bu u %tandar %e&arah =asional +ang dibentu oleh pemerintah @rde Baru. Terbitan pertaman+a pada tahun 1978. ,ingga tahun 1995 sudah mengalami enam ali 7eta ulang. Bu u ini men&adi ru&u an utama untu penga&aran se&arah ting at se olah dasar, se olah menengah pertama dan atas.

8 mewawan!arai 021 bekas tahanan politik =81S -72<.-2 Buku ini merupakan hasil kerja ,nstutut Sejarah Sosial ,ndonesia 5,SS,6, sebuah LS) yang bergerak di bidang penelitian sejarah dan berdiri pada tahun 0110 di 4akarta. Melacak dan membujuk Sebelum ,SS, berdiri, penulis telah melakukan penelitian sejarah lisan orang biasa. Penelitian dilakukan pada tahun -777 dan 0111 dengan mewawan!arai 02 orang yang mengalami, menyaksi dan mengetahui Peristiwa Lampung -797, yakni sebuah operasi penghan!uran oleh pemerintah Orde Baru pada / Februari -797 terhadap kelompok pengajian di %ihideung yang masuk ukun #alangsari, esa ;ajabasa Lama, *e!amatan

@ay 4epara, *abupaten Lampung #engah, Propinsi Lampung. Oleh karena itu peristiwa ini juga dikenal sebagai Peristiwa #alangsari, sesuai nama dusunnya.-/ Sebagian besar dari mereka meninggal dunia pada saat kejadian, dan lainnya dipenjerakan. Sepuluh tahun kemudian 5-7776 mereka dibebaskan setelah Presiden B.4. 3abibie yang menggantikan Presiden Soeharto pada tahun -779 memberikan amnesti umum kepada seluruh tahanan politik. *esulitan pertama yang dihadapi penulis adalah tidak adanya in"ormasi tentang lokasi keberadaan mereka. Satu$satunya yang diketahui penulis adalah alamat ;iyanto di sekitar terminal bus #anjung Priok, 4akarta 'tara. ia menulis surat pemba!a di majalah Sabili edisi tahun -777. +amun, ternyata alamat yang tertera adalah alamat lama. Para tetangganya $$ termasuk saudaranya ;iyanto$$ tidak mengetahui tempat tinggal ;iyanto yang
1<

:ntu lebih &elasn+a lihat -ohn >ossa, !+u >atih dan ,ilmar ;arid, Tah"n (ang Ta) Pernah Bera)hir: Memahami Pengalaman *or an +,-. /sai0/sai Sejarah Lisan A-a arta: 3lsam9Tru 9)%%), 4554B. 17 :ntu lebih &elasn+a lihat !bdul %+u ur, 1era)an 2sroh di #ndonesia: Peristi'a Lam3"ng 4565 A-og&a arta: @mba , 4552B.

9 baru setelah bebas dari penjara. +amun saudaranya bersedia membantu penulis untuk menyampaikan surat permohonan wawan!ara. Oleh karena itu penulis menitipkan surat permohonan wawan!ara dengan menyertakan nomor telepon penulis kepada saudaranya ;iyanto. Sambil menunggu kabar dari ;iyanto, penulis mela!ak alamat yang lainnya. Beruntung sekali sebagian dari mereka se!ara rutin mendatangi kantor *omisi untuk Orang 3ilang dan *orban *ekerasan 5*ontraS6 dan *omisi +asional 3ak Asasi )anusia 5*omnas 3A)6 di 4akarta. )ereka didampingi para akti(is *ontraS mengadukan pelanggaran 3A) yang dialaminya pada tahun -797 kepada *omnas 3A). Oleh karena itu penulis mengirim surat permohonan wawan!ara melalui pengurus *ontraS.

Permohonan diterima sehingga penulis dapat mewawan!arai ADwar *aili, Suparmo, @ahidin, FauDi ,sman, dan Sukardi. memperoleh sejumlah nama lainnya. #ernyata bekas tahanan politik Peristiwa Lampung terbelah menjadi dua kelompok. ,roni terjadi karena kawan menjadi lawan. Pertentangan di antara mereka bersumber pada sikap mereka terhadap tawaran islah 5damai6 dari Letjen 5Purn6 3endropriyono, mantan *omandan ;esort )iliter =aruda 3itam yang menjadi penanggungjawab pertahanan dan keamanan di seluruh Lampung. itengarai bahwa 3endropriyono mempunyai peranan ari mereka penulis

menentukan dalam menghan!urkan kelompok pengajian di %ihideung pada / Februari -797. Penulis sendiri kurang tertarik meneliti peranannya. Penulis lebih tertarik pada latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan politik orang$ orang yang terlibat Peristiwa Lampung -797. )engapa tidak ada satupun organisasi ari mana asal merekaE di ,ndonesia yang

,slam

15 mengakuinyaE )engapa mereka berkumpul di %ihideungE Apa yang mereka lakukan di sanaE Benarkah mereka sedang mempersiapkan pendirian sebuah negara ,slam sebagaimana tuduhan pemerintah Orde BaruE 4adi penulis tidak menanyakan keputusan mereka untuk menerima atau menolak islah dengan 3endropriyono. Oleh karena itu kedua belah pihak menerima permohonan wawan!ara yang penulis ajukan. *ontraS menjadi pintu masuk penulis untuk mewawan!arai kelompok yang menolak islah. 'ntuk masuk ke dalam lingkaran kelompok yang menerima islah, penulis menghubungi 3endropriyono dan pimpinan =erakan ,slam +asional 5=,+6 Sudarsono yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan kelompok pengajian %ihideung. )eski 3endropriyono tidak bersedia diwawan!arai, tetapi dia mengiDinkan kelompok penerima islah untuk diwawan!arai penulis. Seluruh wawan!ara dilakukan di 4akarta pada waktu dan tempat yang berbeda$beda. @aktu dan tempat ditentukan oleh orang yang akan diwawan!arai. )ereka paling sering memilih mesjid dan waktu wawan!ara menjelang sholat duhur 5siang hari6. @awan!ara biasanya berlangsung hingga menjelang sholat maghrib 5senja hari6. Lokasi wawan!ara selalu berpindah$pindahi. alam arti bahwa mereka tidak pernah menggunakan

lokasi yang sama untuk beberapa kali wawan!ara. Ada sejumlah kesulitan yang dialami penulis selama melakukan penelitian sejarah lisan orang biasa, yaitu mela!ak alamat sebagaimana telah diuraikan dan membujuk mereka agar bersedia diwawan!arai. #idak semua orang bersedia diwawan!arai dengan berbagai pertimbangan yang bersi"at pribadi, misalnya mantan istrinya FauDi ,sman yang bekerja di Badan Pusat

11 Statistik 5BPS6 karena khawatir akan merusak kehidupan barunya. 4adi, penulis sebenarnya tidak sepenuhnya berhasil pada tahap membujuk, meski yang menolak hanya sebagian ke!il, yakni 8 orang. Penulis membutuhkan beberapa kali pertemuan dengan !alon orang yang akan diwawan!arai untuk menyakinkan betapa penting mereka dalam memahami Peristiwa Lampung -797. Se!ara umum penulis memerlukan waktu tiga bulan pada tahap membujuk para !alon orang yang akan diwawan!arai. )ereka yang semula tertutup menjadi sangat terbuka. ari pengalaman ini, penulis berkesimpulan

bahwa seorang peneliti sejarah lisan harus mampu men!iptakan suasana kekeluargaan yang wajar hingga tidak lagi dipandang sebagai orang lain. Penulis sendiri tidak selamanya berhasil dalam men!iptakan suasana kekeluargaan yang wajar tersebut. Selalu saja ada kegagalan akibat hal$hal yang di luar dugaan. alam pertemuan pertama, penulis tidak langsung mengadakan wawan!ara, meskipun telah berhasil men!iptakan keakraban. )enunda wawan!ara ternyata memberikan keuntungan tersendiri, yakni menumbuhkan keper!ayaan mereka terhadap penulis. )enurut penulis bahwa peneliti sejarah lisan harus menempatkan diri sebagai pendengar yang baik, bukan teman diskusi apalagi bertindak sebagai pemberi nasehat. )ereka akan bertambah semangat apabila kita mendengarkannya dengan penuh

perhatian. Ada hal penting lain yang perlu diperhatikan, yakni jangan pernah melakukan bantahan terhadap in"ormasi yang diterima atau

mengkon"rontasikan dengan in"ormasi dari orang lain. 4ika ini dilakukan maka orang bersangkutan tidak lagi bersemangat memberikan in"ormasi atau bahkan tidak bersedia melanjutkan wawan!ara. Oleh karena itu penulis

14 memilih metode wawan!ara indi(ual daripada wawan!ara simultan.-9 )elalui wawan!ara indi(idual itulah penulis dapat menjaga konsistensi semangat mereka menuturkan kisah hidupnya hingga terlibat Peristiwa Lampung -797.-7 Mengalami, Menyaksikan dan Mengetahui Pada awal tulisan ini sudah dijelaskan bahwa sejarah lisan mun!ul lagi pertama kali di Amerika yang berkebudayaan ,nggris. Oleh karena itu banyak istilah padanan kata atau terjemahan dari bahasa ,nggris, seperti oral history 5sejarah lisan6, interview 5wawan!ara6, interviewer 5pewawan!ara6 dan interviewee 5pengkisah6. i antara istilah ini yang !ukup menarik diperhatikan alam *amus Besar

adalah pengkisah. Berasal dari kata dasar kisah.

Bahasa ,ndonesia, kisah mengandung arti !erita tentang kejadian atau riwayat dalam kehidupan seseorang. *ata turunannya adalah mengisahkan, terkisah, kisahan, dan pengisahan. #idak disebutkan tentang turunan kata pengkisah.
01

4adi pengkisah merupakan hasil kreasi dari Panitia Pengarah.

3al ini terjadi karena di berbedanya (ariasi turunan kata interview 5interviewer dan interviewee6 dengan wawan!ara 5berwawan!ara, mewawan!arai, dan pewawan!ara6.0- 4adi tidak ada padanan turunan kata wawan!ara yang tepat untuk menggantikan interviewee. Sebenarnya pembentukan kata pengkisah sendiri menyalahi kelaDiman dalam bahasa ,ndonesia. Seharusnya bukan

18

:ntu pengertian istilah /a/an7ara indi"idual dan simultan lihat =ugroho =otosusanto, .asalah Penelitian %e&arah (ontemporer, A-a arta: )nti )da+u Press, 1984B h. <. 19 %elan&utn+a lihat tulisan 'aniel 0he/, $.etodologi %e&arah Lisan: Pende atan Pengalaman ,idup*C =irmala Puru %hotam, $Proses #a/an7ara =arati?* dan P. Lim Pui ,uen, *>e onstru si %e&arah Pengalaman ,idup. (etiga tulisan ini terdapat pada bu u +ang diedit oleh P. Lim Pui ,uen, -ames ,. .orrison, dan (/a 0hong 1uan, op.7it. 45 Lihat eterangan ata dasar /a/an7ara beserta turunan atan+a dalam Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 'epartemen Pendidi an =asional, *am"s Besar Bahasa #ndonesia A-a arta: Balia Pusta a, 1997B 7et. (esembilan, h. 858. 41 Lihat ibid, h. 1147.

12 pengkisah tapi pengisah mengikuti pembentukan kata pelaku dalam kata kirim 5pengirim6 dan kumpul 5pengumpul6.00 +amun dalam makalah ini yang paling menarik adalah pengertian di"inisi pengkisah, yaitu orang yang mengisahkan pengalamannya sendiri08 atau ingatan dari yang mengalaminya.0. Berdasarkan di"inisi ini maka pengalaman atau ingatan orang lain harus ditolak. )enurut penulis !akupan di"inisi pengkisah terlalu sempit dan akan menyulitkan dalam melakukan rekonstruksi masa lalu melalui metode sejarah lisan. *arena setiap pengkisah sesungguhnya mempunyai tiga bentuk kisah, yaitu kisah yang dialaminya sendiri, kisah yang disaksikan, dan kisah yang diketahuinya. Sudah menjadi tugas peneliti untuk menyeleksi kisah tersebut menjadi kisah yang dialami, disaksikan atau diketahui oleh seorang pengkisah. Sebagai !ontoh dalam Peristiwa Lampung. 'ntuk merekonstruksi peristiwa / Februari -797 penulis susun berdasarkan hasil wawan!ara dari orang yang mengalami 5Ari"in bin *aryan6, orang yang menyaksikan 5Fadilah dan ;iyanto6 dan orang yang mengetahui 5+ur 3idayat dan Sudarsono6. Peman"aatan kisah dari orang yang menyaksikan dan mengetahui juga sangat membantu penulis dalam menelusi latar belakang pimpinan maupun anggota kelompok$kelompok pengajian yang terlibat Peristiwa Lampung -797.

Kesimpulan Perintis sejarah lisan di ,ndonesia adalah +ugroho +otosusanto yang kemudian memimpin Pusjarah AB;,. +amun Panitia Pengarah Proyek
44 42

Lihat ibid., h . 858 dan 841. !.B.Lapian, op.7it., h. 7. Lihat &uga !bdurrahman %ur&omihard&o, $%e&arah Lisan 'an Pengenalan !/al Bagi Peminat Baru, Lembaran Berita %e&arah Lisan =o. 11 bulan .aret 1988, h. 14. 44 Tau?i !bdullah, $'i %e itar Pen7arian 'an Penggunaan %e&arah Lisan, Lembaran Berita %e&arah Lisan no. 9 bulan @ tober 1984, h. 47924.

14 Sejarah Lisan A+;, yang menjadi motor penggerak pengembangan sejarah lisan di ,ndonesia. *eduanya 5Pusjarah AB;, dan A+;,6 sama$sama mengembankan sejarah lisan para tokoh yang dianggap mempunyai peranan menentukan dalam pembentukan negara ;epublik ,ndonesia. #ahun -771 menandai perkembangan baru sejarah lisan di ,ndonesia, yaitu mun!ulnya perhatian terhadap sejarah lisan orang biasa yang terutama dipelopori para sejarawan dari '=) :ogyakarta. Perkembangan sejarah lisan orang biasa !ukup memukau setelah kehan!uran pemerintahan Orde Baru daripada Presiden Soeharto pada 0- )ei -779. Pihak lain di luar komunitas sejarawan yang juga berjasa dalam mengembangkan sejarah lisan orang biasa di ,ndonesia adalah para akti(is LS) yang memperjuangkan penegakan 3A). #ujuan sejarah lisan bukanlah untuk melengkapi kekurangan data tertulis sebagaimana yang dikerjakan oleh Proyek Sejarah Lisan A+;,. ;ekonstruksi masa lalu dapat dilakukan melalui sejarah lisan, meskipun tidak ada data tertulis sebagaimana penulis alami dalam merekonstruksi Peristiwa Lampung -797. i sini data tertulis justeru berperan sebagai pelengkap dari

data lisan yang penulis kumpulkan. Se!ara garis besar, data lisan dapat dipisahkan menjadi tiga bentuk, yaitu kisah yang dialami, kisah yang disaksikan, dan kisah yang diketahui. *etiga bentuk kisah ini dapat berasal dari satu pengkisah. 'ntuk itu peneliti sejarah lisan harus melakukan penyeleksian kisah tersebut sebelum merangkaikannya menjadi sebuah kisah yang utuh terhadap satu tema penelitian.

18

'a?tar Pusta a
!bdullah, Tau?i . $'i %e itar Pen7arian 'an Penggunaan %e&arah Lisan,* Lembaran Berita %e&arah Lisan no. 9 bulan @ tober 1984. !dam, !s"i #arman. $%e&arah Lisan 'i !sia Tenggara, %e&arah (orban di )ndonesia* dalam P. Lim Pui ,uen, -ames ,. .orrison, dan (/a 0hong 1uan, Sejarah Lisan Di Asia Tenggara: Teori dan Metode, -a arta: LP23%, 4555. !ne a (egiatan %e&arah Lisan !rsip =asional >) dalam Lembaran Berita %e&arah Lisan no. 8 bulan .aret 1984. Bigalte, Terr+, $The @ral ,istor+ .ethod* Lembaran Berita %e&arah Lisan nomor 9 bulan @ tober 1984. Burguiere, !ndre. Dictionaire des Sciences histori!"es, Paris: Presse :ni"ersitaire de ;ran7o, 198<. 0he/, 'aniel, $.etodologi %e&arah Lisan: Pende atan Pengalaman ,idup* dalam P. Lim Pui ,uen, -ames ,. .orrison, dan (/a 0hong 1uan, Sejarah Lisan Di Asia Tenggara: Teori dan Metode, -a arta: LP23%, 4555. 'arban, !dab+. $Beberapa 0atatan Lapangan Penelitian %e&arah Lisan di Pedesaan dan %e itarn+a* Lembaran Berita %e&arah Lisan edisi nomor 12 bulan .aret 1991. '&oened, .ar/ati dan =ugroho =otosusanto, Sejarah 7asional #ndonesia jilid #0V# A-a arta: Balai Pusta a, 1995. ,uen, P. Lim Pui, $>e onstru si %e&arah Pengalaman ,idup*, P. Lim Pui ,uen, -ames ,. .orrison, dan (/a 0hong 1uan, Sejarah Lisan Di Asia Tenggara: Teori dan Metode, -a arta: LP23%, 4555. (artodird&o, %artono. $Pengalaman (ole ti? sebagai @b+e %e&arah Lisan* Lembaran Berita %e&arah Lisan edisi nomor 12 bulan .aret 1991. (ata pengantar reda si Lembaran Berita %e&arah Lisan =o. 12 bulan .aret 1991. Lapian, !.B. $0atatan Permulaan Bagi Pe/a/an7ara* dalam Berita Lem aran Sejarah Lisan no 11 bulan .aret 1988. EEEEEEEEE. $%umber Primer atau %e underF Tergantung Pada (onte s Permasalahn+a* Lembaran Berita %e&arah Lisan nomor 9, bulan @ tober 1984. Laporan husus Panitia Lo a ar+a %e&arah Lisan dalam Lembaran Berita %e&arah Lisan =o. 9 bulan @ tober 1984. Lohanda, .ona. Oral History in #ndonesia: A $ritical %e&ie'. Ama alah tida diterbit anB EEEEEEEEEEEEE. $%umber %e&arah Lisan 'alam Penulisan %e&arah (ontemporer )ndonesia*, Lembaran Berita %e&arah Lisan nomor 8 bulan .aret 1984. .orrison, -ames. $Perspe sti? 1lobal %e&arah Lisan di !sia Tenggara* dalam P. Lim Pui ,uen, -ames ,. .orrison, dan (/a 0hong 1uan, Sejarah Lisan Di Asia Tenggara: Teori dan Metode, -a arta: LP23%, 4555. =otosusanto, =ugroho. Masalah Penelitian Sejarah *ontem3orer A-a arta: )nti )da+u Press, 1984B. @ral ,istor+ %teering 0ommittee o? the =ational !r7hi"es o? )ndonesia, $The @ral ,istor+ Programme o? The =ational !r7hi"es o? )ndonesia A! 0ountr+ >eportB*, Lembaran Berita %e&arah Lisan =omor 12 bulan .aret 1991. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 'epartemen Pendidi an =asional, *am"s Besar Bahasa #ndonesia A-a arta: Balia Pusta a, 1997B 7et. esembilan. >ossa, -ohn, !+u >atih dan ,ilmar ;arid. Tah"n (ang Ta) Pernah Bera)hir: Memahami Pengalaman *or an +,-. /sai0/sai Sejarah Lisan A-a arta: 3lsam9Tru 9)%%), 4554B. %hotam, =irmala Puru, Proses 8a'ancara 7aratif9 P. Lim Pui ,uen, -ames ,. .orrison, dan (/a 0hong 1uan, Sejarah Lisan Di Asia Tenggara: Teori dan Metode, -a arta: LP23%, 4555. %oemartini, $(ata Pembu aan (epala !rsip =asional >)* Lembaran Berita %e&arah Lisan no. 9 bulan @ tober 1984. %ur&omihard&o, !bdurrahman. $%e&arah Lisan dan Pengenalan !/al Bagi Peminat Baru*, Lembaran Berita %e&arah Lisan no 11 bulan .aret 1988. %ur&o, '&o o. $%e&arah Lisan untu %e&arah %osial* Lembaran Berita %e&arah Lisan edisi nomor 12 bulan .aret 1991. %+u ur, !bdul. 1era)an 2sroh di #ndonesia: Peristi'a Lam3"ng 4565 A-og&a arta: @mba , 4552B. Thompson, Paul. The Voice of the Past: Oral History, London: Butler & Tanner, 1978, hal. 47.

1<