Anda di halaman 1dari 32

A.

DEFINISI GLAUKOMA Glaukoma adalah suatu penyakit dimana tekanan didalam bola mata meningkat sehingga terjadi kerusakan saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. Glaukoma adalah sekelompok kelainan/kerusakan mata yang ditandai dengan berkurangnya peningkatan tekanan (Barbara C. Long) Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang ditandai dengan berkurangnya lapang pandang akibat kerusakan saraf optikus kerusakan ini berhubungan dengan peningkatan TI yang terlalu tinggi. (Brunner ! "uddarth) "emakin tinggi tekanannya# semakin $epat kerusakan saraf optikus tersebut berlangsung. %eningkatan TI peredaran normal humor a&ues. B. KLASIFIKASI '. Glaukoma sudut terbuka (. Glaukoma sudut tertutup ). Glaukoma kongenitalis *. Glaukoma sekunder +eempat jenis glaukoma ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenannya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif. C. ETIOLOGI Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh $airan en$er yang disebut humor a&ueus. Bila dalam keadaaan normal# $airan ini dihasilkan didalam bilik posterior# mele,ati pupil masuk kedalam bilik anterior lalu mengalir dari mata melalui suatu saluran. -ika aliran $airan ini terganggu (biasanya karena penyumbatan yang menghalangi keluarnya $airan dari bilik anterior)# maka akan terjadi peningkatan tekanan. %eningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara saraf optikus dan retina di bagian belakang mata. .kibatnya pasokan darah kesaraf optikus berkurang sehingga sel/sel sarafnya mati. +arena saraf optikus mengalami kemunduran# maka akan terbentuk bintik buta pada lapang pandang mata. 0ang pertama terkena adalah lapang pandang tepi# lalu diikuti oleh lapang pandang sentral. -ika tidak diobati# glaukoma pada akhirnya bisa menyebabkan kebutaan. D. MANIFESTASI KLINIK terjadi akibat perubahan patologis yang menghambat

1. GLAUKOMA SUDUT TERBUKA %ada glaukoma sudut terbuka# saluran tempat mengalirnya humor a&ueus terbuka# tetapi $airan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. "e$ara bertahap akan meningkat (hampir selalu pada kedua bola mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif. 1ilangnya fungsi penglihatan pada bagian lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar keseluruh bagian lapang pandang# meyebabkan kebutaan. Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia )2 tahun# tetapi kadang terjadi pada anak/anak. %enyakit ini $enderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau myopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam. %ada a,alnya# peningkatan tekanan didalam mata tidak menimbulkan gejala. Lama kelamaan timbul gejala 3 a. $. %enyempitan lapang pandang tepi. Gangguan penglihatan yag tidak jelas (misalnya 3 melihat lingkaran di sekeliling $ahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan). %ada akhirnya terjadi peyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda/benda yang terletak disisi lain ketika penderita melihat lurus kedepan (disebut penglihatan tero,ongan). Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. 2. GLAUKOMA SUDUT TERTUTUP Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor a&ueus terhalang oleh iris. "etiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya 3 $ahaya redup# tetes mata pelebaran pupil yang digunakan untuk pemeriksaan atau obat tertentu) bisa menyebabkan penyumbatan aliran $airan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser kedepan dan se$ara tiba/tiba menutup saluran humor a&ueus sehingga terjadi peningkatan tekanan didalam mata se$ara mendadak. "erangan bisa dipi$u oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil atau bisa juga timbul tanpa adanya pemi$u. Glaukoma akut bisa sering terjadi karena pupil se$ara alami akan melebar diba,ah $ahaya yang redup. 4pisode akut dari glaukoma sudut tertutup dapat menyebabkan3 a. %enurunan fungsi penglihatan ringan b. Terbentuknya lingkaran ber,arna di sekeliling $ahaya b. "akit kepala ringan

a.

5yeri pada mata dan kepala. Gejala tersebut berlangsung hanya bebrapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut. "erangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan se$ara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. %enderita juga mengalami mual dan muntah. +elopak mata membengkak# mata berair dan merah. %upil melebar dan tidak menge$il jika diberi sinar yang terang. "ebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan# tetapi serangan tersebut bisa berulang. "etiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

3. GLAUKOMA SEKUNDER Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat 3 a. $. e. Infeksi Tumor %enyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor a&ueus dari bilik anterior. %enyebab paling sering ditemukan adalah uveitis. %enyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus# $edera mata# pembedahan mata dan pendarahan kedalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler. 4. GLAUKOMA KONGENITALIS Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan saluran humor a&ueus. Glaukoma seringkali diturunkan. E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK %emeriksaan mata yang biasa dilakukan adalah 3 '. %emeriksaan dengan oftalmoskop bisa menunjukkan adanya perubahan pada saraf optikus akibat Glaukoma. 2. %engukuran tekanan intraokuler dengan tonometri. Tekanan didalam bilik anterior disebut tekanan intraokuler dan bisa diukur dengan menggunakan tonometri. Biasanya jika tekanan intraokuler lebih besar dari (6/(( mm# dikatakan telah terjadi peningkatan tekanan. +adang Glaukoma terjadi pada tekanan normal. ). %engukuran lapang pandang. *. +etajaman penglihatan. 2. Tes 7efraksi b. %eradangan d. +atarak yang meluas

8. 7espon refleks pupil 9. %emeriksaan slit lamp :. %emeriksaan gonioskopi (lensa khusus untuk mengamati saluran humor a&ueus) F. PENGOBATAN 1. Glaukoma Sudu T!"#uka bat tetes mata biasanya bisa mengendalikan Glaukoma sudut terbuka. bat tetes yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timonol# beta;olol# $arteolol# le<obunolol atau metipranolol)# yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan $airan didalam mata. -uga diberikan pilo$arpine unuk memperke$il pupil dan meningkatkan pengaliran $airan dari bilik anterior. pengaliran $airan atau mengurangi pembentukan $airan). -ika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat/obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditorelir oleh penderita# maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran $airan dari bilik anterior. =igunakan sinar laser untuk membuat lubang didalam didalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi). a. >inum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan Glaukoma. b. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya a$eta?olamide) $. Tetes mata pilo$arpine menyebabkan pupil menge$il sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. d. @ntuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta blo$ker. e. f. "etelah suatu serangan# pemberian pilo$arpine dan beta blo$ker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. %ada kasus yang berat# untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intra<ena (melalui pembuluh darah). bat lainnya yang juga diberikan adalah epinephrine# dipi<ephrine# atau $arba$ol (untuk memperbaiki

g.

Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu men$egah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit se$ara permanen. -ika Glaukoma tidak dapat diatasi dengan menggunakan laser# dilakukan pembedahan

untuk membuat lubang pada iris. -ika kedua mata memiliki saluran yang sempit# maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya trejadi pada salah satu mata. 2. Glaukoma S!ku$d!" %engobatan Glaukoma tergantung pada penyebabnya. -ika penyebabnya adalah peradangan# diberikan $orti$osteroid dan obat untuk melebarkan pupil. +adang dilakukan pembedahan. ). Glaukoma Ko$%!$& al&' @ntuk mengatasi Glaukoma konginetalis dilakukan pembedahan. P!m#!da(a$ a. %loukoma 'udu !"#uka %embedahaan diindikasikan bila $ara konser<atif gagal %rosedur 3 laser trabe$ula plasty =imana suatu laser ?at argon disaratkan langsung ke jaringan. Trabekular untuk merubah susunan jaringan dan membuka aliran dari humor a&eous. #. %loukoma 'udu !" u u) biasanya memerlukan pembedahan iridatomy atau iride$tomy perifer prosedur penyaringan dilakukan bila prosedur lain gagal untuk menekan peningkatan I % prosedur terpilih biasanya Trabe$ule$tomy yaitu membuat pembukaan antara ruang anterior dan rongga dan rongga sub konjungti<a. >embantu kenyamanan 5yeri biasanya berkurang bila I % menurun. .nalgetik dapat dianjurkan# kompres dingin dapat membantu untuk nyeri spasme pada mata. %enyuluhan dan konseling %asien yang baru didiagnosa perlu bantuan dalam mengerti ( memahami ) dan belajar hidup dengan penyakitnya. %era,at hendaknya menjelaskan kepada pasien bah,a penglihatannya yang hilang tidak dapat dipulihkan se$ara sempurna namun kehilangan yang berlanjut dapat di$egah dan orang tersebut tetap kehilangan yang berlanjut dapat di$egah dan orang tersebut tetap dapat beraktifitas bila pengobatannya terus menerus. G. PENCEGA*AN

Tidak ada tindakan yang dapat men$egah terjadinya Glaukoma sudut terbuka. -ika penyakit ini ditemukan se$ara dini# maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa di$egah dengan pengobatan. rang/orang yang memiliki resiko menderita Glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalani pemeriksaan mata yang rutin dan jika resikonya tinggi sebaiknya menjalani iridotomi untuk men$egah serangan akut. *. PAT*OFISIOLOGI Tekanan intraokuler dipertahankan oleh produksi dan pengaliran humor a&ueus yang terus menerus di rongga anterior. Glaukoma terjadi bila ada hambatan dalam pengaliran humor a&ueus yang menyebabkan peningkatan TI . Bila tekanan terus meningkat dapat terjadi kerusakan mata saraf/saraf optik# gangguan penglihatan dan sel A sel saraf retina beregenerasi. %erubahan pertama sebelum sampai hilangnya penglihatan adalah perubahan penglihatan perifer# bila hal ini tidak segera ditangani bisa timbul kebutaan. I. PENGKA+IAN KEPERA,ATAN %engkajian kepera,atan meliputi identifikasi beberapa perubahan dalam penglihatan dan mengkaji ketidaknyamanan 3 '. %englihatan a. +etajaman penglihatan# shelen$hart bila tersedia# memba$a jarak jauh# memba$a jarak dekat. b. Lapang pandang# test konfrontasi. $. .danya bayangan sekitar $ahaya (hallo) (. +etidaknyamanan a. $. 5yeri mata B tumpul# berat >ual dan muntah =iagnosa kepera,atan yang mungkin mun$ul pada glaukoma adalah 3 a. Gangguan sensori per$eptual b.d gangguan penerimaan sensori# gangguan status organ indera. b. .nsietas b.d perubahan status kesehatan 3 adanya nyeri

b. "akit kepala B derajat beratnya +. DIAGNOSA KEPERA,ATAN

$.

+urang pengetahuan b.d ketidakmampuan mengingat dan salah interprestasi informasi.

K. INTER-ENSI '. Gangguan sensori per$eptual b.d gangguan penerimaan sensori# gangguan status organ indera. Tujuan a. $. 3 =aya penglihatan membaik dengan kriteria hasil 3 %asien dapat melihat dengan jelas Cisus mata tidak menurun Inter<ensi 3 Tentukan ketajaman penglihatan# $atat apakah satu atau dua mata terlibat 7asional 3 kebutuhan indi<idu dan pilihan inter<ensi ber<ariasi sebab kehilangan penglihatan terjadi lambat dan progresif# bila bilateral tiap mata tetap berlanjut pada laju yang berbeda tetapi biasanya hanya satu mat yang diperbaiki per prosedur rientasikan pasien terhadap lingkungan# pera,at# pasien lain di sekitarnya. 7asional 3 meningkatkan rasa nyaman dan kekeluargaan Letakkan barang yang dibutuhkan dalam jangkauan 7asional 3 memungkinkan pasien melihat obyek lebih mudah bser<asi tanda/tanda disorientasi B pertahankan pengaman tempat tidur 7asional 3 menurunkan resiko jatuh apabila pasien bingung akibat keterbatasan penglihatan

b. >ata tidak mudah lelah

(. .nsietas b.d perubahan status kesehatan 3 adanya nyeri Inter<ensi tindakan3 Tujuan 3 ansietas berkurang dengan kriteria hasil 3 a. a. $. Dajah klien tampak rileks +aji tingkat ke$emasan klien -elaskan kepada klien dan keluarga bah,a semuanya adalah $obaan dari Tuhan. b. +lien paham tentang penyakitnya b. .lihkan perhatian klien (berdoa# menonton tele<isi# memba$a buku) d. Tenangkan klien dan beri rasa aman.

e. f.

=engarkan keluhan klien. Beri pendampingan dan support pada klien DAFTAR PUSTAKA

"melt?er# "u?anne. C# Bare# Brenda. G. (66'. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth disi ! "ol. #. -akarta3 4GC =oengoes# >arylinn. 4. (666. $en%ana Asuhan Keperawatan& 'edoman untuk 'eren%anaan dan 'endokumentasian 'erawatan 'asien. -akarta3 4GC Carpenito# Lynda -uall. (66'. Buku Saku (ia)nosa Keperawatan disi !. jakarta3 4GC %ri$e# "yl<ia. .. 'EE2. 'atofisiolo)& Konsep Klinis 'roses-'roses 'en*akit disi + ,uku --. -akarta3 4GC

LAPORAN PENDA*ULUAN GLAUKOMA


..=4FI5I"I Glaukoma adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intra okuler (Long Barbara# 'EE8) Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa tekanan intra okuler penggaungan pupil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata. B.4TI L GI '.%rimer3 Terdiri dari a..kut3 =apat disebabkan karena trauma b.+ronik3 =apat disebabkan karena keturunan dalam keluarga seperti3 =iabetes mellitus# .rterisklerosis# %emakaian kortikosteroid jangka panjang# >iopia tinggi dan progresif (."ekunder3 =isebabkan penyakit mata lain seperti3 +atarak# %erubahan lensa# +elainan u<ea# %embedahan. C.+L."IFI+."I '.Glukoma primer3 Glukoma sudut terbuka terjadi karena tumor a&ueus mempunyai pintu terbuka ke jaringan trabekular kelainannya berkenang lambat. Glaukoma sudut tertutup. Glaukoma sudut tertutup terjadi karena ruang anterior menyempit# sehingga iris terdorong ke depan# menempel ke jaringan trabekular dan menghambat humor a&oeus mengalir ke saluran s$hlemm. (.Glaukoma sekunder3 Glaukoma yang terjadi akibat penyakit mata lain yang menyebabkan penyempitan sudut / peningkatan <olume $airan dari dalam mata dapat

diakibatkan oleh3 perubahan lensa# +elainan u<ea# Trauma# Bedah ).Glaukoma kongenital3 Glaukoma yang terjadi akibat kegagalan jaringan mesodermal memfungsikan trabekular *.Glaukoma absolut3 1asil akhir dari suatu glaukoma yang tidak terkontrol yaitu mengerasnya bola mata# berkurangnya penglihatan sampai dengan nol# dan rasanyeri. Glaukoma absolute merupakan keadan terakhir dari semua ma$am glau$oma dimana ketajaman penglihatan sudah menjadi nol# rata/rata terjadi setelah satu atau dua tahun serangan pertama glau$oma apabila tidak mendapat pengobatan# tidak dioperasi# salah diagnosis# salah penanganan atau tekanan intra okuler dibiarkan meninggi. =.T.5=. =.5 G4-.L. '.Glaukoma primer a.Glaukoma sudut terbuka3 +erusakan <isus yang serius# Lapang pandang menge$il dengan ma$amAma$am skotoma yang khas# %erjalanan penyakit progresif lambat b.Glaukoma sudut tertutup3 5yeri hebat didalam dan sekitar mata# Timbulnya halo di sekitar $ahaya# %andangan kabur# "akit kepala# >ual# muntah# +edinginan# =emam bahkan perasaan takut mati mirip serangan angina# yang dapat sedemikian kuatnya sehingga keluhan mata (gangguan penglihatan# foto fobia dan lakrimasi) tidak begitu dirasakan oleh klien (.Glaukoma sekunder3 %embesaran bola mata# Gangguan lapang pandang# 5yeri di dalam mata ).Glaukoma kongenital3 Gangguan penglihatan 4.%.T FI"I L GI Tekanan Intra kuler ditentukan oleh ke$epatan produksi akues humor dan aliran keluar akues humor dari mata. TI normal '6 A (' mm1g dan dipertahankan selama terdapat keseimbangan antara produksi dan aliran akueos humor. .kueos humor diproduksi di dalam badan silier dan mengalir ke luar melalui kanal s$hlemm ke dalam sistem <ena. +etidakseimbangan dapat terjadi akibat produksi berlebih badan silier atau oleh peningkatan hambatan abnormal terhadap aliran keluar akueos melalui $amera o$uli anterior (C .). %eningkatan tekanan intraokuler G () mm1g memerlukan e<aluasi yang seksama. Iskemia menyebabkan struktur ini kehilangan fungsinya se$ara bertahap. +erusakan jaringan biasanya dimulai dari perifer dan bergerak menuju fo<ea sentralis. +erusakan <isus dan kerusakan saraf optik dan retina adalah ire<ersibel dan hal ini bersifat permanen tanpa penanganan# glaukoma dapat menyebabkan kebutaan. 1ilangnya penglihatan ditandai dengan adanya titik buta pada lapang pandang. F.+ >%LI+."I -ika tidak diobati# bola mata akan membesar dan hampir dapat dipastikan akan terjadi kebutaan. G.%4>47I+"..5 %45@5-.5G '.%emeriksaan retina (.%engukuran tekanan intraokuler dengan menggunakan tonometri ).%emeriksaan lapang pandang *.%emeriksaan ketajaman penglihatan 2.%emeriksaan refraksi 8.7espon refleks pupil 9.%emeriksaan slit lamp

1.%45.T.L.+".5..5 Tujuan penatalaksanaan adalah menurunkan TI ke tingkat yang konsisten dengan mempertahankan penglihatan# penatalaksanaan berbeda/beda tergantung klasifikasi penyakit dan respons terhadap terapi3 '.Terapi obat3 .seta Holamit (diamo;# glaupak;) 266 mg oral. %ilokarpin 1$l (/8 I ' tts / jam. (.Bedah la?er3 %enembakan la?er untuk memperbaiki aliran humor a&ueus dan menurunkan tio. ).Bedah konfensional3 Iredektomi perifer atau lateral dilakukan untuk mengangkat sebagian iris unutk memungkinkan aliran humor a&ueus =ari kornea posterior ke anterior. Trabekulektomi (prosedur filtrasi) dilakukan untuk men$iptakan saluran balu melalui s$lera. ."@1.5 +4%47.D.T.5 ..I=45TIT." +LI45 B.I=45TIT." %45.5GG@5G -.D.B C.7ID.0.T +4%47.D.T.5 >.". L.L@ %enyakit yang pernah diderita3 glaukoma# katarak# hipertensi# =>J +ebiasaan buruk3 >iras# merokok# makanan asinJ %enyakit keturunan3 =># miopiaJ perasi3 mataJ =.7ID.0.T +4%47.D.T.5 "4+.7.5G +eluhan utama3 %using# pandangan kabur# nyeri mata# sesak# mual# muntahJ 4.%45G+.-I.5 %47% L. +4"41.T.5 '.%ersepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan .pakah klien tahu tentang penyakitnyaJ .pa yang dilakukan jika rasa sakitnya timbulJ .pakah pasien tahu penyebab dari rasa sakitnyaJ Tanda dan gejala apa yang sering mun$ul jika terjadi rasa sakitJ (.5utrisi metabolik .pakah klien merasa mual/muntahJ .pakah klien mengalami anoreksiaJ >akan/minum3 frekuensi# porsi# jenis# <olemeJ ).4liminasi .pakah B.B/B.+ teratur# frekuensi# ,arna# konsistensi# keluhan nyeriJ *..kti<itas dan latihan .pakah memerlukan bantuan saat berakti<itas (mandiri# sebagian# total)J .pakah pada saat berakti<itas sesak# palpitasi# kelemahan# $epat lelahJ 2.Tidur dan istirahat .pakah tidur klien tergangguJ Berapa lama# kualitas tidur (siang siang dan/malam J +ebiasaan sebelum tidurJ 8.+ognitif dan persepsi sensori .pakah mengalami nyeri (%K7"T)J +eluhan gangguan pan$ainderaJ 9.%ersepsi dan konsep diri Bagaimana pandangan pasien dengan dirinya terkait dengan penyakitnyaJ :.%eran dan hubungan dengan sesama

Bagaimana hubungan dengan orang lain (teman# keluarga# pera,at# dan dokter)J .pakah merasa pekerjaan terganggu# siapa yang menggantikanJ E.7eproduksi dan seksualitas .pakah ada gangguan hubungan seksual klien (mestruasi teraturJ ImpotensiJ)J '6.>ekanisme koping dan toleransi terhadap stres Bagaimana menghadapi masalahJ .pakah klien stres dengan penyakitnyaJ Bagaimana klien mengatasinyaJ "iapa yang biasa membantu mengatasi/men$ari solusiJ ''.5ilai dan keper$ayaan "ebelum sakit Bagaimana kebiasaan dalam menjalankan ajaran .gamaJ "aat sakit .pakah ada tindakan medis yang bertentangan keper$ayaanJ .pakah penyakit yang dialami mengganggu dalam menjalankan ajaran .gama yang dianutJ F.%4>47I+"..5 FI"I+ '.+eadaan umum 3 (.+esadaran 3 ).Tanda/tanda <ital 3 *."tatus gi?i 3 2.%emeriksaan 1ead to toe a.+ulit# rambut# dan kuku ')Inspeksi ,arna kulit# jaringan parut# lesi dan <askularisasi ()Inspeksi dan palpasi kuku tentang ,arna# bentuk# dan $atat adanya abnormalitas ))%alasi kulit untuk mengetahui suhu# turgor# tekstur (halus/kasar)edema# dan massa b.+epala3 ')Inspeksi kesimetrisan muka# tengkorak# kulit kepala (lesi# massa) ()%alpasi dengan $ara merotasi dengan lembut ujung jari ke ba,ah dari tengah garis kepala ke samping. @ntuk mengetahui adanya bentuk kepala# pembengkakan# massa# dan nyeri tekan# kekuatan akar rambut. $.>ata ')Inspeksi kelopak mata# perhatikan bentuk dan kesimetrisannya ()Inspeksi daerah orbital adanya edema# kemerahan# atau jaringan lunak diba,ah bidang orbital. ))Inspeksi konjungti<a dan sklera dengan menarik/ membuka kelopak mata. %erhatikan ,arna# edema# dan lesi. *)Inspeksi kornea (kejernihan dan tekstur kornea) dengan berdiri disamping klien dengan menggunakan sinar $ahaya tidak langsung. 2)Inspeksi pupil terhadap sinar $ahaya langsung dan tidak langsung. .mati kesimetrisan# ukuran# bentuk# dan reflek terhadap $ahaya (ner<us okulomotorius) 8)Inspeksi iris terhadap bentuk dan ,arna 9)Inspeksi dan palpasi kelenjar lakrimal adanya pembengkakakn dan kemerahan. :)@ji ketajaman penglihatan (<isus)# dengan menggunakan snellen $ard/jari tangan pemeriksa. %emeriksa berdiri 8 > dari pasien (ner<us optikus). E)@ji lapang pandang dengan pasien berdiri atau duduk 86 $m dari pemeriksa. '6)@ji gerakan mata pada delapan arah pandangan dengan menggerakkan jari pemeriksa se$ara perlahan (ner<us okulomotorius# ner<us trokhlearis# ner<us abdus$en) d.1idung

')Inspeksi hidung eksterna dengan melihat bentuk# kesimetrisan# adanya deformitas atau lesi# dan $airan yang keluar. ()%alpasi lembut batang dan jaringan lunak hudung adanya nyeri# massa dan nyeri# massa dan penyipangan bentuk# serta palpasi sinus/sinus hidung. ))%eriksa patensi neres dengan meletakkan jari di depan lubang hidung dan minta pasien bernapas melalui hidung. Bandingkan antara neres kanan dan kiri# kaji kemampuan pasien membau (ner<us olfaktorius). *)>asukkan spekulum hidung dengan minta pasien mengangkat kepala kebelakang. =engan bantuan penlight amati ,arna# lesi# $airan# massa# dan pembengkakan. e.Telinga ')Inspeksi kesimetrisan dan letak telinga ()Inspeksi telinga luar# ukuran# bentuk# ,arna# dan adanya lesi. ))%alpasi kartilago telinga untuk mengetahui jaringan lunak. Tekan tragus kedalam dan tulang telinga ke ba,ah daun telinga (bila peradangan akan nyeri). *)%alpasi tulang telinga (prosesus mastoideus) 2)Tarik daun teinga se$ara perlahan ke atas dan ke belakang. %ada anak/anak daun telinga ditarik ke ba,ah# kemudian amati liang telinga adanya kotoran# serumen# $airan# dan peradangan. 8)@ji fungsi pendengaran dengan menggunakan arloji# suara/ bisikan dan garpu tala (tes Debber# 7inne# ",aba$$h). (ner<us auditorius). f.>ulut dan faring ')Inspeksi ,arna dan mukosa bibir# lesi# dan kelainan koninetal ()>inta pasien membuka mulut# jika pasien tidak sadar bantu dengan sudup lidah. Inpeksi keberihan jumlah# dan adanya $aries. ))>inta pasien buka mulut# inpeksi lidah akan kesimetrisan# ,arna# mukosa# lesi# gerakan lidah (ner<us hipoglosus) *)Inspeksi faring terhadap ,arna# lesi# peradangan tonsil 2)>elakukan pemeriksaan pembedaan rasa pada ujung lidah (ner<us fasialis) 8)>eminta pasien menelan dan membedakan rasa pada pangkal lidah (ner<us glosofaringeal). 9)>enguji sensasi faring (berkata LahL). (ner<us <agus). g.Leher ')Inspeksi bentuk leher# kesimetrisan# ,arna kulit# adanya pembengkakakn# jaringan parut atau massa (muskulus sternokleidomastoideus) ()Inspeksi gerakan leher ke kanan dan ke kiri (ner<us aksesorius) ))Inspeksi kelenjar tiroid dengan minta pasien menelan dan amati gerakan kelenjar tiroid pada takik suprasternal (normalnya tidak dapat dilihat) *)%alpasi kelenjar limfe/kelenjar getah bening 2)%alpasi kelenjar tiroid h.Thorak dan tulang belakang ')Inspeksi kelainan bentuk thorak (barrel $hest# pigeon $hest# funnel $hest). ()Inspeksi kelainan bentuk tulang belakang (skoliasis# kifosis# lordosis). ))%alpasi adanya krepitus pada kosta *)+husus pasien ,anita dilakukan pemeriksaan inspeksi payudara3 bentuk# ukuran. i.%aru posterior# lateral# anterior ')Inspeksi kesimetrisan paru ()%alpasi (taktil fremitus) dengan meminta pasien menebutkan angka atau huruf yang bergetar ($ontoh 999). Bandingkan paru kanan dan kiri. ))%alpasi pengembangan paru dengan meletakkankedua ibu jari tangan ke prosesus ;ifoideus dan minta pasien bernapas panjang. @kur pergeseran kedua ibu jari.

*)%erkusi dari pun$ak paru ke ba,ah (supraskapularis/)/* jari dari pundak sampai dengan torakal '6). Catat suara perkusi3 sonor/hipersonor/redup. 2).uskultasi bunyi paru saat inspirasi dan akspirasi (<esikuler# bronho<esikuler# bron$hial# tra$healB suara abnormal3 ,he??ing# ron$hi# krekles. j.-antung dan pembuluh darah ')Inspeksi titik impuls maksimal# denyutan api$al. ()%alpasi area aorta pada interkosta ke/( kanan# pulmonal pada interkosta ke/( kiri# dan pindah jari/jari ke interkosta )# dan * kiri daerah trikuspidalis# dan mitral pada interkosta 2 kiri. +emudian pindah jari dari mitral 2/9 $m ke garis midkla<ikula kiri (denyut apkal). ))%erkusi untuk mengetahui batas jantung (atas/ba,ah# kanan/kiri). *).uskultasi bunyi jantung I dan II pada * titik (tiap katup jantung)# dan adanya bunyi jantung tambahan. 2)%eriksa <askularisasi perifer dengan meraba kekuatan denyut nadi. k..bdomen ')Inspeksi dari depan dan samping pasien (adanya pembesaran# datar# $ekung# kebersihan umbilikus) ().uskultasi * kuadran (peristaltik usus diukur dalam ' menit# bising usus) ))%alpasi3 epigastrium# lien# hepar# ginjal# dan suprapubik. *)%erkusi3 * kuadran (timpani# hipertimpani# pekak) 2)>elakukan pemeriksaan turgor kulit abdomen 8)>engukur lingkar perut l.Genitourinari ')Inspeksi anus (kebersihan# lesi#massa#perdarahan) dan lakukan tindakan re$tal tou$he (khusus laki/laki untuk mengetahui pembesaran prostat). ()Inspeksi alat kelamin/genitalia ,anita3 kebersihan# lesi#massa# keputihan# perdarahan# $iran# bau. ))Inspeksi alat kelamin/genitalia pria3 kebersihan# lesi# massa# $airan# bau# pertumbuhan rambut # bentuk dan ukuran penis# keabnormalan prepusium dan gland penis. *)%alpasi skrotum dan testis sudah turun atau belum m.4kstremitas ')Inspeksi ekstremitas atas dan ba,ah3 kesimetrisan# lesi# massa ()%alpasi3 tonus otot# kekuatan otot ))+aji sirkulasi3 akral hangat/dingin# ,arna# $apillary reffil time# danedema *)+aji kemampuan pergerakan sendi 2)+aji reflek fisiologis3 bisep# trisep# patela# ar$illes 8)+aji reflek patologis3 reflek plantar (babinsky) G.%4>47I+"..5 %45@5-.5G '.%emeriksaan retina (.%engukuran tekanan intraokuler dengan menggunakan tonometri ).%emeriksaan lapang pandang *.%emeriksaan ketajaman penglihatan 2.%emeriksaan refraksi 8.7espon refleks pupil 9.%emeriksaan slit lamp 1.T47.%I Terapi yang didapat3 nama obat# dosis# ,aktu# rute# indikasiJ I.=I.G5 ". +4%47.D.T.5 =.5 I5T47C45"I '.5yeri akut berhubungan dengan agen injuri biologis# fisik.

Tujuan3 5yeri akut teratasi setelah dilakukan tindakan kepera,atan selama ';(*jam dengan kriteria hasil3 %asien tidak mengeluh nyeri %asein tidak mengeluh sesak %ernapasan '(/(';/mnt Tekanan darah '(6/'(E/:6/:*mm1g 5adi 86/'66;/mnt Inter<ensi3 ')@kur tanda/tanda <ital3 tekanan darah# nadi# pernapasan# suhu# saturasi 7/mengetahui keadaan pasien ()>onitor derajat dan kualitas nyeri (%K7"T)J 7/mengetahui rasa nyeri yang dirasakan )).jarkan teknik distraksi/relaksasi/napas dalam 7/mengurangi rasa nyeri *)Beri posisi nyaman 7/untuk mengurangi rasa nyeri 2)Beri posisi semifo,ler 7/memenuhi kebutuhan oksigen 8)Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien 7/memenuhi kebutuhan pasien 9).njurkan untuk $ukup istirahat 7/memper$epat proses penyembuhan :)+olaborasi/lanjutkan pemberian analgetikB nama# dosis# ,aktu# $ara# indikasi 7/mengurangi rasa nyeri (.%erfusi jaringan serebral/perifer tidak efektik berhubungan dengan aliran arteri terhambat. Tujuan3 %erpusi jaringan serebral teratasi setelah dilakukan tindakan kepera,atan selama ';(*jam dengan kriteria hasil3 %asien tidak mengeluh pusing %asien tidak mengeluh sesak napas %ernapasan '(/(';/mnt Tekanan darah '(6/'(E/:6/:*mm1g 5adi 86/'66;/mnt C7T3 M) detik Inter<ensi3 ')@kur tanda/tanda <ital3 tekanan darah# nadi# pernapasan# suhu# saturasi 7/mengetahui keadaan pasien ()>onitor $apillary refill time 7/mengetahui status keadaan pasien ))>onitor kemampuan akti<itas pasien 7/mengetahui kemampuan pasien *).njurkan untuk $ukup istirahat 7/memper$epat pemulihan kondisi 2)Beri posisi semi fo,ler 7/memenuhi kebutuhan oksigen 8)Bantu akti<itas pasien se$ara bertahap 7/mengurangi beban kerja pasien 9)Cegah fleksi tungkai 7/menghindari penurunan staus kesadaran pasien :)Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien 7/men$ukupi kebutuhan pasien E)Beri $ukup nutrisi sesuai dengan diet 7/memper$epat pemulihan kondisi '6)+olaborasi/lanjutkan terapi oksigen 7/men$ukupi kebutuhan oksigen '')+olaborasi/lanjutkan terapi transfusi 7/memper$epat pemulihan kondisi pasien '()+olaborasi/lanjutkan pemberian obatB nama# dosis# ,aktu# $ara# indikasi 7/memper$epat proses penyembuhan ).+urang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan paparan# tidak familiar dengan sumber informasi. Tujuan3 %engetahuan pasien bertambah setelah dilakukan tindakan kepera,atan selama ';*2 menit dengan kriteria hasil3 %asien bisa menjelaskan

pengertian Bisa menyebutkan penyebab Bisa menyebutkan tanda dan gejala Bisa menyebutkan pera,atan Bisa menyebutkan pen$egahan Inter<ensi3 ')+ontrak ,aktu dengan pasien 7/menetapkan ,aktu untuk pendidikan kesehatan ()Berikan pendidikan kesehatan 7/meningkatkan pengetahuan pasien ))4<aluasi pengetahuan pasien 7/mengetahui keberhasilan pendidikan kesehatan *).njurkan kepada klien untuk melakukan apa yang telah disampaikan dalam pendidikan kesehatan 7/mengingatkan kembali pada pasien *.Intoleransi akti<itas berhubungan dengan ketidakkeimbangan suplai dan kebutuhan oksigen. Tujuan3 Intoleransi akti<itas teratasi setelah dilakukan tindakan kepera,atan selama ';(*jam dengan kriteria hasil3 %asien tidak mengeluh lemas %asien tidak mengeluh pusing %asien tidak mengeluh sesak napas %ernapasan '(/(';/mnt Tekanan darah '(6/'(E/:6/ :*mm1g 5adi 86/'66;/mnt C7T3 M) detik Inter<ensi3 ')@kur tanda/tanda <ital3 Tekanan darah# pernapasan# suhu# nadi. 7/mengetahui keadaan pasien ()>onitor kemampuan akti<itas pasien 7/mengetahui kemampuan pasien )).njurkan untuk $ukup istirahat 7/memper$epat pemulihan kondisi *)Beri posisi semi fo,ler 7/memenuhi kebutuhan oksigen 2)Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien 7/men$ukupi kebutuhan pasien 8)Bantu akti<itas pasien se$ara bertahap 7/mengurangi bebar kerja pasien 9)Beri $ukup nutrisi sesuai dengan diet 7/memper$epat pemulihan kondisi :)+olaborasi/lanjutkan terapi oksigen 7/men$ukupi kebutuhan oksigen E)+olaborasi/lanjutkan pemberian obatB nama# dosis# ,aktu# $ara# rute 7/memper$epat penyembuhan 2.+etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan dalam memasukkan# men$erna# mengabsorbsi makanan karena faktor biologi. Tujuan3 +etidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh teratasi setalah dilakukan tindakan kepera,atan selama );(* jam dengan kriteria hasil3 %asien tidak mengeluh lemas >akan habis ' porsi %asien tidak mual %asien tidak muntah Berat badan normal/ideal +onjungti<a merah muda 7ambut tidak rontok Inter<ensi3 ')@kur tanda/tanda <ital3 tekanan darah# nadi# pernapasan# suhu# saturasi 7/mengetahui keadaan pasien ()Timbang berat badan 7/mengetahui perubahan berat badan pasien ))>onitor adanya mual dan muntah 7/mengetahui keadaan pasien *)>onitor tonus otot# rambut merah dan mudah patah 7/mengetahui status kesehatan pasien 2)>onitor intake makanan/minuman 7/mengetahui nutrisi yang dikonsumsi pasien 8).njurkan untuk $ukup istirahat 7/memper$epat pemulihan kondisi 9).njurkan makan sedikit dan sering 7/supaya tidak mual dan tidak muntah :).njurkan pasien untuk meningkatkan makanan yang mengandung ?at besi# Citamin B'(# tinggi protein# dan Citamin C 7/memper$epat pemulihan kondisi pasien E)+olaborasi/lanjutkan pemberian obatB nama# dosis# ,aktu# $ara# indikasi 7/memper$epat penyembuhan 8.1ipertermia berhubungan dengan penyakit. Tujuan3 1ipertermia teratasi setelah dilakukan tindakan kepera,atan selama ';(* jam dengan kriteria hasil3 C/a;ila"uhu3 )8/)9 %ernapasan '(/(';/mnt Tekanan darah '(6/'(E/:6/:*mm1g 5adi 86/'66;/mnt Inter<ensi3 ')@kur tanda/ tanda <ital3 tekanan darah# nadi# pernapasan# suhu# saturasi 7/mengetahui keadaan klien ().njurkan untuk banyak minum N ( L/hari 7/memenuhi kebutuhan $airan )).njurkan untuk $ukup istirahat 7/memper$epat pemulihan kondisi *).njurkan untuk menggunakan pakaian yang tipis 7/ mengurangi rasa panas 2)Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien 7/men$ukupi kebutuhan pasien 8)Beri kompres hangat 7/<asodilatasi pembuluh darah 9)+olaborasi/lanjutkan pemberian therapi antipiretikB nama# dosis# ,aktu# $ara# indikasi 7/memper$epat penyembuhan 9.7esiko jatuh berhubungan dengan usia lebih 82 tahun# penyakit akut# sulit penglihatan. Tujuan3 %asien tidak jatuh setelah dilakukan tindakan kepera,atan selama ';(* jam

dengan kriteria hasil3 %asien tidak mengeluh pusing %asien bisa melihat dengan jelas %ernapasan '(/(';/mnt Tekanan darah '(6/'(E/:6/:*mm1g 5adi 86/ '66;/mnt C7T3 M) detik Inter<ensi3 ')@kur tanda/tanda <ital3 Tekanan darah# pernapasan# suhu# nadi. 7/mengetahui keadaan pasien ()>onitor kemampuan akti<itas pasien 7/mengetahui kemampuan pasien )).njurkan untuk $ukup istirahat 7/memper$epat pemulihan kondisi *)Libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pasien 7/men$ukupi kebutuhan pasien 2)+olaborasi/lanjutkan penggunaan alat bantu penglihatan/tongkat 7>enghindari kesalahpahaman persepsi pasien 8)+olaborasi untuk pembedahan 7/mengatasi permasalahan pasien :.7esiko infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat# prosedur in<asif# pertahanan sekunder tidak adekuat. Tujuan3 %asien tidak mengalami infeksi setelah dilakuakan tindakan kepera,atan selama (;(*jam dengan kriteria hasil3 =aerah tusukan infus tidak ada tanda peradangan 1asil laboratorium darah normal(Leukosit# 1b) Inter<ensi3 ')>onitor tanda/tanda peradangan 7/untuk melihat tanda/tanda peradangan ()>onitor pemeriksaan Laboratorium darah 7/untuk melihat kandungan darah ))Cu$i tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan 7/untuk menghindari inos *).njurkan untuk bed rest 7/memper$epat pemulihan kondisi 2)Batasi pengunjung 7/untuk men$egah inos 8)7a,at luka setiap hari d,engan teknik steril 7/men$egah infeksi 9)Beri nutrisi tinggi ?at besi# <itamin C 7/untuk membantu proses penyembuhan luka :)+olaborasi/lanjutkan pemberian obat antibiotik B nama# dosis# ,aktu# $ara 7/memper$epat penyembuhan =.FT.7 %@"T.+. Brunner ! "uddarth. (66(. +epera,ata >edikal Bedah# 4disi :# -akarta3 4GC Carpenito# Lynda -uall. (669. Buku "aku =iagnosis +epera,atan# 4disi '6# -akarta3 4GC >ansjoer. 'EEE. +apita "elekta +edokteran# 4disi III -ilid '# -akarta3 F+@I Brunner and suddart. (66(. +epera,atan >edikal Bedah# 4disi :# <ol. )# -akarta3 4GC >arylin 4. =oengus. (66(. 7en$ana .suhan +epera,atan# 4disi :# -akarta3 4GC %ur,adianto. (66(. %edoman %elaksanaan %raktis +edaduratan >edik# 4disi (# -akarta3 %L7@I 5anda. (662. =efinisi dan klasifikasi# -akarta3 %rima >edika

Makalah Katarak dan Glaukoma

B.B I %45=.1@L@.5 .. Latar belakang >ereka yang berusia *6 tahun keatas# kemungkinan bisa mengidap penyakit Glaukoma. 5amun demikian# tidak dipungkiri bisa juga menyerang semua umur dan tanpa batasan jenis kelamin. %enyakit ini timbul pada orang/orang yang mempunyai bakat glaukoma atau diakibatkan penyakit mata lain. Glaukoma disebabkan oleh peningkatan tekanan $airan di dalam mata. Glaukoma akut terjadi se$ara tiba/tiba.

+ondisi ini harus segera diatasi untuk menyelamatkan penglihatan. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan ke/( di dunia# diperkirakan 96 juta orang di dunia menderita glaukoma. =engan memeriksakan mata lebih dini# maka kebutaan akibat glaukoma dapat di$egah. "elain glukoma makalah ini juga akan membahas penyakit katarak. +atarak adalah proses kekeruhan yang terjadi pada sebagian atau seluruh bagian lensa mata. %enyebab katarak adalah karena faktor usia# ke$elakaan# terganggunya metabolisme tubuh akibat penyakit berkepanjangan# ba,aan lahir atau bahkan kera$unan. Gejala yang dirasakan oleh penderita katarak adalah penglihatan yang berkabut# silau# bila dilihat dengan bantuan $ahaya pada pupil akan terlihat keruh. +atarak yang terjadi akibat usia lanjut bertanggung ja,ab atas *:I kebutaan yang terjadi di dunia# yang me,akili ': juta ji,a# kelayakan bedah katarak di beberapa negara belum memadahi sehingga katarak tetap menjadi penyebab utama kebutaan. Bahkan di mana ada layanan bedah yang tersedia# pengelihatan rendah yang terkait dengan katarak masih dapat dijumpai# sebagai hasil dari lamanya menunggu untuk operasi dan hambatan untuk dioperasi# seperti biaya# kurangnya informasi dan masalah transportasi. B. Tujuan '. Tujuan @mum @ntuk mendapatkan pengetahuan tentang penyakit glukoma dan katarak # dan asuhan kepera,atan dengan kasus glukoma dan katarak (. Tujuan +husus "etelah melaksanakan asuhan kepera,atan pada pasien dengan glukoma dan katarak pemba$a mampu3 a) >engidentifikasi data yang menunjang masalah kepera,atan pada glikoma dan katarak b) >enentukan diagnosa kepera,atan pada pasien dengan glukoma dan katarak $) >enyusun ren$ana kepera,atan pada pasien dengan glukoma dan katarak d) >elaksanakan tindakan kepera,atan pada pasien dengan glukoma dan katarak e) >elaksanakan e<aluasi kepera,atan pada pasien dengan glukoma dan katarak

B.B II %4>B.1.".5 '. %47+4>B.5G.5 %47"4%"I "45" 7I I5=47. %45G4LI1.T.5 L.5"I. %erkembangan indera pengliatan pada bayi# de,asa dan lansia mengalami perkembangan. =ari bayi yang masih belum sempurna menjadi sempurna fungsinya pada usia de,asa dan mengalmi kemunduran fungsi pada usia lansia. +hususnya pada indera penglihatan atau mata pada usia lansia mengalami perubahan struktur sihingga mengalami kemunduran dari fungsi se$ara normal. Contoh pada bagian lensa terdiri sel/sel ynag se$ra normal sel/selnya selalu diaganti tetapi pada bagian tengah digantikan tetapi mengalmi kesulitan ganda selain posisinya yang ditengah juga jauh

dari a&uos humerous sebagai suplai nitrisi# sehingga disebut sel tertua. +arena bertambahnya usia maka sel bagian tengah ini mengalami kematian sehingga menjadi kaku. +arena kaku maka menjadikan tidak lentur# lensa menjadi tidak mampu mengambil bentuk sferis (bulat) yang digunakan untuk akomodasi penglihatan jarak dekat. %enurunan daya akomodasi berkaitan dengan usia disebut presbiopi. (. .5.T >I =.5 FI"I L GI I5=47. %45G4LI1.T.5 (>.T.) Fungsi +omponen >ata "T7@+T@7 L4T.+ F@5G"I .&ueous humour +orpus siliaris Bintik buta =iskus optikus Fo<ea Iris +ornea +oroid Lensa Ligamentum suspesorium >akula lutea 5eoron bipolar tot siliaris %upil 7etina "araf optikus "el batang "el ganglion "el keru$ut "klera

Citreous humor 7ongga anterior antara kornea dan lensa dan mengandung ?at gi?i. Turunan khusus lapisan koroid disebelah anterior# membentuk suatu $in$in mengelilingi tepi luar lensa. Titik yang sedikit diluar pusat di retina dan tidak mengandung fotoreseptor Tepat dibagian tengah retina. Cin$in otot yang berpigmen dan tampak di dalam a&uos humor Lapisan paling luar mata yang jernih di anterior Lapisan tengah mata .ntara a&uos humor dan <itrous humor melekat ke otot/otot siliaris melalui ligamentum suspensirior Tergantung diantara otot siliaris dan lensa =aerah tepat di sekitar fo<ea Lapisan tengah sel/sel saraf diretina oleh retina +omponen otot sirkuler dari badan siliaris# melekat ke lensa melalui ligamentum suspensior. Lubang bundar anterior dibagian tengah iris Lapisan mata yang paling dalam +eluar dari setiap mata di diskus optikus Fotoreseptor dilapisan paling luar retina Lapisan bagian dalam retina Fotoreseptor dibagian apling luar retina Lapisan paling luar mata yang kuat .ntara lensa dan retina Cairan en$er jernih yang terus menerus diproduksi. >embentuk a&uos humor dan mengandung otot siliaris 7ute untuk berjalannya saraf optikus dan pembuluh darah =aerah dengan ketajaman paling tinggi. >engubah/ubah ukuran pupil dengan berkontraksi menentukan ,arna mata. Berperan sangat penting dalam kemampuan retraktif mata. Berpigmen untuk men$egah berhamburnya berkas $ahaya di mata# mengandung pembuluh darah yang memberi makan retina# dibagian anterior membentuk badan siliaris dan iris >enghasilkan kemampuan retraktif yang ber<ariasi selama akomodasi %enting dalam akomodasi

>emiliki ketajaman yang tinggi karena banyak mengandung sel keru$ut %enting dalam pengelolahan rasangan $ahaya %enting untuk akomodasi >emungkinkan jumlah $ahaya yang masuk mata ber<ariasi. >engandung fotoreseptor ( sel batang dan keru$ut) Bagian pertama jalur pengelihatan ke otak Bertanggunag ja,ab untuk pengelihatan dengan sensiti<itas tinggi# hitam putih# dan pengelihatan malam %enting dalam pengelolahan rangsangan $ahaya oleh retina# membentuk saraf optikus Bertanggung ja,ab utnuk ketajaman pengelihatan# pengelihatan ,arna# siang hari Lapisan jaringan ikat protektif# membentuk bagian putih mata yang tampak# dibagian anterior membentuk kornea Hat semi$air mirip gel yang membantu mempertahankan bentuk mata yang bulat. .natomi Lensa Lensa adalah suatu struktur bikon<eks# a<askular tak ber,arna dan transparan. Tebal sekitar * mm dan diameternya E mm. =ibelakang iris lensa digantung oleh ?onula ( ?onula Hinnii) yang menghubungkannya dengan korpus siliare. =i sebelah anterior lensa terdapat humor a&uaeus dan disebelah posterior terdapat <iterus +apsul lensa adalah suatu membran semipermeabel yang dapat dile,ati air dan elektrolit. =isebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. 5ukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. "esuai dengan bertambahnya usia# serat/serat lamelar subepitel terus diproduksi# sehingga lensa lama/kelamaan menjadi kurang elastik. Lensa terdiri dari enam puluh lima persen air# )2I protein# dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya. +andungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. .sam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi. Tidak ada serat nyeri# pembuluh darah atau pun saraf di lensa. Fisiologi lensa Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas $ahaya ke retina. @ntuk memfokuskan $ahaya yang datang dari jauh# otot/otot siliaris relaksasi# menegangkan serat ?onula dan memperke$il diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terke$il# daya refraksi lensa diperke$il sehingga berkas $ahaya paralel atau terfokus ke retina. @ntuk memfokuskan $ahaya dari benda dekat# otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan ?onula berkurang. +apsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih sferis diiringi oleh peningkatan daya biasnya. +erjasama fisiologik tersebut antara korpus siliaris# ?onula# dan lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. "eiring dengan pertambahan usia# kemampuan refraksi lensa perlahan/lahan berkurang. "elain itu juga terdapat fungsi refraksi# yang mana sebagai bagian optik bola mata untuk memfokuskan sinar ke bintik kuning# lensa menyumbang O':.6/ =ioptri. >etabolisme Lensa 5ormal Transparansi lensa dipertahankan oleh keseimbangan air dan kation (sodium dan kalium). +edua kation berasal dari humour a&ueous dan <itreous. +adar kalium di bagian anterior lensa lebih tinggi di bandingkan posterior. =an kadar natrium di bagian posterior lebih besar. Ion + bergerak ke bagian posterior dan keluar ke a&ueous humour# dari luar Ion 5a masuk se$ara difusi dan bergerak ke bagian anterior

untuk menggantikan ion + dan keluar melalui pompa aktif 5a/+ .T%ase# sedangkan kadar kalsium tetap dipertahankan di dalam oleh Ca/.T%ase >etabolisme lensa melalui glikolsis anaerob (E2I) dan 1>%/shunt (2I). -alur 1>% shunt menghasilkan 5.=%1 untuk biosintesis asam lemak dan ribose# juga untuk akti<itas glutation reduktase dan aldose reduktase. .ldose reduktse adalah en?im yang merubah glukosa menjadi sorbitol# dan sorbitol dirubah. GL.@+ >.

%45G47TI.5 GL.@+ >. Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung# yang se$ara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa tekanan intra okuler penggaungan pupil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata. Glaukoma adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intra okuler. (Long Barbara# 'EE8) Glaukoma adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata. >eningkatnya tekanan di dalam bolamata ini disebabkan oleh ketidak/seimbangan antara produksi danpembuangan $airan dalam bola mata# sehingga merusak jaringanjaringansyaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata. ). 4TI L GI GL.@+ >. '. %rimer terdiri dari 3 a. .kut =apat disebabkan karena trauma. b. +ronik =apat disebabkan karena keturunan dalam keluarga seperti 3 =iabetes mellitus .rterisklerosis %emakaian kortikosteroid jangka panjang. >iopia tinggi dan progresif. =ari etiologi diatas dapat menyebabkan sudut bilik mata yang sempit. (. "ekunder =isebabkan penyakit mata lain seperti 3 +atarak#%erubahan lensa# +elainan u<ea# %embedahan

%emakai steroid se$ara rutin misalnya3 %emakai obat tetes mata yang mengandung steroid yang tidak dikontrol oleh dokter# obat inhaler untuk penderita asma# obat steroid untuk radang sendi dan pemakai obat yang memakai steroid se$ara rutin lainnya. Bila anda mengetahui bah,a anda pemakai obat/obatan steroid se$ara rutin# sangat dianjurkan memeriksakan diri anda ke dokter spesialis mata untuk pendeteksian glaukoma. *. >.5IF4"T."I GL.@+ >. T7I." GL.@+ >. 3 / Tekanan intraokuler meningkat / =efek lapang pandang yang khas / %enggaungan patologis papil saraf optik. '.Glaukoma primer a. Glaukoma sudut terbuka / +erusakan <isus yang serius / Lapang pandang menge$il dengan ma$am A ma$am skotoma yang khas / %erjalanan penyakit progresif lambat b. Glaukoma sudut tertutup / 5yeri hebat didalam dan sekitar mata / Timbulnya halo disekitar $ahaya / %andangan kabur / "akit kepala / >ual# muntah / +edinginan / =emam bahkan perasaan takut mati mirip serangan angina# yang dapat sedemikian kuatnya sehingga keluhan mata (gangguan penglihatan# fotofobia dan lakrimasi) tidak begitu dirasakan oleh klien. (. Glaukoma sekunder / %embesaran bola mata / Gangguan lapang pandang / 5yeri didalam mata ). Glaukoma kongenital / Gangguan penglihatan 2. -45I" GL.@+ >. a. Glaukoma primer '. Glaukoma sudut terbuka menahun Glaukoma "udut/Terbuka %rimer adalah tipe yang yang paling umum dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan# sehingga resiko tinggi bila ada ri,ayat dalam keluarga. Biasanya terjadi pada usia de,asa dan berkembang perlahan/lahan selama berbulan/bulan atau bertahun/tahun. "eringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh se$ara permanen. %emeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini. Glaukoma "udut/Terbuka %rimer biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan men$egah kerusakan lebih lanjut. (. Galukoma sudut tertutup akut %da glaukoma ini ditandai dengan serangan akut meningginya tekanan intraokuler selama beberapa jam. Tekanan ini biasanya bisa berlipat tiga# * kali dari tekanan

normal. Bila bola mata ditekan akan terasa empuk# tetapi pada saat terjadi serangan maka bola mata teraba keras seperti batu dan aliran $airan mata terhambat sama sekali. Glaukoma "udut/Tertutup .kut lebih sering ditemukan karena keluhannya yang mengganggu. Gejalanya adalah sakit mata hebat# pandangan kabur dan terlihat ,arna/,arna di sekeliling $ahaya. Beberapa pasien bahkan mual dan muntah/muntah. Glaukoma "udut/Tertutup .kut termasuk yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam ,aktu yang singkat. "udut mata sebagai pre deposisi glaukoma akut b. Glaukoma sekunder Glaukoma "ekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak# diabetes# trauma# arthritis maupun operasi mata sebelumnya. bat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. +arena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat/obatan tersebut. Glaukoma yang terjadi akibat penyakit mata lain yang menyebabkan penyempitan sudut / peningkatan <olume $airan dari dalam mata dapat diakibatkan oleh 3 perubahan lensa # +elainan# u<ea # Trauma # Bedah. 5aiknya tekanan intraokular pada glaukoma ini karena terhambatnya aliran $airan air mata yang mele,ati pupil atau ditempat keluarnya melalui kanal s$hlemm. $. Glaukoma kongenital Glaukoma yang terjadi akibat kegagalan jaringan mesodermal memfungsikan trabekular. Glaukoma ini dapat dilihat dalam masa pertumbuhan bola mata anak menjadi semakin besar karena tingginya tekanan intraokular. =an terjadi pada tahun pertama setelah lahir. =iturunkan se$ara autosomal resesif. %enyakit ini timbul akbat dari salah tumbuh struktur sudut dan saluran keluar air mata. %emisahan iris perifer dari dinding korneosklera tidak sempurna 8. T4+.5.5 I5T7. +@L.7 Tekanan intraokuler adalah suatu keadaan biologis( seperti denyut jantung# nadi#dsb) yang menunjukan fluktuasi harian. Tekanan intarokuler normal bernilai sekitar '6 A (6 mm1g. Tekanan pada kedua mata biasanya sama# tekanan ini disebabkan oleh $airan mata yang diproduksi di jonjot siliaris dan keluar melalui kanal s$helmm# dari kanal s$helmm $airan mata men$apai <ena/<ena episklera melalui saluran/saluran penghimpun atau langsung ke melalui <ea a&ous. Tekanan intraokuler merupakan prasyarat untuk kelangsungan pengelihtan yang normal yang menjamin kebeningan media mata dan jarak yang konstan antara kornea dengan lensa dan lensa dengan retina. 1emeostasis tekanan ini diatur sendiri pada pusatnya pada mekanisme regulasi setempat. Glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan intraokuler. Tekanan menjadi tinggi akibat dari ketidak seimbangan antara aliran masuk dan keluarnya $airan mata. Glaukoma ditandai dengan kenaikan tekanan intraokuler# defek lapang pandang yang khas# panggaungan saraf papil saraf optik. %roses aliran $airan mata. 9. %.TIFI L GI GL.@+ >. Tekanan Intra kuler ditentukan oleh ke$epatan produksi akues humor dan aliran keluar akues humor dari mata. TI normal '6 A (' mm1g dan dipertahankan selama terdapat keseimbangan antara produksi dan aliran akueos humor. .kueos humor di

produksi didalam badan silier dan mengalir ke luar melalui kanal s$hlemm ke dalam sistem <ena. +etidakseimbangan dapat terjadi akibat produksi berlebih badan silier atau oleh peningkatan hambatan abnormal terhadap aliran keluar akueos melalui $amera o$uli anterior (C .). %eningkatan tekanan intraokuler G () mm1g memerlukan e<aluasi yang seksama. Iskemia menyebabkan struktur ini kehilangan fungsinya se$ara bertahap. +erusakan jaringan biasanya dimulai dari perifer dan bergerak menuju fo<ea sentralis. +erusakan <isus dan kerusakan saraf optik dan retina adalah ire<ersibel dan hal ini bersifat permanen tanpa penangan# glaukoma dapat menyebabkan kebutaan. 1ilangnya penglihatan ditandai dengan adanya titik buta pada lapang pandang. :. %45T.L.+".5..5 >4=I" GL.@+ >. Glaukoma dapat ditangani dengan obat tetes mata# tablet# tindakan laser atau operasi yang bertujuan untuk menurunkan/menstabilkan tekanan bola mata dan men$egah kerusakan penglihatan lebih lanjut. "emakin dini deteksi glaukoma maka akan semakin besar tingkat kesuksesan pen$egahan kerusakan penglihatan. bat Tetes >ata bat tetes mata glaukoma adalah bentuk penanganan yang paling umum dan paling a,al diberikan oleh dokter mata .nda. bat tetes mata glaukoma harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. =okter mata .nda akan merekomendasikan obat tetes mata glaukoma yang paling sesuai untuk .nda dan memonitor kondisi mata .nda. .da kalanya dokter mata .nda perlu mengganti jenis maupun dosis obat tetes glaukoma sesuai dengan perkembangan kondisi mata .nda. Laser Trabe$uloplasty (LT%) Laser Trabe$uloplasty (LT%) adalah prosedur laser yang biasanya digunakan untuk menangani glaukoma sudut/terbuka. .da kalanya .nda tetap perlu melanjutkan penggunaan obat tetes mata glaukoma sesudah Laser Trabe$uloplasty. perasi Filtrasi >ata (Trabe$ule$tomy) Bila obat/obatan atau prosedur laser tidak dapat mengendalikan tekanan pada mata .nda# maka akan dilakukan tindakan operasi untuk membuat saluran baru yang akan memudahkan $airan mata keluar dari mata. E. F.7>.+ L GI GL.@+ >. =.5 +.T.7.+ a.farmakologo glaukoma %engobatan glaukoma dapat berupa obat/obat tetes # obat minum# prosedur pembedahan# prosedur laser atau kombinasi yang semuanya. "emua terapi ini pada prinsipnya adalah bertujuan untuk menurunkan tekanan bola mata. @ntuk pengobatan/ terapi yang $o$ok akan disarankan oleh dokter sesuai dengan kondisi penyakit glaukoma dan kondisi keadaan umum pasien. "ebagian obat/obatan glaukoma dapat berinteraksi kedalam tubuh# sehingga obat/obatan tertentu merupakan kontra indikasi (tidak boleh). Contoh penyakit yang mungkin terkena efek obat glaukoma tertentu enyakit asma# penyakit gangguan irama jantung dan alergi terhadap sulfa. +eadaan umum lain yang harus diperhatikan adalah kehamilan. bat/obatan glaukoma sebagian besar disekresi ke air susu dan dapat menembus plasenta. -adi untuk penderita glaukoma yang sedang hamil umumnya dipilih prosedur laser atau pembedahan untuk terapi glaukomanya.%enting bagi pasien untuk memberitahukan penyakit/penyakit yang diderita dan keadaan umum tubuh (misalnya kehamilan) kedokter yang bersangkutan# sehingga dokter dapat memilih terapi/pengobatan yang sesuai.

'6. =I4T GL@+ >. =iit untuk glaukoma adalah tinggi protein dan karbohidrat. %erlu adanya tambahan <itamin dan mineral seperti <itamin . dan 4. =an perlu diperhatikan juga untuk diit pada glaukoma akibat dari penyakit diabetes# untuk pasien diabetes perlu diit tersendiri terkait dengan penyakitnya. ''. %4>47I+"..5 >4=I" a. Tonometri .dalah sarana untuk menukur tekanan intraokular se$ara berkala dalam memilah pasien glaukoma yang dikerjakan bukan ahli mata. =engan pemberat yang sudah ditentukan sebelumnya indentitas kornea dapat diukur dengan melihat besarnya ukuran tersebut pada skala. "emakin tinggi tekanan intraokular semakin sukar mendapatkan indentasi kornea. Caranya pasien didudukan diberi anastesi. 0ang diukur adalah gaya yang diperlukan untuk menampakan daerah konea yang sempit . b. Tonoigrafi Tekanan intraokular diukur selama * menit smentara tonometer indentasi ditaruh pada mata. %engukuran ini memberikan petunjuk mengenai aliran masuk dan resistensiterhadap aliran $airan mata keluar. $. Gonioskopi %emeriksaan sudut bilik mata. Biasanya dikerjakan dengan memakai lampu $elah dengan lensa kontak yang adaa $ermin atau prismanya. %ada glaukoma sudut terbuka primer tampak jelas jalinan trabekel. Tidak dilakukan pengobatan apapun sebelum dilakukan gonios$opi. =enaturasi merupakan perubahan struktur pada molekul dari protein akibat peme$ahan ikatan hidrogen disebabkan oleh kimia atau pemanasan. +.T.7.+

'. %45G47TI.5 P +atarak merupakan keadaan di mana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul lensa ("idarta Ilyas# 'EE:) P +atarak adalah proses terjadinya opasitas se$ara progresif pada lensa atau kapsul lensa# umumnya akibat dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang lebih dari 82 tahun (>arilynn =oengoes# dkk. (666). P +atarak adalah suatu keadaan patologik lensa di mana lensa rnenjadi keruh akibat hidrasi $airan lensa# atau denaturasi protein lensa. +ekeruhan ini terjadi akibat

gangguan metabolisme normal lensa yang dapat timbul pada berbagai usia tertentu. P +atarak merupakan keadaan kekeruhan lensa. P +atarak adalah suatu jenis penyakit pada mata karena Lensa mata menjadi keruh sehingga menghalangi Cahaya yang masuk. %englihatan penderita katarak menjadi terganggu dan bahkan bisa menjadi buta bila semakin parah dan tidak ditangani se$ara baik. %enyebab kekeruhan yang terjadi pada lensa mata bisa berma$am/ma$am# bisa terjadi akibat hidrasi (penambahan $airan lensa)#denaturasi protein lensa atau dapat juga akibat dari kedua/duanya. Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif. (. 4TI L GI '. +etuaan ( +atarak "enilis ) "ebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. @sia rata/rata terjadinya katarak adalah pada usia 86 tahun keatas. (. Trauma Cedera mata dapat mengenai semua umur seperti pukulan keras# tusukan benda# terpotong# panas yang tinggi# dan bahan kimia dapat merusak lensa mata dan keadaan ini disebut katarak traumatik. ). %enyakit mata lain ( @<eitis ) *. %enyakit sistemik ( =iabetes >ellitus ) 2. =efek kongenital "alah satu kelainan herediter sebagai akibat dari infeksi <irus prenatal seperti German measles atau rubella. +atarak kongenitalis bisa merupakan penyakit keturunan ( di,ariskan se$ara autosomal domonan ) atau bisa disebabkan oleh 3 P Infeksi $ongenital# seperti $ampak jerman ( german measles ) P Berhubungan dengan penyakit metabolik# seperti galaktosemia (kadar gula yang meningkat). Fa$tor resiko terjadinya katarak kongenitalis adalah 3 P %enyakit metabolik yang diturunkan P 7i,ayat katarak dalam keluarga P Infeksi <irus pada ibu ketika bayi masih dalam kandungan. %enyebab katarak lainnya meliputi 3 P Faktor keturunan. P Ca$at ba,aan sejak lahir. P >asalah kesehatan# misalnya diabetes. P %enggunaan obat tertentu# khususnya steroid. P gangguan metabolisme seperti => (=iabetus >elitus) P gangguan pertumbuhan# P >ata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam ,aktu yang $ukup lama. P 7okok dan .lkohol P perasi mata sebelumnya. P Faktor/faktor lainnya yang belum diketahui. ). T.5=. =.5 G4-.L. Gejala umum gangguan katarak meliputi 3 P %englihatan tidak jelas# seperti terdapat kabut menghalangi objek. P %eka terhadap sinar atau $ahaya. P =apat melihat dobel pada satu mata (diplobia). P >emerlukan pen$ahayaan yang terang untuk dapat memba$a. P Lensa mata berubah menjadi buram seperti ka$a susu.

Gangguan penglihatan bisa berupa 3 P +esulitan melihat pada malam hari P >elihat lingkaran di sekeliling $ahaya atau $ahaya terasa menyilaukan mata P %enurunan ketajaman penglihatan ( bahkan pada siang hari ) Gejala lainya adalah 3 P "ering berganti ka$a mata P %englihatan sering pada salah satu mata. +adang katarak menyebabkan pembengkakan lensa dan peningkatan tekanan di dalam mata ( glukoma ) yang bisa menimbulkan rasa nyeri. *. %.T FI" L GI Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih# transparan# berbentuk kan$ing baju# mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. %ada ?ona sentral terdapat nukleus# di perifer ada korteks# dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posterior. =engan bertambah usia# nu$leus mengalami perubahan ,arna menjadi $oklat kekuningan. =i sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nukleus. pasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna nampak seperti kristal salju pada jendela.%erubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi# perubahan pada serabut halus multiple (?unula) yang memanjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi. %erubahan +imia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya $ahaya ke retina. "alah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa. %roses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan bah,a suatu en?im mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. -umlah en?im akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak.+atarak biasanya terjadi bilateral# namun mempunyai ke$epatan yang berbeda. =apat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistematis# seperti =># namun sebenarnya merupakan konsekuensi dari proses penuaan yang normal. +ebanyakan katarak berkembang se$ara kronik dan matang ketika orang memasuki dekade ke tujuh. +atarak dapat bersifat kongenital dan harus diidentifikasi a,al karena bila tidak didiagnosa dapat menyebabkan ambliopia dan kehilangan penglihatan permanen. Faktor yang paling sering yang berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar ultra<iolet B# obat/obatan# al$ohol# merokok# =># dan asupan <itamin antioksidan yang kurang dalam jangka ,aktu lama. 2. %45.T.L.+".5..5 perasi katarak dilakukan jika penglihatan sudah mengganggu pasien# tidak harus menunggu sampai katarak matang. +atarak tidak dapat diatasi dengan laser# akan tetapi harus dengan pembedahan untuk mengeluarkan lensa yang keruh tersebut# kemudian diganti dengan lensa tanam buatan. perasi katarak dapat dilakukan dengan mikroskop dan mesin fakoemulsifikasi# yang memafaatkan getaran ultrasonik untuk menghan$urkan katarak. Tindakan laser dapat digunakan setelah operasi katarak# apabila kapsul lensa mengalami kekeruhan. @ntuk penatalaksanaan katarak kongenital sempurna dengan ekstraksi lensa yang dilakukan sedini mungkin untuk men$egah terjadinya ambliiopia. %embedahan ini dilakukan pada bayi berusia ) minggu# agar periode kritis perkembangan <isual terlampaui. %enatalaksanaan katarak traumatik yang mengakibatkan rusaknya serabt lensa dan berakibatt bengkaka dapat

diindikasikan ekstraksi katarak. +atarak yang disebbkan oleh diabetes melitus harus melakukan pengobatan diabetes se$ara teratur karena dapat memperbaiki metabolisme lensa dan bisa men$egah perkembangan katarak diabetes. Tetapi jika sudah menggau pengelihatan dilakukan tindakan pembedahan. Bila penglihatan dapat dikoreksi dengan dilator pupil dan refraksi kuat sampai ke titik di mana pasien melakukan akti<itas sehari/hari# maka penanganan biasanya konser<atif. %embedahan diindikasikan bagi mereka yang memerlukan penglihatan akut untuk bekerja ataupun keamanan. Biasanya diindikasikan bila koreksi tajam penglihatan yang terbaik yang dapat di$apai adalah (6/26 atau lebih buruk lagi bila ketajaman pandang mempengaruhi keamanan atau kualitas hidup# atau bila <isualisasi segmen posterior sangat perlu untuk menge<aluasi perkembangan berbagai penyakit retina atau saraf optikus# seperti diabetes dan glaukoma.%embedahan katarak terdiri dari pengangkatan lensa dan menggantinya dengan lensa buatan.

') %engangkatan lensa .da dua ma$am teknik pembedahan yang biasa digunakan untuk mengangkat lensa3 / %embedahan ekstrakapsuler 3 lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya. A %embedahan intrakapsuler 3 pengangkatan lensa beserta kapsulnya. 5amun# saat ini pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan. () %enggantian lensa %enderita yang telah menjalani pembedahan katrak biasanya akan mendapatkan lensa buatan sebagai pengganti lensa yang teleh diangkat. Lensa buatan ini merupakan lempengan plastik yang disebut lensa intraokuler dan biasanya lensa intraokuler dimasukkan ke dalam kapsul lensa di dalam mata.@ntuk men$egah infeksi# mengurangi peradangan# dan memper$epat penyembuhan selama beberapa minggu setelah pembedahan di berikan tetes mata atau salep. @ntuk melindungi mata dari $edera# penderita sebaiknya menggunakan ka$a mata atau pelindung mata yang terbuat dari logam sampai luka pembedahan benar/benar sembuh. .dapaun penatalaksanaan pada saat post operasi antara lain 3 '. %embatasan akti<itas# pasien yang telah melaksanakan pembedahan diperbolehkan 3 P >enonton tele<isiB memba$a bila perlu# tapi jangan terlalu lama P >engerjakan akti<itas biasa tapi dikurangi P %ada a,al mandi ,aslap selanjutnya menggunakan bak mandi atau pan$uran P Tidak boleh membungkuk pada ,astafel atau bak mandiB $ondongkan sedikit kepala kebelakang saat men$u$i rambut (. Tidur dengan perisai pelindung mata logam pada malam hariB mengenakan ka$amata pada siang hari ). +etika tidur# berbaring terlentang atau miring pada posisi mata yang tidak

dioperasi# dan tidak boleh telengkup *. .kti<itas dengan duduk 2. >engenakan ka$amata hitam untuk kenyamanan 8. Berlutut atau jongkok saat mengambil sesuatu dari lantai 9. =ihindari (paling tidak selama ' minggu) P Tidur pada sisi yang sakit P >enggosok mata# menekan kelopak untuk menutup P >engejan saat defekasi P >emakai sabun mendekati mata P >engangkat benda yang lebih dari 9 +g P Berhubungan seks P >engendarai kendaraan P Batuk# bersin# dan muntah P >enundukkan kepala sampai ba,ah pinggang# melipat lutut saja dan punggung tetap lurus untuk mengambil sesuatu dari lantai (. -45I"/-45I" +.T.7.+ ') +atarak perkembangan ( de<elopmental ) dan degenerati<e. () +atarak trauma 3 katarak yang terjadi akibat trauma pada lensa mata. Trauma bisa dalam bentuk tumpul ataupun tajam. -ika lensa robek $airan mata dapat masuk kedalam lensa sehingga dapat mengakibatkan bengkak disertai kekeruhan serabut/ serabut lensa. )) +atarak komplikata (sekunder) 3 penyakit infeksi tertentu dan penyakit seperti => dapat mengakibatkan timbulnya kekeruhan pada lensa yang akan menimbulkan katarak komplikata. *) Berdasarkan usia pasien# katarak dapat di bagi dalam 3 a. +atarak kongeniatal 3 katarak yang di temukan pada bayi ketika lahir (sudah terlihat pada usia di ba,ah ' tahun) b. +atarak ju<enil 3 katarak yang terjadi sesudah usia ' tahun dan di ba,ah usia *6 tahun $. +atarak presenil# yaitu katarak sesudah usia )6/*6 tahun d. +atarak senilis 3 katarak yang terjadi pada usia lebih dari *6 tahun. -enis katarak ini merupakan proses degeneratif ( kemunduran ) dan yang paling sering ditemukan. .dapun tahapan katarak senilis adalah 3 a) +atarak insipien 3 pada stadium insipien (a,al) kekeruhan lensa mata masih sangat minimal# bahkan tidak terlihat tanpa menggunakan alat periksa. +ekeruhan lensa berbentuk ber$ak/ber$ak kekeruhan yang tidak teratur.penderita pada stadium ini seringkali tidak merasakan keluhan atau gangguan pada penglihatanya sehingga $enderung diabaikan. b) +atarak immataur 3 lensa masih memiliki bagian yang jernih $) +atarak matur 3 %ada stadium ini proses kekeruhan lensa terus berlangsung dan bertambah sampai menyeluruh pada bagian lensa sehingga keluhan yang sering disampaikan oleh penderita katarak pada saat ini adalah kesulitan saat memba$a# penglihatan menjadi kabur# dan kesulitan melakukan aktifitas sehari/hari. "elain keluhan tesebut ada beberapa gejala yang dialami oleh penderita katarak# seperti 3 ') %englihatan berkabut atau justru terlalu silau saat melihat $ahaya. () Darna terlihat pudar. )) "ulit melihat saat malam hari. *) %englihatan ganda saat melihat satu benda dengan satu mata. Gejala ini terjadi saat katarak bertambah luas.

d) +atarak hipermatur 3 terdapat bagian permukaan lensa yang sudah merembes melalui kapsul lensa dan bisa menyebabkan perdangan pada struktur mata yang lainya. %4>47I+"..5 >4=I" %emeriksaan diagnostik yang dilakukan pada penderita katarak adalah sebagai berikut 3 ') +artu mata snellen /mesin telebinokuler 3 mungkin terganggu dengan kerusakan kornea# lensa# akueus/<itreus humor# kesalahan refraksi# penyakit sistem saraf# penglihatan ke retina. () Lapang %englihatan 3 penurunan mungkin karena massa tumor# karotis# glukoma. )) %engukuran Tonografi 3 TI ('( A (2 mm1g) *) %engukuran Gonioskopi membedakan sudut terbuka dari sudut tertutup glukoma. 2) Tes %ro<okatif 3 menentukan adanya/ tipe glukoma 8) ftalmoskopi 3 mengkaji struktur internal okuler# atrofi lempeng optik# papiledema# perdarahan. 9) =arah lengkap# L4= 3 menunjukkan anemi sistemik / infeksi. : )4+G# kolesterol serum# lipid E) Tes toleransi glukosa 3 kontrol => '6) +eratometri. '') %emeriksaan lampu slit. '() ./s$an ultrasound (e$hography). ')) %enghitungan sel endotel penting u/ fakoemulsifikasi ! implantasi. '*) @"G mata sebagai persiapan untuk pembedahan katarak. F.7>.+ L GI +.T.7.+ bat A obat katarak berupa obat tetes mata# <itamin atau anti oksidan hanya menghambat proses bertambah matangnya katarak# tetapi tidak dapat mengurangi atau menghilangkan katarak. %en$egahan hdiharap kan mengonsumsi buah <it C# . dan 4. =I4T +.T.7.+ =iit katarak tidak perlu adanya diit khusus bisa diberikan tinggi protein dan tinggi karbohidrat. =an perlu diperhatikan juga untuk klien yang terjadi katarak akibat dari diabetes melitus# untuk klien ini memerlukan diit tersendiri terkait dengan diabetes melitus. =an untuk tambahan diberikan <itamin seperti <itamin .# C dan 4 ."@1.5 +4%47.D.T.5 +asus "eorang pasien ,anita 86 Thn datang ke poli mata dengan keluhan mata kiri tidak dapat melihat. +eluhan dirasakan sudah kurang lebih 2 thn. .,alnya pasien merasa pandanganya kabur pada mata kiri# tetapi pasien tidak memperhatikanya dan hanya dibiarkan saja. =ua bulan terakhir ini keluhan bertambah parah. >ata kiri pasien sudah tidak dapat melihat total dan pasien sering merasa sakit kepala# keluhan semakin memberat sampai pasien sering merasa ingin muntah. >ata kiri pasien terasa senut/senut. %ada pemeriksaan mata didapatkan <isus mata kiri'/ tak terhingga. %ersepsi sinar okuli sinestra (/)# persepsi ,arna okuli sinestra(/). TI meningkat () mmhg. .5.LI". =.T. =.T. %7 BL4> 4TI L GI ="3 A %asien mengatakan pandanganya kabur pada mata kiri / %asien mengatakan ( bln terakhir ini keluhan bertambah parah

/ %asien mengatakan mata kiri sudah tidak dapat melihat total / %asien mengatakan sering kali sakit kepala / %asien mengatakan mata kiri terasa senut/senut = 3 A %ada pemeriksaan mata didapatkan <isus mata kiri'/ tak terhingga / %ersepsi sinar okuli sinestra (/) / persepsi ,arna okuli sinestra(/) / TI meningkat () mmhg Gangguan persepsi <isual "ensori persepsi =s3 A +eluhan dirasakan sudah kurang lebih 2 thn / pasien tidak memperhatikanya dan hanya dibiarkan saja +urang pengetahuan +eterbatasan kongnisi %7I 7IT." =I.G5 ". '. Gangguan persepsi <isual berhubungan dengan perubahan sensori persepsi ditandai dengan # pasien mengatakan pandanganya kabur pada mata kiri# pasien mengatakan ( bln terakhir ini keluhan bertambah parah# pasien mengatakan mata kiri sudah tidak dapat melihat total# pasien mengatakan sering kali sakit kepala# pasien mengatakan mata kiri terasa senut/senut# pada pemeriksaan mata didapatkan <isus mata kiri'/ tak terhingga# %ersepsi sinar okuli sinestra (/)# persepsi ,arna okuli sinestra(/)# TI meningkat () mmhg (. +urang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kongnisi ditandai dengan # +eluhan dirasakan sudah kurang lebih 2 thn# pasien tidak memperhatikanya dan hanya dibiarkan saja %4745C.5..5 5 =% TGL/ -.> T@-@5 =.5 +7IT47I. 1."IL I5T47C45"I 7."I 5.L ' Gangguan sensori persepsi <isual teratasi setelah dilakukan tindakan kepera,atan selama 9; (* jam dengan kriteria hasil3 / >ata sebelah kiri pasien dapat melihat total dan normal / %asien tidak sakit kepala / "enut/senut pada mata kiri hilang / 1asil persepsi sinar okuli sinestra (O) / 1asil persepsi ,arna okuli sinesta(O) / Tekanan TI normal('6/(6 mmhg) '. >onitor drajat atau tipe kehilangan (. >onitor TI ). +olaborasi pemberian tetes mata pilokarpin * I diteteskan tiap menit ' tetes selama 2 menit# kemudian disusul ' tetes tiap jam sampai 8 jam. *. +olaborasi tindakan opersai 2. +olaborasi pemeriksaan @"G mata '. @ntuk mengetahui seberapa tingkat keparahan pada mata pasien (. %ada pasien dengan glaukoma terdapat peningkatan tekanan intra okuler sehingga penting dalam memonitor TI . ). =engan pemberian obat tetes mata pilokarpin membantu untuk memberikan rasa nyaman pada mata sebelum dilakukan pembedahan. *. =engan tindakan operasi dapat mengatasi kerusakan yang lebih fatal yakni kebutaan.

2. @"G mata dapat menentukan seberapa besar tingkat keparahan pada mata dan menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. ( +urang pengetahuan teratasi setelah dilakukan tindakan kepera,atan selama )6 menit dengan kriteria hasil3 / %asien dapat menyatakan tentang pengertian penyakit glukoma dan katarak / %asien dapat menyebutkan * $ara pen$egahan dan tanda gejala pada penyakit glukoma dan katarak '. Berikan penkes tentang pengetahuan# pen$egahan dan tanda gejala tentang penyakit glukoma dan katarak. (. Tunjukan teknik yang benar dalam pemberian tetes mata. +4"I>%@L.5 Glaukoma dan katarak merupakan penyakit mata yang saling berhubungan. =ari etiologi dan perjalanan penyakitnya dapat dilihat bah,a glaukoma dapat mengkibatkan katarak dan katarak dapat mengakibatkan glaukoma. Glaukoma merupakan sakit mata yang dapat terjadi akibat dari adanya peningkatan tekanan intraokular yang melebihi dari batas normal yaitun'6/(6 mm1g# yang dari penekanan itu mengakibatkan saraf optikus sempit dan terjadi kebutaan. "edangkan untuk katarak merupakan sakit mata yang terjadi akibat etiolgi yang berupa fisik# kimia yang membuat lensa mata menjadi keruh. +ekeruhan lensa ini dapat mengakibatkan kebutaan. Biasanya untuk kedua penyakit ini terjadi pada usia tua karena terjadi kemunduran fungsi dari indera pengelihatan yaitu mata. =.FT.7 %@"T.+. 1oll,i$h# frit?.'EE). ftalmologi. -akarta 3 Binarupa .ksara "her,ood Lauralee.(66'. Fisiologi >anusia. -akarta 3 4GC "taifuddin.(66E. .natomi Tubuh >anusia. -akarta 3 "alemba >edika http3//,,,.totalkesehatananda.$om/katarak'.html http3///=3/diabetes/mellitusI(6danI(6katarak.html file3///=3/do$torology.netI(6IC(IBBI(6BlogI(6.r$hi<eI(6IC(IBB I(6.natomiI(6>ata.html http3//id.,ikipedia.org/,iki/+atarak http3//obatpropolis.$om/katarak/kabut/pada/mata http3//,,,.kosmojaya.$om/penyakit/lain/9E/katarak.html.