Anda di halaman 1dari 26

BAB I KONSEP MEDIS 1.

Definisi Istilah ektopik berasal dari bahasa Inggris ectopic dengan akar kata dari bahasa Yunani, topos yang berarti tempat. Jadi istilah ektopik dapat diartikan berada di luar tempat yang semestinya. Kehamilan ektopik disebut juga ectopic pregnancy, ectopic gestation, eccecyesis. Kehamilan ektopik merupakan penyebab kematian ibu pada umur kehamilan trimester pertama. Frekuensi kejadian kehamilan ektopik berkisar 1 1!," # dari seluruh kehamilan. Kehamilan ektopik ialah kehamilan di tempat yang luar biasa. $empat kehamilan yang normal ialah di dalam ca%um uteri. Kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba, o%arium atau rongga perut, tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dalam cer%i&, pars interstitialis tuba atau dalam tanduk rudimenter rahim. '(bstetri )atologi. 1*+!. FK ,-)./0 1eberapa istilah yang berkaitan dengan kehamilan ektopik antara lain

Kehamilan ektopik terganggu adalah kehamilan ektopik yang membahayakan 2anita. Kehamilan heterotopik adalah kehamilan intrauterin yang berdekatan dengan kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik kombinasi (combined ectopic pregnancy) adalah kehamilan intrauterin yang bersamaan dengan kehamilan ekstrauterin. Kehamilan ektopik rangkap (compound ectopic pregnancy) adalah kehamilan intrauterin dan ekstrauterin lebih dulu terjadi, tapi janin sudah mati dan menjadi litopedion 'janin yang sudah membatu0.

1 | KEHAMILAN EKTOPIK

Klasifikasi Kehamilan Ektopik 3ebagian besar kehamilan ektopik terjadi pada tuba. $empat implantasi yang paling sering adalah ampula, kemudian isthmus, 4imbriae, kornu, serta uterus intersisialis. 3edangkan kehamilan ektopik non5tuba sangat jarang terjadi, tetapi dapat terjadi pada abdomen, o%arium, atau ser%ik. 1eberapa klasi4ikasi kehamilan ektopik adalah o Kehamilan Intertisial Kehamilan interstisial merupakan kehamilan yang implantasi embrionya di tuba 4alopi. )asien menunjukkan gejala yang cukup lama, sulit didiagnosis dan lesi menyebabkan perdarahan masi4 ketika terjadi ruptur. )ada usia kehamilan "516 minggu akan terganggu. 7asil konsepsi dapat mati dan diresorbsi, keguguran, ruptur tuba. .ngka kematian ibu akibat kehamilan interstisial adalah 8 #. )enanganan pada kasus ini dengan laparatomi. o Kehamilan o%arium Kehamilan di o%arium lebih sering dikaitkan dengan perdarahan dalam jumlah banyak dan pasien sering mengalami ruptur kista korpus luteum secara klinis, pecahnya kehamilan o%arium, torsi, endometriosis. o Kehamilan ser%ik Kehamilan ser%ik merupakan kehamilan dengan nidasi di kanalis ser%ikalis, dinding ser%ik menjadi tipis dan membesar. Kehamilan di ser%ikalis ini jarang dijumpai. $anda dari kehamilan ini adalah kehamilan terganggu, perdarahan, tanpa nyeri, abortus spontan. $erapinya adalah histerektomi.

2 | KEHAMILAN EKTOPIK

o Kehamilan abdominal Kehamilan abdominal terbagi menjadi primer 'implantasi sesudah dibuahi, langsung pada peritonium9 ka%um abdominal0 dan sekunder 'embrio masih hidup dari tempat primer0. Kehamilan dapat aterm dan anak hidup, namun didapatkan cacat. Fetus mati, degenerasi dan maserasi, in4iltrasi lemak jadi lithopedion9 4etus papyraceus. $erapi kehamilan abdominal adalah laparotomi, plasenta dibiarkan 'teresorbsi0. 2. Etiologi )enyebab kehamilan ektopik belum diketahui secara pasti. -amun demikian, penyebab kehamilan ektopik yang paling sering adalah 4aktor tuba '*:#0. /i ba2ah ini merupakan penyebab kehamilan ektopik

Faktor tuba, meliputi penyempitan lumen tuba, gangguan silia tuba, operasi dan sterilisasi tuba yang tidak sempurna, endometriosis tuba, tumor. Faktor o%um, meliputi rapid cell devision, migrasi eksternal dan internal o%um, perlekatan membran granulosa. )enyakit radang panggul. Kegagalan kontrasepsi. ;4ek hormonal meliputi penggunaan kontrasepsi mini pil, dll <i2ayat terminasi kehamilan sebelumnya.

3 | KEHAMILAN EKTOPIK

3. Manifestasi klinis $anda -yeri abdomen ba2ah atau pel%ic, disertai amenorrhea atau spotting atau perdarahan %aginal. =enstruasi abnormal. .bdomen dan pel%is yang lunak. )erubahan pada uterus yang dapat terdorong ke satu sisi oleh massa kehamilan, atau tergeser akibat perdarahan. /apat ditemukan sel desidua pada endometrium uterus. )enurunan tekanan darah dan takikardi bila terjadi hipo%olemi. Kolaps dan kelelahan )ucat -yeri bahu dan leher 'iritasi dia4ragma0 -yeri pada palpasi, perut pasien biasanya tegang dan agak gembung. >angguan kencing >ejala yang sering muncul )embesaran uterus )ada kehamilan ektopik uterus membesar juga karena pengaruh hormon5hormon kehamilan tapi pada umumnya sedikit lebih kecil dibandingkan dengan uterus pada kehamilan intrauterin yang sama umurnya. -yeri pada toucher $erutama kalau cer%i& digerakkan atau pada perabaan ca%umdouglasi 'nyeri digoyang0 $umor dalam rongga panggul /alam rongga panggul teraba tumor lunak kenyal yang disebabkan kumpulan darah di tuba dan sekitarnya.
4 | KEHAMILAN EKTOPIK

)erubahan darah /apat diduga bah2a kadar haemoglobin turun pada kehamilan tuba yang terganggu, karena perdarahan yang banyak ke dalam rongga perut. -yeri -yeri panggul atau perut hampir terjadi hampir 166# kasus kehamilan ektopik. -yeri dapat bersi4at unilateral atau bilateral, terlokalisasi atau tersebar. )erdarahan /engan matinya telur desidua mengalami degenerasi dan nekrose dan dikeluarkan dengan perdarahan. )erdarahan ini pada umumnya sedikit, perdarahan yang banyak dari %agina harus mengarahkan pikiran kita ke abortus biasa.)erdarahan abnormal uterin, biasanya membentuk bercak. 1iasanya terjadi pada ?:# kasus .menorhea 7ampir sebagian besar 2anita dengan kehamilan ektopik yang memiliki berkas perdarahan pada saat mereka mendapatkan menstruasi, dan mereka tidak menyadari bah2a mereka hamil 4. P ognosis
Angka kematian ibu yang disebabkan ole dini dan !e"sediaan da"a yang $uku!% ke amilan ekto!ik ekto!ik te"ganggu tu"un se#alan dengan ditegakkannya diagnosis Ke amilan te"ganggu yang be"lokasi di tuba !ada umumnya be"si&at bilate"al% 'ebagian ibu men#adi ste"il (tidak da!at mem!unyai ketu"unan) setela mengalami keadaan te"sebut diatas* namun da!at #uga mengalami ke amilan ekto!ik te"ganggu* 1+, untuk te"#adinya ke amilan ekto!ik mengalami ke amilan ekto!ik te"ganggu lagi !ada tuba yang lain% Ibu yang !e"na mem!unyai "esiko

- | KEHAMILAN EKTOPIK

te"ganggu be"ulang% Ibu yang suda te"ganggu sebanyak dua kali

mengalami ke amilan ekto!ik te"da!at kemungkinan -+,

mengalami ke amilan ekto!ik te"ganggu be"ulang%

.u!tu"

dengan

!e"da"a an

int"aabdominal

da!at

mem!enga"u i &e"tilitas /anita% 0alam kasus1kasus ke amilan ekto!ik te"ganggu te"da!at -+12+, kemungkinan /anita ste"il% 0a"i sebanyak itu yang men#adi amil ku"ang lebi 1+, mengalami ke amilan ekto!ik be"ulang%

!. Patofisiologi /alam keadaan normal, setiap 2anita 'setelah menstruasinya yang pertama0 mempunyai siklus bulanan yang teratur, sampai ia mengalami menopause. /alam siklus bulanan ini, akan dilepas sel telur dari o%arium, yang siap untuk dibuahi. 3el telur akan berjalan di sepanjang saluran telur 'tuba 4alopii0, menuju ke dalam rahim. 1ila pada sekitar masa5masa itu terjadi hubungan badan, jutaan sperma yang dikeluarkan oleh pasangannya akan @berenang@ masuk ke dalam rahim untuk mencari sang telur. ,mumnya, pembuahan akan terjadi di daerah saluran telur yang disebut ampula. 7asil perpaduan sperma dan sel telur itu kita kenal dengan istilah Aigot. 1ila tidak ada aral melintang, Aigot akan terus melaju untuk mencapai rongga rahim. 3ambil melaju, terjadi pula proses pembelahan sel menjadi dua, empat, delapan, enambelas dan seterusnya. 3esampainya di dalam rongga rahim, sel5sel ini akan menanamkan dirinya pada dinding rahim untuk tumbuh berkembang lebih lanjut. 3ayangnya, harapan tidak selalu sama dengan kenyataan. /alam perjalanan tersebut, bisa saja mereka mengalami hambatan. 7ambatan tentu
2 | KEHAMILAN EKTOPIK

akan memperlambat jalannya sel telur ke dalam rahim. .kibatnya, proses pembuahan bisa terjadi bukan pada tempat seharusnya, dan atau tempat embrio tumbuh bukan di dalam dinding rahim. 7ambatan bisa disebabkan oleh berbagai hal dan bisa terjadi dimana5 mana. 7ambatan itu misalnya akibat $erjadinya gangguan pada jumbai saluran telur '4imbriae0, sehingga tidak mampu mengambil telur masuk ke dalam saluran telur $erjadinya gangguan pada kemampuan peristaltik saluran telur, sehingga Aigot tidak dapat bergerak secara baik menuju rongga rahim /engan terjadinya hambatan ini, maka hasil pembuahan 'Aigot0 akan tumbuh berkembang di luar tempat yang seharusnya. Ia dapat tumbuh misalnya pada 3aluran telur 'tuba 4alopii0 <ongga perut 'abdomen0 Indung telur 'o%arium0 Kornu uteri Beher rahim 'ser%iks uteri0 Bokasi tersering dari kehamilan ektopik terjadi pada daerah saluran telur, dengan 4rekuensi tertinggi pada daerah ampula. /aerah ampula adalah suatu daerah yang melebar pada saluran telur. ". Penatalaksanaan $ujuan pengobatan akan bergeser dari mencegah kematian menjadi mengurangi kesakitan dan mempertahankan kesuburan, apabila dilakukan diagnosis yang lebih a2al. .dapun penatalaksanaan pada kasus kehamilan ektopik antara lain $erapi medikamentosa

3 | KEHAMILAN EKTOPIK

$erapi medikamentosa dapat dilakukan dengan pemberian =etotreksat '=$C0, injeksi intramuskular :6 mg9m8 merupakan pengobatan yang e4ekti4 untuk pasien5pasien yang memenuhi kriteria. /osis diberikan pada hari ke 1, tetapi kadar beta57D> akan mengalami peningkatan selama beberpa hari. Kriteria untuk mendapatkan metotreksat adalah stabil secara hemodinamik tanpa perdarahan akti4, pasien ingin mempertahankan kesuburannya, tidak ditemukan gerakan janin dan kadar beta57D> tidak lebih "666 mI,9ml. .dapun kontraindikasinya adalah imunode4isiensi, ibu menyusui, alkoholisme, leukopenia, penyakit paru akti4, dis4ungsi hati, dis4ungsi ginjal, gerakan jantung embrio dan kantung kehamilan lebih dari E,: cm. $erapi pembedahan $erapi pembedahan de4initi4 berupa salpingektomi merupakan terapi pilihan untuk 2anita yang secara hemodinamik tidak stabil. .dapun terapi pembedahan konser%ati4 yang sepenuhnya sesuai untuk pasien dengan hmodinamik stabil adalah

Salpingostomi linear laparoskopik adalah prosedur yang paling sering digunakan. 3alpingektomi parsial meripakan pengangkatan bagian tuba 4alopi yang rusak dan diindikasikan ketika terdapat kerusakan yang luas atau perdarahan lanjutan setelah salpingostomi.

#. Peme iksaan Diagnostik a. Peme iksaan Pen$n%ang Kuldosentesis 'pengambilan cairan peritoneal dari ekska%asio rektouterina Fruang /ouglasG, melalui tindakan pungsi melalui dinding %agina0 ,ltrasonogra4i ',3>0

4 | KEHAMILAN EKTOPIK

&. Peme iksaan 'a&o ato i$m )emeriksaan darah lengkap )emeriksaan kadar hormon progesteron )emeriksaan kadar 7D> serum )emeriksaan golongan darah

(. Komplikasi Komplikasi yang dapat timbul akibat kehamilan ektopik, yaitu ruptur tuba atau uterus, tergantung lokasi kehamilan, dan hal ini dapat menyebabkan perdarahan masi4, syok, /ID, dan kematian. Komplikasi yang timbul akibat pembedahan antara lain perdarahan, in4eksi, kerusakan organ sekitar 'usus, kandung kemih, ureter, dan pembuluh darah besar0. 3elain itu ada juga komplikasi terkait tindakan anestesi. ). Pen*egahan 1erhenti merokok akan menurunkan risiko kehamilan ektopik. Hanita yang merokok memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik. 1erhubungan seksual secara aman seperti menggunakan kondom akan mengurangi risiko kehamilan ektopik dalam arti berhubungan seks secara aman akan melindungi seseorang dari penyakit menular seksual yang pada akhirnya dapat menjadi penyakit radang panggul. )enyakit radang panggul dapat menyebabkan jaringan parut pada saluran tuba yang akan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik. Kita tidak dapat menghindari 166# risiko kehamilan ektopik, namun kita dapat mengurangi komplikasi yang mengancam nya2a dengan deteksi

5 | KEHAMILAN EKTOPIK

dini dan tatalaksana secepat mungkin. Jika kita memiliki ri2ayat kehamilan ektopik sebelumnya, maka kerjasama antara dokter dan ibu sebaiknya ditingkatkan untuk mencegah komplikasi kehamilan ektopik.

1.1 II K(-3;) .3,7.- K;);<.H.$.1. )engkajian

a. =enstruasi terakhir. <i2ayat menstruasi yang lengkap diperlukan untuk menetukan taksiran persalinan '$)0.$) ditentukan berdasarkan hari pertama haid terakhir '7)7$0.,ntuk menentukan $) berdasrkan 7)7$ dapat digunakan rumus -aegle, yaitu hari ditambah tujuh, bulan dikurang tiga, tahun disesuaikan.

b. .danya bercak darah yang berasal dari %agina. c. -yeri abdomen kejang, tumpul. d. Jenis kontrasepsi.

1+ | K E H A M I L A N E K T O P I K

1eberapa bentuk kontrasepsi dapat berakibatkan buruk pada janin, ibu, atau keduanya.<i2ayat kontrasepsi yang lengkap harus didaptkan pada saat kunjungan pertama.)enggunaan kontrasepsi oral sebelum kelahiran dan berlanjut saat kehamilan yang tidak dikatahui dapat berakibat buruk pada pembentukan organ seksual janin. e. <i2ayat gangguan tuba sebelumnya. Kondisi kronis 'menahun9terus5menerus0 seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit ginjal bisa bere4ek buruk pada kehamilan.(leh karena itu, adanya ri2ayat in4eksi, prosedur operasi dan trauma pada persalinan sebelumnya harus didokumentasikan.

4. $anda5tanda %ital. )emeriksaan 4isik lengkap pada ibu hamil diperlukan untuk mendeteksi masalah 4isik yang dapat dipengaruhi kehamilan. a0 $anda5tanda %ital a. $ekanan darah )osisi pengambilan tekanan darah sebaiknya ditetapkan, karena posisi akan mempengaruhi tekanan darah pada ibu hamil. 3ebaiknya tekanan darah diukur pada posisi duduk dengan posisi sejajar posisi jantung. )endokumentasian perlu dicatat posisi dan tekanan darah yang didapatkan. b. -adi

11 | K E H A M I L A N E K T O P I K

Frekuensi nadi normalnya "65*6 kali per menit.$akikardia bisa terjadi pada keadaan cemas, hipertiroid dan in4eksi.-adi diperiksa selama satu menit penuh untuk dapat menentukan keteraturan detak jantung. -adi diperiksa untuk menentukan masalah sirkulasi tungkai, nadi seharusnya sama kuat dan teratur. c. )ernapasan Frekuensi pernapasan selama hamil berkisar antara 1"58! kali per menit.$akipnea terjadi karena adanya in4eksi pernapasan atau penyakit jantung. 3uara napas harus sama bilateral, ekspansi paru simetris dan lapangan paru bebas dari suara napas abdominal. d. 3uhu 3uhu normal selama hamil adalah E",85E?,"6 D. )eningkatan suhu menandakan terjadi in4eksi dan membutuhkan pera2at medis.

b0 3istem Kardio%askular a. 1endungan %ena )emeriksaan sistem kardio%askular adalah obser%asi terhadap

bendungan %ena, yang bisa berkembang menjadi %arises. 1endungan %ena biasanya terjadi pada tungkai, %ul%a dan rektum b. ;dema pada ekstremitas ;dema pada tungkai merupakan re4leksi dari pengisian darah oada ekstermitas akibat perpindahan cairan intra%askular keruan intertesial.Ketika dilakukan penekanan dengan jari atau jempol menyebabkan terjadinya bekas tekanan, keadaan ini disebut pitting edema.;dema pada tangan dan 2ajah
12 | K E H A M I L A N E K T O P I K

memerlukan pemeriksaan lanjut karena merupakan tanda dari hipertensi pada kehamilan. c. 3istem musculoskeletal a. )ostur tubuh =ekanik tubuh dan perubahan postur bisa terjadi selama kehamilan. Keadaan ini mengakibatkan regangan pada otot punggung dan tungkai b. $inggi badan dan berat 1erat badan a2al kunjungan dibutuhkan sebagai data dasar untuk dapat menentukan kenaikan berat badan selama kehamilan.1erat badan sebelum konsepsi kurang dari !: kg dan tinggi badan kurang dari 1:6 cm ibu beresiko melahirkan prematurdan berat badan lahir rendah. 1erat badan sebelum konsepsi lebih dari *6 kg dapat mengakibatkan diabetes pada kehamilan, hipertensi pada kehamilan, persalinan seksio caesarea, dan in4eksi postpartum. <ekomendasi kenaikan berat badan selama kehamilan berdasarkan indeks masa tubuh. c. )engukuran pel%iks $ulang pel%iks diperiksa pada a2al kehamilan untuk menentukan diameternya yang berguna untuk persalinan per %aginaan.

d. .bdomen Kontur,ukuran dan tonus otot abdomen perlu dikaji. $inggi 4undus diukur jika 4undus bisa dipalpasi diatas sim4isis pubis.Kandung kemih harus dikosongkan sebelum pemeriksaan dilakukan untuk menentukan keakuratannya.)engukuran metode =c. /onal dengan posisi ibu berbaring.
13 | K E H A M I L A N E K T O P I K

-yeri merupakan keluhan utama pada kehamilan ektopik terganggu. )ada ruptur tuba nyeri perut bagian ba2ah terjadi secara tiba5tiba dan intesitas yang kuat disertai dengan perdarahan yang menyebabkan ibu pingsan dan masuk kedalam syok. Intensitas nyeri berkisar antar *516 nyeri hebat. d. 3istem neurologi )emeriksaan neurologi lengkap tidak begitu diperlukan bila ibu tidak memiliki tanda dan gejala yang mengindikasikan adanya masalah.)emeriksaan re4lek tendo sebaiknya dilakukan karena hiper4leksi menandakan adanya komplikasi kehamilan. e. 3istem integument Harna kulit biasanya sama dengan rasnya. )ucat menandakan anemis, jaundice menandakan ganguan pada hepar, lesi hiperpigmentasi seperti closma gra%idarum, sreta linea nigra berkaitan dengan kehamilan dan strie perlu dicatat. )enempangan kuku ber2arna merah muda menandakan pengisian kapiler dengan baik.

4.

3item endokrin )ada trimester kedua kelenjar tiroid membesar, pembesaran yang

berlebihan menandakan hipertiroid dan perlu pemeriksaan lebih lanjut. g. 3istem gastrointestinal a. =ulut =embran mukosa ber2arna merah muda dan lembut .bibir bebas dari ulserasi, gusi ber2arna kemerahan, serta edema akibat e4ek peningkatan estrogen yang mengakibatkan hiperplasia.>igi tera2at dengan baik, ibu dapat
14 | K E H A M I L A N E K T O P I K

dianjurkan kedokter gigi secara teratur karena penyakit periodontal menyebabkan in4eksi yang memicu terjadinya persalinan prematur.$rimester kedua lebih nyaman bagi ibu untuk melakukan pera2atan gigi. b. ,sus 3testokop yang hangat untuk memeriksa bising usus lebih nyaman untuk ibu hamil.1ising usus bisa berkurang karena e4ek progesteron pada otot polos, sehingga menyebabkan konstipasi.)eningkatan bising usus terjadi bila menderita diare. h. 3istem urinarius )engumpulan urine untuk pemeriksaan dilakukan dengan cara urine tengah. ,rine diperiksa untuk mendeteksi tanda in4eksi saluran kemih dan Aat yang ada dalam urine yang menandakan suatu masalah. a. )rotein )rotein seharusnya tidak ada dalam urine. Jika protein ada dalam urine, hal ini menandakan adanya kontaminasi sekret %agina, penyakit ginjal, serta hipertensi pada kehamilan b. >lukosa >lukosa dalam jumlah yang kecil dalam urine bisa dikatakan normal pada ibu hamil. >lukosa dalam jumlah yang besar membutuhkan pemeriksaan gula darah c. Keton Keton ditemukan dalam urine setelah melakukan akti%itas yang berat atau pemasukan cairan dan makanan yang tidak adekuat

1- | K E H A M I L A N E K T O P I K

d. 1akteri )eningkatan bakteri dalam urine berkaitan dengan in4eksi saluran kemih yang bisanya terjadi pada ibu hamil i. 3istem reproduksi a. ,kuran payudara, kesimetrisan, kondisi putting dan pengeluaran kolostrum perlu dicatat. .danya benjolan dan tidak simetris pada payudara membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. b. (rgan reproduksi eksternal Kulit dan membran mukosa perineum, %ul%a dan anus perlu diperiksa dari eksiorisasi, ulserasi, lesi, %arises dan jarinagn parut pada perineum c. (rgan reproduksi internal 3er%iks ber2arna merah muda pada ibu yang tidak hamil dan ber2arna merah kebiruan pada ibu hamil yang disebut tanda Dhad2ik. Iagina mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh esterogen sehingga tampak makin merah dab kebiru biruan. (%arium 'indung telur0 dengan terjadinya kehamilan, indung telur mengandung korpus luteum gra%idarum akan meneruskan 4ungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 1" minggu. g. $es laboratorium 7t dan 7b menurun

12 | K E H A M I L A N E K T O P I K

,rine 1. )rotein 8. >lukosa 7asil negati%e menunjukkan keadaan yang normal adanya glukosa dalam urine ibu hamil harus dianggap

sebagai gejala /=, kecuali dapat membuktikan bah2a hal5hal lain menyebabkannya E. )emeriksaan sedimen untuk melihat adanya gangguan pada ginjal /arah 1. 71 : gr # 8. ;ritrosit E,: juta9mmE E. Beukosit +666516.666 mmE !. 7D> $erdapat kuman chorionic gonadotropin dalam urine dihasilkan oleh tropulus ketika o%um yang dibuahi terbenam dalam endemetrium. )emeriksaan ,3> 1eberapa %ariabel janin dan plasenta lebih jelas dan lebih detail dan tidak ada kontraindikasi pemeriksaan ,3> dalam kehamilan -on53tres $est '-3$0

13 | K E H A M I L A N E K T O P I K

+.

)emeriksaan 16 $ o +B ,an BB - tinggi badan yang diharuskan untuk kehamilan adalah 1:6 cm dan kenaikan berat badan selama kehamilan berkisar antara 1151E,: kg, pada trimester I kenaikannya kurang lebih 1 kg, trimester II kurang lebih : kg dan trimester III kurang lebih :,: kg. o +ekanan ,a ah )osisi pengambilan tekanan darah sebaiknya ditetapkan, karena posisi akan mempengaruhi tekanan darah pada ibu hamil. 3ebaiknya tekanan darah diukur pada posisi duduk dengan posisi sejajar posisi jantung. )endokumentasian perlu dicatat posisi dan tekanan darah yang didapatkan. o +./ Beopold I Beopold II Beopold III menentukan usia kehamilan dan tinggi 4undus uteri dalam cm menentukan bagian janin, punggung kiri J punggung kanan menentukan bagian terendah janin, apakah kepala atau bokong 5 5 Kepala bundar, keras dan melenting

1okong tidak bundar, keras dan melenting mengukur seberapa jauh kepala masuk di ).) 'pintu atas panggul0

Beopold II

14 | K E H A M I L A N E K T O P I K

o ++

- pemberian imunisasi selama kehamilan dilakukan sebnyak ! kali.

)ada trimester I satu kali, trimester II satu kali dan trimester III dua kali o +a&let - selama hamil ibu diberikan tablet F; sebanyak *6 tablet 4ungsinya yaitu untuk membantu pertumbuhan tulang janin, 2aktu meminumnya 1&1 setiap malam sebelum tidur o +em$ 0i*a a 12E3 - dilakukan untuk memberikan health education pada ibu hamil dan memberikan penjelasan pada ibu hamil yang mengalami keluhan5 keluhan selama kahamilan o +o *h4+oksoplasma - pemeriksaan melalui B.1 yang gunanya untuk mengetahui apakah ibu hamil terin4eksi bakteri toksoplasma K K K K 8. /iagnosis Kepera2atan )emeriksaan reduksi urine atas indikasi )emberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok )emberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria

Kemungkinan diagnosis kepera2atan yang muncul adalah sebagai berikut 1. /e%isit %olume cairan yang berhubungan dengan ruptur pada lokasi implantasi sebagai e4ek tindakan pembedahan. 8. )erubahan per4usi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang di perlukan untuk pengiriman nutrient ke sel. E. -yeri yang berhubungan dengan ruptur tuba 4alopi, pendarahan intraperitonial.

15 | K E H A M I L A N E K T O P I K

!. :.

Intoleran akti%itas berhubngan dengan kelemahan Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan kurang pemahaman atau tidak mengenal sumber5sumber in4ormasi.

E.

Inter%ensi kepera2atan

/iagnosis 1 /e%isit %olume cairan yang berhubungan dengan ruptur pada lokasi implantasi sebagai e4ek tindakan pembedahan. Kriteria hasil

2+ | K E H A M I L A N E K T O P I K

ibu menunjukan kestabilan9 perbaikan keseimbangn cairan yang di buktikan oleh tanda5tanda %ital yang stabil, pengisian kapiler cepat, sensorium tepat, serta 4rekuensi berat jenis urine adekuat.

-o 1

<encana Iner%ensi Bakukan pendekatan kepada pasien dan keluarga.

<asional )asien dan keluarga lebih kooperati4

=emberikan penjelasan mengenai kondisi pasien saat ini

pasien mengerti tentang keadaan dirinya dan lebih kooperati4 terhadap tindakan.

(bser%asi $$I dan obser%asi tanda akut abdoment.

parameter deteksi dini adanya komplikasiyang terjadi. ,ntuk mengetahui kesaimbangan cairan dalam tubuh

)antau input dan output cairan

)emeriksa kadar 7b

mengetahui kadar 7b klien sehubungan dengan perdarahan.

"

Bakukan kolaborasi dengan tim medis melaksanakan 4ungsi independent. untuk penanganan lebih lanjut.

/iagnosia 8 )erubahan per4usi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang di perlukan untuk pengiriman nutrient ke sel.
21 | K E H A M I L A N E K T O P I K

Driteria hasil menunjukan per4usi jaringan yang adekuat, misalnya $anda5tanda %ital stabil, membrane mukosa 2arna merah muda, pengisian kapilerbaik, haluaran urine adekuat, 2ajah tidak pucat dan mental seperti biasa. -o 1 $indakan inter%ensi .2asi tanda %ital, kaji pengisian kapiler, 2arna kulit9membrane mukosa, dasar kuku. rasional =emberikan in4ormasi tentang derajat9adekuat per4usi jaringan dan membantu menentukan kebutuhan inter%ensi.

Datat keluhan rasa dingin, pertahankan Iasokonstriksi menurunkan sirkulasi suhu lingkungan dan tubuh hangat peri4er. Kenyamanan pasien9 sesuai indikasi. kebutuhan rasa hangat harus seimbang dengan kebutuhan untuk menghindari panas berlebihan. Kolaborasi dengan tim medis yang =engidenti4ikasi de4isiensi dan lain, a2asi pemeriksaan lab misalnya kebuutuhan pengobatan atau terhadap 7197$ terapi.

/iagnosis E -yeri yang berhubungan dengan ruptur tuba 4alopi, pendarahan intraperitonial. Kriteria hasil ibu dapat mendemonstrasikan teknik relaksasi, tanda5tanda %ital dalam batas normal, dan ibu tidak meringis atau menunjukan raut muka yang kesakitan. no <encana Inter%ensi <asional

22 | K E H A M I L A N E K T O P I K

=andiri 1 $entukan si4at, lokasi dan durasi nyeri. =embantu dalam mendiagnosis dan Kaji kontraksi uterus hemoragi menentukan tindakan yang akan ataunyeri tekan abdomen. dilakukan. Ketidak nyamanan dihubungkan dengan aborsi spontan dan molahidatiosa karena kontraksi uterus yang mungkin diperberat oleh in4use oksitosin. <upture kehamilan ektropik mengakibatkan nyeri hebat, karena hemoragi tersembunyi saat tuba 4alopi rupture ke dalam abdomen. Kaji steres psikologi ibu9pasangan dan .nsietas terhadap situasi darurat dapat respons emosional terhadap kejadian. memperberat ketidak nyamanan karena syndrome ketegangan, ketakutan, dan nyeri.. 1erikan lingkungan yang tenang dan /apat membantu dalam menurunkan akti%itas untuk menurunkan rasa nyeri. tingkat asietas dan karenanya Instruksikan klien untuk menggunakan mereduksi ketidaknyamanan. metode relaksasi, misalnya napas dalam, %isualisasi distraksi, dan jelaskan prosedur. Kolaborasi ! 1erikannarkotik atau sedati%e berikut =eningkatkan kenyamanan, obat5obat praoperati4 bila prosedur menurunkan komplikasi pembedahan pembedahan diindikasikan. 3iapkan untuk prosedur bedah bila $ingkatkan terhadap penyimpangan

23 | K E H A M I L A N E K T O P I K

terdapat indikasi

dasar akan menghilangkan nyeri.

/iagnosis ! Kurangnya pengetahuan yang berhubungan dengan kurang pemahaman atau tidak mengenal sumber5sumber in4ormasi. $ujuan ibu berpartisipasi dalam proses belajar, mengungkapkan dalam istilah sederhana, mengenai pato4isiologi dan implikasi klinis.

-o <encana Inter%ensi 1 =enjelaskan tindakan dan rasional yang ditentukan untuk kondisi hemoragia.

<asional =emberikan in4ormasi, menjelaskan kesalahan konsep pikiran ibu mengenai prosedur yang akan dilakukan, dan menurunkan sters yang berhubungan dengan prosedur yang diberikan. =emberikan klisi4ikasi dari konsep yang salah, identi4ikasi masala5 masalah dan kesempatan untuk memulai mengembangkan ketrampilan penyesuaian 'koping0 =emberikan in4ormasi tentang kemungkinan komplikasi dan meningkatkan harapan realita dan

1erikan kesempatan bagi ibu untuk mengajiLukan pertanyaan dan mengungkapkan kesalah konsep

/iskusikan kemungkinan implikasi jangka ependek pada ibu9janin dari kedaan pendarahan.

24 | K E H A M I L A N E K T O P I K

kerja sama dengan aturan tindakan. ! $injau ulang implikasi jangka panjang Ibu dengan kehamilan ektropik dapat terhadap situasi yang memerlukan memahami kesulitan mempertahankan e%aluasi dan tindakan tambahan. setelah pengangkatan tuba9o%arium yang sakit.

2- | K E H A M I L A N E K T O P I K

/a4tar )ustaka http 99bidanku.com9inde&.phpM9kehamilan5ektopikNi&AA8B1u*drI) http 99susanblogs1+.blogspot.com9861E9619artikel5pato4isiologi5kehamilan5 ektopik.htmlNi&AA8B8E6rdrc ;rrol, -or2itA. 866+. At aGlance (bstetri dan >inekologi. Jakarta ;rlanga. 7lm 1"5 1? Fadlun, dkk. 8611. Asuhan Kebidanan Patologis. Jakarta 3alemba =edika. 7lm. !E5 !?. <ustam, =ochtar. 1**+. Sinopsis (bstetri. Edisi 2. Jakarta ;>D. 7lm. 88"58E?. 3coot, James. 8668. =edika. 7lm11"518E. Binda J. Ior%ick, =/. ;ctopic )regnancy. nlm.nih.go%9medlineplus9ency9article9666+*:. Josie, tenor. 8666. ;ctopic )regnancy. aa4p.org9a4p986669681:9p16+6. .nggasuryadi. 8616. Kehamilan ;ktopik. anggasuryadi.2ordpress.com9861696198E9kehamilan5ektopik9 an!orth "uku Saku (bstetri an >inekologi. Jakarta Hidya

22 | K E H A M I L A N E K T O P I K