Anda di halaman 1dari 9

MPK PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

A. DASAR: SK Dirjen Dikti Nomor: 43/Dikti/Kep/2006, Tanggal 2 Juni 2006, tentang Rambu-rambu Pelaksanaan kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. B. Materi Pendidikan Kewarganegaraan merupakan penggabungan antara materi Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan.

VISI: Visi kelompok MPK di Perguruan Tinggi merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan pragram studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

MISI:
Misi kelompok MPK di Perguruan Tinggi membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab.

KOMPETENSI: Menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis yang berkeadaban, menjadi warga negara yang memiliki daya saing, berdisiplin, dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila

MATERI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

1. Filsafat Pancasila -> Pancasila sebagai sistem Filsafat, Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan negara. 2. Identitas Nasional -> Karakteristik identitas nasional, Proses berbangsa dan bernegara.

3. Politik dan Strategi -> Sistem konstitusi, sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia
4. Demokrasi Indonesia -> Konsep dan prinsip demokrasi, Demokrasi dan pendidikan demokrasi.

5. Hak Azasi Manusia dan Rule of Law 6. Hak dan Kewajiban Warga Negara -> Warga negara Indonesia, Hak dan kewajiban warga negara Indonesia. 7. Geopolitik Indonesia -> Wilayah sebagai ruang hidup, otonomi daerah. 8. Geostrategi Indonesia -> Konsep asta gatra, Indonesia dan perdamaian dunia.

MENGAPA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

A. Peluang dan Tantangan arus globalisasi -> The ending of nation state (Naisbitt,1994), manusia mendambakan hidup dalam kondisi kosmopolitan, tidak perlu mempunyai kewarganegaraan, tetapi menjadi warga dunia, lahirnya paradox global yang ditandai dengan munculnya anomali dan anomi kehidupan, hancurnya perusahaan besar dan eksisnya perusahaan kecil (Naisbitt, 1994). B. Benturan Peradaban (The clash of Civilization: Huntington,1997), sebagai konsekwensi keinginan terbentuknya dunia tanpa batas muncul konflik internal dan eksternal, konflik yang berbasis ekonomi diselesaikan melalui pendekatan politik.

C. Setiap negara memerlukan bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme, rasa kebangsaan. D. Sarana memelihara Integrasi Bangsa E. Pergantian generasi

TUGAS

Mencari format ideologi yang ideal bagi sebuah negara dalam menghadapi trend global.
Macam Ideologi yang dikaji: 1. Karl Max 2. Max Weber

3. Emile Durhaim 4. George Ritzer 5. Ideologi Kapitalis 6. Ideologi Liberal 7. Ideologi Global 8. Ideologi Agama