Anda di halaman 1dari 10

Mebendazole Vs mebendazole-pirantel pamoat untuk pengobatan cacingan (helminthiasis) pada anak-anak.

(Fereza Amelia, Muhammad Ali, Syahril asaribu)

Abstrak Latar belakang! "acingan akibat cacing tanah ( S#$) adalah in%eksi yang paling umum pada negara berkembang. Meskipun tingkat

morbiditasnya tinggi, adalah masih sulit untuk menemukan dosis e%isasi obat anti cacingan untuk penanganannya. Obyektif!! &ntuk menentukan e%isasi obat mebendazole dengan mebendazole-pirantel pamoat dalam pengobatan S#$ pada anak-anak. Metoda! 'ami melakukan percobaan open-label random terkendali dari bulan (uli hingga September )**+ di Secanggang, ,angkat, Sumatera &tara, -ndonesia pada Sekolah S.. Sebelum inter/ensi, data usia, 0enis kelamin, status gizi, dan S#$ dikumpulkan. Anak-anak secara acak dibagi men0adi dua kelompok. Anak 1anak yang dalam kelompok menerima dosis tunggal 2** mg mebendazole sementara mereka yang ada dalam kelompok -- menerima dosis tunggal 2** mg mebendazole dikombinasi dengan 3* mg.kg berat badan pirantel pamoat. 'ami memeriksa eek subyek pada hari 4,35,)3 dan )6 setelah pemberian obat untuk menentukan tingkat kesembuhan dan berkurangnya telur cacingnya. Analisa statistik diker0akan menggunakan "hi-kuadrat dan Student-# test dengan tingkat inter/al kepercayaan +27 dan nilai 8*,*2 dianggap sebagai sudah signi%ikan. Hasil! 'ami menemukan bah9a tingkat kesembuhan adalah +2,57: 46,27, dan 6+,;7 atas cacing Ascaris ,umbricoides, #richuris trichiura, dan campuran keduanya (A. ,umbricoides dan #. trichiura ) pada kelompok yang meminum mebendazole. #ingkat kesembuhan adalah +6,27: 6+,)7, dan +*,)7 untuk A.lumbricoides, #. trichiura dan

campuran keduanya pada kelompok yang meminum mebendazole pirantel pamoat. Meskipun tingkat kesembuhan tidak signi%ikan bedanya antara ) kelompok itu, total telur per gram(< =) adalah kentara rendah untuk keduanya A. ,umbricoides dan #.trichiura ( >*,**3 dan > *,**)) pada

kelompok yang memakai kombinasi dari pada yang hanya mebendazole sa0a. Kesimpulan! Mebendazole yang dikombinasikan dengan pirantel pamoat memiliki e%isasi yang lebih tinggi ketimbang mebendazole sa0a dalam mengurangi telur cacing. ?agaimanapun, tingkat kesembuhan dari dua obat cacing ini adalah sama.@ aediat -ndones, )*3;:2;!)*+-3;A

"acingan

karena penularan melalui tanah (S#$) dan schistosoma

adalah ke0adian paling sering pada manusia yang tinggal di 9ilayah miskin pada negara berkembang. Sekitar 3B; dari populasi dunia kena cacingan oleh spesies helminth yang tinggal di usus besar . "acing yang umum adalah Ascaris lumbricoides ( 'remi), 0uga Ancylostoma duodenale, dan necator Americanus,( cacing pita) enularan melalui

tanah atas helmin) ini dihubungkan dengan masalah kesehatan yang ada di -ndonesia, meskipun data dari sur/ey nasional tidak lengkap. Sur/ey yang diker0akan antara tahun 3+4*-3+6* di Asia tenggara menun0ukkan tingkat kecacingan Ascaris dan #richiuris adalah 4*7. Anak usia pra sekolah terhitung 3*-)*7 dari ) 0uta orang di seluruh dunia kena cacingan dengan perantara tanah sebagai a0ang penularnya.Anak &sia sekolah pada negara berkembang menderita cacingan yang buruk sebagai konsekuensi dari keadaan, dan mani%estasi dari S#$ adalah ke0adian diare, sakit perut, bobot tubuh yang rendah, malnutrisi, anemia dan tingkat kecerdasan yang rendah.

?eberapa obat cacing dari beragam 0enis re0imen telah dicoba untuk memberantas parasit ini, tetapi dengan hasil yang ber/ariasi. <mpat obat cacing yang direkomendasikan C$D sebagai obat yang mu0arab untuk mengobati cacingan dan mengendalikan S#$, adalah albendazole, mebendazole, le/amisol dan pyrantel pamoat. Mebendazole beker0a dengan mengganggu metabolisme karbohidrat dan menekan polimerisasi mikrotubula. irantel pamoat memiliki e%ek depolarisasi

yang menyebabkan tidak ber%ungsinya transmisis sinaptik pada tubuh cacing dan memblokade syara% otot dengan menyebakan kelumpuhan sara% cacing. Studi sebelumnya menandaskan bah9a kedua obat telah

diikatkan sama e%ekti%nya mela9an enterobiasis.

irantel pamoat

direkomendasikan sebagai obat pilihan dalam kasus in%eksi multi parasitik terkecuali #. trichiura dan S. stercoralis yang mana pemberian bisa sendiri atau bersamaan harus menyertakan

mebendazole. Ee/isi sistematik dan analisa-meta yang menekankan pada mebendazole dan pirantel pamoat sebagai penyembuh dengan tingkat sembuh yang tinggi mela9an A. lumbricoides. #u0uan mebendazole dari studi ini adalah untuk menentukan dengan e%isasi

sendirian

diperbandingkan

mebendazole

terkombinasi dengan pirantel pamoat untuk pengobatan in%eksi S#$ pada anak-anak.

Metoda 'ami melakukan percoban open-label terkendali random dari bulan (uli hingga ?ulan September )**+ di Secanggang, 'abupaten ,angkat, ro/insi Sumatra &tara. Subyek adalah anak usia sekolah dasar yang terkena S#$ yang belum menerima pengobatan cacing paling tidak 3 bulan sebelum masa studi diker0akan. Anak-anak yang menolak diobati

atau tidak memberikan eeknya, seperti anak yang diare, batuk atau demam tidak disertakan. -n%ormed consent diambil dari orang tua atau 9ali. &kuran sampel dihitung dan F2 anak-anak dalam setiap kelompok dibutuhkan. .iagnosa $elminthiasis didasarkan pada setiap spesies helminthiasis diketemukan pada peneriksaan eek subyek. Sebelum memberikan pengobatan pada setiap kelompok, kami memeriksa eek, untuk mencari adanya daya pengurangan 0umlah telur, dan

membandingkannya antara setelah masa pengobatan dengan sebelum masa pengobatan. Studi ini disetu0ui oleh 'omite <tik dari &ni/ersitas Sumatera &tara, Fakultas 'edokteran. Sebelum melakukan pecobaan, kami men0elaskan dahulu metode, akibat dari cacingan S#$ dan pengobatan nya terhadap subyek dan orang tuanya. Sebelum inter/ensi, data pada subyek seperti usia, 0enis kelamin, status gizi, dan status cacingannya dikumpulkan. Anak-anak dibagi ke dalam dua kelompok dengan randomisasi sederhana

menggunakan tabel bilangan random. Anak anak dalam kelompok menerima dosis tunggal 2** mg mebendazole sementara yang di kelompok -- 0uga menerima dosis tunggal 2** mg mebendazole terkombinasi dengan 0uga 3* mgBberat badan pirantel pamoat. 'ami memeriksa eek subyek pada hari 4,35,)3, dan )6 seteleh pengobatan untuk menentukan adanya daya pengurangan telur dan tingkat kesembuhan. Eeduksi telur ditentukan sebagai berkurangnya 0umlah total telur per gram (< =) dari minggu pertama hingga minggu keempat setelah pengobatan. #elur per gram adalah 0umlah telur per slide dikalikan dengan );. 'esembuhan total ditentukan 0ika tidak ada telur cacing sama sekali pada eek subyek dari minggu pertama hingga minggu keempat setelah pengobatan. "hi-'uadrat dan #-test independen digunakan untuk analisa statistik, dengan le/el signi%iknasi 8 *,*2 dengan inter/al

kepercayaan +27 (+27"-). Semua data diproses menggunakan S SS /ersi 35.* %or 9indo9s.

Hasil 'ami mencuplik 2** pela0ar, sebesar )3) tidak memberikan eeknya. 'ami melakukan pemeriksaan eek ( menggunakan #eknik 'ato-'atz) pada anak sekolah dasar sebanyak )66 orang, dan menemukan 3;* anak ter0angkiti cacingan. 'ami memasukkan mereka dan mengacak mereka dalam dua kelompok. =ambar 3 menun0ukkan pro%il dari studi ini. 2** anak dipilih

)3) tidak menyediakan eek nya

)66 anak diperiksa eeknya

#er0angkiti S#$ ( n>3;*)

Mebendazole ( n > F2)

Mebendazole G pirantel pamoat ( n>F2)

emeriksaan eek diker0akan pada hari 4,35,)3, dan )6 setelah pengobatan

Sebanyak 3;* anak, dimana ;; co9ok dan ;) ce9ek diberi mebendazole sa0a dan ;F co9ok dan )+ ce9ek dalam kelompok kombinasi. Eerata usia subyek adalah +,F ( S. 3,++) tahun pada kelompok mebendazole dan + (S. +,*) pada kelompok kombinasi. 2F anak-anak (55,F7) ter0angkiti A. ,umbricoides ('remi), ); anak ( 3F,37) ter0angkiti #. #richiura, dan 23 anak ( ;+,;7) dengan ke0angkitan campuran.'arakteristik dasar pada subyek adalah sama antara kedua kelompok ( tabel 3).

#abel 3. 'arakteristik .asar dari Subyek 'elompok 'arakteristik (enis kelamin,n(7) "o9ok "e9ek Eerata &sia(S.), tahun Eerata ?obot (S.),kg Eerata tinggi (S.), cm Status =izi, n(7) 'urang =izi yang parah 'urang gizi moderat 'urang gizi sedang 'ecukupan gizi 'elebihan bobot badan 'egemukan Eerata total telu cacing per gr (S.) Ascaris ,umbricoides #richurus trichiura (mebendazole) (n>F2) ;;(2*,4) ;)(5+,;) +,F(3,++) )),4(F,46) 3;3(+,4)) )(;) 36()4,F) ;3(54,F) 35()3,6) * * 'elompok -('ombinasi) (n>F2) ;F(22,;) )+(55,4* +,*(),6;) )*,2(;,25) 33;(35,6*) 2(4,4) 5(F,3) )5(;4) ;*(5F,)) 3(3,2) 3(3,2)

3.3F*,5(2+,6) 3;3,+(3),4)

3.*33,+(26,F) 336,3(3*,F)

'ami menemukan tidak ada perbedaan kentaraBsigni%ikan dalam kesembuhan pada dua kelompok, rerata kesembuhan adalah +2,57 dan

46,27 untuk A. lumbricoides dan #. trichura.

ada kelompok

mebendazole pirantel pamoat, rerata kesembuhan adalah +6,27 dan 6+,)7 untuk A. lumbricoides dan #. trichiura. $al yang sama pada pasien ter0angkit cacingan campuran, rerata kesembuhannya tidak kentara bedanya antara mebandozole sa0a dan kombinasi terapi (6+,;7 dn +*,)7) (#abel ))

#abel ). rerata kesembuhan dua kelompok untuk dua spesies S#$ arasit A. ,umbricoides Dbat "acingnya Mebendazole Mebendazole pamoat Mebendazole Mebendazole pamoat
Campuran lumbricoides trichiura + A. T.

Eerata kesembuhan +2.5 +6.2 46.2

Hilai *.*63

pirantel

#.trichiura

*.*F4

pirantel

6+.) 6+.; *.*F;

mebendazole Mebendazole pamoat Gpirantel

+*.)

#abel ; menun0ukkn reduksi telur cacing pada dua kelompok. Ada perbedaan kentara pada hari ke )6 setelah pengobatan untuk kedua kelompok, total < = berkurang cepat pada kelompok kombinasi mebendazole pirantel pamoat.

#abel ;.Eeduksi telur cacing pada minggu pertama dan minggu keempat #otal telur cacing per gram Eerata Eerata Dbat +27 "(S.)hari (S.) hari cacingnya reduksi ke-4 ke-)6 Mebendazole 643,5(2),)) ;*,)(2,6) *,;F-

arasit

Hilai *,**3

A.

,umbricoides Mebendazole G pirantel pamoat #. #richiura Mebendazole 54;,;(2*,5) Mebendazole G pirantel pamoat iskusi +;,3(+,;) ;,F(3,)) 3*,6(3,+) +),5(4,;) +,3(*,6)

),26 *,5F3,2+ *,;2),24 *,5F3,2* *,**)

Faktor yang mempengaruhi adanya S#$ adalah kebersihan, sanitasi, tingkat status ekonomi, pengetahuan, le/el pendidikan dan lingkungan. .i Sumatera &tara pada tahun 3++2, pre/alensi S#$ adalah sekitar 24-+*7 . .i daerah pedesaan, bahkan pola penularan S#$ cenderung sama, berbeda gaya hidup mungkin men0adi berbeda transmisi

cacingan sebagaiman kelihatan dari pre/alensi yang berbeda antar 9ilayah 'ami menemukan bah9a pre/alensi dari ke0angkitan S#$ di Secanggang, 'abupaten ,angkat, Sumatera &tara adalah sekitar 52,37. Studi kami menyertakan 3;* subyek dengan ke0angkitan A.

lumbricoides ( 55,F7). #. trichiura (3F,37) dan campuran keduanya ;+,;7 , tetapi tak satupun yang kena cacing tambang. ?eberap obat cacing dalam berbagai re0imen telah dicoba untuk memberantas parasit-parasit itu dengan hasil yang ber/ariasi. Medikasi diekomendasikan oleh C$D untuk mengurangi morbiditas S#$ adalah albendazole, le/amisole, mebendazol, dan pirantel pamoat. C$D merekomendasikan dosis untuk mebendazole adalah ! 2** mg dalam dosis tunggal untuk askariasis, 3** mg dua kali sehari untuk ; hari, atau 2** mg dosis tunggal untuk trichuriasis dan cacing tambang.

C$D 0uga merekomendasikan dosis untuk albendazole yaitu 5** mg dalam dosis tunggal, ),2 mgBkg berat baan untuk le/amisole, dan 3* mg Bkg berat badan untuk pirantel. 'ami menemukan bah9a mebendazole dikombinasikan dengan pirantel pamoat memiliki e%isasi yang lebih baik dalam pengobatan S#$ pada anak-anak. .alam subyek kami, total < = berkurang cepat pada kelompok mebendazole, tetapi tidak ada perbedaan yang

kentaraBsigni%ikan pada rerata kesembuhan pada hari )6 setelah pengobatan. enemuan kami diamini oleh penelitian sebelumnya pada tahun )**4, di desa Suka, 'ecamatan #iga anah, 'abupaten 'aro, Sumatera &tara. .alam percobaan klinis ini, kombinasi dosis tunggal dari 3* mgB kg berat badan untuk pirantel pamoat diikuti dengan 3** mg mebendazole dua kali sehari untuk tiga hari mengurangi cacing yang ada dalam usus antara kombinasi dan dosis tunggal dalam kelompok mebendazole. ada tahun 3++2, percobaan klinis di #a0ung Anom, kecamatan pancur ?atu, kabupaten .eli Serdang, Sumatera &tara menun0ukkan bah9a 5** mg dosis tunggal albendazole secara oral memiliki e%isasi lebih tinggi ketimbang 3* mgBkg berat badan pirantel pamoat sebagai dosis tunggal oral dikombinasikan dengan 3** mg mebendazole dua kali sehari secara oral untuk tiga hari. <%ek ad/ersi dari mebendazole terapi adalah bah9a kadangkadang ter0adi gangguan perut dan pusing, kepala rasa

berputar,keadaan mengantuk, sulit tidur, dan ruam telah dilaporkan pada pemberian pirantel pamoat. Muntah 0uga diketemukan pada 2 anak pada kelompok kombinasi dalam studi kami. #idak ada e%ek ad/ersi yang tercatat.

'esimpulannya, mebendazole dikombinasi dengan pirantel pamoat memiliki e%isasi yang lebih tinggi dibandingkan mebendazole sendirian pada tema untuk mengurangi 0umlah telur cacing. #etapi tingkat kesembuhan untuk dua obat cacing ini adalah sama.