Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN SEROSIS HEPATIS A. Pengertian Sirosis hati adalah penyakit hati menah n yang di!

s ditandai dengan adanya pem"ent kan #aringan ikat disertai nod l. $iasanya dim lai dengan adanya proses peradangan nekrosis sel hati yang l as% pem"ent kan #aringan ikat dan saha regenerasi nod l. &istorsi arsitekt r hati akan menim" lkan per "ahan sirk lasi mikro dan makro men#adi tidak terat r aki"at penam"ahan #aringan ikat dan nod l terse" t 'S (anne ). Smelt(er dan $renda *. $are% +,,-.. $. Etiologi Ada / tipe sirosis ata pem"ent kan par t dalam hati 0 -. Sirosis portal laenne1 'alkoholik n trisional.% dimana #aringan par t se1ara khas mengelilingi daerah portal. Sering dise"a"kan oleh alkoholis kronis. +. Sirosis pas1anekrotik% dimana terdapat pita #aringan par t yang le"ar se"agai aki"at lan# t dari hepatitis 2ir s ak t yang ter#adi se"el mnya. /. Sirosis "ilier% dimana pem"ent kan #aringan par t ter#adi dalam hati di sekitar sal ran emped . Ter#adi aki"at o"str ksi "ilier yang kronis dan in!eksi 'kolangitis.. $agian hati yang terli"at terdiri atas r ang portal dan periportal tempat kanalik l s "iliaris dari masing3masing lo" l s hati "erga" ng nt k mem"ent k sal ran emped yang "ar . &engan demikian akan ter#adi pert m" han #aringan yang "erle"ihan ter tama terdiri atas sal ran emped

"ar

dan tidak "erh " ngan yang dikelilingi oleh #aringan

par t. ). 4ani!estasi Klinis Penyakit ini men1ak p ge#ala ikter s dan !e"ris yang intermiten. Pem"esaran hati. Pada a5al per#alanan sirosis% hati 1ender ng mem"esar dan sel3selnya dipen hi oleh lemak. Hati terse" t men#adi keras dan memiliki tepi ta#am yang dapat diketah i melal i palpasi. Nyeri a"domen dapat ter#adi se"agai aki"at dari pem"esaran hati yang 1epat dan "ar sa#a ter#adi sehingga mengaki"atkan regangan pada sel " ng !i"rosa hati 'kaps la *lissoni.. Pada per#alanan penyakit yang le"ih lan# t% k ran hati akan "erk rang setelah #aringan par t menye"a"kan penger tan #aringan hati. Apa"ila dapat dipalpasi% perm kaan hati akan tera"a "en#ol3"en#ol 'nod ler.. O"str ksi Portal dan Asites. 4ani!estasi lan# t se"agian dise"a"kan oleh kegagalan ! ngsi hati yang kronis dan se"agian lagi oleh o"str ksi sirk lasi portal. Sem a darah dari organ3organ digesti! praktis akan "erk mp l dalam 2ena portal dan di"a5a ke hati. Karena hati yang sirotik tidak mem ngkinkan pelintasan darah yang "e"as% maka aliran darah terse" t akan kem"ali ke dalam limpa dan trakt s gastrointestinal dengan konsek ensi "ah5a organ3organ ini men#adi tempat kongesti pasi! yang kronis6 dengan kata lain% ked a organ terse" t akan dipen hi oleh darah dan dengan demikian tidak dapat "eker#a dengan "aik. Pasien dengan keadaan sema1am ini 1ender ng menderita dispepsia kronis ata diare. $erat "adan pasien se1ara "erangs r3angs r mengalami pen r nan.

)airan yang kaya protein dan men mp k di rongga peritoneal akan menye"a"kan asites. Hal ini dit n# kkan melal i per! si akan adanya shi!ting d llness ata gelom"ang 1airan. Splenomegali # ga ter#adi. 7aring3#aring telangiektasis% ata "ir dilatasi arteri s per!isial menye"a"kan #aring "er5arna kemerahan% yang sering dapat dilihat melal i inspeksi 8arises *astrointestinal. O"str ksi aliran darah le5at hati yang ter#adi aki"at per "ahan pem" l h !i"ro!ik darah # ga mengaki"atkan pem"ent kan kolateral

terhadap 5a#ah dan kesel r han t " h.

sistem gastrointestinal dan pemintasan 'sh nting. darah dari pern" l h portal ke dalam pern" l h darah dengan tekanan yang le"ih rendah. Se"agai aki"atnya% penderita sirosis sering memperlihatkan distensi pem" l h darah a"domen yang men1olok serta terlihat pada inspeksi a"domen 'kap t med sae.% dan distensi pem" l h darah di sel r h trakt s gastrointestinal. Eso!ag s% lam" ng dan rekt m "agian "a5ah mer pakan daerah yang sering mengalami pem"ent kan pem" l h darah kolateral. &istensi pem" l h darah ini akan mem"ent k 2arises ata temoroid tergant ng pada lokasinya. Karena ! ngsinya " kan darah ini dapat mengalami it % nt k menangg ng 2ol me r pt r dan menim" lkan men1ak p darah dan tekanan yang tinggi aki"at sirosis% maka pem" l h perdarahan. o"ser2asi Karena pengka#ian har s

nt k mengetah i perdarahan yang nyata dan

tersem" nyi dari trakt s gastrointestinal. K rang le"ih +9: pasien akan mengalami hematemesis ringan6 sisanya akan mengalami hemoragi masi! dari r pt r 2arises pada lam" ng dan eso!ag s.

Edema. *e#ala lan# t lainnya pada sirosis hepatis ditim" lkan oleh gagal hati yang kronis. Konsentrasi al" min plasma men r n sehingga men#adi predisposisi nt k ter#adinya edema. Prod ksi aldosteron yang "erle"ihan akan menye"a"kan retensi natri m serta air dan ekskresi kali m. &e!isiensi 8itamin dan Anemia. Karena pem"ent kan% pengg naan dan penyimpanan 2itamin tertent de!isiensi se"agai 2itamin !enomena terse" t sering di# mpai% yan tidak kh s snya dengan tidak memadai 'ter tama 2itamin A% ) dan K.% maka tanda3tanda hemoragik yang as pan "erkaitan diet

de!isiensi 2itamin K. *astritis kronis dan gangg an ! ngsi gastrointestinal "ersama3sama yang adek at dan gangg an ! ngsi hati t r t menim" lkan anemia yang sering menyertai sirosis hepatis. *e#ala anemia dan stat s n trisi serta kesehatan pasien yang " r k akan mengaki"atkan kelelahan he"at yang menggangg kemamp an nt k melak kan akti2itas r tin sehari3hari. Kem nd ran 4ental. 4ani!estasi klinik lainnya adalah kem nd ran ! ngsi mental dengan ense!alopati dan koma hepatik yang mem"akat. Karena it % pemeriksaan ne rologi perl dilak kan pada sirosis hepatis dan men1ak p perilak m m pasien% kemamp an kogniti!% orientasi terhadap 5akt serta tempat% dan pola "i1ara. &. Pato!isiologi Kons msi min man "eralkohol dianggap se"agai !aktor penye"a" yang tama. Sirosis ter#adi paling tinggi pada pemin m min man keras. 4eskip n de!isiensi gi(i dengan pen r nan as pan protein t r t menim" lkan ker sakan hati pada sirosis% nam n as pan alkohol yang "erle"ihan

mer pakan !aktor penye"a" tama pada perlemakan hati dan konsek ensi yang ditim" lkannya. Nam n demikian% sirosis # ga pernah ter#adi pada indi2id ke"iasan min m dan pada indi2id dengan kons msi alkohol yang tinggi. ;aktor lain diantaranya termas k pa#anan dengan (at kimia tertent arsen ata 'kar"on tetraklorida% na!talen% terklorinasi% in!eksi skistosomiastis d a kali le"ih !os!or. ata yang tidak memiliki yang dietnya normal tapi

"anyak daripada 5anita dan mayoritas pasien sirosis "er sia <, = >, tah n. Sirosis laenne1 mer pakan penyakit yang ditandai oleh nekrosis yang meli"atkan sel3sel hati dan kadang3kadang "er lang selama per#alanan penyakit sel3sel hati yang dihan1 rkan it se1ara "erangs r3angs r digantikan oleh #aringan normal yang masih

#aringan par t yang melampa i # mlah #aringan hati yang masih "er! ngsi. P la 3p la tersisa dan #aringan hati hasil regenerasi dapat menon#al dari "agian3"agian yang "erkonstriksi sehingga hati yang sirotik memperlihatkan gam"aran mirip pak "esar 'ho"nail appearan1e. yang khas. Sirosis hepatis "iasanya memiliki a5itan yang insid s dan per#alanan penyakit yang sangat pan#ang sehingga kadang3kadang mele5ati rentang 5akt /, tah n?le"ih. E. Proses Kepera5atan Pada Pasien Sirosis Hepatis Pengka#ian Pengka#ian kepera5atan "er!ok skan pada a5itan ge#ala dan ri5ayat !aktor3!aktor pen1et s% kh s snya penyalahg naan alkohol dalam #angka 5akt yang lama disamping as pan makanan dan per "ahan dalam stat s sol sepat "erkepala

#asmani serta rohani penderita. Pola pengg naan alkohol yang sekarang dan pada masa lampa 'd rasi dan # mlahnya. dika#i serta di1atat. @ang # ga har s di1atat adalah ri5ayat kontak dengan (at3(at toksik di tempat ker#a ata ata selama melak kan akti2itas rekreasi. Pa#anan o"at3o"at anestesi m m di1atat dan dengan o"at3o"at yang potensial "ersi!at hepatotoksik dengan dilaporkan. Stat s mental dika#i melal i anamnesis dan interaksi lain dengan pasien6 orientasi terhadap orang% tempat dan 5akt har s diperhatikan. Kemamp an pasien nt k melaksanakan peker#aan ata &i samping it % h " ngan kegiatan r mah tangga pasien dengan kel arga%

mem"erikan in!ormasi tentang stat s #asmani dan rohani. saha"at dan teman seker#a dapat mem"erikan pet n# k tentang kehilangan kemamp an yang ter#adi sek nder aki"at meteorism s 'kem" ng.% perdarahan gastrointestinal% memar dan per "ahan "erat "adan perl diperhatikan. Stat s n trisi yang mer pakan indikator penting pada sirosis dika#i melal i penim"angan "erat yang dilak kan setiap hari% pemeriksaan antropometrik dan pemanta an kreatinin. Inter2ensi Kepera5atan &iagnosa Kepera5atan 0 T # an Rasional Hasil yang protein plasma% trans!erin% serta kadar

diharapkan intoleransi akti2itas "erh " ngan dengan energi dan partisipasi dalam

kelelahan dan pen r nan "erat "adan. 0 peningkatan akti2itas.

Inter2ensi Kepera5atan -. Ta5arkan diet tinggi kalori% tinggi protein 'TKTP.. +. $erikan s plemen 2itamin 'A% $ kompleks% ) dan K. /. 4oti2asi pasien nt k melak kan latihan yang diselingi istirahat

Rasional -. 4em"erikan kalori "agi tenaga dan protein "agi proses penyem" han. +. 4em"erikan n trien tam"ahan. /. 4enghemat tenaga pasien sam"il mendorong pasien nt k melak kan latihan dalam "atas toleransi pasien.

Hasil yang diharapkan 4elaporkan peningkatan kek atan dan kesehatan pasien. 4eren1anakan akti2itas nt k mem"erikan kesempatan istirahat yang 1 k p. 4eningkatkan akti2itas dan latihan "ersamaan dengan "ertam"ahnya kek atan. 4emperlihatkan as pan n trien yang adek at dan menghilangkan alkohol dari diet. t " h0 hipertermia in!lamasi pada

<. 4oti2asi dan "ant pasien nt k melak kan latihan dengan periode 5akt yang ditingkatkan se1ara "ertahap

<. 4emper"aiki perasaan sehat se1ara m m dan per1aya diri

&iagnosa kepera5atan 0 sirosis.

per "ahan

s h

"erh " ngan

dengan

proses

T # an 0 pemeliharaan s h t " h yang normal. -. )atat s h t " h -. 4em"erikan dasar 4elaporkan s h se1ara terat r. +. 4oti2asi as pan nt k deteksi hati dan e2al asi inter2ensi. t " h yang normal dan tidak terdapatnya ge#ala

Inter2ensi Kepera5atan 1airan

Rasional +. 4emper"aiki kehilangan 1airan aki"at perspirasi serta !e"ris dan meningkatkan

Hasil yang diharapkan menggigil ata perspirasi. 4emperlihatkan as pan 1airan yang adek at.

/. Aak kan kompres dingin ata kantong es nt k men r nkan kenaikan s h t " h. <. $erikan anti"iotik seperti yang diresepkan.

tingkat kenyamanan pasien. /. 4en r nkan panas melal i proses kond ksi serta e2aporasi% dan meningkatkan tingkat kenyaman pasien. <. 4eningkatkan konsentrasi anti"iotik ser m

9. Hindari kontak dengan in!eksi.

yang tepat nt k mengatasi in!eksi. 9. 4eminimalkan resiko peningkatan

>. 7aga agar pasien dapat "eristirahat sementara s h t " hnya tinggi. &iagnosa kepera5atan 0 T # an

in!eksi% s h t " h serta la# meta"olik. >. 4eng rangi la# meta"olik. gangg an integritas k lit yang

"erh " ngan dengan pem"ent kan edema. 0 memper"aiki integritas k lit dan proteksi #aringan yang mengalami edema.

Inter2ensi Kepera5atan -. $atasi natri m seperti yang diresepkan. +. $erikan perhatian dan pera5atan yang 1ermat pada k lit.

Rasional -. 4eminimalkan pem"ent kan edema. +. 7aringan dan k lit yang edemat s menggangg s plai n trien dan sangat rentan terhadap

Hasil yang diharapkan 4emperlihatkan t rgor k lit yang normal pada ekstremitas dan "atang t " n. Tidak memperlihatkan l ka pada k lit. 4emperlihatkan #aringan yang normal tanpa ge#ala eritema% per "ahan 5arna ata peningkatan s h di daerah ton#olan t lang. 4eng "ah posisi dengan sering.

/. $alik dan "ah posisi pasien dengan sering.

tekanan serta tra ma. /. 4eminimalkan tekanan yang lama dan meningkatkan

<. Tim"ang "erat "adan dan 1atat as pan serta hal aran 1airan setiap hari. 9. Aak kan latihan gerak se1ara pasi!% tinggikan ekstremitas edemat s. >. Aetakkan "antalan " sa yang ke1il di"a5ah t mit% maleol s dan ton#olan t lang lainnya.

mo"ilisasi edema. <. 4em ngkinkan perkiraan stat s 1airan dan pemanta an terhadap adanya retensi serta kehilangan 1airan dengan 1ara yang paling "aik. 9. 4eningkatkan mo"ilisasi edema. >. 4elind ngi ton#olan t lang dan meminimalkan tra ma #ika

Inter2ensi Kepera5atan

Rasional dilak kan dengan

Hasil yang diharapkan

&iagnosa kepera5atan 0

"enar. *angg an integritas k lit "erh " ngan ikter s dan stat s im nologi yang

dengan T # an

tergangg . 0 4emper"aiki integritas k lit dan meminimalkan 4emperlihatkan k lit yang t h tanpa terlihat l ka ata in!eksi. 4elaporkan tidak adanya pr rit s. 4emperlihatkan peng rangan ge#ala ikter s pada k lit dan sklera. 4engg nakan emolien dan menghindari pemakaian sa" n dalam men#aga higiene sehari3 &iagnosa kepera5atan 0 hari. Per "ahan stat s n trisi% k rang dari iritasi k lit. -. O"ser2asi dan 1atat -. 4em"erikan dasar dera#at ikter s pada k lit dan sklera. +. Aak kan pera5atan yang sering pada k lit% mandi tanpa mengg nakan sa" n dan melak kan masase dengan losion pelem" t 'emolien.. /. 7aga agar k k pasien selal pendek. nt k deteksi per "ahan dan e2al asi inter2ensi. +. 4en1egah kekeringan k lit dan meminimalkan pr rit s. /. 4en1egah ekskoriasi k lit aki"at gar kan.

ke" t han t " h "erh " ngan dengan anoreksia dan gangg an gastrointestinal. T # an -. 4oti2asi pasien nt k makan 0 Per"aikan stat s n trisi. -. 4oti2asi sangat penting "agi 4emperlihatkan as pan makanan

Inter2ensi Kepera5atan makanan dan s plemen makanan. +. Ta5arkan makan makanan dengan porsi sedikit tapi sering. /. Hidangkan makanan yang menim" lkan selera dan menarik dalam penya#iannya. <. Pantang alkohol. 9. Pelihara higiene oral se"el m makan. >. Pasang i1e 1ollar nt k mengatasi m al. B. $erikan o"at yang diresepkan nt k mengatasi m al% m ntah% diare ata konstipasi. C. 4oti2asi peningkatan as pan 1airan dan latihan #ika pasien melaporkan konstipasi. D. Amati ge#ala yang mem" ktikan adanya perdarahan

Rasional penderita anoreksia dan gangg an gastrointestinal. +. 4akanan dengan porsi ke1il dan sering le"ih ditolerir oleh penderita anoreksia. /. 4eningkatkan selera makan dan rasa sehat. <. 4enghilangkan makanan dengan Ekalori kosongF dan menghindari iritasi lam" ng oleh alkohol. 9. 4eng rangi 1itarasa yang tidak enak dan merangsang selera makan. >. &apat meng rangi !rek ensi m al. B. 4eng rangi ge#ala gastrointestinal dan perasaan tidak enak pada per t yang meng rangi selera makan dan

Hasil yang diharapkan yang tinggi kalori% tinggi protein dengan # mlah memadai. 4engenali makanan dan min man yang "ergi(i dan diper"olehkan dalam diet. $ertam"ah "erat tanpa memperlihatkan penam"ahan edema dan pem"ent kan asites. 4engenali dasar pemikiran mengapa pasien har s makan sedikit3sedikit tapi sering. 4elaporkan peningkatan selera makan dan rasa sehat. 4enyisihkan

Inter2ensi Kepera5atan gastrointestinal.

Rasional keinginan terhadap makanan. C. 4eningkatkan pola de!ekasi yang normal dan meng rangi rasa tidakenak serta distensi pada a"domen. D. 4endeteksi komplikasi gastrointestinal yang seri s.

Hasil yang diharapkan alkohol dari dalam diet. T r t serta dalam paya memelihara higiene oral se"el m makan dan menghadapi m al. 4engg nakna o"at kelainan gastrointestinal seperti yang diresepkan. 4elaporkan ! ngsi gastrointestinal yang normal dengan de!ekasi yang terat r. 4engenali ge#ala yang dapat dilaporkan0 melena% pendarahan yang nyata. "erh " ngan dalam

&iagnosa kepera5atan 0

Resiko

1edera dan

dengan proses

hipertensi pem"ek an T # an

portal%

per "ahan gangg an

mekanisme

detoksi!ikasi o"at. 0 Peng rangan resiko 1edera.

Inter2ensi Kepera5atan -. Amati setiap !eses yang dieksresikan nt k memeriksa 5arna% konsistensi dan # mlahnya. +. Waspadai ge#ala ansietas% rasa pen h pada epigastri m% kelemahan dan kegelisahan. /. Periksa setiap !eses dan m ntahan nt k mendeteksi darah yang tersem" nyi. <. Amati mani!estasi hemoragi0 ekimosis% epitaksis% petekie dan perdarahan g si. 9. )atat tanda3tanda 2ital dengan inter2al 5akt tertent . >. 7aga agar pasien tenang dan mem"atasi akti2itasnya. B. $ant dokter dalam memasang kateter nt k tamponade

Rasional -. 4em ngkinkan deteksi perdarahan dalam trakt s gastrointestinal. +. &apat men n# kkan tanda3tanda dini perdarahan dan syok. /. 4endeteksi tanda dini yang mem" ktikan adanya perdarahan. <. 4en n# kkan per "ahan pada mekanisme pem"ek an darah. 9. 4em"erikan dasar dan " kti adanya hipo2olemia dan syok. >. 4eminimalkan resiko perdarahan dan menge#an. B. 4em dahkan insersi kateter kontra matik nt k mengatasi perdarahan dengan segera pada pasien

Hasil yang diharapkan Tidak memperlihatkan adanya perdarahan yang nyata dari trakt s gastrointestinal. Tidak memperlihatkan adanya kegelisahan% rasa pen h pada epigastri m dan indikator lain yang men n# kkan hemoragi serta syok. 4emperlihatkan hasil pemeriksaan yang negati! nt k perdarahan tersem" nyi gastrointestinal. $e"as dari daerah3 daerah yang mengalami ekimosis ata pem"ent kan hematom.

Inter2ensi Kepera5atan "alon eso!ag s. C. Aak kan o"ser2asi selama trans! si darah dilaksanakan. D. Uk r dan 1atat si!at% 5akt serta # mlah m ntahan. -,. Pertahankan pasien dalam keadaan p asa #ika diperl kan. --. $erikan 2itamin K seperti yang diresepkan. -+. &ampingi pasien se1ara ter s mener s selama episode perdarahan. -/. Ta5arkan min man dingin le5at m l t ketika perdarahan teratasi '"ila diinstr ksikan.. -<. Aak kan tindakan nt k men1egah tra ma 0 a. 4empertahankan lingk ngan yang aman.

Rasional yang 1emas dan mela5an. C. 4em ngkinkan deteksi reaksi trans! si 'resiko ini akan meningkat dengan pelaksanaan le"ih dari sat kali trans! si yang diperl kan nt k mengatasi perdarahan akti! dari 2arises eso!ag s. D. 4em"ant menge2al asi tara! perdarahan dan kehilangan darah. -,. 4eng rangi resiko aspirasi isi lam" ng dan meminimalkan resiko tra ma le"ih lan# t pada eso!ag s dan lam" ng. --. 4eningkatkan pem"ek an dengan

Hasil yang diharapkan 4emperlihatkan tanda3tanda 2ital yang normal. 4empertahankan istirahat dalam keadaan tenang ketika ter#adi perdarahan akti!. 4engenali rasional nt k melak kan trans! si darah dan tindakan g na mengatasi perdarahan. 4elak kan tindakan nt k men1egah tra ma 'misalnya% mengg nakan sikat gigi yang l nak% mem" ang ing s se1ara perlahan3lahan% menghindari ter"ent r serta ter#at h% menghindari menge#an pada

Inter2ensi Kepera5atan ". 4endorong pasien nt k mem" ang ing s se1ara perlahan3lahan. 1. 4enyediakan sikat gigi yang l nak dan menghindari pengg naan t s k gigi. d. 4endorong kons msi makanan dengan kand ngan 2itamin ) yang tinggi. e. 4elak kan kompres dingin #ika diperl kan. !. 4en1atat lokasi tempat perdarahan. g. 4engg nakan #ar m ke1il ketika melak kan peny ntikan. -9. $erikan o"at dengan hati3hati6 panta e!ek samping pem"erian -+.

Rasional mem"erikan 2itamin lar t lemak yang diperl kan nt k mekanisme pem"ek an darah. 4enenangkan pasien yang merasa 1emas dan mem ngkinkan pemanta an serta deteksi terhadap ke" t han pasien selan# tnya. -/. 4eng rangi resiko perdarahan le"ih lan# t dengan meningkatkan 2asokontriksi pem" l h darah eso!ag s dan lam" ng. -<. 4eningkatkan keamanan pasien. a. 4eng rangi resiko tra ma dan perdarahan dengan menghindari 1edera% ter#at h%

Hasil yang diharapkan saat de!ekasi.. Tidak mengalami e!ek samping pem"erian o"at. 4engg nakan sem a o"at seperti yang diresepkan. 4engenali rasional nt k melak kan tindakan pen#agaan dengan mengg nakan sem a o"at.

Inter2ensi Kepera5atan o"at.

Rasional terpotong% dll. ". 4eng rangi resiko epistaksis sek nder aki"at tra ma dan pen r nan pem"ek an darah. 1. 4en1egah tra ma pada m kosa oral sementara higiene oral yang "aik ditingkatkan. d. 4eningkatkan proses penyem" han. e. 4eng rangi perdarahan ke dalam #aringan dengan meningkatkan 2asokontriksi lokal. !. 4em ngkinkan deteksi tempat perdarahan yang "ar dan pemanta an tempat

Hasil yang diharapkan

Inter2ensi Kepera5atan

Rasional perdarahan se"el mnya. g. 4eminimalkan peram"esan dan kehilangan darah aki"at peny ntikan yang "erkali3kali. -9. 4eng rangi resiko e!ek samping yang ter#adi sek nder karena ketidakmamp an hati yang r sak nt k melak kan detoksi!ikasi 'memeta"olisasi. o"at se1ara normal.

Hasil yang diharapkan

&iagnosa kepera5atan 0

Nyeri

dan

gangg an

rasa

nyaman

"erh " ngan dengan hati yang mem"esar serta nyeri tekan dan asites. T # an 0 Peningkatan rasa kenyamanan. -. Pertahankan tirah -. 4eng rangi 4empertahankan "aring ketika pasien mengalami gangg an rasa nyaman pada ke" t han meta"olik dan melind ngi hati. +. 4eng rangi tirah "aring dan meng rangi akti2itas ketika nyeri terasa.

Inter2ensi Kepera5atan a"domen. +. $erikan antipasmodik dan sedati! seperti yang diresepkan. /. K rangi as pan natri m dan 1airan #ika diinstr ksikan.

Rasional irita"ilitas trakt s gastrointestinal dan nyeri serta gangg an rasa nyaman pada a"domen. /. 4em"erikan dasar nt k mendeteksi le"ih lan# t kem nd ran keadaan pasien dan nt k menge2al asi inter2ensi. <. 4eminimalkan pem"ent kan asites le"ih lan# t.

Hasil yang diharapkan 4engg nakan antipasmodik dan sedati! ses ai indikasi dan resep yang di"erikan. 4elaporkan peng rangan rasa nyeri dan gangg an rasa nyaman pada a"domen. 4elaporkan rasa nyeri dan gangg an rasa nyaman #ika terasa. 4eng rangi as pan natri m dan 1airan ses ai ke" t han hingga tingkat yang diinstr ksikan nt k mengatasi asites. 4erasakan peng rangan rasa nyeri. 4emperlihatkan

Inter2ensi Kepera5atan

Rasional

Hasil yang diharapkan peng rangan rasa nyeri. 4emperlihatkan peng rangan lingkar per t dan per "ahan "erat "adan yang

&iagnosa kepera5atan 0 T # an -. $atasi as pan

ses ai. Kele"ihan 2ol me 1airan "erh " ngan

dengan asites dan pem"ent kan edema. 0 Pem lihan kepada 2ol me 1airan yang normal. -. 4engik ti diet rendah natri m dan pem"atasan 1airan seperti yang diinstr ksikan. 4engg nakan di retik% s plemen kali m dan protein ses ai indikasi tanpa mengalami e!ek samping. 4emperlihatkan peningkatan hal aran rine. 4emperlihatkan penge1ilan lingkar per t.

natri m dan 1airan #ika diinstr ksikan. +. $erikan di retik% s plemen kali m dan protein seperti yang dipreskripsikan. /. )atat as pan dan hal aran 1airan. <. Uk r dan 1atat lingkar per t setiap hari. 9. 7elaskan rasional pem"atasan natri m dan 1airan.

Inter2ensi Kepera5atan

Rasional

Hasil yang diharapkan 4engidenti!ikasi rasional pem"atasan natri m dan 1airan.

&iagnosa kepera5atan 0

Pola

napas dengan toraks

yang asites aki"at

tidak dan aistes%

e!ekti! restriksi distensi

"erh " ngan pengem"angan toraks.

a"domen serta adanya 1airan dalam rongga T # an 0 Per"aikan stat s pernapasan. -. Tinggalkan "agian -. 4eng rangi tekanan 4engalami kepala tempat tid r. +. Hemat tenaga pasien. /. U"ah posisi dengan inter2al. <. $ant pasien dalam men#alani parasentesis ata torakosentesis. a. $erikan d k ngan dan pertahankan posisi selama men#alani prosed r. ". 4en1atat # mlah dan si!at 1airan a"dominal pada dia!ragma dan mem ngkinkan pengem"angan toraks dan ekspansi par yang maksimal. +. 4eng rangi ke" t han meta"olik dan oksigen pasien. /. 4eningkatkan ekspansi 'pengem"angan. dan oksigenasi pada sem a "agian per"aikan stat s pernapasan. 4elaporkan peng rangan ge#ala sesak napas. 4elaporkan peningkatan tenaga dan rasa sehat. 4emperlihatkan !rek ensi respirasi yang normal '-+3 -C?menit. tanpa terdengarnya s ara pernapasan

Inter2ensi Kepera5atan yang diaspirasi. 1. 4elak kan o"ser2asi terhadap " kti ter#adinya "at k% peningkatan dispn ata !rek ensi deny t nadi.

Rasional par .. <. Parasentesis dan torakosentesis 'yang dilak kan nt k mengel arkan 1airan dari rongga toraks. mer pakan tindakan yang menak tkan "agi pasien. $ant pasien agar "eker#a sama dalam men#alani prosed r ini dengan meminimalkan resiko dan gangg an rasa nyaman. ". 4enghasilkan 1atatan tentang 1airan yang dikel arkan dan indikasi keter"atasan pengem"angan par oleh 1airan. 1. 4en n# kkan iritasi rongga

Hasil yang diharapkan tam"ahan. 4emperlihatkan pengem"angan toraks yang pen h tanpa ge#ala pernapasan dangkal. 4emperlihatkan gas darah yang normal. Tidak mengalami ge#ala kon! si ata sianosis.

Inter2ensi Kepera5atan

Rasional ple ra dan " kti adanya gangg an ! ngsi respirasi oleh pne motoraks ata hemotoraks 'pen mp kan dara ata darah dalam rongga ple ra..

Hasil yang diharapkan

&A;TAR PUSTAKA Smelt(er% S (anne ) dan $renda *. $are. '+,,-.. Kepera5atan medikal "edah +. 'Ed C.. 7akarta0 Pener"it $ k Kedokteran 'E*).. &oenges% 4arilynn E% 4ary ;ran1es 4oorho se dan Ali1e ). *eisser. '-DDD.. Ren1ana as han kepera5atan 0 pedoman nt k peren1anaan dan pendok mentasian pera5atan pasien. 7akarta0 Pener"it $ k Kedokteran 'E*).. T#okronegoro dan Hendra Utama. '-DD>.. Ilm #ilid -. 7akarta0 ;KUI. penyakit dalam

Pri1e% Syl2ia A dan Aorraine 4. Wilson. '-DD<.. Pato!isiologi% konsep klinis proses3proses penyakit. 7akarta0 Pener"it E*). Soeparman. -DCB. Ilm Penyakit &alam 7ilid I. 7akarta 0 ;KUI.

PEN&AUAUAN &i negara ma# % sirosis hati mer pakan penye"a" kematian ter"esar keti!a pada pasien yang "er sia <9 = <> tah n 'setelah penyakit kardio2ask ler dan kanker.. &isel r h d nia sirosis menempati r tan ke t # h penye"a" kematian. Sekitar +9.,,, orang meninggal setiap tah n aki"at penyakit ini. Sirosis hati mer pakan penyakit hati yang sering ditem kan dalam r ang pera5atan $agian Penyakit &alam. Pera5atan di R mah Sakit se"agian "esar kas s ter tama dit # kan koma peptik m% nt k mengatasi "er"agai penyakit yang hepatorenal sindrom% serta dan asites% ditim" lkan seperti perdarahan sal ran 1erna "agian atas% Spontaneo s "a1terial peritonitis Hepatosell lar

1arsinoma. *e#ala klinis dari sirosis hati sangat "er2ariasi% m lai dari tanpa ge#ala sampai dengan ge#ala yang sangat #elas. Apa"ila diperhatikan% laporan di negara ma# % maka kas s Sirosis hati yang datang "ero"at ke dokter hanya kira3 kira /,: dari sel r h pop lasi penyakit in% dan le"ih k rang /,: lainnya ditem kan se1ara ke"et lan ketika "ero"at nt k penyakit lain% sisanya ditem kan saat atopsi