Anda di halaman 1dari 11

Oleh : Ibnu Abidin As-Soronji

Betapa banyak kaum muslimin yang mampu untuk menjalankan perintah Allah U dengan baik, bisa menjalankan sunnah-sunnah Nabi U, mampu untuk menjauhkan dirinya dari zina, berkata dusta, minum khomer, bahkan mampu untuk sholat malam setiap hari, senantiasa pusa senin kamis, namun..mereka tidak mampu menghindarkan dirinya dari ghibah. Bahkan walaupun mereka telah tahu bahwasanya ghibah itu tercela dan merupakan dosa besar namun tetap saja mereka tidak mampu menghindarkan diri mereka dari ghibah.
Allah U benar-benar telah mencela penyakit ghibah ini dan telah menggambarkan orang yang berbuat ghibah dengan gambaran yang sangat hina dan jijik. Berkata Syaikh Nasir As-Sadi : Kemudian Allah U menyebutkan suatu permisalan yang membuat seseorang! lari dari gibah. Allah U ber"irman :

Ghibah

*+, ) ' * / 2% 35 ( ) ( 2 34 ? (A 1 0 . ) & ( )$! % " # 2 @0< <7 1 ' "!# 2 =? >< 67289(: ;$2 ( D C <7 C 3, @0< B ? > 1

Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih. Al #ujurat $%! Allah U telah menyamakan mengghibahi saudara kita dengan memakan daging saudara yang digibahi tadi! yang telah menjadi bangkai yang hal ini! sangat dibenci oleh ji&a-ji&a manusia sepuncak-puncaknya kebencian. Sebagaimana kalian membenci memakan dagingnya -apalagi dalam keadaan bangkai' tidak bernya&a- maka demikian pula hendaklah kalian membenci mengghibahinya dan memakan dagingnya dalam keadaan hidup(.$ )emakan bangkai he&an yang sudah busuk saja menjijikkan' namun hal ini masih lebih baik daripada memakan daging saudara EFkita. Sebagaimana dikatakan oleh *Amru bin Al-*Ash U:

* / - R 1@0< :K$= F L$" H $J G ; OP ( I Q 35 ). ( *+, . F : :K 25 I N# M@ ? 5 F ( 0< G # :8 I 3J G 8 */ 9 ( ' V@ V1 W X # U ( Y ( ) ( 34 ( 1 0 : ? , 0 . )G T <S 0 8 0<T 1 ' M 5 C 34


+ari ,ois berkata : *Amru bin Al-*Ash U mele&ati bangkai seekor begol hasil persilangan kuda dan keledai!' maka beliau berkata :Demi Allah, salah seorang dari kalian memakan daging bangkai ini hingga memenuhi perutnya! lebih baik baginya daripada ia memakan daging saudaranya yang muslim!%. Syaikh Salim Al-#ilaly berkata : ..Sesungguhnya memakan daging manusia merupakan sesuatu yang paling menjijikan untuk bani Adam secara tabiat &alaupun yang dimakan tersebut! orang ka"ir atau musuhnya yang mela&an' bagaimana pula jika yang engkau makan adalah! saudara engkau seagama -' sesungguhnya rasa kebencian dan jijiknya semakin bertambah. +an bagaimanakah lagi jika dalam keadaan bangkai- karena sesungguhnya makanan yang baik dan halal dimakan' akan menjadi menjijikan jika telah menjadi bangkai.( / F F @ (Y & *:K U 1 $J 7\D 12 `: ( 12 5 _ ]^ ( @0< K ( @ (2 Y ? )U [: C <: 8 0< M@ F 2, : 9Z ( #) G ( 80< . Dari Abu "uroiroh U bahwasanya #osulullah U bersabda $ Semua muslim terhadap muslim yang lain adalah harom, yaitu darahnya, kehormatannya, dan hartanya. )uslim! 0rang yang mengghibah berati dia telah mengganggu kehormatan saudaranya' karena yang dimaksud dengan kehormatan adalah sesuatu yang ada pada manusia yang bisa dipuji dan dicela.
$ %

10$5

1aisir karimir 2ohman ta"sir surat Al-#ujurot :$%! 2i&ayat Bukhori dalam Al-adab Al-)u"rod no 3/4' lihat Kitab As-Somt no $33' berkata Syaikh Abu 5sha6 Al#u&aini: 75snadnya shohih7' sedangkan tambahan yang ada dalam dua tanda kurung terdapat dalam kitab A8-9uhud hal 3:;! Bahjatun Nad8irin /<4!

Definisi ghibah $J F U1 7\D ]2 @F ) 1072\D 2J b a N 3( 0< $5 ( @0< K D + >) : K ? )U [: 12@0< : <7 0$2 : 9Z ( #) G $2 3= $J 2* 2J b K72 J) $2 25 ) c:*(d : K ( )Z ( ; ]6: $2 (A : K $* (A P Z ): ( # c$4 4 (; ;) : . $8 1? f # += ; K7= > $5 ; K7= > $5 ( 1 ( 3(; G ( 1 ( 3(; (A 0 O1 N e< (+=
+ari Abu #uroiroh U bah&sanya 2osulullah U bersabda : 1ahukah kalian apakah ghibah ituSahabat menja&ab : Allah dan 2osul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi U berkata : =aitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu(' Nabi U ditanya : Bagaimanakah pendapatmu jika itu memang benar ada padanya - Nabi U menja&ab : Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya' tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya(.: #al ini juga telah dijelaskan oleh 5bnu )asud U: :K 2 34 $J 2 @" > $2 25 ( ) G ( : ) a N 3( 0< : K7= U I_7"Y $* G 5 g G #( < 3(9<: ? , 5 * S > #A G F _$8 F +ari #ammad dari 5brohim berkata : 5bnu )asud U berkata :%hibah adalah engkau menyebutkan apa yang kau ketahui pada saudaramu, dan jika engkau mengatakan apa yang tidak ada pada dirinya berarti itu adalah kedustaan > +ari hadits ini para ulama menjelaskan bah&a yang dimaksud dengan ghibah adalah :(?ngkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang seandainya dia tahu maka dia akan membencinya(. Sama saja apakah yang engkau sebutkan adalah kekurangannya yang ada pada badannya atau nasabnya atau akhla6nya atau perbuatannya atau pada agamanya atau pada masalah dunia&inya. +an engkau menyebutkan aibnya dihadapan manusia dalam keadaan dia goib tidak hadir!. Berkata Syaikh Salim Al-#ilali :(@hibah adalah menyebutkan aib saudaramu! dan dia dalam keadaan goib tidak hadir dihadapan engkau!' oleh karena itu saudaramu! yang goib tersebut disamakan dengan mayat' karena si goib tidak mampu untuk membela dirinya. +an demikian pula mayat tidak mengetahui bah&a daging tubuhnya dimakan sebagaimana si goib juga tidak mengetahui gibah yang telah dilakukan oleh orang yang mengghibahinya (4. Adapun menyebutkan kekurangannya yang ada pada badannya' misalnya engkau berkata pada saudaramu itu : +ia buta(' +ia tuli(' +ia sumbing(' Aerutnya besar(' Aantatnya besar(' Kaki meja jika kakinya tidak berbulu!(' +ia juling(' +ia hitam(' +ia itu orangnya bodoh(' +ia itu agak miring sedikit(' +ia kurus(' +ia gendut(' +ia pendek( dan lain sebagainya. F $2= ( l$F :U Z ;hhhh[ 2f? j( A: P ; %[ ): 2f? j ) Oa S, Z G a C : 2k i ( J $2 ( : 0$2= <m & 2( N? W0< K 32n 25 2 * d $2 2F ( #) G

<S ; 1 ( A h1 -$ fN 0< c ( 3(; H ( 3(; P @J <d 3 0 $5

+ari Abu #ud8ai"ah dari *Aisyah bah&asanya beliau *Aisyah! menyebutkan seorang &anita lalu beliau *Aisyah! berkata :Sesungguhnya dia wanita tersebut! pendek(..maka Nabi U berkata :&ngkau telah mengghibahi wanita tersebut 3 NY a $2 2 * * a3 ( l$F Z 2J p<S G ( P @J : P k ( o ( g ? i U Z , 0$J G 2( W" > : [< : & 20< q2" # K <S 5 Q ( N? W@0 F +ari *Aisyah beliau berkata : Aku berkata kepada Nabi U: Bukup bagimu dari So"iyah ini dan itu(. Sebagian ro&i berkata :(Aisyah mengatakan So"iyah pendek(. )aka Nabi U berkata :(Sungguh engkau telah mengucapkan suatu kalimat yang seandainya kalimat tersebut dicampur dengan air laut niscaya akan merubahnya( ;

$f 3( N e( <

$= h1 r ( $8 0 : K ; O[ % 8 C : ( @J += ( J s 8 N 0< t (s5 7 0 : (# P r ( @ * P 0 a 3n ( '

<d I ^(p$, $2 /2 $J :K :K 2J 2= ; % urD ( G #< : G G R < .2 r : ? 2 v h_72 \ ? 0< c G (: 32 \ * d : K F ( (:r ( # : 1 N e< (+J Z ( \ ) @0< :i ( j<D )Z Q j( A O1
: > 4
3 ;

)uslim no %>;C' Abu +a&ud no :;3:' At-1irmid8i no $CCC dan lain-lain! Dihat Kitab As-Somt no %$$' berkata Syaikh Abu 5sha6 Al-#u&aini : 2ijalnya tsi6oh(! Bahjatun Nad8irin /<4! 2i&ayat Abu +a&ud no :;3> dan Ahmad 4<$;C'%E4!' berkata Syaikh Abu 5sha6 : 5snadnya shohih(! yaitu merubah rasanya atau baunya karena saking busuk dan kotornya perkataan itu Fpent' sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Salim Al-#ilali dalam Bahjatun Nad8irin /<%>' dan hadits ini shohih' ri&ayat Abu +a&ud no :;3>' At-1hirmid8i %>E% dan Ahmad 4<$;C!

+ari Garir bin #a8im berkata : 5bnu Sirin menyebutkan seorang laki-laki kemudian dia berkata :( ia lelaki yang hitam(. Kemudian dia berkata :(Aku mohon ampunan dari Allah(' sesungguhnya aku melihat bah&a diriku telah mengghibahi laki-laki itu(C Adapun pada nasab misalnya engkau berkata :(+ia dari keturunan orang rendahan(' +ia keturunan maling(' +ia keturunan pe8ina(' Bapaknya orang "asik(' dan lain-lain. Adapun pada akhlaknya' misalnya engkau berkata :(+ia akhla6nya jelek.orang yang pelit(' +ia sombong' tukang cari muka cari perhatian!(' +ia penakut(' +ia itu orangnya lemah(' +ia itu hatinya lemah(' +ia itu tempramental(. Adapun pada agamanya' misalnya engkau berkata :(+ia pencuri(' +ia pendusta(' +ia peminum khomer(' +ia pengkhianat(' +ia itu orang yang d8olim' tidak mengeluarkan 8akat(' +ia tidak membaguskan sujud dan ruku kalau sholat(' +ia tidak berbakti kepada orang tua(' dan lain-lain. Adapun pada perbuatannya yang menyangkut keduniaan' misalnya engkau berkata : 1ukang makan(' 1idak punya adab(' 1ukang tidur(' 1idak ihtirom kepada manusia(' 1idak memperhatikan orang lain(' Gorok(' Si "ulan lebih baik dari pada dia( dan lainlain. 5mam Baiha6i meri&ayatkan dari jalan #ammad bin 9aid berkata :1elah menyampaikan kepada kami 1ou" bin Hahbin' dia berkata : Aku menemui )uhammad bin Sirin dan aku dalam keadaan sakit. )aka dia 5bnu Sirin! berkata :(Aku melihat engkau sedang sakit(' aku berkata :(Benar(. )aka dia berkata :(Aergilah ke tabib "ulan' mitalah resep kepadanya(' tetapi! kemudian dia berkata :Pergilah ke 'ulan tabib yang lain! karena dia lebih baik dari pada si 'ulan tabib yang pertama!. Kemudian dia berkata : Aku mohon ampun kepada Allah' menurutku aku telah mengghibahi dia tabib yang pertama!(. $E 1ermasuk ghibah yaitu seseorang meniru-niru orang lain' misalnya berjalan dengan pura-pura pincang atau pura-pura bungkuk atau berbicara dengan pura-pura sumbing' atau yang selainnya dengan maksud meniru-niru keadaan seseorang' yang hal ini berarti merendahkan dia. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits :

*Aisyah berkata : Aku meniru-niru kekurangan<cacat! seseorang seseorang pada Nabi U(. )aka Nabi U pun berkata :Saya tidak suka meniru(niru kekurangan)cacat! seseorang walaupun! saya mendapatkan sekian(sekian $$ 1ermasuk ghibah yaitu seorang penulis menyebutkan seseorang tertentu dalam kitabnya seraya berkata :(Si "ulan telah berkata demikian-demikian(' dengan tujuan untuk merendahkan dan mencelanya. )aka hal ini adalah harom. !ika si penulis menghendaki untuk menjelaskan kesalahan orang tersebut agar tidak diikuti, atau untuk menjelaskan lemahnya ilmu orang tersebut agar orang-orang tidak tertipu dengannya dan menerima pendapatnya "karena orangorang menyangka bahwa dia adalah orang yang #alim $pent%, maka hal ini bukanlah ghibah, bahkan merupakan nasihat yang wajib yang mendatangkan pahala jika dia berniat demikian. +emikian pula jika seorang penulis berkata atau yang lainnya berkata : 1elah berkata suatu kaum -atau suatu jamaah- demikian-demikian.' dan pendapat ini merupakan kesalahan atau kekeliruan atau kebodohan atau keteledoran dan semisalnya(' maka hal ini bukanlah ghibah. =ang disebut ghibah jika kita menyebutkan orang tertentu atau kaum tertentu atau jamaah tertentu. $% @hibah itu bisa dengan perkataan yang jelas atau dengan yang lainnya seperti isyarat dengan perkataan atau isyarat dengan mata atau bibir dan lainnya' yang penting bisa dipahami bah&asanya hal itu adalah merendahkan saudaranya yang lain. +iantaranya yaitu jika seseorang namanya disebutkan di sisi engkau lantas engkau berkata: Segala puji bagi Allah U yang telah menjaga kita dari si"at pelit(' atau Semoga Allah U melindungi kita dari memakan harta manusia dengan kebatilan(' atau yang lainnya' sebab orang yang mendengar perkataan engkau itu "aham bah&asanya berarti orang yang namanya disebutkan memiliki si"at-si"at yang jelek. $/ Bahkan lebih
C $E $$

$= * Z <S ; $j ( ) $5 % $Y % $Y ? (A Z & , : P j( A P 3 , j( A 1 0 P 3 , :K 0$J (0 $j Q j)

$% $/

Kitab As-Somt no %$/'3>/' berkata Syaikh Abu 5sha6 Al-#u&&aini: 2ijalnya tsi6oh(! Kitabu8 9uhud jilid / hal 3:;! maksudnya &alaupun saya mendapatkan kedunaiaan yang banyak!. #adits Shohih' ri&ayat Abu +a&ud no :;3>' At-1hirmid8i %>E% dan Ahmad 4<$;C! Bahjatun Nad8irin /<%4! Bahjatun Nad8irin /<%3!

parah lagi' perkataan engkau tidak hanya menunjukkan kepada ghibah' tetapi lebih dari itu dapat menjatuhkan engkau ke dalam riya. Sebab engkau telah menunjukan kepada manusia bah&a engkau tidak melakukan si"at jelek orang yang disebutkan namanya tadi. Bagaimana jika yang dighibahi adalah orang ka&ir ' Berkata As-Shonani : +an perkataan 2osulullah U dalam hadits Abu #uroiroh di atas! $4 c ) saudaramu! yaitu saudara seagama merupakan dalil bah&asanya selain mukmin boleh mengghibahinya(. Berkata 5bnul )und8ir :(+alam hadits ini ada dalil bah&asanya barang siapa yang bukan saudara se-5slam! seperti yahudi' nasrani' dan seluruh pemeluk agama-agama yang lain!' dan juga! orang yang kebidahannya telah mengeluarkannya dari 5slam' maka tidak ada tidak mengapa! ghibah terhadapnya(. $: Bagaimana jika kita memberi la(ob "julukan% yang jelek kepada saudara kita, namun saudara kita tersebut tidak membenci la(ob itu, apakah tetap termasuk ghibah' Berkata As-Shonani : +an pada perkataan 2osulullah U 6: ( # dengan apa yang dia $8 banci!' menunjukan bah&a jika dia saudara kita yang kita ghibahi tersebut! tidak membencinya aib yang ditujukan kepadanya' seperti orang-orang yang mengumbar na"sunya dan orang gila' maka ini bukanlah ghibah(.$> Berkata Syaikh Salim Al-#ilal :(Gika kita telah mengetahui hal itu yaitu orang yang dipanggil dengan julukan-julukan yang jelek namun dia tidak membenci julukan-julukan jelek tersebut Fpent! bukanlah suatu ghibah yang harom' sebab ghibah adalah engkau menyebut saudaramu dengan apa yang dia benci' tetapi orang yang memanggil saudaranya dengan la6ob yang jelek! telah jatuh di dalam larangan Al-,uran yaitu "irman Allah: B 0 R$# > Dan janganlah kalian saling( ( < ( $= s #$W panggil(memanggil dengan julukan(julukan yang buruk. Al-#ujurot: $$!-pent! yang jelas melarang saling panggil-memanggil dengan julukan yang jelek! sebagaimana tidak samar lagi larangan itu!(. $4

Hukum ghibah F F Z : K$J Ug $J I ^72 J M@ @ 3 0 mD ( x 72 k8 I ( 0$5 )a :U 1@0< K7\D G (# w (:\ : 5 K ( # H ( j) G ? bt $J O| 2? W0< 2 G ( z{9 G 72"= 7#$2 : P@=; O . ( $ (f (:(;$y/( # f97r $2 (S0< : K 5 ( (: Nr ; ( <: ( f` F) Z (
+ari Anas bin )alik U berkata : 2osulullah U bersabda :(Aada malam isro aku mele&ati sebuah kaum yang mereka melukai mencakar! &ajah-&ajah mereka dengan kuku-kuku mereka(' lalu aku berkata :(Siapakah mereka ya Gibril-(' Beliau berkata :(=aitu orang-orang yang mengghibahi manusia' dan mereka mencela kehormatan-kehormatan manusia(. +alam ri&ayat yang lain : $J y ) ( # mD | ( x ( D 7k8 jG (:F $8 f9722r f 0 I ^7= OZ ? 0 :U 1@0< K7\D 5 C $i : 5 (# } K I $'

b. $J | 2? W0< ^ 72 "= 7@*/2 G tz{9 G 72 '0 ( $ : P @=; 9D $2 (S? 0< tz{9 : K ( (: Nr 5 +o ; ( <: ( f` F) Z (
2osulullah U bersabda : Ketika aku dinaikkan ke langit' aku mele&ati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga' mereka melukai mencakari! &ajah-&ajah mereka dan dada-dada mereka. )aka aku bertanya :(Siapakah mereka ya Gibril-(' beliau berkata :( )ereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan mereka mencela kehormatan-kehormatan manusia(.$3 #ukum ghibah adalah harom berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah dan ijma kaum muslimin. Namun terjadi khila" diantara para ulama' apakah ghibah termasuk dosa besar atau termasuk dosa kecil-. 5mam Al-,urthubi menukilkan ijma bah&asanya ghibah termsuk dosa besar. Sedangkan Al-@o8hali dan penulis Al-*Imdah dari Sya"iiyah berpendapat bah&asanya ghibah termasuk dosa kecil. Berkata Al-Au8ai : Aku tidak mengetahui ada orang yang jelas menyatakan bah&a ghibah
$: $> $4 $3

Subulus salam :<%CC dan 1audhilhul Ahkam 4</%;!. Subulus salam :<%CC! Bahjatun Nad8irin /<:3! 2i&ayat Ahmad /<%%/!' Abu +a&ud :;3;':;3C!' berkata Syaikh Abu isha6 Al-#u&aini : 5snadnya shohih' lihat kitab As-Somt hadits no $4> dan >3%!

termasuk dosa kecil selain mereka berdua(. A8-9arkasyi berkata : +an sungguh aneh orang yang menganggap bah&asanya memakan bangkai daging manusia! sebagai dosa besar tetapi! tidak menganggap bah&asanya ghibah juga adalah dosa besar' padahal Allah menempatkan ghibah sebagaimana memakan bangkai daging manusia. +an hadits-hadits yang memperingatkan ghibah sangat banyak sekali yang menunjukan akan kerasnya pengharaman ghibah. $; Berkata Syaikh Nasir As-Sadi :(+alam ayat ini Al-#ujurot :$%! ada peringatan keras terhadap gibah dan bah&asanya gibah termasuk dosa-dosa besar karena diserupakan dengan memakan daging bangkai manusia! dan hal itu memakan daging bangkai! termasuk dosa besar(. $C Alasan mereka yang menyatakan bah&a ghibah adalah dosa kecil diantaranya perkataan mereka :(Kalau seandainya ghibah itu bukan dosa kecil maka sebagian besar manusia tentu menjadi "asik' atau seluruh manusia menjadi "asik' kecuali hanya sedikit sekali yang bisa lolos dari penyakit ini. +an hal ini adalah kesulitan yang sangat besar(. Namun alasan ini terbantahkan' karena bah&asanya tersebarnya suatu kemaksiatan dan banyak manusia yang melakukannya tidaklah menunjukan bah&a kemaksiatan tersebut adalah dosa kecil. +an alasan ini juga tertolak sebab tersebarnya kemaksiatan ini hanya kalau ditinjau pada 8aman sekarang. Adapun pada 8aman dahulu 8aman para sala"! kemaksiatan-kemaksiatan termasuk ghibah! tidak tersebar sebagaimana sekarang. Gustru yang tersebar adalah kebaikan.

Hukum mendengarkan ghibah


Berkata 5mam Na&a&i dalam Al-Ad8kar :(Ketahuilah bah&asanya ghibah itu sebagaimana diharamkan bagi orang yang menggibahi' diharamkan juga bagi orang yang mendengarkannya dan menyetujuinya. )aka &ajib bagi siapa saja yang mendengar seseorang mulai menggibahi saudaranya yang lain! untuk melarang orang itu kalau dia tidak takut kepada mudhorot yang jelas. +an jika dia takut kepada orang itu' maka &ajib baginya untuk mengingkari dengan hatinya dan meninggalkan majelis tempat ghibah tersebut jika memungkinkan hal itu. Gika dia mampu untuk mengingkari dengan lisannya atau dengan memotong pembicaraan ghibah tadi dengan pembicaraan yang lain' maka &ajib bagi dia untuk melakukannya. Gika dia tidak melakukannya berarti dia telah bermaksiat. *ika dia berkata dengan lisannya $Diamlah, namun hatinya ingin pembicaraan gibah tersebut dilanjutkan, maka hal itu adalah kemuna'ikan yang tidak bisa membebaskan dia dari dosa . +ia harus membenci gibah tersebut dengan hatinya agar bisa bebas dari dosa-pent!. Gika dia terpaksa di majelis yang ada ghibahnya dan dia tidak mampu untuk mengingkari ghibah itu' atau dia telah mengingkari namun tidak diterima' serta dia tidak memungkinkan baginya untuk meninggalkan majelis tersebut' maka harom baginya untuk istima mendengarkan! dan isgo mendengarkan dengan saksama! pembicaraan ghibah itu. =ang dia lakukan adalah hendaklah dia berd8ikir kepada Allah U dengan lisannya dan hatinya' atau dengan hatinya' atau dia memikirkan perkara yang lain' agar dia bisa melepaskan diri dari mendengarkan gibah itu. Setelah itu maka tidak mengapa baginya untuk mendengar ghibah yaitu sekedar mendengar namun tidak memperhatikan dan tidak "aham dengan apa yang didengar Fpent!' tanpa mendengarkan dengan baik ghibah itu jika memang keadaannya seperti ini karena terpaksa tidak bisa meninggalkan majelis gibah itu Fpent!. Namun jika beberapa &aktu! kemudian memungkinkan dia untuk meninggalkan majelis dan mereka masih terus melanjutkan ghibah' maka &ajib baginya untuk meninggalkan majelis(%E. Allah U ber"irman :

Dan apabila kalian melihat orang(orang yang mengejek ayat +ami, maka berpalinglah dari mereka hingga mereka mebicarakan pembicaraan yang lainnya. Dan apabila kalian dilupakan oleh Syaithon, maka janganlah kalian duduk setelah kalian ingat bersama kaum yang d,olim . AlAnam 4;!
$; $C

<d ^ ( (:2 3e I (+2, ? , ( >$ Z ~Z 7`7x G ? (A f WF )D (:F/; $W O6 2(; <7 2`7x M (; (S? 0< P A ? ? G 3 8 0 $ 0< ^ 7 = 0 < E 5 : * S 0< + " # + " = > u ; $X 3 k 0< W 3 Y W ( ( ( ? ( ( (

%E

Subulus Salam :<%CC! 1aisir karimir 2ohman' ta"sir surat Al-#ujurot $%! Bahjatun Nad8irin /<%C'/E!

>

Benarlah perkataan seorang penyair.

Dan pendengaranmu, jagalah dia dari mendengarkan kejelekan Sebagaimana menjaga lisanmu dari mengucapkan kejelekan itu. Sesungguhnya ketika engkau mendengarkan kejelekan, &ngkau telah sama dengan orang yang mengucapkannya, maka waspadalah +an meninggalkan mejelis ghibah merupakan si"at-si"at orang yang beriman' sebagaimana "irman Allah U: Dan apabila mereka mendengar lagwu kata(kata yang tidak berman'aat! mereka berpaling darinya. Al-,osos : >>!

1 Q @0< (# * ( $Y ( 7n ( X& W0< G ( F C (: 1 1 (0 g ( ( @( l$= ( N j$;

"8 0< G \ \ F G og ( 3( N= ( $8 ? j( ; 0< ( g + WF \ ( 3( N= ( $8

@ ?0< <7"8\ <d 1 WF <7 `: F) 7 ( ( A G ( (:"5 7 9G 3` (S? 0< ( @ ?0< G ( F

Dan orang(orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan! yang tiada berguna Al)uminun :/! Bahkan sangat dianjurkan bagi seseorang yang mendengar saudaranya dighibahi bukan hanya sekedar mencegah gibah tersebut tetapi untuk membela kehormatan saudaranya tersebut' sebagaimana sabda 2osulullah U: F UZ $J D ( <_ ( ) ( G ? 0< 1fr ( 34 D ( 1@0< ? _D :K $W O1 F F ? _D G 5 Q ( N? W0< G ? +0< Z ( #) G ( FU t ( : +ari Abu +arda U berkata : Nabi U bersabda : Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang' maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya pada hari kiamat.%$ +an demikinlah pengamalan para sala" ketika ada saudaranya yang digibahi mereka membelanya' sebagaimana dalam hadits-hadits berikut : $= Q n :K U g C rD $= $J :. ; b ; Z@ & +0< G # g( @5 ( G I ( 0$5 $N F $J G G U Z K ): K & ( N? W0< ^ F ( k4 ( # $2 = > :U Z $= . 1 2J +2 J 6<: ; O107\D ( O 5 g( 0<d & ' 2( 0( A K @0< C (;$W > )Og( 0<d & ( N? W0< K 1

? < M2 ( 0<S $2 ( # + (: 1@0< ? (A Z 2J G 2 @F ^ ( @0< 1 +J 1 ? ( A 1 g : 2( 0( A K D @0< r 2( N 12@0< ? (A 1 25 ? 2, ( ( 0<S (# 1 ( @0< 1 g r


+ar *5tban bin )alik U berkata : Nabi U menegakkan sholat' lalu setelah selesai sholat! beliau berkata : +i manakah )alik bin Addukhsyum-(' lalu ada seorang laki-laki menja&ab :(5a muna"ik' tidak cinta kepada Allah dan 2osul-Nya(' )aka Nabi U berkata : Ganganlah engkau berkata demikian' tidakkah engkau lihat bah&a ia telah mengucapkan la ila ha illallah dengan ikhlash karena Allah -' dan Allah telah mengharamkan api neraka atas orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlash karena Allah Bukhori dan )uslim! 7N (# ( ^7= % ( 0$5 :K U g 2 "; $2 $J $J G2 # 2 " * . 25 0< Z 7 :c G C ( 0$r ( " * G (; H 9U Z & ( N? W0< K F ( #

$2 7\D C rD $= K 2= ; h1 XF ; bg ( Z 8 ( # G ( 3i ( @0< K ( . : 1 :a I ( 0$5 N, MW @\ (; : ? W0< 6<_ # 1Y $ 5 K ? P 2 W8 25 (A 1 ( 2 3@F $2 ( 2@0< K7\D ( @0< 1 G # d$" 5 1 0 ; O<: 2Y ( @F $2 1 @J $5 H ( # :U . % 2 34 $ OP I Nr U1 ( @0< K7\D

Kaab bin )alik U berkata : Ketika Nabi U telah sampai di 1abuk' dan dia sambil duduk bertanya : Apa yang dilakukan Kaab -(' maka ada seorang laki-laki dari bani Salamah menja&ab :(Hahai 2osulullah' ia telah tertahan oleh mantel dan selendangnya(. Dalu )uad8 bin Gabal U berkata : Buruk sekali perkataanmu itu' demi Allah &ahai 2osulullah' kami tidak mengetahui sesuatupun dari dia melainkan hanya kebaikan(. 2osulullah U pun diam. Bukhori dan )uslim!

Bertaubat dari ghibah


Berkata Syaikh Itsaimin : .=aitu engkau membicarakan dia dalam keadaan dia tidak ada' dan engkau merendahkan dia dihadapan manusia dan dia tidak ada. Intuk masalah ini para ulama berselisih. +iantara mereka ada yang berkata bah&asanya! engkau yang menggibah! harus datang
%$

2i&ayat At-1irmid8i $C/$ dan Ahmad 4<:>E' berkata Syaikh Salim Al-#ilali : Shohih atau hasan(!

ke dia yang digibahi! dan berkata kepadanya :(Hahai "ulan sesungguhnya aku telah membicarakan engkau dihadapan menusia' maka aku mengharapkan engkau memaa"kan aku dan merelakan perbuatan!ku(. Sebagian ulama yang lainnya! mengatakan bah&asanya! engkau jangan datang ke dia' tetapi ada perincian : Gika yang digibahi telah mengetahui bah&a engkau telah mengghibahinya' maka engkau harus datang kepadanya dan meminta agar dia merelakan perbuatanmu. Namun jika dia tidak tahu' maka janganlah engkau mendatanginya tetapi hendaknya! engkau memohon ampun untuknya dan engkau membicarakan kebaikan-kebaikannya di tempat-tempat engkau mengghibahinya. Karena sesungguhnya kebaikan-kebaikan bisa menghilangkan kejelekankejelekan. +an pendapat ini lebih benar' yaitu bah&asanya ghibah itu' jika yang dighibahi tidak mengetahui bah&a engkau telah mengghibahinya maka cukuplah engkau menyebutkan kebaikankebaikannya di tempat-tempat kamu mengghibahinya dan engkau memohon ampun untuknya' engkau berkata :(=a Allah ampunilah dia( sebagaimana yang terdapat dalam hadits : 1 0 : ? * +a'arohnya orang yang kau ghibahi adalah engkau memohon ( Y ) 1 N e< G > [D i $i ( 5 %% ampunan untuknya! Berkata 5bnu Katsir :(.Berkata para ulama yang lain :(1idaklah disyaratkan dia yang mengghibah! meminta penghalalan perelaan dosa ghibahnya-pent! dari orang yang dia ghibahi. Karena jika dia memberitahu orang yang dia ghibahi tersebut bah&a dia telah mengghibahinya' maka terkadang malah orang yang dighibahi tersebut lebih tersakiti dibandingkan jika dia belum tahu' maka jalan keluarnya yaitu dia si pengghibah! hendaknya memuji orang itu dengan kebaikankebaikan yang dimiliki orang itu di tempat-tempat dimana dia telah mencela orang itu.(%/

Cara menghindarkan diri dari ghibah


Intuk menghindari ghibah kita harus sadar bah&a segala apa yang kita ucapkan semuanya akan dicatat dan akan dimintai pertanggungja&aban oleh Allah U. Allah U ber"irman : -iada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. , $;!

( + 0 ? (A K ( i ( @ $5 C + 3( F C 3(JD 1 I 7J G 5

Dan janganlah kalian mengikuti apa yang kalian tidak mengetahuinya, sesungguhnyapendengaran, penglihatan, dan hati itu semua akan ditanyai dimintai pertanggungjawaban! Al-5sro /4! +an jika kita tidak menjaga lisan kita -sehingga kita bisa berbicara seenak kita tanpa kita timbangtimbang dahulu yang akhirnya mengakibatkan kita terjatuh pada ghibah atau yang lainnya- maka hal ini akibatnya sangat "atal. Sebab lisan termasuk sebab yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Sebagaimana sabda Nabi U .ukankah tidak ada yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka melainkan akibat lisan(lisan mereka / +emikian juga sabda Nabi U :

g % 7Y ( 0 ). 0 H & * _<{ i 0< > ( 1 ( (# g $* 8 ? (A 5 ? 0< 1 WF Y C @F = N 0< 3 0 $5 : n E

F D 9 b ( 0) +( l$n ? 0< Z ? 0< ? (A & . (f( WY (f(97r M@ , $W (; | ( $W 7r }: 0< i 0< : ( + $5 ? 0< | ? 0< .4 R< D : *) $W i ( $; $W

0ang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, mulut dan kemaluan.%: F Z \ ( @ 1 ( @0< ( x ( a8 ( \ ? ( A : K7= U Z 8 G 1? j)U [: ( @ 0$# ( @ ?3 0 + N" 0< 2= 5 ? ( N? W0< E : 9Z ( #) G
%%

Z $f ? Wfr (# w 0 (; $f (7f % $#

%/ %:

Syarah 2iyadlus Sholihin $<3;! Sedangkan hadits ini dikeluarkan oleh 5bnu Abi +unya dalam kitab Ash-Shomt no %C$' berkata Syaikh Abu 5sha6 : )audlu(' berkata As-Subki :(+alam sanad hadits ini ada ro&i yang tidak bisa dijadikan hujjah' dan kaidah-kaidah "i6h telah menolak isi! hadits ini karena dia adalah menyangkut! hak seorang manusia maka tidak bisa gugur kecuali dengan berlepas diri' oleh karena itu dia si pengghibah! harus meminta penghalalan<perelaan dari yang dighibahi. Namun jika yang dighibahi telah mati dan tidak bisa dilaksanakan permohonan penghalalan tersebut!' maka berkata sebagian ulama : +ia si pengghibah! memohon ampunan untuk yang dighibahi(!. 1a"sir 5bnu Katsir :<%34! 2i&ayat 1hirmid8i %EE:' Ahmad %<%C$'%C%!' dan lain-lain. Berkata Syaikh Salim Al-#ilali : 5snadnya hasan(!

+ari Abu #uroiroh U bah&asanya beliau mendengar Nabi U bersabda :Sungguh seorang hamba benar(benar akan mengatakan suatu kalimat yang mendatangkan murka Allah yang dia tidak menganggap kalimat itu, akibatnya dia terjerumus dalam neraka jahannam gara(gara kalimat itu . Bukhori! Sehingga karena saking sulitnya menjaga lisan' 2osulullah U pernah bersabda : :K U I+"\ $J $J 1 ( 3 @r ( 3 3' (D G (0 G G G G Z ! :U ( 1@0< K7\D 3 # $5 1 3 # $5 (0 G 8 5 K I f\ F ( # . +ari Sahl bin Sad U dia berkata : 2osulullah U bersabda :.arangsiapa yang menjamin kepadaku keselamatan! apa yang ada diantara dagunya yaitu lisannya! dan apa yang ada diantara kedua kakinya yaitu kemaluannya! maka aku jamin baginya surga. Bukhori dan )uslim! Berkata 5mam Na&a&i : Ketahuilah' bah&asanya ghibah adalah seburuk-buruknya hal yang buruk' dan ghibah merupakan keburukan yang paling tersebar pada manusia sehingga tidak ada yang selamat dari ghibah ini kecuali hanya segelintir manusia( %> Berkata 5mam Sya"ii :

a ? W 0< 1 0 G ) ` 8

*agalah lisanmu wahai manusia *anganlah lisanmu sampai menyengat engkau, sesungguhnya dia seperti ular .etapa banyak penghuni kubur yang terbunuh oleh lisannya Padahal dulu orang(orang yang pemberani takut bertemu dengannya

? We + @2 C $N 2" v 1? 2j ( ; g & 0< 1 l$= -$" ( 0 B$f k j$* > P

j$Y( 0 -$2Y , i (< j( < $f & )g 1 8 ( ( j$Y ( : (0 . 0< Z * ( 3( J G 5 (; ( ( $=

Ghibah yang dibolehkan


Berkata Syaikh Salim Al-#ilali : Ketahuilah bah&asanya ghibah dibolehkan untuk tujuan yang benar yang syari yang tidak mungkin bisa dicapai tujuan tersebut kecuali dengan ghibah itu(
%4

+an hal-hal yang dibolehkan ghibah itu ada enam sebagaimana disebutkan oleh An-Na&a&i dalam Al-Ad8kar!' sebagaimana tergabung dalam suatu syair :

1elaan bukanlah ghibah pada enam kelompok Pengadu, orang yang mengenalkan, dan orang yang memperingatkan Dan terhadap orang yang menampakkan ke'asikan, dan peminta 'atwa Dan orang yang mencari bantuan untuk mengilangkan kemungkaran *ertama : Aengaduan' maka dibolehkan bagi orang yang teraniaya mengadu kepada sultan penguasa! atau hakim dan yang selainnya yang memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk mengadili orang yang menganiaya dirinya. )aka dia boleh! berkata : Si "ulan telah menganiaya saya demikian-demikian(. +alilnya "irman Allah :

25 :"5 Q @ 5 D I Q I I Q S' : W 5 a 0 <p A Z ; a j $F < @ G 5 I ( ( ( ( (

a I ? 2\ ( Z II N 3( (# H 0 ^ & ? S20< 23 (; a P Y % Y; I 2i ( : 5 $= I (f 8( 0

Allah tidak menyukai ucapan yang buruk yang diucapkan! dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiyaya. An-Nisa $:;!. Aengecualian yang terdapat dalam ayat ini menunjukan bah&a bolehnya orang yang did8holimi mengghibahi orang yang mend8oliminya dengan hal-hal yang menjelaskan kepada manusia tentang ked8oliman yang telah dialaminya dari orang yang mend8oliminya' dan dia mengeraskan suaranya dengan hal itu dan menampakkannya di tempat-tempat berkumpulnya manusia. Sama saja apakah dia nampakkan kepada orang-orang yang diharapkan bantuan mereka kepadanya' atau dia nampakkan kepada orang-orang yang dia tidak mengharapkan bantuan mereka.%3
%> %4 %3

< 1@0< 0< G ( 7Y ( ( ? (A K ( t & ' & 0$# ( @y G ( : 5 ( 7= 5 f0

1uh"atul Ah&ad8i hal 4/! Bahjatun Nad8irin /<//!. 5ni adalah perkataan As-Syaukani. Namun hal ini dibantah oleh Syaikh Salim' yaitu bah&asanya ayat ini An-Nisa $:;! menunjukan hanyalah dibolehkan orang yang did8olimi mencela orang yang mend8oliminya jika dihadapan orang tersebut. Adapun mengghibahnya mencelanya dihadapan manusia' tidak dihadapannya! maka ini tidak boleh karena bertentangan dengan ayat Al-#ujurot $% dan hadits-hadits yang shohih yang jelas melarang ghibah. Karena

+edua : )inta bantuan untuk mengubah kemungkaran dan mengembalikan pelaku kemaksiatan kepada kebenaran. )aka dia boleh! berkata kepada orang yang diharapkan kemampuannya bisa menghilangkan kemungkaran : Si "ulan telah berbuat demikian' maka hentikanlah dia dari perbuatannya itu( dan yang selainnya. +an hendaknya tujuannya adalah sebagai sarana untuk menghilangkan kemungkaran' jika niatnya tidak demikian maka hal ini adalah harom. +etiga : )eminta "at&a : )isalnya dia berkata kepada seorang mu"ti : Bapakku telah berbuat d8olim padaku' atau saudaraku' atau suamiku' atau si "ulan telah mend8olimiku' apakah dia mendapatkan hukuman ini-' dan bagaimanakah jalan keluar dari hal ini' agar hakku bisa aku peroleh dan terhindar dari ked8oliman-(' dan yang semisalnya. 1etapi yang yang lebih hati-hati dan lebih baik adalah hendaknya dia berkata kepada si mu"ti! : Bagaimana pendapatmu tentang seseorang atau seorang suami yang telah melakukan demikian ..-(. )aka dengan cara ini tujuan bisa diperoleh tanpa harus menyebutkan orang tertentu' namun menyebutkan orang tertentupun boleh sebagaimana dalam hadits #indun. A :U ZNW@0 5< +W9 P 0$J a C rD . ( l$F H \ $# \Z G ( k ( :P C 3' $3 i )? ( $3 i 0$J 3 0 Q (? ( ( #) [): F

+ari *Aisyah berkata :#indun istri Abu So"yan berkata kepada Nabi U:(Sesungguhnya Abu Su"yan seorang yang kikir dan tidak mempunyai cukup belanja untukku dan unutuk anak-anakku' kecuali jika saya ambil diluar pengetahuannya(. Nabi U berkata : 2Ambillah apa yang cukup untukmu dan untuk anak(anakmu dengan cara yang baik jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit!(. %; +eempat : )emperingatkan kaum muslimin dari kejelekan. #al ini diantaranya : Apa yang telah dilakukan oleh para Ahlul #adits dengan jarh &a tadil. )ereka berdalil dengan ijma akan bolehnya bahkan wajibnya hal ini. Karena para sala" umat ini senantiasa menjarh orangorang yang berhak mendapatkannya dalam rangka untuk menjaga keutuhan syariat. %C Seperti perkataan ahlul hadits :(Si "ulan pendusta(' Si "ulan lemah ha"alannya(' Si "ulan munkarul ha"its(' dan lain-lainnya. Bontoh yang lain yaitu mengghibahi seseorang ketika musya&arah untuk mencari nashihat. +an tidak mengapa dengan mentayin menyebutkan dengan jelas! orang yang dighibahi tersebut. +alilnya sebagaimana hadits Jatimah. A : P @=; U ZNW0< P3> ) : P 0$J G $22= K ; O a ($" 8 ( W( # a X4 5 0< $# )? ( H ( $; ( $N ( f ? (? F I 3J P C 7@"n; a ($" $5 h1 G ( = ( ( >$22F u; ( f 0< <7 5 $5 ? ) h1 0 K c ? ) :U 1@0< K7\D " 0< E! F $n #) $5 Jatimah binti ,ois berkata : Saya datang kepada Nabi U dan berkata :Sesungguhnya Abul Gahm dan )ua&iyah meminang saya. )aka Nabi U berkata : 2Adapun Mu3awiyah maka ia seorang miskin
%; %C

O "@ 7 $J c 25 ) $5 ( $2 ( m S4 ( $5 ( (+2 0 g ( 2 3i w ? (A w Z (S2 4 : K 9 1 W5 (+ 0 Z ( W 3i ( W 3( X" ( :"8 0$# (

) : @ (Y8( 0 a<D Z;T Vt ( $Y ( B<: I ( ( ; ( f 0< <7 Q W@0 ? I ? ! #) $5

ghibah hanya dibolehkan jika dalam dhorurot. Bahjatun Nad8irin /</4'/3! 2i&ayat Bukhori dalam Al-Jath C<>E:'>E3' dan )uslim no $3$:! Sebagaimana yang dilakukan oelh para sala" ketika memperingatkan umat dari bahayanya para ahlul bidah' berkata Syaikhul 5slam 5bnu 1aimiyah tentang penjelasan &ajibnya nasihat untuk memperbaiki 5slam dan kaum muslimin :(..Seperti para imam kebidahan yaitu orang-orang yang mengucapkan perkataan-perkataan yang menyimpang dari Kitab dan Sunnah atau yang telah melakukan ibadah-ibadah yang menyimpang dari Kitab dan Sunnah' maka menjelaskan keadaan mereka dan memperingatkan umat dari bahaya! mereka adalah &ajib dengan kesepakatan kaum muslimin. #ingga dikatakan kepada Imam Ahmad :.,Seorang laki-laki puasa dan sholat dan beri-tika& lebih engkau sukai atau membicarakan tentang "kejelekan% ahlul bid-ah ', . )aka beliau menja&ab :, !ika laki-laki itu sholat dan i-tika& maka hal itu "keman&aaatannya% adalah untuk dirinya sendiri, dan jika dia membicarakan "kejelekan% ahlul bid-ah maka hal ini adalah demi kaum muslimin, maka hal ini "membicarkan kejelekan ahlul bid-ah% lebih baik., )aka 5mam Ahmad telah menjelaskan bah&asanya hal ini membicarakan ahlul bidah! berman"aat umum bagi kaum muslimin dalam agama mereka dan termasuk jihad "i sabilillah dan pada agama-Nya dan manhaj-Nya serta syariat-Nya. +an menolak kekejian dan permusuhan ahlul bidah atas hal itu adalah &ajib ki"ayah dengan kesepakatan kaum muslimin. Kalaulah bukan karena orang-orang yang telah Allah tegakkan untuk menghilangkan kemudhorotan para ahlul bidah ini maka akan rusak agama ini' yang kerusakannya lebih parah dari pada kerusakan yang timbul! akibat dikuasai musuh dari ahlul harbi orang ka"ir yang menyerangpent!. Karena musuh-musuh tersebut tidaklah merusak hati dan agama yang telah tertanam! dalam hati kecuali hanya belakangan. Sedangkan para ahlul bidah mereka merusak hati sejak semula. Al-"ata&a %4<$/$'%/%' lihat #ajrul )ubtadi hal C!

adapun Abul *ahm maka ia tidak pernah melepaskan tongkatnya dari bahunya . Bukhori dan )uslim!. +an dalam ri&ayat yang lain di )uslim no $:;E! : Adapun Abul *ahm maka ia tukang pukul para wanita istri(istrinya! /E +elima : @hibah dibolehkan kepada seseorang yang terang-terangan menampakkan ke"asikannya atau kebidahannya. Seperti orang yang terang-terangan meminum khomer' mengambil harta manusia dengan d8olim' dan lain sebagainya. )aka boleh menyebutkan kejelekan-kejelekannya. +alilnya : *Aisyah berkata : Seseorang datang minta id8in kepada Nabi U' maka Nabi U bersabda :4,inkankanlah ia, ia adalah sejahat(jahat orang yang ditengah kaumnya. /$ Namun diharomkan menyebutkan aib-aibnya yang lain yang tidak ia nampakkan' kecuali ada sebab lain yang membolehkannya./% +eenam : Intuk pengenalan. Gika seseorang terkenal dengan suatu la6ob gelar! seperti Al-Amasy si rabun! atau Al-Aaroj si pincang! atau Al-Ama si buta! dan yang selainnya maka boleh untuk disebutkan. +an diharomkan menyebutkannya dalam rangka untuk merendahkan. Adapun jika ada cara lain untuk untuk mengenali mereka tanpa harus menyebutkan cacat mereka! maka cara tersebut lebih baik.

k F $= ( l$F [ ; Z G ( : ( " 0< <7 d/ \ ? )a < % urD ( # O1 0 <7 3k 4) H j S l< K Q ( N? W0< M@ F

Perhatian
Berkata Syaikh Salim Al-#ilali : $. Bolehnya ghibah untuk hal-hal di atas adalah si"at yang menyusul bukan hukum asal!' maka jika telah hilang *illahnya sebab-sebab yang membolehkan ghibah -pent!' maka dikembalikan hukumnya kepada hukum asal yaitu haromnya ghibah. %. +ibolehkannya ghibah ini adalah karena darurat. 0leh karena itu ghibah tersebut diukur sesuai dengan ukurannya seperlunya saja Fpent!. )aka tidak boleh berluas-luas terhadap bentukbentuk di atas yang dibolehkan ghibah!. Bahkan hendaknya orang yang terkena darurat ini sehingga dia dibolehkan ghibah Fpent! untuk berta6&a kepada Allah dan janganlah dia menjadi termasuk orang-orang yang melampaui batas. //

)aroji :
$. %. /. :. >. 4. +itab As-Somt, karya 5bnu Abi +unya tah6i6 Syaikh Abu 5sha6 Al-#u&ainy Syarah .iadlus Solihin, karya Syaikh Itsaimin' jilid $' Bab 1aubat /aisir +arimir .ohman, karya Syaikh Nasir As-Sadi Bahjatun Nadzirin syarah riadlus sholihin, Karya Syaikh Salim bin *5ed Al-#ilaly' jilid / /a&sir 0bnu +atsir, jilid :' ta"sir surat Al-#ujurot Al-)unta(o Al-)ukhtar min kitab Al-Adzkar "Nawawi%, karya )uhammad Ali AsShobuni' bab tahrimul ghibah 1. /uh&atul Ahwadzi
/E

+an ini merupakan ta"sir dari ri&ayat : ia tidak pernah melepaskan tongkatnya dari bahunya! 2i&ayat Bukhori dan )uslim no %>C$!' As-Syaukani menjelaskan bah&asanya dalil ini tidaklah tepat untuk membolehkan menggibahi orang yang menampakkan ke"asikannya. Sebab ucapan ia adalah sejahat(jahat orang yang ditengah kaumnya! berasal dari Nabi U' kalau benar ini adalah ghibah maka tidak boleh kita mengikutinya sebab Allah dan Nabi U telah melarang ghibah dalam hadits-hadits yang banyak. +an karena kita tidak mengetahui hakikat dan inti dari perkara ini. +an juga' pria yang disinggung oleh Nabi U tersebut ternyata hanya 5slam secara d8ohir sedangkan keadaannya goncang dan masih ada atsar jahiliah pada dirinya. Aenjelasan yang lebih lengkap lihat Bahjatun Nad8irin /<:4! /% Bahjatun Nad8irin /</>!. As-Syaukani menjelaskan :Gika yang tujuan menyebutkan aib-aib orang yang berbuat d8olim ini untuk memperingatkan manusia dari bahayanya' maka telah masuk dalam bagian ke empat. +an kalau tujuannya adalah untuk mencari bantuan dalam rangka menghilangkan kemungkaran' maka inipun telah masuk dalam bagian ke dua. Sehingga menjadikan bagian kelima ini menjadi bagian tersendiri adalah kurang tepat. Bahjatun Nad8irin /<:>':4! // Bahjatun Nad8irin :</>'/4!
/$

$E

;. +itabuz 2uhud, karya 5mam Haki bin Garroh' tah6i6 Abdul Gabbar Al-Jari&ai' jilid / C. Subulus Salam' karya As-Shonani' jilid : bab tarhib min masa&iil akhla6. $E. /audlihul Ahkam, karya Syaikh Ali Bassam' jilid 4 $$. 3ajrul )ubtadi-, karya Syaikh Bakr Abu 9aid

$$