Anda di halaman 1dari 18

EASTISITAS

A. Stress dan Strain 1. Stress Stress dapat dikelompokkan menjadi tiga macam: a. Stress normal Stress normal terjadi apabila ada dua gaya F yang berlawanan arah dan sama besar, sehingga benda secara keseluruhan berada dalam kesetimbangan statik (diam). Stress normal sendiri ada dua yaitu stress normal tekan dan stress normal tarik, stress normal tekan terjadi ketika benda berada dalam keadaan kompressi. Sedangkan stress normal tarik terjadi ketika benda berada dalam keadaan tegang. b. Stress geser Stress ini terjadi ketika lapisan atas suatu benda ditarik ke kanan dan lapisan bawah benda ditarik ke kiri. Akibatnya setiap lapisan dari bahan bergerak ke kanan relatif terhadap lapisan dibawahnya dan terjadi deformasi yang ditandai oleh terjadinya perubahan dalam bangun (shape) tetapi volume tetap. Jika gaya F dihilangkan maka benda akan kembali ke bentuk semula, bahan ini dikatakan memiliki elastisitas geser (rigiditas). c. Stress volum Stress ini diakibatkan adanya tekanan dari semua sisi pada kubus akibatnya kubus akan mengalami perubahan ukuran di semua sisinya. Secara matematis perubahan ukuran itu dapat dinyatakan dalam F/A dimana F adalah gaya normal dan A adalah satuan luas dari permukaan kubus. Dan jika tekanan luar dihilangkan maka benda akan kembali kebentuk semula, benda seperti ini dikatakan memiliki elastisitas volume.

2. Strain (regangan) Strain adalah perubahan ukuran sebuah benda karena gaya-gaya atau kopel dalam kesetimbangan dibandingkan dengan ukuran semula. Strain sendiri dikelompokkan menjadi tiga macam :

1|Page

a. Strain linear Yaitu perubahan panjang berbanding panjang benda semula ( untuk strain linear sendiri dibedakan menjadi dua macam: Strain tarik = Strain tekan = ( ( . Sedangkan

b. Strain volum yaitu perubahan volume berbanding volume semula ( c. Strain geser (strai angular) yaitu deformasi dalam bentuk bagunan / shape.strain jenis ini terjadi apabila ada stress geser yang menyebabkan terjadinya deformasi.

3. Hubungan Stress dan Strain Hubungan antara stress dan strain mengikuti hukum Hooke yang merupakan hukum dasar elastisitas yang diturunkan pada tahun 1679 yang menyatakan bahwa dalam batasan (limit) suatu benda, stress berbanding terbalik dengan strain (stress/strain = k = konstan), dimana k adalah modulus elastisitas. Dengan kata lain hukuk Hooke tersebut dapat dinyatakan bahwa dalam batasan elastisitasnya , setiap deformasi selalu berbanding lurus dengan gaya yang menyebabkanya. Hubungan ini dapat dijumpai dalam beberapa peristiwa, misalnya: Pertambahan panjang dari pegas berbanding lurus dengan gaya yang menyebabkanya.

4. Modulus elastisitas ada 3 macam deformasi, dimana masing-masing deformasi mempunyai modulus elastisitas. Yaitu : a. Modulus Young dengan notasi Y b. Modulus geser (rigiditas) dengan notasi M c. Modulus volum dengan notasi B
B( 40 80 35 42 90 140 80 140

Bahan
Besi, besi tuang Baja Kuningan Tembaga

Y (x 100 200 100 110

M(

2|Page

Alumunium Beton Batu bata Marmer Granit Kayu (irisan sejajar butiran ) Kayu butiran) Nilon Tulang Cairan Air Alkohol Air raksa (irisan lurus

70 20 14 50 40 10

25

70

70 45

5 15 80

2,0 1,5 2,5

a. Modulus Young Modulus young merupakan deformasi linear untuk kawat maupun balok yang diberi beban berupa gaya yang tegak lurus penampang, konstanta elastisitas pada hubungan linear antara stress linear (tarik,tekan) dan strain linear (tarik,tekan). Definisi : Y = b. Modulus Geser Modulus geser merupakan deformasi angular penampang sebuah balok atau kubus disebabkan oleh gaya yang menyinggung permukaan, sehingga terjadi deformasi pada bentuk penampang, tetapi volum benda tetap. Hal ini terjadi karena adanya gerakan antar lapisan-lapisan penampang sejajar permukaan yang diberi gaya tangensial Definisi: M = c. Modulus volum Modulus ini terjadi apabila sebuah benda mengalami gaya deformasi yang tegak lurus permukaan benda dan secara uniform, sehingga terjadi perubahan volume tetapi bentuk tetap. ; dimana x= tg

3|Page

d. Perbandingan poisson Balok dengan panjang ( l ), lebar (m) dan tebal (n) mengalami stress tarik maka Dinamakan strain longitudinal. Definisi: perbandingan poisson = Untuk balok = dimana

, sedangkan untuk batang silindris

d (diameter penampang) ,l panjang silinder.

5. Manfaat modulus elastisitas Modulus elastisitas dipakai dalam teknik mendesain bangunan-bangunan pada semua macam struktur. Pada pemakaian modulus geser, misalnya pada bangunan, kesetimbangan puntiran, atau dalam menentukan jumlah daya maksimum yang dapat diteruskan pada sumbu penggerak mobil. Pada setiap pemakaian harus diingat bahwa modulus elastis adalah fungsi dari temperatur.

6. Hubungan antara modulus-modulus elastisitas Misal B= M=


( (

( ( (

Persamaan ummnya adalah (stress tekan), ; maka Sedangkan untuk 6 sisi (

untuk 2 sisi. ( (

Maka

jadi Y = 3B (1-2 ), terbukti !

7. Energi potensial internal Agar terjadi sebuah deformasi pada benda, kerja harus dilakukan dengan gaya.energi yang disimpan dalam benda disebut energi strain. Maka jika gaya tersebut dihilangkan maka stress akan hilang dan energi strain timbul sebagai panas.
4|Page

Mari pandang yang dilakukan pada 3 kasus strain dibawah ini: a. Strain linear pada kawat yang ditarik dengan gaya F sehingga mengalami pertambahan panjang sebesar dl. Maka kerja yang dilakukan adalah : W=

b. Strain geser W= A= Jadi W= =

c. Strain volum Kerja total yang dilakukan untuk melakukan perubahan volume seluruhnya dapat dinyatakan sebagai berikut :

8. Lenturan Apabila sebuah batang ditumpu pada kedua ujung dan di tengah-tengahnya digantungi beban, maka bagian tengah akan akan turun dan batang dikatakan melentur. Begitu juga jika sebuah batang dijepit salah satu atau kedua ujungnya dan ujung lain ataupun bagian tengahnya diberi beban maka akan mengalami kelenturan juga. Kelenturan dapat terjadi karena adanya moment lentur, berikut macam-macam lenturan : a. Lenturan pada batang dengan dua penumpu Lenturan ini terjadi pada batang yang mempunyai panjang,lebar dan tebal yang ujung-ujungnya diletakkan pada dua penumpu, kemudian bagian tengahnya diberi gaya sebesar F. Akibatnya bagian atas batang akan
5|Page

mengalami tekanan dan bagian bawahnya akan mengalami tarikan sehingga batang akan melentur kebawah.

Modulus Youngnya dapat dihitung dari :

Dimana :
y = tinggi lenturan L=panjang (jarak dua penumpu) b =lebar batang d =tebal batang W =beban (gaya) momen inersia bd = luas batang penampang

b. Lenturan pada batang tipis dengan satu jepitan Lenturan ini terjadi pada sebuah batang yang dijepit pada salah satu ujungnya dan ujung yang lain diberi beban.sehingga besarnya reaksi pada penumpu sama besarnya dengan beban / gaya yang diberikan ( R=W ).

c. Lenturan pada batang tipis dengan dua jepitan Lenturan ini terjadi pada batang yang dijeping pada dua titik berbeda dengan jarak l, kemudian pada bagian tengahnya diberi beban sebesar W. Maka besarnya reaksi pada masing-masing penjepit adalah W.

9. Stress yang diperkenankan dan faktor keselamatan atau keamanan Pada bidang ilmu teknik tidak dianjurkan menggunakan besar stress pada daerah plastik, karena akan menyebabkan deformasi permanen pada bagian logam tersebut yang makin lama makin besar deformasinya sehingga dapat membahayakan. Sehingga demi keamanan stress yang diperkenankan haruslah berada jauh di bawah titik patahnya dan tidak melebihi limit elastiknya. Secara umum pernyataan diatas dapat ditulis sebagai berikut :
(

6|Page

Faktor keamanan ini merupakan bilangan >1, dan berdasarkan pengalaman digunakan bilangan bulat antara 5 sampai 10 yang masing-masing bisa digunakan di Amerika serikat dan inggris.

10. Patah ( frakture ) Patah (fracture ) pada benda dapat terjadi karena benda tersebut mengalami stress besar sekali sehingga melebihi limit elastisitasnya dalam kurun waktu tertentu. Umumnya hal ini terjadi pada beton, karena beton mempunyai kompresi tetapi menjadi lemah untuk kekuatan tarik. Sehingga beton dapat digunakan sebagai material untuk kolom vertikal yang mampu menahan kompresi.

11. Aplikasi modulus elastisitas a. Konstanta gaya ( k )

b. Konstanta puntir

(konstanta torsi) pada kawat silindris

Konstanta puntir umumnya terjadi karena adanya stress geser pada pada benda tertentu yang berbentuk silinder dengan jari-jari tertentu. Jika konstanta puntir, R menyatakan jari-jari dan matematis dapat dituliskan sebagai berikut : sehingga menyatakan

sudut puntir, maka secara

7|Page

HIDROSTASTISTIKA ( fluida dalam keadaan diam )

Fluida atau zat alir adalah zat-zat yang dapat mengalir, jadi termasuk zat padat pada temperatur tertentu, misalnya aspal dan ter, selain zat cair dan gas. Gas yang terionisasi merupakan keadaan wujud yang ke-empat setelah padat,cair dan gas. Gas yang keempat ini disebut plasma. Sifat-sifat yang penting dalam fluida adalah : Tidak dapat melawan secara tetap stress geser Mempunyai kompresibilitas ( pada gas jauh lebih besar daripada cairan ) Mempunyai kekentalan

Sedangkan untuk sifat-sifat khususnya ; a. Zat cair Mempunyai permukaan bebas Tidak mempunyai bentuk tetap (tergantung bentuk bejana ) Volume tetap

b. Zat gas Tidak mempunyai permukaan bebas Tidak mempunyai bentuk tetap Volume tidak tetap

1. Tekanan Tekanan merupakan stress normal tekanan, dengan kata lain tekanan merupakan gaya per satuan luas. Dalam fluida distribusi tekanan tidak merata, misalnya tekanan udara disetiap titik dalam suatu ruang akan sama. Sedangkan dalam zat cair tergantung pada letak titik terhadap permukaan cairan. Tekanan sendiri dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu : a. Tekanan hidrostatis Tekanan hidrostatis merupakan tekanan dalam zat cair yang tergantung pada kedalaman. jika adalah jumlah gaya-gaya pada sisi atas ( p dA ), bawah (p+dp)

dA+dm g, dan gaya berat. maka;

8|Page

( ( ( ( (

Persamaan di atas berarti jika semakin bertambah dalam terhadap permukaan cairan maka tekananya akan semakin besar. Maka untuk menetukan besarnya tekanan di sebuah titik pada kedalaman h dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut: (

Dimana:

g =percepatan gravitasi bumi

b. Tekanan barometer Tekanan yang terjadi pada zat gas dan bergantung pada ketinggian, Persamaan gas ideal yang dipakai adalah pV= nRT dimana n= jumlah molekul (hukum BoyleGay lussaac) dan n= m/M dimana M= massa per mol, sehingga:

, jadi dp = Sehingga untuk mencari tekananya adalah: ( ) artinya semakin tinggi dari permukaan bumi maka tekanan akan semakin berkurang.

9|Page

2. Satuan tekanan Satuan tekanan merupakan satuan yang diturunkan dari satuan gaya per satuan luas yaitu dengan nama khusu yaitu Pascal.

Satuan yang praktis dan umum digunakan adalah atm, bar, milibar dan torr. Dimana : 1 atm = 76 cm Hg = 76 x 13,6 x 980 dyne/ = 1,013 x 1 bar = 1 tor = 1 mm Hg Biasanya tekanan yang diukur adalah beda tekanan terhadap tekanan atmosfer atau yang biasa disebut tekanan Gauge, contoh : pada alat ukur terbaca 220 kpa, berarti tekanan dalam ban = 220 kpa + 100 kpa = 320 kpa 1,013 x =1,013 x dyne/

3. Prinsip archimedes Didalam fluida besarnya gaya tekan ke atas (gaya apung) yang dialami benda seluas A adalah sma besar dengan berat fluida yang dipindahkan (yang ditempati oleh benda). Hali ini dikarenakan pada benda bekerja dua gaya, yaitu gaya tekan ke atas ( gaya apung) dan juga gaya berat yang sifatnya menekan benda ke bawah. Sehinggga dengan kata lain kedua gaya ini saling meniadakan dan kedua gaya bekerja pada daerah yang dibatasi A. jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda maka benda berada dalam kesetimbangan. Dalam fluida sendiri kesetimbangan dibedakan kedalam 3 bentuk, yaitu: a. Terapung Terjadi apabila benda tidak seluruhnya berada dalam cairan pada saat telah tercapai kesetimbangan antara gaya berat dan gaya apung. b. Melayang Terjadi jika benda seluruhnya berada dalam cairan dan telah mencapai kestimbangan antara gaya berat dan gaya apung c. Tenggelam Bila benda seluruhnya berada di dasar air, keadaa ini disebabkan karena gaya berat jauh lebih besar daripada gaya apung.

10 | P a g e

4. Aplikasi a. Kesetimbangan kapal Pada kapal terdapat dua gaya yang sama besar dan berlawanan arah yaitu gaya tekan ke atas dan gaya berat, dalam keadaan setimbang kedua gaya memiliki garis kerja yang berimpit sehingga tidak ada momen gaya. Akan tetapi jika kapal mengalami oleng maka garis kerja gaya berat akan mengalami pergeseran sehingga membentuk sudut sebesar . Sehingga diperlukan sebuah momen kopel antara gaya tekan ke atas dan gaya tekan ke bawah untuk dapat mengembalikan keseimbangan kapal. Momen kopel tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut : (

dimana W ZM sin adalah momen penegak (momen kopel), w adalah beban di atas geladak, W dalah gaya berat.

b. Bendungan Dalam membangun sebuah bendungan perlu diperhatikan adanya pusat tekanan (pusat gaya) yang merupakan titik tangkap dari garis kerja gaya resultan yang menekan dinding bendungan karena air. Jika permukaan dinding bendungan mempunyai luas sebesar L, ketinggian air pada bendungan H, lebar dy pada ketinggian y dari dasar bendungan. Maka dA=L dy dan tekanan karena air adalah p= ( (

atau

11 | P a g e

pernyataan di atas berarti gaya horizontal (pusat tekanan) dari air yang menekan bendungan akan bekerja pada ketinggian 1/3 H dari dasar air.

c. Pompa hidrolik Pompa hidrolik merupakan alat yang bekerja dengan prinsip hukum Pascal, alat ini memiliki 2 buah silinder penghisap yang berisi caian dan luas penampang yang berbeda. Jika dimana . kemudian pada penghisap 1 diberi beban sebesar W, maka pada penghisap 2 akan meendapatkan tambahan tekanan sebesar , sehingga harus ada tekanan sebesar F untuk mengimbangi

tekanan tersebut. Besarnya F dapat dinyatakan sebagai berikut: jika berada pada ketinggian yang sama.

) dimana

5. Gaya adhesi dan kohesi Gaya adhesi adalah gaya tarik-menarik antar molekul yang berlainan, sedangkan gaya kohesi adalah gaya yang terik-menarik antara molekul yang sama.

12 | P a g e

HIDRODINAMIKA

Hidrodinamika merupakan ilmu yang mempelajari tentang fluida dalam keadaan bergerak. Sebelum membahas tentang hidrodinamika perlu diketahui tentang sifat-sifat fluida ideal, yaitu: a. Tidak dapat ditekan, sehingga kerapatanya uniform b. Encer(tidak ada friksi antara lapisan-lapisan) sehingga tak ada energi yang hilang c. Arusnya stasioner sehingga kecepatanya tidak berubah terhadap waktu d. Arus tak berputar 1. Macam-macam aliran fluida a. Aliran steady (berlapis-lapis) Artinya setiap partike dari fluida membuat lintasan tanpa terjadi persilangan b. Aliran viscous Yaitu aliran dimana terdapat friksi internal dari dalam fluida, friksi ini sebagian diubah dari energi kinetik menjadi energi panas. Dan aliran ini umumnya terjadi pada fluida yang kental. c. Aliran turbelen Yaitu aliran fluida yang disebabkan karena danya turbelensi pada fluida.

2. Persamaan Kontinuitas Jika diketahui pada sebuah tabung yang mengalir fluida memiliki kecepatan pada titik 1 sebesar dan kecepatan pada titik 2 sebesar, sedangkan adalah luas

penampang tabung pada titik 1 dan

merupakan luas penampang pada titik 2. Maka

volume cairan setelah selang waktu dt adalah: Di titik 1 = Di titik 2 = Dan bila menyatakan rapat massa cairan, maka massa cairan dapat dinyatakan

sebagai berikut: Massa = rapat massa x volume

13 | P a g e

Karena massa yang masuk melalui maka:

sama dengan massa yang masuk melalui

Persamaan di atas dinamakan persamaan kontinuitas.

3. Persamaan Bernoulli Pada persaman Bernoulli misalkan suatu elemen dengan massa dm dari suat fluida yang bergerak dari satu titik ke titik lain dengan kecepatan selalu bertambah, yang berarti ada perbedaan energi kinetik antara kedua tempat atau ada kerja luar yang bekerja pada elemen tersebut.seandainya elemn fluida bergerak pada bidang horizontal maka gaya luar merupakan resultan gaya yang disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan. Jadi haruslah ada perbedaan tekanan tekanan pada tempat yang berlainan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara energi tekanan, energi kinetik dan energi potensial yang tercakup pada persamaan Bernoulli. Jika pada suatu tabung berisi cairan dengan luas penampang yang tegak yaitu , kecepatan aliranya sampai Jarak dari Maka perubahan energi kinetiknya adalah : dan dan . sehingga jarak . dan , ketinggian dan dan

, setelah selang waktu dt

( Sedangkan kerja yang dilakukan oleh perbedaan tekanan adalah : ( Karena kerja total = ( , maka : ( ( di dan di

Persamaan di atas merupakan persamaan Bernoulli.

14 | P a g e

4. Pengukuran kecepatan arus Pengukuran kecepatan arus dapat dilakukan menggunakan dua alat sebagai berikut: a. Venturi meter Bentuk alat ini yaitu berupa bejana siindris yang mempunyai leher yang diletakkan horizontal, kemudaian air dialirkan kedalam bejana. Untuk mengukur beda tekanan antara leher dan bagian bejana yang lebar digunakan pia U atau manometer. Perbedaan tinggi cairan dalam pipa U menunjukkan beda tekanan pada kedua tempat, sehingga diamana h adalah beda tinggi pada

cairan. Sehingga kecepatanya dinyatakan dalam persamaan: b. Tabung pitot Bentuk tabung ini adalah silindris dengan penampang sama besar, perbedaan tekanan diukur dari beda tinggi cairan pada pipa U. Perubahan kerapatan energi tekanan : Perubahan kerapatan energi kinetik :

5. Viskositas Viskositas berarti tidak encer (kekentalan) yang berarti fluida yang mempunyai aliran sehingga menyebabkan adanya gesekan-gesekan antar lapisan. Menurut Bernoulli untuk cairan yang ideal, pada pipa-pipa kita harapkan tinggi permukaanya air sama. Ternyata tidak demikian dalam hal ini, permukaan air menurun pada arah arus. Perbedaan tinggi permukaan ini disebabkan oleh gaya gesek internal yang terjadi antar lapisan-lapisan cairan yang menyebabkan kehilangan atau berkurangnya energi. Lapisan lapisan akan menarik lapisan di bawahnya dengan gaya F seperti misalnya cairan yang berada di antara dua keping sejajar, salah satuya bergerak dengan kecepatan v dan yang satunya diam (seakan akan bekerja suatu shearing stress). Sehingga:

15 | P a g e

maka berlakulah hubungan linear antara shearing stress dan strain,

a. Hukum Stokes Hukum Stokes dipakai untuk menetuka koefisien viskositas untuk cairan kental. Pada kasus ini diberikan percobaa sebagai berikut: Sebuah tabung diisi cairan yang akan di ukur koefisien viskositasnya ( ) Sebuah bola kecil dilepaska tepat pada permukaan cairan ( Bola kecil yang dipakai sudah diketahui massa jenisnya (( caira sudah diketahui Gerak bola mula-mula dipercepat sampai pada suatu tempat, geraknya menjadi beraturan Gerak bola ini mengalami gaya gesekan dan gaya apung (B) ) , juga

Pada saat besar v sudah tetap, gaya gesek tergantung pada v, dan menurt dalil Stokes gaya gesek untuk bola adalah: , jika r adalah jari-jari bola kecil

( Dimana B G = (
(

, jadi

b. Hukum poiseuille Hukum poiseuille digunakan untuk menetukan: 1. Distribusi kecepatan dalam ars laminer melalui pipa silindris 2. Jumlah cairan yang keluar per detik ( debit ) Bila adalah tekanan pada ujung-ujung pipa dengan diameter 2R, maka

cairan pada jari-jari mengalami gaya yang bekerja dalam arah v sebesar:

( (

= 0 (disebabkan tidak ada

16 | P a g e

Untuk menetukan debit cairan : ( = dimana (

c. Gaya angkat (lift) Gaya lift pada umunya diterapkan pada sayap pesawat terbang, pada gaya lift terdapat garis-garis di bagian yang lebih lengkung akan lebih rapat dari pada bagian yang lurus. Jadi di bagian yang lebih lengkung terdapat kecepatan arus yang lebih besar, akibatnya tekanan menjadi lebih kecil hingga terdapat gaya tekan kebawah yang lebih kecil. Maka dari itu bagian atas sayap pewat dibuat lebih lengkung daripada bagian bawahnya. Gaya yang menyebabkan pesawat naik bukan karena bagian atas ditarik oleh udara dari atasnya, pesawat tetap ditekan ke bawah, tetapi dengan gaya sayap yang lebih kecil daripada gaya tekan ke atas yang diderita oleh bagian bawah sayap.

d. Energi angin Angin atau udara yang bergerak juga merupakan fluida bergera. Angin merupakan salah satu sumber energi yang cukup tinggi.menghitung daya karena energi angin diperoleh sebagai berikut:

Sedangkan daya per satuan luasnya adalah :

17 | P a g e

18 | P a g e