Anda di halaman 1dari 17

MPK PENDIDIKAN PANCASILA

Drs. Khusnul Fathoni, M.Ag

MPK PENDIDIKAN PANCASILA


1. 2.

3.

4.

MPK : Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Dasar : SK DIRJEN DIKTI No. 38/DIKTI/Kep/2002. Perubahan dari MKDU, MKU, MPK Visi : Menjadi Sumber Nilai dan Pedoman Penyelenggaraan Program Studi Dalam Mengantarkan Mahasiswa Mengembangkan Kepribadiannya Selaku Warganegara yang Pancasilais Misi : Membantu Mahasiswa agar Mampu Mewujudkan Nilai-nilai Dasar Pancasila Serta Kesadaran Berbangsa, Bernegara, dalam Menerapkan Ilmunya Secara Bertanggung jawab Terhadap Kemanusiaan

Kompetensi Pendidikan Pancasila


Menguasai kemampuan berfikir, bersikap rasional, dan dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual serta mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk : Mengambil sikap bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. Mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan IPTEKS. Memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa guna menggalang persatuan bangsa.

1. 2. 3. 4.

LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA


1.

2.
3. 4.

Landasan Landasan Landasan Landasan

Historis Kultural Yuridis Filosofis

Pancasila dalam Kontek SPBI


1. 2.

3.

Sejarah Perjuangan Bangsa -> mulai BU, SI, Sumpah Pemuda, Proklamasi. Kronologis Sejarah Perumusan Pancasila Dasar Filsafat Negara. Dinamika Pemikiran Perumusan Dasar Negara.

*Rumusan tertulis Prof.M.Yamin (29 Mei 1945) 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kebangsaan 3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

* Rumusan Supomo (31 Mei 1945)

1. Persatuan
2. Peri Kemanusiaan 3. Peri Ketuhanan 4. Peri Kerakyatan 5. Keadilan Rakyat

* Rumusan Soekarno (1 Juni 1945) 1. Kebangsaan

2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan


3. Mufakat atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa

* Rumusan Piagam Jakarta (22 Juni 1945)


1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh himat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI


Pancasila merupakan Weltanschauung = landasan filofofis yang menjadi dasar negara dan ideologi Negara Kebagsaan Indonesia disusun visi, misi dan tujuan negara.

Corbett menyebutkan bahwa ideologi tersusun oleh pandangan filsafati tentang alam semesta dan manusia (ontologi), konsep masyarakat ideal yang dicita-citakan (epistimologi) dan metodologi untuk mencapainya (metode berfikir).
Semua konsep dari suatu ideologi bersumber dari nilai intrinsik yang mengalir secara deduktif-logik

KARAKTER IDEOLOGI
Ideologi Pancasila memiliki metode berpikir reflektif teleologik Ideologi komunis yang memiliki metode berpikir dialektik materialis, Ideologi liberal memiliki metode berpikir analisis kausal.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI Menurut Abdul Kadir Besar, para pendiri bangsa mendefinisikan ideologi Pancasila sebagai seperangkat nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu masyarakat, dijadikan dasar menata dirinya, dalam mengatur negara. Nilai utama ideologi Pancasila adalah kebersamaan, dalam bentuk ideal kebersamaan dalam hidup bermasyarakat, adalah masyarakat kekeluargaan, dimana kebersamaan hidup antar sejumlah manusia terselenggara melalui interaksi saling memberi.

Pancasila bukan puncak ideologi yang paripurna, tetapi dasar negara yang dipilih berdasarkan

konsensus.

Pancasila sejak awal dimaksudkan sebagai prinsip pemersatu dan pemecahan konflik, maka Pancasila memihak dialog peradaban harus menjadi ideologi terbuka Ideologi tidak lagi merupakan ideologi yang tertutup, tetapi telah berinteraksi dengan ideologi - ideologi lainnya.

EKSISTENSI IDEOLOGI
Mustafa Rejai dalam bukunya Political Ideologies menyatakan: bahwa ideologi itu tidak pernah mati. Yang terjadi adalah:

1. Emergence kemunculan 2. Decline kemunduran 3. Resurgence of ideologies kebangkitan kembali suatu idelogi

Ideologi Pancasila mengalami declining sejak terjadinya reformasi, sejalan dengan meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi.
Pemerintah yang belum mampu meningkatkan kualitas hidup rakyat, menjadi indikator merosotnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap ideologi Pancasila Rendahnya komitmen para eksekutif, legislatif dan yudikatif terhadap nilai dasar ideologi Pancasila, turut memberi sumbangan yang signifikan, lahirnya sikap apatis masyarakat terhadap ideologi Pancasila

Pancasila sebagai ideologi berakhir, manakala tidak diaktualisasikan dalam pengambilan keputusan politik/kebijakan publik, dalam penyusunan perundang-undangan, penataan institusi sosial-politik.