Anda di halaman 1dari 1

Fimosis (hal 483) Fimosis adalah keadaan, dimana prepusium penis tidak mungkin diretraksi.

Ini bisa merupakan komplikasi sirkumsisi, dimana terlalu banyak prepusium tertinggal, atau bisa sekunder terhadap infeksi yang timbul dibawah prepusium yang berlebihan. Pada yang terakhir, prepusium menjadi melekat dan fibrotik kronis di bawah prepusium dan mencegah retraksi. Keadaan ini biasanya akibat kebersihan yang buruk, dan terapi melibatkan tindakan lokal untuk membasmiinfeksi. Pembelahan dorsal pada prepusium mungkin diperlukan. Bila infeksi akut dan radang menyembuhkan, maka terapi definitif adalah sirkumsisi.

Divertikulum Kandung Kemih (hal 859) Ditempat ureter menembus lapisan otot kandung kemih, dapat terbentuk divertikulum yang disebut divertikulum paraostium. Biasanya divertikulum ini terjadi sekunder terhadap tekana tinggi di dalam kandung kemih karena obstruksi distal. Pada orang dewasa dan usia lanjut, divertikulum dapat menjadi besar sekali. Dindingnya tidak mengandung serat otot sehingga tidak berkontraksi sewaktu miksi, melainkan menjadi besar seperti ditiup. Biasanya tertinggal banyak sisa kencing sehingga divertikulum menjadi sumber infeksi, terbentuknya batu atau pertumbuhan tumor ganas.