Anda di halaman 1dari 4

HIPOTERMIA

Hipotermia terjadi karena hanya sedikitnya lemak tubuh dan sistem pengaturan suhu tubuh pada bayi baru lahir belum matang.

Ciri-Ciri

Suhu tubuh <36,5 oC Mengantuk dan sukar dibangunkan Menangis sangat lemah Seluruh tubuh dingin Pernafasan lambat

Pernafasan tidak teratur Bunyi jantung lambat Mengeras kaku ( sklerema) Tidak mau menetek, sehingga beresiko dehidrasi.

Bayi baru lahir mudah sekali terkena hipotermia karena :


Pusat

pengaturan suhu tubuh pada bayi belum berfungsi dengan sempurna. Permukaan tubuh bayi relatife luas. Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas. Bayi belum mampu mengatur posisi tubuh dan pakainnya agar ia tidak kedinginan

Penurunan suhu tubuh (hipotermia) dapat terjadi akibat :


Radiasi,

yaitu panas tubuh bayi memancar ke lingkungan di sekitar bayi yang lebih dingin. Evaporasi, yaitu cairan ketuban yang membasahi kulit bayi menguap. Konduksi, yaitu pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi langsung kontak dengan permukaan yang lebih dingin Konveksi, yaitu hilangnya panas tubuh bayi karena aliran udara sekeliling bayi.

tanda-tanda stadium lanjut dari terjadinya hipotermia :


Muka, ujung kaki dan tangan berwarna merah terang Bagian tubuh lainnya pucat Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan tangan (sklerema).

Terparah: kematian