Anda di halaman 1dari 18

PENDAHULUAN

Konsentrasi larutan dalam ilmu Farmasi sangat penting dalam perancangan produk obat, maupun dalam pengujian hasil-hasil industri obat. Contoh aplikasinya adalah pengukuran kadar vitamin C pada tablet vitacimin. Dalam penentuan nilai konsentrasi ini pada umumnya dilakukan secara manual, dimana larutan yang hendak dicari kadarnya, dimasukan kedalam Erlenmeyer lalu ditambahkan indikator, kemudian larutan ini ditetesi iodin yang telah diketahui nilai konsentrasinya sedikit demi sedikit hingga terjadi perubahan warna. amun karena alasan e!isiensi, ketelitian, dan kepraktisan, selain cara manual memakan waktu lama, hasil titrasi juga umumnya menghasilkan pembacaan yang tidak tepat dari titik akhir titrasi, ini dikarenakan persepsi yang berbeda setiap orang untuk menilai warna akhir titrasi. "ntuk kepentingan ini, pengukuran konsentrasi vitamin C dibuat sistem yang cenderung terotomatisasi yang dapat menghemat waktu juga membaca warna akhir titrasi secara akurat. #ujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa itu analisis kuantitati! dan bagaimana cara penetapan kadar vitamin C yang terdapat pada tablet vitacimin dengan menggunakan metode iodimetri.
KAJIAN TEORI Analisa kuantitatif adalah suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui/ menetapkan kadar suatu zat (Svehla, 1985). !lumetri merupakan suatu "ara analisis kuantitatif dan reaksi kimia. #ada analisis ini zat yang akan ditentukan kadarnya direaksikan dengan zat lainnya telah diketahui k!nsentrasinya sampai ter"apai suatu titik ekuivalensi hingga kepekatan zat yang kita "ari dapat dihitung. $arutan yang kita ketahui k!nsentraasinya dengan teliti dise%ut larutan standar. $arutan ini %iasanya diteteskan dari %uret ke dalam erlenmeyer yang mengandung reaksinya selesai. #r!ses ini dinamakan titrasi. &itik dimana ter'adi peru%ahan karena indikat!r dise%ut titik titrasi. &itik ini seharusnya 'atuh pada titik yang %ersamaan, tetapi hal ini sulit karena kesulitan dalam men"ari indikat!r yang p( intervalnya mendekati p( ekuivalen. #er%edaan antara titik ekuivalen dengan titik titrasi dise%ut kesalahan titrasi ()ay dan *nder+!!d, ,--,). .ndikat!r adalah asam !rganik lemah atau %asa !rganik lemah yang dalam larutan akan teri!nisasi se%agian dimana +arna yang teri!nisasi %er%eda dengan +arna yang tak teri!nisasi (Sumard'!, 199/). Analisis v!lumetri merupakan suatu analisa untuk menentukan suatu v!lume larutan yang k!nsentrasinya sudah diketahui. 0iasanya untuk mengukur v!lume larutan standar terse%ut harus ditam%ahkan dengan melalui alat yang dise%ut %uret. #r!ses penam%ahan larutan standar ke dalam larutan yang ditentukan sampai ter'adi reaksi yang sempurna dise%ut titrasi ($ehninger, 1995). Analisa v!lumetri dapat di%edakan men'adi1 (1) Asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri1 %ila yang diketahui k!nsentrasi asamnya. Alkalimetri adalah apa%ila k!nsentrasi %asanya diketahui. (,) 2ksidimetri di%agi men'adi dua yaitu permanganametri dan kr!mat!metri. #ermanganametri se%agai !ksidat!rnya adalah 34n2 /. 5eaksinya1 4n2/6 7 8(7 4n,7 7 /(,2. 3r!mat!metri %ila kita mamakai !ksidat!r 3,8r,29. 5eaksinya1 8r,29,6 7 1/(7 8r. (:) 3al!rimetri adalah titrasi dengan i!dium

se"ara tidak langsung. .!d!metri adalah titrasi dengan i!dium se"ara langsung. 5eaksinya1 .,7 ,S,2:,6 ,.6 7S/2;,6 ., 7 ,e6 ,.6 . 7 e6 .6 ()ay, dan *nder+!!d, ,--,).

$etode pengukuran konsentrasi larutan menggunakan metode titrasi iodimetri yaitu suatu penambahan indikator warna pada larutan yang diuji, kemudian ditetesi dengan larutan yang merupakan kebalikan si!at larutan yang diuji. %engukuran kadar &itamin C dengan reaksi redoks yaitu menggunakan larutan iodin '()* sebagai titran dan larutan kanji sebagai indikator. %ada proses titrasi, setelah semua &itamin C bereaksi dengan (odin, maka kelebihan iodin akan dideteksi oleh kanji yang menjadikan larutan berwarna biru gelap '%ratama, )+,)*. &itamin C adalah salah satu -at gi-i yang berperan sebagai antioksidan dan e!ekti! mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, termasuk melindungi lensa dari kerusakan oksidati! yang ditimbulkan oleh radiasi. .tatus vitamin C seseorang sangat tergantung dari usia, jenis kelamin, asupan vitamin C harian, kemampuan absorpsi dan ekskresi, serta adanya penyakit tertentu. /endahnya asupan serat dapat mempengaruhi asupan vitamin C karena bahan makanan sumber serat dan buah-buahan juga merupakan sumber vitamin C 'Karinda dkk, )+,0*. &itamin C pada tubuh manusia juga ber!ungsi sebagai sintesis kolagen, sintesis karnitin, noradrenalin, sorotin, adsobsi, dan metabolism besi, absobsi kalsium, mencegah in!eksi serta mencegah kanker dan penyakit jantung '(ka, )++1*. PEMBAHASAN 2nalisis kuantitati! adalah analisis yang selain mengidenti!ikasi unsur juga mengidenti!ikasi kadar absolut atau relati! dari suatu elemen atau spesies yang ada di dalam sampel. 2nalisis kuantitati! berurusan dengan penetapan banyaknya suatu -at tertentu yang ada dalam sampel.2nalisis kuantitati! vitamin C dalam tablet vitacimin dilakukan dengan menggunakan metode titrasi iodimetri 'titrasi langsung*. 3al ini berdasarkan bahwa si!at vitamin C yang dapat bereaksi dengan iodium. %enentuan ini dilakukan dengan menggunakan larutan ( ) +,, sebagai titran dan amylum4 larutan kanji +,56 sebagai indikatornya. &itamin C disebut juga asam askorbat, merupakan vitamin yang paling sederhana, mudah berubah akibat oksidasi, tetapi amat berguna bagi manusia. Kegunaan &itamin C adalah sebagai antioksidan dan ber!ungsi penting dalam pembentukan kolagen, membantu penyerapan -at besi, serta membantu memelihara pembuluh kapiler, tulang, dan gigi. Konsumsi dosis normal &itamin C 7+ 8 1+ mg4hari. &itamin C banyak terkandung pada buah dan sayuran segar. .truktur kimianya terdiri dari rantai 7 atom C dan kedudukannya tidak stabil 'C739:7*, karena mudah bereaksi dengan :) di udara menjadi asam dehidroaskorbat. #erdapat beberapa metode yang digunakan untuk mengetahui kadar &itamin C. diantaranya metode #itrasi dan spekro!otometri. $etode titrasi sendiri terbagi menjadi beberapa macam diantaranya (odimetri, asam-basa, titrasi ),7 D.

pada makalah ini penulis menggunakan metode titrasi iodimetri. metode iodimetri ini paling banyak digunakan karena mudah, sederhana, dan tidak memerlukan peralatan laboratorium yang canggih. %ada metode ini menggunakan iodium sebagai indikator yang mengoksidasi &itamin C dan amilum4kanji sebagai indikatornya. %rinsip dari titrasi iodimetri adalah reduksi analit oleh () menjadi (-. (odium merupakan oksidator yang tidak terlalu kuat, sehingga hanya -at--at yang merupakan reduktor yang cukup kuat yang dapat dititrasi. .ehingga penerapannya tidak terlalu luas, salah satu penerapan titrasi dengan metode iodimetri adalah pada penentuan bilangan iod minyak dan lemak juga vitamin C. %ada makalah ini diambil sebagai sampel yaitu tablet vitacimin, mulamula tablet digerus, lalu timbang pada neraca analitik. .etelah itu dimasukkan kedalam Erlenmeyer lalu dilarutkan menggunakan air bebas C: ), setelah pengenceran dilakukan ditambahkan 3).:; encer, kemudian ditambahkan indikator kanji +,56 sebanyak , pipet lalu dititrasi menggunakan iodium +,, , hingga perubahan warna larutan menjadi biru tua. <arna biru yang dihasilkan merupakan iod-amilum yang menandakan bahwa proses titrasi telah mencapai titik akhir. #itrasi dilakukan dengan menggunakan amilum4 kanji sebagai indikator dimana titik akhir titrasi diketahui dengan terjadinya kompleks amilum-() yang berwarna biru tua. 3al ini disebabkan karena dalam larutan pati, terdapat unit-unit glukosa membentuk rantai heliks karena adanya ikatan kon!igurasi pada tiap unit glukosanya. =entuk ini menybabkan pati dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk ke dalam spiralnya, sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut. <arna biru akan terlihat bila konsentrasi ios ) > ,+-5$. .ensitivitas warnanya tergantung pada pelarut yang digunakan. Kompleks iodium-amilum mempunyai kelarutan kecil dalam air sehingga pada penetapan kadar vitamin C ditambahkan 3).:; encer yang ber!ungsi sebagai peningkat kelarutan.

Analisis kualitatif Vitamin C Langkah awal yang dilakukan adalah dengan memasukkan sampelke dalam tabung reaksi sebanyak 2 mL, kemudian ditambahkan 2 tetes NaOH 10 dan 2 mL larutan !e"O# $ % &emudian di'ampurkan hingga rata kemudian mengamati perubahan yang ter(adi% )(i p*sitif timbulwarna kuning% +%2Analisis kuantitatif ,itamin C +%2%1-et*de i*dimetri .asar dari met*de ini adalah sifat mereduksi asamask*rbat% -et*de i*d*metri /titrasi langsung dengan larutan baku0,1 N0 dapat digunakan terhadap asam ask*rbat murni ataularutannya% 1r*sedur penetapan kadar ,itamin C se'ara i*d*metri2"ekitar #00 mg asam ask*rbat yang ditimbang seksama dilarutkandalam 'ampuran yang terdiri atas 100 mL air bebas *ksigen dan2$ mL asam sulfat en'er% Larutan dititrasi dengan i*dium 0,1 Nmenggunakan indikat*r kan(i sampai terbentuk warna biru% +%2%2-et*de 2,34dikl*r*fen*lind*fen*l /.C510 -et*de 2,34dikl*r*fen*lind*fen*l /.C510 ini berdasarkan atas sifat mereduksi asam ask*rbat terhadap 6atwarna 2,34 dikl*r*fen*lind*fen*l membentuk larutan yang tidak berwarna% 1ada titik akhir titrasi, kelebihab 6at warna yang tidak tereduksi akan berwarna merah muda dalam larutan asam%-et*de ini tidak spesifik karena beberapa senyawamereduksi lainnya dapat mengganggu penetapan% "enyawa pengganggu tersebut adalah senyawa sulfhidril, ti*sulfat,rib*fla,in dll% Cara untuk menghilangkan pengaruh senyawa pengganggu adalah2 1%Asam ask*rbat diubah men(adi asam dehidr*ask*rbat 2%7umlah senyawa mereduksi yang masih ada ditetapkan 8ahan yang digunakan untuk met*de ini adalah2 a%Larutan pengekstraksi Larutan asam metaf*sfta4asam asetat dibuat denganmelarutkan 1$ g asam metaf*sfat dalam #0 mL asam asetatdan 200 mL a9uades dengan pengg*(*gan lalu dien'erkansampai $00 mL% b%Larutan baku asam ask*rbat

.ibuat dengan menimbang seksama $0 mg asam ask*rbat baku yang telah disimpan dalam desikat*r dan dihindarkandari pengaruh 'ahaya lalu memindahkannya ke labu takar $0mL, melarutkannya dan mengen'erkannya sampai batas tandadengan larutan asam metaf*sfat4 asam asetat% '%Larutan baku dikl*r*fen*l4ind*fen*l /.C510 .ibuat dengan melarutkan $0 mg garam Na 2,34 dikl*r*fen*lind*fen*l /.C510 yang telah disimpan dalamdesikat*r dalam $0 mL air yang telah ditambah #2 mg natrium bikarb*nat, lalu dig*(*g kuat% d%5ndikat*r pH tim*l biru 0,0# dibuat dengan menggunakan100 mg biru tim*l dengan 10,:$ mL NaOH 0,02 N dengan penghangatan% 1r*sedur penetapan kadar ,itamin C dalam minuman menggunakan met*de ini2 a%1embakuan larutan baku .C51 dengan larutan baku ,itamin C b%)(i pendahuluan adanya senyawa basa dalam (umlah 'ukup besar '%1enyiapan larutan sampel d%1enetapan kadar e%1erhitungan 2 -g asam ask*rbat;g,tablet,mL< /=480 > >

= < ,*lume rata4rata .C51 untuk titrasi sampel 8 < ,*lume rata4rata .C51 untuk titrasi blank* ! < kesetaraan mg asam ask*rbat;mL .C51 ? 2 (umlah g sampel V 2 ,*lume larutan u(i awal yang diambil @ 2 ,*lume ali9u*t

+%2%+ -et*de k*l*rimetri #4met*ksi424nitr*anilin "ebanyak 2 mL pereaksi #4met*ksi424nitr*anilinditambah 2 mL natrium nitrit 0,2 diaduk hingga warna (inggahilang lalu ditambah :$

mL n4butil al'*h*l dan di'ampur% Larutanini selan(utnya ditambah 0,$4 2mg asam ask*rbat 0,$ dandipindahkan ke dalam '*r*ng pemisah% "elan(utnya larutanditambah 2$ mL natrium hidr*ksida 10 dan 1$0 mL dietil eter%Lapisan *rgani' di'u'i tiga kali dengan 1$ mL natrium hidr*ksida10 % Lapisan air dan 'airan hasil 'u'ian dengan air dien'erkandengan air hingga 200 mL% abs*rbansi larutan diukur terhadap blangk* pada $:0 nm% +%2%#-et*de spektr*f*t*metri Asam ask*rbat dalam larutan air netral menun(ukkanabs*rbansi maksimum pada 23# nm% 1an(ang gel*mbangmaksimum ini akan bergeser *leh adanya asam mineral% Asamask*rbat dalam asam sulfat 0,01 N memiliki pan(ang gel*mbangmaksimal 2#$ nm% +%2%$-et*de spektr*flu*r*metri -et*de ini digunakan untuk analisis kuantitatif ,itaminC yang linier pada kisaran k*nsentrasi asam ask*rbat A,0 > 104 B sampai +,3 > 104B%"uatu hubungan linier diper*leh antara penurunan intensitas flu*r*ensi -8 dan k*nsentrasi AA padakisaran +,0 > 10 4: sampai 3,0 > 1043% batas deteksi met*de ini 2,$ >104:m% met*de ini telah sukses digunakan untuk menetapkankadar ,itamin C dalam tablet suplemen ,itamin%

+%2%3 -et*de kr*mat*grafi -et*de &r*mat*grafi Cair &iner(a Cinggi /&C&C0 telahdikembangkan untuk penentuan asam ask*rbat dalam minimumringan dan (us apel menggunakan tris 2,24bipiridin ruthenium 55%"ampel disaring dan dien'erkan sebelum dilakukan analisisdengan &C&C dan tidak ada pra4perlakuan lain yang dilakukan%1emisa(han asam ask*rbat menggunakan k*l*m *ktadesil silan/O.", C1B0 menggunakan fase gerak larutan buffer NaH21O# 4& 2H1O#/pH 3,$0% Aliran fase gerak 0,+ mL;menit% Asamask*rbat yang terelusi di'ampur dengan /Du/bpy0+2E0,$ m- dandi*sidasi pada 1,$ V /dengan elektr*da Ag;AgCl0%.ari sini dapat diketahui bahwa met*de ini relati,esederhana dengan batas deteksi asam ask*rbat 10pm*l dan kur,akalibrasinya linier pada kisaran 0,03 F B0 nm*l% &arena met*deini sensiti,e dan

selektif maka met*de ini diusulkan untuk digunakan dalam analisis kuantitatif asam ask*rbat dalamminuman ringan dan (us apel%
itamin < (&!k!fer!l)

vitamin E
PEMBAHASAN A. Sejarah Pada tahun 1922, ditemukan suatu zat larut lemak yang da at men!egah keguguran dan sterilitas ada tikus. Semula zat ini dinamakan "akt#r antisterilitas dan kemudian $itamin E. %itamin E kemudian ada tahun 19&' da at diis#lasi dari minyak ke!am(ah gandum dan dinamakan )#k#"er#l, (erasal (ahasa *unani dari kata )#k#s yang (erarti kelainan dan Pherein (erarti yang menye(a(kan. Sekarang dikenal (entuk t#k#"er#l dan istilah $itamin E (iasa digunakan untuk menyatakan setia !am uran t#k#"er#l yang akti" se!ara (i#l#gik. He+an tidak da at mensintesis $itamin E dalam tu(uhnya, sehingga harus mem er#lehnya dari makanan na(ati. ,ekurangan %itamin E ada he+an da at menim(ulkan (er(agai sindr#ma, ta i angka ke!uku an untuk manusia (elum da at dikatakan sudah asti. B. Si"at ,imia $itamin E murni tidak (er(au dan tidak (er+arna, sedangkan $itamin E sintetik yang dijual se!ara k#mersial (iasanya (er+arna kuning muda hingga ke!#klatan. $itamin E larut dalam lemak dan dalam se(agian (esar elarut #rganik, teta i tidak larut dalam air. Ada - jenis )#k#"er#l yang enting dalam makanan al"a.,(eta.,gamma.,delta.t#k#."er#l dan t#k#trien#l. ,arakteristik kimnia utamanya adalah (ertindak se(agai anti#ksidan. )#k#"er#l terdiri atas struktur !in!in '.kr#man#l dengan rantai sam ing jenuh anjang 1' kar(#n "it#l. Per(edaan antar jenis )#k#"er#l terletak ada jumlah dan #sisi gugus metil ada struktur !in!in. )#k#trien#l mem unyai tiga ikatan rangka ada rantai sam ing. Per(edaan struktur ini mem engaruhi tingkat akti%itas $itamin E se!ara (i#l#gik. )#k#trien#l tidak (anyak terda at di alam dan kurang akti" se!ara (i#l#gik. Al"a.t#k#"er#l adalah (entuk $itamin E aling akti", yang digunakan ula se(agai standar engukuran $itamin E dalam makanan. /umlah $itamin E dalam (entuk lain dinyatakan dalam (entuk t#k#"er#l eki%alen 0)E1. Bentuk sintetik $itamin E mem unyai akti%itas (i#l#gik 234 dari ada al"a.t#k#"er#l yang terda at di alam.

H#m#l#g 5#rmula Al"a. 2,7,8.trimetil Beta. 2,8.dimetil :ama. 7,8.dimetil ;elta. 8.metil H

61 62 6& 9H& 9H& 9H& 9H& H 9H& H 9H& 9H& H 9H&

$itamin E agak tahan anas dan asam teta i tidak tahan alkali, sinar ultra%i#let dan #ksigen. $itamin E rusak (ila (ersentuhan dengan minyak tengik, timah dan (esi. ,arena tidak larut air, $itamin E tidak hilang karena emasakan dengan air. )#k#"er#l ester se erti t#k#"er#l asetat yang aling ditemukan di alam, tidak (anyak rusak karena eng#lahan. A(s#r(s $itamin E (erkisar antara 23.834. $itamin E disim an se(agian (esar di jaringan lemak dan sele(ihnya di hati. 9. Satuan Akti%itas (i#l#gik %itamin E da at dinyatakan dalam satuan internasi#nal 0S<1. 1mg d. al"a.t#k#"er#l alami eki%alen dengan 1,-9 S< d.al"a.t#k#"er#l. 1mg )E eki%alen dengan 1mg d.al"a.t#k#"er#l. /adi 1mg )E sama dengan 1,-9 S< d.al"a.t#k#"er#l. ,arena di dalam (ahan makanan %itamin E terda at dalam (e(era a (entuk dengan akti%itas (i#l#gik (er(eda erlu dilakukan enyesuaian dengan menggalikan mg al"a.t#k#"er#l dengan 1,3, (eta.t#k#"er#l dengan 3,2, gama.t#k#"er#l dengan 3,1 dan al"a.t#k#trien#l dengan 3,&. Bila keterangan yang ada hanya tentang al"a.t#k#"er#l, nilai dalam mg hendaknya dikalikan dengan 1,2 guna mem er#leh nilai t#tal al"a.)E yang menggam(arkan kehadiran t#k#"er#l lain dalam (ahan makanan. ;. 5ungsi 5ungsi utama $itamin E adalah se(agai anti#ksidan yang larut dalam lemak dan mudah mem(erikan hydr#gen dari gugus hidr#ksil 0=H1 ada struktur !in!in ke radikal (e(as. 6adikal (e(as adalah m#lekul.m#lekul reakti" dan da at merusak, yang mem unyai ele!tr#n yang tidak (er asangan. Bila menerima hydr#gen, radikal (e(as menjadi tidak reakti". Pem(entuka radikal (e(as terjadi dalam tu(uh ada r#ses meta(#lism aer#(ik n#rmal ada +aktu #ksigen se!ara (ertaha direduksi menjadi air. 6adikal (e(as yang da at merusak itu juga di er#leh tu(uh dari (enda.(enda #lusi, #z#n, dan asa r#k#k. $itamin E (erada di dalam la isan "#s"#li ida mem(rane sel dan memegang eranan (i#l#gik utama dalam melindungi asam lemak tidak jenuh ganda dan k#m #nen mem(ran sel lain dari #ksidasi radikal (e(as. $itamin E mem unyai "ungsi enting lain yang tidak (erkaitan dengan "ungsi se(agai anti#ksidan, yaitu > 1. 5ungsi struktural dalam memelihara integritas mem(ran sel. 2. Sintesis ;NA. &. Merangsang reaksi keke(alan. -. Men!egah enyakit jantung k#r#ner. 2. Men!egah keguguran dan sterilisasi. '. Men!egah gangguan menstruasi. E. Per#ksida ?i ida dan $itamin E Mem(ran sel terutama terdiri atas asam lemak tidak jenuh ganda yang sangat mudah di#ksidasi #leh radikal (e(as. Pr#ses er#ksidasi li ida ini da at menye(a(kan kerusakan struktur dan "ungsi mem(ran sel. 6eaksi ini di er!e at #leh kehadiran tem(aga dan (esi dan da at di!egah (ila semua radikal (e(as da at di unahkan #leh anti#ksidan. Pr#ses ini dimulai #leh radikal (e(as =H@ yang mengikat satu hidr#gen dari asam lemak tidak jenuh atau ganda A A?)/:>H, sehingga mem(entuk radikal A?)/: 0A?)/:@1. A?)/:@ (ereaksi dengan #ksigen dan mem(entuk radikal er#ksil 0A?)/:>==@1, yang kemudian (ereaksi dengan A?)/:>H lain hingga mem(entuk suatu

hidr#ksi er#ksida 0A?)/:>==H1 dan suatu A?)/:@ lagi. 6eaksi yang terjadi digam(arkan se(agai (erikut. A?)/: > H ........... B A?)/:@ A?)/:@ C =2 .............. B A?)/: > ==@ A?)/: > ==@ C A?)/: > H .............. B A?)/: > ==H C A?)/:@ Peranan (i#l#gik utama %itamin E adalah memutuskan rantai r#ses er#ksidasi li ida dengan menyum(angkan satu at#m hidr#gen dari gugus =H ada !in!innya ke radikal (e(as, sehingga ter(entuk radikal %itamin E yang sta(il dan tidak merusak.

5. Sistem Pertahanan Anti#ksidan Bila %itamin E tidak (erhasil men!egah em(entukan A?)/:>==H di dalam mem(ran sel ada sistem ertahanan lain yang (er eran. A?)/:>==H da at dile askan dari "#s"#li ida #leh enzim "#s"#li ase A2 dan di unahkan di dalam sit# lasma sel #leh enzim glutati#n er#ksidase yang mengandung selenium. /adi, akti%itas anti#ksidan %itamin E dan selenium melalui glutati#n er#ksidase sangat erat (erkaitan satu sama lain. Enzim anti#ksidan enting lain adalah su er#ksida dismutase, katalase, dan gluk#sa.'."#s"at dehidr#genase, serta ikatan.ikatan kar#ten#id, asam urat, dan asam ask#r(at 0%itamin 91. Dalau un %itamin E adalah anti#ksidan larut lemak utama di dalam mem(ran sel, k#nsentrasinya sangat ke!il yaitu satu m#lekul er 2333.&333 m#lekul "#s"#li ida. ;iduga terjadi regenerasi dengan (antuan %itamin 9 atau reduktase lain yang mereduksi radikal %itamin E kem(ali ke (entuk aslinya. ,erusakan struktur dan "ungsi sel se(agai aki(at er#ksidasi li ida dikaitkan dengan kemungkinan hu(ungannya dengan r#ses menua, engaruh ra!un lingkungan 0 #lutan1 dan emi!uan (entuk.(entuk tertentu karsin#genesis. Hal ini mem(utuhkan em(uktian. :. A(s#r si, )rans #rtasi, dan Meta(#lisme Se(nayak 23.834 t#k#"er#l diar(s# si di (agian atas usus halus dalam (entuk misel yang em(entukannya tergantung ada garam em edu dan li ase an!reas. A(s#r si t#k#"er#l tam aknya di(antu #leh trigliserida rantai sendang dan diham(at #leh asam leamk rantai anjang tidak jenuh ganda. Meakanisme trans #rtasi %itamin E melintasi sel e itel usus halus (elum diketahui dengan asti. )rans #rtasi dari muk#sa usus halus ke dalam lim"e dilakukan #leh kil#mikr#n untuk di(a+a ke hati. ;ari hati (entuk al"a. t#k#"er#l di angkut #leh $?;? masuk ke dalam lasma, sedangkan se(agian (esar gama. t#k#"er#l dikeluarkan melalui em edu. )#k#"er#l di dalam lasma kemudian diterima #leh rese t#r sel.sel eri"er ?;? dan masuk ke mem(rane sel. )#k#"er#l menum uk di (agian.(agian sel di mana r#duksi radikal (e(as aling (anyak ter(entuk, yaitu di mit#k#ndria dan reti!ulum end# lasma. H. Angka ,e!uku an $itamin E yang ;ianjurkan )#k#"er#l terda at dalam dua (entuk, yaitu (entuk ; dan ?. (entuk %itamin E aaling akti" adalah ;.al"a.t#k#"er#l. ,e!uku an %itamin E dinyatakan dalam jumlah akti"itas

%itamin E eki%alen dengan 1mg ;.al"a.t#k#"er#l. ,eakti"an (eta. dan gama.t#k#"er#l, serta al"a.t#k#trien#l se!ara (erturut.turut adalah 1A2, 1A13, dan 1A& akti"itas ;.al"a. t#k#"er#l. <. Sum(er $itamin E (anyak terda at dalam (ahan makanan. Sum(er utama %itamin E adalah minyak tum(uh.tum(uhan, terutama minyak ke!am(ah gandum dan (iji.(ijian. Minyak kela a dan zaitun hanya sedikit mengandung %itamin E. sayuran dan (uah.(uahan juga meru akan sum(er %itamin E yang (aik. ;aging, unggas, ikan, dan ka!ang.ka!angan mengandung %itamin E dalam jumlah ter(atas. $itamin mudah rusak ada emanasan 0se erti terjadi ada r#ses engg#rengan1 dan #ksidasi. /adi, se(agai sum(er %itamin E diutamakan dalam (ahan makanan dalam (entuk segar atau yang tidak terlalu mengalami emr#sesan. ,arena %itamin E tidak larut air, %itamin E tidak hilang selama dimasak di air. Pem(ekuan dan engg#rengan dalam minyak merusak se(agian (esar %itamin E. /. Aki(at ,ekurangan Penyakit kekurangan %itamin E ada manusia jarang terjadi, karena %itamin E terda at luas di dalam (ahan makanan. ,ekurangan (iasanya terjadi karena adanya gangguan a(s#r si lemak se erti ada !ysti! "i(r#sis dan gangguan trans #rt li ida se erti ada (eta.li # r#.teinemia. ,ekurangan %itamin E ada manusia menye(a(kan hem#lisis eritr#sit, yang da at di er(aiki dengan em(erian tam(ahan %itamin E. Aki(at lain adalah sindr#ma neur#l#gi! sehingga terjadi "ungsi tidak n#rmal ada sumsum tulang (elakang dan retina. )anda.tandanya adalah kehilangan k##rdinasi dan re"leks #t#t, serta gangguan englihatan dan (er(i!ara. $itamin E da at mem er(aiki kelainan ini. Hal lain yang tam aknya da at di er(aiki dengan tera i %itamin E, +alau un hasilnya (elum k#nsisten adalah enyakit tum#r ada ayudara yang tidak malignan 0"i(r#!ysti! (reast disease1 dan aliran darah kurang sem urna yang menye(a(kan kesemutan ada kaki. Pem(uktian e idem#l#gis sedang dikum ulkan tentang hu(ungan %itamin E dengan resik# kanker usus, ayudara, dan aru. aru serta enyakit jantung k#r#ner.

,. Aki(at kele(ihan Menggunakna %itamin E se!ara (erle(ihan da at menim(ulkan kera!unan. Namun, aki(atnya tidak terlalu merugikan se erti halnya dengan kele(ihan %itamin A. :angguan ada saluran !erna terjadi (ila memakan le(ih dari '33mg sehari 0'3.72 kali ke!uku an1. ;#sis tinggi juga da at meningkatkan e"ek #(at antik#agulan yang digunakan untuk men!egah enggum alan darah. ?. ,e er!ayaan Berle(ihan terhada $itamin E Akhir.akhir ini ada ke er!ayaan (erle(ihan di masyarakat tentang kemam uan %itamin E, sehingga %itamin ini (anyak digunakan se(agai su lemen. Padahal (anyak yang (elum ter(ukti se!ara ilmiah tentang enggunaan %itamin E d#sis tinggi. ,eam uhan %itamin E se(agai %itamin anti.sterilitas atau men!egah keguguran ternyata tidak

ter(ukti ada manusia. $itamin E ternyata juga tidak da at meningkatkan #tensi dan kemam uan seksual serta men!egah enyakit jantung. $itamin E (eru a ka sul juga (anyak diiklankan se(agai %itamin yang mam u men!egah r#ses enuaan. Su lementasi di luar jumlah ke(utuhan tu(uh ternyata tidak da at men!egah r#ses enuaan terse(ut.

PENEN)EAN ,A;A6 $<)AM<N E ME)=;E 5?E6=ME)6<

F Pengukuran kadar %itamin E dalam serum da at dilakukan dengan s ektr#"lu#r#metri. Met#de s ektr#"lu#r#metri adalah suatu met#de engukuran (erdasarkan sinar yang (er"lu#resensi. 5lu#resensi adalah gejala dari suatu m#lekul setelah radiasi !ahaya, mele as kem(ali radiasi tadi dengan anjang gel#m(ang yang le(ih anjang. 5lur#resensi akan nam ak jelas a a(ila enyera an sinar ada daerah ultra%i#let dan mele askannya dalam daerah gel#m(ang nam ak. Pada suhu kamar, ke(anyakan (ahan #rganik ada dalam keadaan dasar 0S3 $31. Penyera an energy sinar 0 h#t#n1 meningkatkan ele!tr#n dalam m#lekul #rganik ke tingkat yang le(ih tinggi 0S1 $1 dan seterusnya1 dalam+aktu kurang dari 13.12 detik. Setelah enyera an, tenaga (erkurang karena (enturan 0se(agai anas1 menye(a(kan tenaga ada m#lekul yang terangsang turun lagi dengan !e at ada getaran terendah dalam keadaan masih terstimulus 0S1 $31. )enaga yang dile askan dari m#lekul yang kem(ali ke tingkat dasar dalam +aktu !e at, kurang dari 13.8 detik akan meningkat intensitas "lu#resensi, se(agai etunjuk adanya ergeseran st#kes. Meski un (anyak senya+a #rganik menyera ada daerah gel#m(ang ultra %i#let dan nam ak, hanya (e(era a saja yang (er"lu#resensi. A a(ila struktur m#lekul (ahan #rganik da at di akaiuntuk mem erkirakan s e!trum sera annya, hal yang sama tidak di akai untuk mem erkirakan senya+a a a yang (er"lu#r#sensi. )eta i ada sedikit etunjuk (ah+a senya+a ali"atis !enderung meme!ah sinar dan tidak (er"lu#resensi, senya+a ar#matis yang (erisi ele!tr#n tertentu yang tidak ditem at n#rmalnya akan (er"lu#resensi. 6adiasi yang dile askan da at (erkisar ada (e(era a anjang gel#m(ang, maka s e!trum "lu#resensi (eru a kum ulan atau ita s e!trum. S ektrum "lu#resensi (iasanya tidak tergantung anjang gel#m(ang radiasi yang tersera . S e!trum "lu#resensi hanya da at mem(erikan in"#rmasi ada saat kurang dari 13.8 detik. <ntensitas da at (erkurang antara 13 G 12 4 a a(ila suhu sam el menurun dari &3#9 menjadi 23#9, maka di erlukan engatur suhu agar engukuran da at le(ih te at. Peralatan #k#k s ektr#"lu#r#meter adalah > F Sum(er s e!trum yang k#ntinyu misalnya dari jenis lam u merkuri atau Hen#n. F M#n#kr#mat#r 0M11 untuk menyinari sam el dengan anjang gel#m(ang tertentu. F M#n#kr#mat#r kedua 0M21 yang ada iradiasi k#nstan da at di akai menentukan anjang gel#m(ang s e!trum "lu#resensi sam el. ;ete!t#r (eru a "#t#sel yang sangat eka misalnya "#t#multi lier merah untuk anjang gel#m(ang le(ih (esar dari ada 233 nm.

F Am li"ier untuk mengandakan radiasi dan meneruskan ke em(a!aan. Penggunaan mikr#sel da at dikurangi e"ek ra"ilter dan as!a"ilter ada larutan yang ekat. A(s#r si ra"ilter mengurangi radiasi yang sam ai ada sam el yang terjauh dari sum(er sinar dan as!a "ilter terjadi karena engurangan radiasi "lu#resensi yang le as dari ku%et. Selain enyinaran dengan arah 93#9 da at dilakukan "r#nt."a!e illuminati#n dengan arah -2# sehingga e"ek "iltrasi da at di!egah, namun (iasanya kurang eka di(anding enyinaran 93#. ,euntungan menggunakan s ektr#"lu#r#meter da at untuk mengukur k#nsentrasi sam el yang rendah 0 ik#gram1. ,e ekaan "lu#rimetri da at diatur dengan enguatan aliran listrik yang ter(entuk dari jalinan "#t#sel. S ektr#"lur#rimetri sangat mungkin menggunakan s e!trum ilihan yang le(ih luas karena geseran St#kes dan adanya dua m#n#khr#mat#r yang da at di akai, atau untuk s e!trum yang mengenai sam el dan yang lain untuk s e!trum "lur#resensi yang tim(ul. Entuk "lu#rimetri tidak di erlukan ku%et em(anding 0re"erensi1 ta i kur%a kali(rasi teta harus di(uat. ,elemahan s ektr#"lu#rimetri adalah ketergantungan ada keadaan lingkungan dan tidak ada egangan senya+a a a yang akan (er"lu#resensi. Masalah lain dalam "lu#rimetri adalah engha usan 0Iuen!hing1 yaitu energi yang seharusnya dile as se(agai sinar "lu#resensi tersera #leh m#lekul lain. Atau se(aliknya (ahan.(ahan diluar sam el se erti (ahan en!u!i 0detergent1, minyak elumas, kertas saring atau kertas la da at mem engaruhi engukuran "lu#rimeter karena da at mele as sinar "lu#resensi sendiri. )eknik "lur#metri da at di erluas untuk mendeteksi adanya eru(ahan kimia+i 0!hemi!al m#di"i!ati#n1 se erti #ksidasi, reduksi, hidr#lisa, #limerisasi dan em(ekuan. Misalnya m#r"in da at diukur dengan meng#ksidasinya menjadi seud#m#r"in yang (er"lu#resensi, tertrasiklin kalau (erga(ung dengan kalsium (er"lu#resensi. S ektr#"lur#metri da at digunakan untuk >

Analisa kualitati" Per(andingan s e!trum "lu#resensi da at mem(antu engenalan senya+a Analisa kuantitati" Pengukuran da at dilakukan ada kadar yang sangat rendah dengan kete atan, keterulangan, dan ke ekaan tinggi. Misalnya engukuran kadar %itamin E. Bila anjang gel#m(ang emisi dan eksitasi telah di ilih, makanda at di(uat hu(ungan antara intensitas "lu#resensi dengan k#nsentrasi senya+a. <ntensitas "lu#resensi tergantung dari tingkat k#nsentrasi senya+a. Hu(ungan terse(ut (eru a garis lurus 0linier1 ada k#nsentrasi sangat rendah. A a(ila kadarnya terlalu tinggi, larutan terse(ut tidak linier lagi karena akan menyera se(agian sinar eksitasi. Eji enzim dan analisa kinetika Enzim hidr#lase da at dengan mudah diukur melalui ke!e atan mun!ulnya senya+a yang (er"lur#sensi ada -23 nm. 6eaksi NA;C dan NA;PC

Enzim da at dilihat dalam keadaan aslinya 0in%itr#1, misalnya kadar su(strat enzim atau k#"akt#r yang sangat rendah. Eji struktur r#tein Be(era a jenis r#tein mengandung khr#m#"#re yang (er"lu#resensi 0misalnya tir#sin dan 5A;1, maka r#tein juga (er"lu#resensi. Penunjuk "lu#resensi dan uji struktur mem(rane Si"at "lu#resensi m#lekul (eru(ah #leh gerak mau un arah gerak 0 #laritas1 lingkungannya, maka deteksi senya+a "lu#resensi da at mem(erikan etunjuk lingkungannya. Mikr#ss ektr#"lu#rimetri :a(ungan antara s ektr#"lu#rimetri dengan mikr#sk# da at di akai untuk menunjukkan tem at senya+a (er"lu#resensi ada sel yang mengikat !at "lu#resensi. sum(er re"erensi Sudarmadji, S., 199', )eknik Analisa Bi#kimia, Pener(it ?i(erty, *#gyakarta.

Analisis kuntitatif Antioksidan dengan TLC (SNI,1992,A AC,199!" %rinsip? .etelah melalui tes berwarna, minyak diektraksi berturut-turut dengan methanol dan asetonitril, ekstrak mungkin mengandung galat, =32, D@2, dan =3#. Ekstrak tersebut masih berupa campuran, melalui kromatogra!i plat tipis silika gel dan pelarut ben-en sebagai pengembang, maka akan terjadi pemisahan dimana kromatogram yang terbentuk dilakukan reaksi penyemprotan. 3asilnya akan berada di bawah garis dasar. 2lat ? /otary evaporator, seperangkat peralatan #AC, .ilica @el =ahan ? ,* Ethanol )* 2setonitril 0* =en-en ;* =ahan pereaksi penyemprot yaitu ),7-dikloraBuinon Kloriomid 'pereaksi @(==C.*+,+,6 dalam etanol 5* Aarutkan standar, larutan ,6 di dalam D+6 v4v etanol 7* Ferriklorida 3eksahidrat, +,) gram -at murni dalam +,5 ml ,++6 etanol lalu encerkan sampai ,++ ml dengan air destilasi. Cara Kerja? #ambahkan )5 ml metanol kepada ,+ gram sampel jaga suhunya pada ;+ sampai ,+ menit,goyangkan sesering mungkin.Dinginkan lalu dekantasi lapisan metanoliknya dan lakukan tes dengan !erriklorida dan larutan --------tes akan memberikan larutan berwarna merah ini menunjukkan bahwa terdapat -at pereduksi termasuk toko!erol bebas tetapi tidak dalam bentuk ester toko!erol.Eika terdapat -at pereduksi ekstraksi dilanjutkan kemudian dengan #AC.

,* )* 0* a.

b. c. d.

a. b.

#ambahkan ben-en sebagai pelarut pengembang dan pereaksi @(==C..sebagai !ase diam(chromogenic agen) berikutnya dapat dicoba plat dengan silika gel @. Aarutan %engembang ? 3eksan ? eter F 1+ ? ,+ Etilen triklorida ? asam asetat ? asam !ormat ? isobutanolF,5?,?)?). -heksan atau %etroleum eter ? =en-en ?asam asetatF;+?;+?0+. (ni baik utuk pemisahan D@2 dan galat ?Grun !orG,0+mm,nidimensional. %ereaksi %enyemprot? Eika penyemprotan digunakan pereaksi )+6 asam pospomolibdik dalam metanol,antioksidan muncul dalam bentuk noda berwarna biru atau abu-abu.Eika perlakuan pada plat dengan menggunakan uap ammonia background akan menjadi putih bersih dan anti oksidan muncul berbentuk noda berwarna biru atau hijau. Eika reaksi warna pada pendahuluan positi!,tetapi pada plat #AC tidak di dapatkan noda,maka hal ini menunjukkan bahwa dalam sampel terdapat antioksidandalam -at pereduksi. #ambahkan ,++ ml asetonitril."ntuk mendapatkan semua =3# ekstraksi dengan asetonitril sangat sulit kecuali dengan menggunakan destilasi uap. "apkan ) ml hasil ekstrak dengan rotary evaporator di bawah tekanan reduksi pada ;+ c 'dibawah nitrogen*.kemudian teteskan sejumlah )+ mikroliter dan ;+ mikroliter secara terpisah pada plat #AC dan kembangkan dengan pelarut ben-en setinggi ,+ cm.Keringkan di udara dan semprotkan dengan pereaksi @(==C.. $etode ("%2C ((.C.1 secara substansi mirip tetapi menggunakan pelarut sebagai berikut ? ;+-7+HC =./. %etroleum eter ? =en-en ? 2sam asetat glasial F ;+ ? ;+ ? )+. .iapkan dalam keadaan segar. %etroleum eter ? =en-en ? Etil asetat ? 2sam asetat glasial F ;+ ? ;+ ? )5 ? ;. .iapkan dalam keadaan segar. Kloro!orm ? $etanol ? 2sam asetat glasial F 1+ ? ,+ ? ).

1#

Analisis $uantitatif untuk %allat (SNI,1992,A AC,199!" %rinsip ? .etelah antioksidan diekstrasi dengan metanol 156.2likuat yang mengandung ekstrak metanolik ditambahkan aseton,lalu dengan serbuk 2monium .ul!at ,maka akan timbul warna biru kemudian warna biru ini dibandingkan dengan warna standar. 2lat ? .pektro!otometer atau kolorimeter =ahan ? ,. $etanol 156, campurkan 15 ml metanol dengan 5 ml air. ). Kalsium karbonat 0. .erbuk 2mmonium .ul!at ;. Aarutan standar n-propil atau n-dodekil gallat.Aarutkan +,, gram dalam metanol 156 dan encerkan sampai ,+ml ',+++*.=uat larutan standar antara 5-5+ mg4A

Cara kerja? Campurkan ,+ gram sampel cair atau leburan dengan )5 ml metanol 156 goyang-goyangkan dengan kuat selama , menit di dalam tabung sentri!us..eperti telah dijelaskan oleh Cassidy dan Fisher atau tabung <erner.chmidt 'dengan atau tanpa kran samping*.$asukkan ke dalam water bath pada suhu ;+ - 5+H C dan biarkan kira 8kira ,5 menit sampai terjadi pemisahan. #ulang lapisan atas ke dalam labu kembali lapisan atas ke labu lalu encerkan sampai tanda batas. #ambahkan , gram kalsium karbonat, goyang goyangkan dan saring dengan kertas saring ' <hatman o. , atau sejenisnya *, sisakan !iltrat beberapa ml hingga yakin bahwa kalsium karbonat tertinggal pada sisa !iltrat tersebut. b. 2mbil dengan tepat ,+ ml !iltrat, tambahkan , ml aseton lalu tambahkan pula kira-kira ,+ mgr ammonium sul!at. @oyangkan selama , menit. .etelah setengah jam, ukur absorban pada panjang gelombang 59+ nm untuk warna biru di dalam sel , cm bandingkan dengan warna ,+ ml larutan standar 15 6. %erhitungan ? Eumlah gallat dalam mg4Kg sampel ? 2bsorban sampel > standar dalam mg4A > 5+ 2bsorban standar ,+ a. 1# Analisa kuantitatif untuk BHA (A C, 199! " %rinsip ? Filtrat yang berasal dari alikuot yang telah dipersiapkan untuk penentuan gallat direaksikan dengan @(==.C. menghasilkan warna indo!enol yang stabil. 2lat ? spektro!otometer =ahan ? $etanol 156 v4v. atrium tetrabonat dekahidrat +,56 ),7-dikloro-p-ben-oBuinon-;-kloroamin '%ereaksi @(==C.* -butanol. =32 standar, )5 mg4A dalam metanol 15 6 Cara kerja? .iapkan ekstrak dengan menambahkan metanol 156 seperti yang telah dilakukan pada penentuan gallat. 2mbil dengan tepat ) ml ekstrak tersebut tambahkan ) ml metanol 156 , 9 ml larutan borak dan ) ml pereaksi @(==C.. .etelah ,5 menit larutkan dengan n-butanol hingga tepat mencapai volume )+ ml. .iapkan ) ml larutan blangko metanol 15 6 dan larutan standar =32 )5 mg4A. =aca absorban pada panjang gelombang 7,+ nm. %erhitungan ? =32 dalam sampel dalam mg4A F 2sampel 2blangko I )5 I 5+ 2sampel 2blangko ,+

,. ). 0. ;. 5. a.

b.

2#

Analisa $uantitatif &ntuk BHT (SNI, 1992, A AC, 199!"

,. ). 0. ;. 5.

,. ). 0.

;. 5.

a.

b.

c.

%rinsip ? .ampel diperlukan dengan cara destilasi uap. Destilat yang mengandung =3# ditentukan secara reaksi berwarna dengan pereaksi o-dianisidin dan natrium nitrat. 2lat ? .eperangkat destilasi uap %emanasan ,7+HC dengan beaker glass ukuran berukuran , liter, berisi setengah penuh para!in. Euga pemanas minyak dapat digunakan. Corong pisah tipe .Buibb yang dicat hitam ukuran 7+ ml. Aabu volumetrik ,+ ml dicat hitam. @enerator uap yang dilengkapi dengan labu dasar ukuran , liter untuk tempat air destilasi, plastik penghubung uap luar dengan kepala labu destilasi atau bola, dan soket digunakan secara bersamaan. =ahan ? Kloro!orm Aarutan magnesium klorida, larutan ,++ gram heksahidrat dalam 5+ ml air :-dianisidin, larutkan +,)5 gram dalam 5+ ml metanol, tambahkan ,++ mg arang akti!, goyang-goyangkan selama 5 menit dan saring. Campurkan ;+ ml larutan jernih tersebut dengan 7+ ml , 3Cl siapkan dengen segera dan lindungi dari sinar matahari. atrium nitrat +,06 dalam air Aarutan standar =3# mg4A, larutkan 5+ mg dalam metanol lalu encerkan sampai ,++ ml, siapkan larutan standar yang mengandung ,-5 mg4A larutkan dengan 5+6 v4v metanol. Cara kerja? $asukkan ,5 ml larutan $agnesiun Klorida ke dalam labu ,++ ml 'EE DE dan #2JA:/* atau tabung @ 'modi!ikasi K:KEAK2 dan 3( E*,atau tambahkan kurang lebih 5 gr sampel,disarankan lebih baik =3# yang dikandung kira-kira +,; mg.Aumasi dasar gelas lalu hubungkan ke labu.%anaskan pemanas yang berisi air destilasi pada suhu ,7+HC - ,++HC. 2tur generator uap agar destilat air yang keluar memiliki laju ; ml4menit. Eaga kondisi tersebut hingga air mengalir terus menerus. 3ubungkan kondensator dengan generator uap ke labu destilasi dan benamkan ke dalam pemanas. Destilasi uap ini harus bekerja dengan baik. #ampung sebanyak ,++ ml di dalam labu volumetrik )++ ml yang berisi 5+ ml metanol. Aepas labu destilasi dari generator uap dan kembalikan labu destilasi kepanas. Eika ujung kondensor telah dingin, lepas kondensor dari labu destilasi. 2liri segera dengan uap air. Cuci kondensor dengan 5 porsi metanol masukkan hasil pencucian ke dalam labu volumetrik. Dinginkan sampai temperatur kamar dan encerkan dengan metanol sampai volume )++ ml lalu aduk. =ersihkan dan keringkan 0 buah corong pisah 7+ ml tipe .Buibb, beri tanda =, ., > ke dalam masing-masing corong pisah, masukkan ke dalam corong = )5 ml metanol 5+6 v4v melalui pipa, corong . )5 ml larutan standar yang mengandung ,-0 mg =3#4ml, corong > )5 ml metanol 5+6 'destilat* sampel. %ada masingmasing corong pisah tambahkan 5 ml larutan dianisidin, tutu corong pisah lalu goyang-goyangkan dengan hati-hati. Kemudian pada masing-masing corong pisah

ditambahka ) ml larutan natrium nitrat +,06, tutup kembali lau goyanggoyangkan dengan hati-hati. =iarkan ,+ menit lalu tambahkan lagi pada masingmasing corong pisah ,+ ml kloro!orm. Aakukan ekstraksi ini sampai terbentuk warna kompleks dengan mengoyang-goyangkan selama 0+ detik. =iarkan selama )-0 menit hingganterbentuk ) lapisan terpisah sempurna. d. =eri tanda pada labu volumetrik =, . ,dan >. %ipet ) ml metanol absolut lalu masukkan ke dalam masing-masing labu. %isahkan dan masukkan lapisan kloro!orm 'lapisan yang berada di bawah* ke masing-masing labu volumetrik kocok dengan baik. e. =acaalah absorban larutan masing-masing dengan alat spektro!otometer atau kolorimetri pada panjang gelombang 5)+ nm dengan menggunakan campuran ) ml metanol dan 9 ml kloro!orm sebagai blanko. 5+ mg =3# akan memberikan absorban kira-kira +,01 dengan tebal sel , cm recovery dihasilkan kira-kira 1D L )6. %erhitungan? =3# di dalam sampel mg4Kg F 2sampel 2blangko > standart > )++ 2sta

$ESIMP&LAN Dari pembahasan diatas dapat dimpulkan bahwa penetapan kadar vitamin C pada tablet vitacimin dengan metode iodimetri dapat dilakukan dengan mudah dan tidak memerlukan peralaten yang cukup canggih sehingga dapat dilakukan pada percobaan skala laboratorium.

'A(TA) P&STA$A
)ay, 5. A. dan A. $. *nder+!!d. ,--,. Analisis Kimia Kuantitatif. <rlangga, =akarta. .ka, )ani. ,--9. Alat 2t!matisasi #engukur kadar >eutrin!. =akarta. itamin 8 dengan 4et!de Asam 0asa. =urnal

Karinda, $onalisa, dkk, )+,0. %erbandingan 3asil %enetapan Kadar &itamin C $angga Dodol Dengan $enggunakan $etode .pektro!otometri "v-&is Dan (odometri. Jurnal Pharmacon. "niversitas .am /atulangi. $anado.
$ehninger, A. 1995. Dasar - Dasar Biokimia. <rlangga, =akarta. &er'emahan 4aggy &ena+id'a'a.

%ratama, 2nggi. )+,). Aplikasi Labview Sebagai Pengukur Kadar Vitamin !alam Larutan "enggunakan "etode #itrasi $odimetri . "niversitas Diponegoro. .emarang.
Sumard'!. 1999. Petunjuk Praktikum Kimia Dasar I. ?akultas 3ed!kteran *mum, Semarang. Svehla, @. 1985. Kimia Analisis. #&. 3alman 4edia #usaka, =akarta. &er'emahan Seti!n!.