Anda di halaman 1dari 6

CASE STUDI

Mr. James adalah seorang pria berusia 68 tahun yang selalu mengeluhkan sesak nafas saat beraktifitas. Satu tahun yang lalu dia diresepkan diberikan furosemide 40 mg setiap pagi untuk pergelangan kakinya yang bengkak tapi sampai saat ini masih mengeluhnya nyeri pada kaki (jarang terjadi) dan kondisi bengkak pada kakinya hanya ada sedikit perbaikan. Sebelumnnya dia diberikan Na diklofenak 50 mg dua kali sehari untuk pengobatan osteoatritisnya. Pada beberapa hari terakhir ini dia menunjukan tanda-tanda klinis dan pada hasil ECG nya menunjukan pada bagian ventrikel kiri sistoliknya mengalami disfungsi dan dia didiagnosis mengalami gagal jantung sistolik.

1. Finding
a) b) c) d) e) f) Mengalami sesak nafas ketika beraktifitas Nyeri pada kaki (jarang terjadi) Bengkak pada pergelangan kaki yang tidak membaik Osteoatritis Mengalami gagal jantung sistolik Obat yang digunakan : Furosemide 40mg 1 x sehari Na- diklofenak 50 mg 2xsehari

2. Assessment
a) Sesak nafas merupakan gejala klinis adanya gangguan pada jantung (gagal jantung) akibat dispnea. b) Nyeri pada kaki timbul karena adanya pembengkakan pada kaKi c) Bengkak pada kaki yang tidak membaik kemungkinan disebabkan karena pola hidup pasien (tingginya konsusmsi natrium) dan kurang terkontrolnya tekanan darah. d) Disebabkan karena adanya inflamasi ringan pada persendian. e) Diperlukan terapi untuk gagal jantungnya.

3. Resolution
a) Sesak nafas merupakan gejala kondisi gagal jantung pasien sehingga tidak diperlukan terapi pengobatan b) Penggunaan NSAID dari Na-diklofenak disarankan dapat digantikan dengan obat yang lain karena dapat menyebabkan endapan (precipitan) pada pasien gagal jantung. Na diklofenak dapat digantikan dengan paracetamol dianggap lebih aman untuk pasien pada kondisi ini. c) Pengobatan diteruskan untuk Foresimde karena merupakan diuretic paling kuat untuk mengurangi edema dosis foresemide dapat ditingkatkan menjadi 40 mg sehari setiap 6 jam atau 80 mg setiap 12 jam sampai terapi yang diinginkan. Pasien juga harus disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium dan memperbanyak minum air putih.

3. Resolution Lanjutan..
d) Pasien tergolong penderita gagal jantung katagori II (New York Heart Association). Pada kondisi ini dapat digunakan ACE inhibitor untuk memperbaiki kondisi jantung pasien. ACEI merupakan obat pilihan pertama pada pasien gagal jantung dan terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup, memperlambat pengembangan penyakit dan terbukti menguringi angka mortalitas dan morbiditas. ACEI yang dapat digunakan adalah perindropril dengan dosis 2-4 mg perhari. Untuk pilihan kedua dapat digunakan golongan beta bloker yaitu carvedilol.

4. Monitoring
a) Sesak nafas merupakan gejala klinis adanya gangguan pada jantung (gagal jantung) akibat dispnea. b) Nyeri pada kaki timbul karena adanya pembengkakan pada kaKi c) Bengkak pada kaki yang tidak membaik kemungkinan disebabkan karena pola hidup pasien (tingginya konsusmsi natrium) dan kurang terkontrolnya tekanan darah. d) Disebabkan karena adanya inflamasi ringan pada persendian. e) Diperlukan terapi untuk gagal jantungnya.