Anda di halaman 1dari 17

REFERAT HYALINE MEMBRANE DISEASE (HMD)

Oleh : Friska Doreenda Putri , S.ked Pembimbing : dr. Liza Chairani, Sp.A, M.Kes

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK/ FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG/ RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Hyaline Membrane Disease

Respiratory Distress Syndrome (RDS)

Penyebab tersering dari gagal nafas pada bayi premature, khususnya yang lahir pada usia kehamilan 32 minggu.

Penyebab kematian pada bayi baru lahir

30% dari semua kematian pada neonatus disebabkan oleh HMD atau komplikasi. Gawat nafas pada bayi kurang bulan yang terjadi segera atau beberapa saat setelah lahir, ditandai adanya kesukaran bernafas, (pernafasan cuping hidung, tipe pernafasan dispnea / takipnea, retraksi dada, dan sianosis) yang menetap atau menjadi progresif dalam 48-96 jam pertama kehidupan

Definisi
Hyaline Membrane Disease (HMD), juga dikenal sebagai Respiratory Distress Syndrome (RSD), adalah gawat nafas pada bayi kurang bulan yang terjadi segera atau beberapa saat setelah lahir, ditandai adanya kesukaran bernafas yang menetap atau menjadi progresif dalam 48-96 jam pertama. Penyebabnya adalah kurangnya surfaktan.

Epidemiologi
Hyaline membrane Disease merupakan salah satu penyebab kematian pada bayi baru lahir. Di US, RDS terjadi pada sekitar 40.000 bayi per tahun. Kurang lebih 30% dari semua kematian pada neonates disebabkan oleh HMD atau komplikasinya. HMD pada bayi prematur bersifat primer, insidennya berbanding terbalik dengan umur kehamilan dan berat lahir. Insidennya sebesar 60-80% pada bayi kurang dari 28 minggu, 1530% pada bayi 32-36 minggu, 5% pada bayi kurang dari 37 minggu, dan sangat jarang terjadi pada bayi matur.

Etiologi 1. Surfaktan 2. Struktur paru yg masih immatur

Surfaktan ialah melawan tegangan permukaan sehingga alveoli tidak kolaps atau mengempis

Patofisiologi

Manifestasi Klinis :

1. 2. 3. 4.

Retraksi intercostal dan Suprasternal Nafas Cuping Hidung Sianosis Expiratory Grunting

Gejala Lain yang di temukan: 1. Bradikardi 2. Hipotensi 3. Kardiomegali 4. Pitting edema daerah dosrsal tangan dan kaki 5. Hipotermi 6. Tonus otot menurun

Diagnosis Banding

Pneumonia neonatal Dalam diagnosis banding, sepsis akibat Streptococcus grup B kurang bisa dibedakan dengan HMD. Pada pneumonia yang muncul saat lahir, gambaran rontgen dada dapat identik dengan HMD, namun ditemukan coccus gram positif dari aspirat lambung atau trakhea, dan apus buffy coat. Tes urin untuk antigen streptococcus positif, serta adanya netropenia.

Transient Tachypnea of The Newborn Takipnea sementara dapat disingkirkan karena gejala klinisnya pendek dan ringan. Hiperaerasi adalah ciri khas TTN (kebalikan dari RDS hipoaerasi). Densitas retikulogranular bilateral akan hilang bilang diberi ventilasi, sementara pada RDS gambaran opak menetap minimal 3 4 hari.

Sindroma aspirasi mekonium Pada gambaran rontgen terlihat adanya air trapping, gambaran opak noduler kasar difus, serta area emfisema fokal. Berbeda dengan gambaran opak granuler halus pada RDS. Paru-paru biasanya hiperaerasi.

Diagnosis
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Gejala Klinis Gambaran Rontgen Laboratorium Echocardiografi Tes kocok (shake test ) Amniosintesis Tes apung paru

Penatalaksanaan
1. Pemberian O2 (Resusitasi) 2. Pemberian Antibiotik 3. Pemberian surfaktan buatan

Komplikasi
Komplikasi jangka pendek ( akut ) dapat terjadi : 1. Ruptur alveoli : Bila dicurigai terjadi kebocoran udara ( pneumothorak, pneumomediastinum, pneumopericardium, emfisema intersisiel ), pada bayi dengan RDS yang tiba2 memburuk dengan gejala klinis hipotensi, apnea, atau bradikardi atau adanya asidosis yang menetap. 2. Dapat timbul infeksi yang terjadi karena keadaan penderita yang memburuk dan adanya perubahan jumlah leukosit dan thrombositopeni. Infeksi dapat timbul karena tindakan invasiv seperti pemasangan jarum vena, kateter, dan alat2 respirasi. 3. Perdarahan intrakranial dan leukomalacia periventrikular : perdarahan intraventrikuler terjadi pada 20-40% bayi prematur dengan frekuensi terbanyak pada bayi RDS mekanik. 4. PDA dengan peningkatan shunting dari kiri ke kanan merupakan komplikasi bayi dengan RDS terutama pada bayi yang dihentikan terapi surfaktannya. dengan ventilasi

Komplikasi jangka panjang dapat disebabkan oleh toksisitas oksigen, tekanan yang tinggi dalam paru, memberatnya penyakit dan kurangnya oksigen yang menuju ke otak dan organ lain. Komplikasi jangka panjang yang sering terjadi : 1. Bronchopulmonary Dysplasia (BPD) 2. Retinopathy premature

Prognosis Prognosis sindrom ini tergantung dari tingkat prematuritas dan beratnya penyakit. Pada penderita yang ringan penyembuhan dapat terjadi pada hari ke-3 atau ke-4 dan pada hari ke-7 terjadi penyembuhan sempurna. Pada penderita yang lanjut mortalitas diperkirakan 20-40 %. Dengan perawatan yang intensif dan cara pengobatan terbaru mortalitas ini dapat menurun. Prognosis jangka panjang sulit diramalkan. Kelainan yang timbul dikemudian hari lebih cenderung disebabkan komplikasi pengobatan yang diberikan dan bukan akibat penyakitnya sendiri. Pada fungsi paru yang normal pada kebanyakan bayi yang dapat hidup dari HMD, prognosisnya sangat baik.

Hyaline Membrane Disease (HMD), juga dikenal sebagai Respiratory Distress Syndrome (RSD), adalah gawat nafas pada bayi kurang bulan yang terjadi segera atau beberapa saat setelah lahir, ditandai adanya kesukaran bernafas yang menetap atau menjadi progresif dalam 48-96 jam pertama. Penyebabnya adalah kurangnya surfaktan.

HMD pada bayi prematur bersifat primer, insidennya berbanding terbalik dengan umur kehamilan dan berat lahir. Insidennya sebesar 60-80% pada bayi kurang dari 28 minggu, 1530% pada bayi 32-36 minggu, 5% pada bayi kurang dari 37 minggu, dan sangat jarang terjadi pada bayi matur. HMD terjadi karena kurangnya pembentukan atau pelepasan surfaktan dan karena struktur paru yang masih immature.

Diagnosa HMD dapat diambil berdasarkan : Gejala klinis, Gambaran rontgen, Echocardiografi, tes kocok (shake test), Amniosintesis, dan tes apung paru. Penatalaksaan HMD : Pemberian O2 (resusitasi di tempat melahirkan), pemberian antibiotika dan pemberian surfaktan Eksogen.

Prognosis sindrom ini tergantung dari tingkat prematuritas dan beratnya penyakit. Pada penderita yang ringan penyembuhan dapat terjadi pada hari ke-3 atau ke-4 dan pada hari ke-7 terjadi penyembuhan sempurna. Pada penderita yang lanjut mortalitas diperkirakan 20-40 %. Dengan perawatan yang intensif dan cara pengobatan terbaru mortalitas ini dapat menurun. Prognosis jangka panjang sulit diramalkan. Kelainan yang timbul dikemudian hari lebih cenderung disebabkan komplikasi pengobatan yang diberikan dan bukan akibat penyakitnya sendiri. Pada fungsi paru yang normal pada kebanyakan bayi yang dapat hidup dari HMD, prognosisnya sangat baik.

THANK YOU