Anda di halaman 1dari 9

Referat Jurnal Reading Psikoterapi Penunjang Bagi Penderita Gangguan Bipolar

Oleh: Azhar Firman Sudjatmoko 0810713053

Pembimbing: dr. Sri Fuad idajati! S"#$

LAB/SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

Psikoterapi Penunjang Bagi Penderita Gangguan Bipolar


Abstrak: Walaupun farmakoterapi sering membentuk dasar dari rencana perawatan untuk gangguan bipolar, bukti terbaru menunjukkan bahwa intervensi psikososial sebagai tambahan yang dipakai untuk pengobatan farmakologis dapat meningkatkan keampuhan pengobatan serta meningkatkan kemampuan kognitif dan interpersonal, dan pada akhirnya memperpanjang interval antara serangan dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Artikel ini akan menganjurkan penggunaan intervensi psikososial penunjang untuk dewasa dan remaja dengan gangguan bipolar dengan terlebih dahulu memberikan gambaran umum terhadap pilihan bagi psikoterapi dan meninjau dasar bukti untuk

psikoedukasi, terapi perilaku kognitif, terapi ritme interpersonal dan sosial, dan terapi yang terfokus pada keluarga. Penerapan khusus untuk remaja dan isu-isu tentang efektivitas dan ketersediaan psikoterapi khusus untuk gangguan bipolar akan dibahas. Terakhir, rekomendasi untuk para dokter akan diberikan. angguan bipolar, yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang cukup besar, adalah penyakit mental yang kompleks! ditandai dengan fluktuasi suasana hati, lekas marah, dan depresi. "ndividu dengan gangguan bipolar sering berjuang untuk membangun dan memelihara hubungan interpersonal yang memuaskan dan cenderung untuk mempertahankan lapangan kerja yang berarti #$, %&. Walaupun farmakoterapi sering membentuk dasar dari rencana perawatan untuk gangguan bipolar, bukti terbaru menunjukkan bahwa intervensi psikososial sebagai tambahan yang dipakai untuk pengobatan farmakologis dapat meningkatkan keampuhan pengobatan serta meningkatkan kemampuan kognitif dan interpersonal #', (&, dan pada akhirnya memperpanjang interval antara serangan dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan #)&. Psikoterapi dapat memberikan tempat dan waktu yang sangat dibutuhkan untuk mengeksplorasi pikiran dan emosi yang kompleks terkait dengan diagnosis pada gangguan bipolar. *alam teks produktif mereka pada penyakit manik-depresif, oodwin dan +amison #,& membahas berbagai perasaan dan pikiran yang sering diperlihatkan oleh individu dengan gangguan bipolar. angguan bipolar, dengan gejala berat seperti kegembiraan, keinginan bunuh diri, atau psikosis, sering menakutkan dan menimbulkan keprihatinan bagi para pasien. -eberapa individu mungkin menanggapi penyakit mereka dengan penolakan teguh atau bahkan kemarahan, menolak untuk menerima gejala suasana hati yang intens dan tingkat keaktifan yang berubah. .etelah menjalani perawatan, pasien mungkin akan kecewa dengan lambatnya kemajuan atau takut akan kambuhnya kegilaan atau depresi. .elanjutnya, individu dengan gangguan bipolar sering khawatir bahwa penyakit mereka akan menghalangi mereka untuk menikmati hubungan interpersonal, kesempatan kerja produktif, dan kualitas hidup yang tinggi pada umumnya. Artikel ini akan mengajurkan untuk memakai intervensi psikososial penunjang untuk dewasa dan remaja dengan gangguan bipolar dengan pertama-tama menyediakan berbagai pilihan untuk psikoterapi dan mengulas kembali percobaan-percobaan psikoedukasi yang terkontrol secara acak, terapi kelakuan kognitif, terapi interpersonal dan ritme sosial, dan terapi yang terfokus pada keluarga. .ewaktu diacak, studi-studi terkontrol belum pernah dilakukan, pengulasan kembali berbagai percobaan dengan rancangan terbuka akan disertakan juga. .aya akan menguraikan secara rinci komponen-komponen pengobatan dari berbagai perawatan dan menonjolkan potensi-potensinya untuk hasil yang positif pada berbagai tahap penyakit serta kualitas hidup. Penerapan khusus bagi remaja dan berbagai isu yang menyangkut keefektifan dan ketersediaan dari psikoterapi-psikoterapi tertentu bagi penderita gangguan bipolar akan didiskusikan juga. Terakhir, rekomendasi untuk para dokter akan diberikan. STRATEGI DAN PE B!"TIAN PENG#BATAN PSI"#ED!"ASI "ndividu dan kelompok psikoedukasi mengandaikan bahwa para individu diinformasikan tentang etiologi, tujuan, dan pengobatan bagi penyakit bipolar lebih cenderung untuk mengantisipasi gejala mereka sendiri dan meminta bantuan yang dibutuhkan sebelum serangan menjadi tidak terkendali. *engan kata lain, pasien yang telah dididik akan menderita lebih sedikit dalam jangka waktu yang panjang.

Program psikoedukasi banyak terfokus untuk mendidik pasien tentang gejala-gejala yang berhubungan dengan kegilaan, hipomania, dan depresi maupun tersedianya psikofarmakologi #contohnya penstabil suasana hati, /at antimanik, dan antidepresan& dan pengobatan psikososial. 0esiko-resiko yang spesifik untuk gangguan bipolar berkisar pada penyalahgunaan /at kimia, kehamilan, dan pola tidur sering sekali untuk disebutkan #1&. Walaupun diacak, percobaan yang terkontrol bagi psikoedukasi individu mengacu pada pengurangan dalam kegilaan yang kambuh #2&, banyak penelitian yang berfokus pada evaluasi terhadap format kelompok psikoedukasi. 3elompok psikoedukasi bisa dipakai untuk membantu mencegah kegilaan yang kambuh, hipomanic, dan serangan depresi pada pasien yang sedang berobat #4, $5&. 6ebih jauh lagi, sebuah studi keefektifan para pakar dengan gangguan bipolar menunjukkan bahwa kelompok psikoedukasi dapat meningkatkan kualitas hidup dan fungsi sosial #$$&. Tetapi, sebuah studi menyatakan bahwa para individu dalam serangan depresi dapat menunjukkan manfaat yang tak terlalu kuat #$%&. TERAPI "E$A"!AN "#GNITI% Terapi 3elakuan 3ognitif, atau 7ognitive behavior therapy #7-T& untuk gangguan bipolar memperkirakan model diatesis-stres, dimana perubahan pada pikiran dan emosi menyebabkan perubahan pada tingkah laku, melemahnya fungi psikososial, masalah interpersonal, dan gejala fisik # contohnya, masalah tidurm stres dan lainnya&. Perubahanperubahan ini dan masalah lainnya bisa juga menyebabkan serangan depresi dan kegilaan. .iklus ini berkelanjutan, dimana diperkirakan akan terjadi perubahan pemikiran dan emosi pada individu yang mengalami gejala depresif dan kegilaan #$'&. 7-T membuat upaya besar untuk untuk meningkatkan kepatuhan terhadap sekelompok pengobatan psikofarmakologi. 8endidik pasien tentang berbagai tingkat pengobatan pada umumnya membuat perawatan bagi penderita gangguan bipolar akan semakin menunjukkan hasil. .eperti pada psikoedukasi, para pasien yang menjalani 7-T mendapat pengetahuan tentang gangguan bipolar supaya mereka bisa mengenali pola penyakit mereka, membuat mereka dapat mengenali gejala-gejala lebih awal dan mencegah serangan lebih lanjut #$'&. .ecara perilaku, para pasien dilatih untuk meningkatkan tingkah laku positif #dengan tidur teratur, bersosialisasi, dan melakukan kegiatan rekreatif& sambil mengurangi tingkah laku negatif #minum minuman keras atau memakai obat-obatan terlarang, atau tidur yang tak teratur&. .ecara kognitif, para pasien dilatih untuk mengenali pemikiran salah yang sering terjadi, kognisi yang menyimpang, dan mendaftar pikiran negatif untuk mempertajam pikiran. 6embar-lembar kerja yang dirancang untuk melacak berbagai kognisi dan tingkah laku dapat dibuat kembali untuk keperluan klinis yang didapat dari The Bipolar Workbook #$(&. -asis pembuktian untuk keberhasilan 7-T dalam gangguan bipolar merupakan hal yang ambigu. 7-T individu dengan pasien ganguan bipolar " dan "" yang dirawat secara psikofarmakologi yang saat ini dalam keadaan eutimik atau subsindromal sepertinya memiliki waktu yang lama sebelum depresinya kambuh #$)&. 9amun, sebuah studi keefektifan yang membandingkan antara 7-T penunjang dengan perawatan biasa menunjukkan bahwa 7-T sepertinya tidak mencegah serangan perubahan suasana hati untuk pasien dengan gangguan bipolar yang sebelumnya telah mengalami $$ kali perubahan suasana hati #$,&. .alah satu percobaan terbuka menunjukkan bahwa kelompok 7-T penunjang bisa saja dapat meningkatkan fungsi psikososial bagi para individu dengan gangguan bipolar #$1&. .ebuah percobaan terkontrol yang acak membandingkan kelompok 7-T dengan kelompok konseling obat-obatan mendemonstrasikan keberhasilannya dalam mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan dengan gangguan bipolar dan penggunaan bahan kimia yang terjadi #$2&. 6agipula, sebuah studi menunjukkan bahwa 7-T yang

ditambahkan pada psikoedukasi menyebabkan pengurangan besar dalam gejala depresi daripada psikoedukasi semata untuk orang-orang dewasa dengan gangguan bipolar #$4&. 7-T adalah salah satu dari tiga intensif psikoterapi individual dibandingkan dengan psikoedukasi singkat di dalam studi yang dijalankan bersamaan dengan Systematic Treatment Enhancement Program for Bipolar Disorder (STEP-BD), atau Program Perawatan Perbaikan .istematis untuk angguan -ipolar #%5&, yang memeriksa apakah psikoterapi intensif tambahan mempercepat waktu penyembuhan pasien yang berada di kriteria gangguan bipolar " atau "" dan depresi utama yang sedang dialami. Pasien-pasien yang menerima 7-T atau psikoterapi intensif lain menunjukkan percepatan waktu penyembuhan dari serangan depresi utama daripada yang menerima psikoedukasi yang lebih singkat. TERAPI INTERPERS#NA$ DAN RIT E S#SIA$ nterpersonal and social rhythm therapy ( PS!T) , atau Terapi "nterpersonal dan 0itme .osial, berdasarkan prinsip-prinsip terapi interpersonal #%$&, berfokus pada mengatur gejala suasana hati dan menyelesaikan masalah interpersonal. Para ahli klinis bekerjasama dengan pasien dengan gangguan bipolar untuk menstabilkan suasana hati dengan mengoptimalkan :ritme sosial,; seperti tidur, interaksi sosial, dan keterlibatan intelektual. *alam "P.0T, suasana hati dianggap lebih baik untuk ditopang dengan serangkaian dan sebuah ritme sirkadian yang terprediksi dan bermanfaat. 8asalah-masalah interpersonal dikenali dengan berfokus dalam salah satu dari lima masalah inti< kesedihan yang tak terselesaikan, transisi peranan sosial, perselisihan peranan interpersonal dengan suami=istri, orang tua maupun anak, kekurangan interpersonal yang umum seperti keterasingan kronis atau ketidakpuasan akan suatu hubungan, dan kesedihan akan ketidaksehatan. 8asalah yang terakhir ini berkonsentrasi pada menemukan jatidiri pasien yang baru sebagai individu penderita gangguan bipolar dengan jatidiri terdahulu sebelum didiagnosis #%%&. .atu sesi "P.0T biasanya terdiri dari empat fase< fase perawatan awal, fase pertengahan, fase perawatan lanjut atau fase pemeliharaan, dan fase perawatan akhir. .etelah berfokus pada anamnesis hubungan interpersonal dan rutinitas sosial, seorang terapisi mendidik pasien tentang gangguan bipolar selama fase perawatan awal. 0itme sosial diatur dalam fase pertengahan dan dipertahankan selama dalam fase pemeliharaan. .ebuah area masalah interpersonal dipilih selama fase awal, dan secara bersamaan ahli klinis dan pasien turut campur dalam area ini selama fase pertengahan dan fase pemeliharaan. 3etika kestabilan telah dicapai dan dipelihara selama beberapa waktu, terapisi dan pasien melanjutkan ke titik alami untuk mengakhiri atau mengurangi frekuensi perawatan #%'&. 3eefektifitasan "P.0T telah dievaluasi dalam dua percobaan klinis acak. Perbandingan yang pertama #%(& adalah perbandingan "P.0T dengan manajemen psikofarmakologi dilakukan oleh $1) individu dengan gangguan bipolar yang mengalami masalah suasana hati akut. Penulis menyimpulkan bahwa penetapan "P.0T dalam perawatan fase akut diasosiasikan dengan lamanya waktu untuk kambuh kembali dalam fase pemeliharaan selama % tahun setelah mengontrol variabel perancu seperti kecemasan komorbiditas, status pernikahan, dan masalah kesehatan yang menyertai. "P.0T merupakan dua dari tiga psikoterapi intensif yang diperbandingkan dengan psikoedukasi singkat dalam .T>P--* #%5&. Pasien-pasien yang menerima "P.0T, 7-T, atau psikoterapi intensiv yang ketiga menunjukkan waktu penyembuhan yang lebih cepat dari serangan depresi akut dibandingkan yang menerima psikoedukasi yang lebih singkat. "P.0T juga tidak lebih baik untuk mencegah kambuhnya depresi daripada psikoterapi intensif yang lain meskipun pasien yang menerima salah satu dari tiga psikoterapi intensif menghabiskan waktu penyembuhan lebih lama. TERAPI &ANG BER%#"!S PADA "E$!ARGA

?ubungan keluarga dan bagaimana keluarga menangani situasi penuh tekanan bisa saja memiliki dampak yang cukup besar dalam gangguan bipolar individu. "amily-foc#sed Therapy (""T), disimpulkan bahwa meningkatkan hubungan dalam keluarga akan mengurangi stres pasien secara keseluruhan, yang menjurus pada relaps yang lebih sedikit dan berpotensi memiliki gejala yang lebih ringan #%,&. .atu sesi @@T didesain dengan berbagai macam tujuan. Pertama, terapis bekerja sama dengan para keluarga untuk membantu mereka mengerti ciri-ciri dari gangguan bipolar dan pengalaman pribadi para pasien dan juga untuk menerima bahawa mereka bisa saja mengalaminya di masa depan. 3emudian, para terapis mengajak para keluarga untuk mengerti pentingnya perawatan psikofarmakologi untuk gangguan bipolar. Para keluarga berfokus untuk mengembangkan strategi untuk mengatasi kehidupan yang penuh tekanan yang terkadang dapat menyebabkan bergantinya suasana hati. Terakhir, tujuan paling utama @@T adalah untuk memperkuat hubungan interpersonal dalam keluarga #%,&. @@T terdiri dari empat modul yang saling menyokong satu sama lain dan menciptakan sejumlah keahlian untuk dipakai keluarga-keluarga. :Psikoedukasi,; adalah modul pertama, yang menyediakan informasi mengenai gangguan bipolar kepada keluarga. yang kedua, :Pelatihan Peningkatan 3omunikasi,; mendorong perubahan dalam struktur dan fungsi untuk hubungan anggota keluarga yang bermasalah melalui pelatihan komunikasi dasar seperti mendengarkan dengan aktif, mengungkapkan perasaan yg positif, mengutarakan permintaan yang positif, dan mengungkapkan emosi-emosi negatif tentang beberapa tingkah laku yang menyimpang. Aang terakhir, modul yang membahas cara memecahkan masalah membantu keluarga-keluarga untuk mengenali, menyepakati, dan memunculkan solusi untuk topik-topik yang menimbulkan konflik dalam keluarga. 3onflik yang sedikit dalam keluarga akan menyebabkan berkurangnya kesulitan dan stres bagi pasien #%,&. 3eefektifan @@T sebagai penunjang bagi farmakoterapi bagi orang dewasa dengan gangguan bipolar didemonstrasikan oleh 8iklowit/ et al. #%1, %2& dalam sebuah percobaan acak yang membandingkan @@T dengan kendali pendidikan dalam lebih dari $55 keluarga. "ndividu yang dipilih secara acak ke dalam @@T memiliki kesempatan relaps menuju sreangan depresi yang lebih sedikit daripada yang dipilih secara acak untuk menjalani perawatan yang lebih singkat. .elain itu, gejala depresi lebih sedikit untuk kelompok @@T daripada untuk kelompok yang terkontrol. @@T, bersama dengan 7-T dan "P.0T, juga diikutkan sebagai psikoterapi intensif dalam .T>P--* #telah dijelaskan di atas&. .ama seperti 7-T dan "P.0T, @@T mempercepat waktu pemulihan dari serangan depresi besar daripada kelompok yang menerima psikoedukasi yang lebih singkat #%5&.

Tabel '( Psikoterapi berdasarkan bukti untuk gangguan bipolar


Psikoterapi Psikoedukasi kelompok = individu "o)ponen Inti "nformasi tentang penyebab, pendidikan, dan perawatan untuk penyakit bipolar Psikoedukasi 8enambah perilaku positif dan mengurangi perilaku Dasar Bukti Perry et al., $444 #2& 7olom et al., %55' #4& .imon et al., %55, #$5& -auer et al., %55, #$$& 6am et al., %55) #$)& .cott et al., %55, #$,& A*uan Pera+atan 7olom et al., %55, #1& Dapat Diadaptasi untuk Re)aja, Aa #8@P &

7-T

-asco and 0ush, %55) #$'&

Aa #7@@-7-T&

negatif 8engenali kesalahan amggapan umum dan mengukur pikiran negatif "P.0T Psikoedukasi 0egulasi ritme sosial "ntervensi yang berfokus pada area masalah interpersonal Psikoedukasi Pelatihan perbaikan komunikasi Pemecahan masalah @rank et al., %55) #%(& 8iklowit/ et al., %551 #%5& @rank, %55) #%%& Aa #"P.0T-A&

@@T

8iklowit/ et al., %555 #%2& 8iklowit/ et al., %55' #%1& 8iklowit/ et al., %551 #%5&

8iklowit/ dan oldstein, $441 #%,&

Aa #@@T-A&

INTER-ENSI PSIS"#S#SIA$ !NT!" RE AJA .ejak "nstitusi 3esehatan 8ental 9asional menyelenggarakan konferensi untuk mencapai kesepakatan mengenai bagaimana cara untuk mendefinisikan gangguan bipolar prapubertas pada tahun %55$ #%4&, perawatan psikososial telah dikembangkan dan diadaptasikan untuk memenuhi kebutuhan kelompok pasien yang lebih muda. 8eskipun peninjauan intensif merupakan hal yang berada di luar ruang lingkup artikel ini, saya akan membahas secara ringkas mengenai intervensi pada lima anak remaja dengan dukungan empiris. .angat penting untuk diperhatikan bahwa kualitas dari percobaan klinis yang mendukung keefektifan intervensi psikososial penunjang pada remaja tidaklah terlalu ampuh sebagaimana yang dilakukan pada orang dewasa. Pertama, kelompok psikoedukasi multikeluarga, atau m#ltifamily psychoed#cation gro#ps ($"P%), kelompok perawatan penunjang bagi orangtua dan anak-anak berusia muda telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala berubahnya suasana hati secara keseluruhan untuk anak-anak umur 2-$% tahun yang mengalami depresi besar atau gangguan bipolar #'5&. 8@P terdiri dari delapan sesi yang berurutan selama 45 menit untuk para orangtua dan anak-anak yang berfokus pada pendidikan tentang penyakitnya, penanganan gejala, pemecahan masalah dan pelatihan komunikasi, serta dukungan #'$&. @@T telah diadaptasikan bagi para remaja oleh 8iklowit/ et al. #'%&. Tujuannya hampir sama dengan @@T yang diperuntukkan bagi usia dewasa! hanya saja, materi pendidikannya yang termasuk dalam modul psikoedukasi, perbaikan komunikasi, dan pemecahan masalah didesain untuk menarik minat kaum muda. 3eefektifan dari ""Tadolescent (""T-&) sebagai penunjang bagi perawatan psikofarmakologi telah didemonstrasikan dalam % tahun percobaan acak dengan membandingkan @@T-A dengan pengendalian pendidikan untuk usia remaja #''&. Perlu diperhatikan, hal ini juga telah dibuktikan sebagai perawatan yang sesuai untuk pencegahan gangguan bipolar dalam anakanak remaja yang beresiko tinggi memiliki penyakit yang sama dengan orangtua mereka #'(&. Tiga perawatan tambahan yang telah terbukti berhasil merawat gangguan bipolar di untuk usia muda adalah Terapi Perilaku *ialektikal atau dialectical beha'ior therapy (DBT), terapi perilaku kognitif yang berfokus pada anak dan orangtua atau child- and family-foc#sed cogniti'e beha'ior therapy ((""-(BT), dan Terapi interpersonal dan ritme sosial untuk remaja atau interpersonal and social rhythm therapy for adolescents ( PS!T-&). *-T yang diadaptasi untuk para remaja dirancang untuk diberikan selama periode $ tahun atau lebih dan terdiri dari pelatihan keahlian untuk seluruh anggota keluarga dan psikoterapi individu untuk anak-anak #')&. 7@@-7-T terdiri dari sesi-sesi sebanyak $% minggu yang diberikan secara bersamaan untuk orangtua dan anak-anak. 3omponen-komponen penting dari 7@@-

7-T memmbentuk suatu :pelangi,; dan berfokus pada 0utinitas, Pengaruh regulasi, keahlian untuk menangani #:.aya bisaB;&, mengurangi pikiran negatif #:+anganlah ada pikiran negatif dan nikmatilah hidupmuB;&, pengembangan keseimbangan #:+adilah teman baik dan memiliki hidup yang seimbang untuk para orangtua;&, pemecahan masalah #:+adi, bagaimanakah cara kita menangani masalah ituC;&, dan mengembangkan 7ara-cara meraih dukungan #',&. Penggunaan cara-cara ini dengan populasi anak-anak yang memiliki gangguan bipolar dinilai layak dan dapat diterima banyak keluarga #'1&. "P.0T-A Penunjang, terdiri dari $2 sesi, diadaptasi dari "P.0T bagi orang dewasa untuk dikembangkan agar cocok dengan remaja yang memiliki gangguan bipolar #'2&. Terlebih lagi, penyelesaian dari area masalah interpersonal dan pengaturan waktu tidur dan ritme sosial adalah tujuan utama dari "P.0T-A. ?al ini telah terbukti layak dalam uji coba terbuka dengan para remaja #'4&. "# P#NEN INTI DARI INTER-ENSI PSI"#S#SIA$ -anyak dari intervensi psikososialyang telah dijelaskan di atas memiliki banyak elemen yang berkesinambungan. .emua itu termasuk menyediakan pendidikan tentang gangguan tersebut, memperkuat kepatuhan akan perawatan, mengidentifikasi pemicu lingkungan melalui pengamatan suasana hati, memperkuat jaringan pendukungan, dan mengembangkan keahlian untuk menangani masalah. .ecara keseluruhan, semua hal yang telah disebutkan memudahkan pasien untuk mendapatkan pemahaman yang kuat tentang apa yang diperlukan untuk pendiagnosaan bipolar dan juga pengenalan bagaimana gangguan tersebut mempengaruhi mereka secara pribadi. PERTAN&AAN DAN "#NTR#-ERSI Psikoterapi penunjang manakah yang paling penting bagi pasien dengan gangguan bipolarC @@T dan "P.0T mungkin merupakan pilihan yang baik untuk pasien yang mengalami gejala perubahan suasana hati atau secara aktif berada dalam suasana kegilaan atau depresif #%5, %(, %2&. .ebaliknya, untuk pasien eutimik atau pasien dengan gangguan bipolar yang cukup rendah akan lebih diuntungkan dengan menjalani kelompok psikoedukasi atau 7-T #4, $,&. Terakhir, sebuah ulasan terbaru menyebutkan bahwa 7-T, bukan psikoedukasi, @@T, ataupun "P.0T yang sangat efektif untuk merawat pasien dengan gangguan bipolar dan gangguan kecemasan yang menyertai #(5&. 3eefektifan psikoterapi untuk gangguan bipolarDbagaimana hal ini dapat berfungsi dengan baik dalam seting komunitasDtidaklah dimengerti dengan baik. -anyak dari uji coba baru-baru ini telah terfokus dalam memeriksa keefektifan dari intervensi psikoterapi tertentu untuk pasien dengan ciri-ciri gejala yang tidak luas dalam seting mencari perawatan di tingkat universitas. Entuk benar-benar mengerti apakah psikoterapi berguna secara luas sebagai penunjang untuk farmakologi bagi gangguan bipolar, perawatan seperti psikoedukasi, 7-T, "P.0T, dan @@T memerlukan evaluasi sistematis dalam klinik masyarakat seperti pusat perawatan untuk veteran perang, rumah sakit jiwa di daerah, dan lain-lain. 8eskipun biaya yang dibutuhkan untuk perawatan tersebut sangat besar, tingkat penurunan untuk rawat inap dan penggunaan sumber daya lain bagi pasien untuk menjalani psikoterapi akan dapat mengurangi biaya bagi mereka dalam jangka panjang #($&. RE"# ENDASI DARI PEN!$IS Psikoterapi sebagai penunjang pengobatan adalah pilihan yang efektif untuk pasien dengan gangguan bipolar dan dapat menghambat ataupun mencegah kambuhnya depresi, kegilaan, ataupun hipomaniak dan juga meningkatkan kualitas hidup. Psikoedukasi individu

dan kelompok, 7-T, "P.0T, dan @@T menawarkan program dan strategi yang spesifik bagi pasien dengan gangguan bipolar untuk mengatasi segala kompleksitas dari penyakit mental serius #Tabel $&. Terutama untuk remaja, psikoterapi menawarkan cara untuk melibatkan keluarga dalam proses perawatan dan bisa membantu menghambat ataupun mencegah berkembangnya gejala serius. +ika memungkinkan, dokter yang merawat haruslah mempertimbangkan rangkaian psikoterapi penunjang untuk pasien dengan gangguan bipolar.