Anda di halaman 1dari 9

BAHAN GALIAN C

Kelompok 6 :
Anissa Puspita Dwi Noviyanto (04) (10)

Fika Shelviana
M. Iqbal Ririn Efita

(15)
(23) (31)

XI IPS 3

PENGERTIAN
Bahan galian golongan C, mulai asbes, batu tulis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata, bentonit, dolomite, feldsfar, garafit, pasir kuarsa, perlit, granit atau andesit, gips, kalsit, kuolin, sampai leusit, magnesit, mika, marmer, nitrat, obsidian, okur,pasir dan kerikil.

PROSES TERJADINYA
Pasir Kwarsa : Metode penambangan yang telah dilakukan oleh PT. Jatisuma Indah Keramika Co secara tambang terbuka dengan cara manual. Peralatan yang dipergunakan juga cukup sederhana dan murah antara lain :plengki,cangkul,sekop. Sebelum penggalian pasir kwarsa dimulai terlebih dahulu daerah yang akan digali dibersikan dahulu dari rumput-rumput, ranting-ranting kering serta pohon-pohon kecil. Penggalian dilakukan dengan sekop dan cangkul. Pasir kwarsa digali dengan cangkul atau sekop dimasukkan ke dalam plengki. Plengki yang telah pasir kwarsa diangkut dengan memikulnya ke atas ponton. Setiap pemikul dapat membawa 2 buah plengki, dengan melewati jembatan kayu yang dibangun antara endapan pasir kwaarsa dengan penton dan menempatkan pasi kwarsa dari plengki ke ruangan ponton.

Kaolin : Penambangan kaolin dapat dilakukan dengan tiga cara tergantung kepada kondisi endapannya, yaitu : tambang terbuka (open pit), tambang semprot (hydroulicking) dan tambang dalam (enderground mining). Yang banyak dipergunakan di Indonesia adalah tambang terbuka dan tambang semprot. Tambang terbuka dapat dilakukan secara sederhana dengan mempergunakan ganco, garpu atau cangkul karena umumnya endapan kaolin merupakan endapan permukaan dan tidak merata.

PROSES PENAMBANGAN
Melakukan cara penambangan dengan sistem jenjang atau teras (benching) maupun sistem stripping. Cara ini dilakukan untuk kondisi endapan yang relatif datar. Melakukan restorasi dan reklamasi daerah bekas penambangan, hal ini dimaksudkan untuk memulihkan kondisi lingkungan yang sudah rusak akibat penambangan dan untuk manfaat selanjutnya. Melakukan proses pencampuran (blending) terhadap endapan yang bermutu rendah dengan yang baik. Hal ini dimaksudkan agaar semua endapan dapat dimanfaatkan secara sempurna.

FAKTOR-FAKTOR YG DIPERHATIKAN DLM PENAMBANGAN

Apakah endapannya cukup besar dan bernilai ekonomis Berapa besar biaya penggalian, pengolahann dan pengangkutan Berapa biaya untuk menjamin kelestarian lingkungan Bagaimana keadaan dinamika sosial budaya masyarakat

HASIL BAHAN GALIAN C



nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite); asbes, talk, mika, grafit, magnesit; yarosit, leusit, tawas, (alum), oker; pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit; batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap(fullers earth) marmer, batu tulis Batu kapur , dolomite , kalisit

MANFAAT
Pasir kwarsa merupakan salah satu mineral industri yang banyak manfaatnya antara lain sebagai bahan baku: Industri, Sanitasiair, Industri pengecoran logam, Kaca lembaran, Industry keramik, Fluxing agent (besi&baja,kawatlas) , Plastik . Kaolin banyak dipakai dalam berbagai industri, baik sebagai bahan baku utama maupun sebagai bahan pembantu. Kertas, Keramik, Cat karet/ban plastik, Semen, pestisida pupuk/fertilize, Absorbent, Kosmetik, pastagigi, detergent, tekstill dll.

TERIMA KASIH