Anda di halaman 1dari 1

Pemahaman tentang kontribusi dari genetik, lingkungan, dan pengaruh epigenetik pada variasi dalam jumlah, ukuran, dan

bentuk gigi sangat penting di berbagai bidang pembelajaram, termasuk physical anthropology, odontologi forensik, auxology, kedokteran gigi klinis, dan biologi molekuler. Studi terdahulu dalam antropologi dental terkonsentrasi pada penggambaran sifat dan tingkat variasi yang diamati dalam gigi geligi manusia sebagai sarana menjelaskan afinitas populasi dan pola migrasi populasi manusia. Daya tahan gigi, yang mungkin satu-satunya penemuan sisa-sisa fosil, juga telah memberi kesempatan kepada peneliti untuk mengeksplorasi tren dalam evolusi manusia dan untuk membandingkan bentuk dan fungsi gigi pada spesies manusia dan non-manusia. Jenis penyelidikan didasarkan pada asumsi bahwa proporsi yang signifikan diamati secara bervariasi pada jumlah, ukuran dan bentuk gigi bisa disebabkan pengaruh faktor genetik. Studi terkait individu yang dilakukan pada !"#-an dan !$#-an yang kemudian mengonfirmasi bahwa faktor genetik memang kontributor penting untuk variasi morfologi gigi. Di masa lalu, penyebab yang mungkin dari pengamatan anomali dan kelainan dalam gigi-geligi sering diklasifikasikan menjadi dua kategori besar, yaitu genetik dan lingkungan. Sebuah sudut pandang yang sama juga telah jelas dalam jenis penelitian yang dilakukan di masa lalu oleh ahli genetika gigi, dengan fokus pada penentuan perkiraan heritabilitas fitur gigi, misalnya untuk ukuran gigi. Sementara itu heritabilitas adalah konsep populasi, mengacu pada jumlah variasi fenotipe dalam populasi tertentu yang dapat dikaitkan dengan pengaruh genetik , kenyataan bahwa nilai antara # dan ## % diperoleh dari perhitungan tersebut cenderung untuk memperkuat konsep terpisah dan berbeda kontribusi genetik dan lingkungan individu fenotipe. Dengan perbaikan dalam instrumen yang tersedia, secara akurat dapat menangkap dan merekam ukuran dan bentuk gigi, dan juga dengan kemajuan dalam pemodelan statistik dan metode genom-scanning, kita sekarang semakin mampu menjelaskan bagaimana faktor-faktor ini terkait satu sama lain. Pemahaman ini akan sangat penting untuk memberikan pemahaman tentang perspektif holistik dari tingkat mikro ke makro, dari penyebab variasi dalam jumlah, ukuran, dan bentuk gigi.