Anda di halaman 1dari 4

Psikologi Konseling

Fungsi Psikologi 1. Menjelaskan, apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. 2. Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. 3. Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan Pengertian Konseling Pengertian Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh konselor)kepada iklien yang mengalami masalah supaya teratasinya masalaah. Pengertian Bimbingan Pengertian Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis dilakukan oleh seseorang ahli dimaksudkan agar individu dapat memahmi dan mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk mengembangkan potensi secara optimal untuk kesejahteran dirinya dan kesejahteraan masyarakat. Pengertian Penasihat Pengertian Penasihat adalah mereka yang memberikan bantuan atau nasihat baik dengan bergabung atau tidak dalam suatu persekutuan penasihat. Pengertian Terapi Pengertian Terapi adalah remediasi masalah kesehatan, biasanya mengikuti diagnosis.

Nentrie Kinasih Saputri 11522014


Hartono, Boy Soedarmadji, Psikologi Konseling, Jakarta: Kencana prenada media group, 2012 Sutoyo Anwar, Bimbingan dan Konseling Islam, (Teori dan praktek), Semarang: Cipta Prima Nusantara, 2007, Fungsi dan Tujuan konseling: 1. Fungsi Pemahaman : Konselor perlu pemahaman untuk menyadarkan konseli atas permasalahan yang dihadapi. 2. Fungsi Pencegahan (preventif) : Fungsi ini mengupayakan bagaimana agar permasalahan-permasalahan tidak terjadi atau usaha pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya masalah. 3. Fungsi Pengentasan : segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pengentasan permasalahan. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami klien. 4. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan : fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif klien dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. 5. Fungsi perbaikan: fungsi bimbingan bersifat kuratif, fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada klien yang sedang mengalami masalaah. 6. Fungsi penyaluran: fungsi bimbingan dalam membantu klien memilih kegiatan sesuai dengan minat, nakat, keahl;ian dan ciri-ciri kepribadian lainya. Tujuan konseling sebagai berikut:

Fungsi dan tujuan Bimbingan Fungsi Preventif; yakni membantu individu menjaga atau mencegah timbulnya masalah bagi dirinya. Fungsi kuratif atau korektif; yakni membantu individu memecahkan masalah yang sedang dihadapi atau dialami. Fungsi preservatif; yakni membantu individu menjaga agar situasi dan kondisi yang semula tidak baik menjadi baik dan kebaikan itu bertahan lama. Fungsi developmental atau pengembangan; yakni membantu individu memlihara dan mengembangkan situasi dan kondisi yang telah baik agar tetap baik atau menjadi lebih baik sehingga tidak memungkinkannya menjadi sebab munculnya masalah baginya.

Tujuan Penasihat Agar klien lebih jelas dan lebih pasti mengenai apa yang akan dikerjakan. Untuk menggugah seseorang mengintrospeksi dirinya Fungsi terapi

1.Fungsi pemahaman. Yaitu memberikan pemahaman dan pengertian tentang


manusia dan problematikanya dalam hidup dan kehidupan serta bagaimana mencari solusi dari problematika itu secara baik dan bersumber pada Al Quran dan As Sunnah. 2. Fungsi pengendalian. Memberikan potensi yang dapat mengarahkan aktivitas setiap hamba Allah agar tetap terjaga dalam pengendalian dan pengawasan Allah Taala.

Profesional
Profesional adalah pekerjaan yang menjalankan profesi. kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang dieroleh melalui proses pendidikan da pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat

Pengaruh Psikologi Konseling

Belajar

Terhadap

Psikologi

Sejarah Konseling
Tahun 1900-1909 Terdapat 3 orang yang sebagai pionir periode ini yaitu Frank Parson, Jesse B. Davis, dan Clifford Beers. Davis orang pertama yang memperkenalkan program bimbingan sekolah. Tahun 1907 ia memberi saran supaya guru memberi bimbingan dikelas seminggu sekali. tahun 1908 di Boston, Frank Parson mendirikan Bostons Vocational Bureau yang membantu pemuda dalam memilih karir. Dan juga Beers menulis buku A Mind That Found Itself , tahun 1909 ia menerbitkan buku yang berjudul Choosing A Vocation . Tahun 1910-an terdapat dua peristiwa penting yaitu: 1) terbentuknya National Vocational Guidance Association (NVGA) dan 2) terjadinya Perang Dunia I (PD I). Pada masa ini konseling belum dikenal secara luas namun sudah mulai terdengar gaungnya. Tahun 1920-an disebut juga masa konsolidasi karena dimulainya pendidikan bagi konselor di Universitas Harvard pada tahun 1911. Pengaruh dominan pada masa ini adalah berkembangnya teori pendidikan, dan pemerintah mulai menggunakan layanan bimbingan terhadap veteran perang. Tahun 1930-an mulai dikembangkan teori pertama konseling yang diformulasi oleh E.G. Williamson dan koleganya di Universitas Minnesota dengan mengambil teori Frank Parson tentang trait factor dan mengembangkan suatu model konseling karir untuk membantu siswa dan penganggur. tahun 1939 keterlibatan pemerintah dengan mendirikan US Employment Services yang kemudian menerbitkan Dictionary of Occupational Tittles (DOT) . Tahun 1940-an Tiga peristiwa utama pada dekade ini yaitu : 1) dikenalkannya teori humanistik oleh Carl Rogers; 2) terjadinya Perang Dunia II; dan 3) keterlibatan pemerintah dalam konseling. Tahun 1942, Rogers mempublikasikan buku Counseling and Psychotherapy yang menentang teori counselor centered approach yang dikembangkan Williamson. Rogers mengembangkan model konseling nondirective sebagai alternatif terapi, yang kemudian disebut konseling terpusat pada klien (client-centered). Tahun 1950-an, Rogers menerbitkan Client Centered Theraphy. Divisi 17 (counseling psychologist) didirikan pada tahun 1952 karena ada ketertarikan para psikolog untuk bekerja pada populasi yang normal. Tahun 1960-an terjadi eksplosi profesi konseling sekolah, semakin meningkatnya penelitian yang terfokus pada konseling dan ditingkatkannya standar untuk sertifikasi dan kinerja konselor sekolah. Tahun 1970-an CMHCA memperluas layanan anak dan remaja dengan penyakit mental. perkembangan helping skill program oleh Truax dan Carkhuff pada tahun 1967 dan Ivey pada tahun 1971. Pada masa ini dibentuk komite untuk menilai dan memberikan ijin praktek bagi konselor yang dikelola oleh APA dan APGA. Pada tahun 1973 Association of Counselor Educators and Supervisors (ACES) mulai menetapkan rambu-rambu bagi standardisasi program master dan doktoral dalam bidang konseling. Tahun 1980-an mulai diterapkan dan ditingkatkan standardissi pelatihan konselor dan sertifikasi. Tahun 1981 Council of Accreditation of Counselling and Related Educational Programs (CACREP) dibentuk untuk menstandarkan pelatihan bagi konselor dalam semua kekhususannya. National Board for Certified Counselors (NBCC) yang dibentuk pada tahun 1983 mulai memberikan sertifikasi bagi konselor. Pada tahun 1983, APGA berganti nama menjadi American Association of Counseling and Development (AACD). Tahun 1990-an Pada tanggal 1 Juli 1992 AACD berganti nama menjadi American Counseling Association (ACA) untuk merefleksikan hubungan antara anggota asosiasi dan menguatkan kesatuan dan persatuan. Pedoman etik ACA dan standar CACREP direvisi. Pada tahun 1997, ASCA mengusulkan standar nasional untuk program konseling sekolah, DeWitt-Wallace-Readers Digest Fund mendirikan Transforming School Counseling Initiative (TSCI).

a. Filosofi Psikologi Belajar Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respons. Faktor yang terpenting dalam teori ini adalah masukan atau input (stimulus) dan keluaran atau output (respons) & faktor penguatan (reinforcement). b. Teori-teori dalam Psikologi Belajar 1) Teori Koneksionisme Thorndike, Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respons. 2) Teori Conditioning Watson, Menurut Watson, belajar adalah rangkaian interaksi antara stimulus dan respons harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur. 3) Teori Conditioning Edwin Guthrie, Edwin Guthrie menjelaskan bahwa hubungan antara stimulus dan respons cenderung hanya bersifat sementara. 4) Teori Operant Conditioning Skinner, Menurut Skinner, perubahan tingkah laku selalu dipengaruhi oleh hubungan antara stimulus dan respons dalam lingkungannya. 5) Teori Systematic Behavior Clark Hull, Hull berpendapat bahwa kebutuhan biologis dan pemuasannya sangat penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. c. Aplikasi Psikologi Belajar kegiatan belajar ditekankan sebagai aktivitas mimetic yang menuntut klien untuk dapat mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari.

Pengaruh Psikologi Humanisme Terhadap Psikologi Konseling


Muncul akibat reaksi atas aliran behaviorisme dan psikoanalisis. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang mudah sekali jalan pikirnya. Salah satu tokoh aliran ini, Abraham Maslow dan Viktor Frankl. Frankl berpendapat bahwa sebagai manusia, individu bebas memaknai kehidupannya sendiri.

Pengaruh Psikologi Konseling

Gestalt

Terhadap

Psikologi

Pengaruh Psikologi Kognitif Terhadap Psikologi Konseling Aliran kognitif adalah gerakan yang memandang manusia sebagai makhluk yang selalu berpikir (homo sapiens), paham ini tumbuh dipelopori oleh pemikiranpemikiran kaum rasionalisme. a. Ciri-Ciri Aliran Kognitif Mementingkan sesuatu yang ada dalam diri manusia., Mementingkan keseluruhan daripada bagian-bagian, Mementingkan peranan kognitif, Mementingkan kondisi waktu sekarang, Mementingkan pembentukan struktur kognitif., Mengutamakan keseimbangan dalam diri manusia, Mengutamakan insight (pengertian, pemahaman).

Psikologi Gestalt dikembangkan di Eropa sekitar tahun 1920-an. Psikologi Gestalt memperkenalkan suatu pendekatan belajar secara mendasar dengan teori asosiasi (behaviorism). Teori Gestalt menyebutkan bahwa yang dimaksud belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi melalui pengalaman. Teori Gestalt menyatakan bahwa terdapat dua aspek penting dalam pengamatan manusia, yaitu gestalt dan latar. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa objek atau peristiwa tertentu dipandang sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasi. Adapun prinsip-prinsip dasar Gestalt antara lain : a. Interaksi antara individu dan lingkungan. b. Prinsip-prinsip pengorganisasian.

A. Hatimi 11521001

Sejarah Konseling

-1909 Terdapat 3 orang yang sebagai pionir aitu Frank Parson, Jesse B. Davis, dan Clifford orang pertama yang memperkenalkan program ekolah. Tahun 1907 ia memberi saran supaya ri bimbingan dikelas seminggu sekali. tahun Boston, Frank Parson mendirikan Bostons ureau yang membantu pemuda dalam memilih uga Beers menulis buku A Mind That Found un 1909 ia menerbitkan buku yang berjudul A Vocation . Tahun 1910-an terdapat dua nting yaitu: 1) terbentuknya National Vocational ssociation (NVGA) dan 2) terjadinya Perang I). Pada masa ini konseling belum dikenal secara udah mulai terdengar gaungnya. Tahun 1920-an masa konsolidasi karena dimulainya pendidikan or di Universitas Harvard pada tahun 1911. minan pada masa ini adalah berkembangnya teori dan pemerintah mulai menggunakan layanan erhadap veteran perang. Tahun 1930-an mulai n teori pertama konseling yang diformulasi Williamson dan koleganya di Universitas ngan mengambil teori Frank Parson tentang trait mengembangkan suatu model konseling karir antu siswa dan penganggur

Tahun 1939 keterlibatan pemerintah dengan mendirikan US Employment Services yang kemudian menerbitkan Dictionary of Occupational Tittles (DOT) . Tahun 1940-an Tiga peristiwa utama pada dekade ini yaitu : 1) dikenalkannya teori humanistik oleh Carl Rogers; 2) terjadinya Perang Dunia II; dan 3) keterlibatan pemerintah dalam konseling. Tahun 1942, Rogers mempublikasikan buku Counseling and Psychotherapy yang menentang teori counselor centered approach yang dikembangkan Williamson. Rogers mengembangkan model konseling nondirective sebagai alternatif terapi, yang kemudian disebut konseling terpusat pada klien (client-centered). Tahun 1950-an, Rogers menerbitkan Client Centered Theraphy. Divisi 17 (counseling psychologist) didirikan pada tahun 1952 karena ada ketertarikan para psikolog untuk bekerja pada populasi yang normal. Tahun 1960-an terjadi eksplosi profesi konseling sekolah, semakin meningkatnya penelitian yang terfokus pada konseling dan ditingkatkannya standar untuk sertifikasi dan kinerja konselor sekolah. Tahun 1970-an CMHCA memperluas layanan anak dan remaja dengan penyakit mental. perkembangan helping skill program oleh Truax dan Carkhuff pada tahun 1967 dan Ivey pada tahun 1971. Pada masa ini dibentuk komite untuk menilai dan memberikan ijin praktek bagi konselor yang dikelola oleh APA dan APGA. Pada tahun 1973 Association of Counselor Educators and Supervisors (ACES) mulai menetapkan rambu-rambu bagi standardisasi program master dan doktoral dalam bidang konseling.

Tahun 1980-an mulai diterapkan dan ditingkatkan standardissi pelatihan konselor dan sertifikasi. Tahun 1981Council of Accreditation of Counselling and Related Educational Programs (CACREP) dibentuk untuk menstandarkan pelatihan bagi konselor dalam semua kekhususannya. National Board for Certified Counselors (NBCC) yang dibentuk pada tahun 1983 mulai memberikan sertifikasi bagi konselor. Pada tahun 1983, APGA berganti nama menjadi American Association of Counseling and Development (AACD). Tahun 1990-an Pada tanggal 1 Juli 1992 AACD berganti nama menjadi American Counseling Association (ACA) untuk merefleksikan hubungan antara anggota asosiasi dan menguatkan kesatuan dan persatuan. Pedoman etik ACA dan standar CACREP direvisi. Pada tahun 1997, ASCA mengusulkan standar nasional untuk program konseling sekolah, DeWitt-WallaceReaders Digest Fund mendirikan Transforming School Counseling Initiative (TSCI).

PENDEKATAN GESTALT Pendekatan konseling ini berpandangan bahwa manusia dalam kehidupannya selalu aktif sebagai suatu keseluruhan. Setiap individu bukan semata-mata merupakan penjumlahan dari bagian-bagian organ-organ seperti hati, jantung, otak, dan sebagainya, melainkan merupakan suatu koordinasi semua bagian tersebut. Pendekatan Realitas Pendekatan Ret Manusia padasarnya adalah unik yang memiliki kecenderungan untuk berpikir rasional dan irasional. Ketika berpikir dan bertingkahlaku rasional manusia akan efektif, bahagia, dan kompeten. Ketika berpikir dan bertingkahlaku irasional individu itu menjadi tidak efektif Berprinsip seseorang dapat dengan penuh optimis menerima bantuan dari terapist untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya dan mampu menghadapi kenyataan tanpa merugikan siapapun.

Pendekatan Client Centered 1. Manusia sebagai makhluk hidup yang dapat menentukan sendiri apa yang ia kerjakan dan yang tidak dia kerjakan, dan bebas untuk menjadi apa yang ia inginkan. Setiap orang bertanggung jawab atas segala tindakannya. 2. Manusia tidak pernah statis, ia selalu menjadi sesuatu yang berbeda, oleh karena itu manusia mesti berani menghancurkan pola-pola lama dan mandiri menuju aktualisasi diri 3. Setiap orang memiliki potensi kreatif dan bisa menjadi orang kreatif. Kreatifitas merupakan fungsi universal kemanusiaan yang mengarah pada seluruh bentuk self expression.

Teknik Konseling
Pendekatan Behaviour Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar. Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian

Konseling Sebagai Bantuan Tidak ada seorang manusia pun yang tidak membutuhkan bantuan dari orang lain. Menurut Lewis, alasan-alasan pokok seorang selalu membutuhkan konseling, yaitu : - Seseorang mengalami semacam ketidakpuasan pribadi, dan tidak mampu mengatasi atau mengurangi ketidakpuasan tersebut. -Seseorang memasuki dunia konseling dengan kecemasan, cemas memandang proses konseling itu sebenarnya seperti apa, bagaimana, dan macam-macam dugaan. -Seseorang yang membutuhkan konseling itu sebenarnya tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang sesuatu yang mungkin terjadi.

Nentrie Kinasih Saputri 11522014

Konseling Untuk Perubahan Tingkah Laku

Karakteristik Konseling

Seorang klien yang datang dengan kondisi psikologis tidak stabil, cenderung bersifat destruktif. Kondisi psikologis yang buruk menyebabkan cara berpikirnya pun irasional. Selanjutnya, manifestasi dari pikiran irasional menyebabkan tingkah laku yang irasional pula. Maka, di sinilah seorang konselor berperan mengubah tingkah laku irasional menjadi rasional kembali.

Konseling Kelompok
Konseling kelompok adalah sebagai suatu proses pertalian pribadi (interpersonal relationship) antara seorang atau beberapa konselor dengan sekelompok konseli yang dalam proses pertalian itu konselor berupaya membantu menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan konseli untuk menghadapi dan mengatasi persoalan atau halal yang menjadi kepedulian masingmasing konseli melalui pengembangan pemahaman, sikap, keyakinan, dan perilaku konseli yang tepat dengan cara memanfaatkan suasana kelompok.

Manfaat konseling kelompok : 1. Konseli dapat mengemukakan halhal yang paling penting bagi dirinya. 2. Mengidentifikasi bersama orag lain yang memiliki permasalahan yang sama. a. Meningkatkan kesadaran diri memallali perolehan balikan yang iklhas dan jujur dari orang lain. 3. Belajar menghormati perbedaan individu dan belajar mempelajari keunikan sendiri. 4. Memperoleh balikan yang cepat dari anggota kelompok dan peimpinan kelompok. 5. Meningkatkan keperayaan diri.

Sumber: Sayekti. 1997. Berbagai Pendekatan dalam Konseling. Yogyakarta: Menara Mass Offset Sofyan S. Willis. 2007. Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.