Anda di halaman 1dari 60

PERCOBAAN 1 A.

JUDUL Reaksi Pada Unsure Dan Senyawa Logam Alkali Dan Alkali Tanah

B. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan percobaan dan pengamatan pada praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat: Membandingkan kereaktifan beberapa unsure logam alkali dan alkali tanah Mengidentifikasi sifat-sifat beberapa senyawa logam alkali dan alkali tanah

C. DASAR TEORI Logam-logam Golongan 1 dan 2 dalam Susunan Berkala berturut-turut disebut logamlogam alkali dan alkali tanah karena logam-logam tersebut membentuk oksida dan hidroksida yang larut dalam air menghasilkan larutan basa. Logam-logam alkali dan alkali tanah disebut juga logam-logam blok s karena hanya terdapat satu atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron terluar ini menempati tipe orbital s (sub kulit s) dan sifat logam-logam ini seperti energi ionisasi (IE) yang rendah, ditentukan oleh hilangnya elektron s ini membentuk kation. Golongan 1 Logam Alkali yang kehilangan satu elektron s1 terluarnya menghasilkan ion M+ dan Golongan 2 Logam Alkali Tanah yang kehilangan dua elektron s2 terluarnya menghasilkan ion M2+. Sebagai akibatnya, sebagian besar senyawa dari unsur-unsur Golongan 1 dan 2 cenderung bersifat ionik. (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas) Unsur-unsur dalam satu golongan mempunyai banyak persamaan sifat kimianya. Sifat-sifat kimia ditentukan oleh elektron valensinya yaitu elektron yang terdapat pada kulit lintasan yang terluar. Karena elektron valensi unsur yang segolongan sama dengan sendirinya sifat kimianya juga sama (Sukardjo,1985:373)

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Logam Alkali Logam Alkali (Golongan IA) adalah unsur yang sangat elektropositif (kurang

elektronegatif). Umumnya, logam Alkali berupa padatan dalam suhu ruang. Unsur Alkali terdiri dari Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Sesium (Cs), dan Fransium (Fr). Fransium jarang dipelajari sebagai salah satu anggota unsur Golongan IA, sebab Fransium adalah unsur radioaktif yang tidak stabil dan cenderung meluruh membentuk unsur baru lainnya. Dari konfigurasi elektron unsur, masing-masing memiliki satu elektron valensi . Dengan demikian, unsur Alkali cenderung membentuk ion positif bermuatan satu (M+). (http://www.webelements.com) Dalam satu golongan, dari Litium sampai Sesium, jari-jari unsur akan meningkat. Letak elektron valensi terhadap inti atom semakin jauh. Oleh sebab itu, kekuatan tarikmenarik antara inti atom dengan elektron valensi semakin lemah. Dengan demikian, energi ionisasi akan menurun dari Litium sampai Sesium. Hal yang serupa juga ditemukan pada sifat keelektronegatifan unsur . Secara umum, unsur Alkali memiliki titik leleh yang cukup rendah dan lunak, sehingga logam Alkali dapat diiris dengan pisau. Unsur Alkali sangat reaktif, sebab mudah melepaskan elektron (teroksidasi) agar mencapai kestabilan (konfigurasi elektron ion Alkali menyerupai konfigurasi elektron Gas Mulia). Dengan demikian, unsur Alkali jarang ditemukan bebas di alam. Unsur Alkali sering dijumpai dalam bentuk senyawanya. Unsur Alkali umumnya bereaksi dengan unsur lain membentuk senyawa halida, sulfat, karbonat, dan silikat. (Ahmad; Kimia Unsur dan radiokimia; 2001: 109) Logam-logam alkali mempunyai beberapa sifat fisik seperti; semuanya lunak, putih mengkilat, dan mudah dipotong. Jika logam-logam tersebut dibiarkan terbuka, maka permukaanya akan menjadi suram. Karena logam-logam tersebut mudah bereaksi dengan air atau oksigen, biasanya disimpan dalam minyak tanah. (Team Teaching; Penuntun Praktikum Kimia Anorganik; 2010: 1)
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Natrium dan Kalium terdapat dalam jumlah yang melimpah di alam. Keduanya terdapat dalam mineral seperti albite (NaAlSi3O8) dan ortoklas (KAlSi3O8). Selain itu, mineral lain yang mengandung Natrium dan Kalium adalah halite (NaCl), Chile saltpeter (NaNO3), dan silvit (KCl). Logam Natrium dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl (proses Down). Titik leleh senyawa NaCl cukup tinggi (801C), sehingga diperlukan jumlah energi yang besar untuk melelehkan padatan NaCl. Dengan menambahkan zat aditif CaCl2, titik leleh dapat diturunkan menjadi sekitar 600C, sehingga proses elektrolisis dapat berlangsung lebih efektif tanpa pemborosan energi. Sebaliknya, logam Kalium tidak dapat diperoleh melalui metode elektrolisis lelehan KCl. Logam Kalium hanya dapat diperoleh melalui reaksi antara lelehan KCl dengan uap logan Natrium pada suhu 892C. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Na(g) + KCl(l) <> NaCl(l) + K(g) Natrium dan Kalium adalah unsur logam yang sangat reaktif. Logam Kalium lebih reaktif dibandingkan logam Natrium. Kedua logam tersebut dapat berekasi dengan air membentuk hidroksida. Saat direaksikan dengan oksigen dalam jumlah terbatas, Natrium dapat membentuk oksidanya (Na2O). Namun, dalam jumlah oksigen berlebih, Natrium dapat membentuk senyawa peroksida (Na2O2). 2 Na(s) + O2(g) > Na2O2(s) Natrium peroksida bereaksi dengan air menghasilkan larutan hidroksida dan hidrogen peroksida. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Na2O2(s) + 2 H2O(l) > 2 NaOH(aq) + H2O2(aq) Sama seperti Natrium, logam Kalium dapat membentuk peroksida saat bereaksi dengan oksigen berlebih. Selain itu, logam Kalium juga membentuk superoksida saat dibakar di udara. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : K(s) + O2(g) > KO2(s)

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Saat Kalium Superoksida dilarutkan dalam air, akan dibentuk gas oksigen. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 2 KO2(s) + 2 H2O(l) > 2 KOH(aq) + O2(g) + H2O2(aq) Unsur Natrium dan Kalium berperan penting dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Ion Natrium dan ion Kalium terdapat dalam cairan intraseluler dan ekstraseluler. Keduanya berperan penting dalam menjaga tekanan osmosis cairan tubuh serta mempertahankan fungsi enzim dalam mengkatalisis reaksi biokimia dalam tubuh. (http://ww.chems-is-try.org/materi-kimia/ALKALI)

Alkali Tanah (Alkaline Earth) Unsur Alkali Tanah mempunyai sifat yang menyerupai unsur Alkali. Unsur Alkali

Tanah umumnya merupakan logam, cenderung membentuk ion positif, dan bersifat konduktif, baik termal maupun elektrik. Unsur Alkali Tanah kurang elektropositif (lebih elektronegatif) dan kurang reaktif bila dibandingkan unsur Alkali. Semua unsur Golongan IIA ini memiliki sifat kimia yang serupa, kecuali Berilium (Be). Yang termasuk unsur Golongan IIA adalah Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Radium jarang dipelajari sebagai salah satu anggota unsur Golongan IIA, sebab Radium adalah unsur radioaktif yang tidak stabil dan cenderung meluruh membentuk unsur baru lainnya. Konfigurasi elektron menunjukkan unsur-unsur Golongan IIA memiliki dua elektron valensi. Dengan demikian, untuk mencapai kestabilan, unsur Golongan IIA melepaskan dua elektron membentuk ion bermuatan positif dua (M2+). Dalam satu golongan, dari Berilium sampai Barium, jari-jari unsur meningkat. Peningkatan ukuran atom diikuti dengan peningkatan densitas unsur. Sebaliknya, energi ionisasi dan keelektronegatifan berkurang dari Berilium sampai Radium. Semakin besar jarijari unsur, semakin mudah unsur melepaskan elektron valensinya. Potensial standar reduksi (Ered) menurun dalam satu golongan. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan reduktor meningkat dalam satu golongan dari Berilium sampai Barium. Magnesium adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (urutan keenam, sekitar 2,5% massa kerak bumi). Beberapa bijih mineral yang mengandung logam
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Magnesium, antara lain brucite, Mg(OH)2, dolomite (CaCO3.MgCO3), dan epsomite (MgSO4.7H2O). Air laut merupakan sumber Magnesium yang melimpah (1,3 gram Magnesium per kilogram air laut). Magnesium diperoleh melalui elektrolisis lelehan MgCl2. Magnesium tidak bereaksi dengan air dingin. Magnesium hanya bereaksi dengan air panas (uap air). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Mg(s) + H2O(g) > MgO(s) + H2(g) Magnesium juga bereaksi dengan udara membentuk Magnesium Oksida dan Magnesium Nitrida. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : 2 Mg(s) + O2(g) > 2 MgO(s) 3 Mg(s) + N2(g) > Mg3N2(s) Magnesium Oksida bereaksi lambat dengan air menghasilkan Magnesium Hidroksida (milk of magnesia), yang digunakan sebagai zat aktif untuk menetralkan asam lambung berlebih. Reaksi pembentukan milk of magnesia adalah sebagai berikut : MgO(s) + H2O(l) > Mg(OH)2(s) Logam Magnesium terutama digunakan dalam bidang konstruksi. Sifatnya yang ringan menjadikannya sebagai pilihan utama dalam pembentukan alloy (paduan logam). Logam Magnesium juga digunakan dalam proteksi katodik untuk mencegah logam besi dari korosi (perkaratan), reaksi kimia organik (reaksi Grignard), dan sebagai elektroda baterai . Sementara itu, dalam sistem kehidupan, ion Mg2+ ditemukan dalam klorofil (zat hijau daun) tumbuhan dan berbagai enzim pada organisme yang mengkatalisis reaksi biokimia penunjang kehidupan. (http://aatunhalu.wordpress.com/2010/10/11/alkali-tanah-2/)

Untuk membedakan unsur-unsur Golongan IIA, dapat dilakukan pengujian kualitatif melalui tes nyala. Saat masing-masing unsur dibakar dengan pembakar Bunsen, akan dihasilkan warna nyala yang bervariasi. Magnesium menghasilkan nyala berwarna putih

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

terang, Kalsium menghasilkan nyala berwarna merah bata, Stronsium menghasilkan nyala berwarna merah terang, sedangkan Barium menghasilkan nyala berwarna hijau. Garam yang terbentuk dari unsur Golongan IIA merupakan senyawa kristalin ionik tidak berwarna. Garam tersebut dapat dibentuk melalui reaksi logam, oksida logam, atau senyawa karbonat dengan asam. Berikut ini adalah contoh beberapa reaksi pembentukan garam : 1. Mg(s) + 2 HCl(aq) > MgCl2(aq) + H2(g) 2. MgO(s) + 2 HCl(aq) > MgCl2(aq) + H2O(l) 3. MgCO3(s) + 2 HCl(aq) > MgCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g) Senyawa nitrat mengalami penguraian termal membentuk oksida logam, nitrogen dioksida, dan gas oksigen. Sebagai contoh : 2 Mg(NO3)2(s) > 2 MgO(s) + 4 NO2(g) + O2(g) Senyawa karbonat mengalami penguraian termal membentuk oksida logam dan gas karbon dioksida. Sebagai contoh : BaCO3(s) > BaO(s) + CO2(g) D. ALAT DAN BAHAN Alat

Corong

Batang Pengaduk

Tabung Reaksi

Pipa U

Spatula

Pipet Tetes

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Gelas Kimia

Kaca Arloji

Gelas Ukur

Pembakar Bunsen Bahan Kertas lakmus Serbuk Mg MgO Ca(OH)2 Phenopthalein -

Penagas

Neraca Analitik

MgCO3 CaCO3 BaCO3 NaOH 0,1 M Na2CO3

- Ba(OH)2 - MgCl2.xH2O 0,1 M - BaCl2.xH2O 0,1 M - CaCl2.xH2O 0,1 M - H2SO4 0,1 M

E. Prosedur kerja Reaksi dengan air


Logam Mg

Dimasukan kedalam gelas kimia yang berisi air dingin Ditambahkan dengan indicator PP Mengamati reaksinya Bila reaksi dengan air dingin lambat, maka diganti dengan air panas Dibiarkan 30 menit reaksinya dan pereaksi hasil

Serbuk Mg larut sebagian dan berwarna keruh. Lama-kelamaam berwarna ungu mudah, dan reaksi yang terjadi adalah timbulnya gas dalam waktu 30 menit

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Sifat asam basa


MgO Ca(OH)2 Ba(OH)2

Ditimbang masing-masing sebanyak 0,01 gr Dimasukan berbeda Masing-masing ditambahkan 10 ml air dikocok kedalam gelas kimia yang

Larutan MgO

Larutan Ca(OH)2

Larutan Ba(OH)2

Masing-masing ditambahkan indicator PP Memeriksa pH masing-masing larutan o Larutan MgO Berwarna Putih, pH=8 o Larutan Ba(OH)2 Berwarna Bening, pH=11 o Larutan Ca(OH)2 Berwarna Keruh, pH=10

Hidrolisi klorida
MgCl2.x H2O CaCl2.xH2O BaCl2.xH2O

Masing-masing dimasukan kedalam tabung reaksi berbeda Dipanaskan Diperiksa adanya gas hydrogen yang

o Serbuk MgCl2 mencair terbentuk o Serbuk BaCl2 tidak mencair o Serbuk CaCl2 tidak mencair tetapi terdapat sedikit gas 47 menit

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Kestabilan thermal karbonat


MgCO3 CaCO3 BaCO3

Masing-masing dimasukan kedalam tabung reaksi berbeda Dipanaskan dengan mengalirkan uapnya kedalam air kapur Mencatat kecepatan timbulnya gas dan tingkat kekeruhan air Kecepatan timbulnya gas pada pemanasan tersebut yaitu MgCO3> CaCO3> BaCO3

Kelarutan beberapa senyawa dari unsure logam alkali


2 ml larutan Mg+ 0,01 M 2 ml larutan Ca+ 0,01 M 2 ml larutan Ba+ 0,01 M

- Masing-masing dimasukan kedalam tabung reaksi berbeda - Ditambahkan 2 ml larutan NaOH kedalam masingmasing tabung - Diamati dan dicatat endapan yang terbentuk - Mengulangi percobaan yang sama tetapi NaOH diganti dengan larutan Sulfat dan karbonat 0,1 M
Warna larutan bermacam-macam, tetapi untuk yang direaksikan dengan NaOH dan karbonat tidak terbentuk endapan dan untuk sulfat terbentuk endapan hanya Ca+ dan Ba+

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

F. HASIL PENGAMATAN Percobaan Perlakuan 1 o Memasukan sekeping Pengamatan

logam Magnesium kedalam air dingin dalam gelas kimia o Menambahkan indikator PP o Serbuk Mg larut sebagian dan berwarna keruh. Lama-kelamaam berwarna ungu adalah

mudah, dan reaksi yang terjadi timbulnya gas dalam waktu 30 menit 2 o Memasukan serbuk MgO, o Larutan MgO Berwarna Putih Ca(OH)2, dan Ba(OH)2 o Larutan Ba(OH)2 Berwarna Bening 0,01 gr kedalam masing- o Larutan Ca(OH)2 Berwarna Keruh masing tabung reaksi dan ditambahkan 10 ml air dan selanjutnya dikocok o Di uji Ph larutan MgO, Ca(OH)2, dan Ba(OH)2 o Ph Larutan MgO = 8 = Basa o Ph Larutan Ba(OH)2 = 11 = Basa o Ph larutan Ca(OH)2 = 10 = Basa 3 o Memasukan MgCl2,CaCl2, o Serbuk MgCl2 mencair dan BaCl2 masing-masing o Serbuk BaCl2 tidak mencair

dengan indikator universal

kedalam tabung reaksi yang o Serbuk CaCl2 tidak mencair tetapi terdapat berbeda o Meemasukan kedalam sedikit gas 47 menit

almari asam serbuk diaduk dengan batang pengaduk yang dibasahi larutan perak nitrat 4 o Memanaskan MgCO3,CaCO3, dan BaCO3 dalam tiga tabung reaksi yang berbeda o Larutan MgCO3 timbul gas pada waktu 4,35 menit. Kekeruhan air kapur semakain hilang (air kapur jernih)

selama o Larutan CaCO3 timbul gas pada waktu 4,24


@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

beberapa menit

menit dan kekeruhan air kapur juga semakin hilang o Larutan BaCO3 timbul gas pada waktu 2,06 menit dan kekeruhan air kapur juga semakin hilang

o Memasukan masing-masing 2 ml MgCl2, CaCl2, dan BaCl2 kedalam tabung reaksi yang berbeda o Menambahkan 2 ml NaOH 0,1 M kedalam masing- o MgCl2 + NaOH = keruh sedikit orange dan masing larutan pada tabung reaksi o Mengulangi percobaan,tetapi tidak ada endapan o CaCl2 + endapan NaOH o BaCl2 + NaOH = merah muda dan tanpa endapan o MgCl2 + Na2CO3 = keruh dan tanpa endapan o CaCl2 + Na2CO3 = keruh dan ada endapan putih o BaCl2 + Na2CO3 = keruh dan ada endapan putih o MgCl2 + H2SO4 = bening dan tidak ada endapan o CaCl2 + H2SO4 = bening dan tidak ada endapan o BaCl2 + H2SO4 = keruh dan tidak ada endapan NaOH = keruh dan tidak ada

diganti dengan H2SO4 dan Na2CO3.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

G. Pembahasan Reaksi dengan air Dalam eksperimen ini, percobaan yang akan dilakukan sebenarnya melibatkan beberapa unsure logam seperti K, Ca, Mg, dan Na. Tetapi untuk eksperimen kali ini kita hanya melakukan pengujian pada logam Mg saja. Pada eksperimen ini, langkah awal yang di lakukan adalah memasukan serbuk logam Mg kedalam air dingin yang terdapat dalam gelas kimia. Dalam perlakuan ini, digunakan serbuk logam Mg sekecil mungkin supaya reksi berlangsung cepat. Selanjutnya, kita tambahkan indicator PP untuk memepercepat terjadi reaksi dan kita amati reaksi yang terjadi. Tetapi, reaksi yang terjadi sangat lambat pada air dingin. Maka, alternatifnya serbuk Mg direaksikan dengan air panas dan reaksinya pun berlangsung lebih cepat daripada dengan air dingin. Dimana serbuk Mg larut sebagian dan larutan menjadi keruh dan lama-kelamaan berubah menjadi ungu mudah serta jika diperhatikan terdapatnya gelembung-gelembung gas. Waktu yang diperlukan dalam percobaan ini sendiri 30 menit. Magnesium tidak bereaksi dengan air dingin. Magnesium hanya bereaksi dengan air panas (uap air). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Mg(s) + H2O(g) > MgO(s) + H2(g) Dalam reaksi dengan air, logam alkali tanah bertindak sebagai reduktor. Dimana pada reaksi dengan air, zat yang direduksi adalah air.

Sifat asam basa Dalam eksperimen ini, hal pertama yang dilakukan adalah kita persiapkan terlebih

dulu 3 buah tabung reaksi. Selanjutnya kedalam ketiga buah tabung reaksi tersebut, masingmasing dimasukan 0,01 gr serbuk MgO, Ca(OH)2, dan Ba(OH)2. Kemudian serbuk yang sudah ada kita tambahkan 10 ml air kedalam masing-masing tabung tersebut dan selanjutnya kita kocok. Setelah itu ditambahkan 3 tetes indicator universal (PP) pada masing-masing tabung reaksi dan selanjutnya langsung kita tentukan pHnya.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Pada tabung I, diperoleh pH larutan Mg(OH)2 yaitu 8 artinya larutan bersifat basa dan larutannya sendiri adalah putih. Persamaan reaksinya adalah: Mg + H2O Mg(OH)2

Jika MgO digantikan dengan magnesium hidroksida, maka zat yang dihasilkan tidak akan sama. Hal ini disebabkan MgO bersifat asam sedangkan magnesium hidroksida bersifat basa. Pada tabung ke-II diperoleh pH larutan Ca(OH)2 adalah 10 artinya larutan bersifat basa dan warna larutan adalah keruh, persamaan reaksinya sendiri adalah: CaOH + H2O Ca(OH)2 + H2

Selanjutnya untuk tabung terakhir/III diperoleh pH larutan Ba(OH)2 12 dan warna larutannya bening. Persamaan reaksinya adalah: BaOH + H2O Ba(OH)2 + H2

Jika kita bandingkan kekuatan sifat basa hidroksida dengan jari-jari ion, sifat basa alkali tanah makin besar dengan bertambahnya nomor atom dan begitu juga dengan jari-jari atom semakin besar pula.

Hidrolisis klorida Dalam percobaan hidrolisis klorida ini, langkah awal yang dilakukan adalah

mengambil garam MgCl2, CaCl22, dan BaCl2 yang selanjutnya kita masukkan kedalam masing-masing tabung reaksi. Langkah berikutnya kita panaskan menggunakan penangas air di dalam almari asam. Selanjutnya kita periksa apakah gas hydrogen yang terbentuk dengan cara menggunakan batang pengaduk yang kita basahi terlebih dahulu dengan larutan perak nitrat. Pada saat dilakukan pemanasan 47 menit, hanya tabung yang berisi CaCl2 yang menunjukan adanya gas dan untuk BaCl2 dan MgCl2 garam tidak ada tanda-tanda timbulnya gas. Persamaan reaksi yang terjadi adalah:
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

CaCl2 BaCl2 MgCl2

+ + +

2H2O 2H2O 2H2O

Ca(OH)2 Ba(OH)2 Mg(OH)2

+ + +

2HCl 2HCl 2HCl

Kestabilan thermal karbonat Dalam eksperimen kestabilan thermal karbonat, langkah awal yang dilakukan adalah

menyiapkan 3 buah tabung reaksi dimana kedalam masing-masing tabung reaksi tersebut diisi dengan garam karbonat dari MgCO3, BaCO3, dan CaCO3. Setelah sampel yang akan kita gunakan selesai dimasukkan kedalam tabung, langkah selanjutnya adalah pemanasan hingga beberapa menit serta mencatat waktu timbulnya gas dan tingkat kekeruhan air kapur yang sudah kita hubungkan sebelumnya dengan menggunakan pipa U. dalam tabung reaksi I yang berisi MgCO3 setelah kita panaskan terurai menjadi; MgCO3
panas

MgO(s)

CO2(g)

Dari proses pemanasan ini ada timbulnya gas dan kekeruhan air kapur semakin hilang dengan waktu pemanasan 4,35 menit. Pada tabung yang keduayang berisi CaCO3 setelah melalui proses pemanasan terurai menjadi; CaCO3
panas

CaO(s) + CO2(s)

Dan timbulnya gas serta kekeruhan air kapur semakin hilang dengan waktu yang digunakan adalah 4,24 menit. Sedangkan untuk tabung yang terakhir yang berisi BaCO3 setelah proses pemanasan terurai menjadi; BaCO3
panas

BaO(s) + CO2(s)

Dan timbulnya gas sendiri pada waktu 2,06 menit.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Jika dilihat dari kecenderungan kestabilan thermal dari karbonat alkali tanah maka MgCO3 memiliki kestabilan thermal yang lebih besar. Hal ini dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk proses pemanasan lebih lama jika dibandingkan dengan BaCO3 dan CaCO3. Jika dilihat dari waktu yang dibutuhkan pada proses pemanasan maka MgCO3> CaCO3> BaCO3 kestabilan thermalnya.

Kelarutan beberapa senyawa unsure alkali tanah Dalam exxperimen yang terakhir ini, langkah awal yang kita buat adalah memasukkan

2 ml larutan Mg2+, Ca2+, Ba2+ 0,1 M kedalam tiga tabung reaksi yang berbeda. Setelah itu kita tambahkan 2 ml larutan NaOH 0,1 M kedalam masing-masing tabung. Setelah itu, amati dan mencatat reaksi yang terjadi, apakah terjadi endapan dan bagaimanakah warna larutannya. Untuk dapat mengetahui apa yang terjadi dan apa-apa saja yang dihasilkan, maka data tersebut disajikan pada table berikut: Tabung Perlakuan o MgCl2 + NaOH I o CaCl2 + NaOH o BaCl2 + NaOH o MgCl2 + Na2CO3 II o CaCl2 + Na2CO3 o BaCl2 + Na2CO3 o MgCl2 + H2SO4 III o CaCl2 + H2SO4 o BaCl2 + H2SO4 Pengamatan = keruh sedikit orange dan tidak ada endapan = keruh dan tidak ada endapan = merah muda dan tanpa endapan = keruh dan tanpa endapan = keruh dan ada endapan putih = keruh dan ada endapan putih = bening dan tidak ada endapan = bening dan tidak ada endapan = keruh dan tidak ada endapan

H. KESIMPULAN Logam-logam Golongan 1 dan 2 dalam Susunan Berkala berturut-turut disebut logamlogam alkali dan alkali tanah karena logam-logam tersebut membentuk oksida dan hidroksida yang larut dalam air menghasilkan larutan basa.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Logam-logam alkali dan alkali tanah disebut juga logam-logam blok s karena hanya terdapat satu atau dua elektron pada kulit terluarnya. Elektron terluar ini menempati tipe orbital s (sub kulit s) dan sifat logam-logam ini seperti energi ionisasi (IE) yang rendah, ditentukan oleh hilangnya elektron s ini membentuk kation. Golongan 1 Logam Alkali yang kehilangan satu elektron s1 terluarnya menghasilkan ion M+ dan Golongan 2 Logam Alkali Tanah yang kehilangan dua elektron s2 terluarnya menghasilkan ion M2+. Sebagai akibatnya, sebagian besar senyawa dari unsur-unsur Golongan 1 dan 2 cenderung bersifat ionik.

I. JAWABAN PERTANYAAN Percobaan I

1. Mg(s) + H2O(g) > MgO(s) + H2(g) 2. Berhubung hanya Mg yang kita pakai dalam percobaan 1 ini, maka kita tidak bias membandingkan. Hanya untuk Mg bereaksi sangat lambat dalam air dingin sedangkan dengan air panas cepat reaksinya 3. Dalam reaksi dengan air, logam alkali tanah bertindak sebagai reduktor. Dimana pada reaksi dengan air, zat yang direduksi adalah air.

Percobaan II

4. Pada tabung I, diperoleh pH larutan Mg(OH)2 yaitu 8. Pada tabung ke-II diperoleh pH larutan Ca(OH)2 adalah 10. Selanjutnya untuk tabung terakhir/III diperoleh pH larutan Ba(OH)2 12. 5. Mg CaOH BaOH + H2O + + H2O H2O Mg(OH)2 Ca(OH)2 Ba(OH)2 + H2 + H2

6. Jika MgO digantikan dengan magnesium hidroksida, maka zat yang dihasilkan tidak akan sama. Hal ini disebabkan MgO bersifat asam sedangkan magnesium hidroksida bersifat basa. 7. Jika kita bandingkan kekuatan sifat basa hidroksida dengan jari-jari ion, sifat basa alkali tanah makin besar dengan bertambahnya nomor atom dan begitu juga dengan jari-jari atom semakin besar pula.
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Percobaan 3

8. Ada, yaitu timbulnya gas pada CaCl2 9. Ada, yaitu air pada senyawa yang digunakan tersebut menguap sehingga yang tersisa adalah CaCl2 anhidrat. 10.

11.

Percobaan 4 MgCO3 CaCO3 BaCO3


panas

MgO(s) +CO2(g) CaO(s) + CO2(s) BaO(s) + CO2(s)

panas

panas

12. Kestabilan thermalnya MgCO3> CaCO3> BaCO3 13. Percobaan 5

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

DAFTAR PUSTAKA Team Teaching Kimia Anorganik. 2010. Modul Praktikum. Gorontalo:UNG Achmad, Hiskia. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Svehla,G. Vogel. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka http://www.webelements.com http://ww.chems-is-try.org/materi-kimia/ALKALI http://aatunhalu.wordpress.com/2010/10/11/alkali-tanah-2/

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

PERCOBAAN 2 A. JUDUL Reaksi Pada Unsure Dan Beberapa Senyawa Halogen

B. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan percobaan dan pengamatan pada praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat: Membuat beberapa unsur-unsur halogen Membandingkan kereaktifan dan sifat-sifat unsure-unsur halogen serta beberapa persenyawaannya.

C. DASAR TEORI Unsure-unsur halogen termasuk unsure non logam yang paling reaktif. Unsure-unsur ini merupakan oksidator kuat dan sangat reaktif sehingga di alam tidak ditemukan dalam keadaan bebas. Unsure-unsur halogen ini dapat diperoleh dengan menggunakan dasar oksida ion halide yang ada 2X- (aq) X2 (g) + 2e(Penuntun praktikum anorganik) Unsur-unsur halogen VIIA, yaitu fluor, klor, brom dan iod, tidak terdapat bebas di alam, tetapi bersenyawa dengan unsur lain karena reaktif. Unsur halogen disebut halogen (Yunani; halogen = garam), karena umumnya ditemukan dalam bentuk garam anorganik. Hal dalam bentuk bebas selalu berupa diatomik, karena tiap atom memerlukan 1 elektron untuk membentuk ikatan kovalen. Unsur-unsur halogen mempunyai konfigurasi elektron ns2 np5 dan merupakan unsurunsur yang paling elektronegatif, oleh karena itu selalu mempunyai bilangan oksidasi (-1), kecuali fluor yang selalu univalen, unsur-unsur ini dapat juga mempunyai bilangan oksidasi (+1), (+III), (+V) dan (+VII). Bilangan oksidasi (+IV) dan (+VI) merupakan anomali, terdapat dalam oksida ClO2, Cl2O6, dan BrO3. Kecenderungan kuat dari atom F dan Cl untuk menarik elektron mengakibatkan bentuk yang sering ditemukan di alam adalah bentuk ion Fdan Cl-, serta kesulitan dalam pembuatan unsur murni dari bentuk ionnya.
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Kenaikan titik didih dan leleh dengan bertambahnya nomor atom, dijelaskan dengan fakta bahwa molekul-molekul yang lebih besar mempunyai gaya tarik menarik Van der waals yang lebih besar daripada yang mempunyai molekul-molekul yang lebih kecil. Karena kelektronegatifan halogen relatif lebih besar dibandingkan unsur lain, maka halogen bersifat menarik elektron atau pengoksidasi. Kemampuan mengoksidasi halogen berkurang dari atas ke bawah. Akibatnya unsur yang di atas dapat mengoksidasi unsur yang berada dibawahnya, tetapi tidak sebaliknya. http://www.scribd.com/doc/13743595/Golongan-Identifikasi-unsur Dengan perkecualian He, Ne dan Ar, semua unsur dalam tabel berkala membentuk halida. Halida ionik atau kovalen adalah senyawaan umum yang paling penting. Mereka sering paling mudah dibuat dan digunakan secara meluas bagi sintesis senyawa lain. Dalam hal suatu unsur mempunyai lebih dari satu valensi, halida seringkali dikenal sebagai senyawaan tingkat oksidasi. Terdapat juga kimiawi senyawaan halogen organik yang luas dan beragam, senyawaaan fluor, teristimewa dalam hal F menggantikan H secara sempurna yang memilki sifat-sifat khusu. Berikut ini sifat fisik dak kimia halogen:
X2 1. Molekulnya 2. Wujud zat (suhu kamar) Fluor (F2) Diatom Gas Klor (Cl2) Brom (Br2) Cair Coklat merah Coklat Iodium (I2) Padat Ungu

Gas Kuning 3. Warna gas/uap Kuning muda hijau 4. Pelarutnya (organik) CCl4, CS2 5. Warna larutan (terhadap pelarut Tak Tak berwarna 4) berwarna 6. Kelarutan oksidator 7. Kereaktifan terhadap gas H2

Ungu

(makin besar sesuai dengan arah panah) X = Br X = I X = Cl, Br, I dan I Tidak dapat Br2 + KX 8. Reaksi pengusiran pada senyawa F2 + 2KX Cl2 + 2KX mengusir F, halogenida 2KBr + 2KCl 2KF X2 Cl, Br X2 + X2 2 M + nX2 2MXn (n = valensi logam tertinggi) 9. Reaksi dengan logam (M) 10. Dengan basa kuat MOH X2 + 2MOH MX + MXO + H2O (auto redoks) (dingin) 3X2 + 6MOH 5MX + MXO3 + 3H2O (auto 11. Dengan basa kuat (panas) redoks) 12. Pembentukan asam oksi Membentuk asam oksi kecuali F

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

D. Alat dan Bahan Alat

Corong

Batang Pengaduk

Tabung Reaksi

Gelas Kimia

Spatula

Pipet Tetes

Pembakar Bunsen

Cawan Penguapan

Gelas Ukur

Penagas

Neraca Analitik

Pipa U

Porselin Bahan MnO2 KMnO4 K2Cr2O7 HCl pekat NaBr 0.1 H2SO4 pekat CCl4 Kristal KI Larutan kanji

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

E. Prosedur Kerja Pembuatan dan sifat-sifat klorin o Pembuatan klorin


MnO2, KMnO4, K2Cr2O7, PbO2

o Ditimbang 0,1 gr o Dimasukan dalam tabung reaksi berbeda o Ditambahkan HCl pekat pada masing-masing tabung o Diamati
Terdapat gelembung gas dan terjadi perubahan warna. Hanya pada MnO2 saja yang tidak terjadi gelembung gas

Pembuatan dan sifat-sifat dari bromine dan iodine o Pembuatan dan sifat-sifat bromine

NaBr 0,1 gr

Batu kawi (MnO2) 0,1 gr

Dimasukan kedalam 1 tabung reaksi Ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat Amati gas dan alirkan gas yang keluar dalam tabung reaksi yang berisi air 2 ml

Dikocok Ditambahkan 1 ml kloroform atau karbon tetra klorida Dikocok dan amati

Timbul gas dan warna larutan berubah menjadi warna kekuninganan

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

o Pembuatan dan sifat-sifat iod

0,2 gr Kristal KI

0,2 gr batu kawi (MnO2)

Kristal Iod

Dicampur dalam porselin Dibasahi dengan H2SO4 pekat Porselin diletakan pada cawan penguapan Dipanaskan Diamati warna gas iod Setelah dingin, diambil Kristal iod

Dilarutkan dalam 2-3 ml air Larutan dibagi 2

Larutan 1

Larutan 2

Ditambahkan 1 ml kloroform atau CCl4 Dikocok dan diamati

Ditambahkan larutan kanji diamati

Terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas kekuningan dan Lapisan bawah ungu muda Larutan berubah warna dari kuning menjadi biru

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

F. Hasil Pengamatan No 1. Percobaan 1: pembuatan klorin Perlakuan 0,1 gr KMnO4 + HCl 0,1 gr PbO2 + HCl 0,1 gr MnO2 + HCl 0,1 gr K2Cr2O7 + HCl Pengamatan

Dimasukan masing-masing kedalam tabung rekasi berbeda: Terdapat gelembung gas. Warnanya berubah

menjadi hijau kecoklatan dan terdapat endapan Terdapat gelembung gas. Warnanya berubah

menjadi hijau tua dan terdapat endapan Tidak terdapat gelembung gas. Warnanya hitam dan terdapat endapan Terdapat gelembung gas. Larutan berwarna orange dan terdapat endapan orange

Percobaan 2. Pembuatan dan sifat-sifat bromine

a. Pembuatan bromin No 1. Perlakuan Pengamatan

0,1 gr MnO2 + 0,1 gr gr NaBr + Timbul uap gas H2SO4 dengan menggunakan pipa U

2. 3. 4.

Dikocok Ditambahkan 1 ml CCl4 Dikocok Warna larutan berubah kekuningan Warna larutan tetap

b. Pembuatan dan sifat iod No 1. Perlakuan Mencampurkan 0,2 gr KI dan 0,2 gr Timbul gas batu kawi (MnO2) dalam kursibel porselin 2. Dipanaskan Timbul uap iod pada dinding corong yang iodnya berwarna kuning 3. Didinginkan Warna uap iod pada dinding corong
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Pengamatan

berwarna merah bata. 4. Diambil Kristal iod yang terbentuk pada Larutan berwarna kuning dinding corong dengan cara melarutkan dengan 2-3 ml air. 5. Larutan dibagi 2 bagian Larutan 1 o Ditambah 1 ml CCl4 o Dikocok o Terbentuk 2 lapisan o Lapisan atas kekuningan o Lapisan bawah ungu muda Larutan 2 o Ditambah larutan kanji o Dikocok o Larutan berubah warna dari kuning menjadi biru

G. Pembahasan Dalam eksperimen modul ini, kita akan melaksanakan percobaan tentang pembuatan dan sifat-sifat klorin, bromine dan iodine. Pembuatan Klorin Dalam prosedur yang pertama ini, langkah awal yang dilakukan adalah menimbang 0,1 gr MnO2, KMnO4, K2Cr2O7, dan PbO2. Selanjutnya masing sampel ini dimasukan kedalam tabung reaksi yang berbeda. Setelah sampel sudah di tabung reaksi, maka sampel ditambahkan beberapa tetes HCl. Setelah diamati ternyata terjadi perubahan seperti berikut; Pada tabung yang berisi MnO2 yang direaksikan dengan HCl ternyata terdapat gelembung gas dan warnanya berubah menjadi hijau kecoklatan serta terdapat endapan. Sesuai persamaan berikut: 4HCl + MnO2 MnCl2 + 2H2O + Cl2

Selanjutnya untuk KMnO4 yang direaksikan dengan HCl ternyata tidak terdapat gelembung gas, terdapat endapan tetapi berubah warna menjadi hitam. Sesuai persamaan berikut:
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

2KMnO4 + 16HCl

5Cl2 + 2MnCl2 + 2KCl + 8H2O

Selanjutnya untuk PbO2 terdapat gelembung gas dan warnanya berubah menjadi hijau tua serta terdapat endapan. Reaksinya PbO2 + 4HCl PbCl4 + 2 H2O

Sedangkan untuk K2Cr2O7 ternyata terdapat gelembung gas dan larutan berwarna orange serta terdapat endapan orange. Reaksi antara MnO4, PbO2, K2CrO7 dengan HCl, dan KMnO4 dengan HCL, diketahui bahwa reaksi KMnO4 berlangsung sangat cepat dalam proses oksidasi. Karena KMnO4 merupakan oksidator kuat daripada yang lain. Dalam mudahnya oksdasi, maka ion-ion halide dapat ditulis sebagai berikut: I- > Br - > Cl - > F Maksudnya ion iod lebih mudah mengalami oksidasi dibandingkan ion Br - , Cl - , F . Iod halide mudah jika dibandingkan yang lain disebabkan karena kelarutannya. Dalam artian sebagian besar ion halide dapat larut dalam air dan memberikan ion halogen. Halogen merupakan golongan VII yang sangat reaktif dalam menerima electron dan bertindak sebagai oksidator kuat. Berdasarkan jari-jari atomnya semakin keatas maka semakin kecil, sehingga gaya tarik menariknya semakin besar. Pembuatan dan sifat-sifat bromine Langkah awal dalam pembuatan bromine ini, hal pertama yang kita lakukan adalah 0,1 gr natrium bromide dan 0,1 gr MnO2 atau batu kawi. Selanjutnya kita masukan kedalam 1 tabung reaksi dan ditambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat. Setelah penambahan asam sulfat, ternyata timbul gas. Setelah gas timbul, lalu kita alirkan gas yang keluar dari tabung reaksi dan kita alirkan keluar dengan menggunakan pipa U yang kita hubungkan ke tabung yang berisi air 2 ml. Setelah gas dialirkan keluar, tabung reaksi kita kocok kembali dan kita tambahkan 1 ml CCl4. Setelah penambahan ternyata larutan berubah warna menjadi kekuningan dan dikocok sekali lagi warna larutan pun tidak berubah.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Pembuatan dan sifat-sifat iod Prosedur awal dalam pembuatan iod kali ini adalah pertama-tama kita timbang 0,2

gr Kristal KI dan 0,2 gr MnO2 yang kita masukan kedalam krusibel porselin. Selanjutnya sampel yang ada dalam krusibel porselin, kita basahi dengan asam sulfat pekat dan secera langsung timbul gas. Kemudian, kiata letekan krusibel tersebut pada cawan penguapan dan ditutup dengan corong dan kita panaskan. Pada proses pemanasan ternyata timbul uap iod pada dinding corong yang iodnya berwarna kuning. Selanjutnya, krusibel beserta isinya kita dinginkan ternyata warna uap iod pada dinding corong berubah menjadi warna merah bata. Setelah itu kita ambil Kristal iod yang tertempel pada corong dengan cara melarutkan 2-3 ml air. Setelah Kristal iod pada dinding corong kita larutkan dan larutan berwarna kuning. Setelah itu larutan kita bagi menjadi 2 bagian. Larutan pada gelas kimia 1 ditambahkan dengan 1 ml CCl4 kemudian kita kocok. Setelah dikocok, terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas berwarna kekuningan dan Lapisan bawah berwarna ungu muda. Selanjutnya untuk larutan pada gelas kimia 2, kita tambahkan dengan larutan kanji dan amati perubahan yang terjadi. Setelah penambahan dan dikocok, Larutan berubah warna dari kuning menjadi biru.

H. Jawaban pertanyaan a) 4HCl + MnO2 2KMnO4 + 16HCl PbO2 + 4HCl MnCl2 + 2H2O + Cl2 5Cl2 + 2MnCl2 + 2KCl + 8H2O PbCl4 + 2 H2O

b)

c) Ya,

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

I. Kesimpulan Unsur-unsur halogen VIIA, yaitu fluor, klor, brom dan iod, tidak terdapat bebas di alam, tetapi bersenyawa dengan unsur lain karena reaktif. Unsur halogen disebut halogen (Yunani; halogen = garam), karena umumnya ditemukan dalam bentuk garam anorganik. Hal dalam bentuk bebas selalu berupa diatomik, karena tiap atom memerlukan 1 elektron untuk membentuk ikatan kovalen.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

DAFTAR PUSTAKA Team Teaching.2010. Penuntun Praktikum Anorganik. Gorontalo: Jurusan Pend. Kimia UNG Achmad, Hiskia. 1991. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: ITB Syukri. 1999. Kimia Dasar. Bandung: ITB http://www.scribd.com/doc/13743595/Golongan-Identifikasi-unsur
http://id.wikipedia.org/wiki/Halogen http://www.kimianet.lipi.go.id/database.cgi?bacadatabase&&&1&1098595676&1098638744

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

PERCOBAAN 3 A. JUDUL Reaksi Pada Unsure Dan Senyawa Belerang

B. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan percobaan dan pengamatan pada praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat: Mengidentifikasi sifat-sifat fisika dan kimia belerang dan persenyawaanya Membuat beberapa persenyawaan belerang

C. DASAR TEORI Belerang atau sulfur adalah unsure kimia dalam table periodic yang memiliki lambing S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang dalam bentuk aslinya adalah sebuah zat padat Kristal kuning. Di alam belerang dapat ditemukan sebagai unsure murni atau sebagai mineral-mineral sulfide dan sulfat. Ia adalah unsure penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida, dan fungisida. http://www.wikipedia.org/ 1. Sumber Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus. Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain. 2. Pembuatan Pembuatan belerang pertama kali dikembangkan pada tahun 1904 oleh Frasch yang mengembangkan cara untuk mengekstrak belerang yang dikenal dengan cara Frasch. Pada proses ini pipa logam berdiameter 15 cm yang memiliki dua pipa konsentrik yang lebih kecil ditanam sampai menyentuh lapisan belerang. Uap air yang sangat panas dipompa dan
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

dimasukkan melalui pipa luar, sehingga belerang meleleh, selanjutnya dimasukkan udara bertekanan tinggi melalui pipa terkecil, sehingga terbentuk busa belerang yang keluar mencapai 99,5%. Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhirnya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari lading gas Alberta. http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/belerang/ 3. Sifat Belerang merupakan zat padat bukan logam, berwarna kuning pucat (kuning muda), tidak berwaarna dan tidak berbau, tidak larut dalam air tetapi larut dalam benzene, toluene dan larut denagn baik dalam karbon disulfide. Belerang memeiliki sifat alotropi, yaitu kemampuan untuk memiliki keadaan stabil dalam beberapa bentuk/struktur. Sifat fisika dari bentuk alotrop suatu unsure itu sama, tetapi berbeda dalam kimianya. (Penuntun Praktikum Anorganik) Belerang dengan kemurnian 99,999% sudah tersedia secara komersial. Belerang amorf atau belerang plastic diperoleh dengan pendinginan dari Kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menujukan bahwa belerang diduga taerdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal. 4. Isotop Belerang memiliki 11 isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi. 5. Senyawa-senyawa Senyawa organic yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfur, karbon disulfide, belerang dioksida dan asam sulfide adalah beberapa senyawa diantara banyak senyawa belerang yang sangat penting.
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

6. Kegunaan Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting. Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik. http://annisanfushie.wordpress.com/2008/12/16/kimia-belerang/ Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara.

D. Alat dan Bahan Alat

Cawan Penguapan

Kaca Arloji

Gelas Ukur

Pipet Tetes

Spatula

Neraca Analitik

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Gelas Ukur

Tabung Reaksi

Bunsen

Penangas Air

Bahan Serbuk belerang CS2 Kepingan tembaga Asam sulfat pekat Kalium bikromat Asam sulfat encer Gula pasir Asam asetat Etanol

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

E. Prosedur Kerja 1. Modifikasi Belerang Percobaan A

0,5 gr serbuk belerang

Dilarutkan dalam 2 ml CS2

Campuran larutan

Dituang dalam kaca arloji Ditutup dengan kertas saring tetapi dibiarkan sebagian kecil tidak tertutup dan dibiarkan karbon disulfidanya menguap

Terbentuk Kristal berwarna kuning

Percobaan B
1 sendok kecil serbuk belerang

Dilebur dalam cawan penguapan (hati-hati jangan sampai belerang berwarna cokelat)

Setelah berubah warna, hentikan pemanasan Dibiarkan hingga beku

Terbentuk Kristal berwarna kecoklatan

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Percobaan C
Serbuk belerang

Dimasukan dalam tabung reaksi Dipanaskan perlahan sambil menggoyang tabung

Larutan kental dan berwarna kecoklatan

2. Sifat asam sulfat Percobaan A

Sekeping tembaga

Dipanaskan dalam 1 ml asam sulfat pekat (jangan sampai mendidih)

Larutan berwarna hijau muda

Percobaan B
Hasil percobaan-a

Diletakan kertas saring ang sebelumnya telah dibasahi dengan larutan kalium bikromat yang diasamkan dengan H2SO4 encer pada mulut tabung reaksi

Dipanaskan
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Uap pada kertas saring berwarna kelabu

Percobaan C
Gula pasir

Dimasukan kedalam tabung reaksi 1 sendok kecil Ditambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat. Bila perlu dipanaskan

Berwarna kuning kecoklatan

Percobaan D

2 ml asam asetat dan 2 ml alkohol

Dimasukan kedalam tabung reaksi Ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat Dipanaskan dalam penangas air

Baunya seperti balon pipa F. Hasil Pengamatan Percobaan 1: modifikasi belerang No 1. Percobaan a Perlakuan Melarutkan 0,5 gr serbuk belerang dalam 5 ml karbon sulfida 2. 3. Menuangkan larutan dalam kaca arloji Menutup dalam kertas saring, sebagian Kristal berwarna kuning kecil dibiarkan terbuka
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Pengamatan

No 1.

Percobaan b Perlakuan Meleburkan 1 sendok kecil serbuk belerang dalam cawan penguapan Pengamatan

2.

Dipanaskan

Kristal berwarna kecoklatan

No 1.

Percobaan c Perlakuan Memenaskan serbuk belerang dalam Larutan tabung reaksi kecoklatan Pengamatan kental dan berwarna

Percobaan 4 Percobaan a Perlakuan Pengamatan

No 1.

Memanaskan sekeping tembaga dalam 1 Larutan berwarna hijau muda ml H2SO4 pekat

No 1.

Percobaan b Perlakuan Meletakan kertas saring yang dibasahi larutan kalium bikromat dan diasamkan dengan H2SO4 encer diatas tabung reaksi pada percobaan A Pengamatan

2.

Dipanaskan

Uap pada kertas saring berwarna kelabu

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

No 1. 2.

Percobaan c Perlakuan Memasukan gula pada tabung reaksi Menambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat Pengamatan

3.

Dipanaskan

Berwarna kuning kecoklatan

No 1.

Percobaan d Perlakuan Memasukan 2 ml CH3COOH + 2 ml alcohol kedalam tabung reaksi Pengamatan

2. 3.

Ditambahkan 2 ml H2SO4 Dipanaskan dalam penangas air Baunya seperti balon pipa

G. Pembahasan Dalam experiment modul ini, kita akan melakukan percobaan tentang modifikasi belerang dan sifat dari asam sulfat. Pembahasan pertama kita kali ini adalah tentang modifikasi belerang. Belerang adalah zat padat pada temperatur kamar, melekat pada temperatur 119 C, berwarna kuning dan rapuh. Belerang mempunyai 2 bentuk yaitu belerang rombik dan belerang monoklin. Belerang rombik stabil dibawah suhu 95,5 C. Diatas suhu tsb, belerang belerang rombik berubah menjadi monoklin. Belerang rombik memiliki rumus S8. Unsure belerang terdapat dalam jumlah besar dalam kerak bumi sebagai mineral sulfide. Selain itu, belerang juga terdapat sebagai hydrogen sulfide dalam gas alam dan berbagai senyawa belerang organic dalam batu bara dan minyak. Modifikasi Belerang Prosedur pertama dalam modifikasi belerang ini yaitu kita akan mengamati bentukbentuk Kristal dari unsure belerang itu sendiri.
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Pertama-tama yang kita lakukan adalah menimbang 0,5 gr serbuk belerang. Setelah itu serbuk belerang tersebut kita larutkan dalam 5 ml CS2. Ketika sudah terbentuk larutan, kita tuangkan larutan tersebut kedalam kaca arloji dan ditutup dengan kertas saring sebagian besar permukaan dari kaca arloji tersebut tetapi sebagian kecilnya dibiarkan tidak tertutup, supaya CS2 menguap dan selanjutnya dibiarkan sejenak dilemari asam. Setelah CS2 menguap, terbentuklah Kristal belerang yang bentuknya seperti spiral dan berwarna kuning.

Kristal belerang yang dihasilkan diatas merupakan belerang rombik atau disebut juga belerang a terdiri dari molekul S8. Belarang tipe rombik ini larut dalam pelarut alcohol, eter, dan karbon disulfide dan hasil penguapan perlahan-lahan dari larutan belerang ini akan menghasilkan Kristal octhahedral. Prosedur ke-2 yaitu kita ambil 1 sendok kecil serbuk belerang. Serbuk belerang ini kemudian kita lebur dalam cawan penguapan dan setelah itu kita panaskan dengan hati-hati tetapi jangan sampai belerang cair berwarna coklat. Setelah semua belerang melebur, pemanasan dihentikan dan belerang yang mencair didinginkan. Setelah belerang dingin dan membeku, maka terbentuk suatu Kristal belerang dengan garis-garis Kristal memanjang dan berwarna kuning kecoklatan. Prosedur berikut yaitu kita ambil sedikit serbuk belerang dan dimasukan kedalam tabung reaksi. Selanjutnya kita panaskan tabung secara perlahan sambil kita goyanggoyangkan tabung. Setelah dilakukan pemanasan, viskositas atau kekentalan belerang diamati sejak meleleh sampai hamper mendidih. Viskositas belerang bukannya berkurang dengan teratur antara suhu leleh dan suhu didihnya, melainkan viskositas itu mulai bertambah dengan drastic dan mencapai maksimum sekitar 190 C. Diatas 190 C viskositasnya pun berkurang sampai titik didih tercapai.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Hubungan dari berbagai bentuk alotrop belerang adalah: S Rombik Monokon Mobil Virscous gas

Plastic (dibawah 96 C)

Sifat Asam Sulfat Asam sulfat (H2SO4) merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut

dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001 adalah 165 juta ton, dengan nilai perdagangan seharga US$8 juta. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfide. Asam ini mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfide. Pada eksperimen kali ini, kita akan mengidentifikasi dan mengamati reaksi-reaksi dari asaam sulfat baik dengan logam tembaga maupun gula pasir. Langak awal yang kita ambil adalah, kita ambil sekeping tembaga dan selanjutnya kita panaskan dengan 1 ml asam sulfat pekat. Saat dipanaskan, tembaga larut dalam asam sulfat, terbentuk gas dan larutan berwarna hijau muda. Persamaan reaksi yang terjadi adalah: Cu + 2H2SO4
panas

CuSO4 + SO2 + 2H2O

Dalam hal ini asam sulfat pekat yang kita gunakan merupakan zat pengoksidasi kuat. Asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan logam via reaksi penggantian tunggal menghasilkan gas hydrogen dan logam sulfat. Asam sulfat encer menyerang besi, aluminium, seng, mangan, Mg, dan nikel. Namun reaksi dengan timah dan tembaga memerlukan asam sulfat yang panas dan pekat, dan reaksi ini akan menghasilkan sulfur dioksida (SO2) daripada
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

hodrogen. Hal ini dikarenakan asam sulfat pekat panas berperan sebagai oksidator manakala asam encer berperan sebagai asam biasa. Sehingga ketika asam sulfat pekat panas bereaksi dengan tembaga, seng, dan timah dia akan menghasilkan garam, air dan sulfur dioksida. Adanya gas sulfur dioksida dalam hasil reaksi antara tembaga dan asam sulfat ini ditandai dengan adanya gelembung-gelembung gas. Gelembung-gelembung gasa yang dihasilkan ini selanjutnya diuji dengan cara meletakan kertas saring yang dibasahi dengan kalium bikromat dimulut tabung reaksi dan diasamkan dengan asam sulfat encer. Setelah beberapa saat, kertas saring pun yamg semula putih berubah warna menjadi berwarna kelabu. Hal ini memuktikan adanya gas SO2 yang dihasilkan dari reaksi tembaga dan asam sulfat. SO2 ini kemudian bereaksi dengan kalium bikromat yang ditandai dengan adanya warna hijau pada kertas saring. Persamaan reaksi yang terjadi: Cr2O72- + SO2 + H+ 2Cr3+ + SO43+ + SO42- + 5H2O

Warna kelabu yang dihasilakn disebabkan oleh pembentukan ion kromium (III) Prosedur selanjutnya adalah 1 sendok gula pasir dimasukan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat dan menghasilkan campuran yang berwarna kuning kecoklatan. Selanjutnya, dipanaskan dan warnanya pun tidak berubah. Penambahan asam sulfat pekat menyebabkan gula terurai atau dipisahkan atom hydrogen dan oksigen dari gula tersebut. Persamaan reaksinya: C6H12O6 + H2SO4 6C + 6H2O + H2SO4

Dalam reaksi ini asam sulfat bertindak sebagai dehydrator untuk gula. Reaksi ini akan menghasilkan karbon dan aor yang terserap dalam asam sulfat (yang akan mengencerkan asam sulfat). Adanya karbon yang dihasilkan dari reaksi ini dapat dilihat dengan terbentuknya warna hitam pada campuran ketika ditambahkan dengan asam sulfat pekat, gula tersebut akan menjadi karbon berpori-pori. Prosedur terakhir adalah mengukur 2 ml asam asetat dan 2 ml alkoho (etanol). Selanjutnya dimasukan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan dengan 2 ml asam sulfat pekat. Setelah itu tabung kita panaskan dalam penangas air dan baunya pun seperti bau balon pipa. Persamaan reaksinya:
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

CH3COOH + C2H5OH

H2SO4

CH3COOC2H5 + H2O

Dalam reaksi ini asam sulfat bertindak sebagai katalis pembentuk ester. Dengan demikian, sifat-sifat asam sulfat dapat diringkas sebagai berikut: Sifat asam H2SO4 (l) + H2O 2 H2SO4 (l) Sifat sebagai pengoksidasi Cu (s) + 2 H2SO4 Sifat dehidrasi C6H12O6 + H2SO4 Sifat sulfonaasi C6H6 (l) + H2SO4 (l) Sebagai katalis pembentuk ester CH3COOH + C2H5OH
H2SO4
(l)

H3O+ (aq) + HSO4H3SO4+ + HSO4-

K= 109 K= 1,7 x 10-4

CuSO4 (s) + 2H2O (l) + SO2 (g)

6C + 6H2O + H2SO4

C6H5SO2OH (l) + H2O

CH3COOC2H5 + H2O

H. Jawaban Pertanyaan 1. Belerang mempunyai 2 bentuk yaitu belerang rombik dan belerang monoklin. Belerang rombik stabil dibawah suhu 95,5 C. Diatas suhu tsb, belerang belerang rombik berubah menjadi monoklin. Belerang rombik memiliki rumus S8. 2. Setelah belerang dingin dan membeku, maka terbentuk suatu Kristal belerang dengan garis-garis Kristal memanjang dan berwarna kuning kecoklatan. 3. Belerang plastic adalah belerang yang berbentuk apabila cairan belerang yang mendidih dituangkan kedalam air dingin dan belerang ini biasanya disebut juga belerang gama yang berbentuk spiral. 4. Reaksi pembuatan asam sulfat Produksi SO2
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

S + O2 Konversi SO2 menjadi SO3 2SO2 + O2

SO2

2SO3

Konversi SO3 menjadi H2SO4 SO3 + H2SO4 H2S2O7 + H2O Reaksi keseluruhannya adalah: H2O +SO3 H2SO4 H2S2O7 2H2SO4

5. Sifat asam H2SO4 (l) + H2O 2 H2SO4 (l) Sifat sebagai pengoksidasi Cu (s) + 2 H2SO4 Sifat dehidrasi C6H12O6 + H2SO4 Sifat sulfonaasi C6H6 (l) + H2SO4 (l) Sebagai katalis pembentuk ester CH3COOH + C2H5OH
H2SO4
(l)

H3O+ (aq) + HSO4H3SO4+ + HSO4-

K= 109 K= 1,7 x 10-4

CuSO4 (s) + 2H2O (l) + SO2 (g)

6C + 6H2O + H2SO4

C6H5SO2OH (l) + H2O

CH3COOC2H5 + H2O

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

I. Kesimpulan o Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfide. Asam ini mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfide. o Belerang adalah zat padat pada temperatur kamar, melekat pada temperatur 119 C, berwarna kuning dan rapuh. Belerang mempunyai 2 bentuk yaitu belerang rombik dan belerang monoklin. o Asam sulfat (H2SO4) merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. o Asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan logam via reaksi penggantian tunggal menghasilkan gas hydrogen dan logam sulfat.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

DAFTAR PUSTAKA Team Teaching.2010. Penuntun Praktikum Anorganik. Gorontalo: Jurusan Pend. Kimia UNG Achmad, Hiskia. 1991. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: ITB Syukri. 1999. Kimia Dasar. Bandung: ITB Keenam, Klein felter. 1984. Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga http://www.wikipedia.org/ http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/belerang/ http://annisanfushie.wordpress.com/2008/12/16/kimia-belerang/ http://www.scribd.com/doc/13743595/Golongan-Identifikasi-unsur

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

PERCOBAAN 4 A. JUDUL Reaksi Pada Unsure Dan Senyawa Nitrogen

B. TUJUAN PERCOBAAN Setelah melakukan percobaan dan pengamatan pada praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat: Membuat beberapa persenyawaan nitrogen secara kimia Mengidentifikasi sifat-sifat fisika dan kimia beberapa persenyawaan nitrogen

C. DASAR TEORI Nitrogen terdapat bebas diatmosfir (78 persen volume). Selain dari pada itu Atmosfir dapat juga mengandung sedikit amonia sebagai hasil peluruhan zat yang mengandung nitrogen atau asam nitrat., teristimewa setelah terjadi halilintar. Nitrogen terdapat juga dalam garam- garam natrium dan kalium nitrat. Jaringan semua organisme hidup mengandung senyawa nitrogen dalam bentuk protein. Bilangan oksidasi nitrogen dapat dilihat pada table dibawah ini : Bilangan Oksidasi -3 -3 -1 0 +1 +2 +3 +4 +5 Senyawa NH3 (ammonia) N2H4 (hidrazin) NH2OH (hidroksilamin) N2(dinitogen) N2O (dinirogen oksigen) NO (nitrogen oksida) N2O3 (dinitrogen trioksida) NO2 (nitrogen dioksida) HNO3 (asam nitrat)

Nitrogen ialah satu-satunya juzuk terbanyak dalam atmosfera (78.084% secara isipadu, 75.5% secara berat) dan diperoleh untuk kegunaan perindustrian daripada penyulingan berperingkat udara cecair atau melalui cara mekanikal gas udara (iaitu membran
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

osmosis songsang bertekanan atau penjerapan buaian tekanan). Sebatian yang mengandungi unsur ini telah dikesan dalam ruang angkasa lepas. 14Nitrogen dihasilkan sebagai sebahagian daripada proses pelakuran pada bintang-bintang. Nitrogen merupakan komponen dalam buangan haiwan ternakan (sebagai contoh, guano), biasanya dalam bentuk urea, asid urik, dan sebatian-sebatian produk bernitrogen lain. Hidrida utama nitrogen ialah ammonia (NH3) walaupun hidrazina (N2H4) juga diketahui ramai. Ammonia ialah lebih bes daripada air, dan dalam larutan membentuk ion ammonium (NH4+). Cecair ammonia sebenarnya sedikit amfiprotik dan membentuk ion ammonium dan amida (NH2-); kedua-dua garam amida dan nitrida (N3-) diketahui, tetapi mengurai dalam air. Sebatian penggantian tunggal atau kembar ammonia dipanggil amina. Rantai, cincin atau struktur hidrida nitrogen yang lebih besar juga diketahui tetapi adalah tak stabil. Lain-lain kelas anion nitrogen ialah azida (N3-), yang merupakan linear dan isoelektronik kepada karbon dioksida. Molekul lain dengan struktur yang sama ialah dinitrogen monoksida (N2O), atau gas ketawa. Ini merupakan salah satu daripada bermacam jenis oksida, yang paling utama ialah nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2), di mana kedua-dua mengandungi elektron tak berpasangan. Nitrogen dioksida menunjukkan kecenderungan untuk membentuk dimer dan merupakan juzuk penting dalam asbut. Oksida yang lebih standard, dinitrogen triosida (N2O3) dan dinitrogen pentoksida (N2O5), adalah agak kurang stabil dan mudah meletup. Asid-asid yang berpadanan adalah asid nitrus (HNO2) dan asid nitrik (HNO3), dan garam yang berpadanan adalah nitrit dan nitrat. Asid nitrik adalah salah satu daripada asid-asid yang lebih kuat daripada hidronium. Penggunaan terbesar untuk nitrogen adalah dalam produksi ammonia, NH3. Jumlahjumlah yang lebih sedikit digunakan pada pengerasan baja dalam ruang dimana dikehendaki suatu atmosfer yang tak aktif. Ruang demikian berkisar dari kamar-kamar besar sampai kamar asam laboratorium, sampai bola lampu listrik. Nitrogen cair, yang mendidh pada -196 C, sering digunakan dalam cawan dewar dilaboratorium untuk memelihara suhu rendah.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

D. Alat dan Bahan Alat

Batang Pengaduk

Tabung Reaksi

Gelas Kimia

Spatula

Pipet Tetes

Gelas Ukur

Pembakar Bunsen

dan lidi

Bahan Kepingn logam tembaga HNO3 pekat HNO3 7 M Kalium nitrat Tembaga nitrat HNO3 encer NaOH encer Logam aluminium H2SO4 encer Es batu Natrium nitrit KI KMnO4 Natrium nitrat H2SO4 pekat

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

E. Prosedur Kerja a) Percobaan -1: reaksi asam nitrat dengan tembaga Percobaan-a

Keping Kecil Tembaga

- Dimasukan beberapa kedalam tabung reaksi - Ditambahkan dengan beberapa tetes asam nitrat pekat

Larutan berwarna hijau dan terdapat gas berwarna kuning

Percobaan-b

Keeping Kecil Tembaga

Dimasukan beberapa kedalam tabung reaksi Ditambahkan dengan HNO3

Larutan tetap berwarna nbening dan tidak timbul gas

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

b) Percobaan-2: pemanasan garam nitrat

Kalium Nitrat

Dimasukan kedalam tabung reaksi dipanaskan Diamati reaksinya dan diuji gas yang dihasilkan dengan menggunakan lidi yang membara

Larutan mencair dan berwarna abu-abudan timbul gas

Tembaga Nitrat

Dimasukan kedalam tabung reaksi Dipanaskan Diamati reaksinya Diuji gas yang dihasilkan dengan menggunakan lidi yang membara

Larutan mencair dan berwarna hijau tua dan timbul gas

c) Percobaan -3: reaksi nitrat dalam larutan alkalis


2 ml asam nitrat encer 2 ml larutan NaOH encer

Dimasukan dalam tabung reaksi

Dimasukan dalam tabung reaksi

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Campuran larutan

Ditambakan sekeping logam aluminium Dipanaskan Memeriksa gas dengan kertas lakmus

Gas yang terbentuk-bersifat asam

d) Percobaan-4: reaksi redoks asam nitrat


10 ml asam sulfat encer

Didinginkan dalam tabung reaksi yang berisi es batu selama 5 menit

10 ml asam sulfat encer dingin

Dimasukan kedalam tabung reaksi yang berisi 1 gr natrium nitrit

Larutan nitrit

dibagi 3

Larutan nitrit

Laritan nitrit - Ditamba dengan larutan KI Larutan berwarna orange

Larutan nitrit - Ditambahkan dengan KMnO4 Larutan bening

dipanaskan

Terbentuk gas warna kekuningan

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

e) Percobaan-5: mengidentifikasi nitrat dan nitrit

2 ml larutan garam nitrat

Dimasukan kedalam tabung reaksi Ditambahkan 1 ml larutan garam besi (II) sulfat pekat Ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat Diperhatikan warna dan bentuk lapisan yang terjadi Diulangi percobaan dengan menggunkan larutan garam nitrit

Ada gas larutan kuning dan terbentuk 2 lapisan

F. Hasil Pengamatan Reaksi asam nitrat dengan tembaga Perlakuan Percobaan a Memasukan sekeping tembaga dalam tabung reaksi Ditambahkan asam nitrat pekat - Larutan berwarna hijau dan terbentuk gas berwarna kunig Percobaan b Memasukan sekeping tembaga dalam tabung reaksi Ditambahkan HNO3 7 M - Larutan tetap bening dan tidak terdapat gas Pengamatan

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Pemanasan garam nitrat Perlakuan Memanaskan kalium nitrat Pengamatan Larutan mencair dan berwarna abu-abu dan timbul gas Memanaskan tembaga nitrat Larutan mencair dan berwarna hijau tua dan timbul gas

Reduksi nitrat dengan larutan alkalis Perlakuan Memasukan 2 ml asam nitrat dan 5 ml larutan NaOH encer dalam tabung reaksi Ditambahkan sekeping logam alumunium Dipanaskan Diperiksa gas yang terbentuk dengan kertas lakmus Gas yang terbentuk bersifat asam Pengamatan

Reaksi redoks asam nitrit Perlakuan Didinginkan 10 ml asam sulfat encer dalam tabung reaksi dengan es batu 5 menit Sulfat yang telah didinginkan dimasukan kedalam tabung reaksi yang berisi 1 gr nitrit Laarutan dibagi 3 Larutan 1 dipanaskan Larutan 2 ditambahkan KI Larutan 3 ditambahkan KMnO4 Terbentuk gas warna kekuningan Larutan berwarna orange Larutan bening Larutan berwarna kuning Pengamatan

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Mengidentifikasi nitrat dan nitrit Perlakuan Memasukan 2 ml larutan NaNO3 dalam tabung reaksi Ditambahkan 1 ml besi (II) sulfat pekat Ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat NaNO2 dimasukan dalam tabung reaksi Ditambahkan 2 ml Besi (II) sulfat pekat Ditambahkan 2 ml asam sulfat pekat Ada gas larutan kuning dan terbentuk 2 lapisan Larutan berwarna cokelat Larutan berwarna kekuningan Larutan berwarna kuning Pengamatan

G. Pembahasan Dalam eksperimen reaksi pada unsure dan senyawa nitrogen ini, kita dituntut untuk dapat membuat beberapa persenyawaan nitrogen dan bagaimana kita mengidentifikasi sifatsifat fisika maupun kimia dari beberapa persenyawaan nitrogen. Sehingga kita akan melakukan percobaan tentang reaksi asam nitrat dengan tembaga, pemanasan garam nitrat, reduksi nitrat dalam larutan alkalis, reaksi redoks asam nitrat, dan mengidentifikasi nitrat dan nitrit.

Reaksi asam nitrat dengan tembaga Asam nitrat adalah suatu senyawa kovalen yang berupa cairan tak berwarna pada suhu

kamar. Asam nitrat tergolong asam keras, asam ini dapat melarutkan hampir semua logam kecuali emas dan platina. Dalam eksperimen kali ini, kita akan mereaksikan asam nitrat dengan tembaga. Langkah awal yang kita lakukan adalah memotong kecil kepingan kecil logam tembaga dan selanjutnya kita masukan kedalam tabung reaksi. Selanjutnya, ditambahkan beberapa tetes asam nitrat pekat. Setelah diamati antara reaksi asam nitrat dengan tembaga ternyata terjadi
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

reaksi yang ditandai dengan adanya perubahan warna larutan menjadi hijau dannterbentuk gas berwarna kuning. Persamaan reaksi yang terjadi adalah: Cu + 4HNO3 Cu(NO3) + 2NO2 + 2H2O

Dalam reaksi diatas, asam nitrat bertindak sebagai pengoksidasi tembaga dan nitrogen sendiri mengalami reduksi atau penurunan bilangan oksidasi. Senyawa nitrogen yang terbentuk dari reaksi ini yaitu NO2. Biloks nitrogen pada senyawa ini adalah +4, sehingga kenaikan dan penurunan biloks dan dapat dilihat pada reaksi berikut ini Cu + 4HNO3 0 +2 -1 +5 Cu(NO3) + 2NO2 + 2H2O +2 +4

Dari reaksi diatas, dapat dilihat bahwa tembaga yang biloksnya 0 dioksidasi oleh asam nitrat sehingga biloksnya menjadi +2. Sedangkan untk nitrogen mengalami reduksi atau penurunan bilangan oksidasi dari +5 menjadi +4. Untuk eksperimen selanjutnya, kita mengambil kembali potongan kecil dari logam tembaga yang selanjutnya kita masukan kedala tabung reaksi. Selanjutnya kita tambahkan dengan HNO3 7 M. Reaksi yang terjadi ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi bening dan adanya gas. Persamaan reaksi yang terjadi adalah: 3Cu + 8HNO3 3Cu(NO3)2 + 2NO + 4H2O

Berbeda dengan reaksi dalam percobaan sebelumnya, produk yang dihasilkan dari eksperimen ini adalah gas NO. biloks nitrogen pada senyawa ini adalah +2, dan perbedaan hasil reaksi ini disebabkan karena adanyaperbedaan konsentrasi dari asam nitrat. Keadaan asam nitrat yang sebenarnya dicapai ketika asam nitrat direduksi tergantung pada beberapa factor termasuk konsentrasi asam nitratnya, kereaktifan zat pereduksinya dan suhu.
@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Pemanasan garam nitrat Kalium nitrat merupakan sumber alami mineral nitrogen. Senyawa ini tergolong

senyawa nitrat dengan rumus kimia KNO3. Dalam eksperimen kali ini, hal awal yang kita lakukan adalah memasukan kalium nitrat kedalam tabung reaksi dan selanjutnya dipanaskan. Setelah dilakukan pemanasan, kalium nitrat mencair, berwarna abu-abu, dan timbul gas. Hal ini menandakan terjadinya dekomposisi termal menurut persamaan reaksi sebagai berikut: 2KNO3 2NaNO2 + O2

Untuk percobaan yang sama seperti diatas dilakukan sama, hanya kita ganti kalium nitrat dengan tembaga nitrat. Setelah dipanaskan tembaga nitrat mencair, berwarna hijau tua, dan timbul gas. Reaksi garam nitart oleh panas hasilnya berbeda-beda tergantung pada logamnya. Nitrat dari natrium dan kalium melepaskan oksigen dan tertinggallah nitrit-nitrit padat.

Reduksi nitrat dalam larutan alkalis Asam nitrat merupakan salah satu zat pengoksidasi kuat. Dalam eksperimen kali ini

kita akan mengamati reaksi reduksi sam nitrat dalam larutan alkalis. Langkah awal yang dikerjakan yaitu mengukur 2 ml HNO3 dan 5 ml NaOH encer. Selanjutnya, dimasukan kedalam 1 tabung reaksi dan kemudian campuran larutan tersebut kita tambahkan sekeping logam aluminium. Selanjutnya, campuran kita panaskan. Ketika kita lakukan pemanasan, terjadi reaksi yang ditandai dengan membirunya kertas lakmus yang berwarna merah dengan uap gas pada mulut tabung. Sehingga gas yang dihasilkan bersifat asam. Gas yang dihasilakn dari reaksi ini merupakan gas NH3, menurut persamaan reaksi berikut: 3NO3- + 8 Al + 5OH- + 18H2O 3NH3 + 8[Al(OH)4]-

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Reaksi ditas merupakan reaksi reduksi nitrat, diman biloks dari nitrogen yang semula +5, mengalami reduksi atau kenaikan biloks menjadi 3+.

Reaksi redoks asam nitrit Dalam eksperimen ini, intinya kita akan mereaksikan asam sulfat dengan NaNO3

dalam keadaan dingin. Hal awal yang kita lakuakn adalah mengukur 10 ml asam sulfat encer, dan selanjutnya kita lakukan roses pendinginan dengan cara tabung reaksi yang berisi asam sulfat kita dinginkan dalam es batu selama 5 menit. Setelah itu, asam sulfat yang telah dingin tersebut dimasukan kedalam tabung reaksi yamg berisi 1 gr natrium nitrit. Setelah dilakukan pencampuran, dapat diamati bahwa natrium nitrit larut dalam asam sulfat encer (dingin). Persamaan reaksinya adalah: 4NO3- + 2H2SO4 4NO2 + O2 + 2SO42- + 2H2O

Larutan yang diperoleh ini mengandung asam nitrit. Kemudian larutan tersebut kita bagi menjadi 3 bagian. Asam nitrit tabung I dipanaskan dan diamai gas yang terbentuk. Pada saat dilakukan pemanasan, terbentuk gas berwarna kekuningan. Hal ini menandakan terjadinya dekomposisi termal. Asam nitrit tabung II dimasukan kedalam tabung reaksi dan kemudian ditambahkan KI. Persamaan reaksinya yaitu: 2HNO2 + 2II2 + 2NO + 2OH-

Dan asam nitrit tabung III kita reaksikan dengan larutan KMnO4, persamaan reaksinya yaitu: 2MnO4- + 5NO2- + 6H+ 2Mn2+ + 5NO3- + 3H2O

Pada reaksi ditas ini, asam nitrit berfungsi sebagai pereduksi permanganate dengan disertai pembentukan ion-ion nitrat.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Mengidentifikasi nitrat dan nitrit Nitrat (NO3-) dan nitrit (NO2-) adalah ion-ion anorganik alami, yang merupakan

bagian dari siklus nitrogen. Aktifitas mikroba di tanah atau air menguraikan sampah yang mengandung nitrogen organik pertama-pertama menjadi ammonia, kemudian dioksidasikan menjadi nitrit dan nitrat. Oleh karena nitrit dapat dengan mudah dioksidasikan menjadi nitrat, maka nitrat adalah senyawa yang paling sering ditemukan di dalam air bawah tanah maupun air yang terdapat di permukaan. Pencemaran oleh pupuk nitrogen, termasuk ammonia anhidrat seperti juga sampah organik hewan maupun manusia, dapat meningkatkan kadar nitrat di dalam air. Senyawa yang mengandung nitrat di dalam tanah biasanya larut dan dengan mudah bermigrasi dengan air bawah tanah. Dalam eksperimen terakhir ini, hal awal yang kita lakukan adalah mengukur 2 ml larutan garam nitrat dan selanjutnya kita masukan kedalam tabung reaksi. Selanjutnya, ditambahkan 1 ml larutan garam besi (II) sulfat pekat dan ditambahkan lagi 2 ml asam sulfat pekat. Ketika larutan ditambahkan besi (II) sulfat pekat larutan berubah berwarna kuning dan ketika ditambahkan asam sulfat warna kekuningan sedikit menghilang. Eksperimen selanjutnya sama dengan untuk nitrat, hanya saja nitrat diganti dengan nitrit. Pada saat larutan nitrit ditambah dengan besi (II) sulfat larutan berubah warna menjadi cokelat, dan ketika ditambah asam sulfat larutan berwarna kuning, timbul gas dan terbentuk 2 lapisan. Nitrat dibentuk dari asam nitrit yang berasal dari ammonia melalui proses oksidasi katalitik. Nitrit juga merupakan hasil metabolisme dari siklus nitrogen. Bentuk pertengahan dari nitrifikasi dan denitrifikasi. Nitrat dan nitrit adalah komponen yang mengandung nitrogen berikatan dengan atom oksigen, nitrat mengikat tiga atom oksigen sedangkan nitrit mengikat dua atom oksigen. Di alam, nitrat sudah diubah menjadi bentuk nitrit atau bentuk lainnya.

Struktur kimia dari nitrat

Struktur kimia dari nitrit

O == N -- O-

Berat molekul: 62.05

Berat molekul: 46.006


@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

Pada kondisi yang normal, baik nitrit mauspun nitrat adalah komponen yang stabil, tetapi dalam suhu yang tinggi akan tidak stabil dan dapat meledak pada suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat besar. Biasanya, adanya ion klorida, bahan metal tertentu dan bahan organik akan mengakibatkan nitrat dan nitrit menjadi tidak stabil. Jika terjadi kebakaran, maka tempat penyimpanan nitrit maupun nitrat sangat berbahaya untuk didekati karena dapat terbentuk gas beracun dan bila terbakar dapat menimbulkan ledakan. Bentuk garam dari nitrat dan nitrit tidak berwarna dan tidak berbau serta tidak berasa. Bersifat higroskopis.

H. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang sudah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Nitrogen ialah satu-satunya juzuk terbanyak dalam atmosfera (78.084% secara isipadu, 75.5% secara berat) dan diperoleh untuk kegunaan perindustrian daripada penyulingan berperingkat udara cecair atau melalui cara mekanikal gas udara (iaitu membran osmosis songsang bertekanan atau penjerapan buaian tekanan). 2. Garam nitrat dapat mengalami dekomposisi termal 3. Reaksi garam nitart oleh panas hasilnya berbeda-beda tergantung pada logamnya. Nitrat dari natrium dan kalium melepaskan oksigen dan tertinggallah nitrit-nitrit padat. 4. Pada kondisi yang normal, baik nitrit maupun nitrat adalah komponen yang stabil, tetapi dalam suhu yang tinggi akan tidak stabil dan dapat meledak pada suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat besar.

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08

DAFTAR PUSTAKA Team Teaching.2010. Penuntun Praktikum Anorganik. Gorontalo: Jurusan Pend. Kimia UNG Achmad, Hiskia. 1991. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: ITB Syukri. 1999. Kimia Dasar. Bandung: ITB Keenam, Klein felter. 1984. Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga http://www.wikipedia.org/ http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/nitrogen/ http://annisanfushie.wordpress.com/2008/12/16/kimia-nitrogen/ http://www.scribd.com/doc/13743595/Golongan-Identifikasi-unsur

@-On3 L4n9!t @mAdn M!sTrY 08