Anda di halaman 1dari 6

Nama : Nurhadi Akib NIM : A31111113 RMK Akuntansi Manajemen

Penganggaran Modal (PM) Pertama

I. Pengertian dan Manfaat Penganggaran Modal


Penganggaran modal (Capital Budgeting) adalah proses kegiatan yang mencakup seluruh aktivitas perencanaan penggunaan dana dengan tujuan untuk memperoleh manfaat (benefit) pada waktu yang akan datang. Penganggaran modal berkaitan dengan penilaian aktivitas investasi yang diusulkan. Aktivitas suatu investasi ditujukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan selama periode tertentu di waktu yang akan datang, yang mempunyai titik awal (kapan investasi dilaksanakan) dan titik akhir (kapan investasi akan berakhir). Penganggaran modal meliputi seluruh periode investasi yang mencakup pengeluaranpengeluaran (cost) dan manfaat (benefit) yang dikuantifikasi, sehingga memungkinkan untuk diadakan penilaian dan membandingkannya dengan alternatif investasi lainnya. Penganggaran modal dalam prakteknya dimaksudkan untuk mengadakan analisis investasi dari beberapa alternatif investasi yang tersedia, untuk kemudian menetapkan atau memilih investasi yang paling menguntungkan. Ketidaktepatan dalam menetapkan pilihan investasi akan menimbulkan kerugian-kerugian baik kerugian ril ataupun kerugian karena kehilangan kesempatan untuk memperoleh manfaat yang lebih menguntungkan (opportunity cost) yang sebenarnya dapat diwujudkan. Analisis investasi akan menyeleksi kesempatankesempatan investasi yang ada, sehingga dapat dipilih investasi yang memberikan manfaat terbesar dari setiap rupiah dana yang diinvestasikan.

Manfaat Penganggaran Modal : a. Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun. b. Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment.

c. Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar. d. Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.

II. Aliran Kas


Di dalam melakuan analisa capital budgeting diperlukan estimasi arus kas. Dimulai dari investasi awal hingga proyek itu berjalan. Pada tahap awal kas perusahaan masih negatif karena perusahaan hanya mengeluarkan dana untuk pelaksanaan proyek tersebut, setelah proyek tersebut selesai dan arus kas akan menjadi positif akibatnya adanya penghasilan yang dihasilkan dari investasi tersebut. Masalah Dalam Menghitung Aliran Kas Perusahaan mengharapkan akan menghasilkan arus kas yang lebih besar daripada sebelum melakukan suatu investasi. Di dalam capital budgeting ini disebut sebagai arus kas tambahan (incremental cash flow). Incremental cash flow ini yang digunakan untuk menghitung atau menganalisa kelayakan suatu proyek dengan metode net present value. Empat (4) hal yang harus diperhatikan di dalam menentukan arus kas tambahan yaitu (Ross, 2008) : 1. Sunk Cost Pengeluaran yang telah terjadi di masa lalu, yang tidak terpengaruh oleh keputusan menerima atau menolak suatu proyek. 2. Opportunity Cost Biaya yang timbul karena perusahaan kehilangan kesempatan menerima suatu pendapatan karena aset perusahaan digunakan pada proyek yang lain. 3. Side Effect Dapat diklasifikan sebagai erosion atau synergy. Erosion terjadi ketika produk baru menurukan cash flow sedangkan synergy terjadi sebaliknya 4. Allocated Cost Dilihat sebagai pengeluaran kas jika terjadi kenaikan cost pada proyek. Arus kas dalam suatu proyek terdiri atas beberapa komponen yaitu: a. Initial investment (Investasi awal) : Semua pengeluaran yang digunakan untuk membiayai proyek tersebut.

b. Free Cash Flow Arus kas bersih yang dapat dihasilkan selama proyek tersebut berlangsung. Yang diperhitungkan disini adalah selisih arus kas masuk dan keluar (pendapatan dan biaya) setelah dikurangi pajak dan tidak memperhitungkan bunga dan depresiasi. c. Terminal Value Arus kas yang dihasilkan jika pada akhir periode, investasi tersebut dijual. Nilai ini adalah nilai bersih dari penjualan tersebut

III. Metode Analisis Penganggaran Modal dan Penerapannya


1. Payback periode Jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam, semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/ dihadapi (Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa kembali) Kebaikan : sangat mudah diterapkan Kelemahan : a. tidak memperhatikan time of money value b. tidak memperhatikan cash in flow setelah masa payback sehingga tidak bisa digunakan sebagai alat ukur.

Rumus: Payback periode = jumlah investasi * 1 tahun Proceed jika payback periode > umur ekonomis, investasi ditolak jika payback periode < umur ekonomis, investasi diterima

2. Net Present Value (NPV) Metode penilaian investasi yg menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai waktu uang pada aliran kas yg terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima pada masa yang akan datang). Kebaikan :

a. memperhitungkan time value of money b. memperhitungkan seluruh cash flow selama usia investasi Kelemahan : dalam membandingkan dua investasi yang sama modalnya, nilai tunai netto tidak dapat digunakan sebagai pedoman.

Rumus : NPV = PVNCF PVNOL Langkah langkah : a. Tentukan discount rate yang digunakan berdasarkan biaya modal atau Required Rate Of Return. b. Menghitung present value dari net cash flow. c. Menghitung present value dar net outlay. d. Menghitung present value dengan mengurangkan PVNCF dengan PVNOL. e. Kriteria : Jika NPV (+), investasi diterima. Jika NPV (-), investasi ditolak.

3. Internal Rates Of Return (IRR) Tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang menunjukkan present value cash flow = present value outlay. IRR yang didapat dibandingkan dengan biaya modal yang ditanggung peruusahaan.

Rumus : P2-P1 IRR = P1-C1 C 2-C1 Dimana : P = Discount rate C = NPV

Jika IRR > P, investasi diterima Jika IRR < P, Investasi ditolak

4. Profitability Index membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar.

Rumus : Profitability Index = PV. Proceed PV.outlay

Jika PI > 1, investasi diterima Jika PI < 1, investasi ditolak

5. Accounting Rate of Return Mendasarkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/reported acc.Income. Metode ini menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata-rata dengan jumlah modal yang ditanam (initial investment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata-rata modal yang ditanam. Kebaikan : terletak pada kesederhanannya yang mudah dimengerti karena menggunakan data akuntansi yang tersedia. Kelemahan : a. Tidak memperhatikan time of money value b. Untuk proyek yang ada rata-rata laba bersihnya

Rumus : ARR = Jumlah EAT x 100% Investasi

jika ARR > 100%, investasi diterima jika ARR < 100%, investasi ditolak

DAFTAR PUSTAKA

http://indosinop.blogspot.com/2012/07/penganggaran-modal-dan-analisa-resiko.html http://umikalsum8493.blogspot.com/2013/01/kata-pengantar-puji-syukuryang-kami.html http://asdarmunandar.blogspot.com/2012/03/penganggaran-modal-bag-1.html