Anda di halaman 1dari 51

22/12/2013

Data Demografi

Jumlah populasi Usia 60 tahun keatas (dalam juta orang)

Tahun 1961 1971

Juta 4,5 5,3

Persen 4,3

1980 1990 2000 2010


2020

8,0 11,6 16,2 17,2


29,0

5,5 6,3 7,6 7,4


11,1

Diambil dari :BPS Profile Kesehatan Indonesia, Departemen Kesehatan RI

PENGERTIAN

Kognitif : Kemampuan berpikir dan memberi rasional, termasuk proses mengingat, menilai, orientasi, persepsi dan memperhatikan (Stuart & Sundeen) Organik mental disorder : istilah yang digunakan untuk menunjukkan gangguan pada orientasi, memori, intelektual, penilaian sehubungan dengan perubahan dalam otak.
4

22/12/2013

ASKEP GANGGUAN KOGNITIF


Faktor predisposisi : disebabkan oleh gangguan fungsi susunan syaraf pusat, misalnya infeksi sistemik, gangguan peredaran darah dan keracunan zat. Faktor presipitasi : hipoksia, misalnya : anemia hipoksia, histoksik hipoksia, iskemi hipoksia ; gangguan metabolisme, misalnya : hypotyroidisme, hipoglikemia ; racun, virus bakteri menyerang otak : perubahan struktur otak, misal trauma, tumor ; dan stimulus 22/12/2013 5 kurang atau lebih

Fungsi Otak

Lobus Frontalis

Pada bagian lobus ini berfungsi untuk : Proses belajar : Abstraksi, Alasan

Lobus Temporal

Diskriminasi bunyi Perilaku verbal Berbicara

Lobus Parietal

Diskriminasi waktu Fungsi somatic Fungsi motorik

Lobus Oksipitalis

Diskriminasi visual Diskriminasi beberapa aspek memori

Sisitim Limbik

Perhatian Flight of idea Memori Daya ingat

Secara umum apabila terjadi gangguan pada otak, maka seseorang akan mengalami gejala yang berbeda, sesuai dengan daerah yang terganggu yaitu :

Gangguan pada lobus frontalis , akan ditemukan gejala-gejala sbb :


Kemampuan memecahkan masalah berkurang Hilang rasa sosial dan moral Impulsif Regresi

Gangguan pada lobus temporalis akan ditemukan gejala sbb :


Amnesia Dimensia

Gangguan pada lobus parietalis dan oksipitalis akan ditemukan gejala gejala yang hampir sama, tapi secara umum akan terjadi disorientasi Gangguan pada sistim limbik akan menimbulkan gejala yang bervariasi antara lain :

Gangguan daya ingat Memori Disorientasi

Pengkajian

Faktor Predisposisi

Gangguan fungsi susunan saraf pusat Gangguan pengiriman nutrisi Gangguan peredaran darah

Faktor Presipitasi

Hipoksia Anemia hipoksik Iskemia hipoksik

Suplai darah ke otak menurun/berkurang Gangguan metabolisme

Malfungsi endokrin : Underproduct / Overproduct Hormon Hipotiroidisme Hipertiroidisme Hipoglikemia Hipopituitarisme

Racun, Infeksi

Gagal ginjal Syphilis

Perubahan Struktur

Tumor Trauma

Stimulasi Sensori

Stimulasi sensori berkurang Stimulasi berlebih

Perilaku

Delirum adalah : Suatu keadaan proses pikir yang terganggu, ditandai dengan: Gangguan perhatian, memori, pikiran dan orientasi
Demensia : Suatu keadaan respon kognitif maladaptif yang ditandai dengan hilangnya kemampuan intelektual/ kerusakan memori, penilaian, berpikir abstrak.

Mekanisme koping

Dipengaruhi pengalaman masa lalu Regresi Rasionalisasi Denial Intelektualisasi

Sumber Koping

Pasien Keluarga Teman

ORGANIK MENTAL DISORDER

Delirium adalah fungsi kognitif yang kacau ditandai dengan kesadaran berkabut yang dimanifestasikan oleh lama konsentrasi yang rendah, persepsi yang salah, gangguan pikir (Stuart & Sundeen, 1995). Etiologi : bisa karena pengaruh obat atau alkohol, racun, infeksi maupun trauma. Dan kebanyakan kasus bisa pulih.
15

22/12/2013

Dementia adalah gangguan kognitif ditandai dengan hilangnya fungsi intelektual yang berat, misal disorientasi, daya ingat terganggu, gangguan penilaian dan afek yang labil. Etiologi : bisa karena trauma, infeksi kronis dan gangguan peredaran darah.

22/12/2013

16

KARAKTERISTIK
Delirium Onset Lama Umur Stresor Biasanya tiba-tiba Biasanya singkat Semua umur Racun, infeksi, trauma Dementia Biasanya perlahan Biasanya lama & progresif Paling banyak 65 th Hipertensi, hipotensi, anemia, def.vitamin

22/12/2013

17

Delirium
Perilaku Fluktuasi kesadaran Disorientasi Gelisah Agitasi Ilusi,halusinasi Pikiran tdk teratur Gang.penilaian & pengambilan keputusan Afek yang labil

Dementia
Daya ingat hilang Disorientasi Gelisah Agitasi Perilaku sosial tdk sesuai Menolak perubahan Gang.penilaian Afek labil
18

22/12/2013

Delirium
Faktor Intoksikasi obat penye Infeksi : bab sistemik/intrakranial Gang.metabolik : hipoksia,hipoglikemi Penyakit neurologi : kejang, dll Obat-obatan Keadaan post operasi Stressor psikososial
22/12/2013

Dementia
Primary dementia : alzheimers disease, multi infaarct dementia, picks disease Secondary dementia : infection, trauma, toksik & gang.metabolik, neoplasma, hydrocephalus, peny.neurologi, AIDS, 19 encephalopaty

Delirium
Bicara Tidak jelas menggambarkan pikiran yg tdk terorganisir. Gang. Short time Memory memory. Ilusi, halusinasi Persepsi visual, taktil. Mood
22/12/2013

Dementia
Fase awal normal, aphasia progresif, confabulation. Rusaknya short & long time memory. Halusinasi tidak menonjol. Labil, mungkin paranoid, menarik diri
20

Takut, cemas, iritable

PRINSIP INTERVENSI
Diarahkan pada penyebab dan gang. perilaku. Dan ditujukan untuk fungsi psikologis, psikososial, peran serta keluaran. Tujuan : perbaikan kognitif 1. Memelihara perawatan diri 2. Meningkatkan orientasi 3. Memenuhi kebutuhan tidur 4. Memelihara status nutrisi 5. Memelihara fungsi eliminasi 6. Mendukung fungsi kognitif yang optimal 22/12/2013

21

Intervensi Delirium

Fisiologis Menjaga keselamatan hidup (makan, minum), kebutuhan tidur (minum susu hangat, menggosok punggung, berbicara lembut, temani klien menjelang tidur), jika terlalu gelisah perlu diikat (sesuai pedoman pengikatan)

22/12/2013

22

Halusinasi Lindungi klien & orang lain dari perilaku yang merusak. Ruangan klien aman, barang-barang minimal, dukungan, rasa aman, orientasi realita yg konsisten diperlukan dari semua petugas & keluarga.Bila ada halusinasi hindari trauma.

Komunikasi Pada klien yg sulit memproses informasi, memerlukan pesan yg jelas, simpel & pemberian pilihan yg terbatas.Pilihan lebih baik ditujukan pd aktivitas rutin, misal : Apakah bapak mau mandi sebelum makan?Lebih baik dari : Jam berapa bapak 22/12/2013 23 makan?

Pendidikan kesehatan Dilakukan pada saat klien mulai bertanya tentang hal yang terjadi pada dirinya. Sebelum memberi penjelasan, perawat harus mengetahui masalah klien, rencana perawatan, usaha pencegahan, dan rencana perawatan dirumah. Mungkin juga diberikan petunjuk tertulis.
24

22/12/2013

Intervensi Dementia

Orientasi Membantu klien berfungsi dilingkungannya. Nama petugas besar, terbaca, barang milik pribadi diorientasikan, misalnya : tempat tidur, pakaian, foto keluarga, lemari.Penerangan malam hari. Penguatan koping Kaji sumber kecemasan dan coba mengurangi kecemasan.
25

22/12/2013

Komunikasi Topik percakapan dipilih oleh klien sendiri, persepsi yang salah tentang situasi dapat diatasi dengan diplomatis.Misalnya : Seorang janda : Suami saya akan segera datang. Perawat : Ibu pasti sangat mencintai suami ibu atau Kadang-kadang ibu menganggap suami ibu ada disini
26

22/12/2013

Libatkan keluarga dan masyarakat Kerjasama dengan puskesmas/perawat kesehatan masyarakat Kurangi agitasi

Memberitahukan apa yang diharapkan secara jelas Menawarkan pilihan jika pasien dapat melakukannya Berikan jadwal aktivitas Hindari perebutan aktivitas.Jika pasien menolak permintaan, tinggalkan dan kembali dalam beberapa menit. Libatkan pasien dalam asuhan jika memungkinkan
27

22/12/2013

Prinsip konservasi Myra Leoines

22/12/2013

Konservasi energi Berhubungan dengan perilaku yg memerlukan energi, misalnya : cemas, depresi Konservasi integritas struktur Fokus pada gang. Sensori dan persepsi, perlindungan keselamatan Konservasi integritas personal Pemeliharaan harga diri Konservasi sosial Fokus pada pemeliharaan hubungan sosial dan orang terdekat.

28

Diagnosa Keperawatan

Anxietas Komunikasi, kerusakan verbal Resiko terhadap cedera Sindrom defisit perawatan diri ( mandi,/kebersihan diri, makan, berpakaian, berhias, toileting Perubahan sensori/perseptual ( penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan penghidu) Gangguan pola tidur Perubahan proses pikir (Stuart and Sundeen, 1995.hal 556 )

Intervensi Keperawatan

Identifikasi hasil :

Pasien dapat mencapai fungsi kognitif yang optimal


Menjaga keselamatan hidup Pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial Libatkan keluarga Pendidikan kesehatan mental

Prioritas :

Usaha perawatan :

Memfungsikan pasien seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien

Implementasi Keperawatan

Pendidikan kesehatan

Mulai saat pasien bertanya tentang yang terjadi pada keadaan sebelumnya Seharusnya perawat tahu sebelumnya tentang : Masalah pasien, Stressor, Pengobatan, Rencana perawatan, Usaha pencegahan, Rencana perawatan dirumah Penjelasan diulang beberapa kali Beri petunjuk lisan dan tertulis Libatkan anggota keluarga agar dapat melanjutkan perawatan dirumah dengan baik sesuai rencana yang telah ditentukan

Komunikasi

Membina hubungan saling percaya : Umpan balik yang positif, Tentramkan hati, Ulangi kontrak, Respek, pendengaran yang baik, Jangan terdesak, Jangan memaksa Komunikasi verbal : Jelas, Ringkas, Tidak terburu buru Topik percakapan dipilih oleh pasien Topik buat spesipik Waktu cukup untuk pasien Pertanyaan tertutup Pelan dan diplomatis dalam menghadapi persepsi yang salah Empati Gunakan tehnik klarifikasi Summary Hangat Perhatian

Pengaturan koping

Koping yang selama dipakai ini yang positif positif dimaksimalkan dan yang negatif diminimalkan Bantu mencari koping baru yang posistf Didorong melakukan sesuatu yang tidak biasa dan tidak jelas Beri penjelasan Beri pilihan Penyaluran energi : Perawatan mandiri, Menggunakan kekuatan dan kemampuan dengan tepat, misalnya berolahraga Saat agitasi : Tetap senyum, Tunjukkan sikap bersahabat, Empati

Kurangi agitasi

Keluarga dan masyarakat


Siapkan keluarga untuk menerima keadaan pasien Siapkan fasilitas dalam berinteraksi dengan dimasyarakat Perlu bantuan dalam merawat 24 jam dirumah, yang diprogramkan melalui : Puskesmas, Pos-pos pelayanan kesehatan dirumah sakit Tergantung penyebab gangguan, seperti : Penyakit Alzheimers Pada orang tua harus hati-hati, karena keadaan yang sensitive

Farmakologi

Wandering Perilaku yang harus diperhatikan oleh pemberi perawatan Therapeutik Milieu Stimulasi kognitif Intervensi interpersonal Psychotherapi Life review therapi Untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan individu dan kelompok dengan saling menceritakan riwayat hidup latihan dan terapi kognitif Therapi relaksasi Kelompok pendukung dan konseling

Gangguan daya ingat

Mulai percakapan dengan menyebut nama anda dan panggil nama pasien Hindarkan konfrontasi atas pernyataan pasien yang salah Penataan barang pribadi jangan dirubah Lakukan program orientasi

-Piramida
Erbe Sentanu

Perbuatan Perkataan

Mind/Pikiran

Emotion/Perasaan

Beck

Stimulus
Kognitif Ada distorsi

Mood

Dialog internal/ self talk

Sederetan peristiwa (positif, netral, negatif)

Dua Faktor yang membangkitkan Terapi Kognitif


1.

2.

Masalah muncul karena dari pikiran dan dialog internal Adanya ketidakberdayaan yang dipelajari (learned helplessness)

Learned Helplesnees (Ketidakberdayaan yang Dipelajari)


No control, no way-out Learned Helplesnees kegagalan berulang Tiga area yang mengalami ketidakberdayaan:

Motivasi Kognitif Emosi

Hardiness (Ketangguhan)

Karakter individual yang stabil dalam menghadapi peristiwa dalam hidup Tiga komponen hardiness:

Komitmen Involved Kontrol belief to influence Tantangan life changes = norm

Humor

Tujuan Terapi Kognitif

Membebaskan tekanan emosi Mengurangi simtom depresi Mengecek tata berpikir dan asumsi yang keliru

Jenis Distorsi Kognitif


1.

2.
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Over Generalisasi: Loncatan Kesimpulan Pembesaran dan Pengecilan In exact labelling Absolutisme Filter mental Diskualifikasi pengalaman positif Penalaran emosional Pernyataan harus Personalisasi

1. Over Generalisasi:

Mengambil kesimpulan umum dari satu atau sedikit kejadian

2. Loncatan Kesimpulan:
a. Membaca pikiran: penyimpulan negatif & tidak ada usaha untuk mengecek b. Kesalahan peramal: merasa ramalannya pasti benar

3a.Pembesaran: Kesalahan diri dan keberhasilan orang lain diperbesar 3b. Pengecilan: Keberhasilan diri dan kesalahan orang lain diperkecil

4. In Exact Labelling: Menciptakan suatu gambaran diri yang negatif

5. Absolutisme: Pemikiran segalanya atau tidak sama sekali

6. Filter mental
Pemusatan perhatian semata-mata pada bagian kecil yang negatif

7. Diskualifikasi pengalaman positif

8. Penalaran emosional: emosi diri sendiri yang negatif dianggap sebagai kenyataan yang sebenarnya 5. Absolutisme:

Pemikiran segalanya atau tidak sama sekali 9. Pernyataan harus: menggerakkan diri sendiri dengan harus atau seharusnya tidak

10. Personalisasi: Menganggap diri sendiri sebagai penyebab peristiwa negatif

Langkah-langkah Terapi Kognitif

Teknik tiga kolom Distorsi kognitif

Teknik dua kolom


Menyusun agenda

Teknik Tiga Kolom


Pemikiran Otomatis Distorsi Kognitif Pemikiran Rasional

Contoh grafik distorsi kognitif selama 1 minggu


7 6 5 4 3 2 1 0
Hari-1 Hari-2 Hari-3 Hari-4 Hari-5 Hari-6 Over gen Pembesaran Personalisasi

Daftar Pustaka

Fortinash, C.M, dan Holloday, P.A. (1991). Psychiatric nursing care plan. St.Louis : Mosby year book Keltner, N.L, Schueke, L.H dan Bostrom, CE (1991). Psychiatric nursing :a psycho therapeutic management approach. St. Louis : Mosby year book Stuart, Gw. and Sundeen S.J (1995). Perbandingan Delirium, Depresi dan Demensia.St.louis : Mosby year book Stuart, Gw. And Sundeen S.J (1995). Pendidikan Kesehtan Keluarga . St. Louis Mosby Year book Towsend, M.C (1993). Psychiatric Mental Health Nursing : Concept of Care .Philadelphia, 2nd, Davis Company. Wilson, H.S, and Kneils, C.R . (1992). Psychiatric Nursing . California : Addison

22/12/2013

52