Anda di halaman 1dari 14

SEPVIA ANESA - 1210852003 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Asia Tenggara merupakan sebuah kawasan di Asia bagian tenggara. Dimana wilayah Asia Tenggara ini meliputi Indochina dan Semenanjung Malaya serta berbagai kepulauan disekitarnya. Asia Tenggara baru mulai melirik perhatian dan baru mulai di kaji setelah berakhirnya perang dunia kedua. Sebelum perang dunia kedua berakhir, Asia Tenggara belum di kaji karena belum berdirinya sebuah negara dan tatanan ekonominya belum bagus. Asia Tenggara merupakan lumbung bagi para penjajah untuk mendapat dapat mengeksploitasi dan mencari keuntungan yang besar di negara negara yang berada di kawasan Asia Tenggara, misalnya Indonesia yang menjadi mangsa empuk bagi kolonialisasi Belanda dan negara tirai bambu Jepang. Portugis, Belanda, Inggris dan Jepang bergantian menguasai Malaysia. Filipina yang pada awalnya di kuasai oleh Spanyol dan beralih kepemilikan kepada Amerika Serikat. Vietnam pernah di kuasai oleh Perancis, Amerika Serikat dan Jepang. Satu satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak pernah di jajah adalah negara Thailand. Disini Thailand menjadi buffer zone karena bagian utara Asia Tenggara pada umumnya di kuasai oleh Perancis dan bagian utara Asia Tenggara di kuasai oleh kolonialisasi Inggris. Thailnad tidak di jajah secara fisik tapi di jajah secara ideologi. Negara negara di Asia Tenggara memiliki keunikannya masing masing. Masing masing Negara di Asia Tenggara memilki corak yang khas. Atau sering disebut dengan Unity in Diversity. Sejarah Malaysia bermula pada sekitar awal tahun 1400 masehi yang diawali oleh zaman Kesultanan Melayu. Wilayah Kesultanan Melayu ini meliputi sebagian besar Semenanjung dan Pantai Timur Sumatera pada masa keemasannya. Dengan posisinya yang strategis, Kerajaan Malaka tumbuh menjadi kerajaan yang besar, hebat dan kuat pada masanya. Posisinya yang sangat menguntungkan karena berada pada Selat Malaka yang menjadi pusat perdagangan dunia karena menjadi titik pertemuan antara Asia Timur dengan Asia Barat. Malaka

SEPVIA ANESA - 1210852003


merupakan pelabuhan yang sangat besar dan penting. Padatnya pusat perdagangan di Selat Malaka tersebut di karenakan komoditas utama yang diperdagangkan adalah rempah rempah, dan disini para pedagang dari China, Arab, Melayu dan India bertemu untuk memperdagangkan barang dagangannya yang menyebabkan para pedagang lintas negara lalu lalang di wilayah ini dan memberikan keuntungan sendiri bagi Kerajaan Malaka. Tanah Melayu berada pada masa penjajahan ketika Portugis datang dan berhasil merebut Malaka pada tahun 1511. Hal ini dikarenakan Portugis sangat tertarik pada pelabuhan kaya tersebut. Kedatangan bangsa Portugis ke Malaka menandai di mulainya kolonialisasi Eropa di wilayah Asia Tenggara. Negara negara di Asia Tenggara lainnya juga mulai di jajah oleh Negara Eropa lainnya. Penjajahan bangsa Portugis di Tanah Melayu berlangsung selama 130 tahun dari tahun 1511 sampai tahun 1641 sebelum Belanda menyingkirkan Portugis dari Malaka. Setelah masa penjajahan Belanda atas Malaka yang berlangsung selama lebih kurang 154 tahun yaitu dari tahun 1641 sampai dengan tahun 1795. Belanda kemudian di gusur oleh Inggris yang telah terlebih dahulu menguasai Penang pada tahun 1786 melalui perjanjian Inggris - Belanda. Pada tahun 1826, kedudukan Inggris di Malaka, Penang dan singapura di gabungkan dengan bentuk the Colony of the Straits Settelements. Pada abad ke 19 dan awal abad ke 20 Inggris menjadikan kesultan kesultanan yang berada di Semenanjung Malaya sebagai protektorat1. Protektorat adalah negara atau wilayah yang di control oleh negara lain yang kebih kuat dari negara tersebut. Sebuah protektorat biasanya berstatus otonomi dan wewenang mengurus masalah dalam negeri. Pemimpin pribumi biasanya diperbolehkan untuk memegang jabatan sebagai kepala negara, walaupun hanya sebatas nominal saja. Negara pengontrol mengurus hubungan luar negeri dan pertahanan protektoratnya, seperti yang telah terjadi dalam dalam perjanjian. Singkat kata, protektorat merupakan salah satu jenis wilayah dependensi2. Empat wilayah yang dijadikan Inggris sebagai wilayah protektoratnya pada tahun 1895 adalah wilayah Selangor, Perak, Pahang dan Negeri Sembilan yang bergabung dengan Negeri
1 2

Gejolak dan sejarah Malaysia

http://id.wikipedia.org/wiki/Protektorat

SEPVIA ANESA - 1210852003


Negeri Melayu Bersekutu atau yang lebih dikenal dengan istilah Federal Malay States. Administrasi publik Inggris sanagt lah tertata rapi pada zaman penjajahannya di berbagai negara, Inggris pun juga memperluas pelayanan umum sekaligus Inggris juga mengembangkan berbagai jenis produksi diantaranya adalah produksi karet dan timah yang berskala besar. Penjajahan yang dilakukan oleh Inggris merupakan masa penjajahan yang paling lama di alami oleh Tanah Melayu yaitu 154 tahun. Inggris tidak hanya menjajah Tanah Malaysia secara fisik dengan menggeruk semua hasil bumi Tanah Melayu tapi Inggris juga telah mencampuri urusan atau permasalahan yang ada di dalam tubuh Tanah Melayu tersebut. Dominasi pengaruh Inggris sangat besar terhadap kebijakan yang dihasilkan oleh Malaya. Karena sebelum kolonialisasi Inggris memasuki Tanah Melayu, semua urusan tersebut diurus oleh para raja raja melayu. Campur tangan yang berlebihan dari Inggris ini membuat banyak masyarakat Melayu tidak senang dan gelisah atas campur tangan yang berlebihan . Karena rasa tidak puas hati dan kecewa terhadap campur tangan dari Inggris. Beberapa individu bangkit menentang penjajah namun oleh kerana usaha mereka lebih kepada bersifat perseorangan maka penentangan tersebut dengan mudah dipatahkan oleh British. Antara tokohyang bangun menentang penjajah ialah Dol Said, Tok Janggut, Datuk Bahaman, Rentap, Datuk Maharajalela, Rosli Dobi dan beberapa tokoh yang lain3. Invansi Inggris di Malaysia tidak selamanya berjalan dengan mulus, lancar dan tanpa hambatan. Pada tahun 1992 sampai tahun 1945 kedudukan Inggris atas Malaysia sempat di invansi oleh masa kependudukan Jepang. Hampir sepanjang Perang Dunia II, Malaya Britania, Borneo Utara dan Sarawak berada di bawah masa kependudukan Jepang. Invansi Jepang pertama kali di tandai dengan Jepang menyerang Pulau Kalimantan pada pertengahan desember 1941, yang mendarat di pantai barat dekat Miri di Sarawak4. Setelah kekalajhan Jepang dalam perang dunia II, tuntutan akan kemerdekaan makin bergemuruh oleh rakyat Malaysia. Disini, Inggris yang dahulu pernah menjajah Malaysia kembali datang dan menggagas pembentukan Persatuan Malaya pada tahun 1944. Tujuan dari pembentukan Persatuan Malaya ini adalah untuk menyatukan beberapa kerajaan yang ada di
3

Anneahira.com/SejarahMalaysia
Id.wikipedia.org/wiki/Pendudukan_Jepang

SEPVIA ANESA - 1210852003


Malaysia untuk bersatu di dalam satu pemerintahan, diantaranya adalah Kerajaan Selangor, Pahang, Perak, Kedah, Kelantan, Negeri Sembilan, Malaka, Treangganu dan Penang. Semua tindakan yang dilakukan oleh Inggris semata mata adalah untuk persiapan jika tiba tiba rakyat Tanah Melayu menuntut kemerdekaan. Setelah pembentukan Persatuan Malaya, Inggris pun menghimbau agar semua etnis yang berada di Malaysia mendapatkan hak dan kesempatan yang sama. Tapi yang menjadi permasalahan disini adalah sikap Etnis Melayu yang tidak setuju. Yang diinginkan oleh Etnis Melayu adalah hanya Etnis Melayu yang menguasai bidang politik di Melayu. Padahal, pada waktu Jepang menyerbu Malaya pada tahun 1942, warga Etnis China lah yang pasang badan dengan membentuk Tentara Rakyat Malaya anti Jepang. Faksi militer itu di sokong penuh oleh Partai Komunis Malaya yang mayoritasnya di hunia oleh orang Thionghoa. Mereka habis habisan bertempur di medan gerilya bersama prajurit Inggris. Jangan lupakan perjuangan golongan India. Meski perjuangan mereka sporadic tapi sering membikin repot serdadu Negeri Matahari Terbit. Sikap yang di ambil oleh bangsa melayu tersebut dituangkan ke dalam organisasi UMNO. Yang paling menyedihkan disini adalah lantaran bangsa melayu bukanlah golongan yang ikut serta berperang melawan penjajah. Akibatnya, Etnis China dan Etnis India secara terpaksa harus tersingkir dalam dunia politik Malaya karena jiwa ambisius bangsa melayu ini. Sikap bangsa melayu ini lah yang menimbulkan pertentangan antar etnis di Malaysia.

1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yang penulis ceritakan diatas, penulis akan berusaha mencari tahu apakah faktor yang menyebabkan Pengaruh Inggris yang sangat mendominasi Malaysia dan Diskriminasi Etnis di Malaysia

SEPVIA ANESA - 1210852003


1.3 Landasan Konseptual Pluralisme Etnik5 Pluralisme berarti banyak atau beragam. Pluralisme berhubungan erat dengan dan menjadi dasar dari multikulturalisme. Idealnya, suatu masyarakat multikultural merupakan kelanjutan dari pluralisme. Masyarakat multikultural biasanya terjadi pada masyarakat plural. Sebaliknya, pluralisme bukan apa-apa tanpa menjadi multikulturalisme. Pengakuan terhadap pluralisme seharusnya meningkat menjadi multikulturalisme. Namun, kenyataannya,

kesenjangan selalu ada antara pengakuan pluralisme dengan pelaksanaan multikulturalisme. Pluralisme (ethnic) atau pluralisme etnik adalah koesistensi atau pengakuan terhadap kesetaraan sosial dan budaya antara beragam kelompok etnik yang ada dalam suatu masyarakat. Sedangkan Pluralisme (political) atau pluralisme politik merupakan koesistensi atau pengakuan terhadap kesetaraan dalam distribusi kekuasaan kepada berbagai kelompok interest, kelompok penekan, kelompok etnik dan ras, organisasi dan lembaga politik dalam masyarakat. Jadi konsep pluralisme dimaknai oleh pemerintah sebagai proses melakukan bargaining atau kompromi terhadap para pemimpin dari beragam kelompok (etnik dan ras atau kelompok lainnya) yang bersaing dalam bidang bisnis, tenaga kerja, pemerintahan, dan lain-lain. Pluralisme dianjurkan sebagai jalan terbaik untuk melayani, atau sebuah proses yang mendorong lahirnya demokrasi paling ideal dalam masyarakat yang semakin modern dan kompleks, agar setiap individu atau kelompok dapat berpartisipasi dalam setiap pengambilan keputusan. Adapun prinsip pluralisme adalah perlindungan terhadap hak individu dan kelompok melalui peraturan dan perundang-undangan dengan memberikan kemungkinan terjadinya check and balances. Dalam arti luas, konsep ini menjelaskan bahwa tak ada satu kelompok pun yang menduduki keputusan selama-lamanya. Kekuasaan itu selalu bergantis, ekurang-kurangnya pergantian itu dilakukan melalui pengaruh individu atau kelompok terhadap kelompok yang berkuasa dalam proses pengambilan keputusan. Dari berbagai konsep diatas, dapat disimpulkan pertama, pluralisme (budaya) menggambarkan kenyataan bahwa dalam masyarakat, ada kelompok-kelompok etnik yang tidak terakulturasi ke dalam identitas budaya etnik. Pada umumnya budaya kelompok seperti ini http://kuliahmultikultur.blogspot.com/2012/03/bab-3-pluralisme-danmultikulturalisme.html
5

SEPVIA ANESA - 1210852003


menampilkan perilaku budaya yang berbeda, misalnya berbicara dengan bahasa yang lain dari bahasa etniknya, memeluk agama yang berbeda dengan mayoritas agama yang dipeluk etniknya, dan lain-lain, yang berarti mereka menampilkan sistem nilai yang berbeda dari nilai etniknya. Kedua, bahwa terbentuk pula pluralisme struktural dalam masyarakat, yang menggambarkan perbedaan budaya di antara, kelompok-kelompok etnik, tetapi perbedaan tersebut hanya terletak pada wilayah struktur sosial semata-mata. Berarti, meskipun kelompokkelompok etnik itu mempunyai beberapa unsur budaya yang sama dengan budaya dominan, mereka selalu tampil dengan budaya tertentu (subkultur) yang terpisah dari kelompok dominan. Bagaimanapun juga, dalam pluralisme terkandung konsep bahwa setiap orang tetap memiliki etnik tertentu dan tetap mempraktikkan etnisitas sebagai suatu yang sentral dalam menentukan relasi mereka dengan orang lain dari kebudayaan dominan. Akhirnya, pluralisme sebagai sebuah ideologi berasumsi bahwa semua isme (rasisme, reksisme, kelasisme) merepkan pendekatan bagi kehidupan yang harmonis satu sama lain. Bagaimanapun juga, konsep pluralisme budaya memang sangat bertentangan dengan fokus etnisitas yang tunggal. Pluralisme merupakan gerakan yang berdampak terhadap perubahan struktur sosial masyarakat, dimulai dari perubahan struktur sosial individu dan kelompok. Pada dasarnya pluralisme mendorong perubahan cara berpikir dan bersifat universal, untuk mencegah klaim pandangan bahwa ada kebudayaan yang paling benar. Semua kebudayaan itu penting sehingga tidak ada satu kebudayaan pun yang mengklaim bahwa apa yang dikatakan oleh kebudayaan itu menjadi rasionalisasi atas semua kebudayaan lain. Inilah argumentasi paling penting dari pluralisme. Jadi, seorang pluralis-dengan kata lain harus dan selalu akan mengatakan bahwa meskipun setiap kebudayaan memiliki norma-norma universal, dan norma-norma tersebut dapat diberlakukan kapan dan dimana saja, harus diingat bahwa norma-norma universal itu tidak lebih baik daripada validitas kearifan budaya sendiri.

SEPVIA ANESA - 1210852003 BAB II ISI


2.1 Pengaruh Domianan Inggris atas Malaysia
Kolonialisasi Inggris di Malaysia berlangsung selama 154 tahun. Inggris berhasil menjajah Malaysia setelah merebut Malaysia dari tangan Belanda. Hal itu di tandai dengan adanya perjanjian Inggris belanda pada tahun 1786. Inggris pun berhasil merebut Singapura dari Sultan Johor. Pada awal masa penjajahannya,Inggris membentuk the Colony of the Straits Settelements atau wilayah permukiman Selat Malaka pada tahun 1826, disini Inggris berusaha menggabungkan kerajaan kerajaan besar yaitu Malaka, Penang dan Singapura. Kolonialisme mampu mengeksploitasi dan memperoleh keuntungan yang sangat basar terhadap negara jajahannya di kawasan Asia Tenggara. Britania Raya atau Inggris mendirikan koloni pertamanya di Semenanjung Malaya pada tahun 1786, dengan penyewaan pulau Penang kepada Perusahaan India Timur Britania oleh Sultan Kedah. Pada 1824, Britania Raya menguasai Malaka setelah ditandatanganinya Traktat London atau Perjanjian Britania-Belanda 1824 yang membagi kepemilikan Nusantara kepada Britania dan Belanda, Malaya untuk Britania, dan Indonesia untuk Belanda. Pada 1826, Britania mendirikan Koloni Mahkota di Negeri-Negeri Selat, menyatukan kepemilikannya di Malaya: Penang, Melaka, Singapura, dan pulau Labuan. Penang yang didirikan pada 1786 oleh Kapten Francis Light sebagai pos komersial dianugerahkan oleh Sultan Kedah. Negeri-Negeri Selat mulanya diurus di bawah British East India Company di Kalkuta, sebelum Penang, dan kemudian Singapura menjadi pusat pengurusan koloni mahkota, hingga 1867, ketika tanggung jawab pengurusan dialihkan kepada Kantor Kolonial di London6. Akan tetapi Malaysia pernah dikuasai Inggris selama 4 tahun dari tahun 1942 sampai tahun 1945. Pada bulan September tahun 1945 Jepang kembal menyerahkan Malaysia ke Tangan Inggris setelah kalah dari perang dunia II. Semangat akan kemerdekaan mulai berkobar di dalam diri warga Malaysia. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya organisasi UMNO (united Mlay National Organization) yang pada akhirnya nberkembang menjadi sebuah partai besar dan
6

dampak kolonial Inggris di semenanjung melayu(malaysia)

SEPVIA ANESA - 1210852003


terkuat di Malaysia yang diisi oleh orang orang etnis melayu. Setelah perang dunia II berakhir, Singapura yang pada awalnya berada pada straits settlement akhirnya keluar dan menjadi koloni Inggris. Seperti yang penulis telah bahas diatas, Etnis China bekerjasama dalam melawan kolonialisasi Inggris di Tanah Melayu, tapi hal yang aneh adalah setelah pembentukan UMNO atau Organisasi Nasional Persatuan Melayu, bangsa melayu kemudian memutuskan untuk bekerjasama dan lebih memilih untuk berteman dengan Inggris yang pada dasarnya merupakan penjajah di Tanah Melayu, dan hal ini menyebabkan Etnis Melayu berbalik melawan pemberontakan golongan China terhadap penjajah. Berbeda dengan Indonesia yang mendapatkan kemerdekaan dengan perjuangan dari seluruh rakyat yang bersatu melawan penjajahan, Malaysia tanpa susah payah mendapatkan kemerdekaan yang diberikan oleh Inggris tanggal 31 agustus 1957 dengan nama Federasi Malaya. Gagasan pembentukan Federasi Malaya terlaksana pada tanggal 27 mei 1961. Kemudian datanglah Tengku Abdulrahman dari London pada bulan November tahun 1961 yang mengadakan perundinagn mengenai permintaan persetujuan Pemerintah Inggris khususnya segala hal yang berkaitan dengan Kalimantan Utara. Sistem pemerintahan di Malaysia adalah system monarki konstitusional dangan Yang di Pertuan Agung sebagai kepala negara persekutannya, atau lebih dikenal dengan sebutan Raja Malaysia. Raja Malaysia di pilih oleh para sultan di kerajaan kerajaan yang ada di Malaysia. Sedangkan sistem pemerintahan di Malaysia adalah system parlementer Westminster, yang merupakan warisan kolonialisasi Inggris. Berbeda deengan Inggris, secara praktek, di Malaysia pusat kekuaasan berada pada tangan eksekutif daripada tangan legislative, sedangkan baggian judikatif itu dikerjakan antara pemerintah persekutuan dan pemerintah negara bagian. Kekuasaan eksekutif dipimpin oleh seorang perdana menteri yang mengepalai sebuah kabinet. Malaysia banyak mengadopsi sistem politik dan pemerintahan Inggris. Inggris menjadi pengaruh yang cukup besar untuk Malaysia. Hubungan antara Malaysia dan Iggris semakin kuat, Malaysia pun terkesan sangat bergantung terhadap negara Inggris, bahkan pada abad ke 19, Malaysia yang banyak terlibat dalam konflik pun sering meminta bantuan pertolongan kepada negara Britania. Kekayaan alam timah yang ada di tanah melayu lah yang menjadi alasan utama Inggris sering membantu Malaysia dalam menyelesaikan konflik dan ikut campur dalam urusan Malaysia.

SEPVIA ANESA - 1210852003


Malaysia pernah terlibat konflik dengan China yang disebabkan oleh ulah para bandit China yang menyebabkan kekacauan. Akhirnya Negara Britania mengutus Diplomasi Kapal Meriam Britania untuk mewujudkan resolusi perdamaian. Perjanjian Pangkor 1874 pun tercipta untuk membuka jalan bagi perluasan pengaruh Inggris di Malaya. Perjanjian Pangkor memberikan wewenang kepada Inggris untuk bertindak sebagai penasehat Sultan Melayu. Persetujuan Pangkor tersebut menunjukan adanya perubahan politik yang secara tidak langusng menunjukan berkurangnya pengaruh kekuasaan formal sultan sebagai kepala negara dan menunjukan bagaimana besarnya pengaruh Britania Raya terhadap Malaya. Karena di atas kertas orang orang Britania memang di angkat menjadi penasehatpara penguasa Melayu, tapi secara de facto, orang orang Britania menjalankan pengaruh penting di atas para penguasa Melayu tersebut.

2.2 Diskriminasi Etnis di Malaysia


Seperti yang telah penulis ceritakan diatas, posisi strategis Tanah Melayu yang mempertenukan Asia Barat dengan Asia Timur membuat daerah ini menjadi pusat perlintasan perdagangan dunia yang banyak di lewati oleh para saudagar yang lalu lalang setiap harinya. Hal ini menyebabkan para pedagang dari berbagai negara khususnya China, India dan Gujarat sering singgah dan menjual barang daganganya di Malaka. Pada akhirnya banyak dari pedagang tersebut untuk tinggal dan menetap bahkan menikah dengan penduduk pribumi. Hal ini menyebabkan banyaknya populasi orang China di Malaysia yang bermigrasi dari tahun 1919 sampai dengan tahun 1929. Selain Malaysia, Inggris juga menjajah India. Cara Inggris menjajah India agak sedikit berbeda. Disini Inggris memamfaatkan banyaknya penduduk India untuk meninggalkan India dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan besar bagi buruh kontrak dibawah Inggris sebagai koloni India dan negara yang melakukan penjajahan. Kenapa India yang dipilih? Hal ini dikarenakan karena India yang terkenal mempunyai tenaga buruh yang murah karena tidak mempunyai skill yang mumpuni atau tanpa keterampilan khusus. Pekerja pekerja India ini di tempatkan pada perkebunan dan pertambangan di negara imigrasi India. Ada dua alasan utama mengapa Inggris mempekerjakan bangsa India ke berbagai wilayah jajahan Inggris lainnya. Pertama terkait dengan struktur masyarakat India yang kompleks dan berbeda-beda di tiap wilayah bagiannya. Sistem kasta yang kuat dalam agama

SEPVIA ANESA - 1210852003


Hindu yang dianut masyarakat India cukup menyulitkan Inggris untuk mendapatkan pekerja sesuai dengan keinginannya. Disamping keterkaitan antar satu orang dengan yang lain akibat sistem kasta Inggris dan membuat mereka tidak mau meninggalkan wilayah mereka. Kedua, terdapat perbedaan agama pada wilayah di India bagian utara dan barat lebih banyak beragama Islam sedangkan wilayah lain lebih banyak masyarakat India beragama Hindu dan minoritas Kristen. Situasi ini sering mengakibatkan terjadinya bentrokan antar umat beragama di India dan menyulitkan Inggris untuk melakukan penjajahan. Selain misi penjajahan, Inggris juga mempunyai tujuan lain berada di India yaitu untuk penyebaran agama Kristiani, kuatnya sistem kasta dan struktur agama hindu masyarakat India membuat Inggris sulit melakukan hal ini 7. Disamping pengaruh struktur masyarakat India yang memiliki kasta yang menyusahkan Inggris dalam melakukan jajahan, juga terdapat motif ekonomi kenapa Inggrsi harus bersusah payah mengirim tenaga kerja India ke wilayah jajahannya. Pada waktu itu sistem kepemilikan tanah di India berdasarkan pada pola hubungan keluarga dan dengan kata lain tidak bersifat orang perorangan. Sebidang tanah biasanya dimiliki oleh sejumlah keluarga baik turun-temurun, maupun dalam jumlah keluarga yang besar. Sistem seperti ini menyulitkan bagi Inggris untuk memiliki tanah-tanah warga India dan menetapkan pajak dari tanah tersebut. Sehingga Inggris memutar otak bagaimana cara supaya mereka bisa menguasai tanah yang ada di India. Karena jika Inggris melakukan penyebaran warga India ke wilayah jajahannya. Langkah Inggris akan lebih mudah untuk menguasai lahan lahan pertanian di india. Hal ini juga akan sangat membantu untuk memecah sistem kasta India yang sangat rumit. Disamping itu, Inggris juga memamfaatkan penyebaran warga India untuk misi kristenisasi dibtanah jajahannya yang lain. Pada masa penjajahan, perpidahan atau migrasi India ke berbagai negara di dunia, dapat ditandai dengan tiga pergerakan yaitu : pekerja atas paksaan (indentured labor), pekerja dengan kontrak (contract labor), dan pekerja atas pilihan sendiri (free movement labor). Berbagai motif masyarakat India dalam melaksanakan migrasi ini, ada motif untuk mendapatkan kebebasan bagi negara hingga motif perbaikan kondisi ekonomi atas pilihan sendiri. Salah satu negara tujuan migrasi India adalah Malaysia. Orang orang India diwarisi jiwa berdagang layaknya orang China membuat orang India banyak yang memilih Malaysia untuk menjadi tempat mereka berdagang, bekerja di kebun bahkan di pertambangan Malaysia.
7 Hubungan Etnik Di Malaysia: Perspektif Teori Dan Praktik

SEPVIA ANESA - 1210852003


Orang India dipercayai datang ke kawasan Kepulauan Melayu lebih kurang 2000 tahun yang lalu. Kedatangan mereka khususnya untuk berdagang di Melaka telah menyebabkan beberapa petempatan orang-orang India wujud, seperti di Kampung Kling. Kebanyakan mereka terdiri daripada orang Tamil dari India Selatan, Malayali (dikenali juga sebagai orang Malabari) dari pantai Malabar, dan orang Telegu dari Andra Pradesh. Malaysia di dominasi oleh 3 etnis besar yaitu Etnis Melayu, China and India. Etnis Melayu adalah penduduk asli Malaysia. Seperti yang telah di bahas diatas bahwa pada masa kolonialisasi Inggris antara tahun 1910-1918 Inggris membawa pekerja dari Etnis Tamil di India Selatan untuk menjadi buruh di perkebunan dan pertambangan timah dan karet Malaysia. Kemudian di tahun 1919 sampai tahun1929 terjadi imgrasi etnis China ke Malaysia. Berbanding terbalik dengan Etnis India yang lebih banyak mendiami wilayah perkebunan dan pertambangan, Etnis China lebih memilih untuk menetap di wilayah perkotaan dan mayoritas Etnis China itu merupakan pedagang. Sejak saat itu lah, Etnis China yang menguasai perdaganagn dan roda ekonomi Malaysia dan yang menguasai sebagian besar kekayaan Malaysia. Etnis Melayu yang pada dasarnya merupakan penduduk asli Malaysia. Karena sector ekonomi yang telah di monopoli oleh Etnis China, Etnis Melayu pun tidak senang sehingga muncullah konflik etnis di Malaysia pada tanggal 13 mei 1969 yang melibatkan Etnis China dengan Etnis Melayu. Konflik etnis tersebut terjadinya karena ketimpangan yang nyata di Malaysia. Hal ini disebabkan penduduk pribumi tidak suka Etnis China yang menguasai perdagangan Malaysia. Konflik tersebut berdampak pada keluarnya sebuah kebijakan ekonomi yang controversial dari pemerintah Malaysia, yang dikenal dengan istilah NEP (New Economic Policy). Maksudnya adalah NEP merupakan suatu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Malaysia untuk menyetarakan pendapatan serta kesejahteraan ekonomi pribumi atau Etnis Melayu dibandingkan dengan etnis lain yang ada di Malaysia. Kebijakan tersebut dikeluarkan oleh Perdana Menteri Tun Abdul razak. Malaysia sejak saat itu memadukan pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan ekonomi dan politik yang mengikutsertakaan peran yang sama rata dari senua etnik. Namun, pada kenyataannya, keikutsertaan yang sama rata itu hanyalah sebuah kebohongan. Karena keikutsertaan yang sama rata itu tidak pernah terjadi. Sebaliknya, yang ada hanaylah kebijakan yang diskriminatif yang mengutamakan Etnis Melayu daripada Etnis lainnya.

SEPVIA ANESA - 1210852003


Etnis non Melayu semakin ditekan dan dibatasi ruang geraknya terutama dalam bidang eonomi setelah adanya kebijakan NEP tersebut8. Kebijakan NEP menimbulkan kecemburuan dari etnis non melayu yang berujung pada terjadinya demonstrasi dari etnis non melayu. Secara umum, diskriminasi etnis terutama dalam bidang ekonomi memang dirasakan oleh etnis China dan etnis india. Tapi diskriminasi ekonomi yang dirasakan Etnis China tidaklah yang separah dirasakan oleh Etnis India. Karena pada awal kedatangannya saja, Etnis china telah mampu menguasia sector ekonomi Malaysai, sedangkan etnis India hanya bergelut dengan pekerjaan sebagai buruh dengan upah yang murah. Ketimpangan besar sangat terlihat jika membandingkan kesejahteraan Etnis India dengan Etnis Melayu dan Etnis China. Karena semenjak awal kedatangan Etnis India di Malaysia, mereka selalu menempati sector bawah dalam taraf hidup di Malaysia. Apalagi semenjak diberlakukannya kebijakan NEP yang membuat taraf kehidupan etnis India semakin terpuruk. Sebagai bentuk perlawanan, Etnis India sering melakukan aksi demonstrasi untuk memprotes kebijakan yang terkesan sangat diskriminasi yang lebih mengutamakan etnis Melayu dalam segala bidang. Didalam tutntutannya, Etnis India meminta agar dihapuskannya kebijakan diskriminatif NEP. Demonstrasi yang berjalan damai tersebut justru di respon pemerintah Malaysia dengan sangat berlebihan. Para demonstran disiram dengan gas air mata dan banyak pula demonstran yang dipukuli sehingga demonstrasi yang awalnya berjalan dengan damai dan tertib berakhir ricuh karena tindakan pemerintah Malaysia. Banyak aksi demonstrasi yang dilakukan oleh etnis India untuk menuntut hak mereka. Tetapi respon dari pemerintah Malaysia tidaklah seperti yang diharapkan oleh Etnis India.

www.politik.kompaasiana.com/diskriminasiEtnisIndia

SEPVIA ANESA - 1210852003 BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Kolonialisasi yang dilakukan oleh Inggris terhadap Malaysia sangat membawa dampak yang besar pada sistem pemerintahan Malaysia. Malaysia yang menjadikan Negara Ratu Elizabeth itu sebagai tuntunan dalam berpolitik. Jenis sistem kedaulatan yang digunakan oleh pemerintah Malaysia juga sama yang di tetapkan di Britania Raya, yaitu constitutional monarchy. Malaysia yang terdiri atas 3 etnis besar yaitu Etnis Melayu, China dan India juga tak luput dari permasaalhan, terutama tindakan diskriminatif pemerintah Malaysia yang selalu mengistimewakan Etnis Bumiputera. Hal ini menyebabkan kecemburuan dari Etnis China dan India yang menyebabkan banyaknya terjadi demostrasi hingga kerusuhan. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah Malaysia dalam menyikapi pluralisme etnik dinegaranya.

3.2 Daftar Pustaka


1. Isu rasial dalam pemilihan umum di Malaysia 2. Darurat di Tanah Melayu: Peristiwa dan Pengajaran Untuk Generasi MasaKini Dalam Konteks Ketahanan Nasional 3. Pembinaan Negara Bangsa Malaysia : Peranan Pendidikan Sejarah Dan Dasar Pendidikan Kebangsaan 4. Identitas Identitas Etnik Dan Nasional Dalam Perspektif Pendidikan Multikultural

SEPVIA ANESA - 1210852003

ABSTRAK
Malaysian history started around the beginning of 1400 AD initiated by the Kesultanan Melayu era. Kesultanan Melayu territory covers most of the peninsula and the East Coast of Sumatra in its heyday. Malaya is located in the colonial period when the Portuguese came and captured their Malacca in 1511. This is because the Portuguese are very interested in the rich port. Portuguese colonial rule in Malaya lasted from 1511 to 1641. After that, Malaysia is controlled by the Dutch. However, England managed to get rid of the Netherlands through the Anglo-Dutch treaty. Japan once ruled Malaysia during World War 2, but when World War 2 ended, Malaysia was back on British influence until independence. Malaysian independence obtained easily, because the freedom granted by the British. After independence, the role of the UK to Malaysia does not disappear. Malaysia make the United Kingdom as an advisor to the king of Malaysia. But it brings a lot of advantages for the United Kingdom. British influence was very great against Malaysia. Malaysia is made up of three major ethnic is ethnic Malay, Chinese and Indian. 3 major ethnic in Malaysia is often experienced problems especially discriminatory actions of the Malaysian government has always favored ethnic Malays. Malays control the government and politics of Malaysia, while the Malaysian economic system controlled by the Chinese, Indians only work as laborers in the plantation and mining sectors. The difference this makes Indian Ethnic feels discrimination so often carry out a demonstration but bad denagn taken by the Malaysian government.

Anda mungkin juga menyukai