Anda di halaman 1dari 50

MANAJEMEN KETATAUSAHAAN SEKOLAH

I.

PERENCANAAN PROGRAM KERJA TATA USAHA SEKOLAH

Pendahuluan Tata Usaha Sekolah bagian dari unit pelaksana teknis penyelenggaraan bidang administrasi dan informasi data pendidikan yang perlu dikelola oleh kepala sekolah dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang berlaku. Tugas dan fungsi kepala sekolah adalah mengarahkan tata usaha sekolah agar mampu memberikan pelayanan administratif secara prima serta melaksanakan pelayanan 7 K yaitu Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, dan Kerindangan. Untuk melaksanakan kegiatan itu semua perlu dibuat program kerja yang sistimatis, terarah, jelas, realitistis, dan dapat dilaksanakan oleh petugas ketatausahaan agar pelayanan kepada guru, karyawan, siswa, orang tua siswa, instransi terkait, dan masyarakat lainnya dapat berjalan seoptimal mungkin. Tujuan Pembuatan Rencana Kerja Tata Usaha Sekolah Pembuatan rencana kerja tata usaha sekolah bertujuan sebagai: 1. pengalaman kepala sekolah untuk mengarahkan tata usahanya. 2. pedoman kerja bagi tata usaha sekolah untuk melaksanakan tugasnya. 3. tolak ukur untuk mengukur kinerja tata usaha sekolah Ruang Lingkup Latar belakang, tujuan dan fungsi program kerja tata usaha 1. Mengetahui keadaan obyektif tata usaha Sekolah 2. Program Kerja tata usaha selama satu tahun pelajaran yang mencakup jenis 3. Kegiatan, indikator, hasil yang dicapai, penanggung jawab, biaya, dan jadwal kegiatan

II.

PENGORGANISASIAN TATA USAHA

Pendahuluan Pengorganisasian menurut Handoko (2003) ialah: (1) penentuan sumberdaya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, (2) proses perancangan dan pengembangan suatu organisasi yang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan, (3) penugasan tanggung jawab tertentu, dan (4) pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Di tambahkan pula oleh Handoko (2003) pengorganisasian ialah pengaturan kerja bersama sumberdaya keuangan, fisik dan manusia dalam organisasi. Pengorganisasian merupakan penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumberdaya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Sekolah sebagai UPT wajib dikelola kepala sekolah dengan sebaikbaiknya agar sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Tujuan dan Manfaat Struktur Organisasi Struktur organisasi bertujuan: (1) membentuk ciri-ciri khas organisasi yang digunakan untuk mengendalikan orang-orang yang bekerja sama dan sumberdaya organisasi dalam
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

mencapai tujuan; (2) mengendalikan kordinasi dan motivasi; (3) mengarahkan perilaku orang-orang dalam berorganisasi; dan (4) merespons pemanfaatan lingkungan, teknologi, dan sumberdaya manusia; dan mengembangkan organisasi. Bentuk Struktur Organsasi Sekolah Struktur organisasi SMA sesuai dengan SK mendiknas Nomor 053/U/2001 Tanggal 19 April 2001 adalah sebagai berikut. Struktur organisasi SMA terdiri dari : 1. Kepala sekolah 2. Wakil kepala sekolah 3. Urusan tata usaha sekolah 4. Unit laboratorium 5. Unit perpustakaan 6. Dewan guru Pembagian Tugas, Rincian Tugas dan Pendelegasian Wewenang 1. Pembagian tugas adalah pengelompokan tugas tugas yang sejenis atau erat hubunganya antara satu dengan yang lainya untuk dilakukan oleh seorang pejabat tertentu misalnya : kepala seksi, bendahara. Pembagian tugas sangat penting artinya karena : setiap orang mempunyai kemampuan, kecakapan dan spesialisasi yang berbeda. setiap orang tidak dapat berada dalam waktu yang sama satu orang tidak dapat mengerjakan dua hal pada saat yang sama begitu luasnya bidang pengetahuan yang mungkin dikuasai oleh satu orang. Agar tujuan organisasi khususnya ketatausaha sekolah dapat memberikan pelayanan yang prima maka perlu dibuat pembagian tugas. Dalam pembagian tugas perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : tingkat pendidikan pegawai keahlian pegawai memperhatikan pangkat pegawai memperhatikan umur memperhatikan kesehatan memperhatikan loyalitas/dedikasi pegawai memperhatikan disiplin pegawai 2. Rincian Tugas Setelah membuat pembagian tugas lalu dibuat rincian tugas. Hal ini sangatlah penting agar pegawai dapat mengerti apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya secara rinci sehingga pegawai tidak dapat mengelak dari tugas dan tanggung jawabnya, karena semua sudah tertera dalam rincian tugas. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan rincian tugas : beban kerja yang ada disekolah. memperhatikan keahlian petugas/SDM (Pendidikan, Diklat. dsb) jumlah tenaga / Personil yang ada. sarana dan prasarana yang dimilikinya. biaya yang disediakan 3. Pendelegasian wewenang Wewenang dilakukan oleh seorang pejabat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawabnya dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian maka yang dimaksud dengan pendelegasian wewenang adalah penyerahan untuk menggambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawabnya dapat
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

dilaksanakan dengan baik dari pejabat yang satu dengan yang lain. Pelimpahan/pendelegasian wewenang bukannya penyerahan hak dari atasan kepada bawahan akan tetapi penyerahan hak dari pejabat kepada pejabat. Seorang pejabat yang diberi tugas harus mempunyai tanggung jawab agar yang diberi tugas dapat melaksanakan dengan semestinya. Tanggung jawab adalah keharusan seorang pejabat untuk melaksanakan segala sesuatu yang dibebankannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pelimpah wewenang : batas wewenang tanggung Jawab keseimbangan antara tugas, wewenang dan tanggung jawab memperhatikan pendapat yang diberi wewenang mempercepat pejabat yang diberi wewenang membimbing pejabat yang diberi wewenang melakukan pengontrolan

III.

ADMINISTRASI STANDAR ISI

Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini pemerintah memperkenalkan dan menggalakkan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah (School Based Quality Improvement), yang lebih dikenal dengan MBS atau Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) atau di sekolah-sekolah terkenal dengan sebutan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). MPMBS merupakan suatu model manajemen sekolah yang lebih menekankan pada otonomi sekolah dan partispasi stakeholder sesuai dengan kebutuhan nyata sekolah. Orang kunci yang yang menentukan sukses atau gagalnya implementasi MBS adalah kepala sekolah. Keefektifan suatu sekolah dalam menggapai visi, mengemban misi, dan mencapai tujuan dan sasaran sekolah mempersyaratkan adanya seorang kepala sekolah yang efektif. Kepala sekolah merupakan orang kunci yang turut menentukan kefektifan suatu sekolah. Pernyataan ini sejalan dengan pendapat Hoy & Miskel (2005:283) yang menyatakan, A commonly heard contention is that principals are the key to school effectiveness. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif merupakan fungsi organik dalam penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Kehadiran kepala sekolah yang efektif merupakan komponen organik, sebab bagaimanapun banyaknya sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah, betapapun besarnya dana yang tersedia bagi pembiayaan operasional sekolah, dan betapapun banyaknya sumber daya manusia yang tersedia untuk mengoperasikan kegiatan sekolah, semuanya akan sia-sia belaka bilamana tidak dikelola secara efektif dan efisien oleh kepala sekolah. Dalam rangka implementasi MPMBS diperlukan kepala sekolah yang memiliki kompetensi manajerial sesuai dengan Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Salah satu kompetensi manajerial kepala sekolah/madrasah adalah mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolahah/madrasah. Untuk maksud tersebut, calon kepala sekolah/madrasah dipandang perlu diberikan bimbingan teknik tentang manajemen ketetausahaan sekolah/madrasah. Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan. Bagian diklat ini membatasi diri pada administrasi standar isi. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan pendidikan tertentu (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 5). Standar isi yang memuat administrasi struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum SMA/MA/SMK/MAK, dan kalender akademik. Struktur Kurikulum 1. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 1. Tabel 9.1. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X Alokasi Waktu Komponen Semester 1 Semester 2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa Indonesia 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 5. Matematika 4 4 6. Fisika 2 2 7. Biologi 2 2 8. Kimia 2 2 9. Sejarah 1 1 10. Geografi 1 1 11. Ekonomi 2 2 12. Sosiologi 2 2 13. Seni Budaya 2 2 13. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan 2 2 Kesehatan 14. Teknologi Informasi dan 2 2 Komunikasi 15. Ketrampilan /Bahasa Asing 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) Jumlah 38 38 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII a. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS, Program Bahasa, dan Program Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri. Administrasi kurikulum tersebut secara berturut-turut disajikan pada Tabel 2, 3, 4, dan 5.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

Tabel 9.2. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPA Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan 2 2 2 2 Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 5. Matematika 4 4 4 4 6. Fisika 4 4 4 4 7. Kimia 4 4 4 4 8. Biologi 4 4 4 4 9. Sejarah 1 1 1 1 10. Seni Budaya 2 2 2 2 11. Pendidikan Jasmani, 2 2 2 2 Olahraga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan 2 2 2 2 Komunikasi 13. Keterampilan/ Bahasa 2 2 2 2 Asing B. Muatan Lokal 2 2 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 39 39 39 39 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Tabel 9.3. Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program IPS Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan 2 2 2 2 Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 5. Matematika 4 4 4 4 6. Sejarah 3 3 3 3 7. Geografi 3 3 3 3 8. Ekonomi 4 4 4 4 9. Sosiologi 3 3 3 3 10. Seni Budaya 2 2 2 2 11. Pendidikan Jasmani, 2 2 2 2 Olahraga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan 2 2 2 2 Komunikasi 13. Keterampilan/Bahasa 2 2 2 2
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

Komponen

Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 2 2*) 39 2 2*) 39 2 2*) 39

Asing B. Muatan Lokal 2 C. Pengembangan Diri 2*) Jumlah 39 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Tabel 9.4.

Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII program Bahasa Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 5 5 5 5 4. Bahasa Inggris 5 5 5 5 5. Matematika 3 3 3 3 6. Sastra Indonesia 4 4 4 4 7. Bahasa Asing 4 4 4 4 8. Antropologi 2 2 2 2 9. Sejarah 2 2 2 2 10. Seni Budaya 2 2 2 2 11. Pendidikan Jasmani, 2 2 2 2 Olahraga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan 2 2 2 2 Komunikasi 13. Keterampilan 2 2 2 2 B. Muatan Lokal 2 2 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 39 39 39 39 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Tabel 9.5. Struktur Kurikulum MA Kelas XI dan XII Program Keagamaan Komponen A. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Tafsir dan Ilmu Tafsir Ilmu Hadits Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 2 2 4 4 4 3 3 2 2 4 4 4 3 3 2 2 4 4 4 3 3 2 2 4 4 4 3 3 6

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

Ushul Fiqih Tasawuf/ Ilmu Kalam Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Keterampilan B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran **) Ditentukan oleh Departemen Agama 3.

8. 9. 10. 11.

3 3 2 2 2 2 2 2*) 38

3 3 2 2 2 2 2 2*) 38

3 3 2 2 2 2 2 2*) 38

3 3 2 2 2 2 2 2*) 38

Struktur Kurikulum SMK/MAK Struktur kurikulum SMK/MAK meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun atau dapat diperpanjang hingga empat tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII atau kelas XIII. Struktur kurikulum SMK/MAK disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Struktur kurikulum SMK/MAK disajikan pada Tabel 9.6. Tabel 9.6. Struktur Kurikulum SMK/MAK Durasi Waktu (Jam) 192 192 192 440 a) 330 a) 403 a) 516 a) 192 a) 192 a) 276 a) 192 a) 192 a) 192 a) 192 a) 7

Komponen A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 5. 1 Matematika Kelompok Seni, Pariwisata, dan Teknologi Kerumahtanggaan 5. 2 Matematika Kelompok Sosial, Administrasi Perkantoran dan Akuntansi 5. 3 Matematika Kelompok Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian 6. Ilmu Pengetahuan Alam 6. 1 IPA 6. 2 Fisika 6. 2. 1 Fisika Kelompok Pertanian 6. 2. 2 Fisika Kelompok Teknologi 6. 3 Kimia 6. 3. 1 Kimia Kelompok Pertanian 6. 3. 2 Kimia Kelompok Teknologi dan Kesehatan 6. 4 Biologi 6. 4. 1 Biologi Kelompok Pertanian
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

Komponen 6. 4. 2 Biologi Kelompok Kesehatan Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kejuruan 10. 1 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 10. 2 Kewirausahaan b) 10. 3 Dasar Kompetensi Kejuruan b) 10. 4 Kompetensi Kejuruan B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri d) 7. 8. 9. 10.

Durasi Waktu (Jam) 128 a) 128 a) 192 202 192 140 1044 c) 192 (192)

Keterangan notasi a. Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program keahlian. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sama, di luar jumlah jam yang dicantumkan. b. Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian. c. Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044 jam. d. Ekuivalen 2 jam pembelajaran. Beban Belajar Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SMP/MTs/SMPLB adalah 34 jam pembelajaran. Jumlah jam pembelajaran tatap muka per minggu untuk SMA/MA/SMALB/ SMK/MAK adalah 38 s.d. 39 jam pembelajaran. Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan untuk setiap satuan pendidikan adalah sebagaimana tertera pada Tabel 7. Tabel 9.7. Beban Belajar Kegiatan Tatap Muka untuk SMA/MA/SMK/MAK Pendidikan Satu jam pemb. tatap muka (menit) 45 Jumlah jam pemb. Per minggu 38-39 Minggu Efektif per tahun ajaran 34-38 Jumlah jam per tahun (@60 menit)

Satuan Pendidika Kelas n SMA/M A/ SMALB* ) SMK/M AK X s.d. XII X s.d XII

Waktu pembelajaran per tahun 1292-1482 jam pembelajaran (58140 - 66690 menit) 1368 jam pelajaran (61560 menit)

969-1111,5 1026 (standar minimum) 8

45

36

38

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

Kurikulum SMA/MA/SMK/MAK Tugas kepala sekolah di bidang kurikulum dan hasilnya perlu diadministrasikan antara lain adalah: 1. kepala sekolah/madrasah menyusun KTSP; 2. penyusunan KTSP memperhatikan standar kompetensi lulusan, standar isi dan peraturan pelaksanaannya; 3. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah, potensi atau karakteristik daerah, social budaya masyarakat setempat, dan siswa. 4. kepala sekolah/madrasah bertanggung jawab atas tersusunnya KTSP; 5. wakil Kepala SMS/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP; 6. penyusunan KTSP SMA dan SMK dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Propinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan MA dan SMK dikoordinasi, disupervisi, dan difasilitasi oleh Kantor Wilayah Departemen Agama. Berikut diketengahkan struktur kurikulum untuk SMA/MA dan SMK seperti tertuang dalam standar isi yang diterbitkan oleh BSNP sebagai berikut. Tabel 9.8. Kurikulum SMA/MA Kelas X Alokasi Waktu Semester Semester 2 1 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*) 2 2 4 4 4 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2*)

Komponen A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Fisika 7. Biologi 8. Kimia 9. Sejarah 10. Geografi 11. Ekonomi 12. Sosiologi 13. Seni Budaya 14. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 15. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. Ketrampilan /Bahasa Asing B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

Komponen Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Alokasi Waktu Semester Semester 2 1 38 38

Tabel 9.9. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA Alokasi Waktu Komponen Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Fisika 7. Kimia 8. Biologi 9. Sejarah 10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Ketrampilan /Bahasa Asing B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 2*) 39

Tabel 9.10. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPS Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 2 2 4 4 4 2 2 4 4 4 2 2 4 4 4 2 2 4 4 4 10

Komponen A. 1. 2. 3. 4. 5. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

Komponen Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Ketrampilan /Bahasa Asing B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 2 2*) 39 2 2 2 2*) 39 2 2 2 2*) 39

Tabel 9.11. Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program Bahasa Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39 2 2 5 5 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 2*) 39

Komponen A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Sastra Indonesia 7. Bahasa Asing 8. Antropologi 9. Sejarah 10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Ketrampilan B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

11

Tabel 9.12. Kurikulum SMK/MAK Alokasi Waktu Kelas X, XI, dan XII Komponen Jam Durasi Pelajaran Waktu Per Minggu (Jam) A. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 10. Kejuruan 10.1 Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 10.2 Kewirausahaan 10.3 Dasar Kompetensi Kejuruan 10.4 Kompetensi Kejuruan B. Muatan Lokal C. Pengembangan Diri Jumlah 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 2 2 2 4 4 2 2 2 2 192 192 192 440 440 192 192 192 192

2 2 2 6 2 2*) 38

202 192 140 1000 192 192*) 38

Administrasi Kalender Akademik Tugas kepala sekolah antara lain menyusun kalender akademik dan mengadministrasikannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kalender akademik antara lain sebagai berikut. 1. Kepala sekolah/madrasah menyusun kalender pendidikan/akademik yang meliputi jadwal pembelajaran, ulangan, ujian, kegiatan ektra kurikuler, dan hari libur; 2. Penyusunan kalender pendidikan/akademik: a. didasarkan pada standar isi, b. berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah/madrasah selama satu tahun dan dirinci secara semesteran, bulanan, dan mingguan; c. diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan noleh kepala sekolah/madrasah 3. Sekolah/madrasah menyusun jadwal penyusunan KTSP; 4. Sekolah/madrasah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal dan semester genap. Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel 13.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

12

Tabel 9.13. Contoh Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan 1. Minggu efektif Minimum 34 Digunakan untuk kegiatan belajar minggu dan pembelajaran efektif pada maksimum 38 setiap satuan pendidikan minggu 2. Jeda tengah Maksimum 2 Satu minggu setiap semester semester minggu 3. Jeda antarsemester Maksimum 2 Antara semester I dan II minggu 4. Libur akhir tahun Maksimum 3 Digunakan untuk penyiapan pelajaran minggu kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran 5. Hari libur 2 4 minggu Daerah khusus yang keagamaan memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif 6. Hari libur Maksimum 2 Disesuaikan dengan Peraturan umum/nasional minggu Pemerintah 7. Hari libur khusus Maksimum 1 Untuk satuan pendidikan minggu sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing 8. Kegiatan khusus Maksimum 3 Digunakan untuk kegiatan sekolah/madrasah minggu yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

13

Contoh Perhitungan Hari Belajar Efektif SMA/SMK .. Tahun Pelajaran 2006 2007 Semester Ganjil Bulan Hari Minggu Libur Jumlah Efektif Efektif Minggu Lib. Lib. Semester Jumlah Hari Khusus Umum

Contoh Format Administrasi Kurikulum dan Program Pembelajaran Contoh-contoh format berikut ini tentu saja dapat dikembangkan berdasarkan kreativitas kepala sekolah dan kebutuhan sekolah. 1. Contoh Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar per Semester Mata Pelajaran : Kelas/Semester : Tahun Pelajaran : Sekolah :

No .

Standar Kompetensi

Kompetens i Dasar

Indikato r

Aspek Penguasa Ketrampilan an Sosial Konsep

2. Contoh Penentuan Standar Kompetensi Belajar Minimal (SKBM) No KD/Indikato Kriteria / Aspek SK . r M (%) Esensial Komplek- Intak Sumber sitas e Pendukung Siswa

KD = Kompetensi Dasar

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

14

IV.

ADMINISTRASI STANDAR PROSES

Pendahuluan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan. Bab ini membatasi diri pada administrasi standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan unuk mencapai standar kompetensi lulusan (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standan Nasional Pendidikan, Pasal 1, ayat 6). Administrasi standar proses memuat administrasi: (1) perencanaan proses pembelajaran, (2) pelaksanaan proses pembelajaran, (3) penilaian hasil pembelajaran. Dan (4) pengawasan proses pembelajaran. Administrasi Perencanaan Proses Pembelajaran Salah satu tugas Kepala SMA/MA/SMK/MAK dan guru adalah membuat rencana pembelajaran melalui Program Pembelajaran kemudian program yang sudah direncanakan itu diadministrasikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun program pembelajaran antara lain adalah: 1. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya; 2. kegiatan pembelajaran didasarkan pada standar kompetensi lulusan, standar isi, dan peraturan pelaksanaannya, serta standar proses dan standar penilaian. 3. mutu pembelajaran di SMA/MA/SMK/MAK dikembangkan dengan: a. model kegiatan pembelajaran mengacu pada standar proses; b. melibatkan peserta didik secara aktif, demokratis, mendidik, memotivasi, mandaron kreativitas, dan dialogis; c. tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir sehingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual yang berupa berpikir, beragumentasi, mengkaji, menemukan, dan memprediksi; d. pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep, tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru. 4. Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu: a. meningkatkan rasa ingin tahunya; b. mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan, mengembangkan kompetensi dasar; c. memahami perkembangan pengetahuan dengan kemampuan mencari sumber informasi; d. mengolah informasi menjadi pengetahuan; e. menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah; f. mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain; dan g. mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. 5. Guru membuat silabus berdasarkan standar kompetensi lulusan, standar isi, dan peraturan pelaksanaanya, serta standar proses dan standar penilaian; memilih strategi
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

15

pembelajaran yang sesuai; melaksanakan evaluasi sumatif dan formatif; dan merencanakan program pembelajaran semeteran dan tahunan. Contoh berikut ini dapat dikembangkan oleh kepala sekolah sesuai dengan kreativitas dan kebutuhan sekolahnya. 1. Contoh Administrasi Program Semester dan Tahunan Mata Pelajaran : Jenjang : Kelas / Semester : Tahun Pelajaran : Target Diberikan pada bulan ke Ketuntasan Kompete Keterang (%) No nsi Dasar an 1 1 1 Ren Pela 7 8 9 .. 0 1 2 c. k 2. Contoh Administrasi Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : Mata Pelajaran : Kelas/Semester : Materi Ajar : Alokasi Waktu : a. b. c. d. e. f. STANDAR KOMPETENSI : KOMPETENSI DASAR : TUJUAN PEMBELAJARAN: INDIKATOR : MATERI AJAR : METODE PENGAJARAN : 1) Kegiatan Awal 2) Kegiatan Inti 3) Kegiatan Akhir g. SUMBER BELAJAR/ Bahan h. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1) Jenis tagihan 2) Bentuk 3) Soal. Administrasi Pelaksanaan Proses Pembelajaran Aspek yang diadministrasikan adalah pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh kepala/wakil SMA/MA/SMK/MAK bidang kurikulum dan guru. Tugas kepala/wakil SMA/MA/SMK/MAK dan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran antara lain adalah: 1. Kepala SMA/MA/SMK/MAK bertanggung jawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah. 2. Wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. 3 Setiap guru bertanggung jawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya dengan cara: a. merujuk perkembangan metode pembelajaran mutakhir;
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

16

menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, inovatif, dan tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran; c. menggunakan fasilitas, peralatan, dan alat Bantu yang tersedia secara efektif dan efisien; d. memperhatikan sifat alamiah kurikulum, kemampuan peserta didik, dan pengalaman belajar sebelumnya yang bervariasi serta kebutuhan khusus bagi peserta didik dari yang mampu belajar dengan cepat sampai yang lambat; e. memperkaya kegiatan pembelajaran melalui lintas kurikulum, hasil-hasil penelitian dan penerapannya; f. mengarahkan kepada pendekatan kompetensi agar dapat menghasilkan lulusan yang mudah beradaptasi, memiliki motivasi, kreatif, mandiri, mempunyai etos kerja yang tinggi, memahami belajar seumur hidup, dan berpikir logis dalam menyelesaikan masalah. Administrasi pelaksanaan pembelajaran berisikan catatan tentang sejauh mana pelaksanaan perencanaan pembelajaran terlaksana dengan baik. Hambatan-hambatan apa yang dijumpai dalam pelaksanaan pembelajaran. Administrasi Penilaian Hasil Pembelajaran Penilaian hasil pembelajaran yang diadministrasikan disertai bukti kesahihan, keandalan, dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. Kemajuan yang dicapai oleh siswa dipantau oleh guru dan diadministrasikan secara sistematis, serta digunakan oleh guru sebagai balikan kepada siswa untuk perbaikan secara berkala. Hal-hal yang perlu diperhatikan kepala SMA/MA/SMK/MAK dan guru dalam melakukan penilaian hasil belajar siswa antara lain adalah: 1. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan, bertanggung jawab dan berkesinambungan; 2. Penyusunan progam penilaian hasil belajar didasarkan pada Standar Penilaian Pendidikan. 3. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran, dan membuat catatan keseluruhan, untuk menjadi bahan program remedial, klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan, laporan kepada pihak yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan, dan dokumentasi. 4. Seluruh program penilaian hasil belajar disosialisaikan kepada guru. 5. Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik, berdasarkan data kegagalan dan kendala pelaksanaan program termasuk temuan penguji eksternal dalam rangka mendapatkan rencana penilaian yang lebih adil dan bertanggung jawab. 6. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menetapkan prosedur yang mengatur transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal yang berkelanjutan. 7. Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang telah dinilai 8. Kepala SMA/MA/SMK/MAK menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional yang mengatur mekanisme penyampaian ketidakpuasan peserta didik dan penyelesaiannya mengenai penilaian hasil belajar. 9. Penilaian meliputi semua kompotensi dan materi yang diajarkan. 10. Seperangkat metode penilaian perlu disiapkan dan digunakan secara terencana untuk tujuan diagnostik, formatif, dan sumatif, sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. 11. Kepala sekolah/madrasah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan standar penilaian pendidkkan.

b.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

17

12. Kepala sekola/madrasah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik, komite SMA/MA/SMK/MAK dan institusi di atasnya. 1. Contoh Silabus dan Sistem Penilaian Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Kelas/Semester : Standar Kompetensi : Kompetensi Materi Kegiatan Indikator Penilaian Alokasi Sumber Dasar Pembelajaran Pembelajaran Waktu Bahan Jenis tagihan:

Bentuk Instrume n:

1. Contoh Penilaian Psikomotor No 1. 2. Nama Siswa Menggunakan Demonstrasi Alat .......... Jumlah Ratarata Hasil Kerja

dst. Skala 0-20 21-40 41-60 61-80 81-100

tidak tepat kurang tepat Tepat tepat sekali sangat tepat

tidak bagus kurang bagus bagus bagus sekali sangat bagus

tidak sesuai kurang sesuai sesuai sesuai sekali sangat sesuai

2. Contoh Penilaian Afektif No Nama Kedisiplinan Kerjasama Ide Kreativitas Jumlah RataSiswa rata 1. 2. 3. ... dst
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

18

Skala A B C D 4.

amat baik Baik Cukup Kurang

76-100 51-75 26-50 26-50

Contoh Administrasi Penilaian Hasil Belajar Contoh administrasi penilaian belajar siswa berupa arsip laporan hasil belajar siswa seperti contoh Lampiran 1. Administrasi Pengawasan Proses Pembelajaan Tata usaha SMA/MA/SMK/MAK mengadministrasikan hasil pengawasan pembelajaran antara lain berupa hasil pemantauan, supervisi, evaluasi, dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja SMA/MA/SMK/MAK dalam pengelolaan pembelajaran oleh kepala SMA/MA/SMK/MAK dan guru. 1. Contoh Buku Pemeriksaan Administrasi Pembelajaran Mat A. Program Pembelajaran Nam a Ke Standar Kompetensi RPP/PMH N a Pela - P P o Gur Tgl N Tgl N Tg I I jara las T S No I III u . o . o. l I V n

Keterangan PT: Program Tahunan PS: Program semester RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran PMH: Persiapan Mingguan/ Harian 2. Contoh Instrumen Pengawasan Administrasi Kurikulum dan Program Pembelajaran No . 1. Ada Komponen Buku/ Dokumen Kurikulum a. Standar Isi (kerangka dasar, struktur kurikulum) b. Standar Proses c. Standar Kompetensi lulusan (standar kompetensi, kompetensi dasar) d. Standar Penilaian e. Panduan panduan (Penyusunan Silabus dan Penilaian, pembelajaran) Penyusunan Program Pengajaran a. Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar setiap
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

A T

Keterangan Tida 1. Baik k 2. Cukup ada 3. Jelek

2.

19

No .

Ada Komponen Mata Pelajaran b. Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) c. Perhitungan hari belajar efektif/ kalender pembelajaran d. Program semester dan Tahunan e. Silabus dan system penilaian setiap mata pelajaran f. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) g. Jadwal Pelajaran h. Tugas siswa i. Pengembangan diri/ Ekstrakurikuler j. Perbaikan dan Pengayaan Buku Nilai a. Data Siswa b. Ulangan harian c. Ulangan umum d. Tugas siswa Leger/ DKN Kumpulan soal a. Ulangan harian b. Ulangan umum Grafik Daya Serap/ Ketuntasan Belajar Grafik pencapaian target kompetensi Grafik rata-rata nilai UAN a. Siswa Baru b. Siswa Lulusan Observasi kelas a. Kunjungan semua guru b. Catatan tentang guru setelah diobservasi Daftar buku wajib/ alat peraga dan referensi A = ada dan fungsional AT = ada tapi tidak fungsional A A T

Keterangan Tida 1. Baik k 2. Cukup ada 3. Jelek

3.

4. 5.

6. 7. 8

9.

10.

Keterangan:

Saran Tindak Lanjut .. .. .

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

20

V.

ADMINISTRASI STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Pendahuluan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan. Materi diklat pada Bab III ini membatasi diri pada administrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan. Standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah criteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 7). Administrasi standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Tabel 9.10. Administrasi Penilaian Portofolio Sertifikasi Guru No. Nama Guru Kualifikas i Akademik Diklat Pengalam an Mengajar Perenc & Pelaks Pembelaja ran Penilaian Pengawas 1 2 3 4 5 6 7 Prestasi Akademik Karya Pengem. Profesi KeikutSertaan dalam Forum Ilmiah PengaMan Organisasi Penghargaan 8 9 10 11 12 21

*) tabel ini dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan kebutuhan sekolah

VI.

ADMINISTRASI STANDAR SARANA DAN PRASARANA

Pendahuluan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan. Materi diklat pada Bab V ini membatasi diri pada administrasi standar sarana dan prasarana. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan criteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolah raga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi dan komunikasi. (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 8). Administrasi standar sarana meliputi: perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku, dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk menujang proses pembelajaran yang teratur dan
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

berkelanjutan. Administrasi standar prasarana meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan, satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang labnoratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Administrasi Standar Sarana dan Prasarana SMA/MA 1. Contoh Administrasi Lahan Tabel 7.1. Rasio Minimum Luas Lahan terhadap Peserta Didik Rasio minimum luas lahan terhadap peserta didik Banyak (m2/peserta didik) No rombongan Standar belajar Bangunan Bangunan Bangunan tiga satu lantai dua lantai lantai Memenuhi/Tidak Untuk satuan pendidikan yang memiliki rombongan belajar dengan banyak peserta didik kurang dari kapasitas maksimum kelas, lahan juga memenuhi ketentuan luas minimum seperti tercantum pada Tabel.2. Tabel 7.2. Luas Minimum Lahan Luas minimum lahan (m2) Bangunan satu Bangunan dua Bangunan tiga lantai lantai lantai

No

Banyak rombongan belajar

No

No

Tabel 7.3. Rasio Minimum Luas Lantai Bangunan terhadap Peserta Didik Rasio minimum luas lantai bangunan terhadap peserta didik Banyak (m2/peserta didik) rombongan Bangunan satu Bangunan dua Bangunan tiga lantai belajar lantai lantai Tabel 7.4. Luas Minimum Lantai Bangunan Luas minimum lantai bangunan (m2) Banyak rombongan Bangunan satu Bangunan dua Bangunan tiga lantai belajar lantai lantai

Sebuah SMA/MA sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut. 1. Ruang kelas, 2. Ruang perpustakaan, 3. Ruang laboratorium biologi, 4. Ruang laboratorium fisika, 5. Ruang laboratorium kimia, 6. Ruang laboratorium komputer, 7. Ruang laboratorium bahasa, 8. Ruang pimpinan, 9. Ruang guru, 10. Ruang tata usaha, 11. Tempat beribadah,
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

22

12. Ruang konseling, 13. Ruang UKS, 14. Ruang organisasi kesiswaan, 15. Jamban, 16. Gudang, 17. Ruang sirkulasi, 18. Tempat bermain/berolahraga. Program Komputer Administrasi Standar Sarana dan Prasarana Administrasi perlengkapan digunakan untuk memberikan kemudahan dalam mencari informasi tentang keberadaan nilai kelengkapan untuk masing-masing barang pada periode tertentu. Format untuk menyelenggarakan administrasi inventarisasi barang terdiri dari 2 macam, yaitu Kartu Barang dan Rekapitulasi Kartu Barang. Kartu Barang disediakan untuk setiap item barang yang dimiliki, artinya satu barang memiliki satu kartu barang (lampiran Kartu Barang dan Rekapitulasi Kartu Barang terlampir).

VII.

ADMINISTRASI STANDAR PEMBIAYAAN

Pendahuluan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu delapan standar nasional pendidikan: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (5) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (6) standar sarana dan prasarana, (7) standar pengelolaan, (8) standar pembiayaan, dan (9) standar penilaian pendidikan. Modul ini membatasi diri pada administrasi standar pembiayaan. Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun. (PPRI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat 10). Pembiayaan pendidikan terdiri atas: (1) Biaya investasi, (2) Biaya operasi, dan (3) Biaya personal. Berikut ini diberikan bimbingan teknis cara mengadministrasikan biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal dengan menggunakan program MS excel.

VIII.

PEMBINAAN TATA USAHA SEK0LAH

Pendahuluan Tata Usaha (TU) merupakan salah satu unit kerja pendukung dalam organisasi dan mempunyai kedudukan yang strategis di dalam pencapaian tujuan organisasi. Dengan tugas dan fungsinya TU sebagai supporting unit yang menjadikan unit ini sama pentingnya dengan unit lain yang ada di dalam organisasi. Oleh karena itu sudah menjadi keharusan unit ini untuk senantiasa dapat memberi layanan yang baik terhadap pelanggan internal maupun pelanggan eksternalnya. Pelanggan internal sekolah adalah warga sekolah yaitu siswa, guru, tenaga kependidikan. Pelanggan ekternal sekolah adalah orang tua siswa, pemerintah, pengusaha, alumni, tokoh masyarakat, masyarakat, pengawas sekolah, komite sekolah, lembaga swadaya masyarakat, dan asosiasi profesi.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

23

Konsekuensi logis dari pentingnya pelayanan administratif dari tata usaha adalah kepala sekolah bertugas membina ketatausahaan sekolah secara profesional. Untuk membina ketatausahaan, kepala sekolah harus menerapkan konsep pembinaan sumber daya manusia yang antara lain meliputi: 1. definisi tenaga tata usaha (sekarang tenaga administrasi sekolah) dan ruang lingkup TAS. 2. tugas pokok dan fungsi, wewenang, tanggung jawab, hak dan kewajiban TAS 3. kualifikasi TAS 4. kompetensi TAS 5. rekrutmen dan seleksi TAS 6. pembinaan karir 7. penilaian kinerja 8. penghargaan dan perlindungan 9. pemberhentian dan pensiun Definisi dan Ruang Lingkup Tas TAS ialah sumberdaya manusia di sekolah yang tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tetapi berperan mendukung kelancaran proses pembelajaran dan administrasi sekolah (Anonim, 2001). Tenaga Administrasi Sekolah ialah sumberdaya manusia di sekolah yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar tetapi sangat mendukung keberhasilannya dalam kegiatan sekolah. Ruang lingkup Tenaga Administrasi Sekolah pada bahan Diklat ini adalah sebagai berikut. 1. Kepala Tenaga Administrasi Sekolah 2. Pelaksana Urusan Administrasi Sekolah/Madrasah, meliputi: a. Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian b. Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan c. Pelaksana Urusan Administrasi Sarana Prasarana d. Pelaksana Urusan Administrasi Humas e. Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Kearsipan f. Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan g. Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum 3. Petugas Layanan Khusus: a. Penjaga Sekolah b. Tukang Kebun c. Pengemudi d. Pesuruh Tupoksi, Wewenang, Tanggung Jawab, Hak, dan Kewajiban Tas 1. Tugas Pokok dan Fungsi TAS a. Tugas pokok dan fungsi kepala TAS adalah memimpin pelaksanaan urusan ketatausahaan yang meliputi rumah tangga sekolah, perlengkapan, kepegawaian, keuangan, sarana prasarana dan kesiswaan. b. Tugas pokok dan fungsi urusan persuratan dan kearsipan adalah membantu kepala TAS melaksanakan administrasi ketatausahaan sekolah. c. Tugas pokok dan fungsi urusan kepegawaian adalah mengatur administrasi kepegawaian. d. Tugas pokok dan fungsi urusan keuangan adalah membantu kepala sekolah menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah, memproses pertanggungjawaban dan mengadministrasikan keuangan.
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

24

2.

3.

4.

5.

e. Tugas pokok dan fungsi urusan sarana dan prasarana adalah menyusun kebutuhan, mengatur bahan/peralatan sekolah serta memelihara dan merawatnya. f. Tugas pokok dan fungsi urusan kesiswaan adalah membantu Kepala Tata Usaha dalam melaksanakan administrasi kesiswaan. a. Tugas pokok dan fungsi urusan kurikulum dan Program Pembelajaran adalah membantu Kepala TAS dalam melaksanakan administrasi kurikulum dan Program Pembelajaran. b. Tugas pokok dan fungsi urusan kehumasan adalah membantu Kepala Tata Usaha dalam melaksanakan administrasi kehumasan. c. Tugas pokok dan fungsi pesuruh adalah mengantar surat, meminta bukti penerima surat, dan melaksanakan tugas lainnya sesuai perintah atasannya. d. Tugas pokok dan fungsi pengemudi adalah menyiapkan dan mengemudikan kendaraan dinas untuk kepentingan dinas dengan aman dan lancar. e. Tugas pokok dan fungsi penjaga sekolah/Petugas Keamanan adalah menjaga keamanan sekolah dan lingkungan agar tercipta suasana aman, tertib, nyaman, dan berwibawa. f. Tugas pokok dan fungsi tukang kebun adalah menjaga, membersihkan dan memelihara kebersihan taman/kebun sekolah. Wewenang Kepala TAS Kepala Tata Usaha berwenang: a. menilai hasil kerja dan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) bawahannya, b. memberi tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan pekerjaan, c. meminta dan memberi data serta laporan tugas dari bawahannya, dan d. menandatangani surat keluar apabila kepala sekolah berhalangan. Tanggung Jawab Kepala TAS Kepala Tata Usaha bertanggung jawab atas: a. kebenaran dan ketepatan rencana program tata usaha, b. penertiban pelaksanaan kegiatan ketatausahaan, c. penertiban dan kerapihan pelaksanaan administrasi sekolah, d. kebenaran dan ketepatan laporan, e. keamanan dan kelayakan peralatan sekolah. Hak TAS TAS berhak memperoleh: a. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai; b. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; c. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan mutu; d. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; e. kesempatan untuk menggunakan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan tugas. Kewajiban Kepala TAS a. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; b. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; c. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

25

Kualifikasi TAS Tenaga administrasi sekolah/madrasah terdiri atas kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah, pelaksana urusan, dan petugas layanan khusus. 1. Kepala Tenaga Administrasi SD/MI/SDLB Kepala tenaga administrasi SD/MI/SDLB adalah pejabat struktural eselon Va, dapat diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki lebih dari 6 rombongan belajar, dengan kualifikasi sebagai berikut. a. Berpendidikan minimal lulusan SMK atau sederajat, diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran. b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun. c. Memiliki masa kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 4 tahun. d. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/a. e. Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Pemprov/Pemkab/Pemkot. 2. Kepala Tenaga Administrasi SMP/MTs/SMPLB Kepala tenaga administrasi SMP/MTs/SMPLB adalah pejabat struktural eselon Va yang berkualifikasi sebagai berikut. a. Berpendidikan minimal lulusan DIII atau sederajat, diutamakan jurusan Administrasi Perkantoran. b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun. c. Memiliki pengalaman bekerja sebagai tenaga administrasi sekolah/ madrasah minimal 4 tahun. d. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/a. e. Memiliki sertifikat uji kompetensi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau pendidikan tinggi yang ditunjuk oleh Pemprov/Pemkab/Pemkot. 3. Kepala Tenaga Administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB Kepala tenaga administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB adalah pejabat struktural eselon IVb yang berkualifikasi sebagai berikut. a. Berpendidikan S1 diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran/ Administrasi Pendidikan dan sejenisnya dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/ madrasah minimal 4 tahun, atau D III diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran/Administrasi Pendidikan dan sejenisnya dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 8 tahun. b. Pada waktu diangkat sebagai kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah berusia maksimal 51 tahun. c. Memiliki pangkat/golongan minimal Penata Muda III/b. d. Memiliki sertifikat uji kompetensi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh lembaga profesi atau pendidikan tinggi yang ditunjuk oleh Pemerintah Pemprov /Pemkab/Kota. 4. Pelaksana Urusan Administrasi Umum Sekolah/Madrasah (SD/MI/SDLB) Berpendidikan minimal SMK/MAK/SMA/MA, diutamakan SMK/MAK Jurusan Administrasi Perkantoran. 5. Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK dan diangkat apabila jumlah pendidik dan tenaga kependidikan minimal 50 orang.
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

26

6. Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK Jurusan Akuntansi, atau SMA/MA dan memiliki sertifikat Akuntansi. 7. Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat. 8. Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA atau SMK/MAK diutamakan JurusanAdministrasi Perkantoran. 9. Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Kearsipan Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK diutamakan Jurusan Administrasi Perkantoran. 10. Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 12 rombongan belajar. 11. Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 12 rombongan belajar. 12. Petugas Layanan Khusus a. Penjaga Sekolah/Madrasah Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat. b. Tukang Kebun Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat dan diangkat apabila luas lahan kebun sekolah/madrasah minimal 500 m2. . c. Tenaga Kebersihan Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat. d. Pengemudi Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat, memiliki SIM yang sesuai, dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki kendaraan roda empat. e. Pesuruh Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat. Kompetensi 1. Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah Kompetensi kepribadian, sosial, manajerial dan teknis bagi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah adalah sebagai berikut. a. Kompetensi Kepribadian KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Memiliki integritas dan a) Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi akhlak mulia b) Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya c) Berperilaku jujur d) Komitmen terhadap tugas 2) Memiliki etos kerja a) b) c) d) e) f) Mengikuti prosedur kerja Memastikan hasil kerja yang bermutu Bertindak secara tepat Fokus pada tugas yang diberikan Meningkatkan kinerja Melakukan evaluasi diri 27

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

KOMPETENSI 3) Mengendalikan diri a) b) c) d)

SUB-KOMPETENSI Mengendalikan emosi Bersikap tenang Mengelola stres Berpikir positif

4) Memiliki rasa percaya diri

a) Yakin dengan kemampuannya b) Bertanggung jawab c) Belajar dari kesalahan a) Mengupayakan keterbukaan b) Menghargai pendapat orang lain c) Mengambil keputusan partisipatif a) Melaksanakan berbagai kaidah yang terkait dengan tugasnya b) Memperhatikan kejelasan tugas c) Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja a) Mengelola waktu b) Taat aturan c) Taat azas a) b) c) d) e) Berpikir alternatif Kaya ide/gagasan baru Memanfaatkan peluang Mengikuti perkembangan Ipteks Melakukan perubahan

5) Memiliki fleksibilitas

6) Memiliki ketelitian

7) Memiliki kedisiplinan

8) Kreatif dan inovatif

9) Memiliki tanggungjawab

a) Melaksanakan tugas sesuai aturan b) Berani mengambil resiko c) Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

b. Kompetensi Sosial KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Bekerja sama dalam a) Berpartisipasi dalam kelompok Tim b) Meminta dan menghargai pendapat orang lain c) Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim a) Memberikan kemudahan kepada orang lain b) Menerapkan layanan sesuai standar pelayanan minimal c) Memiliki empati a) Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah b) Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif c) Menerima perbedaan antar anggota d) Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan 28

2) Memberikan layanan Prima

3) Memiliki kesadaran berorganisasi


PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

organisasi e) Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah a) b) c) d) Menjadi pendengar yang baik Memahami pesan orang lain Menyampaikan pesan dengan jelas Memahami bahasa nonverbal

4) Berkomunikasi Efektif

5) Membangun hubungan kerja

a) Melakukan hubungan kerja yang harmonis b) Memposisikan diri sesuai dengan peranannya c) Memelihara hubungan internal dan eksternal

c. Kompetensi Manajerial KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Mengadministrasika a) Mengadministrasikan dokumen Standar Nasional n kebijakan delapan Pendidikan standar nasional b) Mengadministrasikan pelaksanaan Standar Nasional pendidikan Pendidikan yang meliputi standar: Isi, Proses, Kompetensi Lulusan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan, dan Penilaian Pendidikan 2) Menyusun program dan laporan kerja a) b) c) d) e) f) Menentukan prioritas Melakukan penugasan Merumuskan tujuan Menetapkan sumber daya Menentukan strategi penyelesaian pekerjaan Menyusun laporan kerja

3) Mengorganisasikan dan mengkoordinasikan staf

a) Menyusun uraian tugas tenaga kependidikan b) Memberikan pemahaman tupoksi kepada staf c) Menyesuaikan rencana kerja dengan kemampuan organisasi d) Menggunakan pendekatan persuasif untuk mengkoordinasikan staf e) Berinisiatif dalam pertemuan f) Meningkatkan keefektifan kerja g) Mengakomodasi ide-ide staf h) Menjabarkan kebijakan organisasi a) Memberi arahan kerja b) Memotivasi staf c) Memberikan semangat kerja

4) Mengarahkan, membimbing, dan mengembangkan staf a) Mengidentifikasi masalah b) Merumuskan masalah 5) Mengambil c) Menentukan tindakan yang tepat
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

29

KOMPETENSI keputusan

d) a) b) c)

SUB-KOMPETENSI Memperhitungkan resiko Menciptakan hubungan kerja harmonis Melakukan komunikasi interaktif Menghargai pendapat rekan kerja

6) Menciptakan iklim kerja kondusif

7) Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya

a) Memberdayakan aset organisasi berupa sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan sumber daya alam b) Mengadministrasikan aset organisasi berupa sumber daya manusia, sarana prasarana, dana, dan sumber daya alam a) b) c) d) a) b) c) d) e) Memantau pekerjaan staf Menilai proses dan hasil kerja Melaporkan hasil penilaian Memberikan umpan balik Mengidentifikasi sumber konflik Mengidentifikasi alternatif penyelesaian Mengupayakan kekompakan Menggali pendapat-pendapat Memilih alternatif terbaik

8) Mengendalikan staf

9) Mengelola konflik

a) Mengkoordinasikan penyusunan laporan b) Mengendalikan penyusunan laporan 10) Menyusun Laporan

d. Kompetensi Teknis KOMPETENSI 1) Melaksanakan administrasi kepegawaian

SUB-KOMPETENSI

a) Menginterpretasikan pokok-pokok peraturan kepegawaian b) Membantu melaksanakan prosedur dan mekanisme kepegawaian c) Membantu merencanakan kebutuhan pegawai d) Menilai kinerja staf a) Membantu melaksanakan peraturan keuangan yang berlaku b) Membantu menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah/Madrasah (RAPBS/M) a) Menginterpretasikan peraturan administrasi sarana dan prasarana b) Membantu menyusun rencana kebutuhan c) Membantu menyusun rencana pemanfaatan sarana 30

2) Melaksanakan administrasi keuangan

3) Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI operasional sekolah/madrasah d) Membantu menyusun rencana perawatan

4) Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat

a) Membantu kelancaran kegiatan komite sekolah/madrasah b) Membantu merencanakan program keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders) c) Membantu membina kerja sama dengan pemerintah dan lembaga masyarakat d) Membantu mempromosikan sekolah/madrasah dan mengkoordinasikan penelusuran tamatan e) Melayani tamu sekolah/madrasah a) Menginterpretasikan peraturan kesekretariatan b) Membantu melaksanakan program kesekretariatan c) Membantu mengkoordinasikan program Kebersihan, Kesehatan, Keindahan, Ketertiban, Keamanan, Kekeluargaan, dan Kerindangan (7K) d) Menyusun laporan a) Membantu penerimaan siswa baru b) Membantu orientasi siswa baru c) Membantu menyusun program pengembangan diri siswa d) Membantu menyiapkan laporan kemajuan belajar siswa a) Membantu menyiapkan administrasi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar Penilaian b) Membantu mendokumentasikan Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar penilaian a) Mengkoordinasikan tenaga layanan Penjaga Sekolah/ Madrasah, Tenaga Kebersihan, Tukang Kebun, Pengemudi , dan Pesuruh b) Membantu mengkoordinasikan program layanan khusus antara lain Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Bimbingan Konseling (BK), Laboratorium/bengkel, dan Perpustakaan a) Memanfaatkan TIK untuk kelancaran pelaksanaan administrasi sekolah/madrasah b) Menggunakan TIK untuk mendokumentasikan administrasi sekolah/madrasah

5) Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan

6) Melaksanakan administrasi kesiswaan

7) Melaksanakan administrasi kurikulum

8) Melaksanakan administrasi layanan khusus

9) Menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)


PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

31

2. Pelaksana Urusan Pelaksana urusan harus memiliki 3 (tiga) kompetensi yang terdiri atas: kepribadian, sosial, dan teknis sebagai berikut. a. Kompetensi Kepribadian KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Memiliki integritas a) Berperilaku sesuai dengan kode etik dan akhlak mulia b) Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya c) Berperilaku jujur d) Komitmen terhadap tugas 2) Memiliki etos kerja a) b) c) d) e) f) a) b) c) d) a) b) c) a) b) c) Mengikuti prosedur kerja Memastikan hasil kerja yang bermutu Bertindak secara tepat Fokus pada tugas yang diberikan Meningkatkan kinerja Melakukan evaluasi diri Mengendalikan emosi Bersikap tenang Mengelola stres Berpikir positif Yakin dengan kemampuannya Bertanggung jawab Belajar dari kesalahan Mengupayakan keterbukaan Menghargai pendapat orang lain Mengambil keputusan partisipatif

3) Mengendalikan diri

4) Memiliki rasa percaya diri 5) Memiliki fleksibilitas

6) Memiliki ketelitian

a) Melaksanakan berbagai kaidah yang terkait dengan tugasnya b) Memperhatikan kejelasan tugas c) Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja a) Mengelola waktu b) Taat aturan c) Taat azas a) b) c) d) e) Berpikir alternatif Kaya ide/gagasan baru Memanfaatkan peluang Mengikuti perkembangan Ipteks Melakukan perubahan

7) Memiliki kedisiplinan

8) Kreatif dan inovatif

9) Memiliki tanggung jawab

a) Melaksanakan tugas sesuai aturan b) Berani mengambil resiko c) Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

32

b. Kompetensi Sosial KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Bekerja sama dalam a) Berpartisipasi dalam kelompok Tim b) Meminta dan menghargai pendapat orang lain c) Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim a) Memberikan kemudahan kepada orang lain 2) Memberikan layanan b) Menerapkan layanan sesuai standar pelayanan Prima minimal c) Memiliki empati a) Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah b) Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif c) Menerima perbedaan antar anggota d) Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan organisasi e) Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah a) b) c) d) Menjadi pendengar yang baik Memahami pesan orang lain Menyampaikan pesan dengan jelas Memahami bahasa nonverbal

3) Memiliki kesadaran Berorganisasi

4) Berkomunikasi Efektif

5) Membangun hubungan kerja

a) Melakukan hubungan kerja yang harmonis b) Memposisikan diri sesuai dengan peranannya c) Memelihara hubungan internal dan eksternal c. Kompetensi Teknis 1) Pelaksana Urusan Kepegawaian KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Mengadministrasika a) Melaksanakan pokok-pokok peraturan kepegawaian n kepegawaian berdasarkan standar pendidik dan tenaga kependidikan b) Merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan c) Melaksanakan prosedur dan mekanisme kepegawaian d) Mengelola buku induk, administrasi Daftar Urut Kepangkatan (DUK) e) Melaksanakan registrasi dan kearsipan kepegawaian (SK, NIP, Karpeg, Karis, Karsu, Taspen,Askes, Tabungan Perumahan, Satya Lencana, DP3, ijazah, sertifikat) f) Menyiapkan format- format kepegawaian g) Memproses kepangkatan, mutasi, promosi, gaji berkala, tunjangan istri/suami, anak, serta pemberhentian dan pensiun pegawai h) Mencatat kehadiran guru dan pegawai i) Menyusun laporan kepegawaian
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

33

KOMPETENSI 2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

SUB-KOMPETENSI a) Menyusun dan menyajikan data/statistik kepegawaian b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan kepegawaian c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian

2) Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Mengadministrasikan a) Membantu menghitung biaya investasi, biaya keuangan operasi, dan biaya personal sekolah/madrasah b) Membantu pimpinan mengatur arus dana (menerima, mencatat, menyimpan, mengeluarkan, menggunakan, mempertanggungjawabkan, dan melaporkan) 2) Menggunakan Teknologi Informasi a) Menyusun dan menyajikan data/statistik keuangan dan Komunikasi b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan (TIK) keuangan c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan Keuangan 3) Pelaksana Urusan Administrasi Sarana Prasarana KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Mengadministrasia) Mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana kan standar sarana b) sekolah/madrasah berdasarkan standar: Ruang dan prasarana Kelas, Ruang Perpustakaan, Laboratorium, Ruang Pimpinan, Ruang Guru, Tempat Ibadah, Ruang UKS, Jamban, Gudang, Ruang Sirkulasi, dan Tempat Bermain/Olah Raga c) Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana d) Mengadakan sarana dan prasarana e) Menginventarisasikan sarana dan prasarana f) Memberikan nomor barang inventaris g) Mendistribusikan sarana dan prasarana h) Memelihara sarana dan prasarana i) Menghapuskan sarana dan prasarana j) Menyusun laporan sarana dan prasarana 2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) a) Menyusun dan menyajikan data/statistik sarana dan prasarana b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan sarana dan prasarana c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan sarana dan prasarana

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

34

4) Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Melaksanakan a) Memfasilitasi kelancaran kegiatan komite administrasi sekolah/madrasah hubungan sekolah b) Merencanakan program keterlibatan pemangku dengan masyarakat kepentingan (stakeholders) c) Membina kerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat d) Mempromosikan sekolah/madrasah e) Mengkoordinasikan penelusuran tamatan f) Melayani tamu sekolah/madrasah 2) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan b) hubungan sekolah dengan masyarakat c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan hubungan sekolah dengan masyarakat

5) Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Melaksanakan a) Menerapkan peraturan kesekretariatan administrasi b) Melaksanakan program kesekretariatan persuratan dan c) Mengelola surat masuk dan keluar pengarsipan d) Membuat konsep surat e) Melaksanakan kearsipan sekolah/madrasah f) Menyusutkan surat/dokumen g) Menyusun laporan. a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan b) administrasi persuratan dan pengarsipan c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan persuratan dan pengarsipan

2) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

35

6) Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Mengadministrasikan a) Membantu kegiatan penerimaan peserta didik standar pengelolaan b) Membantu kegiatan masa orientasi yang berkaitan c) Membantu mengatur rasio peserta didik per kelas dengan peserta didik d) Mendokumentasikan prestasi akademik dan non akademik e) Membuat: data statistik peserta didik (pendaftar, yang diterima, putus sekolah/madrasah, lulusan, dan mutasi), buku induk peserta didik, data pribadi peserta didik, buku penghubung, buku catatan khusus, daftar peserta didik yang melanjutkan f) Menginventarisir program kerja pembinaan peserta didik bulanan, semesteran dan tahunan g) Mendokumentasikan program kerja OSIS, Pramuka, Paskibra, dan Palang Merah Remaja (PMR), dan dokumen tata tertib sekolah/madrasah h) Mendokumentasikan program pengembangan diri. 2) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan administrasi kesiswaan b) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan Kesiswaan

7) Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Mengadministrasikan a) Mendokumentasikan kerangka dasar dan struktur standar isi kurikulum b) Membantu menyiapkan perangkat administrasi pembelajaran c) Mendokumentasikan beban belajar siswa setiap semester d) Mendokumentasikan kurikulum e) Mensosialisasikan kalender akademik 2) Mengadministrasikan standar proses a) Menyiapkan format silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penilaian hasil belajar b) Menyiapkan perangkat supervisi proses pembelajaran a) Mendokumentasikan bahan ujian/ulangan b) Mendokumentasikan penilaian hasil belajar oleh pendidik, sekolah/madrasah, pemerintah a) Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan satuan pendidikan b) Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan mata pelajaran c) Mendokumentasikan kriteria ketuntasan minimal 36

3) Mengadministrasikan standar penilaian

4) Mengadministrasikan standar kompetensi lulusan

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

KOMPETENSI 5) Mengadministrasikan kurikulum dan silabus

SUB-KOMPETENSI a) Membantu fasilitas pelaksanaan kurikulum dan silabus b) Mendokumentasikan pemetaan kompetensi dasar tiap mata pelajaran per semester c) Mendokumentasikan kurikulum, silabus, dan RPP d) Mendokumentasikan Daftar Kumpulan Nilai (DKN) atau leger e) Membantu menyusun grafik daya serap ketuntasan belajar per mata pelajaran f) Menyusun daftar buku-buku wajib a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan administrasi kurikulum b) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kurikulum

6) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

8) Pelaksana Urusan Administrasi SD/MI/SDLB SD/MI/SDLB yang memiliki maksimal 6 rombongan belajar tidak perlu Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah, melainkan Pelaksana Urusan Administrasi Sekolah/Madrasah, dengan kompetensi teknis sebagai berikut. KOMPETENSI 1) Melaksanakan administrasi sekolah/madrasah SUB-KOMPETENSI Melaksanakan administrasi kepegawaian Melaksanakan administrasi keuangan Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan Melaksanakan administrasi kesiswaan Melaksanakan administrasi kurikulum

a) b) c) d) e) f) g)

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

a) Mengoperasikan peralatan kantor/komputer b) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum

3. Petugas Layanan Khusus Petugas layanan khusus harus memiliki 3 (tiga) kompetensi yang terdiri atas: kepribadian, sosial, dan teknis sebagai berikut.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

37

a.

Kompetensi Kepribadian KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Memiliki integritas a) Berperilaku sesuai dengan kode etik dan akhlak mulia b) Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya c) Berperilaku jujur d) Komitmen terhadap tugas 2) Memiliki etos kerja a) b) c) d) e) f) Mengikuti prosedur kerja Memastikan hasil kerja yang bermutu Bertindak secara tepat Fokus pada tugas yang diberikan Meningkatkan kinerja Melakukan evaluasi diri

3) Mengendalikan diri

a) Mengendalikan emosi b) Bersikap tenang c) Mengelola stres a) b) c) d) Berpikir positif Yakin dengan kemapuannya Bertanggung jawab Belajar dari kesalahan

4) Memiliki rasa percaya diri

5) Memiliki fleksibilitas

a) Mengupayakan keterbukaan b) Menghargai pendapat orang lain c) Mengambil keputusan partisipatif a) Melaksanakan berbagai kaidah yang terkait dengan tugasnya b) Memperhatikan kejelasan tugas c) Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja a) Mengelola waktu b) Taat aturan c) Taat azas a) b) c) d) e) Berpikir alternatif Kaya ide/gagasan baru Memanfaatkan peluang Mengikuti perkembangan Ipteks Melakukan perubahan

6) Memiliki ketelitian

7) Memiliki kedisiplinan

8) Kreatif dan inovatif

9) Memiliki tanggung jawab

a) Melaksanakan tugas sesuai aturan b) Berani mengambil resiko c) Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

38

b.

Kompetensi Sosial KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Bekerja sama dalam a) Berpartisipasi dalam kelompok Tim b) Meminta dan menghargai pendapat orang lain c) Membangun semangat dan kelangsungan hidup tim a) Memberikan kemudahan kepada orang lain b) Menerapkan layanan sesuai standar pelayanan minimal c) Memiliki empati a) Memahami struktur organisasi sekolah/madrasah b) Mewujudkan iklim dan budaya organisasi yang kondusif c) Menerima perbedaan antar anggota d) Memiliki tanggungjawab mencapai tujuan organisasi e) Mengaktifkan diri dalam organisasi profesi tenaga administrasi sekolah/madrasah a) b) c) d) Menjadi pendengar yang baik Memahami pesan orang lain Menyampaikan pesan dengan jelas Memahami bahasa nonverbal

2) Memberikan layanan Prima

3) Memiliki kesadaran Berorganisasi

4) Berkomunikasi Efektif

5) Membangun hubungan kerja

a) Melakukan hubungan kerja yang harmonis b) Memposisikan diri sesuai dengan peranannya c) Memelihara hubungan internal dan eksternal

c. Kompetensi Teknis 1) Pelaksana Urusan Kepegawaian KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Mengadministrasikan a) Melaksanakan pokok-pokok peraturan kepegawaian kepegawaian berdasarkan standar pendidik dan tenaga kependidikan b) Merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan c) Melaksanakan prosedur dan mekanisme kepegawaian d) Mengelola buku induk, administrasi Daftar Urut Kepangkatan (DUK) e) Melaksanakan registrasi dan kearsipan kepegawaian (SK, NIP, Karpeg, Karis, Karsu, Taspen,Askes, Tabungan Perumahan, Satya Lencana, DP3, ijazah, sertifikat) f) Menyiapkan format- format kepegawaian g) Memproses kepangkatan, mutasi, promosi, gaji berkala, tunjangan istri/suami, anak, serta pemberhentian dan pensiun pegawai
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

39

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI h) Mencatat kehadiran guru dan pegawai i) Menyusun laporan kepegawaian a) Menyusun dan menyajikan data/statistik kepegawaian b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan kepegawaian c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

2) Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Mengadministrasikan a) Membantu menghitung biaya investasi, biaya keuangan operasi, dan biaya personal sekolah/madrasah b) Membantu pimpinan mengatur arus dana (menerima, mencatat, menyimpan, mengeluarkan, menggunakan, mempertanggungjawabkan, danmelaporkan) 2) Menggunakan Teknologi Informasi a) Menyusun dan menyajikan data/statistik keuangan dan Komunikasi b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan (TIK) keuangan c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan Keuangan 3) Pelaksana Urusan Administrasi Sarana Prasarana KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI a) Mengadministrasi-kan a) Mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana standar sarana dan sekolah/madrasah berdasarkan standar: Ruang Kelas, prasarana Ruang Perpustakaan, Laboratorium, Ruang Pimpinan, Ruang Guru, Tempat Ibadah, Ruang UKS, Jamban, Gudang, Ruang Sirkulasi, dan Tempat Bermain/Olah Raga b) Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana c) Mengadakan sarana dan prasarana d) Menginventarisasikan sarana dan prasarana e) Memberikan nomor barang inventaris f) Mendistribusikan sarana dan prasarana g) Memelihara sarana dan prasarana h) Menghapuskan sarana dan prasarana i) Menyusun laporan sarana dan prasarana b) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) a) Menyusun dan menyajikan data/statistik sarana dan prasarana b) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan sarana dan prasarana c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan sarana dan prasarana 40

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

4) Pelaksana Urusan Administrasi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat KOMPETENSI a) Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat SUB-KOMPETENSI Memfasilitasi kelancaran kegiatan komite sekolah/madrasah Merencanakan program keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholders) Membina kerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga masyarakat Mempromosikan sekolah/madrasah Mengkoordinasikan penelusuran tamatan Melayani tamu sekolah/madrasah

a) b) c) d) e) f)

b) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan hubungan sekolah dengan masyarakat c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan hubungan sekolah dengan masyarakat

5) Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI a) Melaksanakan a) Menerapkan peraturan kesekretariatan administrasi b) Melaksanakan program kesekretariatan persuratan dan c) Mengelola surat masuk dan keluar pengarsipan d) Membuat konsep surat e) Melaksanakan kearsipan sekolah/madrasah f) Menyusutkan surat/dokumen g) Menyusun laporan. a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan b) administrasi persuratan dan pengarsipan c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan persuratan dan pengarsipan

b) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

41

6) Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI a) Mengadministrasikan a) Membantu kegiatan penerimaan peserta didik standar pengelolaan b) Membantu kegiatan masa orientasi yang berkaitan c) Membantu mengatur rasio peserta didik per kelas dengan peserta didik d) Mendokumentasikan prestasi akademik dan non akademik e) Membuat: data statistik peserta didik (pendaftar, yang diterima, putus sekolah/madrasah, lulusan, dan mutasi), buku induk peserta didik, data pribadi peserta didik, buku penghubung, buku catatan khusus, daftar peserta didik yang melanjutkan f) Menginventarisir program kerja pembinaan peserta didik bulanan, semesteran dan tahunan g) Mendokumentasikan program kerja OSIS, Pramuka, Paskibra, dan Palang Merah Remaja (PMR), dan dokumen tata tertib sekolah/madrasah h) Mendokumentasikan program pengembangan diri. b) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan administrasi kesiswaan b) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan Kesiswaan

7) Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI a) Mengadministrasikan a) Mendokumentasikan kerangka dasar dan struktur standar isi kurikulum b) Membantu menyiapkan perangkat administrasi pembelajaran c) Mendokumentasikan beban belajar siswa setiap semester d) Mendokumentasikan kurikulum e) Mensosialisasikan kalender akademik b) Mengadministrasikan a) Menyiapkan format silabus, Rencana Pelaksanaan standar proses Pembelajaran (RPP), penilaian hasil belajar b) Menyiapkan perangkat supervisi proses pembelajaran c) Mengadministrasikan a) Mendokumentasikan bahan ujian/ulangan standar penilaian b) Mendokumentasikan penilaian hasil belajar oleh pendidik, sekolah/madrasah, pemerintah d) Mengadministrasikan a) Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan standar kompetensi satuan pendidikan lulusan b) Mendokumentasikan standar kompetensi lulusan mata pelajaran
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

42

KOMPETENSI

SUB-KOMPETENSI c) Mendokumentasikan kriteria ketuntasan minimal

e) Mengadministrasikan a) Membantu fasilitas pelaksanaan kurikulum dan kurikulum dan silabus silabus b) Mendokumentasikan pemetaan kompetensi dasar tiap mata pelajaran per semester c) Mendokumentasikan kurikulum, silabus, dan RPP d) Mendokumentasikan Daftar Kumpulan Nilai (DKN) atau leger e) Membantu menyusun grafik daya serap ketuntasan belajar per mata pelajaran f) Menyusun daftar buku-buku wajib a) Membuat layanan sistem informasi dan pelaporan b) administrasi kurikulum c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kurikulum

f) Menguasai penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

8) Pelaksana Urusan Administrasi SD/MI/SDLB SD/MI/SDLB yang memiliki maksimal 6 rombongan belajar tidak perlu Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah, melainkan Pelaksana Urusan Administrasi Sekolah/Madrasah, dengan kompetensi teknis sebagai berikut.

KOMPETENSI 1) Melaksanakan administrasi sekolah/madrasah

2) Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

SUB-KOMPETENSI a) Melaksanakan administrasi kepegawaian b) Melaksanakan administrasi keuangan c) Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana d) Melaksanakan administrasi hubungan sekolah dengan masyarakat e) Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan f) Melaksanakan administrasi kesiswaan a) Melaksanakan administrasi kurikulum b) Mengoperasikan peralatan kantor/komputer c) Memanfaatkan TIK untuk mengadministrasikan kepegawaian, keuangan, sarana prasarana, hubungan sekolah dengan masyarakat, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, dan kurikulum

a.

Petugas Layanan Khusus Petugas layanan khusus harus memiliki 3 (tiga) kompetensi yang terdiri atas: kepribadian, sosial, dan teknis sebagai berikut.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

43

b. Kompetensi Kepribadian KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Memiliki integritas a) Berperilaku sesuai dengan kode etik dan akhlak mulia b) Bertindak konsisten dengan nilai dan keyakinannya c) Berperilaku jujur d) Komitmen terhadap tugas 2) Memiliki etos kerja a) b) c) d) e) f) a) b) c) d) Mengikuti prosedur kerja Memastikan hasil kerja yang bermutu Bertindak secara tepat Fokus pada tugas yang diberikan Meningkatkan kinerja Melakukan evaluasi diri Mengendalikan emosi Bersikap tenang Mengelola stres Berpikir positif

3) Mengendalikan diri

4) Memiliki rasa percaya diri

a) Yakin dengan kemapuannya b) Bertanggung jawab c) Belajar dari kesalahan

5) Memiliki fleksibilitas a) Mengupayakan keterbukaan b) Menghargai pendapat orang lain c) Mengambil keputusan partisipatif 6) Memiliki ketelitian a) Melaksanakan berbagai kaidah yang terkait dengan tugasnya b) Memperhatikan kejelasan tugas c) Menyelesaikan tugas sesuai pedoman kerja a) b) c) d) a) b) c) d) Mengelola waktu Taat aturan Taat azas Berpikir alternatif Kaya ide/gagasan baru Memanfaatkan peluang Mengikuti perkembangan Ipteks Melakukan perubahan

7) Memiliki kedisiplinan

8) Kreatif dan inovatif

9) Memiliki tanggung jawab

a) Melaksanakan tugas sesuai aturan b) Berani mengambil resiko c) Tidak melimpahkan kesalahan kepada pihak lain

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

44

c. Kompetensi Teknis 1) Penjaga Sekolah/Madrasah KOMPETENSI SUB-KOMPETENSI 1) Menguasai kondisi a) Mengenal peta wilayah sekolah/madrasah dengan keamanan baik sekolah/madrasah b) Memanfaatkan peta wilayah sekolah/madrasah untuk keamanan sekolah/madrasah 2) Menguasai teknik pengamanan sekolah/madrasah 3) Menerapkan prosedur operasi standar pengamanan sekolah/madrasah a) Menguasai teknik bela diri b) Merespons peristiwa dengan cepat dan tepat

a) Membuat dokumen/catatan tentang keamanan sekolah/madrasah b) Melakukan tindakan pengamanan c) Menggunakan peralatan keamanan d) Menyampaikan laporan sesuai tugasnya

2) Tukang Kebun KOMPETENSI 1) Menguasai penggunaan peralatan pertanian dan atau perkebunan 2) Menguasai pemeliharaan tanaman 3) Tenaga Kebersihan KOMPETENSI 1) Menjaga kebersihan sekolah/madrasah 2) Menguasai teknikteknik kebersihan 4) Pengemudi KOMPETENSI 1) Menguasai teknik mengemudi

SUB-KOMPETENSI a) Menggunakan peralatan pertanian/ perkebunan b) Merawat peralatan pertanian/perkebunan

a) Mengenal teknik penanaman tanaman b) Merawat tanaman

SUB-KOMPETENSI a) Mewujudkan kebersihan sekolah/madrasah b) Memelihara kebersihan sekolah/madrasah a) Menggunakan peralatan kebersihan b) Memelihara peralatan kebersihan

SUB-KOMPETENSI a) Mengemudikan kendaraan b) Mematuhi aturan lalu lintas

2) Menguasai teknik a) Merawat kendaraan perawatan kendaraan b) Mengurus kelengkapan dokumen kendaraan

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

45

5) Pesuruh KOMPETENSI 1) Mengenal wilayah SUB-KOMPETENSI a) Mengenal peta wilayah setempat b) Memanfaatkan peta wilayah untuk kepentingan penyampaian dokumen

2) Menguasai prosedur a) Mengenal buku ekspedisi/lembar pengantar pengiriman dokumen b) Menggunakan buku ekspedisi/lembar dinas pengantardalam pengiriman dokumen 3) Melayani kebutuhan jasa dan daya sekolah/madrasah a) Membayar jasa listrik, telepon, air, dan pajak b) Menyiapkan minuman c) Merawat peralatan rumah tangga sekolah/madrasah

Rekrutmen dan Seleksi Rekrutmen adalah untuk mengisi formasi yang lowong. Lowongan formasi disebabkan adanya pegawai yang keluar, pensiun, meninggal dunia, dan perluasan organisasi. Mekanisme rekrutmen dan seleksi kepala tata usaha dilakukan oleh Tim Baperjakat daerah setempat. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat objektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, rasa, atau golongan. Jabatan struktual adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi negara. Untuk dapat diangkat dalam jabatan struktual seseorang harus berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil dan harus memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. Eselon dan jenjang pangkat jabatan strktural dari yang tertinggi sampai yang terendah untuk Eselon Va Pangkat Penata Muda Golongan III/a tertinggi pangkat Penata Muda Tingkat I Golongan III/b. Eselon IVb Pangkat Penata Muda Tingkat I Golonan III/b tertinggi pangkat Penata Golongan III/c. Penetapan eselon Va dilakukan secara selektif antara lain dengan memperhatikan: (a) kebutuhan organisasi, (b) rentang kendali, (c) kondisi geografis, dan (d) karakteristik tugas pokok dan fungsi jabatan yang berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Persyaratan untuk diangkat dalam jabatan struktural adalah: a. berstatus Pegawai Negeri Sipil, b. serendah-rendahnya menduduki peringkat 1 (satu) tingkat di bawah jenjang pangkat yang ditentukan, c. memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan, d. semua unsur penilaian prestasi kerja sekuang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir, e. memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan, dan f. sehat jasmani dan rohani. g. senioritas dalam kepangkatan h. usia i. pendidikan dan pelatihan prajabatan j. pengalaman yang dimiliki. k. wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan selambatlambatnya 12 (dua elas) bulan sejak yang bersangkutan dilantik.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

46

Pengangkatan dalam jabatan struktural Eselon II ke bawah di provinsi, ditetapkan oleh Pejabatan Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi daerah propinsi. Pengangkatan dalam jabatan struktural Eselon II ke bawah di kabupaten/kota, ditetapkan oleh Pejabatan Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat Instansi daerah Kabupaten/Kota. Pembinaan Karier Dalam rangka usaha untuk meningkatkan mutu dan keterampilan serta memupuk kegairahan bekerja kepala tata usaha, maka perlu dilaksanakan pembinaan kepala tata usaha dengan sebaik-baiknya atas dasar sistem karier dan sistem prestasi. Dengan demikian dapat dikembangkan bakat dan kemampuan yang ada pada diri masing-masing secara wajar. Model pembinaan karier yang paling banyak diharapkan responden adalah pelatihan. Pelatihan bagi kepala tata usaha sebagai pejabat struktural eselon IV dan V adalah Diklatpim IV dan Diklatpim V yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara. Dalam pembinaan sistem karier yang sehat selalu ada pengaitan yang erat antara jabatan dan pangkat. Artinya, seorang Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam suatu jabatan haruslah mempunyai pangkat yang sesuai untuk jabatannya. Dengan demikian, Pegawai Negeri Sipil yang pangkatnya belum sesuai dengan pangkat terendah untuk eselon jabatan itu, maka yang bersangkutan diberikan kenaikan pankat sesuai dengan jenjang untuk jabatan itu. Penilaian Kinerja 1. Pengertian Penilaian Kinerja Penilaian ialah penentuan derajat kualitas berdasarkan indikator yang ditetapkan terhadap penyelenggara pendidikan di sekolah. Kinerja ialah hasil kerja dan kemajuan yang telah dicapai seorang TAS dalam bidang tugasnya berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Penilaian kinerja TAS ialah penentuan derajat kualitas hasil kerja dan kemajuan yang telah dicapai seorang TAS dalam bidang tugasnya berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. 2. Tujuan Penilaian Kinerja a. Umum Secara umum, penilaian kinerja bertujuan untuk menciptakan budaya individu dan kelompok memikul tanggung jawab bagi usaha peningkatan proses kerja dan kemampuan yang berkelanjutan. b. Khusus Secara khusus, penilaian kinerja bertujuan untuk: 1) meningkatkan kinerja TAS secara berkelanjutan; 2) menjadi daya dongkrak untuk perubahan yang lebih berorientasi kinerja; 3) meningkatkan motivasi dan komitmen TAS, 4) memungkinkan individu mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepuasan kerja, dan mencapai potensi pribadi yang bermanfaat bagi individu dan organisasi sekolah/madrasah; 5) mengembangkan hubungan yang terbuka dan konstruktif antara TAS dengan penilai suatu proses dialog yang berkesinambungan terkait dengan pekerjaan yang dilakukan sepanjang tahun; 6) menyediakan suatu kerangka kerja bagi kesepakatan sasaran yang dinyatakan dalam bentuk target dan standar kinerja TAS;

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

47

3. 4.

5.

6.

7.

memfokuskan perhatian pada atribut dan kompetensi yang diperlukan sehingga dapat menunjukkan kinerja yang efektif dan kepada usaha pengembangan selanjutnya; 8) menyediakan kriteria untuk dapat melakukan pengukuran dan penilaian yang akurat dan objektif sehubungan dengan target dan standar yang telah disepakati sehingga TAS secara individu dapat menerima umpan balik dari pengawas sekolah/madrasah mengenai seberapa baik kinerja mereka; 9) memungkinkan TAS dan penilai mencapai kesepakatan tentang rencana pengembangan dan metode pelaksanaannya; 10) 10)mengkaji kebutuhan di bidang pelatihan dan pengembangan secara bersama; 11) menyediakan suatu kesepakatan bagi TAS untuk mengekspresikan aspirasi serta keprihatinan mengenai pekerjaan mereka; 12) memberikan suatu landasan bagi pemberian imbalan yang bersifat finansial dan/atau nonfinansial bagi TAS sesuai dengan kontribusi TAS; 13) mendemonstrasikan kepada semua orang bahwa organisasi menghargai mereka sebagai individu; 14) membantu memberdayakan TAS; 15) membantu sekolah/madrasah untuk mempertahankan TAS yang berkualitas; dan 16) mendukung inisiatif TAS dan penilai yang berkualitas secara keseluruhan. Ruang Lingkup Penilaian Kinerja TAS Ruang lingkup penilaian kinerja TAS mengacu pada standar kompetensi TAS di atas. Prinsip Penilaian Kinerja TAS a. Relevan (sesuai dengan tujuan penilaian). b. Objektif (data seadanya). c. Sensitif (mampu membedakan yang berkinerja tinggi dengan yang berkinerja rendah). d. Valid (menilai yang ingin dinilai). e. Reliabel (dapat diandalkan). f. Akseptabel (instrumen penilaian dapat diterima penilai dan yang dinilai berdasarkan kesepakatan). g. Praktis (mudah diterapkan). h. Rahasia (hanya diketahui penilai dan yang dinilai saja). i. Produktivitas (efektif, efisien, dan memotivasi kinerja tinggi). j. Multi metode (dapat menggunakan berbagai metode penilaian). k. Berkesinambungan (dilakukan secara periodik). Penilai Orang yang berwenang menilai kinerja TAS adalah kepala TAS untuk stafnya dan bupati/walikota untuk kepala TAS. Periode Penilaian Penilaian kinerja kepala sekolah meliputi penilaian formatif dan sumatif. Penilaian formatif dilaksanakan setiap tahun sekali yaitu paling lambat setiap akhir bulan Desember tahun bersangkutan. Penilaian sumatif dilaksanakan setiap empat tahun sekali yaitu setiap akhir masa jabatan kepala sekolah/madrasah. Tata Cara Penilaian Penilaian melalui langkah-langkah sebagai berikut. a. Mengembangkan instrumen penilaian kinerja dengan cara menetapkan kriteria atau indikator untuk setiap kompetensi TAS. b. Menetapkan skor penilaian kinerja yaitu 1 sampai 100. 48

7)

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

c. Melaksanakan penilaian yaitu mengisi instrumen penilaian. d. Menetapkan interpretasi penilaian kinerja yaitu: 1 20 = tidak memuaskan 21- 40 = kurang memuaskan 41 60 = cukup memuaskan 61 80 = memuaskan 81 - 100 = sangat memuaskan e. Membandingkan hasil penilaian (kinerja aktual) dengan standar indikator kompetensi (kinerja yang diharakan). f. Mendokumentasikan hasil penilaian. g. Menyampaikan dan mendiskusikan hasil penilaian kepada kepala sekolah/madrasah bersangkutan untuk umpan balik. h. Menyampaikan laporan penilaian kinerja kepada pihak yang berkepentingan untuk pengambilan keputusan. 8. Komponen yang Dinilai Komponen yang dinilai adalah setiap indikator kompetensi dari setiap dimensi kompetensi yang telah dimiliki TAS. Penghargaan dan Perlindungan Bagi anggota TAS yang berprestasi atau bermutu tinggi hendaknya diberikan penghargaan dan perlindungan. Penghargaan dan perlindungan adalah kebutuhan dasar setiap manusia termasuk kepala tata usaha sekolah. Penghargaan dan perlindungan dalam bentuk jasmani dan rohani. Penghargaan dan perlindungan bermakna tinggi bila diberikan pada orang yang tepat dan waktu yang tepat pula. Terdapat 13 macam bentuk penghargaan dan 11 macam bentuk perlindungan. Ketiga belas macam bentuk penghargaan itu adalah: (1) gaji yang adil dan layak, (2) tanda jasa, (3) kenaikan pangkat pilihan, (4) kenaikan pangkat anumerta, (5) kenaikan pangkat istimewa, (6) surat pujian atau piagam, (7) tunjangan struktural, (8) bonus atau hadiah materi terutama uang), (9) studi banding, (10)studi lanjut, (11) tunjangan khusus, (12) kesempatan mengikuti diklat, dan (13) promosi jabatan. Bentuk perlindungan ada 11 macam yaitu: (1) asuransi kesehatan, (2) asuransi kecelakaan, (3) perlindungan hukum, (4) tabungan hari tua, (5) tabungan perumahan, (6) asuransi pendidikan bagi putra dan putri, (7) tunjangan pensiun, (8) tunjangan cacat, (9) sumbangan turut berduka cita, (10) Bantuan perawatan kesehatan preventif, dan (11) bantuan ceramah agama. Pemberhentian dan Pensiun Sembilan penyebab kepala tata usaha sebagai pejabat struktural eselon IVb dan Va diberhentikan karena: (1) mengundurkan diri; (2) mencapai batas usia pensiun; (3) diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil; (4) diangkat dalam jabatan lainnya atau jabatan fungsional;. (5) cuti di luar tanggunggan negara, kecuali cuti di luar tanggungan negara karena persalinan; (6) tugas belajar lebih dari enam bulan; (7) adanya perampingan organisasi pemerintah; (8) tidak memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani; dan (9) hal-hal lain yang ditentukan dalam peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

49

DAFTAR RUJUKAN
Hoy, Wayne, K., & Miskel, Cecil, G. 2005. Educational Administration Theory, Research, and Practice. Seventh Edition. New York: McGraw Hill. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 tentang Standar Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah PP No. 19 tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. UURI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

50