Anda di halaman 1dari 21

Software Engineering

Implementasi dan Integrasi

Cara Implementasi & Integrasi


Classical Approach
Pengimplementasian dan pengintegrasian produk diperlakukan sebagai 2 fase terpisah yang independen. Masing-masing modul diimplementasikan dan diuji secara terpisah, selanjutnya seluruh modul diintegrasikan bersama-sama

Classical Approach
Kelemahan:
Suatu modul tidak dapat diuji secara terpisah jika modul tersebut berhubungan dengan modul lain. Oleh sebab itu diperlukan suatu dummy modules berupa:
stubs, modul kosong yg berfungsi menggantikan modul yg dipanggil / diakses. Biasanya modul ini hanya menampilkan pesan Modul X dipanggil driver, modul yang memanggil modul yg diuji. Modul ini diperlukan untuk menguji nilai yang dikembalikan oleh modul yang sedang diimplementasikan.

Cara Implementasi & Integrasi


Top-Down Approach
Jika suatu modul mAtas memanggil modul mBawah, maka mAtas diimplementasikan dan diintegrasikan lebih dahulu

Cara Implementasi & Integrasi


Bottom-Up Approach ,
Jika suatu modul mAtas memanggil modul mBawah, maka mBawah diimplementasikan dan diintegrasikan lebih dahulu

Cara Implementasi & Integrasi


Sandwich Approach
Modul-modul logika diimplementasikan dan diintegrasikan menggunakan pendekatan top-down, sedangkan modulmodul yang operasional diimplementasikan dan diintegrasikan menggunakan pendekatan bottom-up.

Cara Implementasi & Integrasi

Manajemen Implementasi & Integrasi


Masalah yang paling sering timbul pada fase ini adalah jika modul-modul yang telah dibuat tidak dapat diintegrasikan. Jika hal ini terjadi maka spesifikasi atau rancangan salah satu modul tersebut harus diubah. Harus dipastikan bahwa produk yang telah diintegrasikan benar-benar sesuai dengan SPMP (Software Project Management Plan)

PRODUCT TEST
Produk yg telah melewati tahap integrasi (disebut alpha version) dikirim ke potential user untuk dievaluasi. Pengguna diharapkan mengirimkan feedback yg berupa usulan dan laporan jika terdapat kesalahan pada program. Selanjutnya, pihak pengembang mengirimkan beta version, yang merupakan penyempurnaan dari alpha version dan biasanya paling mendekati final product.

PRODUCT TEST
produk diuji pada lingkungan kerja yang sesungguhnya alpha version dan beta version, biasanya diberikan secara gratis, sehingga pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya

Pengujian Produk
Pada tahap product test, biasanya produk tidak diuji dengan data yang sesungguhnya, untuk itu selanjutnya produk menjalani acceptance test dimana produk diuji oleh pengguna. Jika pengguna telah puas dengan produk yang dibuat, maka proses pembuatan telah selesai.

acceptance test
Ada 3 macam cara melakukan acceptance test,
1. produk diuji sendiri oleh client 2. produk diuji oleh client dengan didampingi oleh tim SQA 3. client menyewa tim SQA independence untuk melakukan pengujian

TAHAP PEMELIHARAAN
Semua perubahan yang dilakukan setelah klien menerima produk termasuk dalam tahap pemeliharaan. Pemeliharaan sendiri harus mulai dibangun sejak tahap awal pembuatan produk sehingga untuk pengembangan / perbaikan produk di masa datang tidak ada kesulitan Pemeliharaan merupakan faktor penting karena 67% waktu dan usaha biasanya dilakukan pada tahap pemeliharaan

Tahap Pemeliharaan
Pemeliharaan merupakan proses yang paling sulit karena harus melibatkan semua tahap proses software engineering. Apabila terdapat kesalahan:
user yang salah ? manual yang salah ? program yang salah ?

Tipe Pemeliharaan
Tipe pemeliharaan :
Corrective Maintenance , memperbaiki sisa-sisa kesalahan pada saat pembuatan produk Perfective Maintenance , meningkatkan efektifitas atau kemampuan produk Adaptive Maintenance , menyesuaikan produk dengan perubahan dan perkembangan teknologi / lingkungan dimana produk tersebut digunakan

Tipe Pemeliharaan

Maintenance Skill
Corrective Maintenance : membutuhkan kemampuan untuk dapat menganalisa masalah dan problem solving. Maintenance programmer juga dituntut untuk dapat bekerja efektif walau tidak ada dokumen yang lengkap. Adaptive dan Perfective Maintenance : membutuhkan skill dalam bidang software engineering pembuatan spesifikasi , desain , implementasi , dan integrasi.

End Of Presentation

Final Project
Buatlah SKPL untuk software yang anda rencanakan Sesuai dengan template yang ada
Pendahuluan Penjadwalan Analisa Kebutuhan Desain sistem (DFD, ERD, Interface) Implementasi Pengujian

Semakin lengkap semakin bagus Perkelompok @5 orang

Contoh: Implementasi

Contoh: Skenario Uji Coba


Aktor Admin Deskripsi Admin melakukan login kedalam aplikasi pemandu pariwisata di kota surabaya Proses Admin memasukkan username dan password Hasil Akhir Admin berhasil login

Skenario Uji Coba


Reaksi sistem Skenario Normal 1. Memasukkan username dan password yang sesuai 2. Klik tombol login 3. Cek username dan password 4. Login berhasil Skenario Alternatif 1 1. Memasukkan username dan password yang tidak sesuai 2. Klik tombol login 3. Cek username dan password 4. Login gagal Skenario Alternatif 2 1. Tidak memasukkan username dan password 2. Klik tombol login 3. Cek username dan password 4. Login gagal Aksi aktor