Anda di halaman 1dari 1

Syarifa Nadhrah Mustamin Q11113030/PSIKOLOGI A Tugas Essay Filsafat dan Eksistenti Manusia (FEM)

Siapa Manusia? Jika muncul pertanyaan tentang Siapa Manusia? maka untuk menjawabnya kita butuh bertanya kembali, Manusia dalam artian apa? Hal ini karena arti manusia memiliki banyak sekali arti yang berbeda dalam konteks susunan kata, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sama. Seperti menurut agama, dalam hal ini sebagai seorang muslim saya mengambil artian dalam pandangan islam, bahwa manusia adalah ciptaan Allah swt yang paling mulia dan berharga serta memiliki bentuk yang sebaik-baiknya makhluk lain. Adapun menurut ilmu biologi, manusia diartikan sebagai Homo sapiens yang artinya manusia yang tahu karena memiliki otak berkemampuan tinggi dibanding makhluk lainnya. Dari pendapat-pendapat tersebut, kita dapat menarik sebuah kesimpulan sendiri bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling muliakan dari semua makhluk yang ada di dunia karena memiliki akal pikiran. Inilah yang menjadi pembeda yang mendasar antara manusia dan makhluk lainnya. Sebagai contoh, dengan akal kita dapat menggali pengetahuan seluas-luasnya terhadap apa yang terdapat di jagad raya ini, termasuk makhluk hidup selain manusia apalagi manusia itu sendiri. Sedangkan makhluk lain apakah bisa berbuat demikian? Jawabannya sudah pasti tidak akan pernah bisa sampai kapan pun, karena begitulah kodrat makhluk hidup selain manusia diciptakan oleh-Nya. Ada pun pada kenyataannya, tubuh manusia tersusun atas sel yang sama dengan hewan. Sama dengan manusia yang bergerak, makan, bernafas, memiliki nafsu, emosi, dan sebagainya, hewan pun melakukan hal demikian bukan? Akan tetapi ada akal dan hati nurani yang telah di anugrahkan dari-Nya kepada setiap manusia yang mengakibatkan status dan derajat manusia sangat jauh lebih mulia dibandingkan hewan. Dengan anugrah tersebut, manusia dapat membedakan mana yang baik dan buruk, menemukan berbagai ilmu baru, dan masih banyak lagi kemampuan yang manusia bisa. Bandingkan dengan makhluk lain, berbeda jauh bukan?