Anda di halaman 1dari 140

ANALISA PERBANDINGAN METODE MIN-MAX, BLANKET ORDER, KONSINYASI, DAN RE-ORDER QUANTITY UNTUK MENGHITUNG TOTAL COST PERSEDIAAN

KARUNG UREA DI PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR

Oleh

Junaedi Mika Pongdiki

104821 104839

LAPORAN KULIAH KERJA PRAKTEK


Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Menyelesaikan Program Diploma Tiga Jurusan Teknik Industri Program Studi Teknik & Manajemen Industri

DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN RI AKADEMI TEKNIK INDUSTRI MAKASSAR 2013

HALAMAN PERSETUJUAN
Yang bertanda tangan dibawah ini menerangkan bahwa : Junaedi Mika Pongdiki 104821 104839

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI AKADEMI TEKNIK INDUSTRI MAKASSAR Telah melaksanakan Kuliah Kerja Praktek (KKP) di PT. Pupuk Kalimantan Timur mulai tanggal 17 April 2013 sampai dengan 25 Mei 2013. Menyetujui
Pembimbing KKP Perusahaan Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

Dedy Artawijaya
NPK. 8502420

Dra. Hartini Husain, M.si


Nip.1956122419 8602 2 001

Drs. Muhammadiah S,MM


Nip. 1949101019 7903 1 004

Mengetahui : Ketua Jurusan Akademi Teknik Industri Makassar

Windi Mudriadi, ST.MT


Nip. 1976081320 0112 1 003

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang di berikan kepada penulis dalam melakukan aktivitas seharihari, terkhusus selama penulis menjalankan tugas dan tanggung jawab penulis sebagai mahasiswa untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) bahkan sampai pada penyelesaiaan laporan kerja Praktek ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Kerja praktek ini merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus di tempuh sebagai prasyarat untuk menyelesaikan pendidikan program Diploma Tiga Jurusan Teknik Industri, Akademi teknik Industri Makassar. Kerja praktek ini penulis laksanakan di PT. Pupuk Kalimantan Timur pada bagian Departemen Perencanaan Material dan Pergudangan. Pada bagian Departemen Perencanaan Material Bahan Baku dan Pergudangan tugas yang dilakukan adalah melaksanakan pekerjan di bidang perencanaan dan pengendalian logistik perusahaan, baik pembelian material, pengendalian jumlah persediaan, administrasi logistik serta penyimpanan dan pengeluaran barang dari dan ke gudang. Dengan melihat kegiatan dan tanggungjawab dari departemen ini, maka penulis tertarik melakukan penelitian pada bagian perencanaan dan persediaan logistik ini, terkhusus pada persediaan karung untuk pengantongan pupuk dengan mengaplikasikan ilmu tentang perencanaan dan pengendalian logistik sebagai bahan masukan pada perusahaan untuk mengantisipasi persediaan karung supaya tidak berada pada level zero stock. Dalam penelitian ini, penulis tidak dapat melakukannya sendiri tanpa bantuan dari berbagai pihak yang turut memberikan sumbangsi baik pikiran dan tenaga sampai penelitian ini selesai bahkan sampai pada penulisan laporan KKP ini. Karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih

iv

kepada semua pihak yang telah turut mendukung berlangsungnya Praktek Kerja Lapangan ini, terutama kepada : 1. Keluarga tercinta , terkhusus kepada Orang senantiasa memberikan doa , motivasi penulis. Semoga Tuhan senantiasa Tua tercinta yang

moril dan materi kepada melimpahkan Rahmat dan

anugrah-Nya setiap saat. Karena kalian adalah motivasi terbesar bagi penulis untuk menggapai harapan-harapan penulis. 2. Bapak Amrin Rapi ST,MT selaku Direktur Akademi Teknik Industri Makassar. 3. Ibu Hj. Arminas ST,MM selaku Ketua Program Studi Teknik Dan

Manajemen Industri Akademi Teknik Industri Makassar . 4. Bapak Mulyadi Ilyas SMI,MM selaku Pembantu Direktur III Akademi Teknik Industri Makassar. 5. Bapak Drs. H. Abdul Afris ST, MM yang telah banyak membantu kami sehingga kami bisa melaksanakan PKL di PT. Pupuk Kalimantan Timur. 6. Ibu Dra. Hartini Husain, M.Si dan Bapak Drs. D. Muhammadiah S,MM selaku Pembimbing Kuliah Kerja Praktek Internal penulis. 7. Staf pegawai Akademik dan Administrasi di Akademi Teknik Industri Makassar yang telah banyak membantu penulis dalam hal persuratan sampai penulis bisa melaksanakan Kuliah Kerja Praktek di PT. Pupuk Kalimantan Timur. 8. Bapak Ir. Basa P. Yopie Sibuea, selaku Manajer Departemen

Perencanaan Material Bahan Baku & Pergudangan (PMBB & P) PT. Pupuk Kalimantan Timur. 9. Bapak Dedi Artawijaya selaku Pembimbing Eksternal Kerja Praktek di Departemen PMBB & P PT. Pupuk Kalimantan Timur. 10. Ir. Lola Karmila selaku Manajer Departemen Diklat & MP PT. Pupuk Kalimantan Timur yang telah memberikan kesempatan kepada

penulis untuk mengikuti Program Praktek Kerja Lapangan di PT Pupuk Kalimantan Timur. 11. Seluruh karyawan di Departemen PMBB & P , Bapak Cecep, Bapak Burhan, Bapak Hendar, Bapak Supardi, Bapak Joko, Bapak Tonggo, Bapak Suroso, Bapak Rudi, Bapak M. Haris, Mbak Sandra, Mbak Wiwin yang banyak membantu selama melaksanakan Kerja Praktek bahkan sampai pada pengolahan data Laporan Praktek Kerja Lapangan. 12. Kanda Arsan Romadhoni dan Seluruh Karyawan yang ada di Gudang I dan Gudang II tanpa terkecuali, terima kasih atas bantuannya dan informasinya selama proses survey Gudang dan interview di Gudang. 13. Bapak Yunus Simanjuntak dan seluruh karyawan di Departemen Diklat & MP yang telah membantu pelaksanaan Kerja Praktek juga kepada staf karyawan Perpustakaan PT. Pupuk Kalimantan Timur yang begitu ramah. 14. Terima kasih kepada saudara, sahabat, teman dan rekan-rekan teknik industri angkatan 2010 terkhusus untuk teman-teman manajemen teknik industri angkatan 2010 tanpa terkecuali, terima kasih untuk dukungan, bantuan dan kebersamaan yang indah yang telah kita lalui bersama selama menempuh pendidikan di Akademi Teknik Industri Makassar. 15. Seluruh rekan-rekan program prakktek Kerja Lapangan di PT. Pupuk Kalimantan Timur periode April-Juni 2013, kepada Wulan dan Dian dari UPN Yogyakarta, Dana, Eva, Albert, dan Tomas dari UGM Yogyakarta, serta Nanda dan seto dari UII Yogyakarta, terima kasih untuk kebersamaannya, canda, tawa, dan bantuannya selama proses Kerja Praktek Lapangan. 16. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan dan penyelesaian laporan Kerja Praktek ini.

vi

Harapan besar penulis, semoga laporan ini bisa memberi manfaat dan wawasan bagi semua pihak tidak terkecuali bagi Perusahaan, Kampus, insan Akademis, juga bagi semua orang yang membaca laporan ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam laporan ini. Untuk itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk perbaikan pada masa yang akan datang. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Bontang, 10 Mei 2013

Penulis

vii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN dari ATIM ................................................................................. ii LEMBAR PENGESAHAN dari PT. Pupuk Kalimantan Timur .............................................. iii KATA PENGANTAR ........................................................................................................ iv DAFTAR ISI.................................................................................................................... viii DAFTAR GAMBAR ......................................................................................................... xiv DAFTAR TABEL .............................................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1 1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan........................................................................... 2 1.3 Metode Pengumpulan Data ................................................................................ 2 1.4 Sistematika Penulisan ......................................................................................... 3 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN .......................................................................... 5 2.1 Sejarah singkat PT. Pupuk Kalimantan Timur ..................................................... 5 2.2 Logo Perusahaan ................................................................................................. 6 2.3 Visi Misi PT. Pupuk Kalimantan Timur................................................................. 7 2.4 Motto .................................................................................................................. 7 2.5 Budaya Dan Nilai-Nilai Budaya Perusahaan ........................................................ 7 2.6 Lokasi Pabrik........................................................................................................ 7 2.7 Sruktur Organisasi ............................................................................................... 9 2.8 unit Dan Fasilitas Produksi .................................................................................. 12

viii

2.9 Proses Produksi ................................................................................................... 15 2.10 Merek Dagang ................................................................................................... 18 2.11 Spesifikasi Produk ............................................................................................. 21 2.12 Fasilitas Pabrik ................................................................................................... 22 2.13 Pemasaran Hasil Produksi ................................................................................. 23 2.14 Jenis Perusahaan ............................................................................................... 25 2.15 Fasilitas Jaminan social ..................................................................................... 26 2.16 Tenaga Kerja Dan Waktu ................................................................................... 27 2.17 Peningkatan Mutu Dan Pengolahan Lingkungan .............................................. 27 BAB III DEPARTEMEN PERENCANAAN MATERIAL BAHAN BAKU DAN PERGUDANGAN (PMBB & P) ................................................................................... 28 3.1 Struktur Organisasi Departemen Perencanaan material Bahan Baku & Pergudangan (PMBB & P) ............................................................................... 29 3.2 Pembagian Tugas ............................................................................................... 30 3.2.1 Kepala Departemen Perencanaan ............................................................ 30 3.2.2 Kepala Bagian Pergudangan...................................................................... 30 3.2.3 Kepala seksi Bidang I ................................................................................. 30 3.2.4 Kepala Seksi bidang II ................................................................................ 31 3.2.5 Staf Perencanaan Material........................................................................ 31 3.2.6 Staf Inventory Control ............................................................................... 31 3.2.7 Staf PME Dan PFM .................................................................................... 32 3.2.8 Staf Identifikasi Dan Standarisasi Material ............................................... 32 3.3 Prosedur Dan Mekanisme Kerja Bagian Perencanaan Material ........................ 32
ix

3.3.1 Staf Inventory control ............................................................................... 33 3.3.2 Staf Perencanaan Dan Evaluasi (PME) Atau Perencanaan Fabrikasi Material (PFM) .......................................................................................... 38 3.4 Prosedur Mekanisme Kerja Bagian Identifikasi Dan Standarisasi Material .................................................................................................................... 39 3.5 Prosedur Mekanisme Kerja Bagian Pergudangan .............................................. 40 3.5.1 Seksi Gudang I ........................................................................................... 41 3.5.2 Seksi Gudang II .......................................................................................... 42 3.6 Tata Cara Penyimpanan Barang di Gudang ....................................................... 43 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ........................................................... 45 4.1 Rumusan Masalah .............................................................................................. 45 4.2 Tujuan Penelitian ............................................................................................... 46 4.3 Batasan Masalah ................................................................................................ 46 4.4 Asumsi-Asumsi ................................................................................................... 46 4.5 Pengumpulan Data ............................................................................................. 47 4.6 Pengolahan Data ................................................................................................ 47 4.6.1 Seleksi Item ............................................................................................... 47 4.6.2 Data Hasil Seleksi ...................................................................................... 48 4.6.3 Forecasting/Perhitungan Ramalan Permintaan........................................ 48 4.6.3.1 Forecasting Item Sack Urea, Prill, Daun Buah,

Non-Subsidi Surabaya ( Stock Number 83603-5).......................... 50 4.6.3.2 Forecasting Item Sack Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi Bontang( Stock Number 86824-8) ............................ 52 4.6.3.3 Forecasting Item Sack Urea, Granul, Daun Buah, Non-Subsidi Bontang ( Stock Number 79382-5) ........................... 54 4.6.3.4 Mataram, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah ( Stock Number 91667-6) .............................................................. 55 4.6.3.5 Makassar, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah ( Stock Number 91672-2) .............................................................. 57 4.5.3.6 Bali, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah ( Stock Number 91668-4) .............................................................. 58 4.6.3.7 Surabaya, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah ( Stock Number 91670-6)............................................................. 60 4.6.3.8 Bontang, Sack Urea, Holding, Bersubsidi Pemerintah ( Stock Number 91671-4) .............................................................. 61 4.6.4 Perhitungan Total Cost .............................................................................. 63 4.6.5 Pengolahan Data ....................................................................................... 67 4.6.5.1 Perhitungan Total Cost Dengan Mengggunakan Metode Min-Max Stock .............................................................................. 71 4.6.5.2 Perhitungan Total Cost Dengan Mengggunakan Metode

xi

Blanket Order ................................................................................ 89 4.6.5.3 Perhitungan Total Cost Dengan Mengggunakan Metode Konsinyasi...................................................................................... 97 4.6.5.4 Perhitungan Total Cost Dengan Mengggunakan Metode Re-OrderQuantIt ............................................................. 104 4.7 Hasil Rekap Perhitungan Data ............................................................................ 114 4.7.1 Hasil Rekap Perhitungan Forecasting........................................................ 114 4.7.2 Hasil Perhitungan Total Cost ..................................................................... 115 4.7.3 Hasil Rekap perhitungan Kuantitas Pemesanan Untuk Satu Kali Order .......................................................................................... 116 4.7.4 Metode Min-Max ...................................................................................... 116 4.7.5 Metode Blanket Order .............................................................................. 118 4.7.6 Metode Konsinyasi .................................................................................... 119 4.7.7 Metode Re-Order Quantity ....................................................................... 120

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN........................................................................................ 121 5.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 121 5.2 Saran................................................................................................................... 124

xii

DAFTAR GAMBAR
2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 2.13 2.14 2.15 2.16 2.17 3.1 Pabrik PT. Pupuk Kaltim ............................................................................................ 6 Lambang PT. Pupuk Kaltim ........................................................................................ 6 Lokasi PT. Pupuk Kaltim ............................................................................................ 8 Struktur Organisasi Perusahaan ................................................................................ 11 Pabrik Kaltim 1 .......................................................................................................... 12 Pabrik Kaltim 2 .......................................................................................................... 13 Pabrik KAltim 3 .......................................................................................................... 13 Pabrik POPKA ............................................................................................................ 14 Pabrik Kaltim 4 .......................................................................................................... 14 NPK Pelangi ............................................................................................................... 15 Proses Pembuatan Amonia ....................................................................................... 17 Proses Pembuatan Pupuk Urea................................................................................. 18 Merek Dagang Pupuk Daun Buah ............................................................................. 18 Merek Dagang Pupuk Urea Mandau ......................................................................... 19 Merek Dagang Pupuk NPK Pelangi ............................................................................ 20 Wilaya Pemasaran Dalam Negri PT Pupuk Kaltim .................................................... 24 Wilaya Pemasaran Luar Negeri PT. Pupuk Kaltim ..................................................... 25 Diagram Struktur Organisasi Direktorat Teknik & Pengembangan PT. Pupuk Kaltim ....................................................................................................... 29 3.2 Struktur Organisasi Departemen Perencanaan Material Bahan Baku & Pergudangan ..................................................................................... 29 4.1 4.2 4.3 4.4 Tampilan Forecast Win-QSB ..................................................................................... 51 Pemakaian Karung Non-Subsidi, Surabaya (Stock Number 83603-5) ...................... 52 Pemakaian Karung Non-Subsidi, prill, Bontang (Stock Number 86824-8) ............... 54 Pemakaian Karung Non-Subsidi, Granul, Bontang (Stock Number79382-5) ............ 56

xiii

4.5 4.6 4.7 4.8 4.9

Pemakaian Karung Subsidi (holding), Mataram (Stock Number 91667-6) ............... 57 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Makassar (Stock Number 91672-2)............... 59 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Bali (Stock Number 91668-4) ........................ 61 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Surabaya (Stock Number 91670-6) ............... 62 Pemakaian Karung Subsidi (holding), Bontang (Stock Number 91671-4) ................ 63

xiv

DAFTAR TABEL
2.1 Spesifikasi Teknis Kedua Jenis Pupuk Urea .................................................................. 21 3.1 Nilai Tingkat Kepercayaan (%) Untuk Tiap Faktor Pengaman (k) ................................ 36 4.1 Tampilan Forecast Win-QSB......................................................................................... 51 4.2 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Surabaya (Stock Number 83603-5) .............................................................................................. 50 4.3 Tabel Forecast Karung Non- Subsidi Surabaya (Stock Number 83603-5) .................... 51 4.4 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Prill Bontang (Stock Number 86824-8) .............................................................................................. 52 4.5 Tabel Forecast Karung Non- Subsidi Prill Bontang (Stock Number 86824-8) .............. 53 4.6 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Granul Bontang (Stock Number 79382-5) .............................................................................................. 54 4.7 Tabel Forecast Karung Non- Subsidi Granul Bontang (Stock Number 793825) .................................................................................................................................. 54 4.8 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Mataram (Stock Number 91667-6) .............................................................................................. 55 4.9 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Mataram (Stock Number 91667-6) ............. 56 4.10 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Makassar (Stock Number91672-2) ............................................................................................... 56 4.11 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Makassar (Stock Number 91672-2) ............ 57

xv

4.12 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bali (Stock Number 91668-4) .............................................................................................. 58 4.13 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Bali (Stock Number 91668-4) ...................... 59 4.14 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Surabaya (Stock Number 91670-6) .............................................................................................. 60 4.15 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Surabaya (Stock Number 91670-6) ............. 60 4.16 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bontang (Stock Number 91671-4) .............................................................................................. 61 4.17 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Bontang (Stock Number 91671-4) .............. 62 4.18 Hasil Rekap Perhitungan Forecasting Masing-masing Stock Number Untuk Tahun 2013 ....................................................................................................... 114 4.19 Hasil Perhitungan Total Cost Masing-Masing Metode ................................................ 115 4.20 Hasil Rekap Perhitungan Kuantitas Pemesaanan Satu Kali Order ............................... 116 4.21 Hasil Rekap Perhitungan Stock Number dengan Metode Min-Max ............................ 117 4.22 Hasil Rekap Perhitungan Stock Number dengan Metode Blanket Order .................... 118 4.23 Hasil Rekap Perhitungan Stock Number dengan Metode Konsinyasi ......................... 119 4.24 Hasil Rekap Perhitungan Stock Number dengan Metode Re-Order Quantity ............ 120 5.1 hasil peramalan masing-masing stock number tahun 2013 dengan menggunakan software Win-QSB ................................................................................ 122

xvi

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kerja praktek pada industri merupakan suatu kewajiban bagi semua mahasiswa program studi, tidak terkecuali program studi Teknik & Manajemen Industri Akademi Teknik Industri Makassar (ATIM) yang merupakan salah satu persyaratan kelulusan. Mata kuliah ini terdiri dari 3 SKS yang dapat diambil apabila telah memenuhi persyaratan minimal 96 SKS pada akhir semester V. kerja praktek ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan secara langsung kondisi industri dengan teori yang yang di dapatkan di bangku kuliah. Dengan melaksanakan kerja praktek ini, mahasiswa/i dapat melihat langsung keadaan industri yang sebenarnya dan dapat membandingkan antara ilmu yang didapatkan di bangku kuliah dengan ilmu yang diterapkan di lapangan (industri). Karena yang diharapkan di lapangan (industri) adalah aplikasi dari ilmu-ilmu yang di dapatkan di bangku kuliah. Alasan ini yang membuat penulis melakukan kerja praktek pada PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR pada bagian Departemen Perencanaan

Material, Bahan Baku dan Pergudangan (PMBB & P) yang merupakan salah satu perusahaan pupuk terbesar di Indonesia yang memenuhi kebutuhan pupuk baik di dalam maupun di luar negeri. Kebutuhan pupuk yang semakin meningkat menjadi tolak ukur bagi Departemen Perencanaan Material, Bahan Baku Dan Pergudangan (PMBB & P) untuk memenuhi kebutuhan pabrik dengan merencanakan kebutuhan dan material agar selalu tersedia untuk proses produksi selanjutnya. Dalam pelaksanaannya, diharapkan mahasiswa/i mampu menganalisa setiap kegiatan yang dilakukan terkhusus pada proses persediaan bahan baku, peralatan maupun material yang terlibat dalam proses produksi.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Disamping itu, perlu ada kerja sama yang baik antara pihak industri dan perguruan tinggi dalam hal ini adalah mahasiswa/i agar wawasan dan pengetahuan baru yang di dapatkan menjadi solusi yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan. 1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan Dalam melakukan kerja praktek lapangan (PKL), ada beberapa tujuan yang ingin dicapai diantaranya : 1. Untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan pada Jurusan Teknik Industri Akademi Teknik Industri Makassar. 2. Praktek kerja lapangan industri akan memberikan gambaran umum mengenai industri yang sebenarnya masih asing bagi mahasiswa/i. 3. Untuk membandingkan antara ilmu yang didapatkan pada dunia kampus dengan ilmu yang diterapkan di lapangan (industri). 4. Mengaplikasikan ilmu yang didapatkan pada bangku kuliah secara nyata pada dunia industri. 5. Untuk mendapatkan tenaga kerja terdidik setelah lulus dan diterima bekerja pada industri maupun instansi-instansi tertentu. 6. Untuk mengetahui perbedaan antara budaya di kampus dengan budaya yang ada pada organisasi atau perusahaan. 1.3 Metode Pengumpulan Data Ada beberapa metode yang penulis lakukan dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan antara lain : 1. observasi lapangan, yaitu kegiatan mengamati dan mencatat segala sesuatu yang terjadi di lapangan. 2. studi kepustakaan, yakni mengumpulkan data dan referensi atau sumber tertulis lainnya. 3. wawancara, yaitu melakukan kegiatan terhadap segenap staff dan karyawan yang ada di Departemen terkait

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4. browsing internet, yaitu mengumpulkan data dari artikel dan website di internet. 1.4 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan laporan yang digunakan dalam menyusun Laporan Praktek Lapangan (PKL) yaitu : Sampul depan Halaman judul Halaman pengesahan Halaman pengesahan dari PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR Kata pengantar Daftar isi Daftar gambar Daftar tabel Daftar lampiran BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini, memuat latar belakang yang menjelaskan alasan mengangkat suatu masalah dan faedah yang diharapkan, tujuan praktek kerja lapangan, ruang lingkup praktek kerja lapangan, serta sistematika penulisan laporan. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Pada bab ini, menjelaskan secara singkat tentang sejarah berdirinya PT. Pupuk Kalimantan Timur, struktur organisasi dan bidang usaha yang dikerjakan oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur. BAB III DEPARTEMEN PERENCANAAN MATERIAL BAHAN BAKU DAN PERGUDANGAN

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Menjelaskan struktur organisasi, pembagian tugas serta prosedur dan mekanisme kerja di Departemen Perencanaan Material, Bahan Baku dan Pergudangan. BAB IV ANALISIS PERMASALAHAN Menjelaskan pokok permasalahan yang akan dianalisis, rumusan masalah, landasan teori, perhitungan, serta interpretasi data. BAB V PEMBAHASAN Pada bab pembahasan menjelaskan tugas-tugas yang dikerjakan pada saat praktek kerja lapangan dan penjabaran dari analisa dari pekerjaan yang telah ditentukan. BAB VI PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari permasalahan dan pemecahan yang dilakukan, penjabaran dari hasil studi literatur atau landasan teori dari penyusunan laporan kerja praktek lapangan.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


2.1 Sejarah Singkat PT. Pupuk Kalimantan Timur Proyek PT. Pupuk Kalimantan Timur lahir dari rencana pemerintah untuk menjawaab kebutuhan pupuk dan pangan di Indonesia. Pada mulanya PT. Pupuk Kalimantan Timur dikelolah oleh pertamina sebagai unit pabrik terapung yang terdiri dari 1 unit pabrik Amoniak dan 1 Unit pabrik Urea dengan beberapa bangunan pendukungnya di lepas pantai. Namun setelah meninjau dan menilai kembali konsep pabrik terapung ini, dengan memperhatikan aspek teknis dan bahan baku maka pembangunan pabrik dilakukan di darat. Pada tahun 1976 berdasarkan Kepres No. 39 dilakukan serah terima proyek ini dari Pertamina ke Departemen Perindustrian, dalam hal ini, Direktorat Jenderal Industri Kima Dasar pada tahun 1976. Setelah penyelesaian proses hukum dalam rangka serah terima peralatan pabrik di Eropa, maka pada tanggal 7 Desember 1977 didirikan sebuah Perseroan Negara untuk mengelola perusahaan ini dengan nama PT. Pupuk Kalimantan Timur. Dengan tujuan utama adalah untuk melaksanakan, serta mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri dan ekonomi Nasional, khususnya indutri pupuk dan kimia. Bahan baku utama pabrik yang berlokasi di Bontang ini adalah gas alam yang disalurkan melalui pipa sepanjang 60 km yang terentang antara Bontang dan Muara Badak. PT. Pupuk Kalimatan Timur berdiri diatas lahan seluas 493 ha dan saat ini sedang mengoperasikan 4 unit Pabrik Amonia dan Unit pabrik Urea dengan total kapasitas produksi

1.850.000 ton Amoniak dan 2.980.000 ton Urea per tahun.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar 2.1 pabrik PT. pupuk Kalimantan Timur 2.2 Logo Perusahaan

Gambar 2.2 Lambang PT. Pupuk Kalimantan Timur Makna dari unsur-unsur yang ada pada logo perusahaan PT. Pupuk

Kalimantan Timur yaitu sebagai berikut : 1. Segilima berwarna biru, melambangkan pancasila yang merupakan landasan idiil perusahaan. 2. Daun dan buah, melambangkan kesuburan dan kemakmuran. 3. Lingkaran putih kecil, melambangkan letak lokasi Bontang dekat khatulistiwa. 4. Garis merah horizontal dari kiri-kanan melambangkan garis khatulistiwa. 5. Warna biru melambangkan keluasan wawasan. 6. Warna merah melambangkan dinamika kewiraswastaan. 2.3 Visi Misi PT. Pupuk Kalimantan Timur

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Visi Menjadi perusahaan agro-kimia yang memiliki reputasi prima di kawasan Asia. Misi 1. Menyediakan produk-produk pupuk, kimia, agro dan jasa pelayanan pabrik serta perdangan yang berdaya saing tinggi. 2. Memaksimalkan nilai perusahaan melalui pengembangan sumber daya manusia dan menerapkan teknologi mutakhir. 3. Menunjang program ketahanan pangan nasional dengan penyediaan pupuk secara tepat. 4. Memberikan manfaat bagi pemegang saham, karyawan dan

masyarakat serta peduli pada lingkungan 2.4 Motto Kami hadir dalam semangat pionir Kami kuat ditempa oleh tantangan Kami maju dengan karya bermutu 2.5 Budaya Dan Nilai-Nilai Budaya Perusahaan 1. Integritas (integrity) 2. Kebersamaan (Team Work) 3. Unggul (Excellent Achievement) 4. Kepuasan pelanggan (Customer) 5. Tangggap (Proactive) 2.6 Lokasi Pabrik Pabrik PT. Pupuk Kalimantan Timur terletak di wilayah pantai Kota Bontang, kurang lebih 121 km sebelah utara Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Secara geografis PT. Pupuk Kalimantan Timur terletak pada 001046,9 LU dan 11702930,6 BT. Pabrik ini berdiri di atas areal seluas 493 Ha. Di sebelah selatan lokasi pabrik (sekitar 10 km) terdapat lokasi pabrik pencairan gas alam, PT. Badak NGL Co. Perumahan dinas karyawan terletak

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 sekitar 6 km sebelah barat pabrik dengan areal seluas 765 Ha. Pada daerah tersebut juga terdapat perumahan BTN untuk karyawan.

Gambar 2.3 Lokasi PT. Pupuk Kalimantan Timur Transportasi ke daerah Bontang dapat melalui jalan darat, laut, maupun udara. Jalur udara menggunakan pesawat PT. Pupuk Kalimantan Timur dari Balikpapan yang terbang dengan jadwal rutin sekali setiap hari. Transportasi udara tersebut memakan waktu 45 menit perjalanan. Pabrik PT. Pupuk Kalimantan Timur didirikan di lokasi tersebut berdasarkan pertimbanganpertimbangan berikut: 1. Lokasi dekat dengan sumber bahan baku berupa gas alam. 2. Lokasi dekat dengan pantai sehingga memudahkan pengangkutan. 3. Lokasi berada di tengah daerah pemasaran pupuk untuk ekspor maupun pemasaran dalam negeri. 4. Pemetaan Zone Industry. 5. Peluang untuk perluasan pabrik karena luasnya lahan yang dimiliki. 2.7 Struktur Organisasi Struktur organisasi PT. Pupuk Kalimantan Timur ditunjukkan pada gambar dibawah ini :

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar a

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar b

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

10

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar c Gambar 2.4 ( a,b,c) Adalah Struktur Organisasi Perusahaan.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

11

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 2.8 Unit dan Fasilitas Produksi Saat ini PT. Pupuk Kalimantan Timur memiliki lima buah pabrik pupuk urea dengan kapasitas total sebanyak 2.980.000 ton per tahun meliputi pabrik Kalimantan Timur 1, Kalimantan Timur 2, Kalimantan Timur 3, POPKA, dan Kalimantan Timur 4 serta empat buah pabrik ammonia dengan kapasitas total sebanyak 1.850.000 ton amoniak per tahun. Selain itu PT. Pupuk Kalimantan Timur memiliki program andalan seperti program demonstration plot (demplot) serta PT. Pupuk Kalimantan Timur telah memproduksi pupuk organik dengan merek Zeorganik dengan membangun kerjasama dengan mitra usaha. Adapun profil dari masing-masing pabrik meliputi : 1. Kalimantan Timur 1

Gambar 2.5 Pabrik Kalimantan Timur 1 Kapasitas produksi Urea Amoniak : : 700.000 ton/tahun. 595.000 ton/tahun.

Pabrik Kalimantan Timur 1 yang merupakan pengalihan pabrik pupuk terapung, diresmikan tanggal 29 oktober 1998. Pabrik iini menggunakan proses lurgi untuk amoniak dan stamikarbon untuk urea.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

12

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 2. Kalimantan Timur 2

Gambar 2.6 Pabrik Kalimantan Timur 2 Kapasitas produksi : Urea : 570.000 ton/tahun. 595.000 ton/tahun.

Amoniak :

Pabrik Kalimantan Timur 2 diresmikan bersama dengan Kalimantan Timur 1 dengan menggunakan proses Kellogg untuk amoniak serta stamicarbon untuk urea. 3. Kalimantan Timur 3

Gambar 2.7 Pabrik Kalimantan Timur 3 Kapasitas produksi : Urea : 570.000 ton/tahun. 330.000 ton/tahun.

Amoniak :

Pabrik Kalimantan Timur 3 diresmikan pada tanggal 4 april 1989. Pabrik dengan teknologi hemat energy ini menggunakan proses Haldor topsoe dan Stamicarbon untuk urea.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

13

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4. POPKA

Gambar 2.8 Pabrik POPKA Kapasitas Produksi : Urea Proyek : 570.000 ton/tahun. optimalisasi pupuk Kalimantan Timur (POPKA) hanya

memproduksi urea merupakan proyek optimalisasi Kalimantan Timur yang diresmikan pada tanggal 7 juli 1999. POPKA merupakan pabrik urea granule pertama di Indonesia dengan menggunakan proses stamicarbon untuk urea. 5. Kalimantan Timur 4

Gambar 2.9 Pabrik Kalimantan Timur 4 Kapasitas produksi : Urea : 570.000 ton/tahun. 330.000 ton/tahun.

Amoniak :

Unit urea Pabrik Kalimantan Timur 4 diresmikan pada tanggal 3 juli 2002 dan unit amoniak Kalimantan Timur 4 diresmikan oleh presiden RI pada tanggal 31 Mei 2004. Kalimantan Timur 4 juga memproduksi urea granul.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

14

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Pabrik ini menggunakan proses holdor topsoe untuk amoniak dan snamprogetti untuk urea. Sejak dikembangkan pada tahun 2002, pupuk Kalimantan Timur mulai mensosialisasikan NPK Pelangi kepada masyarakat melalui program demonstration plot (demplot) yaitu semacam lahan percontohan di area pertanian. Hasil demplot yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa produk ini dapat meningkatkan produktifitas pertanian hingga rata-rata 30%. Untuk memenuhi kebutuhan NPK pelangi di daerah pemasaran Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sebagian Sumatera, Bali serta Nusa Tenggara, Pupuk Kalimantan Timur mendirikan 3 pabrik yang telah diresmikan pada tahun 2004 yaitu Bontang, Semarang dan Surabaya. Masing-masing untit produksi dioperasikan oleh perusahaan patungan terkait yaitu PT. Pukati Pelangi Agromakmur (Semarang) dan PT. Pukati Pelangi Tani Mukti (Surabaya) dengan Kapasitas produksi : 350.000 ton/tahun.

Gambar 2.10 NPK Pelangi 2.9 Proses produksi 1. Pabrik Amonia Gas alam dilewatkan ke Reaktor Desulphurizer untuk

menghilangkan senyawa belerang yang terkandung di dalamnya. Gas yang sudah bersih di campur dengan air dan dipanasskan lagi kemudian direaksikan di Primary Reformer hasil reaksi berupa Gas Karbondioksida dan Gas Hidrogen. Gas hasil reaksi ini di kirim ke Secondari Reformerdan direaksikan dengan udara, maka dihasilkan gas Gas Hidrogen, Nitrogen,

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

15

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 da Karbon Monoksida. Gas-gas tersebut direaksikan di shift Converter (HTS) dan (LTS) untuk mengubah Gas Karbon Monoksida menjadi Karbondioksida dan Hidrogen. Gas-gas Karbondioksida dipisahkan dari Gas Nitrogen dan Hidrogen pada unit CO2 Remaval. Gas karbondioksida yang sudah terpisah di kirim ke pabrik Urea untuk bahan baku

pembuatan Urea. Gas Nitrogen dan Gas Hidrogen yang disebut sebagai gas syinthesa, dimurnikan dari sisa-sisa Karbondioksida dan Karbon Monoksida pada Reaktor Methanator. Kemudian Gas Hidrogen dan Gas Nitrogen direaksikan di dalam Ammonia Converter agar menjadi Gas Amonia. Gas Amonia Amonia di dinginkan sehinga menjadi Amonia Cair. Ammonia cair temperature kira-kira (positif) 30oC dikirim ke pabrik Urea untuk di pproses menjadi Urea, sedangkan sebagian di simpan dalam tangki penyimpanan Ammonia (Storage) dengan temperature kira-kira (Negatif) 30oC sebelum dikapalkan. Proses pembuatan Ammonia di pabrik Kalimantan Timur 1 sampai Kalimantan Timur 4 pada prinsipnya hamper sama tetapi menggunakan suhu dan tekanan berbeda-beda pada beberapa tahapan prosesnya. Dibawah ini bagan proses pembuatan Amonia :

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

16

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gas Bumi

Desulphurize r

Uap Air

Primary Reformer

CO2 Stripper To Urea Plant

Air / Udara Secondary Reformer CO Shift Converter CO2 Methanator

Absorberp r Gambar 2.11 Proses Pembuatan Amonia 2. Pabrik Urea Ammonia Cair dan Gas Karbondioksida yang datang dari pabrik Ammonia direaksikan di Mixer dan terbentuk Ammonium Karbamat yang selanjutnya dihidrolisa di dalam Reaktor menjadi Urea dan Air. Urea yang terbentuk selanjutnya dipisahkan dari Ammonium Karbamat dan Air dengan cara proses Flashing. Pada proses ini Ammonium Karbamat akan terpisah kembali menjadi Gas Amonia dan Gas Karbondioksida dan kedua Reaktan ini di kembalikan lagi ke Mixer. Proses ini disebut dengan Resirkulasi yang dilakukan dalam dua tahap. Untuk memisahakn Urea dari larutan dilakukan proses pemekatan dengan cara penguapan. Larutan yang sudah pekat sekal akan terbentuk Kristal, Kristal Urea yang terjadi di kirim kemenara pembutir (priling Tower). Butir-butir Urea yang terjadi di kirim ke gudang pupuk curah dengan Conveyer dan Elevator sebelum dikapalkan, dan sebagian dikemas di unit pengantongan. Dalam proses pembuatan Urea, di pabrik Kalimantan Timur 2 dan Kalimantan Timur 3 digunakan proses Stripping yang merupakan proses yang mutakhir. Di pabrik Kalimantan Timur 4 dengan proses operasi Urea Granular (Granulator). Berikut adalah bagan pembuatan Urea :

Synthesis and Refrigeratio n Section

Ammonia Storage Tank

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

17

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Karbon

Urea Sintesis

Pemisahan dan Pemurnian

Konsentrasi Larutan Urea

Prilling tower

Ammonia Granulator Urea Prill

Urea Granul

Gambar 2.12 Proses Pembuatan Pupuk Urea

2.10 Merek Dagang 1. Daun Buah

Gambar 2.13 Merek Dagang Pupuk Daun Buah Arti lambing merek dagang Pupuk Daun Buah : a. Logo diolah melalui penggabungan simbol daun buah yang sudah menjadi simbol/ikon dari Pupuk Kalimantan Timur dengan ilustrasi stilasi daun. b. Simbol daun buah mewakili perusahaan Pupuk Kalimantan Timur yang sudah dikenal c. Daun hijau melebar dan mengembang melambangkan kesuburan, hasil yang bermanfaat serta kemakmuran. d. Warna merah menggabarkan dinamika dan kecerahan harapan.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

18

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 e. Warna hijau menggambarkan karakter sejuk, kesuburan, dan kemakmuran sesuai dengan esensi pupuk yang member kesuburan tanah. f. Warna biru menggambarkan kemajuan dan manfaat teknologi. 2. Merek Mandau

Gambar 2.14 Merek Dagang Pupuk Urea Mandau

Arti lambang merek dagang Pupuk Urea Mandau : a. Daun sebanyak 17 melambangkan kemakmuran salah satu cita-cita kemerdekaan. b. Mandau merupakan alat untuk membuat lahan pertanian yang dipergunakan penduduk asli Kalimantan, melambangkan kepeloporan perusahaan dalam mengembangkan usah pertanian. c. Mandau berjumbai lima melambangkan keluasan wawasan

pemasaran. d. Warna merah melambangkan dinamika kewirausahaan. 3. Merek Pelangi

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

19

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Gambar 2.15 Merek Dagang Pupuk NPK Pelangi Arti lambang merk dagang Pupuk NPK Pelangi : a. Logo terdiri dari simbolisasi pelangi yaitu tiga bidang lengkung dengan warna dasar unsure cahaya, merah, hijau, dan biru (R,G,B). b. Daun hijau melebar dan mengembang melambangkan kesuburan, hasil yang bermanfaat serta kemakmuran. c. Tulisan Pupuk Kalimantan Timur berwarna biru menampilkan identitas produsen untuk melengkapi ikon daun buah yang sudah ada d. Pemilihan tipografi/huruftanpa kaki megesankan modernitas,

terbuka, dan responsive terhadap perkembangan. e. Warna merah melambangkan dinamika dan kecerahan harapan f. Warna hijau melambangkan karakter sejuk, kesuburan, dan kemakmuran sesuai dengan esensi Pupuk yang member kesuburan tanah. g. Warna biru menggambarkan kemajuan dan manfaat teknologi. 2.11 Spesifikasi Produk 1. urea Pupuk Urea, disebut pupuk Nitrogen (N), memiliki kandungan nitrogen 46 %. Urea dibuat dari reaksi antara amoniak dengan karbon dioksida dalam suatu proses kimia menjadi urea padat dalam bentuk prill (ukuran 1-3,35 mm) atau granul (ukuran 2-4,75 mm) yang keduanya diproduksi oleh Pupuk Kalimantan Timur. Urea prill paling banyak digunakan untuk tanaman pangan dan industri, sedangkan urea granul lebih cocok untuk tanaman perkebunan. Urea Pupuk Kalimantan Timur dipasarkan dan dijual kesektor domestik dengan menggunakan merk dagang Urea Daun Buah dan Urea Mandau. Produk Urea Pupuk Kalimantan Timur dalam perdagangan mematuhi

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

20

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 standar SNI 02-2801-1998 (HS: 3102.10.00.00). PT Pupuk Kalimantan Timur memproduksi 2 (dua) jenis pupuk Urea, yaitu: 1. Urea Prill 2. Urea Granule Spesifikasi teknis kedua macam pupuk Urea tersebut adalah sama hanya berbeda dalam hal ukuran butiran, dimana pupuk Urea Granul lebih besar dan mengandung lebih banyak anti cacking. Lihatlah table dibawwaa ini : Table 2.1 Spesifikasi Teknis Kedua Jenis Pupuk Urea No 1 2 3 4 5 Spesifikasi Kandunagan Nitrogen Ukuran Butiran Kandungan Air Biuret Warna Urea Prill 46 % (Minimal)1-3,35 mm 1-3,35 mm 0,5 % (Maksimal) 0,5 % (Maksimal) Putih dengan perlakuan anti cacking Dalam karung 50 kg atau curah Urea Granul 46 % (Minimal)1-3,35 mm 2-4,75 mm 0,5 % (Maksimal) 0,5 % (Maksimal) Putih dengan perlakuan anti cacking Dalam karung 50 kg atau curah

Kemasan

2. Amonia Pupuk Kalimantan Timur memiliki empat pabrik amoniak yang berbahan baku gas alam dengan kapasitas terpasang mencapai total 5.600 ton per hari. Amoniak produksi pupuk Kalimantan Timur diperdagangkan dalam bentuk cair dengan kemurnian minimal 99,5 % dan campuran (impurity) berupa air maksimal 0,5 %. Amoniak dibuat dari bahan baku gas bumi yang direaksikan dengan udara dan steam yang diproses pada suhu dan tekanan yang tinggi melalui beberapa katalisator di dalam pabrik. Produk Amoniak Pupuk Kalimantan Timur menurut World Custom Organization dikelompokkan dalam

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

21

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Harmonized System Code, HS: 2814.10.00.00. Deskripsi produk dari Amoniak sebagai berikut : Kandungan amoniak 99,5% Kandungan air 0,5% max Kandungan minyak 10 ppm max

2.12 Fasilitas Pabrik PT. Pupuk Kalimantan Timur memiliki 4 buah dermaga dengan daya tampung kapal yang berbeda yaitu Dermaga I (6.000 DWT), Dermaga II (40.000 DWT), Dermaga III (20.000 DWT), dan Dermaga Quadrant Arm Loader (40.000 DWT). Dengan kedalaman dermaga yang dapat disinggahi kapal berdaya muat hingga puluhan ribu DWT, PT. Pupuk Kalimantan Timur juga memiliki ammonia storage dengan kapasitas 52 ribu ton, gedung urea curah dengan kapasitas 70 ribu ton dan gudang pengantongan dengan kapasitas 10 ribu ton. Untuk menjaga kualitas produk PT. Pupuk Kalimantan Timur memiliki laboratorium uji mutu yang hasilnya telah mendapat pengakuan dari Badan Sertifikasi Internasional, ISO 17025. Di bidang pemeliharaan dan pengadaan alat-alat pabrik PT. Pupuk Kalimantan Timur memiliki gudang spare part, bengkel, dan Industri Peralatan Pabrik. 2.13 Pemasaran Hasil Produksi a. Pemasaran Pupuk Urea Produk pupuk urea PT. Pupuk Kalimantan Timur didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia bagian timur dan tengah yang meliputi daerah: 1. Jawa Timur 2. Bali 3. Kalimantan Timur 4. Kalimantan Tengah

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

22

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 5. Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara 6. NTB dan NTT 7. Maluku 8. Irian Jaya 9. Jawa Tengah Untuk pemasaran pupuk urea ke luar negeri yang dilayani oleh PT. Pupuk. Kalimantan Timur berdasarkan kuota dari APPI meliputi: 1. Malaysia 2. Vietnam 3. Jepang 4. China 5. Srilangka 6. Philipina b. Pemasaran Ammonia Produk ammonia sebagian besar diekspor ke luar negeri, antara lain: 1. Korea Selatan 2. India 3. Yordania 4. Tanzania 5. Spanyol Dibawah ini peta wilayah daerah pemasaran PT. Pupuk Kalimantan Timur : Daerah pemasaran pupuk di Dalam Negeri meliputi 2/3 wilayah Indonesa sebagaimana gambar berikut ini :

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

23

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar 2.16 Wilayah Pemasaraan Dalam Negeri PT. Pupuk Kalimantan Timur

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

24

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Sedangkan daerah pemasaran ekspor PT. Pupuk Kalimantan Timur dapat dilihat pada peta berikut ini :

Gambar 2.17 Wilayah Pemasaran Luar Negeri PT. Pupuk Kalimantan Timur 2.14 Jenis Perusahaan Pada saat ini PT. Pupuk Kalimantan Timur, mengoperasikan 5 buah pabrik yaitu pabrik Kalimantan Timur-1, pabrik Kalimantan Timur-2, pabrik Kalimantan Timur-3, pabrik Kalimantan Timur-4, dan POPKA. Setiap pabrik terdiri dari tiga unit yaitu unit Utilitas, Unit Ammoniak, Unit Urea, sedangkan POPKA hanya mempunyai Unit Utilitas dan Unit Granul. Selain menghasilkan ammonia dan urea, pabrik PT. Pupuk Kalimantan Timur juga menghasilkan produk samping berupa nitrogen,

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

25

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 oksigen, dan karbondioksida. Selanjutnya untuk perkembangan selain produk tersebut, maka dibuka beberapa anak perusahaan sebagai berikut: 1. PT. Kalimantan Timur Nusa Etika (KNE) 2. PT. Kalimantan Timur Multi Boga Utama (KMBU) 3. PT. Daun Buah 4. PT. Kalimantan Timur Cipta Yasa (KCY) 5. PT. Kalimantan Timur Adhiguna Dermaga (KAD) 6. PT. Kalimantan Timur Bahtera Adhiguna (KBA) 7. PT. Kalimantan Timur Industrial Estate (KIE) 8. PT. Kalimantan Timur Adventure Tours and Travel (KATT) Selain itu juga didirikan juga beberapa perusahaan patungan dengan perusahaan besar Nasional dan Internasional, seperti: 1. PT. Kalimantan Timur Methanol Industri 2. PT. DSM Kalimantan Timur Melamine 3. PT. Kalimantan Timur Soda Ash 4. PT. Kalimantan Timur Ambikap Wiratama 5. PT. Kalimantan Timur Parna Industri 6. PT. Kalimantan Timur Pacific Ammonia 2.15 Fasilitas jaminan Sosial Karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur menerima fasilitas dan jaminan sosial sebagai berikut: 1. Fasilitas rumah tangga 2. Program pensiun 3. Jaminan atas keselamatan kerja 4. Fasilitas rumah sakit dan tempat ibadah 5. Program tabungan hari tua 6. Fasilitas pendidikan: TK, SD, SMP, dan SMU 7. Fasilitas olahraga

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

26

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 8. Fasilitas perbelanjaan meliputi: supermarket dan pusat perbelanjaan serba Ada. 2.16 Tenaga Kerja Dan Waktu Kerja Waktu kerja bagi karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur dibagi dua, yaitu karyawan shift dan non shift. Untuk non shift, lama jam kerja adalah 8 jam sehari, seminggu lima hari, mulai pukul 07.00 16.00 WITA untuk hari Senin sampai Kamis sedangkan hari Jumat mulai pukul 07.00 17.00 WITA. Sedangkan untuk shift, terdapat pembagian kerja sebagai berikut: Day shift : 07.00 15.00 WITA

Swing shift : 15.00 23.00 WITA Night shift : 23.00 07.00 WIT 2.17 Peningkatan Mutu Dan Pengolahan Lingkugan PT. Pupuk Kalimantan Timur berupaya meningkatan mutu dan pengelolaan lingkungan. Hasil yang dicapai adalah keberhasilan meraih ISO 9002 pada tahun 1996, ISO 14001 pada 1997 dan ISO 17025 pada tahun 2000. ISO 9002 adalah pengakuan di bidang sistem manajemen produksi dan instalasi, ISO 14001 pada bidang manajemen lingkungan dan ISO 17025 di bidang laboratorium uji mutu.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

27

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

BAB III DEPARTEMEN PERENCANAAN MATERIAL, BAHAN BAKU DAN PERGUDANGAN


Departemen perencanaan material dan pergudangan merupakan suatu departemen yang dibentuk berada dibawah naungan Kompartemen teknik sejajar dengan Departemen cangun dan departemen jasa teknik. Kompartemen bertanggung jawab kepada direktur teknik dan pengembangan. Tudas dari departemen perencanaan material dan pergudangan secara garis besar adalah melaksanakan pekerjaan di bidang perencanaan dan pengendalian logistic perusahaan yang meliputi perencanaan pembelian material, mengendalikan persediaan, administrasi logistik serta sistem penyimpanan dan pengeluaran barang dari dan ke gudang. Pada dasarnya tujuan dari perencanaan material dan pergudangan adalah untuk mengendalikan persediaan gudang agar dapat melayani permintaan dari pemakai (user) dengan baik, dengan nilai persedian yang optimum, sehingga departemen ini ikut bertanggung jawab terhadap kontinuitas produksi perusahaan . Departemen ini juga melayani permintaan atas pembelian barang bukan persediaan (non stock) untuk keperluan perusahaan, mengadakan evaluasi teknis serta estimasi harga, sehingga diusahakan apa yang direncanakan untuk dibeli sesuai dengan keperluan pemakai (user).

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

28

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013


DERIKTUR TEKNIK DAN PENGEMBANGAN

KOMPARTEMEN TENIK

KOMPARTEMEN KSU

PROYEK

DEPARTEMEN JASA TEKNK

DEPERTEMEN CANGUN

DEPERTEMEN PERENCANAAN MATERIAL DAN PERGUDANGA N

DEPARTEMEN PENGADAAN

DEPARTEMEN PPAP

Gambar 3.1 Diagram struktur Organisasi Direktorat Teknik & Pengembangan PT. Pupuk Kalimantan Timur. 3.1 Struktur Organisasi Departemen Perencanaan Material Bahan Baku & Pergudangan.
DEPARTEMEN PERENCANAAN MATERIAL & PERGUDANGAN

BAGIAN PERGUDANGAN

STAF IDENTIFIKASI & STANDAR MATERIAL

STAF PERENCANAAN MATERIAL

SEKSI GUDANG II

SEKSI GUDANG I

STAF IDENTIFIKASI

STAF PERENCANAAN MATERIAL STOCK

STAF PERENCANAAN MATERIAL NON STOCK

KARU BULK MATERIAL & CHEMICAL

KARU LAYDOWN & BBM

KARU COUNTER MATERIAL

KARU PREVENTIVE MATERIAL

PELAKSANA

PELAKSANA

PELAKSANA

PELAKSANA

Gambar 3.2 Diagram struktur OrganisasI Departemen Perencanaan Material Bahan Baku & Pergudangan

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

29

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 3.2 Pembagian Tugas Pembagian tugas dari jabatan-jabatan yang tertera pada gambar 3.2 adalah sebagai berikut : 3.2.1 Kepala Departemen Perencanaan Tugas dari kepala Departemen Perencanaan Material & Pergudangan adalah sebagai berikut : 1. Memimpin dan melaksanakan pekerjaan di bidang perencanaan dan pengendalian logistic meliputi rencana pembeliaan material, administrasi logistic dan pengeluaran material dari dan ke gudang. 2. Mengkoordinasi unit-unit lain demi kelancaran tugas dan tanggung jawab Departemen Perencanaan Material &

Pergudangan. 3.2.2 Kepala Bagian Pergudangan Tugas dari kepala bagian pergudangan adalah mengatur, menyiapkaan, memelihara dan mencatat semua barang yang dibeli oleh perusahaan maupun mendistribusikan barang-barang tersebut kepada pemakai. 3.2.3 Kepala Seksi Bidang I Tugas dari kepala seksi bidang I adalah sebagai berikut : 1. Membantu kepala bagian pergudangan dalam mengelola suku cadang atau material spare part pabrik yang meliputi penerimaan material dari seksi receiving material. 2. Menyimpan klasifikasinya. 3. Memelihara (preventive material) dan mengendalikan (counter material) barang-barang di gudang agar sesuai siap mengeluarkan barang sesuai dengan permintaan/kebutuhan pemakai (user). dan menempatkan barang-barang sesuai

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

30

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 3.2.4 Kepala Seksi Gudang II Tugas dari kepala gudang II antara lain : 1. Mengendalkan pemasukan dan pengeluaran barang dari gudang, sesuai klasifikasinya, yaitu gudang bulk material, chemical, laydown, BBM, material dan computer. 2. Melakukan pengendalian gudang secara fisik agar memenuhi aturan pergudangan yang aman, efisien, ekonomis, dan sesuai aturan pergudangan. 3.2.5 Staf Perencanaan Material Tugas dari stafperencanaan material adalah sebagai berikut : 1. merencanakan pembelian barang-barang keperluan perusahaan baik untuk persediaan stock maupun untuk non stock. 2. Melakukan pengendalian persediaan agar tetap pada posisi unuk dapat melayani semaksimal mungkin dengan nilai persediaan gudang yang minimum demi kelancaran produksi pabrik dan sarana pendukung lainnya. 3.2.6 Staf Inventory Control tugas dari inventory control adalah sebagai berikut : 1. mengendalikan persediaan gudang secara kuantitas dengan melakukan inventory control dan meng-update posisi maksimum dan minimum stock. 2. Membuat rencana pembelian barang untuk persediaan gudang berdasaarkan Re-Order Report (ROR) non stock dengan bantuan

3.2.7 Staf PME dan PFM tugas staf PME dan PFM antara lain :

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

31

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 1. membuat rencana pembelian barang untuk barang langsung pakai atau tidak masuk gudang (non-stock) berdasarkan Material

Requestion (MR) dari user. 2. Melakukan proses antisipasi sebagai pengendali rencana penerbitan permintaan pembelian (PP) atas jumlah anggaran yang tersedia. 3. Melakukan evaluasi dan analisa harga untuk mendapatkan standart harga yang selanjutnya menjadi bahan estimasi harga. 3.2.8 Staf Identiifikasi Dan Standarisasi Material Tugas dari kepala bidang identifikasi dan standarisasi material adalah sebagai berikut : 1. melakukan identifikasi dan standarisasi material yang

dispesialisasikan berdasarkan bidang keahliannya seperti rotating, non- rotating, general mechanical, dan instrument lstrik. 2. Membuat identifikasi permintaan item baru (PIB), spare part two years, surplus material project dan evaluasi konsolidasi dan standarisasi material. 3. Me-maintenance database material dengan system katalouging NATO atau AUSLANG. 4. Klarifikator awal PP stock untuk mengevaluasi hasil penawaran dari vendor. 5. Memberikan penawaran alternative stock dari permintaan barang (MR) dari user.

3.3 Prosedur Dan Mekanisme Kerja Bagian Perencanaan Material Mekanisme kerja yang berlaku dan dijalankan di bagian perencanaan material cukup kompkeks, selaiin merencanakan dn mengendalikan kebutuhan untuk pabrik, juga merencanakan kebutuhan material non-pabrik (non-stock) yaitu untuk keperluan secara umum, seperti computer, AC,

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

32

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 perangkat alat-alat listrik dan bahan-bahan bangunan untuk proyek yang ada dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Persediaan merupka suber daya yang menganggur atau yang disebut idle resource. Suatu persoalan besar yang dihadapi oleh bagian perencanaan material adalah bagaimana menentukan persediaan yang optimal, dalam arti jumlah persediaan di usahakan minimal namun tetap dapat memberikan pelayanan optimal bagi pemakai, untuk mencapai tujuan tersebut, maka persediaan harus direncanakan dan dikendalikan secara seksama dan terus-menerus secara periodik. Penugasan kerja pada bagian perencanaan material dibagi dalam tiga seksi, dimana input dan output dari ketiga seksi tersebut dihubungkan satu sama lain dengan system yang dinamakan avantis. Avantis adalah software computer yang merupakan alat bantu untuk me-record dan mengolah data tentang stock item. Software Avantis (inventori control system) sehingga aplikasinya belum optimal.

3.3.1 Staf Inventory Control Penyusunan rencana kerja di staf ini antara lain : 1. Mereview kondisi maksimum dan minimum dari stok yang berasal dari Re-order Report (ROR) yang secara otomatis tercetak oleh system avantis, apabila item tersebut telah mencapai batas minimum. Stok item dikelompokkan berdasarkan besarnya frekuensi pengambilan material, menjadi beberapa golongan pergerakan material, yaitu : a. Fast moving. b. Medium moving. c. Slow moving. d. Non moving. e. Sleeping stock.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

33

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 2. Mengklasifikasikan material berdasarkan konsep klasifikasi ABC atau disebut juga analisa ranking per periode, biasanya 6 bulan sekali terhadap movement material stok. Tujuan dari analisa ini adalah untuk menentukan prioritas order, memberikan pelayanan yang lebih baik dengan nilai investasi yang lebih kecil. 3. Menganalisa item-tem stok yang non-moving untuk mengetahui apakah item-item tersebut masih layak untuk distok atau dipesan kalau ada permintaan pembelinya dijadwalkan kembali dengan mempertimbangkan perkiraan waktu pemakaian, lead time, harga dan tingkat urgensinya pabrik. 4. Memberiakan suatu informasi ke bagian identifikasi dan standarisasi material tentang item-item stok yang akan dihapus dari catatan komputer setelah dievaluasi bersama user. 5. Merencanakan kebutuhan per tahun untuk barang-barang consumable stock, seperti bahan kimia, lube oil, BBM, karung, dan lain-lain. Memantau Level Minimum dan Maksimum stok. Dalam suatu sistem inventory control yang baik , diperlukan suatu data tentang jumlah stock maksimum dan minimum yang akurat. Sangat diharapkan stock item yang ada di gudang selalu berada antara batas maksimum dan minimum level, yang dimaksud dengan minimum stock disini adalah suatu batas inventori dimana order harus dilakukan. Review maksimum dan minimum stock di staf inventori control ini dilakukan dalam seminggu sekali melalui ROR tadi. Penentuan maksimum stock di staf tersebut biasanya dilakukan berdasarkan hal-hal sebagai berikut : 1. Data pemakaian Selma lima tahun ditambah data berjalan. Berdasarkan data-data ini, diharapkan pemantauan minimum atau maksimum stock akan lebih realistis.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

34

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 2. Berdasarkan metode perhitungan metode praktis dengam rumus matematis. Untuk menentukan minimum stock atau Re-Order level , adalah bilamana persediaan sama dengan kebutuhan selama tenggang waktu pemesanan (lead time) ditambah dengan besarnya safety stock. Rumus dan cara mencarinya sebagai berikut : 1. Minimum stock Minimum stock dihitung dengan persamaan sebagai berikut : Minimum stock = Dengan:

+ ....(3.1)

= Rata-rata pemakaian tiap bulan. = Rata-rata lead time. = Safety stock.

SS 2. Safety stock

Dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : SS =


n% ..(3.2)

Dimana n% berkisar anatra 20-30%, tergantung dari tingkat urgensi dar material stok. Semakin besar presentase maka semakin besar pula tingkat keamanan dari stok. 3. Re-Order Quantity (ROQ) Dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : ROQ =

k......(3.3)

4. Maksimum Stok Dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : Maksimum stok = ROQ + SS ..(3.4) Dimana k adalah faktor pengaman, tabel dapat dilihat pada table 3.1 sebagai berikut : Tabel 3.1 Nilai Tingkat Kepercayaan (%) untuk tiap faktor pengaman (k)

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

35

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Faktor Pengaman (k) 0.00 0.67 0.84 1.00 1.04 1.25 1.28 1.50 1.56 1.60 1.65 1.75 1.88 2.00 2.05 2.20 2.33 2.40 2.50 2.57 2.65 2.75 2.88 3.00 3.09 3.20

Tingkat Kepercayaan (%) 50.00 75.00 80.00 84.13 85.00 89.44 90.00 93.32 94.00 94.52 95.00 96.00 97.00 97.72 98.00 98.61 99.00 99.18 99.38 99.50 99.60 99.70 99.80 99.86 99.90 99.93

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

36

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.00 99.99

Aplikasi dari persamaan-persamaan diatas biasanya dipakai untuk mengendalikan stok dari barang yang permintaannya tetap, pemakaiannya kontinyu dan jenisnya sedikit. Item stok yang dimaksud biasanya adalah barang chemical, lube oil, pipe and tube fitting, dan barang stok lain dengan kondisi seperti diatas. Mereview Re-Order Material Stock, system pemesanan kembali untuk setiap item stok sudah dilakukan oleh computer dengan batasan apabila jumlah persediaan di gudang ditambah dengan jumlah barang yang sedang dipesan sama dengan atau kurang dari minimum stok. Computer akan secara otomatis mencetak perintah item-item tersebut untuk dipesan kembali. Perintah Re-Order ini biasanya dicetak seminggu sekali (Format Re-Order Report ). Dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : ROP / Minimum Stok BOH + BOO(3.5) Dengan : ROP : Re-Order Point (tingkat persamaan kembali). BOH : Balance On Hand (jumlah persediaan di gudang). BOO : Balance On Order (jumlah barang yang dipesan). Kondisi stok dibawah minimum atau tidak ada stok. Pada dasarnya tujuan utama dari pengadaan persediaan adalah untuk memperlancar proses operasional dari pabrik. Apabila terjadi kehabisan stok, terutama untuk barangbarang pipe dan tube fitting yang merupakan salah satu spare part yang penting, maka akan menyebabkan berhentinya proses produksi. Tentunya hal ini akan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang besar. Terjadinya kehabisan stok bisanya disebabkan beberapa hal berikut : 1. Peningkatan pemakaian barang.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

37

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 2. Waktu lead time yang tidak pasti. 3. Ketidak pastian pemakaian barang. Dari pengalaman ini, untuk mempercepat proses pengadaan terhadap barang-barang stok krisis, biasanya dari staf inventory control akan membuat surat pemberitahuan ke bagian pengadaan agar stok dapat dipercepat pengadaannya (surat push). Jika dalam keadaan persediaan nol sedangkan barang tersebut sangat dibutuhkan untuk operasional pabrik biasanya perusahaan membuat surat permohonan meminjam barang tersebut biasanya ke APPI dan perusahaan terdekat. 3.3.2 Staf Perencanaan Material dan Evaluasi (PME) atau Perencanaan Fabrikasi Material (PFM) Pekerjaan rutin yang dilakukan oleh staf PME/PFM antara lain : 1. Menerima permintaan material/MR (material request) dari seluruh departemen atau user yang akan diproses menjadi PP (permintaan pembelian). 2. Membuat file lengkap setiap nomor PP meliputi MR dan dokumen yang muncul kemudian seperti PO (purchasing Order) atau revisi dan dokumen-dokumen lain yang berkaitan. 3. Dalam menganalisa harga barang, staf PME/PFM bertugas membuat catatan harga barang. Staf ini bertugas membuat catatan harga barnag berdasarkan data-data pembelian masa lalu dengan mengambil data-data lima tahun terakhir yang terecord pada software avantis, baik berupa barang barang stok maupun non-stock. Harga-harga yang diperoleh kemudian dievaluasi untuk menentukan harga yang wajar. Dari data tersebut dibuat daftar standar harga untuk dijadikan referensi dalam estimasi harga dari tahun ke tahun. Juga membuat catatan supplier yang dominan atas harga yang wajar, supply metrial, lead time, dan lain-lain.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

38

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4. Dalam mengevaluasi nilai stok di gudang, staf PME/PFM membuat catatan persediaan gudang setiap akhir bulan baik jumlah stok maupun nilai barangnya. 3.4 Prosedur Dan Mekanisme Kerja Bagian Identifikasi dan Standarisasi Material Tujuan umum dari bagian ini adalah untuk membuat identifikasi teknis atas semua barang yang dikategorikan persediaan gudang ataupun non-stok bila diperluakan. Identifikasi material akan dituangkan dalam bentuk mater catalog yang berguna bag user dan DPM & P sendiri untuk mencari atau meminta barang yang diperlukan oleh user dengan cepat dan tepat. Datadata hasil identifikasi ini sangat penting dalam proses pembelian barang terutama menyangkut nama barang, spesifikasi material, part number, manufacture code, nomor seri, dan lain-lain. Adapun tugas rutin yang dikerjakan oleh staf ini adalah sebagai berikut : 1. Memeriksa spare part setiap item untuk diteliti tentang kebenaran dari spesifikasi barang, misalnya drawing number, part number, equipment number sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku setelah dicetak terlebih dahulu dengan stok yang ada. 2. Apabila terdapat pengajuan spare part tambahan untuk dipesan, maka petugas identifikasi terlebih dahulu memeriksa kebenaran spesifikasi yang ada dengan data teknis yang ada dikomputer. Bila ternyata dikomputer spare part yang dimaksud tidak ada, maka seksi identifikasi akan mengidentifikasi barang yang dimaksud berdasarkan buku manual yang ada. Kendala dalam hal ini terjadi bila data-data yang tersedia sangat minim, sehingga sulit untuk meyakinkan apakah stok tersebut memang benar-benar stok baru atau sudahada sebelumnya. 3. Mengamati catalog item stok utnuk memperoleh ide-ide yang menuju pada proses konsolidasi, interchanging ability, rasionalisasi stok, dan

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

39

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 absolete stok yang bertujuan untuk mengurangi jumlah item stok tanpa mengurangi pelayanan pada user. Tugas khusus yang diemban dari staf ini adalah mengkoordianasi system kodifikasi paper work dari departemen perencanaan material & pergudangan seperti kode penomoran permintaan pembelian (menurut kelas, fungsi kategori, lokasi penggunaan, dan movement)dan

merencanakan penggunaan kodifikasi tersebut secara universal dalam departemen maupun antar departemen atau departemen dalam lingkungan PT. Pupuk Kalimantan Timur.

3.5 Prosedur dan mekanisme kerja bagian pergudangan Tanggung jawab bagian pembelian dan berakhir setelah barang yang dipesan diterima digudang dengan baik sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam order pembelian. Dengan demikian tanggung jawab terhadap permintaan, penyimpanan, keamanan, dan pengeluaran barang terletak pada bagian pergudangan. Secara umum tugas dan tanggung jawab bagian ini adalah sebagai berikut : 1. Menerima dan menyimpan bahan dan supply sehingga tetap tersedia pada saat diperlukan. 2. Mengeluarakan barang-barang ke bagian lain yang memerlukan dengan prosedur yang berlaku. 3. Mencatat semua barang di gudang dan perubahan-perubahannya terutama segi fisik. 4. Merencanakan tata ruang dan menggunakan alat-alat gudang dengan efisien. 5. Menjaga ketertiban, kelancaran dan kebersihan penyimpanan barang di gudang. 6. Menjaga agar semua barang dan supply dalam tanggung jawabnya berada dalam daerah gudang.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

40

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Bagian pergudangan dikepalai oleh kepala bagian pergudangan. Tugas dan pekerjaan dari kepala bagian ini dibagi dalam dua seksi gudang yaitu : a. Seksi Gudang I (spare part). b. Seksi Gudang II (chemical, laydown, dan otomotif). 3.5.1 Seksi Gudang I Tujuan umum dari seksi ini adalah mengatur, menyimpan, dam memelihara barang yang diterima dari receiving sesuai dengan aturan pergudangan yang berlaku. Selain itu juga mengendalikan pengeluaran barang dari gudang sesuai dengan keperluan pemakai berdasarkan prosedur yang berlaku. Pada gudang ini disimpan beberapa macam spare part pabrik, seperti elektronik stock, turbine, instrumen, pompa, kompresor, dan lain-lain. Adapun tugas-tugas pokok yang dikerjakan oleh seksi gudang I adalah sebagai berikut : 1. Menerima barang dari receiving dan mengalokasikannya sesuai dengan aturan yang telah ditentukan yaitu system NATO dimana setiap item dibagi-bagi atau ditempatkan menurut groups atau sub groupsnya. 2. Memelihara barang dan lokasi secara administrative, seperti penomoran lokasi yang jelas, pencantuman nomor stok, dan spesifikasi yang sesuai, serta meng-update kartu persediaan (bin card) untuk tiap penambahan ataupun pengurangan stok. 3. Memelihara gudang dan barang secara fisik agar terhindar dari kerusakan selama disimpan, terhindar dari bahaya kebakaran, korosi, kehilangan, dan lain-lain.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

41

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4. Melayani user dalam pengambilan barang yaitu mencari lokasi barang, menyerahkan barang dan mencatat setiap pengambilan barang. Ukuran keberhasilan dari seksi gudang 1 adalah tidak adanya kerusakan dan kehilangan barang , jumlah stok yang akurat antara data komputer dan kenyataan di gudang antara bin card dan secara fisiknya. Selain itu juga dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat setiap permintaan dari user. 3.5.2 Seksi Gudang II Ada berberapa gudang yang berada dibawah pengawasan kepala seksi gudang II, yaitu antara lain : 1. Gudang chemical, merupakan gudang yang berisi stok bahan-bahan kimia untuk operasi pabrik. 2. Gudang otomotif dan bulk material, seperti valve, tools, material consumable, bolts, round bar, dan palte bar. 3. Gudang Lay down, merupakan gudang terbuka yang berisikan barang-barang bekas proyek, tabung-tabung oksigen, hydrogen, dan lain-lain. Tugas-tugas harian yang biasa dikerjakan oleh seksi gudang II tidak jauh beda dengan seksi gudang I. perbedaan yang mendasar adalah jenis material yang ditangani.

3.6 Tata Cara Penyimpanan Barang di Gudang Dalam perencanaan lokasi barang di gudang, material harus diletakkan dengan aman, terhindar dari bahaya. Maka untuk menentukan lokasi, susunan, dan kemudahan pengambilan barang perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

42

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 1. Gudang I Material yang terdapat dalam gudang tidak semuanya

digolongkan dalam satu jenis material. Dalam pengelompokan jenis material ini dilihat dari frekuensi pengambilan material di gudang. Berikut adalah klasifikasi material berdasarkan frekuensi pengambilan di gudang : a. Barang-barang yang sering diambil (fast moving). b. Barang-barang yang jarang diambil (slow moving). c. Barang-barang yang sangat jarang diambil (sleeping stock). d. Barang-barang yang ukurannya besar (floor stock). e. Barang-barang yang memerlukan penyimpanan khusus. 2. Gudang II Pada gudang ini disimpan barang-barang non stock, plastik, barang-barang titipan, barang-barang otomotif, chemical, obsolete. Barang-barang chemical memerlukan penanganan khusus, dimana

penyimpanan diatur sedemikian rupa untuk menghindari kontaminasi antara barang chemical satu dengan yang lainnya. Pengaturan ini sudah diatur menurut tatanan atau prosedur yang ada. Untuk barang-barang consumable seperti HCl cair, H2SO4 cair, NaOH cair, dan flag merupakan bahan kimia yang sangat sering di issued atau merupakan kebutuhan sehari-hari pabrik, maka ditempatkan pada gudang tersendiri.

Pertimbangan yang lain adalah bahan-bahan kimia ini sangat beracun dan bersifat korosif sehingga perlu tempat tersendiri. Untuk gudang laydown berisi barang-barang yang berukuran besar misalnya pipa-pipa, tangki, drum-drum, bahan kimia dan lube oil. Adapun jenis-jenis gudang terbagi dalam beberapa jenis, yaitu : 1. In Door (lokasi rak pallet) Barang-barang yang disimpan disini adalah barang-barang yang dapat disusun di atas pallet, dan kemudian dialokasikan dengan alat angkut, seperti fork lift. Barang-barang disini seperti gasket, shaft, gear,

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

43

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 gearing, dan lain-lain. Biasanya barang-barang ini berukuran dan memiliki berat menengah. 2. Out Door/Floor (lantai) Lokasi ini dipakai hanya untuk barang-barang yang besar yang tidak mungkin dimasukkan kedalam rak. 3. Hot Room (ruang panas) Lokasi ini dipakai untuk menyimpan barang-barang yang memerlukan perawatan penyimpanan pada suhu yang panas, seperti jenis kawat las. 4. Cold Room (ruang dingin) Ruangan ini dipakai untuk menyimpan barang-barang yang tidak boleh terkena udara panas, sehingga harus disimpan dalam ruang dingin, seperti jenis barang lem, rubber linning, bahan kimia dan lain-lain. 5. Guard Room (ruang khusus) Ruangan khusus ini dipakai untuk menyimpan barang-barang yang bentuknya kecil tetapi memiliki nilai yang tinggi sehingga dalam penanganannya memerlukan penanganan khusus. Barang-barang disimpan dalam lokasi khusus ini antara lain, alat-alat instrumen, fitting material, stainless steel, connector, dan lain-lain.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

44

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


4.1 Rumusan Masalah Didalam melakukan pekerjaan di Departemen Perencanaan Material, Bahan Baku dan Pergudangan (PMBB & P) yang mengelolah Perencanaan Material Bahan Baku dan Pergudangan, ada beberapa gudang yang menjadi tempat peyimpanan stock bahan baku dan spare part untuk mendukung kelangsungan proses produksi. Maka dari itu, penulis melakukan penelitian pada gudang II (consumable) yang mengelola persediaan berbagai jenis karung dan spare part non-stock. Melihat tingkat kepentingan karung dalam proses pengantongan Pupuk, penulis menjadikan karung sebagai objek penelitian dalam hal persediaannya. karena tanpa karung, maka proses produksi bisa terhenti. Karena itu, penulis fokus hanya pada persediaan karung. Ada dua jenis karung antara lain karung Urea dan karung NPK. Kedua jenis karung ini, masih terbagi atas beberapa bagian berdasarkan komposisi dan jenis kemasannya. Dari komposisi dan jenis kemasan inilah yang membuat karung menjadi lebih banyak dan dibedakan atas beberapa stock number. Penulis membatasi penelitian jenis karung dan hanya fokus pada jenis karung Urea Non Subsidi dan subsidi (Holding) yang mewakili sebagian dari beberapa stock number. Dari masalah ini, maka penulis mengangkat judul Analisa perbandingan metode Min-Max, Blanket Order, Konsinyasi, dan Re-Order Quantity untuk menghitung Total Cost persediaan karung Pupuk Urea Pada PT. Pupuk Kalimantan Timur

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

45

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

4.2 Tujuan Penelitian Tujuan dari perumusan masalah ini adalah untuk memberikan informasi mengenai jumlah karung jenis karung Urea Non-Subsidi dan Subsidi (Holding) yang harus tersedia untuk mengantisipasi kehabisan stok dan mengetahui total cost yang dikeluarkan dalam persediaan karung tersebut.

4.3 Batasan Masalah Batasan masalah dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan adalah sebagai berikut : 1. Pengambilan data dilakukan dalam lingkungan Departemen Perencanaan Material, Bahan Baku dan Pergudangan (PMBB & P), departemen pengadaan, dan departemen akuntansi 2. Data historis item yang digunakan adalah data historis item yang digunakan untuk kebutuhan pengantongan pupuk jenis karung Urea Nonsubsidi dan Subsidi (Holding) yang terdapat pada software Avantis selama 4 tahun, mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2012. 3. Perhitungan statistik dalam pengolahan data item menggunakan service level 95 %. 4. Pengolahan data dilakukan pada 8 stock number karung pupuk Urea baik karung Non-subsidi dan Subsidi dengan quantity pemakaian lengkap dari tahun 2009 sampai 2012. 4.4 Asumsi-Asumsi asumsi yang digunakan dalam pengolahan data adalah sebagai berikut : 1. data yang digunakan merupakan data yang mewakili factual material dilapangan. 2. Biaya order material terhitung adalah konstan.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

46

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.5 Pengumpulan Data data yang dibutuhkan dalam pengolahan laporan ini, penulis dapatkan di tiga tempat yaitu di Departemen Perencanaan Material bagian inventori tentang data-data karung Urea Non-Subsidi dan subsidi dari tahun 2009 sampai tahun 2012 yang diklasifikasikan dalam bentuk stock number sebagai objek penelitian yang didapatkan melalui software Avantis yang di konversikan ke Microsoft excel. untuk mendapatkan data ordering cost di dapatkan di Departemen Pengadaan, serta mendapatkan data menengenai kebijakan perusahaan dalam menentukan holding cost didapatkan di Departemen Akuntansi. 4.6 Pengolahan Data pengolahan data terbagi atas tiga tahap, yakni seleksi item, forecasting/peramalan permintaan, serta perhitungan total cost. 4.6.1 Seleksi Item item-item persediaan karung yang tersedia di dapatkan melalui software Avantis yang disaring lagi menjadi beberapa item sesuai keinginan penulis karena karung sudah termasuk item consumable yang frekuensi pengambilannya cukup tinggi. Adapun proses pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut: 1. Mengambil data melalui software Avantis mengenai data jenis karung Urea non-Subsidi dan Subsidi dengan stock number yang sudah ditentukan dari tahun 2009-2012. 2. Mengambil data item yang mempunyai pemakaian secara berurut dari tahun 2009-2012 dan mengeliminasi data yang quantity pemakaiannya tidak lengkap untuk mendapatkan perbandingan data yang lebih akurat dari tahun ke tahun berikutnya. 4.6.2 Data Hasil Seleksi Adapun data hasil seleksi dari item-item yang dijadikan objek penelitian adalah sebagai berikut:

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

47

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 1. Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Surabaya (stock number 83603-5). 2. Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Bontang (stock number 86824-8). 3. Sack , Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stock number 79382-5). 4. Mataram, Sack Urea Holding, bersubsidi number 91667-6). 5. Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2). 6. Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). 7. Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (91670-6). 8. Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi number 91671-4). Item-item inilah yang kemudian dijadikan objek penelitian untuk mengetahui stock quantity yang mewakili jenis karung Urea karung Non-Subsidi. 4.6.3 Forecasting /Perhitungan Ramalan Permintaan Forcasting/perhitungan ramalan permintaan pada tahap ini pemerintah (stock pemerintah (stock

dilakukan pada setiap item yang dijadikan objek penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan permintaan (demand) untuk periode 2013-2014 yang dilakukan dengan perhitungan total cost. Foresting ini dilakukan dengan menggunakan software Win-QSB Cara menggunakan software Win-QSB untuk forecasting adalah sebagai berikut :

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

48

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 1. Buka software aplikasi Win-QSB 2. Saat toolbar muncul klik forecasting and linear Regretion 3. Input data historis pemakaian item yang telah ditentukan pada kolom yang tersedia. Setelah itu, muncul historical data dan input data quantity pemakaian dari item tersebut. 4. Pilih toolbar solve and analyze lalu klik perform forecasting. Setelah muncul forecasting set up, lalu pilih metode forecasting yang mempunyai MAPE terendah, untuk karung kami

menggunakan metode linear regretion. 5. Setelah itu, isi number of periods to forecast sesuai dengan jumlah peramalan pada periode yang akan diramalkan. 6. Kemudian muncul hasil forecast untuk tahun selanjutnya.

Gambar 4.1 Tampilan Forecast Win-QSB 4.6.3.1 forecasting item (Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi Surabaya (stock number 83603-5)) data historis pemakaian item (Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi, Surabaya (stock number 83603-5)) selama 4 tahun berturut adalah sebagai berikut :

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

49

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Tabel 4.2 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Surabaya Dengan Stock Number 83603-5
Jumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,

Tahun 2009 2010 2011 2012

Suarabaya (Stock Number 86818-3) (Per Lembar)

500.000 429.400 163.400 383.200

Lalu data-data ini dimasukkan ke software Win-QSB dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan di atas. Setelah itu, akan muncul hasil peramalannya sebagai berikut: Tabel 4.3 Tabel Forecast Karung Non-Subsidi Surabaya Dengan Stock Number 83603-5 dengan Software Win-QSB

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

50

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar 4.2 Grafik Pemakaian Karung Non-Subsidi Surabaya Dengan Stock Number 83603-5 4.6.3.2 forecasting Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stock number 86824-8) Tabel 4.3 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Prill Bontang Dengan Stock Number 86824-8
Jumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,

Tahun 2009 2010 2011 2012

Bontang (Stock Number 86818-3) (Per Lembar)

8.557.600 9.896.000 6.942.000 7.327.600

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

51

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Adapun hasil peramalannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.4 Tabel Forecast Karung Non-Subsidi Prill Bontang Dengan Stock Number 86824-8 dengan Software Win-QSB

Gambar 4.3 Grafik Pemakaian Karung Non-Subsidi Prill Bontang Dengan Stock Number 86824-8

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

52

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.6.3.3 Sack Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stock number 79382-5). Tabel 4.5 Data Historis Pemakaian Karung Non-Subsidi Granul Bontang Dengan Stock Number 79382-5
Jumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,

Tahun

Suarabaya (Stock Number 86818-3) (Per Lembar)

2009 2010 2011 2012 1.512.400 805.200 1.225.200

729.200

Adapun hasil peramalannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.6 Tabel Forecast Karung Non-Subsidi Granul Bontang Dengan Stock Number 79382-5 dengan Software Win-QSB

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

53

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar 4.4 Grafik Pemakaian Karung Non-Subsidi Granul Bontang Dengan Stock Number 79382-5 4.6.3.4 Mataram , Sack Urea, Holding, bersubsidi pemerintah (91667-6). Tabel 4.7 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi Mataram (Holding) Dengan Stock Number 91667-6
Jumlah Pemakaian Sack Urea, Holding, subsidi PEME, Mataram

Tahun

(Stock Number 91667-6) (Per Lembar)

2.125.200 2009 2010 2011 2012 1.658.892 1.973.111 1.876.721

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

54

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Adapun hasil peramalannya sebagai berikut : Tabel 4.8 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Mataram Dengan Stock Number 91667-6 dengan Software Win-QSB

Gambar 4.5 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Mataram Dengan Stock Number 91667-6

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

55

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.6.3.5 Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2). Tabel 4.9 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Makassar Dengan Stock Number 91672-2
Jumlah Pemakaian Sack Urea, Holding, subsidi PEME, MKS (Stock

Tahun

Number 91672-2) (Per Lembar)

2009 2010 2011 2012 757.500 3.376.026 2.966.337

2.740.800

Adapun hasil peramalannya sebagai berikut : Tabel 4.10 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Mataram Dengan Stock Number 91667-6 dengan Software Win-QSB

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

56

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar 4.6 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Makassar Dengan Stock Number 91672-2 4.6.3.6 Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). Tabel 4.11 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bali Dengan Stock Number 91668-4

Jumlah Pemakaian Sack Urea, Holding, subsidi PEME, Bali (Stock

Tahun

Number 91668-4) (Per Lembar)

2009 2010 2011 2012 498.608 867.672 1.070.366

666.400

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

57

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Adapun hasil peramalannya sebagai berikut : Tabel 4.12 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Bali Dengan Stock Number 91668-4 dengan Software Win-QSB

Gambar 4.7 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bali Dengan Stock Number 91668-4 4.6.3.7 Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (91670-6)

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

58

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Tabel 4.13 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Surabaya Dengan Stock Number 91670-6
Jumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi,

Tahun

Suarabaya (Stock Number 91670-6) (Per Lembar)

2009 2010 2011 2012 2.711.400 11.138.402 11.916.075

10.407.890

Adapun hasil peramalannya sebagai berikut : Tabel 4.14 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Surabaya Dengan Stock Number 91670-6 dengan Software Win-QSB

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

59

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

Gambar 4.8 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Surabaya Dengan Stock Number 91670-6 4.6.3.8 Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4) Tabel 4.15 Data Historis Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bontang Dengan Stock Number 91671-4 Tahun
Jumlah Pemakaian Sack , Urea, Prill, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (Stock Number 91671-4) (Per Lembar)

2009 2010 2011 2012 1.250.000 450.000 90.541

1.289.459

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

60

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Adapun hasil adalah sebagai berikut : Tabel 4.16 Tabel Forecast Karung Subsidi (Holding) Bontang Dengan Stock Number 91671-4 dengan Software Win-QSB

Gambar 4.9 Grafik Pemakaian Karung Subsidi (Holding) Bontang Dengan Stock Number 91671-4 4.6.4 Perhitungan Total Cost 1. Holding Cost Holding cost adalah biaya yang timbul akibat dari jumlah yang disimpan dan lamanya barang disimpan. Setiap hari jumlah

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

61

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 barang akan berkurang karena terpakai hingga mencapai nol. Karena nilai bergerak dari sejumlah tertentu (Q) unit ke nol dengan tingkat pengurangan konstan (gradient D) selama waktu-t, maka persediaan rata-rata untuk setiap siklus adalah sehingga : Holding Cost (Hc) per perode =

+0 2

= 2,

2h

Pada PT.Pupuk Kalimantan Timur nilai Holding Cost dipengaruhi oleh : 1. Faktor inflasi 2. Biaya operasi gudang 3. Biaya Asuransi gudang Holding Cost :9% : 10 % : 6 %z : 25 %

Jadi, besarnya nilai holding cost bernilai 25 % dari nilai/harga item per unit itu sendiri. 2. Order Cost Order Cost adalah biaya-biaya yang terlibat selama proses pemesanan barang dari Vendor hingga barang yang dipesan sampai di werehouse. Biaya pesan dipengaruhi oleh jumlah pemesanan dalam satu periode, dimana frekuensi pemesanan tergantung pada : 1. Jumlah kebutuhan selama satu periode (D) 2. Jumlah setiap kali pesan (Q). Dari keterangan diatas bisa kita tuliskan bahwa frequensi pemesanan = , sehingga biaya pesan diperoleh dengan mengalikan
:

dengan setiap kali pesan (k), secara matematis

xk

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

62

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Pada PT. Pupuk Kalimantan Timur, Order Cost dipengaruhi oleh : a. Biaya telex b. Biaya telepon c. Biaya administrasi dan labor d. Biaya handling e. Biaya tender negosiasi Order Cost Rp. 75.000,Rp. 375.000,Rp. 200.000,Rp. 700.000,Rp. 1.500.000,= Rp. 2.850.000,-

Untuk biaya angkut dihitung berdasarkan jumlah per lembar dikalikan dengan jumlah karung yang ingin diorder. masing-masing stock number memiliki perbedaan biaya karna dipengaruhi lokasi order dari tiap-siap stock number, dimana : 1. Bontang 2. Surabaya 3. Makassar 4. Mataram 5. Bali Rp. 125,Rp. 100,Rp. 130,Rp. 110,Rp.105,-

Untuk mengetahui jumlah order cost masing-masing stock number, dilakukan perhitungan, dimana : 1. Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Surabaya (stock number 83603-5). (100 x 214.900) + 2.850.000 = 24.340.000 2. Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Bontang (stock number 86824-8). (125 x 6.519.800) + 2.850.000 = 817.825.000

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

63

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 3. Sack , Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stock number 79382-5). (125 x 830.271) + 2.850.000 = 106.633.813 4. Mataram, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6). (110 x 1.582.848) + 2.850.000 = 176.963.280 5. Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2). (130 x 1.075.113) + 2.850.000 = 142.614.690 6. Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). (105 x 920.819) + 2.850.000 = 99.535.995 7. Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (91670-6). (100 x 3.076.656) + 2.850.000 = 310.515.600 8. Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4). (100 x 3.685.036) + 2.850.000 = 463.479.500 3. Purchasing cost a. Tingkat kepercayaan sebesar 95 % (memiliki k-faktor sebesar 1,65) b. Purchasing Cost (biaya pembelian) Biaya yang dikeluarkan untuk membeli per unit barang persediaan, dimana nilainya adalah : purchasing Cost= Nilai Unit Cost X Jumlah Pemakaian

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

64

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 sehingga nilai total cost adalah penjumlahan semua factor yang berpengaruh, secara matematis :

TC = x k + 2 xh + Dc
4. Safety Stock Dalam hal ini, Safety Stock Sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan karung di gudang agar tidak berakibat fatal bagi perusahaan sehingga dalam hal ini diperlukan safety stock untuk mengatasi lonjakan permintaan yang tidak terduga. Metode yang digunakan adalah persentase keamanan dengan kebijakan dari PT. Pupuk Kalimantan Timur sebesar 20 % untuk item consumable termasuk karung. Secara matematis dapat

dirumuskan sebagai berikut : SS = (Average Monthly Usage X Average Lead Time) X P %

SS = (Average Monthly Usage X Average Lead Time) X P % Re-order Point (ROP) Re-Order Point adalah jumlah barang dimana pemesanan kembali harus dilakukan agar barang yang dipesan datang tepat pada saat yang dibutuhkan. Berarti perusahaan harus mengamati secara terus menerus tingkat persediaannya sampai pada titik pemesanan ulang tercapai dan tingkat kebutuhan selama lead time bila kita bandingkan waktu antara satu pemesanan berikut (t), yaitu :

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

65

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 a. L< t Q

L T b. L > t Q

waktu

waktu t L

untuk kondisi L < t, maka ROP = L x D, sedangkan untuk L > t maka ROP = ( L-t ) x D, niilai t secara matematis sebagai berikut : t=

Bila nilai Q diperoleh, dari EOQ maka t = t0

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

66

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.6.5 Pengolahan Data A. Sack . Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Surabaya (stock number 83603-5). Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitung besarnya nilai total cost adalah : Ramalan permintaan Tahun 2013 Harga per unit (UC) Average lead time Order cost (k) Holding cost (h) : 214.900 lembar. : Rp. 3.885,: 3,45 bulan. : Rp. 24.340.000,: 25 % 0.25

B. Sack . Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Bontang (stock number 86824-8). Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitung besarnya nilai total cost adalah : Ramalan permintaan Tahun 2013 Harga per unit (UC) Average lead time Order cost (k) Holding cost (h) : 6.519.800 lembar. : Rp. 2.925,96,: 5,94 bulan. : Rp. 814.975.000,: 25 % 0.25

C. Sack . Urea. Granul. Daun Buah Non-Subsidi. Bontang (stock number 79382-5).

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

67

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitung besarnya nilai total cost adalah : Ramalan permintaan Tahun 2013 Harga per unit (UC) Average lead time Order cost (k) Holding cost (h) : 1.550.400 lembar. : Rp. 2.889,: 2,98 bulan. : Rp. 193.800.000,: 25 % 0.25

D. Mataram. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6). Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitung besarnya nilai total cost adalah : Ramalan permintaan Tahun 2013 Harga per unit (UC) Average lead time Order cost (k) Holding cost (h) : 1.582.848 lembar. : Rp. 2.749,3,: 3,27 bulan. : Rp. 174.113.280,: 25 % 0.25

E. Makassar. Sack. Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2). Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitung besarnya nilai total cost adalah : Ramalan permintaan Tahun 2013 Harga per unit (UC) : 1.075.113 lembar. : Rp. 2.768,33,-

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

68

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Average lead time Order cost (k) Holding cost (h) : 3,24 bulan. : Rp. 139.764.690,: 25 % 0.25

F. Bali. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitung besarnya nilai total cost adalah : Ramalan permintaan Tahun 2013 Harga per unit (UC) Average lead time Order cost (k) Holding cost (h) : 920.819 lembar. : Rp. 2.723,: 4 bulan. : Rp. 96.685.995,: 25 % 0.25

G. Surabaya . karung Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah (91670-6) Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitung besarnya nilai total cost adalah : Ramalan permintaan Tahun 2013 Harga per unit (UC) Average lead time Order cost (k) Holding cost (h) : 3.076.656 lembar. : Rp. 2.640,: 2,98 bulan. : Rp. 307.665.600,: 25 % 0.25

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

69

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 H. Bontang. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4) Beberapa faktor yang perlu diketahui untuk menghitung besarnya nilai total cost adalah : Ramalan permintaan Tahun 2013 Harga per unit (UC) Average lead time Order cost (k) Holding cost (h) : 3.685.036 lembar. : Rp. 2.925,: 4,13 bulan. : Rp. 460.629.500,: 25 % 0.25

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

70

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

4.6.5.1 Perhitungan total cost dengan menggunakan metode Min-Max Stock untuk menjaga ketersediaan bahan baku tetap ada, maka harus diperhitungkan tingkat minimum stock dan maximum stock suatu barang agar bisa menentukan pemesanan ulang ketika persediaan berada pada tingkat minimum stock dan bisa mengetahui berapa jumlah maksimum stock yang bisa ditampung di gudang agar semua berjalan dengan lancar sehingga pabrik pun berproduksi secara kontinyu. Di bawa ini akan dijelaskan cara menentukan Maximum Stock dan Minimum Stock dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Maximum Stock = (Minimum Stock Safety Stock) + Minimum Stock Minimum Stock = (average Monthly Usage x Average Lead Time) + Safety Stock Safety Stock berfungsi untuk mengatasi lonjakan kenaikan permintaan. Untuk mencari Safety Stock, rumusnya adalah sebagai berikut : Safety Stock = (average Monthly Usage x Average Lead Time) x P% Dimana : P = Tingkat urgensitas keberadaan item (20% kebijakan perusahaan) Untuk menghitung total cost dengan metode Maximum-Minimum Stock dipengaruhi oleh beberapa factor di bawah ini : a. Safety Stock Cost (SSC) SSC = Safety Stock x h (h = holding cost x harga karung per/lembar)

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

71

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 b. Holding Cost (HC) HC =


2

c. Ordering Cost (OC) OC =


ket : k = Order cost D = Demand (permintaan tahun selanjutnya).

d. Purchasing Cost (PC) PC = D x UC e. Total Cost (TC) TC = SSC + OC + PC + HC ket : UC = Unit cost

A. Perhitungan total cost Sack Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Surabaya (stock number 83603-5). Average Monthly Usage (AMU) =
500.000+429.400+163.400+383.200+214.900 60

1.690.900 60

=28.182 Lembar Average Lead Time (ALT) = 3,45 Bulan 1. Perhitungan safety stock (SS) SS = (AMU x ALT) x P% = (28.181,67 x 3,45) x 20 %

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

72

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 19.445 Lembar 2. Perhitungan Minimum Stock Min-Stock = (AMU x ALT) + SS = (19.445 x 3,45) + 19.445 = 116.672 Lembar 3. Perhitungan maximum stock Max-Stock =( Min Stock SS) + Min stock = (116.672 - 19.445) + 116.672 = 97.226,75 + 116.672 = 213.899 Lembar

4. Perhitungan safety stock cost SSC = SS x h = 19.445x (25 % x 3.885) = Rp. 18.886.296,00 5. Perhitungan order cost (OC) OC =

= =

214.900 213.899 116.672 214.900 97.226,75

x RP. 24.340.000

x RP. 24.340.000

= Rp.53.798.631,00 6. Perhitungan holding cost (HC) HC = =


2 2

213.8989 116.672

x 25% X RP. 3.885

= 97.227 25% RP. 3.885

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

73

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = Rp. 47.215.740,00 7. Perhitungan purchasing cost (PC) PC = D x UC = 214.900 x Rp. 3885 = Rp. 834.886.500,00 8. Perhitungan total cost (TC) TC = SSC + OC + HC + PC = Rp. 18.886.296,19 + Rp.53.798.630,52 + Rp. 47.215.740 + Rp. 834.886.500 = Rp. 954.787.167,00 B. Perhitungan total cost Sack , Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Bontang (stock number 86824-8). Average Monthly Usage (AMU) =
8.557.600 +9.896.000 +6.942.000 + 7.327.600+ 6.519.800 60

39.243.000 60

= 654.050 Lembar Average Lead Time (ALT) = 5,94 Bulan 1. Perhitungan safety stock (SS) SS = (AMU x ALT) x P% = (654.050 X 5,94) x 20 % = 777.011 Lembar 2. Perhitungan Minimum Stock Min-Stock = (AMU x ALT) + SS

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

74

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = (54.050 X 5,94) + 777.011 = 4.662.068 Lembar 3. Perhitungan maximum stock Max-Stock =( Min Stock SS) + Min stock = (4.662.068 -777.011) + 4.662.068 = 3.885.057+ 4.662.068 = 8.547.125 Lembar 4. Perhitungan safety stock cost SSC = SS x h =777.011 X 25 % x2.925,96 = Rp. 578.484.987,00 5. Perhitungan order cost (OC) OC =

= =

6519800 8.547.125 4.662.068 6.519.800 4.316.730

X Rp. 817.825.000

Rp. 817.825.000

= Rp. 1.372.452.305,00 6. Perhitungan holding cost (HC) HC =


2

9.496.806 5.180.076 2

x 25% x Rp. 2978

= 2.158.365 25% x Rp. 2978 = Rp. 1.446.212.468,00 7. Perhitungan purchasing cost (PC) PC = D x UC

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

75

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 6.519.800 x Rp. 2978 = Rp. 19.415.964.400,00 8. Perhitungan total cost (TC) TC = SSC + OC + HC + PC = Rp. 578.484.987 + Rp. 1.372.452.305 + Rp. 1.446.212.468 + Rp. 19.415.964.400 = Rp. 22.813.114.161,00 C. Perhitungan Total Cost Sack , Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stock number 79382-5). AMU =
729.200+1.225.200+805.200+1.512.400+ 830.271 60 5102270 60

= 85.038 Lembar Average Lead Time (ALT) = 2,98 Bulan 1. Perhitungan safety stock (SS) SS = (AMU x ALT) x P% = (85.038 x 2,98) x 20 % = 50.683 Lembar 2. Perhitungan Minimum Stock Min-Stock = (AMU x ALT) + SS = (85.038 x 2,98) + 50.683 = 304.095 Lembar 3. Perhitungan maximum stock Max-Stock =( Min Stock SS) + Min stock

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

76

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = (304.095 -50.683) + 304.095 = 253.413 + 304.095 = 557.508 Lembar 4. Perhitungan safety stock cost SSC = SS x h = 50.683 x 25 % x Rp. 2637 = Rp. 33.412.473,00 5. Perhitungan order cost (OC) OC =

830.271 = 557.508304.095

x Rp. 106.633.813

830.271 253413

x Rp. 106.633.813

= Rp. 349.370.356,00 6. Perhitungan holding cost (HC) HC = =


2 557.508 304.095 2

x 25% x Rp. 2.637

= 253.413 25% Rp. 2.637 = Rp. 83.531.184,00 7. Perhitungan purchasing cost (PC) PC = D x UC = 830.271 x Rp. Rp. 2.637 = Rp. 2.189.423.309,00 8. Perhitungan total cost (TC) TC = SSC + OC + HC + PC = Rp. 33.412.473 + Rp. 349.370.356,00 + Rp. 83.531.184 +

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

77

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Rp. 2.189.423.309 = Rp. 2.655.737.323,00

D. Perhitungan Total Cost Mataram, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6). AMU =
2.125.200+1.876721 +1.973.111+1.658.892+1.582.848 60

9.216.772 60

=153.613 Lembar Average Lead Time (ALT) = 3,27 Bulan 1. Perhitungan safety stock (SS) SS = (AMU x ALT) x P% = (153.613 x 3,27 ) x 20 % = 100.462 Lembar 2. Perhitungan Minimum Stock Min-Stock = (AMU x ALT) + SS = (153.613 x 3,27 ) + 100.462 = 602.777 Lembar 3. Perhitungan maximum stock Max-Stock =( Min Stock SS) + Min stock = (602.777 -100.462) + 602.777 = 502.314 + 602.777 = 1.105.090 Lembar 4. Perhitungan safety stock cost

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

78

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 SSC = SS x h =100.462 x (25 % x Rp. 2749) = Rp. 69.050.604,00 5. Perhitungan order cost (OC) OC = = =
1582848 1.105.090 602.777 1.582.848 502.314

x Rp. 176.963.280

x Rp. 176.963.280

= Rp. 557.631.148,00 6. Perhitungan holding cost (HC) HC = =


2 1.105.090 602.777 2

x 25% x Rp. 2749

= 502.314 25% Rp. 2749 = Rp. 172.626.510,00 7. Perhitungan purchasing cost (PC) PC = D x UC = 1.582.848 x Rp. 2.749 = Rp. 4.351.724.006,00 8. Perhitungan total cost (TC) TC = SSC + OC + HC + PC = Rp. 69.050.604 + Rp. 557.631.148 + Rp. 172.626.510 + Rp. 4.351.724.006 = Rp. 5.151.032.269,00 E. Perhitungan Total Cost Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2).

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

79

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 AMU =


2.740.800+2.966.337+3.376.026+757.500+1.075.113 60

10.915.776 60

= 181.927 Lembar Average Lead Time (ALT) = 3,24 Bulan 1. Perhitungan safety stock (SS) SS = (AMU x ALT) x P% = (181.927 x 3,24) x 20 % = 117.890 Lembar 2. Perhitungan Minimum Stock Min-Stock = (AMU x ALT) + SS = (181.927 x 3,24) + 117.890 = 707.342 Lembar 3. Perhitungan maximum stock Max-Stock =( Min Stock SS) + Min stock = (707.342 - 117.890 ) + 707.342 = 589.451 + 707.342 = 1.296.794 Lembar 4. Perhitungan safety stock cost SSC = SS x h = 117.890 x 25 % x Rp. 2508 = Rp. 73.917.268,00 5. Perhitungan order cost (OC)

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

80

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013


1.075.113 1.296.794 707.342 1.075.113 589.452

OC

= = =

x Rp. 1.426.146.690

x Rp. 1.426.146.690

= Rp. 2.601.177.188,00 6. Perhitungan holding cost (HC) HC =


2

1.296.794 707.342 2

x 25% x Rp. 2508

= 294.726 25% Rp. 2508 = Rp. 184.793.172,00 7. Perhitungan purchasing cost (PC) PC = D x UC = 1.075.113 x Rp. 2768,33 = Rp. 2.976.267.571,00 8. Perhitungan total cost (TC) TC = SSC + OC + HC + PC = Rp. 73.917.268 + Rp. 2.601.177.188 + Rp. 184.793.172 + Rp. 2.976.267.571 + = Rp. 5.556.271.033,00 F. Perhitungan Total Cost Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). AMU =
666.400+1.070.366+867.672+820.183+929.819 60

4.345.440 60

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

81

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 72.424 Lembar Average Lead Time (ALT) = 4 Bulan 1. Perhitungan safety stock (SS) SS = (AMU x ALT) x P% = (72.424 x 4) x 20 % = 57.939 Lembar 2. Perhitungan Minimum Stock Min-Stock = (AMU x ALT) + SS = (72.424 x 4) + 57.939 = 347.635 Lembar 3. Perhitungan maximum stock Max-Stock =( Min Stock SS) + Min stock = (347.635 - 57.939) + 347.635 =462.789,36 + 347.635 = 637.331 Lembar 4. Perhitungan safety stock cost SSC = SS x h = 57.939 x 25 % x Rp. 2723 = Rp. 39.442.110,00 5. Perhitungan order cost (OC) OC =

= =

920.819 637.331 347.635 920.819 289.696

x Rp. 99.535.995

x Rp. 99.535.995

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

82

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = Rp. 316.382.122,00 6. Perhitungan holding cost (HC) HC =
2

637.331 347.635 2

x 25% x Rp. 2723

= 144.848 25% Rp. 2723 = Rp. 98.605.276,00 7. Perhitungan purchasing cost (PC) PC = D x UC = 920.819 x Rp. 2723 = Rp. 2.507.390.137,00 8. Perhitungan total cost (TC) TC = SSC + OC + HC + PC = Rp. 39.442.110 + Rp. 316.382.122 + Rp. 98.605.276 + Rp. 2.507.390.137 = Rp. 2.961.819.646,00 G. Perhitungan Total Cost Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (91670-6) AMU =
10.407.890+11.916.075+11.138.402+2.711.400+3.076.656 60

3.9250.423 60

= 654.174 Lembar Average Lead Time (ALT) = 2,98 Bulan 1. Perhitungan safety stock (SS)

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

83

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 SS = (AMU x ALT) x P% = (654.174 - 2,98) x 20 % = 389.888 Lembar 2. Perhitungan Minimum Stock Min-Stock = (AMU x ALT) + SS = (654.174 - 2,98) + 389.888 = 2.339.325 Lembar 3. Perhitungan maximum stock Max-Stock =( Min Stock SS) + Min stock = (2.339.325 -389.888) + 2.339.325 = 1.949.438 + 2.339.325 = 4.288.762 Lembar 4. Perhitungan safety stock cost SSC = SS x h = 389.888 x 25 % x Rp. 2400 = Rp. 233.932.521,00 5. Perhitungan order cost (OC) OC =

= =

3.076.656 4.288.762 2.339.325 3.076.656 1.949.437

x Rp. 310.515.600,-

x Rp. 310.515.600,-

= Rp. 49.006.4235,00 6. Perhitungan holding cost (HC) HC =


2

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

84

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013


4.288.762 2.339.325 2

x 25% x Rp. 2400

= 1.949.437 25% . 2400 = Rp. 8.692.802.459,7. Perhitungan purchasing cost (PC) PC = D x UC = 3.076.656x Rp. 2400 = Rp. 7.383.974.400,00 8. Perhitungan total cost (TC) TC = SSC + OC + HC + PC = Rp. 233.932.521 + Rp. 49.006.4235 + Rp. 8.692.802.459 + Rp. 7.383.974.400 = Rp. 8.692.802.459,00

H. Perhitungan Total Cost Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4) AMU =
3.883.929,5+3.362.871+2.896.000+4.179.000 +3685036 60

18.006.836 60

= 300.114 Lembar Average Lead Time (ALT) = 4,13 Bulan 1. Perhitungan safety stock (SS) SS = (AMU x ALT) x P%

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

85

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = (300.114 x 4,13) x 20 % = 247.894 Lembar 2. Perhitungan Minimum Stock Min-Stock = (AMU x ALT) + SS = (300.114 x 4,13) + 247.894 = 1.487.364 Lembar 3. Perhitungan maximum stock Max-Stock =( Min Stock SS) + Min stock = (1.487.364 - 247.894 ) + 1.487.364 = 1.239.470 + 1.487.364 = 2.726.835 Lembar 4. Perhitungan safety stock cost SSC = SS x h = 247.894 x 25 % x Rp. 2.600 = Rp. 319.970.221,00 5. Perhitungan order cost (OC) OC = = =
3685036 2.726.835 1.487.364 3685036 1.239.470


x Rp. 463.479.500

x Rp. 463.479.500

= Rp. 1.377.958.234,00 6. Perhitungan holding cost (HC) HC =


2

2.726.835 1.487.364 2

x 25% x Rp. 2.600

= 1.093.915 25% Rp. 2.600

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

86

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = Rp. 402.827.927,00 7. Perhitungan purchasing cost (PC) PC = D x UC = 3.685.036 x Rp. 2.600 = Rp. 9.581.093.600,00 8. Perhitungan total cost (TC) TC = SSC + OC + HC + PC = Rp. 319.970.221 + Rp. 1.377.958.234 + Rp. 402.827.927 + Rp. 9.581.093.600 = Rp. 11.523.010.932,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

87

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.6.5.2 Perhitungan Total Cost Dengan Metode Blanket Order Metode Blanket Order adalah metode satu kali pemesanan untuk satu tahun pada Inventory dan khusus untuk karung. perusahaan melakukan pemesanan sebanyak 4 kali pasokan ( per tri wulan) selama satu tahun. Sehingga rumusnya dapat diformulasikan sebagai berikut : a. Q =
D 4 Q 2

b. Ordering cost --> 2k c. Holding cost d. Purchasing cost e. Biaya safety stock
Q 2

h = h = % holding cost x UC

= D x UC = SS x h

Sehingga nilai biaya total yaitu : TC = 2k + h + (D x UC) + (SS x h)

A. Perhitungan total cost Sack Urea. Prill. Daun Buah. NonSubsidi. Surabaya (stock number 83603-5). 1. Perhitungan jumlah pasokan Q=
214.900 4

= 53.725 lembar

2. Perhitungan order cost Ordering cost 2k = 2 x Rp 24.340.000 = Rp 48.680.000,00 3. Perhitungan Holding Cost Holding cost = =
Q 2

h (0.25 x 3.885)

53.725 2

= Rp 26.090.203,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

88

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = 389.888 x 0.25 x 3.885 = Rp 18.886.296,00 5. Perhitungan purchasing cost Purchasing cost = D x UC = 214.900 x 3.885 = Rp 834.886.500,00 6. Perhitungan Total cost TC = 2k +
Q 2

h + (D x UC) + (SS x h)

= RP. 48.680.000 + Rp. 26.090.203 + Rp 834.886.500 + Rp. 18.886.296 = Rp 928.596.724,00 B. Perhitungan total cost Sack . Urea. Prill. Daun Buah. Non-Subsidi. Bontang (stock number 86824-8). 1. Perhitungan jumlah pasokan Q=
6.519.800 4

= 1.629.950 lembar

2. Perhitungan order cost Ordering cost 2k = 2 x Rp 817.825.000 = Rp 1.635.650.000,00 3. Perhitungan Holding Cost Holding cost = =
Q 2

h (0.25 x 2.978)

1.629.950 2

= Rp 606.748.888,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

89

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 777.011 x 0.25 x 2.978 = Rp 578.484.987,00 5. Perhitungan purchasing cost Purchasing cost = D x UC = 6.519.800 x 2.978 = Rp 19.415.964.400,00 6. Perhitungan Total cost TC = 2k +
Q 2

h + (D x UC) + (SS x h)

= Rp. 1.635.650.000 + Rp. 606.748.888 + Rp. 19.415.964.400 + Rp. 578.484.987 = Rp 22.238.478.225,00

C. Perhitungan Total Cost Bontang. Karung Urea Daun Buah Non Subsidi Granul (Stock Number : 79382-5) 1. Perhitungan jumlah pasokan Q=
830.271 4

= 207.568 lembar.

2. Perhitungan order cost Ordering cost 2k = 2 x Rp 106.633.813 = Rp. 213.267.626,00 3. Perhitungan Holding Cost Holding cost = =
Q 2

h
2

207.568

(0.25 x 2.889)

= Rp. 68.419.478,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = 68.030 x 0.25 x 2.889 = Rp. 33.412.474,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

90

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

5. Perhitungan purchasing cost Purchasing cost = D x UC = 830.271 x 2.889 = Rp. 2.189.423.309,00 6. Perhitungan Total cost TC = 2k +
Q 2

h + (D x UC) + (SS x h)

= Rp. 213.267.626 + Rp. 68.419.478 + Rp. 2.189.423.309 + Rp. 33.412.474 = Rp. 2.504.730.454,00

D. Perhitungan Total Cost Mataram. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6). 1. Perhitungan jumlah pasokan Q=
1.582.848 4

= 395.712 lembar

2. Perhitungan order cost Ordering cost 2k = 2 x Rp 176.963.280 = Rp 353.926.560,00 3. Perhitungan Holding Cost Holding cost = =
Q 2

h (0.25 x 2749.3)

395.712 2

= Rp 135.991.375,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = 100.463 x 0.25 x 2749,3 = Rp 69.050.604,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

91

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 5. Perhitungan purchasing cost Purchasing cost = D x UC = 1.582.848 x 2749.3 = Rp 4.351.724.006,6. Perhitungan Total cost TC = 2k +
Q 2

h + (D x UC) + (SS x h)

= Rp. 353.926.560 + Rp. 135.991.375 + Rp. 4.351.724.006 + Rp. 69.050.604 = Rp 4.911.088.258,00

E. Perhitungan Total Cost Makassar. Sack. Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2). 1. Perhitungan jumlah pasokan Q=
1.075.113 4

= 268.779 lembar

2. Perhitungan order cost Ordering cost 2k = 2 x Rp 1.426.146.690 = Rp 2.852.293.380,00 3. Perhitungan Holding Cost Holding cost = =
Q 2

h
2

268.778,25

(0.25 x 2.508)

= Rp 84.261.981,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = 117.890 x 0.25 x 2.508 = Rp 73.917.269,00 5. Perhitungan purchasing cost Purchasing cost = D x UC

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

92

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 1.075.113 x 2.508 = Rp 2.696.383.404,00 6. Perhitungan Total cost TC = 2k +
Q 2

h + (D x UC) + (SS x h)

= 2.852.293.380 + 84.261.981 + 2.696.383.404 + 73.917.269 = Rp 5.707.124.812,00

F. Perhitungan Total Cost Bali. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). 1. Perhitungan jumlah pasokan Q=
920.819 4

= 230.205 lembar

2. Perhitungan order cost Ordering cost 2k = 2 x Rp 99.535.995 = Rp. 199.071.990,00 3. Perhitungan Holding Cost Holding cost = =
Q 2

h (0.25 x 2.723)

230.205 2

= Rp 78.355.942,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = 57.939 x 0.25 x 2.723 = Rp. 39.442.110,00 5. Perhitungan purchasing cost Purchasing cost = D x UC = 920.819 x 2.723

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

93

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = Rp 2.507.390.137,00 6. Perhitungan Total cost TC = 2k +


Q 2

h + (D x UC) + (SS x h)

= 199.071.990 + 78.355.942 + 2.507.390.137+ 39.442.110 = Rp 2.824.490.384,00

G. Perhitungan Total Cost Surabaya . karung Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah (91670-6) 1. Perhitungan jumlah pasokan Q=
3.076.656 4

= 769.164 lembar

2. Perhitungan order cost Ordering cost 2k= 2 x Rp 310.515.600 = Rp. 621.031.200,00 3. Perhitungan Holding Cost Holding cost = =
Q 2

h
2

769.164

(0.25 x 2.400)

= Rp 230.749.200,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = 389.887 x 0.25 x 2.400 = Rp. 233.932.521,00 5. Perhitungan purchasing cost Purchasing cost = D x UC = 3.076.656 x 2.400 = Rp. 7.383.974.400,00 6. Perhitungan Total cost

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

94

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013


Q 2

TC = 2k +

h + (D x UC) + (SS x h)

= 621.031.200 + 230.749.200 + 7.383.974.400 + 7.383.974.400 = Rp 8.470.456.485,00 H. Perhitungan Total Cost Bontang. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4) 1. Perhitungan jumlah pasokan Q=
3.685.036 4

= 921.259 lembar

2. Perhitungan order cost Ordering cost 2k = 2 x Rp 463.479.500 = Rp. 926.959.000,00 3. Perhitungan Holding Cost Holding cost = =
Q 2

h (0.25 x 2.600)

921.259 2

= Rp. 299.409.175,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = 247.894 x 0.25 x 2.600 = Rp. 161.131.170,00 5. Perhitungan purchasing cost Purchasing cost = D x UC = 3.685.036 x 2.600 = Rp. 9.581.093.600,00 6. Perhitungan Total cost TC = 2k +
Q 2

h + (D x UC) + (SS x h)

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

95

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 926.959.000 + 299.409.175 + 9.581.093.600 + 161.131.170 = Rp. 10.969.514.205,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

96

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.6.5.3 Perhitungan total cost (TC) dengan menggunakan metode konsinyasi Prinsip metode ini yakni dimana pihak supplier dan perusahaan selaku buyer akan menanggung semua biaya persediaan secara bersama-sama (sharing cost). Namun pada perusahaan PT.Pupuk Kalimantan Timur metode ini diterapkan secara berbeda dimana suplierlah yang menanggung seluruh biaya persediaan yaitu biaya penyimpanan (holding cost). dan segala kerusakan selama barang dipercayakan kepada perusahaan akan ditanggung sepenuhnya oleh supplier. sehingga biaya penyimpanan ideal adalah 0 (holding cost = nol) dan biaya pesan hanya akan dikeluarkan sekali dalam setahun dan selanjutnya biaya beli (purchasing cost) akan dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan barang dari perusahaan. penjelasan secara matematis sebagai berikut : 1. Q =
D 12

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h 4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC 5. Nilai total cost Total cost = 1k + (SS x h ) + (D x UC)

A. Perhitungan total cost Sack Urea. Prill. Daun Buah. NonSubsidi. Surabaya (stock number 83603-5).

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

97

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013


214.900 12

1. Q =

= 17.909 lembar

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k = Rp 24.340.000,00 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h

= 19.445 x 0.25 x 3.885 = Rp 18.886.296,4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC = 214.900 x 3.885 = Rp 834.886.500,00 5. Nilai total cost Total cost = OC + SSC + PC

= 24.340.000 + 18.886.296 + 834.886.500 = Rp 878.112.796,00

B. Perhitungan total cost Sack . Urea. Prill. Daun Buah. NonSubsidi. Bontang (stock number 86824-8). 1. Q =
6.519.800 12

= 543.317 lembar

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k = Rp. 817.825.000,00 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h = 777.011 x 0.25 x 2.978 = Rp. 578.484.987,00 4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC = 6.519.800 x 2.978

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

98

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = Rp. 19.415.964.400,00 5. Nilai total cost Total cost = OC + SSC + PC = 817.825.000 + 578.484.987 + 19.415.964.400 = Rp. 20.812.274.387,00

C. Perhitungan Total Cost Bontang. Karung Urea Daun Buah Non Subsidi Granul (Stock Number : 79382-5)
830.271 12

1. Q =

= 69.190 lembar.

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k = Rp. 106.633.813,00 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h = 68.030 x 0.25 x 2.889 = Rp. 33.412.473,00 4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC = 830.271 x 2.889 = Rp. 2.189.423.309,00

5. Nilai total cost Total cost = OC + SSC + PC = 106.633.813 + 33.412.473 + 2.189.423.309 = Rp. 2.329.469.595,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

99

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 D. Perhitungan Total Cost Mataram. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6). 1. Q =
1.582.848 12

= 131.904 lembar

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k = Rp. 176.963.280,00 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h = 100.463 x 0.25 x 2.749 = Rp. 69.050.604,00 4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC = 1.582.848 x 2.749 = Rp 4.351.724.006,00 5. Nilai total cost Total cost = OC + SSC + PC = 176.963.280 + 69.050.604 + 4.351.724.006 = Rp. 4.597.737.891,00

E. Perhitungan Total Cost Makassar. Sack. Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2).
1.075.113 12

1. Q =

= 89.593 lembar

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k = Rp. 1.426.146.690,00 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

100

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 117.890 x 0.25 x 2.508 = Rp. 73.917.269,00 4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC = 1.075.113 x 2.508 = Rp. 2.696.383.404,00 5. Nilai total cost Total cost = OC + SSC + PC = 1.426.146.690 + 73.917.269 + 2.696.383.404 = Rp. 4.196.447.363,00

F. Perhitungan Total Cost Bali. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). 1. Q =
920.819 12

= 76.735 lembar

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k = Rp. 99.535.995,00 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h = 57.939 x 0.25 x 2.723 = Rp. 39.442.110,00 4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC = 920.819 x 2.723 = Rp 2.507.390.137,00 5. Nilai total cost Total cost = OC + SSC + PC

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

101

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 99.535.995 + 39.442.110 + 2.507.390.137 = Rp. 2.646.368.242,00

G. Perhitungan Total Cost Surabaya . karung Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah (91670-6) 1. Q =
3.076.656 12

= 256.388 lembar.

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k = Rp. 310.515.600,00 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h = 389.888 x 0.25 x 2.400 = Rp. 233.932.521,00 4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC = 3.076.656 x 2.400 = Rp. 7.383.974.400,00 5. Nilai total cost Total cost = OC + SSC + PC = 310.515.600 + 233.932.521 + 7.383.974.400 = Rp 7.928.422.521,00

H. Perhitungan Total Cost Bontang. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4) 1. Q =
3.685.036 12

= 307.086 lembar

2. Nilai biaya pesan Ordering cost 1 x k = Rp. 463.479.500,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

102

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 3. Nilai biaya safety stock Safety stock = SS x h = 247.894 x 0.25 x 2.600 = Rp. 161.131.171,00 4. Nilai biaya persediaan PC (purchasing cost) = D x UC = 3.685.036 x 2.600 = Rp. 9.581.093.600,00 5. Nilai total cost Total cost = OC + SSC + PC = 463.479.500 + 161.131.171 + 9.581.093.600 = Rp. 10.205.704.271,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

103

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.6.5.4 Perhitungan Total Cost (TC) Dengan Menggunakan Metode Re-Order Quantity

A. Perhitungan total cost Sack Urea. Prill. Daun Buah. NonSubsidi. Surabaya (stock number 83603-5). 1. Perhitungan ROQ ROQ faktor = (28.182 x 3,45 ) x 1.65 = 160.424 lembar. 2. Perhitungan Order Cost Order cost =
D ROQ

= (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-

xk
x 24.340.000

214.900 160.424

= Rp. 32.605.231,00 3. Perhitungan holding cost Holding cost = =


ROQ 2

xh
x (0.25)(3.885)

160.424 2

= Rp. 77.905.972,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = Rp 18.886.296,00 5. Perhitungan Purchasing Cost PC (purchasing cost) = D x UC = 214.900 x 3.885 = Rp 834.886.500,00 6. Perhitungan Total cost (TC) TC (total cost) = OC + HC + SSC + PC

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

104

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 32.605.231 + 77.905.972 + 18.886.296 + 834.886.500 = Rp. 964.283.999,00 7. Jumlah order = order/tahun.
D ROQ 214.900 160.424

= 1,3 kali

B. Perhitungan total cost Sack . Urea. Prill. Daun Buah. NonSubsidi. Bontang (stock number 86824-8). 1. Perhitungan ROQ ROQ faktor = (654.050 x 5,94 ) x 1.65 = 6.410.344 lembar. 2. Perhitungan Order Cost Order cost =
ROQ

= (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-

xk
x 817.825.000

6.519.800 6.410.344

= Rp. 831.789.276,00 3. Perhitungan holding cost Holding cost = =


ROQ 2

xh
x (0.25)( 2.978)

6.410.344 2

= Rp. 2.386.250.573,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = Rp. 578.484.987,00 5. Perhitungan Purchasing Cost PC (purchasing cost) = D x UC

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

105

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 6.519.800 x 2.978 = Rp. 19.415.964.400,00 6. Perhitungan Total cost (TC) TC (total cost) = = OC+HC+SSC+PC 831.789.276 + 2.386.250.573 + 578.484.987 + 19.415.964.400 = 7. Jumlah order =
D ROQ

Rp. 23.212.489.236,00

6.519.800 6.410.344

= 1 kali order/tahun.
C. Perhitungan Total Cost Bontang. Karung Urea Daun Buah Non Subsidi Granul (Stock Number : 79382-5) 1. Perhitungan ROQ ROQ faktor = (85.038 x 2,98 ) x 1.65 = 418.131 lembar. 2. Perhitungan Order Cost Order cost =
ROQ

= (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-

xk
x 106.633.813

830.271 418.131

= Rp. 211.739.610,00 3. Perhitungan holding cost Holding cost = =


ROQ 2

xh
x (0.25)( 2.889)

418.131 2

= Rp. 137.826.453,00 4. Perhitungan biaya safety stock

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

106

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Biaya safety stock = SS x h = Rp. 33.412.473,00 5. Perhitungan Purchasing Cost PC (purchasing cost) = D x UC = 830.271 x 2.889 = Rp. 2.189.423.309,00 6. Perhitungan Total cost (TC) TC (total cost) = OC+HC+SSC+PC = 211.739.610 + 137.826.453 + 33.412.473 + 2.189.423.309 = Rp. 2.572.401.845,00 7. Jumlah order =
D ROQ

830.271 418.131

= 2 kali order/tahun.

D. Perhitungan Total Cost Mataram. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91667-6). 1. Perhitungan ROQ ROQ faktor = (153.613 x 3,27 ) x 1.65 = 828.818 lembar. 2. Perhitungan Order Cost Order cost =
ROQ

= (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-

xk
x 2.850.000

1.582.848 828.818

= Rp. 176.963.280,00 3. Perhitungan holding cost Holding cost =


ROQ 2

xh

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

107

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013


828.818 2

x (0.25)( 2.749)

= Rp. 284.833.742,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = Rp. 69.050.604,00 5. Perhitungan Purchasing Cost PC (purchasing cost) = D x UC = 1.582.848 x 2.749 = Rp 4.351.724.006,00 6. Perhitungan Total cost (TC) TC (total cost) = OC + HC + SSC + PC = 176.963.280 + 284.833.742 + 69.050.604 + 4.351.724.006 = Rp. 5.043.566.624,00 7. Jumlah order =
D ROQ

1.582.848 828.818

= 2 kali order/tahun.
E. Perhitungan Total Cost Makassar. Sack. Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2). 1. Perhitungan ROQ ROQ faktor = (181.929,6 x 3,24) x 1.65 = 972.596 lembar. 2. Perhitungan Order Cost Order cost =
ROQ

= (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-

xk

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

108

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013


1.075.113 972.596

x 1.426.146.690

= Rp. 1.576.471.023,00 3. Perhitungan holding cost Holding cost = =


ROQ 2

xh
x (0.25)(2.508)

972.596 2

= Rp. 304.908.734,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = Rp. 73.917.269,00 5. Perhitungan Purchasing Cost PC (purchasing cost) = D x UC = 1.075.113 x 2.508 = Rp. 2.696.383.404,00 6. Perhitungan Total cost (TC) TC (total cost) = = OC+HC+SSC+PC 1.576.471.023 + 304.908.734 + 73.917.269 + 2.696.383.404 = 7. Jumlah order =
D ROQ

Rp 4.651.680.430,00

1.075.113 972.596

= 1 kali order/tahun.
F. Perhitungan Total Cost Bali. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). 1. Perhitungan ROQ ROQ faktor = (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

109

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = (72.424 x 4) x 1.65 = 477.998 lembar. 2. Perhitungan Order Cost Order cost =
ROQ

xk
x 99.535.995

920.819 477.998

= Rp. 191.746.741,00 3. Perhitungan holding cost Holding cost = =


ROQ 2

xh
x (0.25)(2.723)

477.998 2

= Rp. 162.698.705,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = Rp. 39.442.110,00 5. Perhitungan Purchasing Cost PC (purchasing cost) = D x UC = 920.819 x 2.723 = Rp 2.507.390.137,00 6. Perhitungan Total cost (TC) 2901277694 TC (total cost) = = OC + HC + SSC + PC 191.746.741 + 162.698.705 + 39.442.110 + 2.507.390.137 = 7. Jumlah order order/tahun. =
D ROQ

Rp. 2.901.277.694,00

920.819 477.998

= 2 kali

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

110

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 G. Perhitungan Total Cost Surabaya . karung Urea. Prill. Holding. bersubsidi pemerintah (91670-6) 1. Perhitungan ROQ ROQ faktor = (654.174 x 2,98) x 1.65 = 3.216.572 lembar. 2. Perhitungan Order Cost Order cost =
ROQ

= (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-

xk
x 310.515.600

3.076.656 3.216.572

= Rp. 297.008.628,00 3. Perhitungan holding cost Holding cost = =


ROQ 2

xh
2

3.216.572

x (0.25)( 2.400)

= Rp. 964.971.650,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = Rp. 233.932.521,00

5. Perhitungan Purchasing Cost PC (purchasing cost) = D x UC = 3.076.656 x 2.400 = Rp. 7.383.974.400,00 6. Perhitungan Total cost (TC) TC (total cost) = = OC + HC + SSC + PC 297.008.628 + 964.971.650 + 233.932.521 + 7.383.974.400

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

111

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 = 7. Jumlah order =


D ROQ

Rp. 8.879.887.198,00

3.076.656 3.216.572

= 1 kali order/tahun.
H. Perhitungan Total Cost Bontang. Sack Urea Holding. bersubsidi pemerintah (stock number 91671-4) 1. Perhitungan ROQ ROQ faktor = (300.114 x 4,13) x 1.65 = 2.045.126 lembar. 2. Perhitungan Order Cost Order cost =
ROQ

= (avg. monthly usage x avg. lead team) x k-

xk
x 463.479.500

3.685.036 2.045.126

= Rp. 835.126.202,00 3. Perhitungan holding cost Holding cost = =


ROQ 2

xh
x (0.25)(2.600)

2.045.126 2

= Rp. 664.666.080,00 4. Perhitungan biaya safety stock Biaya safety stock = SS x h = Rp. 161.131.171,00 5. Perhitungan Purchasing Cost PC (purchasing cost) = D x UC = 3.685.036 x 2.600 = Rp. 9.581.093.600,00

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

112

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 6. Perhitungan Total cost (TC) TC (total cost) = = OC + HC + SSC + PC 835.126.202 + 664.666.080 + 161.131.171 + 9.581.093.600 = 7. Jumlah order =
D ROQ

Rp. 11.242.017.053,00

3.685.036 2.045.126

= 2 kali order/tahun.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

113

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

4.7 Hasil rekap perhitungan data Setelah dilakukan perhitungan terhadap data-data tiap item. maka didapatkan hasil berupa nilai forecasting tiap item, nilai total cost dan persediaan dengan metode Min-Max stock, blanket order, dan konsinyasi. Hasil-hasil perhitungan tersebut kemudian direkap kedalam tabel-tabel berikut :

4.7.1 Hasil rekap perhitungan forecasting Hasil perhitungan forecasting tiap item untuk periode 2009-2012 adalah sebagai berikut : Tabel 4.18 Hasil Rekap Perhitungan Forecasting Masing-Masing Stock Number Untuk Tahun 2013 Stock number item 83603-5 Item Sack urea prill. daun buah non subsidi (Surabaya). Sack urea prill. daun buah non 86824-8 subsidi (Bontang). Sack urea granul. daun buah non 79382-5 subsidi (Bontang). Sack urea holding. bersubsidi 91667-6 pemerintah (Mataram). Sack urea prill. holding. bersubsidi 91672-2 pemerintah (Makassar). Sack urea holding. bersubsidi 91668-4 pemerintah (Bali) Karung urea prill. holding. 91670-6 bersubsidi pemerintah (Surabaya). Nilai forecasting periode 2013-2014 214.900 Lembar

6.519.800 Lembar

1.550.400 Lembar

1.582.848 Lembar

1.075.113 Lembar

920.819 Lenbar

3.076.656 Lembar

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

114

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 Sack urea holding. bersubsidi 91671-4 pemerintah (Bontang).

3.685.036 Lembar

4.7.2 Hasil Perhitungan Total Cost (TC) Hasil perhitungan total cost tiap item dengan berbagai metode yang telah di adalah sebagai berikut : Table 4.19 hasil perhitungan total cost masing-masing stock number dengan menggunakan metode min-max, BO, Konsinyasi, dan ROQ
Item
NS Prill(Surabaya). NS Prill (Bontang). NS Granul (Bontang). Holding(Mataram). Holding(Makassar). Holding (Bali) Holding (Surabaya). Holding (Bontang). Total Cost

Min-Max Stock
Rp 954.787.167 Rp 22.813.114.161 Rp 2.655.737.323 Rp 5.151.032.269 Rp 5.556.271.033 Rp 2.961.819.646 Rp 8.692.802.459 Rp 11.523.010.932 Rp. 60.308.574.989

Blanket Order
Rp 928.596.724 Rp 22.238.478.225 Rp 2.504.730.454 Rp 4.911.088.258 Rp 5.707.124.812 Rp 2.824.490.384 Rp 8.470.456.485 Rp 10.969.514.205 Rp. 58.554.479.547

Konsinyasi
Rp 878.112.796 Rp 20.812.274.387 Rp 2.329.469.595 Rp 4.597.737.891 Rp 4.196.447.363 Rp 2.646.368.242 Rp 7.928.422.521 Rp 10.205.704.271 Rp. 53.594.537.066

ROQ
Rp 964.283.999 Rp 23.212.489.236 Rp 2.572.401.845 Rp 5.043.566.624 Rp 4.651.680.430 Rp 2.901.277.694 Rp 8.879.887.198 Rp 11.242.017.053 Rp. 59.467.604.078

4.7.3 Hasil Rekap Perhitungan Kuantitas Pemesanan Untuk Satu Kali Order Hasil perhitungan persediaan untuk mengantisipasi stock karung digudang untuk lonjakan permintaan dari data periode 2009-2012, maka dilakukan analisa permasalahan dan membahas objek penelitian untuk karung Urea Non-Subsidi yang mewakili stock number (83603-5, 86824-8, 79382-5) dan karung subsidi pemerintah (holding) yang mewakili stock number (91667-6, 91672-2, 91668-4, 91670-6, 91671-4) dengan melakukan perhitungan total cost untuk masing-masing stock

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

115

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 number dengan menggunakan metode ROQ, Min-Max Stock, Balnket Order dan Konsinyasi. Hasil perbandingannya dapat dapat dilihat dibawah tabel di bawah ini : Table 4.20 Hasil Rekap Perhitungan Kuantitas Pemesanan Untuk Satu Kali Order Min-Max Item Stock (Lembar) NS Prill(Surabaya) NS Prill (Bontang) NS Granul (Bontang) Holding(Mataram) Holding(Makassar) Holding (Bali) Holding (Surabaya). Holding (Bontang). Jumlah 48.613 1.942.528 126.706 251.158 294.726 144.848 974.719 619.735
4.403.036

Blanket Order (Lembar) 53.725 1.629.950 207.568 395.712 268.779 230.204 769.164 921.259
4.476.361

Konsinyasi (Lembar) 17.908 543.317 69.189 131.904 89.593 76.735 256.388 307.087
1.429.850

Re-Order Quantity (Lembar) 160.424 6.410.344 418.131 828.819 972.596 477.998 3.216.572 2.045.126
14.531.016

4.7.4 Metode Min-Max Pada metode Min-Max perhitungan Total Cost dipengaruhi oleh kondisi minimum dan maksimum persediaan. Pada kondisi persediaan (ROP), pihak perusahaan diharapkan melakukan pemesanan kembali, sehingga nilai persediaan tetap diantara minimum dan maksimum, nilai minimum ini juga dipengaruhi oleh lead time dan jumlah pemakaian rata-rata tiap bulan berdasarkan nilai demand forecast dan nilai total cost, dipengaruhi oleh order cost, holding cost, purchasing cost, dan melibatkan nilai cadangan

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

116

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 untuk mengatasi lonjakan permintaan. Berikut ini nilai minimum dan maksimum persediaan dari nilai total cost : Table 4.21 hasil rekap perhitungan masing-masing Stock number dengan menggunakan metode min-max

Stock number item 83603-5 86824-8 79382-5 91667-6 91672-2 91668-4 91670-6 91671-4

Item NS Prill(Surabaya) NS Prill (Bontang) NS Granul (Bontang) Holding(Mataram) Holding(Makassar) Holding (Bali) Holding (Surabaya). Holding (Bontang). Jumlah

Min-Max Stock (Lembar) 48.613 1.942.528 126.706 251.158 294.726 144.848 974.719 619.735 4.403.036

Total Cost Rp 954.787.167 Rp 22.813.114.161 Rp 2.655.737.323 Rp 5.151.032.269 Rp 5.556.271.033 Rp 2.961.819.646 Rp 8.692.802.459 Rp 11.523.010.932 Rp. 60.308.574.989

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

117

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.7.5 Metode Blanket Order Pada perhitungan nilai total cost, hanya bergantung pada kebijakan perusahaan yaitu jumlah pemesanan hanya dua dimana 2 kali biaya order, setiap pemesanan terdiri dari 2 kali pasokan, sehingga biaya holding costnya berdasarkan nilai rata-rata pasokan yang terdiri dari 4 kali pasokan setiap tahun, biaya pembelian (PC) serta melibatkan biaya cadangan untuk mengatasi lonjakan permintaan (safety stock), berikut rekap nilai quantity dan nilai total cost : Table 4.22 hasil rekap perhitungan masing-masing Stock number dengan menggunakan metode Blanket Order

Stock number item 83603-5 86824-8 79382-5 91667-6 91672-2 91668-4 91670-6 91671-4

Item NS Prill(Surabaya) NS Prill (Bontang) NS Granul (Bontang) Holding(Mataram) Holding(Makassar) Holding (Bali) Holding (Surabaya). Holding (Bontang). Jumlah

Blanket Order (Lembar) 53.725 1.629.950 207.568 395.712 268.779 230.204 769.164 921.259
4.476.361

Total Cost Rp 928.596.724 Rp 22.238.478.225 Rp 2.504.730.454 Rp 4.911.088.258 Rp 5.707.124.812 Rp 2.824.490.384 Rp 8.470.456.485 Rp 10.969.514.205 Rp. 58.554.479.547

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

118

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.7.6 Metode Konsinyasi Pada perhitungan total cost hanya dipengaruhi oleh 1 kali biaya order dan biaya pembelian. Holding cost adalah 0 karna semua biaya ada di gudang ditanggung sepenuhnya oleh pihak pemasok, serta melibatkan safety stock untuk mengatasi lonjakan permintaan, berikut rekap nilai total costnya. Table 4.23 hasil rekap perhitungan masing-masing Stock number dengan menggunakan metode Konsinyasi

Stock number item 83603-5 86824-8 79382-5 91667-6 91672-2 91668-4 91670-6 91671-4

Item

Konsinyasi (Lembar) 17.908 543.317 69.189 131.904 89.593 76.735 256.388 307.087 1.429.850

Total Cost

NS Prill(Surabaya) NS Prill (Bontang) NS Granul (Bontang) Holding(Mataram) Holding(Makassar) Holding (Bali) Holding (Surabaya). Holding (Bontang). Jumlah

Rp 878.112.796 Rp 20.812.274.387 Rp 2.329.469.595 Rp 4.597.737.891 Rp 4.196.447.363 Rp 2.646.368.242 Rp 7.928.422.521 Rp 10.205.704.271 Rp. 53.594.537.066

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

119

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 4.7.7 Metode Re-order Quantity (ROQ) Perhitungan dipengaruhi total oleh cost nilai berdasarkan pemakaian nilai quantity tiap yang bulan

rata-rata

berdasarkan nilai forecast demand dan rata-rata nilai lead time, untuk beberapa item yang nilai siklus optimal (t0) lebih kecil dari lead team (L), maka persamaan lead team perlu dikurangi waktu siklus optimal, yaitu L-t0. Nilai total cost dipengaruhi oleh order cost, holding cost, purchasing cost, dan melibatkan nilai safety stock untuk mengatasi lonjakan permintaan. Berikut ini adalah hasil rekap perhitungan ROQ dan total cost : Table 4.24 hasil rekap perhitungan Toiap Stock number Metode ROQ Re-Order Item Quantity (Lembar) NS Prill(Surabaya) NS Prill (Bontang) NS Granul (Bontang) Holding(Mataram) Holding(Makassar) Holding (Bali) Holding (Surabaya). Holding (Bontang). Jumlah 160.424 6.410.344 418.131 828.819 972.596 477.998 3.216.572 2.045.126
14.531.016

Stock number item

Total Cost

83603-5 86824-8 79382-5 91667-6 91672-2 91668-4 91670-6 91671-4

Rp 964.283.999 Rp 23.212.489.236 Rp 2.572.401.845 Rp 5.043.566.624 Rp 4.651.680.430 Rp 2.901.277.694 Rp 8.879.887.198 Rp 11.242.017.053 Rp. 59.467.604.078

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

120

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa pada pengolahan data, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Bahan baku yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah karung yang merupakan material yang sangat urgent karna pemakaiannya rutin digunakan setiap masa produksi berlangsung. Dengan melihat tingkat pemakain karung yang masih digunakan sampai saat ini (history issued) maka kami menyeleksi stock number karung secara manual yang kapasitas pemakaiannya lengkap dari tahun 2009 sampai 2012 untuk mendapatkan peramalan yang akurat pada tahun 2013. Adapun stock number yang lolos seleksi adalah sebagai berikut : 1. Sack, Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Surabaya (stock number 83603-5). 2. Sack, Urea, Prill, Daun Buah, Non-Subsidi, Bontang (stock number 86824-8). 3. Sack, Urea, Granul, Daun Buah Non-Subsidi, Bontang (stock number 79382-5). 4. Mataram, Sack Urea Holding, bersubsidi number 91667-6). 5. Makassar, Sack, Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91672-2). 6. Bali, Sack Urea Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91668-4). 7. Surabaya , karung Urea, Prill, Holding, bersubsidi pemerintah (stock number 91670-6). pemerintah (stock

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

121

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 8. Bontang, Sack Urea Holding, bersubsidi number 91671-4). 2. Peramalan (forecasting) jumlah pemakaian material terpilih pemerintah (stock

menggunakan software Win-QSB dengan menggunakan metode linear regretion yang memiliki nilai MAPE (mean absolute presentage error) terendah dari seluruh metode yang ada. Adapun hasil peramalan (forecast tiap stock number pada tahun 2013 dengan menggunakan software WINQSB) adalah sebagai berikut : Table 5.1 hasil peramalan masing-masing stock number tahun 2013 dengan menggunakan software Win-QSB Stock number item 83603-5 Item Sack urea prill. daun buah non subsidi (Surabaya). Sack urea prill. daun buah non 86824-8 subsidi (Bontang). Sack urea granul. daun buah non 79382-5 subsidi (Bontang). Sack urea holding. bersubsidi 91667-6 pemerintah (Mataram). Sack urea prill. holding. bersubsidi 91672-2 pemerintah (Makassar). Sack urea holding. bersubsidi 91668-4 pemerintah (Bali) Karung urea prill. holding. 91670-6 bersubsidi pemerintah (Surabaya). Sack urea holding. bersubsidi 91671-4 pemerintah (Bontang). Nilai forecasting periode 2013-2014 214.900 Lembar

6.519.800 Lembar

1.550.400 Lembar

1.582.848 Lembar

1.075.113 Lembar

920.819 Lenbar

3.076.656 Lembar

3.685.036 Lembar

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

122

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 3. Dari hasil peramalan terhadap nilai pemakaian stock number, maka kami menentukan nilai total cost yang minimum dari setiap stock number dengan membandingkan metode min-max stock, blanket order, konsinyasi, dan re-order quantity. Hasil perhitungan total cost keseluruhan stock number secara berurut sebagai berikut : a. Metode Konsinyasi dengan TC :Rp. 53.594.537.066,00 b. Metode Blanket order TC c. Metode ROQ dengan TC : Rp. 58.554.479.547,00 : Rp. 59.467.604.078,00

d. Metode Min-Max dengan TC : Rp. 60.308.574.989,00 Dari hasil nilai total cost yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai total cost terendah adalah dengan menggunakan metode konsinyasi. Hal ini disebabkan karna metode konsinyasi tidak menggunakan biaya inventory (holding cost) sebagai salah satu faktor untuk menghitung total cost apabila dibandingkan dengan metode lain. Perhitungan total costnya hanya dipengaruhi oleh satu kali biaya order costnya dan biaya pembelian. Biaya inventory adalah nol karna seluruh biaya selama barang ada di gudang ditanggung oleh pihak vendor serta melibatkan nilai cadangan untuk mengatasi lonjakan permintaan.

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

123

Laporan Praktek Kerja Lapangan 2013 5.2 Saran Melalui penelitian dan analisa yang kami lakukan maka kami menyampaikan beberapa saran sebagai berikut : 1. Penggunaan teknik peramalan yang sesuai dengan pola data historis yang menghasilkan nilai error terendah, sehingga hasil peramalan, dapat membantu dalam perencanaan kebutuhan di masa yang akan datang. 2. Data lead time, Min-Max stock, estimasi harga, data issued dan data inventory karung dalam software Avantis harus selalu di input dan di update untuk memudahkan dalam mengontrol dan mengawasinya. 3. Perlunya area gudang yang luas untuk penempatan karung sehingga ketika ada pasokan karung bisa tertampung di dalam gudang, dan tidak perlu di letakkan di luar. Juga area untuk penempatan karung supaya tidak dijadikan tempat penyimpanan material yang lain sehingga cukup untuk penempatan karung. 4. Untuk batas ideal penyusunan karung yang baik, cukup tersusun dua pallet keatas dengan kapasitas penampungan 15 Bal/pallet, untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan runtuhnya karung.. 5. Untuk posisi karung di atas palet harus tertata dengan rapi sehingga karung tetap dalam keadaan baik (tidak terlipat-lipat). 6. Lebih cepat merespon apabila adanya tanda kehabisan stock karung untuk mengantisipasi agar proses pengantongan pupuk tetap berlangsung (kontinyu).

Teknik & Manajemen Industri | Akademi Teknik Industri Makassar

124

DAFTAR PUSTAKA
1. Mappincara, A. Baso dan Asrianti Petrus, 2010, Analisa Perbandingan Total Cost Dengan Metode Economic Order Quantity, Minimum-Maximum Stock, Blanket Order, Konsinyasi Dan Re-Order Quantity Material Consumable Untuk Mengantisipasi Kebutuhan Turn-Around Pabrik Periode 2009-2010, Laporan Kerja Praktek PT. Pupuk Kaltim : Makassar : Akademi Teknik Industri Makassar 2. Astuti, Suci Farida, 2012, Analisis Metode Pengendalian Peresediaan Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Dengan Blanket Order, Min-Max Stock Dan Model Probabilistic Sederhana Pada Kelompok Bahan Baku Chemical Periode 2011-2012, Laporan Kerja Praktek PT. Pupuk Kaltim : Semarang : Uiversitas Diponegoro 3. Kusuma, hendra, 1990, Perencanaan dan pengendalian produksi: ANDI Yogyakarta : Yogyakarta 4. http://www.pupukkaltim.com/ina/index.php 5. http://km.pupukkaltim.com/