Anda di halaman 1dari 35

TEKNIK TRANSMISI ANALOG

1. 2. 3. 4.

Karakteristik Sinyal Performansi Waktu Propagasi Baseband Processing


1

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Obyektif Perkuliahan

Modul ini membahas bagaimana sinyal baseband yang akan diangkut, menyesuaikan karakteristik dari sinyal yang dikirimkan terhadap keterbatasan daya dan lebar pita kanal satelit. Hal ini adalah aspek yang penting dari komunikasi satelit karena daya mempengaruhi masa satelit dan ukuran stasiun bumi dan lebar-pita yang dibatasi oleh regulasi Tujuannya adalah untuk mencapai hasil yang optimum yang memberikan kapasitas yang max dengan biaya yang minimum

Referensi : Maral, G and Bousquet, M., Satellite Communication Technology : System and Design, John Willey and Son, 1995 Chapter , page FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
2

Agenda Perkuliahan
Karakteristik Sinyal Performansi Waktu Propagasi Baseband Processing

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Pendahuluan
Transmisi Analog meliputi :

Proses di Sinyal Baseband Jumlah Kanal yang didukung oleh Carrier Tipe-tipe Modulasi yang digunakan

FM SSB-AM Transmisi telepone menggunakan SCPC/FM, FDM/FM, dan FDM/SSB-AM Transmisi televisi menggunakan SCPC/FM
FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
4

Studi kasus

Karakteristik Sinyal
Beberapa jenis sinyal Sinyal Kanal Telepon baseband Voice channel : 300 Hz Speech pada kanal telepon 3400 Hz Televisi Test tone : 800 Hz Broadcast radio programme (CCITT) atau 1000 Hz Data (US) Energi 99% Energi Daya pada titik zero Energi voice max voice < 3 relative level di kanal kHz telepon dengan referensi impedansi 600 adalah 1 mW atau 0 dBm0

300

800

FAKULTAS ELEKTRO 3400 & KOMUNIKASIf

(Hz)

Karakteristik Sinyal
Daya sinyal voice rata-rata :

Pm = Pa + 0,115 2 + 10 log

Pa = 12,9dBm0

Daya rata-rata sinyal speech Standar deviasi distribusi normal daya sinyal

= 5,8dB = 0,25

Faktor aktivitas pembicaraan (speak and listen)

Pm = 15dBm0

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Karakteristik Sinyal

Meaning of dBm0 (by ITU-T) If a measuring signal with an absolute power level LM (in dBm) is applied at point T, the absolute power level of signal appearing at a point X, where the relative level is LXR (in dBr), will be LM + LXR (in dbm). Conversely, if a signal at X has an absolute power level LXA (in dBm), it is often convenient to refer it to zero relative level point by computing L0 (in dBm0) by the formula:

L0 = LXA LXR

This formula may be used, not only for signals, but also for noise (weighted or unweighted), which helps in the computation of a signalto-noise ratio.
FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
7

Karakteristik Sinyal
Sinyal Televisi

Standar televisi berwarna : NTSC (japan, USA, Canada, Mexico, Asia, Amerika selatan) 30 frames/s, 525 lines/frame PAL (Phase Alternating Line) : Europe kecuali perancis, Australia, Amerika selatan, dan Afrika 25 frames/s, 625 lines/frame SECAM(SEquentiel Couleur A Memoire) :Perancis, USSR, Timur Tengah & Afrika MAC(Multiple Access Componen) Satellite broadcasting Sinyal televisi terdiri dari Luminance black & white Chrominance warna Sound
8

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Standar TV Beberapa Negara

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Karakteristik Sinyal
Pembangkitan sinyal televisi

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

10

Karakteristik Sinyal
Spektrum sinyal komposit

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

11

Karakteristik Sinyal
Standar MAC (Multiplexed Analogue Component)

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

12

Karakteristik Sinyal
Alokasi satu perioda komponen sinyal MAC

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

13

Karakteristik Sinyal
Radio Broadcast

Program

40 Hz s.d. 15 kHz

Data Representasi sinyal : NRZ, RZ, Biphase, Manchester

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

14

Karakteristik Sinyal
Spektrum

sinyal data

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

15

Performansi
Parameter kualitas

S/N = daya sinyal baseband/daya noise baseband analog BER (Bit Error Rate) digital Kedua parameter bergantung pada nilai (C/N0)T menunjukkan kualitas link station station dan didefinisikan pada input penerima stasiun bumi.

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

16

Waktu Propagasi
Waktu propagasi di space link

t SS = (RU + RD ) c
Ru : jarak SB-Satelit, RD : jarak Satelit-SB
Waktu propagasi di jaringan terestrial (Switch

+ propagasi)

t N [ms ] = 12 + (0,004 jarak [ km])

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

17

Baseband Processing
Tujuan : meningkatkan kualitas space link

menggunakan metoda dimana costnya lebih rendah bila dibandingkan modifikasi di salah satu parameter link budget Metode yang digunakan

Untuk teleponi

Aktivasi suara Pre- dan de-emphasis Kompresi dan ekspansi Pre- dan de-emphasis
FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
18

Untuk televisi

Baseband Processing
Aktivasi suara Prinsip : hanya membangun space link jika subscriber benar-benar berbicara.

Pada SCPC voice activity = 0,25 mengurangi daya 6 dB

Pre- dan de- emphasis Noise di output demodulator untuk FM mempunyai rapat spektral parabolik. Komponen frekuensi tinggi lebih terpengaruh noise daripada frekuensi rendah

Perbaikan untuk teleponi : 4 5 dB Perbaikan untuk televisi : 13 dB


FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
19

Baseband Processing
Noise Filter Preemphasis FM Modulator

+
C N0

fmax

fmax

Filter Deemphasis

FM Demodulator

Receiver Filter

fmax

fmax

C N

S N 2

S N 1 FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

20

Baseband Processing
Companding Prinsip : perbaikan S/N diperoleh di output demodulator diperoleh dengan mengurangi dynamic range sinyal sebelum modulasi dan melakukan kebalikannya setelah demodulasi
Compressor
0 10 20 30 40 50 5 10 15 20 25 30 50 Noise

Satellite link

Expander
0 10 20 30 40 50 70

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Noise ditekan di penerima

21

Baseband Processing
Multiplexing Dalam transmisi analog : FDM

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

22

Baseband Processing
Amplitude Modulation Bentuk gelombang AM

v(t ) c(t ) = A 1 + m AM V cos(c t ) max


mAM = indeks modulasi Okupasi spektral


B = 2 f max

Khusus untuk SSB-AM

B = f max
FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
23

Baseband Processing
Frequency Modulation

Bentuk gelombang FM :

Banyak digunakan karena : S/N di output detektor FM >> C/N di input detektor (capture effect) Satelit : power limited dari pada bandwidth limited bekerja dengan level C/N rendah Kelemahan FM : Bandwidth yang lebar Efisiensi spektral rendah

v(t ) = A cos c t + sin (modt ) mod = A cos(c t + m sin (modt ))


m = indeks modulasi

Bandwidth FM (aturan Carson)

B = 2 f mod (m + 1) B = 2(f + f mod )

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

24

Baseband Processing
Perbaikan S/N pada FM Perbaikan pada FM

S C 3 BIF (f peak ) = 3 3 N N 2 f f o i 2 1

S C 3 BIF peak = 3 N N 2 f max o i

(f )

)
2

tersebut hanya akan valid bila C/N > dari nilai minimum yang disebut threshold demodulator. Jika C/N < threshold, S/N akan turun dengan cepat.

S C 2 ( ) = 3 1 + m m N o N i
25

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Baseband Processing
Transmisi Telepon pada SCPC/FM SCPC = Single Channel per Carrier
2 C (f rms ) S 3 pw = 3 f max N o N 0 T

frms = frekuensi deviasi rms fmax = frekuensi maksimum kanal telepon (3,4 KHz) p = faktor perbaikan akibat pre- dan de-emphasis (6,3 dB) dan companding (17 dB) w = faktor weighting psophometric (2,5 dB) (C/N0)T = carrier to noise spectral density ratio pada input receiver (Hz)
FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
26

Baseband Processing
f rms = f peak gL

g = 12,6 Faktor kliping yg bisa diterima L = Load factor

( P + 0 ,115 )/ 20 L = 10 = 0,35 L = 10 (P + 0, 002875 )/ 20 = 0,53


2 a
2 a

Tanpa companding Dengan companding

Pa = 12,9dBm0

= 5,8dB
FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
27

Baseband Processing
Contoh 1

Contoh 2

SCPC/FM dgn emphasis tanpa companding. Link satelit antara 2 stasiun menempati bandwidth BN=25 kHz. S/N target = 50 dB. L = 0,35; p = 6,3 dB; w=2,5 dB fp = (BN/2) fmax = 12500 3400 = 9100 Hz frms = 9100/(12,6 x 0,35) = 2063,5 Hz (C/N0)T = 76,1 dB(Hz) (C/N)T = (C/No)T/BN = 32,1 dB

Transmisi SCPC/FM dgn companding & emphasis L = 0,53 p = 17 dB+6,3 dB = 23,3 dB fr = 9100/(12,6 x 0,53) = 1362,7 Hz (C/N0)T = 62,7 dB (C/N)T = 18,7 dB Gain akibat companding = 13.4 dB

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

28

Baseband Processing
Transmisi Telepon pada FDM/FM

Carrier adalah FM dengan sebuah multiplex telepon FDM sebanyak n channel S/N pada output modulator
S C 1 f rms pw = N N 0 T b f max

Bandwidth yang dibutuhkan

B = 2(f p + f max ) f p = gLf rms g = 3,16


Faktor beban : Tanpa companding


L = 10 L = 10
( 15+10 log n )
20

frms = deviasi frek (sinyal test) fmax = frek max sinyal multiplex b = bandwidth 1 kanal telepon = 3,1 KHz p = faktor perbaikan = 4 dB w = faktor bobot =2,5 dB

n > 240 n < 240

( 1+ 4 log n )
20

Dengan companding
L = 10 L = 10
( 11, 2 +10 log n )
20

n > 240 n < 240


29

( 2,8+ 4 log n )
20

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Baseband Processing
Kapasitas dan

band frekuensi multiplex analog yang digunakan di komunikasi satelit

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

30

Baseband Processing
Contoh 1 : FDM/FM tanpa Contoh 2 : FDM/FM dengan

companding Diketahui bandwidth repeater satelit 36 MHz. hitung (C/No)T yang dibutuhkan untuk sebuah multiplex 972 kanal fmax = 4028 kHz. L = 5,54 fp= BN/2 fmax =13,97 MHz fr= fp/gL = 0,798 MHz S/N = 50 dB pw = (4+2,5) dB =6,5 dB (C/No)T = 92,5 dB(Hz) (C/N)T = 16,9 dB

companding Diketahui bandwidth repeater satelit 36 MHz. hitung (C/No)T yang dibutuhkan untuk sebuah multiplex 972 kanal dengan companding fmax = 4028 kHz. L = 8,6 fp= BN/2 fmax =13,97 MHz fr= fp/gL = 0,514 MHz S/N = 50 dB pw = (17+4+2,5) dB=23,5 dB (C/No)T = 79,3 dB(Hz) (C/N)T = 3,7 dB
31

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

Baseband Processing
Transmisi Telepon pada FDM/SSB-AM

Jika diketahui frekuensi maksimum fmax dari multiplex 4500 n , dengan n adalah jumlah kanal telepon, maka bandwidth yang dipakai adalah 4500 n Hz. Daya carrier = nPm Untuk S/N = 50 dB Pm/N = 35 dB (C/N)T yang dibutuhkan = 35 + 10 log n

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

32

Baseband Processing
Transmisi Televisi pada

SCPC/FM

S/N pada output demodulator


2

fTPP = deviasi frekuensi peak to peak Bn = bandwidth noise pw = faktor perbaikan

S C 3 fTPP = N N 0 T 2 Bn

1 B pw n

Bandwidth yang dibutuhkan


B N = f TPP + 2 f max

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

33

Baseband Processing
Contoh 1 : transmisi televisi 625/50 oleh INTELSAT Data : fTPP = 15MHz, fmax = 6 MHz, Bn = 5MHz, pw = 13,2 dB S/N = -42,5 + (C/N0)T Jika S/N diinginkan 45 dB dibutuhkan (C/N0)T = 87,5 dB(Hz). Bandwidth yang digunakan carrier = BN = 27 MHz Dengan 89,6 dB(Hz), INTELSAT menyediakan S/N 47,1 dB Akan tetapi INTELSAT hanya menggunakan 15,75 MHz bandwidth untuk dapat mentransmisikan 2 carrier tv pada Xponder 36 MHz. Terjadi freq. overdeviation. Dengan BN = 15,75 MHz S/N = 29,5 dB + (C/N)T Untuk S/N 45 dB, dibutuhkan (C/N)T = 15,5 dB
FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI
34

Baseband Processing
Contoh 2 : transmisi televisi 625/50 oleh ASTRA Data : fTPP = 13,5 MHz, fmax = 6 MHz, Bn = 5 MHz, pw = 13,2 dB S/N = -43,4 + (C/N0)T Jika S/N diinginkan 45 dB dibutuhkan (C/N0)T = 88,4 dB(Hz). Bandwidth yang digunakan carrier = BN = 25,5 MHz Dengan Bn = 25, 5 MHz S/N = 30,7 dB + (C/N)T Untuk S/N 45 dB, dibutuhkan (C/N)T = 14,3 dB Dengan C/N 13 dB, ASTRA menyediakan S/N 43,7 dB

FAKULTAS ELEKTRO & KOMUNIKASI

35