Anda di halaman 1dari 19

PERUBAHAN FISIOLOGI DAN PSIKOLOGIS PADA MASA KEHAMILAN

Di Susun Oleh Nama NIM : RIA ANGGRAINI : 201207179

PROGRAM DIPLOMA III KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN ADILA BANDAR LAMPUNG 2013/2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan MakalahPerubahan Fisiologi Dan Psikologis Pada Masa Kehamilan

Dalam

penyusunan

Makalah

ini,

penulis

tidak lupa

mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas Makalah ini sehinggga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini. Dan tidak lupa juga kami ucapkan terima

kasih kepada Dosen Pembimbing yang telah membimbing kami.

Dalam penyusunan Makalah ini penulis berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca umumnya.

Bandar Lampung, Desember 2013

Penulis

DAFTAR ISI
1. Sampul............................................................................... 2. Kata Pengantar.............................................................................. 3. Daftar isi........................................................................................ 4. BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang............................................................ 1.2 Rumusan Masalah.................................... 1.3 Tujuan.. 1.4 Metode Penulisan 1.5 Sistematika Penulisan.. 5. BAB II Pembahasan 2.1 Pengertian Kehamilan ............................................ 2.2 Tanda-tanda Kehamilan ................ 2.3 Perubahan-perubahan Fisiologi . 5. BAB III Penutup 3.1 Kesimpulan 18 3.2 Penutup. 18 8 9 13 4 5 5 5 5 1 2 3

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang Kehamilan merupakan episode dasar dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah

mengalaminya. Perubahan kondisi fisik dan emosional yang kompleks, memerlukan adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup dengan proses kehamilan yang terjadi.

Hubungan episode kehamilan dengan reaksi psikologi yang terjadi yaitu : Trimester pertama : sering terjadi fluktuasi lebar aspek emosional sehingga periode ini mempunyai risiko tinggi untuk terjadinya pertengkaran atau rasa tidak nyaman. Trimester kedua : fluktuasi emosional sudah mulai mereda dan perhatian wanita hamil lebih berfokus pada berbagai perubahan tubuh yang terjadi selama

kehamilan, kehidupan seksual, keluarga dan hubungan batiniah dengan bayi yang dikandungnya. Trimester ketiga : berkaitan dengan bayangan risiko kehamilan dan proses persalinan sehingga wanita hamil sangat emosional dalam upaya mempersiapkan atau mewaspadai segala sesuatu yang mungkin akan dihadapi. Kehamilan bagi keluarga dan khususnya seorang wanita merupakan peristiwa yang penting, meskipun demikian kehamilan juga merupakan saat saat krisis bagi keluarga di mana terjadi perubahan identitas dan peran ibu, ayah, serta anggota keluarga lainnya. Tugas ibu pada masa kehamilan : 1. Menerima kehamilannya. 2. Membina hubungan dengan janin. 3. Menyesuaikan perubahan fisik. 4. Menyesuaikan perubahan hubungan suami istri. 5. Persiapan melahirkan dan menjadi orang tua. 6. Kehamilan dapat sebagai :

a. Krisis Krisis merupakan ketidakseimbangan psikologis yang dapat disebabkan oleh situasi atau oleh tahap perkembangan.

b. Stresor Model konseptual menyatakan bahwa krisis psikologis dan sosial

dipertimbangkan, sebagai kejadian yang kritis tapi tidak selalu ditunjukkan dengan masalah psikologis dan interpersonal yang nyata. Setiap perubahan yang terjadi pada seseorang dapat merupakan stressor. Kehamilan membawa perubahan yang signifikan pada ibu sehingga dapat dinyatakan sebagai stressor, yang juga mempengaruhi psikologis anggota keluarga lainnya.

c. Transisi Peran Terjadi perubahan interaksi rutin dalam keluarga, dengan adanya anggota keluarga yang baru sehingga terjadi perubahan peran masing-masing anggota keluarga ; ayah, ibu, dan anggota keluarga yang lainnya.

1.2. Rumusan Masalah Maka rumusan masalahnya akan dibahas dalam makalah ini yaitu: 1. Fisiologi Dan Psikologis Pada Masa Kehamilan 2. Pengertian Kehamilan 3. Tanda Tanda Kehamilan

1.3.Tujuan

1. Agar para mahasiswa dapat mengetahui apa itu Fisiologi Dan Psikologis
Pada Masa Kehamilan

2. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Psikologi


1.4 Metode Penulisan Metode penulisan dengan mengumpulkan refrensi yang berhubungan dengan pembahasan makalah ini.

1.5 Sistematika Penulisan KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang 1.2 Rumusan masalah 1.3 Tujuan Penulisan 1.4 Metode Penulisan 1.5 Sistematika Penulisan BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Kehamilan 2.2 Tanda-tanda Kehamilan

2.3 Perubahan-perubahan Fisiologi BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan 3.2. Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PERUBAHAN FISIOLOGI DAN PSIKOLOGIS PADA MASA KEHAMILAN

2.1 Pengertian Kehamilan Kehamilan adalah suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya diagnosis kehamilan tidak dapat diabaikan (Cunningham, etc) alih bahasa Hartono, dkk, 2006 : 23).

2.2 Tanda Tanda Kehamilan 2.2.1 Gejala Kehamilan Tidak Pasti : 1. Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil. Penting untuk dicatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir. 2. Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan. 3. Mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal yang lain. 4. Gangguan buang air besar karena pengaruh hormonal. 5. Sering kencing terutama bila kehamilan sudah besar. 6. Kadang kadang wanita hamil bisa pingsan di keramaian terutama pada bulan bulan awal kehamilan. 7. Tidak ada nafsu makan, mungkin ada hubungannya dengan mual mual diatas.

2.2.2 Tanda Kehamilan Pasti : 1. Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi diatas minggu ke 12 kehamilan. 2. Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.

3. 4. 5. 6. 7.

Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar. Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu. Tes kehamilan memberikan hasil positif. Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin. Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.

8. 9.

Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin. Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

2.3 Perubahan Perubahan Fisiologi 1 Rahim atau Uterus Perubahan fisiologis selama kehamilan pada uterus adalah uterus akan

membesar pada bulan bulan pertama dibawah

pengaruh estrogen dan progesteron yang

kadarnya

meningkat.

Berat uterus normal 30 gram, pada akhir kehamilan (40 minggu) menjadi 100 gram, dengan panjang 20 cm dan dinding 22,5 cm. Hubungan antara besarnyauterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil fisiologik, atau hamil ganda, atau menderita penyakit seperti mola hidatidosa dan sebagainya (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 89). Sumber lain juga menyebutkan "rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertropi dan

hiperflasia sehingga beratnya menjadi seberat 1000 gram saat akhir kehamilan" (Manuaba, 1998 : 106).

2. Serviks uteri Perubahan fisiologis selama kehamilan pada serviks uteri terjadi juga karena pengaruh hormon estrogen. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan

adanyahipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 89).

3. Vagina dan Vulva Perubahan fisiologis selama kehamilan pada vagina dan vulva juga terjadi akibat hormonestrogen yang mengalami perubahan.

Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vaginadan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan (livide). Tanda ini disebut tandaChadwick.

Warna porsiopun tampak livide (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95).

4. Ovarium Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditatis sampai terbentuknya plasenta pada luteum graviditatisberdiameter kira-kira kira-kira kehamilan 3 cm. 16 minggu. korpus mengecil

Kemudian

setelah plasenta terbentuk (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95).

5. Mamma Mamma akan membesar dan tegang akibat hormon somatomammotropin, estrogen, danprogesteron, akan tetapi belum mengeluarkan air susu. Dibawahpengaruh progesterondan somatomammotropin terbentuk lemak disekitar kelompok-kelompok alveolussehingga mamma menjadi lebih besar. Papila mamma akab lebih membesar, lebih tegak, dan tampak lebih hitam, seperti seluruh aerola mamma karena hiperpigmentasi(Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 95). Sumber lain menyebutkan "sedikit pembesaran payudara, peningkatan sensitivitas dan ras geli mungkin dialami khususnya oleh primigravida, pada kehamilan minggu ke-4. Cairan yang jenrnih ditemukan dalam payudara pada usia kehamilan 4 minggu dan kolostrum dapat diperah keluar pada usia kehamilan16 minggu (Farrer, 2001 : 64).
10

6.

Sirkulasi Darah Perubahan fisiologis selama kehamilan pada terjadi pula pada sirkulasi darah.

Perubahan

sirkulasi

darah

ini

terjadi

akibat

adanya

sirkulasi

ke plasenta, uterus yang terus membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lainnya yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu bertambah secara fisiologik dengan adanya pencairan darah yang disebut hidremia. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30% (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96). 7. Sistem Respirasi Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh tentang rasa sesak dan pendek napas. Hal ini ditemukan pada kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma sehinggadiafragma kurang leluasa bergerak. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat kira-kira 20%, seorang wanita hamil selalu bernafas lebih dalam (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).

8.

Traktus digestivus Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nusea).

Mungkin

ini

akibat

kadar

hormon estrogen yang

meningkat. Tonus otot-

otot traktus digestivusmenurun, sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Tidak jarang dijumpai pada bulan-bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis). Biasanya terjadi pada pagi hariyang dikenal sebagai morning sickness (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96).

9.

Traktus Urinarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan

oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidarum keluar dari rongga panggul. Pada akhir kahamilan bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas

11

panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 97.

10.

Kulit Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu.

Pigmentasi

ini

disebabkan yang

oleh

pengaruh melalnophore Di di daerah

stimulating sering

hormone (MSH)

meningkat. sama, juga

leher

terdapat hiperpigmentasi yang

daerah aerola mamma.Linea

alba pada kehamilan menjadi hitam, dikenal dengan linea grisea. Tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retak-retak, warnanya berubah

agak hiperemik dan kebiru-biruan, disebut striae albikantes (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 96). Sumber lain menyebutkan "pigmentasi yang lebih gelap terjadi pada puting dan aerola mammae, wajah (kloasma-topeng kehamilan) dan garis tengah abdomen (dari bagian atas umbilikus hingga rambut pubis)-linea nigra (Farrer, 2001 : 65).

11.

Metabolisme dalam Kehamilan Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi,

sistem endokrin juga meninggi, dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya (glandula tireoidea) (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 98). Secara umum dampak dari metabolisme ini akan terjadi kenaikan berat badan. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6,5-16,5 kg rata-rata 12,5 kg. Kenaikan berat badan ini terutama terjadi dalam kehamilan 20 minggu terakhir. Kenaikan berat badan ini disebabkan oleh hasil konsepsi (fetus, plasenta, danlikuor amnii) dan dari ibu sendiri (uterus dan mamma yang membesar, volume darah yang meningkat, lemak dan protein lebih banyak dan akhirnya adanya retensi air) (Hanifa, Abdul Bari dan Trijatmo, 2005 : 98).

12.

Edema Edema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal fisiologis.

Namun bila disertai edema di tubuh bagian atas seperti muka dan lengan, terutama

12

bila diikuti peningkatan tekanan darah, maka dapat dicurigai adanya preeklamsia (Manjoer, dkk, 2001 : 258).

13.

Tulang dan Gigi Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen-ligamen

melunak (softening). Juga terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian. Apabila pemberian makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan janin, kalsium maternal pada tulang-tulang panjang akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan ini. Bila konsumsi kalsium cukup, gigi tidak akan kekurangan kalsium (Mochtar, 1998 : 38).

2.4 Perubahan perubahan Psikologis 2.4.1 Trimester I Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Sebagian besar wanita merasa sedih dan ambivalen tentang kenyataan bahwa ia hamil. Perasaan ambivalen ini biasanya berakhir dengan sendirinya seiring ia menerima kehamilannya, sementara itu, beberapa ketidaknyamanan pada trimester pertama, seperti mual , kelemahan, perubahan nafsu makan, kepekaan emosional, semua ini dapat mencerminkan konflik dan defresi yang ia alami dan pada saat bersamaan hal-hal tersebut menjadi pengingat tentang kehamilannya.

Trimester pertama sering menjadi waktu yang menyenangkan untuk melihat apakah kehamilan akan dapat berkembang dengan baik. Hal ini akan terlihat jelas terutama pada wanita yang telah beberapa kali mengalami keguguran dan bagi

13

para tenaga kesehatan profesional wanita yang cemas akan kemungkinan terjadi keguguran kembali atau teratoma. Berat badan sangat bermakna bagi wanita hamil selama trimester pertama. Berat badan dapat menjadi salah satu uji realitas tentang keadaannya karena tubuhnya menjadi bukti nyata bahwa dirinya hamil. Pembuktian kehamilan dilakukan berulang-ulang saat wanita mulai memeriksa dengan cermat setiap perubahan tubuh, yang merupakan bukti adanya kehamilan. Bukti yang paling kuat adalah terhentinya menstruasi. Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi antara wanita yang satu dan yang lain. Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual, tetapi secara umum trimester pertama merupakan waktu terjadinya penurunan libido dan hal ini memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangan 4 masing-masing. Banyak wanita merasakan kebutuhan kasih sayang yang besar dan cinta kasih tanpa seks. Libido secara umum sangat dipengaruhi oleh keletihan, nausea, depresi, payudara yang membesar dan nyeri, kecemasan, kekhawatiran, dan masalah-masalah lain merupakan hal yang sangat normal terjadi pada trimester pertama. a. b. c. d. e. f. g. h. i. Merasa tidak sehat dan benci kehamilannya. Selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil. Mengalami gairah seks yang lebih tinggi tapi libido turun. Khawatir kehilangan bentuk tubuh. Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga. Ketidakstabilan emosi dan suasana hati. Mencari tanda-tanda untuk meyakinkan bahwa dirinya hamil Hasrat untuk melakukan hubungan seks pada trimester pertama berbeda2,

kebanyakan wanita hamil mengalami penurunan pada periode ini Pada trimester I atau bulan-bulan pertama ibu akan merasa tidak berdaya dan merasa minder karena ibu merasakan perubahan pada dirinya. Segera setalah konsepsi kadar hormon estrogen dan progesterone meningkat, menyebabkan mual dan muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan pembesaran payudara

14

2.4.2 Trimester II Trimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil. Namun, trimester kedua juga merupakan fase ketika wanita menelusur ke dalam dan paling banyak mengalami kemunduran. Trimester kedua sebenarnya terbagi atas dua fase: pra-quickening dan pascaquickening. Quickening menunjukkan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah, yang menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas psikologis utamannya pada trimester kedua, yakni mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya sendiri, yang berbeda dari ibunya.

Pada trimester kedua, mulai terjadi perubahan pada tubuh. Orang akan mengenali Anda sedang hamil . Sebagian besar wanita merasa lebih erotis selama trimester kedua, kurang labih 80% wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibanding pada trimester pertama dan sebelum hamil. Trimester kedua relatif terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik, dan ukuran perut wanita belum menjadi masalah besar, lubrikasi vagina semakin banyak pada masa ini, kecemasan, kekhawatiran dan masalah masalah yang sebelumnya menimbulkan ambivalensi pada wanita tersebut mereda . Selain itu tanda tanda lain adalah : 1. Ibu sudah mulai merasa sehat dan mulai bisa menerima kehamilannya. 2. Mulai merasakan gerakan bayi dan merasakan kehadiran bayi sebagai seseorang di luar dirinya. 3. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban. 4. Libido dan gairah seks meningkat.

15

5. Ibu merasakan adanya perubahan pada bentuk tubuh yang semakin membesar sehingga ibu merasa tidak menarik lagi dan merasa suami tidak memperhatikan lagi 6. Ibu merasakan lebih tenang dibandingkan dengan timester I karena nafsu makan sudah mulai timbul dan tidak mengalami mual muntah sehingga ibu lebih bersemangat 7. Biasanya ibu lebih bisa menyesuaikan diri dengan kehamilan selama trisemester ini dan ibu mulai merasakan gerakan janinnya pertama kali.

2.4.3 Trimester III Trimester ketiga sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Pada periode ini wanita mulai menyadari kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah sehingga ia menjadi tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ada perasaan was-was mengingat bayi dapat lahir kapanpun. Hal ini membuatnya berjaga-jaga sementara ia memperhatikan dan menunggu tanda dan gejala persalinan muncul.

Trimester ketiga merupakan waktu, persiapan yang aktif terlihat dalam menanti kelahiran bayi dan menjadi orang tua sementara perhatian utama wanita terfokus pada bayi yang akan segera dilahirkan. Pergerakan janin dan pembesaran uterus, keduanya menjadi hal yang terus menerus mengingatkan tentang keberadaan bayi. Wanita tersebut lebih protektif terhadap bayinya. Sebagian besar pemikiran difokuskan pada perawatan bayi. Ada banyak spekulasi mengenai jenis kelamin dan wajah bayi itu kelak. Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ketiga. Wanita mungkin merasa cemas dengan kehidupan bayi dan kehidupannya

16

sendiri. Seperti: apakah nanti bayinya akan lhir abnormal, terkait persalinan dan pelahiran (nyeri, kehilangan kendali, hal-hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan bayi. Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia mengantisipasi hilangnya perhatian dan hak istimewa khusus lain selama kehamilan, perpisahan antara ia dan bayinya yang tidak dapat dihindari, dan perasaan kehilangan karena uterusnya yang penuh secara tiba-tiba akan mengempis dan ruang tersebut menjadi kosong. Depresi ringan merupakan hal yang umum terjadi dan wanita dapat menjadi lebih bergantung pada orang lain lebih lanjut dan lebih menutup diri karena perasaan rentannya. Wanita akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik yang semakin kuat menjelang akhir kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek, berantakan, dan memerlukan dukungan yang sangat besar dan konsisten dari pasangannya. Pada pertengahan trimester ketiga, peningkatan hasrat seksual yang terjadi pada trimester sebelumnya akan menghilang karena abdomennya yang semakin besar menjadi halangan. Alternatif untuk mencapai kepuasan dapat membantu atau dapat 6 Menimbulkan perasaan bersalah jika ia merasa tidak nyaman dengan caracara tersebut. Berbagi perasaan secara jujur dengan pasangan dan konsultasi mereka dengan anda menjadi sangat penting. Perubahan lainnya adalah : Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam kondisi yang tidak normal.

17

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan 1. Selama menjalani masa kehamilannya, seorang ibu hamil mengalami perubahan psikologis, sehingga mempengaruhi kondisi janin yang dikandungnya. 2. Terdapat beberapa kiat yang dapat membantu ibu hamil menghadapi perubahan psikologis selama hamil

3.2 Saran Seorang ibu hamil dan keluarganya harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan-perubahan selama masa kehamilan dan setelah persalinannya, mencakup perubahan fisik, psikologis, peran, dan perubahan-perubahan lainnya.

18

DAFTAR PUSTAKA
http://www.ebookspdf.org/view http://id.wikipedia.org/wiki/ Kehamilan com Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan Jakarta: Salemba Medika Ambarwati, 2008. http://parekita.wordpress.com/2008/10/17/kehamilan.com

19