Anda di halaman 1dari 0

1

2
RKW 3
merupakan besaran yang hanya memiliki besar
(contoh: suhu, waktu, massa).
merupakan besaran yang memiliki besar dan
arah (contoh: gaya, kecepatan, percepatan)
merupakan besaran yang memiliki besar dan
arah serta bergantung kepada bidang tempat bekerjanya
(contoh: tegangan, regangan, permeabilitas).
RKW 4
Untuk setiap arah melalui
dapat dianggap bahwa benda
dapat dipotong melalui suatu
bidang kecil melalui dan
normal terhadap .
Permukaan pada sisi disebut
, sedangkan pada sisi
lainnya disebut
Gaya-gaya yang bekerja pada sebuah titik dalamsuatu
benda dapat diterangkan sebagai berikut
3
RKW 5
Efek dari gaya-gaya internal di
dalam benda adalah sama
dengan gaya yang dialami
benda pada sisi positif. J uga
akan terdapat kopel yang dapat
dibaikan karena dianggap
sangat kecil.
Nilai limit dari rasio
dengan mendekati nol adalah
pada titik
yang bekerja pada bidang
dengan normal pada arah .
RKW 6
Vektor tegangan ini adalah vektor
OP
yang didefinisikan
sebagai:

=
0 A
OP
lim
4
RKW 7
Gaya-gaya yang dianggap positif
adalah gaya-gaya tekan, yaitu
yang berarah seperti yang
ditunjukkan oleh .
Hal ini berlawanan dengan
konvensi yang digunakan dalam
teori elastisitas dan mekanika
kontinu.
RKW 8
Dalammekanika batuan, akan lebih memudahkan untuk
menggunakan bertanda karena:
Kondisi tegangan (tegangan in situ akibat overburden, tekanan
pemampatan dalamperalatan-peralatan, dan tekanan fluida di
dalampori) selalu berupa tegangan tekan.
Konvensi ini digunakan juga di dalammekanika tanah dan
geologi struktur.
Banyak problem dalammekanika batuan menyangkut gesekan
pada permukaan dan dalamkasus ini tegangan normal pada
permukaan adalah postif.
5
RKW 9
Perhatikan sebuah kubus
dengan sisi paralel dengan
sumbu x, y, dan z.
Tegangan-tegangan yang
bekerja pada sisi kubus
dapat dinyatakan dengan:
Tiga tegangan normal
xx
,
yy
,
dan
zz
Enamtegangan geser
xy
,
yx
,

yz
,
zy
,
zx
, dan
xz
RKW 10
Arti subscript pada tegangan:
menunjukkan
dimana tegangan tersebut bekerja.
menunjukkan tersebut.

Sebagai syarat kesetimbangan rotasional, maka semua


gaya yang bekerja pada sisi kubus harus setimbang,
sehingga:
xy
=
yx
,
yz
=
zy
, dan
zx
=
xz
6
RKW 11
Konvensi tanda untuk
komponen tegangan dapat
didasarkan pada
( )
yaitu
.

RKW 12

yang paralel
dengan bidang x-y,
.
Tegangan normal yang
bekerja pada muka ini
, sehingga
dianggap .
7
RKW 13
dan bekerja pada
arah negatif sumbu x dan
y.
Semua tegangan pada
muka yang terlihat pada
gambar di samping adalah
positif.
Pada muka bagian bawah,
normal kedalamberarah ke
arah sumbu z positif,
sehingga berarah
yang sama.
RKW 14
Perhatikan sebuah elemen
bujursangkar dengan sisi yang
sangat kecil pada bidang x-y dan
tebal t.
Elemen ini mengalami tegangan
normal
x
,
y
dan tegangan
geser
xy
=
yx
.
8
RKW 15
Akan ditentukan
dan
yang bekerja pada
yang

dimana
x
bekerja.
Perlu digunakan prinsip
kesetimbangan gaya dalam
sebuah segitiga yang
sangat kecil dengan tebal t.
RKW 16
Panjang sisi segitiga:
AB =a
OA =a sin
OB =a cos
Untuk memenuhi kondisi
kesetimbangan, seluruh
gaya yang bekerja pada
arah dan dalam
keadaan setimbang.
9
RKW 17
F

=0
at =
x
cos a cos t +
xy
sin a cos t
+
y
sin a sin t +
yx
cos a sin t
=
x
cos
2
+
y
sin
2
+2
xy
sin cos
Dari trigonometri:
( )
( )
2 sin cos sin 2
1 sin cos
cos2 1
2
1
in s
cos2 1
2
1
cos
2 2
2
2
=
= +
=
+ =
RKW 18
( ) ( )
sin2 cos2
2

2

sin2
2
cos2
2

2
cos2
2

cos2 1
2

sin2 cos2 1
2

xy
y x y x
xy
y y
x x
y
xy
x
+


+
+
=
+ + + =
+ + + =
10
RKW 19
F

=0
at =-
x
sin a cos t +
xy
cos a cos t
+
y
cos a sin t -
yx
sin a sin t
=(
y
-
x
)sincos +
xy
(cos2-sin2q)
Dari trigonometri:
2 os c sin cos
2 sin
2
1
cos sin
2 2
=
=
RKW 20
cos2 sin2
2

cos2 sin2
2

xy
y x
xy
x y
+


=
+


=
11
RKW 21
sin2 cos2
2

2

xy
y x y x
+


+
+
=
cos2 sin2
2

xy
y x
+


=
Persamaan persamaan :
Memungkinkan kita untuk menentukan
dan pada setiap bidang yang
didefinisikan oleh untuk setiap kombinasi nilai , ,
dan .
RKW 22
Persamaan-persamaan yang
diturunkan untuk dan
dapat juga dilihat sebagai
persamaan untuk menghitung

x
dan
xy
pada sebuah
sistem sumbu O,x,y yang
merupakan hasil rotasi
sumbu O,x,y sebesar .
Tegangan
y
dapat dihitung
dengan mengganti dengan
+90
O
12
RKW 23
Sehingga persamaan-persamaan untuk perubahan sumbu
menjadi:

x
=
x
cos
2
+2
xy
sincos +
y
sin
2

y
=
x
cos
2
(+90
O
) +2
xy
sin(+90
O
)cos(+90
O
) +
y
sin
2
(+90
O
)

y
=
x
sin
2
2
xy
sincos +
y
cos
2

RKW 24
Dengan menjumlahkan

x
=
x
cos
2
+2
xy
sincos +
y
sin
2
dan

y
=
x
sin
2
2
xy
sincos +
y
cos
2

diperoleh

x
+
y
=
x
(cos
2
+sin
2
) +
y
(cos
2
+sin
2
)

x
+
y
=
x
+
y
J adi, hasil penjumlahan komponen-komponen
yang adalah atau
invariant dengan . Ini merupakan
sifat skalar dari tegangan dalamdua dimensi.
13
RKW 25
Ekspresi untuk tegangan geser tidak berubah:
( ) cos2 sin2
2
1
xy y x ' y ' x
+ =
Arah-arah dimana =0 disebut
( ) dan komponen-komponen tegangan
pada arah ini disebut
( ) dan dinotasikan dengan dan .
Akan terdapat satu nilai untuk mana tegangan geser
tidak ada (=0).
RKW 26
y x
xy
y x
xy
xy
y x
xy
y x
xy
y x

2
2 tan

2
cos2
sin2
cos2 sin2
2

cos2 sin2
2

0
cos2 sin2
2

=
=


=
+


=
14
RKW 27
Sudut 2 merupakan sudut dari sumbu x yang
menunjukkan arah tegangan-tegangan utama
1
dan
3
.
Karena tan 2 =tan (2+180
O
) maka
Sudut merupakan arah
1
Sudut +90 merupakan arah
3
.
Setelah sudut diperoleh,
1
dan
3
dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan untuk menghitung
di depan.
RKW 28
( ) ( )
( ) ( )
2
xy
2
y x y x 3
2
xy
2
y x y x 1
4
1
2
1
4
1
2
1
+ + =
+ + + =
Tunjukkan bahwa
1
dan
3
dapat dinyatakan sebagai:
15
RKW 29
cos2 sin2
2

sin2 cos2
2

2

xy
y x
xy
y x y x
+


=
+


+
+
=
Lihat kembali persamaan untuk menghitung dan
RKW 30
cos2 sin2
2

sin2 cos2
2


2


xy
y x
xy
y x y x
+


=
+


=
+

Kedua persamaan tersebut dapat ditulis kembali dengan menempatkan


semua 2 di sebelah kanan
16
RKW 31
2 sin
2 cos 2 sin
2

2
2 cos
2


2


sin2 cos2
2


2


2 2
xy
xy
y x
2
2
y x
2
y x
2
xy
y x
2
y x
+

Pengkuadratan persamaan yang mengandung menghasilkan:


RKW 32
Pengkuadratan persamaan yang mengandung menghasilkan:
2 cos
2 cos 2 sin
2

2
2 sin
2

cos2 sin2
2

2 2
xy
xy
y x
2
2
y x
2
2
xy
y x
2
+


=
17
RKW 33
Penjumlahan kedua persamaan hasil pengkuadratan menghasilkan:
2
xy
2
y x
2
2
y x
2

2

+


= +

RKW 34
Persamaan umumlingkaran berbentuk:
( ) ( )
2 2 2
R b y a x = +
18
RKW 35
2
xy
2
y x
2
2
y x
2

2

+


= +

Persamaan :
adalah dengan:
2
xy
2
y x
y x
2

: jari - J ari
,0
2

: pusat Titik
, sumbu Sistem
+

RKW 36
19
RKW 37
Untuk memplot pada Lingkaran Mohr,
digunakan
.
Tegangan geser diplot jika tegangan tersebut
akan memutar elemen dengan arah
putaran jarumjam.
Tegangan geser diplot jika tegangan tersebut
akan memutar elemen dengan arah putaran
jarumjam.
RKW 38
+
+ +
+
+
+
-
-
20
RKW 39
RKW 40
Lingkaran Mohr merupakan metode grafis sederhana
dan cepat yang dapat digunakan untuk:
Menentukanbesar tegangan normal dan tegangan geser pada
bidang tertentu.
Menentukanbesar dan arah tegangan-tegangan utama.
21
RKW 41
Tentukan tegangan normal
dan tegangan geser (ke
arah mana?) yang bekerja
pada Bidang C
Tentukan besar dan arah
tegangan utama mayor (
1
)
dan tegangan utama minor
(
3
)
RKW 42
22
RKW 43

RKW 44

23
RKW 45
J adi secara grafis:
= 23.2 MPa
= 3.9 MPa
Dengan menggunakan persamaan-persamaan terdahulu:
cos2 sin2
2

sin2 cos2
2

2

xy
y x
xy
y x y x
+


=
+


+
+
=
RKW 46
MPa 23.196 5.196 4 14
sin60 6 cos60
2
6 22
2
6 22

sin2 cos2
2

2

0 O
xy
y x y x
= + + =
+


+
+
=
+


+
+
=
MPa 3.928 3 6.928
cos60 6 sin60
2
6 22
cos2 sin2
2

O O
xy
y x
= + =
+


=
+


=
24
RKW 47
Secara grafis:
=23.2 MPa
=3.9 MPa
Dengan rumus:
=23.196 MPa
=-3.928 MPa
RKW 48

25
RKW 49

RKW 50
Dengan menggunakan persamaan-persamaan terdahulu:
( ) ( )
( ) ( )
2
xy
2
y x y x 3
2
xy
2
y x y x 1
4
1
2
1
4
1
2
1
+ + =
+ + + =
26
RKW 51
( ) ( )
( ) ( )
MPa 4
MPa 24
10 14
6 6 22
4
1
6 22
2
1
4
1

2
1
3
1
3 , 1
2 2
3 , 1
2
xy
2
y x y x 3 , 1
=
=
=
+ + =
+ + =
RKW 52
( )
O
2
O O
2
O
1
O
1
1
1
y x
xy
1
43 . 108 87 . 36 180 2
43 . 18 87 . 36 2
16
12
tan 2
6 2 2
) 6 ( 2
tan 2

2
tan 2
= + =
= =
=

=

27
RKW 53
O
2 3
O
1 1
43 . 108 MPa 4
43 . 18 MPa 24
: rumus Dari
= =
= =
O
2 3
O
1 1
5 . 108 MPa 4
5 . 18 MPa 24
: grafis Secara
= =
= =
RKW 54
28
RKW 55
Tegangan-tegangan yang bekerja
pada sisi kubus dapat dinyatakan
dengan:
Tiga tegangan normal
xx
,
yy
,
dan
zz
Enamtegangan geser
xy
,
yx
,
yz
,

zy
,
zx
, dan
xz
Sebagai syarat kesetimbangan
rotasional :
xy
=
yx
,
yz
=
zy
, dan

zx
=
xz
Tegangan-tegangan yang bekerja
cukup dinyatakan dengan enam
komponen
RKW 56
J adi, kondisi tegangan pada sebuah titik dapat
dinyatakan dengan matriks tegangan [], sebagai
berikut:
[ ]




=
z yz zx
yz y xy
zx xy x

29
RKW 57
Sumbu-sumbu referensi untuk
penentuan kondisi tegangan dapat
dilakukan secara bebas.
Sistemsumbu asal (x,y,z)
Sistemsumbu baru (l,m,n)
Orientasi dari sumbu tertentu, relatif
terhadap sumbu-sumbu asal
didefinsikan oleh sebuah
dari .
adalah proyeksi dari
yang paralel dengan
salah satu sumbu baru (
) pada salah satu sumbu lama (
).
RKW 58
Cosinus arah sumbu l: l
x
=cos
l
, l
y
=cos
l
, l
z
=cos
l
30
RKW 59
Cosinus arah sumbu m: m
x
=cos
m
, m
y
=cos
m
, m
z
=cos
m
RKW 60
Cosinus arah sumbu n: n
x
=cos
n
, n
y
=cos
n
, n
z
=cos
n
31
RKW 61
Tetrahedron OABC adalah
bagian dari kubus yang
digunakan untuk menentukan
kondisi tegangan sebelumini.
Untuk kesetimbangan, material
yang dihilangkan digantikan
oleh gaya penyeimbang
sebesar per unit luas yang
bekerja pada ABC.
Normal bidang ABC, yaitu OP
mempunyai cosinus arah (
x
,

y
, dan
z
).
RKW 62
J ika luas ABC adalah A, maka
proyeksi ABC pada bidang-
bidang dengan normal sumbu-
sumbu x, y, dan z adalah:
OAC =A
x
=A
x
OAB =A
y
=A
y
OBC =A
z
=A
z
Anggap komponen-komponen
vektor traksi adalah t
x
, t
y
, t
z
.
32
RKW 63
Syarat kesetimbangan gaya
pada arah x akan menghasilkan:
t
x
A
x
A
x

xy
A
y

zx
A
z
=0
t
x
A
x
A
x

xy
A
y

zx
A
z
=0
atau
t
x
=
x

x
+
xy

y
+
zx

z
Dengan menggunakan syarat
kesetimbangan gaya pada arah
y dan z, diperoleh:
RKW 64
[ ] [ ][ ] =

t
atau

t
t
t
z
y
x
z yz zx
yz y xy
zx xy x
z
y
x
Dengan melakukan hal yang
sama untuk sumbu-sumbu l, m,
dan n diperoleh:
33
RKW 65
[ ] [ ][ ] * * * t
atau

t
t
t
n
m
l
n mn nl
mn m lm
nl lm l
n
m
l
=

[t], [t*], [l], dan [l*] adalah vektor-


vektor yang dinyatakan relatif
terhadap sistem koordinat x,y,z
dan l,m,n.
RKW 66
Dari dasar-dasar analisis vektor (MA2132):
Suatu vektor [ ] ditransformasikan dari satu sistemsumbu x,y,z ke
sistemsumbu l,m,n melalui persamaan transformasi:
[ ] [ ][ ] v R * v

=

atau
v
v
v
n n n
m m m
l l l
v
v
v
z
y
x
z y x
z y x
z y x
n
m
l
34
RKW 67
Matriks [ ] adalah matriks rotasi yang baris-barisnya dibentuk oleh
vektor baris cosinus arah dari sumbu baru terhadap sumbu asal.
Sifat khas matriks [ ] adalah bahwa invers-nya sama dengan
transpose-nya, atau:
[ ] [ ]
T 1
R R =

Kembali ke persamaan-persamaan yang menghubungkan [ ] dan [ ]


serta [] dan [ ]:
RKW 68
[ ] [ ][ ] [ ] [ ] [ ]
[ ] [ ][ ] [ ] [ ] [ ]
[ ] [ ][ ] [ ][ ][ ] [ ][ ][ ] [ ]
[ ] [ ][ ]
[ ] [ ][ ][ ]
: diperluas yang bentuk dalam atau
R R *
maka
* * * t
karena
* R R R t R * t
sehingga
* R R *
dan
* t R t t R * t
T
T
T
T
=
=
= = =
= =
= =
35
RKW 69




z z z
y y y
x x x
z yz zx
yz y xy
zx xy x
z y x
z y x
z y x
n mn nl
mn m lm
nl lm l
n m l
n m l
n m l


n n n
m m m
l l l

J adi, dengan melakukan perkalian matriks pada ruas kanan


persamaan di atas, maka komponen-komponen tegangan
akibat perputaran sumbu-sumbu dapat ditentukan
RKW 70
Seperti telah diuraikan sebelumnya, (
) adalah bidang dimana tidak terdapat tegangan geser.
Pada bidang ini hanya bekerja tegangan normal yang merupakan
( ), sedangkan normal dari bidang
tersebut merupakan arah dari ( ).
Karena terdapat tiga acuan arah yang harus diperhitungkan, akan
terdapat juga

36
RKW 71
Misalkan bahwa bidang ABC pada pembahasan terdahulu
mempunyai orientasi sedemikian rupa sehingga resultan tegangan
yang bekerja padanya hanya tegangannormal
p
.
Komponen-komponen traksi pada bidang ABC adalah:

z
y
x
p
z
y
x

t
t
t
Pada pembahasan terdahulu komponen-komponen traksi dapat
dihubungkan juga dengan kondisi tegangan dan orientasi bidang:

z
y
x
z yz zx
yz y xy
zx xy x
z
y
x

t
t
t
RKW 72
Dengan mengurangkan kedua persamaan di atas, diperoleh:
Persamaan matriks ini menunjukkan satu set dari tiga persamaan
simultan yang homogen dalam
x
,
y
, dan
z
.
Persamaan di atas akan mempunyai solusi non-trivial jika
determinan dari matriks koefisien = 0, yang menghasilkan
persamaan pangkat tiga:
[ ] 0



z
y
x
p z yz zx
yz p y xy
zx xy p x
=




37
RKW 73
I
1
=Invariant tegangan ( ) pertama
I
2
=Invariant tegangan ( ) kedua
I
3
=Invariant tegangan ( ) ketiga
( )
( )
2
xy z
2
zx y
2
yz x zx yz xy z y x 3
2
zx
2
yz
2
xy x z z y y x 2
z y x 1
3 p 2
2
p 1
3
p
2 I
I
I
dimana
0 I I I
+ + + =
+ + + + =
+ + =
= +
RKW 74
Solusi dari persamaan
adalah tiga tegangan utama, dengan urutan dari yang terbesar ke
terkecil sebagai berikut:

1
=Tegangan utama mayor (Major principal stress)

2
=Tegangan utama tengah (Intermediate principal stress)

3
=Tegangan utama minor (Minor principal stress)
0 I I I
3 p 2
2
p 1
3
p
= +
38
RKW 75
Setiap tegangan utama akan berhubungan dengan sumbu utama,
yang cosinus arahnya (
x
,
y
,
z
) dapat dicari langsung dari
persamaan matriks:
[ ] 0



z
y
x
p z yz zx
yz p y xy
zx xy p x
=




dan sifat dasar dari cosinus arah, yaitu:
1
2
z
2
y
2
x
= + +
RKW 76
Brady & Brown (1993) mengusulkan bahwa untuk setiap tegangan
utama
i
(i =1,2,3), cosinus arahnya adalah:
( )
( )
( )
2 1
2 2 2
zi
2 1
2 2 2
yi
2 1
2 2 2
xi
C B A C
C B A B
C B A A
+ + =
+ + =
+ + =
dengan A, B, dan C adalah:
39
RKW 77
yz zx
i y xy
i z zx
yz xy
i z yz
yz i y

C

B


A


=


=


=
RKW 78
Prosedur untuk menghitung tegangan-tegangan utama dan orientasi
dari sumbu utama secara sederhana adalah
( ) dari matriks tegangan dan
( ) dari setiap nilai eigen (Ingat: MA2132)
Karena ketiga sumbu utama saling , maka
( ) dari vektor cosinus arahnya sama
dengan :
0
0
0
1 z 3 z 1 y 3 y 1 x 3 x
3 z 2 z 3 y 2 y 3 x 2 x
2 z 1 z 2 y 1 y 2 x 1 x
= + +
= + +
= + +
40
RKW 79
Karena penjumlahan komponen tegangan normal yang saling tegak
lurus bersifat invariant ( ), maka:
z y x 3 2 1
+ + = + +
Kedua hal ini dapat digunakan untuk memeriksa hasil perhitungan
besar dan arah tegangan utama
RKW 80

x
=7.825 MPa

y
=6.308 MPa

z
=7.866 MPa

xy
=1.422 MPa

yz
=0.012 MPa

zx
=-1.857 MPa
Tentukan besar dan arah tegangan-tegangan utama pada
suatu titik jika keenamkomponen tegangan pada titik
tersebut adalah
41
RKW 81
( )
( ) MPa 0 . 350 2 I
MPa 0 . 155 I
MPa 0 . 22 I
2
xy z
2
zx y
2
yz x zx yz xy z y x 3
2
zx
2
yz
2
xy x z z y y x 2
z y x 1
= + + + =
= + + + + =
= + + =
MPa 0 . 5
MPa 0 . 7
MPa 0 . 0 1
3
2
1
=
=
=
sehingga persamaan pangkat tiga untuk menghitung tegangan utama
menjadi:
0 0 . 350 0 . 155 0 . 22
p
2
p
3
p
= +
yang menghasilkan:
RKW 82
Mencari cosinus arah
1
:
38 . 7
012 . 0 857 . 1
692 . 3 422 . 1
012 . 0 857 . 1
0 . 10 308 . 6 422 . 1

C
012 . 3
134 . 2 857 . 1
012 . 0 422 . 1

0 . 10 866 . 7 857 . 1
012 . 0 422 . 1


B
857 . 7
134 . 2 012 . 0
012 . 0 682 . 3
0 . 10 866 . 7 012 . 0
012 . 0 0 . 10 308 . 6


A
yz zx
1 y xy
1 z zx
yz xy
1 z yz
yz 1 y
=


=


=
=

=

=


=
=

=


=
42
RKW 83
( )
( )
( ) ) 129.1 (cos 6307 . 0 843 . 10 839 . 6 C B A C
) 73.9 (cos 2778 . 0 843 . 10 012 . 3 C B A B
) 43.6 (cos 7246 . 0 843 . 10 857 . 7 C B A A
0
2 1
2 2 2
1 z
0
2 1
2 2 2
1 y
0
2 1
2 2 2
1 x
= = + + =
= = + + =
= = + + =
1.0000 (-0.6307) (0.2778) ) 7246 . 0 (
2 2 2 2
z1
2
y1
2
x1
= + + = + +
Periksa:
RKW 84
Mencari cosinus arah
2
:
268 . 1
012 . 0 857 . 1
692 . 0 422 . 1
012 . 0 857 . 1
0 . 7 308 . 6 422 . 1

C
254 . 1
866 . 0 857 . 1
012 . 0 422 . 1

0 . 7 866 . 7 857 . 1
012 . 0 422 . 1


B
599 . 0
866 . 0 012 . 0
012 . 0 692 . 0
0 . 7 866 . 7 012 . 0
012 . 0 0 . 7 308 . 6


A
yz zx
2 y xy
2 z zx
yz xy
2 z yz
yz 2 y
=


=


=
=

=

=


=
=

=


=
43
RKW 85
( )
( )
( ) ) 132.4 (cos 6740 . 0 881 . 1 268 . 1 C B A C
) 131.8 (cos 6664 . 0 881 . 1 254 . 1 C B A B
) 108.6 (cos 3186 . 0 881 . 1 599 . 0 C B A A
0
2 1
2 2 2
2 z
0
2 1
2 2 2
2 y
0
2 1
2 2 2
2 x
= = + + =
= = + + =
= = + + =
0.9999 (-0.6740) (-0.6664) ) 3186 . 0 (
2 2 2 2
z2
2
y2
2
x2
= + + = + +
Periksa:
RKW 86
Mencari cosinus arah
3
:
446 . 2
012 . 0 857 . 1
308 . 1 422 . 1
012 . 0 857 . 1
0 . 5 308 . 6 422 . 1

C
098 . 4
866 . 2 857 . 1
012 . 0 422 . 1

0 . 5 866 . 7 857 . 1
012 . 0 422 . 1


B
749 . 3
866 . 2 012 . 0
012 . 0 308 . 1
0 . 5 866 . 7 012 . 0
012 . 0 0 . 5 308 . 6


A
yz zx
3 y xy
3 z zx
yz xy
3 z yz
yz 3 y
=


=


=
=

=

=


=
= =

=


=
44
RKW 87
( )
( )
( ) ) 66.2 (cos 4031 . 0 069 . 6 446 . 2 C B A C
) 132.5 (cos 6752 . 0 069 . 6 098 . 4 C B A B
) 51.8 (cos 6177 . 0 069 . 6 749 . 3 C B A A
0
2 1
2 2 2
3 z
0
2 1
2 2 2
3 y
0
2 1
2 2 2
3 x
= = + + =
= = + + =
= = + + =
0.9999 (0.4031) (-0.6752) ) 6177 . 0 (
2 2 2 2
z3
2
y3
2
x3
= + + = + +
Periksa:
RKW 88
0 009 . 0
) 6740 . 0 )( 6307 . 0 ( ) 6664 . 0 )( 2778 . 0 ( ) 3186 . 0 )( 7246 . 0 (
2 z 1 z 2 y 1 y 2 x 1 x

= + +
= + +
0 018 . 0
) 4031 . 0 )( 6740 . 0 ( ) 6752 . 0 )( 6664 . 0 ( ) 6177 . 0 )( 3186 . 0 (
3 z 2 z 3 y 2 y 3 x 2 x

= + +
= + +
Periksa ketegaklurusan terhadap
Periksa ketegaklurusan terhadap
Periksa ketegaklurusan terhadap
0 006 . 0
) 6307 . 0 )( 4301 . 0 ( ) 2778 . 0 )( 6752 . 0 ( ) 7246 . 0 )( 6177 . 0 (
1 z 3 z 1 y 3 y 1 x 3 x

= + +
= + +
45
RKW 89
MPa 21.999
866 . 7 308 . 6 7.825

z y x
= + +
= + +
Periksa sifat invariant tegangan-tegangan utama
MPa 22.0
5.0 7.0 10.0

3 2 1
= + +
= + +