Anda di halaman 1dari 14

Adenoma thyroid

Graves Disease atau Morbus Basedow atau Diffuse Toxic Goiter atau Exophthalmic Goiter merupakan kelainan autoimun yang disebabkan karena aktivasi sel-sel tiroid oleh autoantibodi menuju TSH reseptor. Pasien dengan penyakit ini biasanya mengalami pembesaran thyroid yang difus dan simetris. Grave disease ditandai oleh tiga serangkai manifestasi yaitu tirotoksikosis(disebabkan oleh hiperfungsi tiroid yang diffuse, gampang diare),ophthalmopathy (menimbulkan exophthalmos), serta dermopathy (kadang-kadang berupa pretibial myxedema).Graves disease sering pada wanita (7:1), dan diderita pada usia 20-40 tahun. Laboratorium test menunjukkan peningkatan serum T3 dan T4 bebas, dan TSH yang menurun.

Graves Disease ciri mikroskopisnya tampak proliferasi folikel. Folikel ini berisi kolois pucat dan dibagian tepi terdapat rand vacuole. Epitel yang melapisi folikel adalah epitel kubis, beberapa

membentuk papilary budging. Stroma interfolikuler mengandung agregat limfosit.

Hashimotos

thyroiditis atau

Struma

lymphomatosa

atau

Autoimmune

thyroiditis

merupakan

keradangan pada kelenjar thyroid yang paling banyak ditemukan. Kelainan ini paling banyak disebabkan oleh hipotiroidisme karena kekurangan yodium. Keluhan yang sering muncul yaitu adanya pembesaran thyroid yang difus disertai tanda penekanan pada trakea/esofagus yang tidak nyeri. Hal ini disebabkan karena defek pada T cells (autoimmune destruction pada kelenjar thyroid). Hashimotos thyroiditis juga sering menyerang wanita (10:1) pada usia 45-65 tahun. Penyakit ini beresiko besar terkena NHL sel B.

Kelainan jaringan tiroid dicurigai Hashimoto thyroiditis jika pada irisan makroskopisnya tampak tumor putih abu-abu kecokelatan, tiroid membesar, kapsul intak, berbatas jelas. Padat, kenyal. Hashimotos thyroiditis ciri mikroskopisnya tampak potongan jaringan thyrois dengan struktur folikel yang rusak. Terdapat bentukan lymfoid folikel dengan germinal center di bagian tengah. Terdapat bentukan sel hurtle, yaitu sel berukuran besar, sitoplasma granuler dan eosinofilik.

Papillary Carcinoma merupakan bentuk tersering dari kanker tiroid. Tumor ini dapat muncul pada usia berapa saja, dan merupakan bentuk utama karsinoma tiroid yang berkaitan dengan riwayat terpajan radiasi pengion. Klinisnya tampak benjolan di leher yang bergerak.

Tumor jaringan tiroid kesan ganas dicurigai Papillary Carcinoma Thyroid jika pada makroskopisnya tampak tumor yang padat rapuh, berwarna putih abu-abu, dengan kapsul tampak perubahan kistik atau dengan fokus kalsifikasi. Papillary Carcinoma Thyroid ciri mikroskopisnya tampak jaringan tumor dengan sel2 anaplasti yang tersusun papiler dengan fibrovasculer stalk. Sel tumor dengan inti yang kosong, hipokromatik (bentukan ground glass appearence atau orphan annie eyes). Terdapat pula bentukan psammoma bodies. Pada perbesaran yang lebih kuat tampak parit inti pada nucleoli.

Adenoma thyroid merupakan neoplasma jinak kelenjar thyroid yang berasal dari epitel folikel. Tumor thyroid curiga jinak apabila pada makroskopisnya tampak single nodul, solid, berkapsul, dengan perbedaan warna dengan jaringan normal sekitarnya. Adenoma thyroid ciri mikroskopisnya tampak proliferasi folikel seperti folikel normal thyroid, berisi koloid, dilapisi sel epitel kubis, mempunyai kapsul dan adanya tanda kompresi jaringan normal diluar tubuh. Tidak ada tanda anaplasia

Adenomatous Goiter atau Struma Colloides atau Simple Goiter merupakan penyakit dengan ciri pembesaran tiroid yang multinodular dan asimetris. Kelainan kelenjar tiroid dicurigai Adenomatous Goiter jika pada makroskopis irisannya tampak tiroid membesar, ultinoduler, asimetris,padat, disertai pembentukan kista dan kalsifikasi.

Adenomatous Goiter ciri mikroskopisnya proliferasi folikel throid, berisi coloid. Folikel ini bervariasi ukurannya ada yang sangan besar. Folikel dilapisi epitel kubis sampai pipih (karena terdesak oleh bahan koloid). Diantara folikel terdapat sekat jaringan ikat.

Struma (Pembesaran Kelenjar Gondok)


Struma adalah pembesaran kelenjar gondok yang disebabkan oleh penambahan jaringan kelenjar gondok yang menghasilkan hormaon tiroid dalam jumlah banyak sehingga menimbulkan keluhan seperti berdebar debar, keringat, gemetaran, bicara jadi gagap, mencret, berat badan menurun, mata membesar, penyakit ini dinamakan hipertiroid (graves disease). Ada juga struma yang tidak menimbulkan gejala seperti itu bahkan tidak ada gejala sama sekali sehingga pasien datang berobat hanya karena keluhan merasa takut atau risih karena gondoknya membesar, hal ini bisa disebabkan oleh cairan tiroid (kista tiroid) dan kanker kelenjar tiroid. Struma juga bisa disebakan oleh asupan mineral yodium yang kurang dalam waktu yang lama (gondok endemik). Pemeriksaan yang dilakukan adalah mengetahui dulu status horman tiroid dengan pemeriksaan FT4 dan TSH, USG kelenjar tiroid dan scanning kelenjar tiroid. Pengobatan dari struma ini tergantung dari status horman tiroid (hipertiroid, eutiroid atau hipotiroid), dari USG apakah mengandung cairan (kista tiroid) dan dari scanning tiroid (HOT atau COLD) nodul.

Apa itu struma?


Segala yang berhubungan dengan pembesaran kelenjar thyroid tanpa memperhitungkan penyebabnya. Sedangkan istilah tumor pada kelenjar thyroid yang lebih dikenal dengan noduleberhubungan dengan apa yang disebut neoplasma. Dan pembesaran itu sendiri bisa berkenaan dengan gangguan fungsi atau pun kelainan perkembangan sel serta struktur kelenjarnya.

Dimana sebetulnya letak dan fungsi kelenjar thyroid bagi tubuh?

Letaknya persis di leher bagian depan, menempel pada saluran nafas, terbentuk dari 2 lobus (benjolan) kira kanan yang dipisahkan oleh isthmus (bagian tidak menonjol) di bagian tengah dan terlihat bergerak pada saat proses menelan. Menempel di bagian belakang sebelah kanan kiri juga, masing-masing 2 buah, suatu kelenjar yang jauh lebih kecil ukurannya tapi memegang peranan penting dalam tubuh terutama mengatur kadar kalsium. Kelenjar ini disebut parathyroid. Struktur anatomi yang penting lainnya yang sangat menjadi perhatian saat pembedahan adalah pembuluh darah yang mengaliri berasal dari arteri besar di dekatnya dan adanya saraf penting yang mempengaruhi pita suara yang berjalan di bawahnya. Sebagai salah satu kelenjar endokrin tubuh, pengaturan fungsi kelenjar dimotori dari bagian susunan saraf pusat untuk merangsang mengeluarkan hormon thyroksin (T4) dengan bentuk aktif (T3) yang diperlukan guna pembentukan kolori dalam tubuh dan banyak bekerja pada sistem kardiovaskuler, muskuloskletal, saraf dan lain-lain.

Kenapa bisa membesar?


Bisa oleh karena ukuran sel-selnya bertambah besar atau oleh karena volume jaringan kelenjar dan sekitanya yang bertambah dengan pembentukan struktur morfologi baru. Yang mendasari proses itu ada 4 hal utama. Pertama karena gangguan perkembangan, seperti terbentuknya kista (kantongan berisi cairan) atau jaringan thyroid yang tumbuh di dasar lidah. Kedua, karena proses radang atau gangguan autoimun seperti penyakit Graves dan penyakit Hashimoto. Ketiga, karena terjadi gangguan metabolik serta hyperplasia, misalnya pada struma koloid dan struma endemik. Sedangkan keempat, pembesaran yang didasari oleh suatu tumor atau neoplasia meliputi adenoma sejenis tumor jinak- dan adenokarsinoma, suatu tumor ganas.

Apakah pembesaran itu harus dioperasi?


Tidak selalu harus semua kasus ditangani dengan operasi. Harus diketahui dulu penyebab pembesaran tersebut. Tahunya berdasarkan keterangan bagaimana proses pembesaran itu terjadi, melalui pemeriksaan laboratorium, terutama yang berhubungan dengan fungsi kelenjar tersebut (Lab; TSH, T3, T4), pemeriksaan USG dan pemeriksaan biopsi.

Bilamana dioperasi ?
Tindakan pembedahan dikerjakan dengan alasan; adanya nodule atau benjolan tunggal di salah satu bagian anatomis kelenjar tersebut yang dikhawatirkan bisa berkembang menjadi ganas. Adanya multi nodul banyak benjolan- yang berat, penekanan terhadap saluran nafas dan dengan alasan estetik atau penampilan diri seseorang yang mengalami pembesaran di bagian leher depan itu. Tentu operasi dikerjakan setelah syarat-syaratnya terpenuhi termasuk hasil pemeriksaan lab yang menunjukkan fungsi kelenjar thyroid ini yang sebisa mungkin tidak sedang mengalami gangguan (hyper atau hipo-thyroid). Untuk menurunkan kadar hormone thyroksin dapat diberikan obat-obatan yang bisa menekan thyroid agar tidak memproduksi hormone yang berlebihan.

Bagaimana prosedur dan jenis pembedahannya?


Pembedahan kelenjar thyroid disebut thyroidectomi. Pada pelaksanaannya ada yang mengangkat sebagain kelenjar (hemithyroidectomi, subtotal thyroidectomi, isthmolobectomi), keseluruhan (total thyroidectomi) atau bisa juga radikal thyroidectomi pada kasus kanker. Pemilihan itu tergantung dari kasus atau kelainan yang dijumpai. Pada perkembangan saat ini, untuk kasus tertentu, pengangkatan nodule thyroid bisa dikerjakan dengan minimal invasive surgery.

Bagaimana pengaturan hormon tubuh jika thyroid diangkat total?


Dapat digantikan dengan obat yang berfungsi seperti hormone tiroksin yang mesti teratur diminum sepanjang hidup.

Jenis kelainan mana yang paling berbahaya dari pembesaran itu?


Pembesaran oleh karena keganasan atau adenocarsinoma thyroid. Ada yang bertipe; papiler, folikuler, medulare dan anaplastik. Yang paling cepat menimbulkan kematian dari keempat tipe itu adalah jenis anaplastik.

Bagaimana gejala kanker thyroid?


Pembesaran yang relatif cepat. Teraba sebagai multi nodule atau pembesaran yang merata di seluruh permukaan kelenjar dan leher bagian depan. Penurunan berat badan yang signifikan. Disertai pembesaran kelenjar limfe di leher bagian atas, di bagian bawah atau di ketiak. Terasa ada penekanan terhadap jalan nafas dan memiliki faktor resiko seperti umur, riwayat turunan dan lain-lain

STRUMA
Filed under: presentasi kasus Tinggalkan Komentar Juli 13, 2011

Pendahuluan Kelainan glandula thyroidea dapat berupa gangguan fungsi seperti tirotoksikosis atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya, seperti penyakit tiroid noduler. Berdasarkan patologinya, pembesaran tiroid umumnya disebut struma.
1

Kelenjar tiroid berkembang dari endoderm pada garis tengah usus depan. Titik dari pembentukan kelenjar tiroid ini menjadi foramen sekum di pangkal lidah. Endoderm ini menurun di dalam leher sampai setinggi cincin trakea kedua dan

ketiga yang kemudian membentuk dua lobus. Penurunan ini terjadi pada garis tengah. Saluran pada struktur ini menetap dan menjadi duktus tiroglossus atau, lebih sering, menjadi lobus piramidalis kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid janin secara fungsionil mulai mandiri pada minggu ke-12 masa kehidupan intrauterin. Pasien dengan struma dilihat dari samping2 Nodular struma pada wanita muda3
1

Anatomi Kelenjar tiroid terletak di leher, antara fasia koli media dengan prevertebralis. Di ruang yang sama terletak trakea, esofagus, pembuluh darah besar dan saraf. Kelenjar tiroid melekat pada trakea sambil melingkarinya dua pertiga sampai tiga perempat lingkaran. Keempat kelenjar paratiroid umumnya terletak pada permukaan belakang kelenjar tiroid. Tetapi lokasi dan, mungkin juga, jumlah kelenjar ini sering bervariasi.
1

Arteri karotis komunis, arteri jugularis interna, dan nervus vagus terletak bersama di dalam sarung tertutup di laterodorsal tiroid. Nervus rekurens terletak di dorsal tiroid sebelum masuk laring. Nervus frenikus dan trunkus simpatikus tidak masuk ke dalam ruang antara fasia media dan prevertebralis. Perdarahan kelenjar tiroid yang kaya berasal dari empat sumber yaitu a. karotis eksterna (a. tiroidea superior) dan kedua a. brakhialis (a. tiroidea anterior). Fisiologi Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid utama yaitu tirotoksin (T4). Bentuk aktif hormon ini adalah triyodotironin (T3), yang sebagian besar berasal dari konversi hormon T4 di perifer, dan sebagian kecil langsung dibentuk oleh kelenjar tiroid. Yodida inorganik yang diserap dari saluran cerna merupakan bahan baku hormon tiroid. Zat ini dipekatkan kadarnya menjadi 30-40 kali secara selektif dalam kelenjar tiroid. Yodida inorganik mengalami oksidasi menjadi bentuk organik dan selanjutnya menjadi bagian dari tirosin yang terdapat dalam tiroglobulin sebagai monoyodotirosin (MIT) atau diyodotirosin (DIT). Senyawa DIT yang terbentuk dari MIT menghasilkan T3 atau T4 yang disimpan di dalam koloid kelenjar tiroid. Sebagian besar T4 dilepaskan ke dalam sirkulasi, sedangkan sisanya tetap di dalam kelenjar yang kemudian mengalami deyodisasi untuk selanjutnya menjalani daur
1

ulang. Dalam sirkulasi, hormon tiroid terikat pada glonulin, globulin pengikat tiroid (thyroid-binding globulin, TBG) atau prealbumin pengikat tiroksin (thyroxine-

binding pre-albumin, TBPA).

Sekresi hormon tiroid dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid ( thyroid

stimulating hormone, TSH) yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis.
Kelenjar ini secara langsung dipengaruhi dan diatur oleh kadar hormon tiriod dalam sirkulasi, yang bertindak sebagai umpan balik negatif terhadap lobus anterior hipofisis, dan terhadap pelepasan tirotropin (thyrotropine releasing hormone, TRH) dari hipotalamus. Hormon tiroid mempunyai pengaruh yang bermacam-macam terhadap jaringan tubuh yang berhubungan dengan metabolisme sel.
1

Kelenjar tiroid juga mengeluarkan kalsitonin dan parafolikuler. Kalsitonin adalah peptida yang menurunkan kadar kalsium serum, mungkin melalui pengaruhnya terhadap tulang. Pengertian Struma, yang disebut juga bronchocele, merupakan pembengkakan kelenjar tiroid, yang bisa menyebabkan pembengkakan leher atau laring. Klasifikasi Struma dibedakan menjadi: struma diffusa, yaitu pembesaran menyebar ke seluruh tiroid (bisa disebut Struma toksik, merupakan hipertiroidism. Paling sering disebabkan oleh Struma nontoksik (berkaitan dengan kadar tirois yang rendah atau normal)
3 3 1

struma simple, atau struma multinodul). penyakit Graves, tetapi bisa juga disebabkan peradangan atau struma multinodul merupakan keseluruhan jenis struma yang lainnya (seperti yang disebabkan lithium atau sejumlah penyakit autoimun).

Etiologi Ada beberapa jenis struma. Struma simpel dapat timbul dengan penyebab yang tidak jelas, atau ketika tiroid tidak mampu memproduksi hormon tiroid sejumlah yang dibutuhkan tubuh. Kelenjar tiroid ini bisa membesar. (nontoksik). 4
4

Ada dua jenis struma simple, struma endemik (oloid) dan struma sporadik

Struma timbul pada kelompok orang yang tinggal di daerah yang tanahnya miskin iodium. Daerah ini biasanya jauh dari lautan. Orang-orang disini tidak mendapatkan cukup iodium dalam makanannya (iodium diperlukan untuk memproduksi hormon tiroid). 4 Penggunaan garam yang ditambah iodium bisa mencegah kekurangan iodium. 4 Sebagian besar kasus struma sporadik, tidak diketahui penyebabnya. Biasanya, sejumlah obat-obatan seperti lithium atau aminoglutethiamin bisa menyebabkan struma nontoksik. 4

Faktor-faktor resiko yang bisa menyebabkan struma, yaitu: Umur diatas 40 tahun Riwayat struma dalam keluarga Jenis kelamin perempuan. Tinggal di daerah yang orang-orangnya tidak mendapatkan cukup iodium Tidak mendapatkan cukup iodium dalam makanan4 defisiensi iodium tiroiditis autoimun, seperti tiroiditis Hashimoto atau post partum pemasukan iodium (efek Wolf-Chaikof) atau lithium yang berlebihan, Goitrogen Rangsangan pada reseptor TSH oleh TSH dari tumor pituitari, resisten

Ada pun sejumlah etiologi yang bisa menyebabkan struma:

dimana menurunkan pelepasan hormon tiroid

terhaadap hormon tiroid dan pituitari, gonadotropin, dan/atau thyroid-stimulating immunoglobulin

Kelainan metabolisme saat lahir yang menyebabkan defek pada biosintesis Paparan radiasi Resistensi hormon tiroid Tiroiditis sub akut (tiroiditis de Quervain) Silent tiroiditis Tiroiditis Riedel Agen infeksi:

dari hormon tiroid.

supuratif akut (bakteri) kronik (mycobacteria, fungal, dan parasit) Penyakit granulomatous Keganasan tiroid2

Patofisiologi

Kelenjar tiroid dikendalikan oleh tirotropin (TSH), yang disekresikan oleh kelenjar pituitari, yang mana, pada gilirannya, dipengaruhi oleh tirotropin releasing hormone (TRH) dari hipothalamus. TSH menyebabkan pertumbuhan, diferensiasi sel, dan produksi hormon tiroid serta sekresinya oleh kelenjar tiroid. Tirotropin bekerja pada reseptor TSH pada kelenjar tiroid. Hormon tiroid dalam serum (levothyroxine dan triiodothyronine) menyebabkan feedback ke pituitari, yang mengatur produksi TSH. Rangsangan pada reseptor TSH oleh TSH, TSH-receptor antibodi, atau TSH receptor agonist, seperti chorionic gonadotropin, bisa menyebabkan struma diffuse. Ketika sejumlah kecil sel tiroid, sel-sel peradangan, atau sel-sel keganasan bermetastase ke tiroid, bisa terbentuk nodul tiroid.2 Kekurangan sintesis hormon tiroid atau kurangnya pemasukan menyebabkan peningkatan produksi TSH. Peningkatan TSH menyebabkan peningkatan jumlah sel dan hiperplasia dari kelenjar tiroid untuk menormalkan kadar hormon tiroid. Bila proses ini terus terjadi, bisa terbentuk struma. Penyebab kekurangan hormon tiroid bisa karena gangguan pada sintesisnya, kekurangan iodium, dan goitrogen.2 Struma bisa terbentuk dari sejumlah TSH receptor agonist. TSH receptor merangsang TSH receptor antibodies, resistensi pituitari terhadap hormon tiroid, adenoma dari kelenjar tiroid atau pituitari, dan tumor yang menghasilkan human chorionic gonadotropin. Klinis Anamnesa Struma timbul dengan berbagai jalan, seperti: Tiba-tiba, seperti pembengkakan di leher yang ditemukan pada Temuan radiologi yang dilakukan berkaitan dengan penyakit lain. Kompresi lokal yang menyebabkan disfagia, dyspnoe, stridor, parau Nyeri karena perdarahan, peradangan, nekrosis atau perubahan kearah Tanda dan gejala hipertiroidism Kanker tiroid dengan atau tanpa metastase.
2 2

pemeriksaan rutin.

keganasan.

Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan umum pada hipertiroid, hipotiroid atau autoimun diikuti pemeriksaan yang sistematis dari strumanya. struma retrosternal tidak bisa dilihat pada pemeriksaan fisik

pemeriksaan struma paling baik dilakukan saat pasien tegak, duduk atau

berdiri. Pemeriksaan dari samping bisa menggambarkan bentuk struma lebih jelas. Minta pasien untuk menelan air saat pemeriksaan. Tiroid harusnya bergerak saat menelan. Palpasi struma dilakukan, baik dari hadapan pasien, maupun dari belakang, dengan leher dalam keadaan santai dan tidak hiperekstensi. Palpasi untuk menghilangkan kemungkinan pseudostruma, yang merupakan penonjolan tiroid pada orang yang kurus. Tiap lobus dipalpasi untuk melihan ukuran, konsistensi, nodul, dan permukaannya. Kemudian dipalpasi nodus limfe di leher. Ukuran tiap lobus diukur dalam dua dimensi, menggunakan alat pengukur. Lobus piramidal sering membesar pada penyakit Graves Kelenjar tiroid yang seperti karet mengarah ke tiroiditis Hashimoto, dan Nodul yang multipel mengarah ke struma multinodul atau tiroiditis

kelenjar yang keras mengarah kekeganasan atau struma Reidel. Hashimoto. Nodul yang soliter dan keras mengarah ke keganasan, dimana nodul soliter yang jelas mengarah ke kista tiroid. Perlunakan tiroid yang diffus mengarah ke tiroiditis subakut, dan Kelenjar limfe leher diperiksa untuk melihat ada tidaknya metastase Pada auskultasi, bila terdengar bruit yang ringan diatas arteri tiroid inferior, perlunakan lokal mengarah ke perdarahan intranodal atau nekrosis

bisa mengarah ke struma toksik. Palpasi dari struma toksik bisa ditemukan thrill pada pasien dengan hiperparatiroid.

Struma digambarkan berbeda-beda:

Struma toksik: struma yang berkaitan dengan hiperparatiroid. Contoh struma toksik adalah struma toksik diffus (penyakit Graves), struma multinodular toksik, dan adenoma toksik (penyakit Plummer)

Struma nontoksik: seatu struma tanpa hipertiroid atau hipotiroid. Bisa diffus atau multinodul, tetapi struma difus sering dimasukkan dalam struma nodular. Pemeriksaan tiroid belum tentu bisa melihat nodul yang kecil atau posterior. Contoh struma nontoksik yaitu tiroiditis limpoitik kronis (penyakit Hashimoto), struma yang ditemukan pada awal penyakit Graves, struma endemik, struma sporadik, struma kongenital, dan struma fisiologis yang terjadi saat pubertas. bisa terlihat agenesis unilobulus seperti nodul tiroid tunggal dengan Manuver Pmeberton. Dengan menaikkan struma ke pintu masuk thorak hiperplasia dari lobus satunya. ketika pasien mengangkat tangannya. Ini bisa menyebabkan nafas pendek, stridor atau distensi dari vena leher.2

Pemeriksaan Tambahan 1. Scanning Tiroid Memakai uptake J131 yang didistribusikan ke tiroid untuk menentukan fungsi tiroid. Normal : 15 40 % dalam 24 jam Bila : Uptake > normal disebut Hot area Uptake < normal disebut Cold area (pada neoplasma) 2. 3. USG Radiologi thorax membedakan kistik atau solid (neoplasma) Coin lession (papiler), Cloudy (Folikuler) 4. Fungsi tiroid BMR : (0,75 x N) + (0,74 x TN) 72% PBI : normal 4 8 mg% Serum kolesterol : normal 150 300 mg% Free Tiroksin Index : T3 / T4 Hitung kadar T4, TSHS, Tiroglobulin dan calcitonin 5. Potong Beku durante operasi 6. Needle Biopsi5 Temuan Histologis Struma nontoksik simpel bisa menunjukkan hiperplasia, akumulasi koloid, dan nodul. Hiperplasia nodular biasanya terlihat pada struma multinodular. Temuan sitologi berupa sel folikuler jinak, kolid yang berlimpah, makrofag, dan kadangkadang, sel Hurthle. Gangguan peradangan dari tiroid, seperti tiroiditis limfositik kronis (Hashimoto), berisi campuran limfosit dengan sel folikuler jinak. Nodul yang ganas bisa memperlihatkan sel folikuler pada awalnya, misalnya papiler (paling sering), folikuler, sel Hurthle, atau anaplastik. Juga bisa berupa sel parafolikuler, karsinoma medullari atau limfoma, atau katagori lainnya. Terapi Struma yang eutiroid jinak tidak membutuhkan terapi. Efektifitas terapi dengan hormon tiroid pada struma jinak masih dipertanyakan. Struma yang besar dan dengan komplikasi membutuhkan terapi medis dan operasi. Struma yang ganas juga membutuhkan terapi medis dan operasi. ukuran dari tiroid yang eutiroid jinak bisa dikecilkan dengan terapi supresi levothyroxine. Pasien diawasi untuk menjaga kadar TSH di serum tetap rendah tetapi tetap bisa terdeteksi untuk menghindari hipertiroid, aritmia jantung, dan
2

osteoporosis. Beberapa ahli menyarankan terapi supresif ini sebagai terapi tetap. Pasien dengan tiroiditis Hashimoto berespon lebih baik pada terapi ini.

Terapi pada hipotiroid atau hipertiriod seringnya adalah mengurangi Penggantian hormon tiroid sering diperlukan setelah terapi operasi dan Pada struma toksik bisa diberikan:

ukurannya radiasi. Penggunaan iodium radioaktif pada struma nontoksik masih dipertanyakan2 PTU 100-200 mg ( gol thiouracil) Diberikan 3x sehari tiap 8 jam sampai tercapai euthyroid, dilanjutkan dosis maintenan 5 mg selama 12-18 bulan Efek samping : - Penderita resisten - Leukopeni, urtikaria, demam, anemia (penekanan sumsum tlg) - Tidak dipakai pada struma retrosternal karena menyebabkan vaskularisasi bertambah Kelenjar membesar menimbulkan penekanan.

Lugol 5-10 tetes Diberikan 3x sehari selama 7-10 hari, untuk membantu mengubah tyroksin dan mengurangi vaskularisasi serta kerapuhan kelenjar tiroid . Dapat digunakan 10-21 hari sebelum operasi. Obat ini sekarang tidak Propanolol.5 Pembedahan Pembedahan dilakukan pada keadaan dibawah ini: Struma besar dengan kompresi Keganasan Bila terapi lainnya tidak efektif2 terpakai diganti dengan

Pembedahan struma dapat dibagi menjadi bedah diagnostik dan terapeutik. Bedah diagnostik berupa biopsi insisi atau biopsi eksisi. Bedah terapeutik bersifat ablatif berupa lobektomi, istmolobektomi, dan tiroidektomi subtotal atau total. Tindakan bedah total dilakukan dengan atau tanpa diseksi leher radikal. Untuk struma nontoksik dan nonmaligna digunakan enukleasi nodulus yaitu eksisi lokal, (istmo) lobektomi, atau tiroidektomi subtotal. Pembedahan total dilakukan untuk karsinoma terbatas, dan pembedahan radikal dilakukan bila ada kemungkinan penyebaran ke kelenjar limfe regional. Hemitiroidektomi atau (istmo) lobektomi dapat dilakukan pada kelainan unilateral. Indikasi Operasi: 1. Pembesaran kelenjar thyroid dengan gejala penekanan berupa : Gangguan menelan
1

- Gangguan pernafasan - Suara parau 2. Keganasan kelenjar tiroid 3. Struma nodus dan diffusa toxica 4. Kosmetik5 Tehnik Operasi 1. 2. 3. Incisi leher bagian depan 4 cm di atas suprasternal notch sedikit melengkung Incisi diperdalam sampai m.Platysma Flap atas dibebaskan secara tajam kemudian tumpul sampai setinggi incisura ke atas, panjang sesuai besarnya kelenjar.

thyroidea dari kartilago thyroid , perdarahan dirawat. Flap bawah dibebaskan setinggi suprasternal notch, kemudian kedua flap difixer pada duck. 4. Buat incisi vertikal ditengah leher pada fascia colli dari cartilago thyroid sampai sprasternal notch. Pisahkan m.Sternothyroideus dengan jari telunjuk sisihkan ke lateral , tampak kapsula glandula thyroid (fascia colli media) dan m.Sternothyroid. 5. 6. 7. Buat incisi pada kapsula glandula thyroid, pisahkan dengan jari ke arah lateral Dengan jari-jari lobus lateralis kanan kelenjar thyroid di tarik ke medial dan Lobus lateral kanan kelenjar thyroid di tarik kekiri bawah dan , tampak glandula thyroid v.Thyroid media diklem dan diligasi kemudian dipotong. m.Sternohyoideus dan m.Sternothyroideus kanan atas untuk mengekpose polus superior lobus lateralis kanan kelenjar thyroid. Dengan jari-jari polus ini dibebaskan seluruhnya , tetapi hati-hati karenan terdapat n.laryngeus superior 8. 9. Setelah ramus ekternus n.Laryngeus superior diidentifikasi, kemudian Setelah kelenjar thyroid teridentifikasi kemudian dipotong. Pada subtotal vasa thyroid superior diklem dan diligasi dengan zide atau catgut kemudian dipotong thyroidektomi sisa lobus dijahitkan pada fascia pretrachealis dengan zyde. 10. M.Sternothyroid kanan dan kiri dijahit dengan zyde. Pasang drain 11. 12. 13. Fascia colli dijahit M.Platysma dan kulit ditutup Operasi selesai5

Komplikasi Operasi Tiroid merupakan alat kaya darah yang diperdarahi oleh empat arteri dan berhubungan anatomi erat dengan alat dan struktur penting di leher.
1

Penyulit bedah diantaranya perdarahan, cedera pada n. laringeus rekurens uni- atau bilateral, pada trakea, atau pada esofagus. Struma besar dapat mengakibatkan malakia trakea, yaitu hilangnya cincin rawan trakea akibat tekanan terlalu lama sehingga terjadi kolaps trakea setelah strumektomi. Penyulit yang berbahaya dapat terjadi terutama bila ada hematom di lapangan bedah.
1 1

Penyulit pasca bedah adalah hematom di leher, udem laring, atau krisis tirotoksik. Krisis tirotoksik adalah hipertiroidism yang hebat yang berkembang sewaktu atau

segera setelah pembedahan pada penderita hipertiroid. Krisis tiroid ditandai dengan takikardi atau gejala serta hipertiroid lain yang akut dan sangat gawat karena penderita terancam dekompensasi jantung fatal. Krisis tirotoksikosis disebabkan pencurahan berlebihan hormon tiroid kedalam darah karena pembedahan dan manipulasi kelenjar tiroid pada penderita bedah yang tidak terduga hipertiroidi. Karena itu setiap penderita struma harus menjalani pemeriksaan yang seksama prabedah untuk menentukan terdapat hipertiroidi yang tidak nyata secara klinis. Sebaiknya pembedahan baru dilakukan setelah hipertiroidi diobati sehingga penderita sewaktu pembedahan berada dalam keadaan eutiroidi. 1 Tanda-tanda tirotoksik adalah: Gelisah Gangguan saluran gastrointestinal Kulit hangat & basah Suhu > 38 C Nadi > 160 x/menit Tekanan darah naik5

Penyulit hipoparatiroid terjadi karena kelenjar paratiroid ikut terangkat pada strumektomi. Cedera n. laringeus seperior dan/atau n. laringeus inferior juga dapat terjadi.
1

Infeksi merupakan penyebab kematian utama dari operasi tiroid selama tahun 1800an. Sekarang, infeksi hanya terjadi kurang dari 1-2% dari semua kasus. Kematian jarang terjadi bila infeksi cepat diketahui dan diobati segera.
6

Infeksi postiroidektomi biasanya berupa selulitis superfisial atau suatu abses. Pasien dengan selulitis biasanya timbul eritem, panas, dan kemerahan pada kulit leher sekitar daerah insisi. Abses superfisial bisa didiagnosis dari konsistensi dan fluktuasinya. Abses leher dalam bisa tidak terlihat jelas, tetapi tanda-tanda seperti demam, nyeri, leukositosis dan takikardia bisa mengarah ke sana. Anatomi dari n. laringeus recurens6
6

Hubungan antara n. laringeus recuren dengan arteri tiriodea inferior kiri dan kanan.
6