Anda di halaman 1dari 6

deskripsi

Sambiloto merupakan tanaman semusim, hidup secara liar, dan sebagian ditanam di halaman rumah sebagai tanaman obat, dan sekarang banyak orang secara khusus membudidayakan tanaman ini karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Tinggi tanaman sambiloto bervariasi, antara 30100 cm. Bunganya berwarna putih keunguan. Daunnya kecil-kecil berbentuk lanset (pedang), ujung runcing, tepi rata, tangkai pendek, dan letaknya saling berhadapan. Buahnya berbentuk jorong (bulat panjang), pangkal dan ujungnya tajam.

taksonomi
Berdasarkan sistem taksonomi, tanaman sambiloto dikenal dengan nama ilmiah Andrographis Paniculata Ness, famili Acanthaceae. Klasifikasinya adalah: Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Magnoliophyta Kelas : Manoliopsida Ordo : Mamiales Famili : Acanthaceae Genus : Andrographis Spesies : Andrographis Paniculata Ness.

Zat aktif
Laktone yang terdiri dari : -Deoksi Andrografolid -Andrografolid (sebagai Hepatoprotektor) -Neoandrografolid, -14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid -Homoandrografolid Flavanoid Alkane Keton Aldehid Mineral (kalium, kalsium, natrium) Asam kersik Damar Flavotioid, yang meliputi polimetoksiflavon, andrografin, apigenin-7.4-dimetil eter.

Aktivitas untuk Hepatoprotektor


Andrografolid bermanfaat sebagai hepatoprotektor (melindungi sel hati dari zat toksik) karena dapat meningkatkan kemampuan enzim antioksidan, menurunkan aktivitas peroksida lipid dan meningkatkan jumlah glutation yang dapat menghambat kerja racun seperti karbontetraklorida, parasetamol dan galaktosamin yaitu senyawa yang dapat menginduksi toksisitas kultur hati tikus.

Mekanisme Aktivitas Hepatoprotektor


Dengan meningkatkan kemampuan enzim antioksidan dan melepaskan radikal bebas (molekul reaktif) yang dihasilkan dengan reaksi kimia dan merusak membran sel yang berada disekeliling sel-sel hati.