P. 1
my drama

my drama

|Views: 2,618|Likes:
Dipublikasikan oleh Rizumeguchan

More info:

Published by: Rizumeguchan on Sep 02, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

Sections

3.Penokohan

•Yusuf

: Baik, cerdas, pengertian.

•Maria

: baik, cerdas, periang, lincah

•Tuti

: cerdas, serius, aktif.

•R. Wiriatmadja : Baik, besar hati, dermawan.

4.Latar dan Setting

•Suasana: sedih, mengharukan,

•Waktu

: setiap saat (pagi, siang, sore dan malam).

•Tempat

: Di rumah, di pasar akuarium, di rumah sakit.

49

•Sudut Pandang/Titik Kisah : menggunakan sudut pandang orang ketiga
pelaku utama.

5.Amanat

•Nilai Agama

- Beragama dan beribadah jangan dilakukan pada saat menjelang

pensiun,

akan tetapi dilakukan dari kita masih kecil.

•Nilai Budaya

- Hargailah kebudayaan bangsa dan negeri sendiri.

•Nilai Moral

- Siapa pun boleh untuk mendapatkan pendidikan yang selayaknya, jadi
belajarlah dengan sungguh-sungguh.

•Nilai Sosial

- Kedudukan perempuan dalam masyarakat yang akan datang harus lebih

baik lagi.

6.Gaya Cerita

•Bentuk Cerita

: Roman.

•Gaya Bahasa

: menggunakan bahasa yang masih berunsurkan ciri khas
bahasa Melayu, dan juga terdapat bahasa Belanda. Sehingga
dalam membaca roman ini agak sulit di mengerti.

•Lingkungan tema atau isi

Isi dari roman ini yaitu mengenai cinta seorang adik kepada seorang lelaki yang
akhirnya tidak dapat di satukan karena adik tersebut menderita penyakit, dan
adik tersebut menginginkan kakaknya yang memiliki lelaki tersebut.

Sinopsis Cerita

Perjuangan wanita Indonesia beserta cita-citanya yang tinggi. Dua orang
bersaudara yang mendapat pendidikan menengah memiliki perangai/sifat yang
berbeda. Maria adalah seorang yang lincah dan periang. Sedangkan Tuti,
kakaknya, selalu serius dalam mengerjakan sesuatu dan juga aktif dalam
sebagai kegiatan wanita.

50

Di tengah-tengah dua dara jelita ini, muncul Yusuf, seorang mahasiswa
kedokteran yaitu bersekolah di Sekolah Tabib Tinggi. Maria yang bersekolah di
H.B.S Carpentier Alting Stichting dan kakaknya Tuti yang menjadi guru di
sekolah H.I.S Arjuna di Petojo. Sejak pertemuan mereka yang pertama Maria
dan Tuti dengan Yusuf di gedung akuarium Pasar Ikan, antara Maria dengan
Yusuf timbul perasaan yang tak di duga sebelum nya oleh Maria. Setelah melalui
tahap-tahap perkenalan yang singkat dan mendalam, pertemuan dengan
keluarga, dan kunjungan oleh Yusuf yang sering datang ke rumah Maria. Setelah
selang waktu berlalu, dan banyak juga terjadi kejadian-kejadian yang membuat
perasaan mereka menjadi mendalam, diadakanlah ikatan pertunangan antara
Maria dengan Yusuf. Akan tetapi, yang tak di duga, Tuti kakaknya juga
menyimpan perasaan terhadap Yusuf.

Tetapi sayangnya, ketika menjelang hari pernikahan Yusuf dengan Maria,
Maria pun jatuh sakit. Penyakit yang di derita Maria itu parah, yaitu Malaria dan
TBC. Sehingga dia harus dirawat di Sanatorium Pacet. Tidak lama Maria
mendapati penyakitnya itu, Maria pun akhirnya meninggal. Sebelum ajal datang
mencemput Maria, Maria pun berpesan agar supaya Tuti, kakaknya bersedia
menerima Yusuf. Tuti pun tidak menolak permintaan sang adik. Dan akhirnya
Tuti dan Yusuf pun menikah, mereka sekali-sekali mengunjungi makam Maria,
orang yang mereka sayang yang telah berpulang ke Rahmatullah.

~Dian Yang Tak Kunjung Padam~

Identitas Buku

1.Sampul Buku

•Warna

: krem, orange, biru kehijau-hijauan dan kuning.

•Ilustarasi/Lukisan

: sungai, wajah perempuan dan seorang lelaki.

2.Judul

: Dian yang tak kunjung padam.

3.Pengarang

: Sutan Takdir Alisjahbana.

4.Penerbit

: Dian rakyat, Jakarta 1995.

5.Tebal Buku

: 155 halaman.

Unsur Intrinsik

51

1. Tema

: Cinta dan kasih sepasang kekasih yang tak sampai.
2. Alur: menggunakan alur maju,tapi terkadang menggunakan Flashback.
3. Penokohan

•Yasin: Berani, cerdas, baik, setia, sholeh, pengertian, dan jujur.

•Molek: rendah hati, penyayang, baik hati, tidak sombong, cerdas,
sholehah.

•Ibu Yasin : Baik, rendah hati, sabar.

•Raden Mahmud : Keras hatinya, sombong, dan matrealistis.

•Cek Sitti : Baik, penyayang, tapi matrealistis.

4. Latar dan Setting

•Suasana: menegangkan, mengharukan, romantis, dan menyedihkan.

•Waktu

: Setiap saat (pagi, siang, sore dan malam)

•Tempat

: di kebun para, di sampan,di rumah, di pasar, dan di

tempat pernikahan.
5. Sudut pandang / titik kisah : sudut pandang orang ketiga pelaku
utama.

6. Amanat

•Nilai Agama

- Jalanilah hidup ini dengan berlandaskan ketuhanan, dan tanamkanlah
ajaran agama dari kita kecil sampai akhir riwayat di hati kita.

•Nilai Budaya

- Hargailah kebudayaan yang sudah kita ikuti dari kita kecil, dan kita

harus

menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

•Nilai Moral

- Harta bukanlah segala-galanya.

- Jangan membandingkan perasaan dengan harta.

- Utamakanlah perasaan dari pada harta.

- Hormatilah tamu, karena tamu itu adalah raja.

•Nilai Sosial

- Hargai dan hormatilah seseorang yang derajatnya di bawah kita.

- Jangan menilai seseorang dari hatinya.

- Nilailah seseorang dari sifat-sifat baiknya.

7. Gaya Cerita

52

•Bentuk Cerita

: Roman.

•Gaya Bahasa

: menggunakan bahasa yang masih berunsurkan ciri
khas bahasa Melayu, dan juga terdapat bahasa daerah.
Sehingga dalam membaca roman ini agak sulit di mengerti,
tetapi banyak menggunakan majas.

•Lingkungan Tema atau Isi

Isi dari roman ini yaitu mengenai cinta kasih antara seorang perawan yang
merupakan bangsawan dan seorang lelaki yang berasal dari rakyat biasa,
yang cinta mereka itu tidak di restui oleh orang tua dari perawan tersebut.

Sinopsis Cerita

Yasin yang merupakan seorang pemuda yang berasal dari Uluan yang
sekarang hanya tinggal dengan ibunya yang sangat dia sayangi itu jatuh cinta
kepada seorang perawan yang merupakan anak dari Raden Mahmud bangsawan
Palembang yang terkenal. Perasaan itu pun timbul saat dia melihat si cantik yang
bernama Molek sedang bersantai-santai di serambi rumahnya yang mewah dekat
sungai. Rupanya Molek pun juga jatuh cinta terhadap Yasin pada pandangan
pertama. Namun, hubungan cinta mereka tidak mungkin dapat diwujudkan sebab
perbedaan status sosial yang sangat berbeda diantara keduanya. Baik Yasin maupun
Molek sama-sama menyadari akan kenyataan tersebut. Namun cinta kasih mereka
yang selalu bergejolak itu mengabaikan kenyataan yang menyakitkan tersebut.
Itulah sebabnya, cinta mereka tidak bisa bertemu secara langsung,melainkan
melalui surat. Semua kerinduan mereka,tertuang dan tumbuh dalam secarik kertas.

Pada suatu hari, Yasin bertekad untuk mengakhiri hubungan percintaan
mereka yang selalu dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu. Yasin hendak melamar
Molek secara terang-terangan. Kemudian pemuda itu memberitahukan niatnya
kepada ibunya dan kerabatnya. Kemudian, keluarga Yasin pun berembuk dan
dengan segala kesederhanaan yang dimiliki, mereka pun melamar Molek. Namun,
pada akhirnya kedatangan mereka ditolak oleh keluarga Molek karena mereka
berasal dari keluarga dusun yang miskin. Mereka bahkan menghina dan menyindir
keluarga Yasin, sehingga rombongan itu pulang dengan membawa segudang rasa
malu dan kesal.

Tak lama kemudian, kelurga Molek didatangi oleh Sayed, seorang saudagar
tua keturunan Arab yang kaya raya. Dan lelaki tua itu bermaksud untuk melamar
Molek. Karena orang tua Molek kelihatan matrealistis, akhirnya langsung
memutuskan untuk menerima lamaran Sayed.Sekali pun Molek menolak lamarannya
tetapi perkawinan antara Molek dan Sayed itu tetap berlangsung. Kehidupan
perkawinan mereka tidak membawa kebahagiaan bagi Molek, karena dia tidak
mencintai Sayed. Ia pun mengetahui kalau tujuan Sayed menikahinya karena Sayed

53

ingin harta ayah Molek saja. Selain itu, perlakuan Sayed terhadap Molek pun sangat
kasar. Itulah sebabnya ia selalu menceritakan kegalauan, kesedihannya dan
kerinduannya kepada Yasin melalui surat-surat.

Ketika mengetahui pujaan hatinya hidup menderita dan juga karena
kerinduan yang semakin mendalam terhadap Molek. Akhirnya, Yasin mencoba
menemui Molek di Palembang dengan menyamar sebagai seorang pedagang nanas.
Usahanya pun berhasil, dan ia pun bertemu dengan Molek. Namun, pertemuan itu
ternyata merupakan pertemuan terakhir mereka. Karena Molek yang sangat
memendam kerinduan kepada Yasin itu akhirnya meninggal dunia.

Setelah kematian kekasihnya, Yasin kembali ke desanya. Tak lama
kemudian, ibunya pun juga meninggal dunia. Semua musibah yang menimpanya,
membuat lelaki itu memilih hidup menyepi di lereng gunung Semenung dan ia pun
akhirnya meninggal dunia di gunung tersebut.

~Lonceng Nagasaki~

Identitas Buku

1.Sampul Buku

•Warna

: Merah

•Ilustrasi/lukisan : gereja, kota yang sudah hancur dan ada lelaki.

2. Judul Buku

: Lonceng Nagasaki.

3. Pengarang

: Takashi Nagai.

4. Penerbit

: Gramedia, Jakarta 1989.

54

5. Tebal Buku

: 224 halaman.

Unsur Intrinsik

1.Tema: Perjuangan para mahasiswa, Profesor, para Ilmuwan dalam
menolong korban-korban yang terkena bom atom.

2.Alur/plot : Mundur (Flashback)
3.Penokohan

•Takashi Nagai : Baik, suka menolong sesama, sabar, jujur, cerdas, dan
religius.

•Mahaiswa, dokter, perawat : sangat terpuji perilakunya, karena telah
menolong orang-orang yang menjadi korban
bom atom,tidak perduli dengan keadaan nya
masing-masing.

•Makoto

: sabar, baik, penurut.

•Kayano

: sabar, penurut, baik, penyayang.

4.Latar dan Setting

•Suasana

: menegangkan, mengenaskn, menyedihkan, dan

mengharukan.

•Waktu

: Setiap saat (pagi, siang, sore, dan malam)

•Tempat

: di Universitas, di pondok, di bukit, di pegunungan, di jalan
raya, dan di gereja.
5.Sudut Pandang / Titik Kisah : menggunakan sudut pandang orang pertama
pelaku utama.

6.Amanat

•Nilai Agama

* Ingatlah selalu kepada Tuhan, Dia yang telah memberi hidup dan juga
cobaan.
* Cobaan selalu datang menghampiri, kesabaran adalah kunci nya.
* Janganlah menjadi manusia yang sombong, karena alam semesta ini
milik Tuhan.

•Nilai Sosial

* Kepedulian kita terhadap sesama manusia harus ditingkatkan.
* Berikan sebuah pengorbanan yang berarti kepada setiap manusia yang
mungkin bisa sedikit meringankan beban manusia tersebut.
* Menolong seseorang yang sedang kesusahan harus dan wajib dilakukan.

55

•Nilai Moral

* Cintailah tetanggamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri.
* Berusahalah menjadi seseorang yang baik, bijaksana agar tidak
merepotkan orang-orang di sekitar.
* Berusahalah untuk bertahan dan menjalani hidup dengan sebaik-

baiknya.

•Nilai Edukatif

* Raihalah cita-cita dan belajarlah dengan sungguh-sungguh, agar dapat
menolong orang-orang yang mendapat kesusahan dengan ilmu yang

telah kita dapat.
7.Gaya Cerita

•Bentuk Cerita

: Roman.

•Gaya Bahasa

: menggunakan bahasa yang sopan dan mudah untuk di

mengerti.

•Lingkungan tema atau isi

Isi dari roman ini yaitu mengenai perjuangan seorang ahli radiology dan
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Nagasaki yang berhasil
menghimpun rekan-rekannya yaitu para dokter, perawat, dan mahasiswa untuk
bekerja

menolong para korban.

Sinopsis Cerita

Hari kamis, 9 Agustus 1945 pukul 11.02, Nagasaki dihancurkan oleh bom
atom yang meledak lima ratus meter di atas Matsuyama, di pusat distrik Ukami
kota Nagasaki. Energi yang dihasilkan ledakan itu menghasilkan angin sekencang
2000 meter/detik. Puluhan ribu orang meninggal seketika, puluhan ribu lainnya
terluka parah. Lebih dari seratus ribu menderita berbagai penyakit akibat radiasi,
ribuan rumah habis terbakar atau hancur diamuk angina ribut yang ditimbulkan
oleh ledakan yang maha dahsyat. Setelah dua puluh menit berlalu sejak bom atom
jatuh, dan ternyata Urukami telah menjadi lautan api. Dan yang tak disangka,
setelah api itu mereda dan Nagai pun kembali ke rumahnya. Istrinya Midori, yang
sangat dia cintai telah menjadi korban. Nagai pun mengumpulkan tulang-tulang
Midori yang telah menjadi arang dan membawanya ke tempat pengungsian yang
ada di lular kota. Untungnya, anaknya yang bernama Makoto dan Kayano tidak
terkena ledakan bom atom tersebut. Dan anehnya lagi, Lonceng yang terdapat di
Katedral Urukami pun tidak hancur sama sekali, padahal Katedral tersebut sudah
hancur dan runtuh.

Diantara mereka yang selamat adalah Dr.Takashi Nagai, seorang ahli
radiologi dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Nagasaki. Ia berhasil
menghimpun rekan-rekannya yaitu para dokter, perawat, dan mahasiswa untuk

56

bekerja menolong para korban. Tanpa kenal lelah dan sampa-sampai tidak
memikirkan keadaan mereka sendiri. Perjuangan yang sangat hebat, dan sampai
akhirnya mereka terpaksa menyerah pada penyakit yang di akibatkan raidasi atom.
Walaupun kondisi Nagai pada saat menolong korban-korban sangat parah, tetapi dia
tidak perduli, asalkan korban-korban itu bisa terbantu.
Sebenarnya Nagai sudah menderita leukemia, mungkin itu akibat dari
sampingan risetnya yang berbahaya di bidang radiologi. Dr.Takashi Nagai menulis
Lonceng Nagasaki, yang secara jelas dan mendetail menggambarkan kehancuran
yang diakibatkan bom atom. Setelah itu, ternyata arteri di batang lehernya sebelah
kanan terpotong oleh pecahan kaca yang menghujaninya sewaktu bom atom jatuh.
Sebagai seorang yang humanis sekaligus dokter dan ilmuwan yang penuh
dedikasi, dengan tekun Dr. Takashi Nagai mengobati dan meneliti penyakit-penyakit
akibat bom atom. Nagai dibantu anak lelaki nya Makoto dan Kayano anak
perempuan yang masih kecil di pondoknya yang sangat sederhana. Dan berhasil
menemukan terapi yang sederhana, murah, tetapi sangat efektif.

Hulubalang Raja

UNSUR INTRINSIK

57

Tema : Patriotisme

Alur / Plot : Flashback (Maju-Mundur)

Penokohan : Sutan Ali Akbar [Raja Adil],Sutan Malekewi [Hulubalang
Raja],Andam Dewi, Ambun Suri, Putri Rubiah, Sarayawa, Raja mulana Putri
Reno Gading, Raja di Hulu, Sultan Nan Suha, Orang Kaya Kecil, Sultan
Malafar Syah, Sultan Muhammad Syah, Kemala Sari, Kembang Manis, Si
Berkat, Raja Lunang, Raja Air Haji, Raja Lakitan, Raja Batang Kapas, anak
gembala, Groenewegen, Encik Marah, Noortwijck, Datuk Bendarakaya,
Sutan Raja Bujang, Saudagar Raja Bungsu, penyamun, Samuel Loth,Sutan
Alam Syah, Putri Limau Manis, Raja Mantari, Seri Nara, Pigge, Verspreet,
Sutan Besar, Gruys, Pits, Maershalck, Raja Gandam, Putri Bungsu, Kapitan
Poolman, Michielsen, pasukan Belanda, gadis-gadis, pasukan Raja Magat,
orang Bugis,

Latar dan Setting : Rumah besar di Kampung Hulu, Inderapura, Gelanggang
Kampung Hulu, Tepian Ulak Damar, Istana Kota Hilir, Watas Kota Hilir dan
Kampung Hulu, Daerah Manyuto, Kapal Songsong Barat, Muara Kota
Tengah, Tiku, Pariaman, Pauh, Aceh, Pulau Cingkuk, Padang, Rumah Besar di
Kotagedang, Gelanggang Putri Bungsu di Pinturaya, Lepau, Sitinjau Laut,
Dangau Tinggal, loji, pegunungan dan rimba, rumah Putri Rubiah, Painan,
Rimbakeuluang, Pulau Pisang, balairungsari.

Sudut Pandang / Titik Kisah : Orang ketiga pelaku utama

Amanat :

Kita harus memperjuangkan kemerdekaan tanah air kita dan
berusaha mempertahankannya.
Ikatan keluarga akan selalu kuat dan tidak dapat dipisahkan.
Hutang budi tak bisa dibayar oleh harta.

Gaya Cerita :

Bentuk sastra atau cerita : roman.
Gaya Bahasa : sulit untuk dipahami.
Lingkungan Tema / Isi : mengenai semangat perjuangan.

UNSUR EKSTRINSIK

58

Nilai Religius : Percayakanlah semuanya hanya pada ALLAH SWT.
Nilai Sosial : Saling tolong-menolonglah dan membantu sesama manusia.
Nilai Budaya : Tanamkanlah dan lestarikanlah budaya yang kita punya.
Nilai Moral : Milikilah sikap adil dalam diri setiap orang.

IDENTITAS BUKU

Judul buku: Hulubalang Raja
Pengarang: N.St Iskandar
Penerbit

: Balai Pustaka, Jakarta 1993
Gambar kulit : Wajah lelaki orang Padang dengan berlatar belakang warna
kuning dan orange.
Tebal buku: 214 halaman
Perancang Kulit : Hanung Sunarmono

SINOPSIS

Cerita dimulai ketika raja di Hulu mengadakan gelanggang sabung ayam untuk
mencari jodoh bagi putrinya Ambun Suri.Semua raja dari pelosok negeri datang ke
sana,hingga akhirnya datang Sultan Muhammad Syah anak Sultan Malafar Syah
yang bertahta kerajaan di kota hilir Inderapura.Pinangannya pun diterima dengan
terpaksa oleh putri Ambun suri,karena ia tahu sultan telah beristrikan Kemala
Sari.Istri Sultan marah mengetahui hal tersebut,ia pun menyusun rencana licik, ia
mengajak putri Ambun Suri mandi di Tepian Ulak Damar dan menghanyutkan
mundam putri hingga akhirnya putri tenggelam ketika mencari mundamnya.Raja di
Hulu sekeluarga bersedih mengetahui hal tersebut.

Sutan Ali Akbar yang merupakan kakak dari Ambun Suri curiga Kemala Sari yang
menyebabkan kematian adiknya,ia pun menghadap sultan Malafar Syah namun
tidak ditanggapi akhirnya ia menyampaikan hal itu pada Raja Mulana.Raja Mulana
menyambut baik karena sebelum kejadian itu raja-raja telah merasa sultan sangat
semena- mena.Mereka lalu mengumpulkan bantuan dan menyusun rencana
menyerang sultan.Namun gerak-gerik mereka diketahui oleh Sultan yang dibantu
kompeni.Perlawanan Ali dipatahkan bahkan seluruh keluarganya jadi korban.Sutan
Ali Akbar beserta pasukannya pindah ke Tiku, di sana ia diterima dengan baik dan
selanjutnya diberi gelar Raja Adil.

Lain Tiku,lain Kotagedang di sana ada seorang muda bernama Sutan Malekewi
bersama bujangnya Si Berkat,karena malu oleh ayah ibunya,ia meninggalkan rumah
dan adik yang dicintainya.Ia pergi menumpang kapal seorang saudagar,ketika
beristirahat di Pauh mereka disamun dan yang selamat hanya Sutan seorang.Ia pun
melanjutkan perjalanan hingga bertemu Putri Rubiah dan Sarayawa yang
menerimanya dan memperlakukannya seperti keluarga sendiri dan memanggilnya
Buyung.Putri Rubiah memiliki ipar bernama Orang Kaya Kecil yang bersahabat baik

59

dengan kompeni,ia pun menitipkan Si Buyung untuk bekerja padanya, hingga ia
menjadi orang kepercayaan dan diberi gelar Hulubalang Raja.

Sedang Raja Adil ia terus mengobarkan api perang kepada Malafar Syah dan
kompeni.Suatu hari ia pergi ke Pauh,di sana ia menyelamatkan seorang gadis dari
penyamun Aceh,selanjutnya ia menikah dengan gadis itu yang tidak lain adalah adik
Sutan Malekewi.

Si buyung yang telah bergelar hulubalang Raja diutus ke Inderapura,di sana ia tahu
bahwa Raja Adil melawan Sultan karena mempertahankan adiknya,orang tua juga
keinsyafannya membela tanah air.Ia pun kagum pada Raja Adil,dan hal itu
mengingatkannya pada adiknya yang diketahuinya pergi mencarinya dan disamun di
tengah jalan namun tersiar kabar adiknya diselamatkan orang.

Bulan Maret keadaan kacau perang dimana-mana.Di Padang Hulubalang Raja
mengalami kekalahan dan terluka parah,sedang Raja Adil semakin leluasa karena
banyak negeri yang telah takluk padanya.

Setelah sembuh dari lukanya Hulubalang Raja pergi hendak mencari adiknya,namun
ia tertangkap pasukan Raja Adil,karena dianggap mata-mata kompeni.Hulubalang
Raja pun mengatakan ia bukan memerangi bangsa sendiri namun memerangi
penyamun yang hampir menewaskan ia dan terakhir adik perempuannya.Ketika
perdebatan itu terjadi putri Andam Dewi istri Raja Adil yang tidak lain adalah adik
Hulubalang Raja tengah bermain bersama putranya,tidak jauh dari tempat Raja adil
dan Hulubalang Raja.Secara tak sengaja Andam Dewi melihat kakaknya begitu pula
Hulubalang raja,kedua kakak beradik itu pun berpelukan.

Akhirnya Raja Adil memerintah daerah Manyuto, Sultan Malafar Syah ditahan di
Cingkuk,istana Raja Adil sudah aman sentosa.Ia juga gembira karena Hulubalang
Raja juga sejiwa dengannya sama-sama cinta Minangkabau dan memperjuangkan
kemerdekaan tanah air.

Raja Adil, Andam Dewi,putranya dan Hulubalang Raja serta pengiringnya pulang ke
Padang menemui keluarga Putri Rubiah, Orang Kaya Kecil dan Sarayawa.Mereka
disanbut dengan baik juga oleh kedua orang tua Andam Dewi.Orang Kaya Kecil pun
mempersiapkan pernikahan Sutan Malekewi dan Sarayawa yang telah lama saling
suka,hal itu dilakukan sebagai rasa syukur dan dan terima kasih kepada hulubalang
Raja atas jasanya selama ia bekerja dalam pemerintahannya.

~Nyai Dasima~

Identitas Buku

1. Sampul Buku
•Warna

: coklat.

•Ilustrasi/lukisan: Nyonya rumah di Batavia pada abad ke-19.

2. Judul Buku: Nyai Dasima.
3. Pengarang: S.M. Ardan.
4. Penerbit

: Masup Jakarta, Jakarta 2007.

60

5. Tebal Buku: 138 halaman.

Unsur Intrinsik

1. Tema

:
2. Alur: Maju dan Mundur.
3. Penokohan
•Nyai Dasima :

•Bang Miun :

4. Latar dan Setting
•Suasana:

•Waktu

: Setiap saat (pagi, siang, sore dan malam).

•Tempat

:
5. Sudut Pandang/Titik kisah : sudut pandang orang ketiga pelaku utama.
6. Amanat
•Nilai Agama

- Walaupun kita ingin mendapatkan seseorang, janganlah menggunakan
ilmu-ilmu yang dapat membuat kita menjadi syirik kepada Allah.

•Nilai budaya

-

~Amerika Siapa Takut!~

Identitas Buku

1. Sampul Buku
•Warna

: Keseluruhan semuanya putih.

•Ilustrasi/lukisan

: Terdapat gambar tokoh utama dan teman-
temannya dan ada gambar patung Liberty.

2. Judul Buku

: Amerika Siapa Takut!!

3. Pengarang

: Adzimatinur Siregar.

4. Penerbit

: Zikrul Hakim, Jakarta 2005.

5. Tebal Buku

: 111 halaman.

Unsur intrinsik

1. Tema

: “Kegigihan seorang anak perempuan mempertahankan
pendiriannya untuk tidak takut terhadap Amerika.”

61

2. Alur

•Maju

Cerita ini menceritakan kejadian dari awal sampai akhir secara
berturut-turut. Tersusun dengan baik sesuai dengan jalan ceritanya.

3. Penokohan

•Anggie : Super aktif, baik, pentang menyerah dan berani, suka menilai

orang dari asal tempat tinggalnya saja tidak dari dalamnya,
terutama alergi sekali sama yang namanya Amerika.
•Papi & Mami : Baik, pengertian tapi kalau sama Anggie kurang. Suka

sekali sama Amerika.

•Lintang

: Baik, pengertian sama adiknya tapi itu kadang-kadang,
penyayang, suka isengin Anggie.

•Dee

: Baik, sahabatnya Anggie, pintar, dan tidak sombong.

•Icha

: Baik, ga begitu mengerti mengenai teknologi.

•Alkindi: Pintar, cemburuan, kadang-kadang baik.

•Ranar: super lemot, pelupa, baik, setia kawan, solider.

•Arsenna

: super pintar, dan baik.

4. Latar dan Setting

•Suasana

: mengharukan, lucu, hal-hal yang aneh terjadi.

•Waktu: setiap waktu, karena peristiwanya terjadi dari pagi sampai

malam.

•Tempat

: disekolah, dirumah, dan dikebun binatang.

5. Sudut Pandang / Titik Kisah
Sudut pandang orang ketiga, karena dalam cerita ini penulis lebih banyak
menceritakan tokoh utamanya.

6. Amanat

•Nilai Moral

- jangan menilai seseorang dari luarnya saja.
- jangan mudah menyerah.
- junjunglah tinggi-tinggi arti dari persahabatan.

•Nilai Budaya

- cintailah budaya dalam negeri walaupun itu membuat orang lain
tidak suka.
•Nilai Edukatif

62

- rajinlah dalam menuntut ilmu yang bermanfaat.

7. Gaya Cerita
•Bentuk Cerita: Novel Komik.

•Gaya Bahasa: Mudah dipahami, menggunakan bahasa sehari-hari,

dan menggunakan bahasa gaul, sehingga bagi yang
membaca bisa segera paham.

•Lingkungan tema atau isi

Isi dari novel ini sesuai dengan judulnya. Karena berisi tentang kegigihan
seorang muslimah muda yang mempertahankan pendiriannya.

Sinopsis Cerita

Anggie Nurfadillah salah satu siswi SMP Bento. Yang biasa di panggil Anggie
ini sangat anti terhadap Amerika. Kata dia Amerika itu kejam, jahat, dan tidak
berperikemanusiaan. Di matanya, Amerika itu pengecut, negeri yang kecil seperti
Palestina itu di bombardir. Jadi, jangan coba-coba untuk membanggakan Amerika di
depannya, bisa-bisa orang tersebut dibantai Anggie. Anggie mempunyai orang tua
yang perilakunya itu selalu membuat Anggie kesal, karena orang tuanya selalu
membicara kan mengenai Amerika. Anggie mempunyai empat kakak, semuanya
kuliah di mancanegara, kecuali Lintang. Semuanya di Amerika, keadaan ini sering
membuat Anggie frustasi. Selain itu, karena Papi Anggie yang mantan diplomat,
semua anak jadi dikirim ke luar negeri. Anggie sering sekali menggugat orang
tuanya, tapi Papinya selalu bisa memberi alasan. Beasiswa gratislah, anak-anak
yang super jeniuslah, dan Anggie pun tidak bisa berkata apa-apa karena Papinya
berbicara seperti itu.

Anggie punya teman-teman yang terkadang mendukung Anggie, Dee dan
Icha sahabat Anggie di SMP Bento, Alkindi yang suka sama Anggie dan ternyata
Anggie pun juga suka. Arsenna yang otaknya encer, dan satu lagi Ranar yang super
lemot alias tidak nyambung kalau sedang diajak ngobrol seseorang. Ada demo
didepan Mushola Bento, dan ternyata demo anti Amerika. Sudah pasti, Anggie ikut
berperan dalam demo ini. Anggie pun mengajak sahabatnya Dee dan Icha, Icha
malah tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Dan Anggie pun bilang kalau Icha itu
gatek alias gagap teknologi. Lalu Anggie memberitahu Icha kalau ada demo anti
Amerika. Beberapa hari kemudian, Mami Anggie memberitahu Anggie nanti ada
saudara sepupu yang datang dari Amerika. Namanya Seth dan kakaknya bernama
Jessica. Kejadian yang tak terduga ternyata, Seth itu satu sekolah dengan Anggie.
Tentunya Anggie benar-benar tidak tau kalau Seth akan bersekolah bersamanya.

63

Semua teman-teman Anggie sangat terpesona dengan Seth, Alkindi pun cemburu
karena Seth dekat dengan Anggie.
Kemudian, Mami Anggie mengajak Anggie, Seth dan Lintang pergi jalan-jalan
ke kebun binatang. Disitulah Anggie baru menyadari kalau Seth tidak jahat,
terlebih Seth sangat perhatian terhadap Anggie. Seth menolong Anggie dari anak-
anak berandalan. Kurang lebih 1 minggu Seth bersekolah di SMP Bento, akhirnya
Seth akan kembali ke Amerika. Anggie pun sangat sedih dengan berita kepergian
Seth ke Amerika. Malam sebelum kepergian,Seth memberikan kenang-kenangan
yaitu berupa sebuah Al-Qur’an kepada Anggie dan itu merupakan hadiah yang
sangat indah bagi Anggie. Paginya, Seth berbicara kepada Maminya Anggie agar
lebih memberikan perhatiannya kepada Anggie, karena Anggie butuh sekali
perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu. Karena, Seth tau, Anggie selalu
menyembunyikan masalah hidupnya dari orang lain.
Keesokan harinya, ada ribut-ribut di depan SMP Bento. Ternyata ada seorang
lelaki yang sedang demo tentang kekejaman Amerika. Alkindi mempunyai ide, kalau
Ranar lah yang pantas berbicara dengan lelaki itu. Dan akhirnya, semuanya
menjadi berantakan karena Ranar dan lelaki itu sama-sama tidak nyambung.
Kejadian yang sangat lucu dan menarik itu pun terjadi. Ternyata, lelaki itu adalah
pasien rumah sakit jiwa. Anggie dan teman-teman nya pun terkejut dan tertawa,
pantas saja keduanya tidak nyambung.

Please deh!

Identitas Buku

1. Sampul Buku
Warna

: lebih banyak berwarna kuning, tetapi menggunakan
juga sebagian warna ada yang berwarna-warni.
Ilustrasi/Lukisan: ada 4 muslimah muda yang sedang melakukan
sesuatu sesuai dengan hobi mereka masing-masing.

2. Judul Buku

: Please deh!

3. Pengarang

: Triani Retno A.

4. Penerbit

: Gema Insani, Februari 2008.

5. Tebal Buku

: 141 halaman.

Unsur Intinsik

1. Tema

: Perubahan dari perilaku yang tidak baik menjadi baik adalah
suatu perubahan yang berarti.

2. Alur

: Maju.

3. Penokohan
Tasya

: Jutek, bandel, sombong,
Papa dan Mama : Baik hati, alim, tidak sombong.

64

Dini

: Baik hati,rendah hati,pintar,tidak sombong,sabar, pendiam.

Astri

: Baik, pintar, tomboy, suka melucu dan tidak sombong.

Sarah

: Baik hati, pintar, tidak sombong, rendah hati.

4. Latar dan Setting
Suasana: mengharukan, menyedihkan, dan lucu.
Waktu

: setiap saat (pagi, siang, sore dan malam)

Tempat

: di rumah, di asrama, dan di sekolah.
5. Sudut pandang / Titik kisah : sudut pandang orang ketiga pelaku utama.
6. Amanat

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->