Anda di halaman 1dari 22

GC (Gas Chromatography ) dan LC (Liquid Chromatography)

GC Gas Chromatography
teknik instrumental dikenalkan pertama kali tahun 1950-an. metode yang dinamis untuk pemisahan dan deteksi senyawa-senyawa organik yang mudah menguap dan senyawa-senyawa gas anorganik dalam suatu campuran (Settle,1997).

SistemPeralatanChromatography

Lanjutan.
1. Kontrol dan penyedia gas pembawa; 2. Ruang suntik sampel; 3. Kolom yang diletakkan dalam oven yang dikontrol secara termostatik; 4. Sistem deteksi dan pencatat (detektor dan recorder); serta 5. Komputer yang dilengkapi dengan perangkat pengolah data.

1. Fase gerak ( Gas Pembawa)


tujuan awalnya membawa solut ke kolom, karenanya gas pembawa tidak berpengaruh pada selektifitas (Kealey and Haines,2002).

Syaratnya : 1. tidak reaktif; 2. murni/kering, karena akan berpengaruh pada detektor 3. dapat disimpan dalam tangki tekanan tinggi (biasanya merah untuk hidrogen, dan abu-abu untuk nitrogen)

2. Ruang suntik sampel


untuk memasukkan sampel secara cepat dan efisien. Terdiri atas saluran gelas kecil / tabung logam yang dilengkapi dengan septum karet pada satu ujung untuk mengakomodasi injeksi dengan semprit (syringe).
Pada dasarnya, ada 4 jenis injektor pada kromatografi gas, yaitu: a. Injeksi langsung (direct injection), b. Injeksi terpecah (split injection),. c. Injeksi tanpa pemecahan (splitness injection), d. Injeksi langsung ke kolom (on column injection),

3. Kolom

Merupakan tempat terjadinya proses pemisahan karena di dalamnya terdapat fase diam. Oleh karena itu, kolom merupakan komponen sentral pada GC.

Ada 3 jenis kolom pada GC: 1. kolom kemas (packing column) 2. kolom kapiler (capillary column); 3. kolom preparative (preparative column) (Adamovics,1997).

4. Detektor
Merupakan perangkat yang diletakkan pada ujung kolom tempat keluar fase gerak yang membawa komponen hasil pemisahan.

Detektor adalah suatu sensor elektronik, berfungsi mengubah sinyal gas pembawa dan komponen menjadi sinyal elektronik.Berguna untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif.

5.Komputer
Digunakan untuk digitalisasi signal detektor dan mempunyai beberapa fungsi antara lain: Memfasilitasi setting parameter-parameter instrumen. Menampilkan kromatogram dan informasiinformasi lain menggunakan grafik berwarna. Merekam data kalibrasi, retensi, serta perhitungan dengan statistik. Menyimpan data parameter analisis untuk analisis senyawa tertentu (Kealey and Haines,2002).

Diagram alir

LC Liquid Chromatography
Merupakan teknik analisa untuk memisahkan komponen berdasarkan polaritas dan titik didihnya. Dapat memberikan informasi kualitatif dan kuantitatif. Pemisahan yang terjadi dilaksanakan dengan manipulasi sedemikian rupa sifat-sifat fisik umum dari suatu senyawa atau molekul, yaitu : a. Kecenderungan suatu molekul untuk larut dalam cairan (partisi). b. Kecenderungan suatu molekul untuk menguap.

1.Fasa gerak Berdasarkan kekuatan / kepolaran fasa geraknya KCKT dibagi menjadi: Fasa normal : Fasa gerak kurang polar dibandingkan fasa diam Fasa Terbalik : Fasa gerak lebih polar dibandingkan fasa diam

2. Pompa
Ada dua tipe pompa yang digunakan, yaitu kinerja konstan (constant pressure) dan pemindahan konstan (constant displacement). Pemindahan konstan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Pompa reciprocating. menghasilkan suatu aliran yang berdenyut teratur (pulsating), membutuhkan peredam elektronik untuk menghasilkan garis dasar (base line) detektor yang stabil,

Lanjutan.
2. Pompa syringe Memberikan aliran yang tidak berdenyut, tetapi reservoirnya terbatas.

3. Injektor (injector)
Volume injeksi sangat tepat karena mempunyai sampel loop dengan variabel volume (misalnya 20 500 L). Dapat memasukkan sampel ke dalam kolom dalam bentuk sesempit mungkin Mudah digunakan Keberulangn tinggi Dapat bekerja walaupun ada tekanan balik

Injector.

4.Kolom (Column)
jantung kromatografi. Berhasil atau gagalnya suatu analisis tergantung pada pemilihan kolom dan kondisi percobaan yang sesuai. Kolom dibagi menjadi dua kelompok : Kolom analitik : Diameter dalam 2 -6 mm. Panjang kolom tergantung pada jenis material pengisi kolom. Kolom preparatif: umumnya memiliki diameter 6 mm atau lebih besar dan panjang kolom 25 -100 cm.

Diagram alir