Anda di halaman 1dari 3

Mutiara Gemericik air terjun seakan membawaku kembali lagi ke masa laluku.

masa dimana aku masih bisa bersama dengan sahabatku tercinta,tiara.hembusan angin yang lembut mengingatkanku pada tutur katanya yang lembut.rupanya yang elok bagai bidadari selalu mengenang dalam benakku.rumput yang bergoyang tertiup angin seolah menunjukkan dzkirnya pada sang pencipta.sedangkan aku disini hanya bisa termenung menunggu datangnya senja yang tak kunjung tiba. Dahulu,aku memiliki seorang sahabat yang bernama tiara.dia adalah penyejuk dalam hatiku.teman dikala aku senang.penyembuh dikala aku sakit.dan penghibur dikala aku berduka.rupaku memang tak seelok rupanya,tuturku memang tak sehalus tuturnya,hatiku memang tak seindah hatinya.tetapi,keikhlasannya menghapus segala perbedaan itu,meleburkan segala keirian dan kedengkian pada setiap orang yang melihatnya. Saat itu,kali pertama aku bertemu dengan dirinya,disaat aku sedang berlibur ke suatu desa indah yang bernama desa jati mulya.saat itu, aku sedang berkeliling melihat-lihat pemandangan,tiba-tiba gemericik air terjun membawa langkahku padanya.kulihat wajahnya yang bercahaya menatap indahnya air yang mengalir menyejukkan hati.jilbabnya yang berwarna putih sangat kontras dengan kulit wajahnya yang berwarna kuning langsat.tatapan matanya yang sendu seolah menunjukkan berjuta misteri tentang dirinya.matahari seakan tak ingin beranjak pulang ke peraduannya.angin yang bertiup lembut menambah rasa ingin tahu ku tentang gerangan dirinya.ingin aku menghampirinya.tetapi,apalah dayaku.aku tak kuasa untuk mengajaknya berkenalan.seketika kuhentikan langkahku,beranjak kembali pulang ke rumah nenekku. Di rumah nenekku,aku hanya bisa merenungi nasibku.aku takut untuk pulang ke rumah kedua orang tuaku.kedua orang tuaku tak lagi mengharapkanku.mereka hanya sibuk pada urusan mereka masing-masing,mereka hanya sibuk bertengkar tanpa mempedulikan kondisi kejiwaan anak-anak mereka.dilain pihak,kedua saudaraku tak sedikit pun menunjukkan rasa kasih mereka padaku.aku hanya bisa

melihat api kebencian dari mata mereka.aku tidak memiliki seorang sahabat pun pada saat itu.aku terlalu tertutup untuk menceritakan pada seseorang tentang apa yang kurasakan.aku hanya bisa memendam perasaanku dalam hatiku tanpa mau menceritakannya pada siapa pun. Tak terasa,mataku mulai menutup seiring dengan malam yang semakin pekat.hari ini adalah hari terakhir dari rancangan perkemahan kami.sebelum pulang,aku melangkahkan kakiku menuju air terjun yang kemarin kulihat.aku berharap bisa bertemu lagi dengan sesosok wanita berparas indah yang mengenakan jilbab lebar berwarna putih kemarin sore.tetapi,semua harapanku lebur ketika aku sampai di daerah air tejun itu.aku tak melihat seorang pun disana.mungkin masih terlalu pagi baginya untuk dating ke tempat itu.dengan perasaan kecewa aku kembali pulang menuju perkemahan. Setelah aku sampai di rumah,aku mendapati kedua orang tuaku yang sedang bertengkar.kesedihan kembali menyelimuti hatiku.ayahku selalu bertengkar dengan ibuku.pertengkaran mereka selalu berujung dengan tangisan ibuku yang dipukul oleh ayahku.kami memang orang miskin yang tak memiliki apa-apa.kondisi ini membuat ayahku menjadi seorang pemabuk dan penjudi.ibuku itu,ibuku selalu yang mencoba mengingatkannya selalu dipukulinya.karena melampiaskan

kemarahannya padaku.sedangkan kedua kakak laki-lakiku sangat jarang berada di rumah.aku sangat sedih pada apa yang menimpaku sekarang ini.ya Rabb,berikan aku petunjuk- u untuk menjalani kehidupan yang sulit ini. !buku selalu menjadi korban pelampiasan kemarahan ayahku.dalam hal ini,aku sangat kasihan melihat kondisi kejiwaan ibu dan kesehatannya yang semakin memburuk.tak pernah kulihat segaris senyum menghiasi wajahnya yang lesu.sekarang,ibuku sedang sakit parah,sedangkan kami tak punya banyak uang untuk berobat ke dokter.dari matanya,aku seakan melihat penderitaan tiada akhir.segala omonganku tak lagi diindahkannya. Seperti biasanya,aku pulang sekolah dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang dipenuhi oleh rumput liar.sengatan matahari tak kenal kasihan kepada

orang-orang yang ada di bumi.untungnya,jilbabku dapat mengurangi sengatan matahari yang sampai ke kulitku. Setelah sampai di rumah,aku terkejut

Beri Nilai