Anda di halaman 1dari 3

ACS 1.

Pengertian Merupakan spektrum manifestasi akut dan berat yang merupakan keadaan kegawatdaruratan dari koroner akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen miokardium dan aliran darah (Kumar, 2007). 2. Klasifikasi a. angina tak stabil, miokard 1) Etiology - Thrombus sebagian atau penyumbatanintermitten pada arteri koroner 2) Tanda dan Gejala - Nyeri tanpa penyebran ke lengan, leher, punggung atau region epigastric - Nafas pendek, diaphoresis, mual, mata berkunang-kunang, takikardia, takipnea, hipotensi atau hipertensi, penurunan saturasi oksigen pada arteri, dan irama abnormal - Terjadi saat istirahat maupun saat beraktivitas, aktivitas terbatas 3) Diagnostic finding - Depresi segmen ST atau inverse gelombang T pada elektrokardiografi - Biomarkers jantung tidak meningkat 4) Treatment - Oksigen to mempertahankan sturasi oksigen pada >90% - Nitroglicerin atau morphin untuk control nyeri - Beta-blocker, angiontensi converting enzyme inhibitors, clopidogrel, unfractioned heparin atau low-molecular weight heparin, and glycoprotein IIb/IIIa inhibitors b. infark akut tanpa elevasi segmen ST (NSTEMI) (Bassand, 2007). 1) Etiology - Thrombus sebagian atau penyumbatanintermitten pada arteri koroner 2) Tanda dan Gejala - Nyeri tanpa penyebran ke lengan, leher, punggung atau region epigastric - Nafas pendek, diaphoresis, mual, mata berkunang-kunang, takikardia, takipnea, hipotensi atau hipertensi, penurunan saturasi oksigen pada arteri, dan irama abnormal - Terjadi saat istirahat maupun saat beraktivitas, aktivitas terbatas - Durasi lebih lama dan lebih parah dibandingkan dengan angina unstabil 3) Diagnostic finding - Depresi segmen ST atau inverse gelombang T pada elektrokardiografi - Biomarkers jantung meningkat 4) Treatment - Oksigen to mempertahankan sturasi oksigen pada >90% - Nitroglicerin atau morphin untuk control nyeri

Beta-blocker, angiontensi converting enzyme inhibitors, clopidogrel, unfractioned heparin atau low-molecular weight heparin, and glycoprotein IIb/IIIa inhibitors miokard Etiology - Kateterisasi jantung dan intervensi dan intervensi precutaneus korener yang memungkinkanpada pasien dengan nyeri dada berkelanjutan, instability hemodinamik, atau beresiko mengalami kondisi klinik yang memburuk c. infark akut dengan elevasi segmen ST (STEMI), 5) Etiology - Thrombus yang menutup penuh arteri koroner - Nyeri tanpa penyebran ke lengan, leher, punggung atau region epigastric - Nafas pendek, diaphoresis, mual, mata berkunang-kunang, takikardia, takipnea, hipotensi atau hipertensi, penurunan saturasi oksigen pada arteri, dan irama abnormal - Terjadi saat istirahat maupun saat beraktivitas, aktivitas terbatas - Durasi lebih lama dan lebih parah dibandingkan dengan angina unstabil (kerusakan jaringan ireversibel / infarction terjadi apabila perfusi tidak adekuat) 6) Diagnostic finding - ST elevasi atau new left bundle - Biomarkers jantung meningkat 7) Treatment - Oksigen to mempertahankan sturasi oksigen pada >90% - Nitroglicerin atau morphin untuk control nyeri - Beta-blocker, angiontensi converting enzyme inhibitors, clopidogrel, unfractioned heparin atau low-molecular weight heparin, and glycoprotein IIb/IIIa inhibitors miokard Etiology - intervensi precutaneus korener selama 90 menit evaluasi medis - terapi fibrinolitic 30 menit selama evaluasi medis. 3. Patofisiologi 4. Komplikasi a. Syok Kardiogenik b. Aritmia Malignant c. Gagal Jantung d. Mechanical ruptur, MR akut, VSD e. Gangguan Hantaran Angina pektoris tak stabil ; payah jantung, syok kardiogenik, aritmia, infark miokardabutabut3.3.Infark miokard abut (dengan atau tanpa ST elevasi) : gagal jantung, syok kardiogenik,Infark miokard abut (dengan atau tanpa ST elevasi) : gagal jantung, syok kardiogenik,ruptur korda, ruptur septum, ruptur dinding bebas, aritmia gangguan hantaran, aritmiaruptur korda, ruptur septum, ruptur dinding bebas, aritmia gangguan hantaran, aritmiagangguan pembentukan rangsangan, perikarditis, sindrom dresler, emboli paru. 5. Pemeriksaan penunjang a. Foto rotgen dada

6. 7. 8. 9.

b. Petanda biokimia : darah rutin, CK, CKMB, Troponin T,dll c. Profil lipid, gula darah, ureum kreatinin d. Ekokariografi e. Tes Treadmill ( untuk stratifikasi setelah infrak miokard ) f. Angiografi coroner Pengkajian Diagnosa keperawatan Intervensi keperawatan Kepustakaan