Anda di halaman 1dari 41

TRANSFORMATOR TENAGA 150/20 KV 60 MVA

GANGGUAN PADA OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK


PENGERTIAN GANGGUAN :

Kejadian pada operasi sistem tenaga listrik Yang menyebabkan Relay Proteksi bekerja membuka PMT ( Trip ) .
Kejadian gangguan tersebut bisa disebabkan karena : - Hubung singkat antara Phasa ke phasa, - Atau phasa ke tanah. Gangguan yang banyak terjadi adalah : Hubung singkat Phasa ke tanah

GANGGUAN PADA OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK


Jenis GANGGUAN dilihat dari Obyek penyebabnya :
1. GANGGUAN SISTEM
Gangguan terjadi pada peralatan ( Generator, Transformator, SUTT, SKTT, dsb) Relai bekerja dan PMT Trip

2. GANGGUAN Non SISTEM

Gangguan terjadi bukan pada peralatan tetapi pada rangkaian Relai proteksi ( Relai rusak, kabel kontrol, sistem dc, PMT ) Relai bekerja dan PMT Trip, tanpa gangguan di peralatan sistem.

GANGGUAN PADA OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK


Jenis GANGGUAN dilihat dari LAMA GANGGUAN :
1. GANGGUAN PERMANEN
Gangguan yang menyebabkan PMT Trip, dan tidak dapat dicoba normalkan kembali seketika( PMT di // kan ) kecuali penyebab gangguan sudah dihilangkan.

2. GANGGUAN TEMPORER
Gangguan yang bersifat sementara, dan bila PMT yang trip, dicoba normal kembali seketika, maka PMT tersebut dapat normal kembali

SISTEM RELAI PROTEKSI

Fungsi
Mendeteksi gangguan dan memisahkan bagian yang terganggu dari sistem yang operasi, sekaligus mengamankan bagian yang masih sehat dari kerusakan atau kerugian yang lebih besar CB CT VT

+ RP Rangkaian Sistem Relai Proteksi B

KRITERIA SISTEM RELAI PROTEKSI YANG BENAR :


1. SENSITIF Mampu mendeteksi minimum besaran Gangguan yang

2. ANDAL

Bekerja bila diperlukan (dependability) dan tidak akan bekerja bila tidak diperlukan (security). Mampu memisahkan bagian yang terganggu saja. Mampu bekerja secepat-cepatnya.

3. SELEKTIF

4. CEPAT

PEMBAGIAN DAERAH PROTEKSI

PUSAT LISTRIK

TRANSMISI

GARDU INDUK

DISTRIBUSI

PM

30KV / 150KV

150KV

150KV / 20KV

20KV

PERALATAN PROTEKSI
AC SUPPLY GEN-SET, Untuk Supply Essensial Load

DC SUPPLY

1. Charger 2. Battery

PERALATAN PROTEKSI

Indikasi relai
PMT PMT

Data Scada Disturbance Recorder

AIR BLAST Operating Mechanism ? 1. Hydraulic 2. Pneumatic 3. Spring

SF 6

Evaluasi Gangguan

JENIS RELAI PROTEKSI

Bay SUTT/SKTT

Transformator daya

Out going Distribusi

1. 2. 3. 4. 5.

Distance Differensial OC / GF A/R Syh Check

1. 2. 3. 4. 5.
1. 2. 3. 4. 5. Bus Pro CC OC / GF A/R Syh Check

Differensial REF OCR / GFR AVR Relai Intrn

1. OCR / GFR

Single Line Proteksi Transformator


BUS 150 KV YNyn0(d), 60 MVA In sisi 150 kV Trf : 231 A 300/1 A In sisi 20 kV Trf : 1732 A 2000/1 A BUS 20 KV

51/51N 300/1 A 64

2000/1 A

51/51N 51N 64

12

87 In : 1 A

Daerah Proteksi Transformator


REL 150 atau 70 kV
OCR/GFR 50/51P/51GP

87NP

87 T 87NS OCR/GFR 50/51S/51G S OCR/GFR 50/51/51G REL 20 kV

d b a

CCP/SZP/CBF
LPa LPb

CCPb
CCPa

CBF/SZP

BUS A CBF/SZP BUS B CCPa

BUSPRO A BUSPRO B

CCPb

RELAI ARUS

Non Directional
Rele arus lebih merupakan rele Pengaman yang bekerja karena adanya besaran arus dan terpasang pada Jaringan Tegangan tinggi, Tegangan menengah juga pada pengaman Transformator tenaga. Rele ini berfungsi untuk mengamankan peralatan listrik akibat adanya gangguan phasa-phasa. Rele Hubung tanah merupakan rele Pengaman yang bekerja karena adanya besaran arus dan terpasang pada jaringan Tegangan tinggi,Tegangan menengah juga pada pengaman Transformator tenaga.

BAB 8 OVER CURRENT RELAY ( 50/51 ) dan GROUND FAULT RELAY ( 50/51N ) Non Directional

Relai arus lebih tak berarah dan Relai Hubung Tanah Tak berarah atau cukup disebut relai arus lebih dan relai hubung tanah. Relai ini berfungsi sebagai pengaman terhadap gangguan arus hubung singkat fasa-fasa maupun fasa tanah dan dapat digunakan sebagai : Pengaman utama penyulang (jaringan tegangan menengah) Pengaman cadangan pada trafo, generator dan transmisi. Pengaman utama untuk sistem tenaga listrik yang kecil dan radial Pengaman utama motor listrik yang kecil.
BAB 8 OVER CURRENT RELAY ( 50/51 ) dan GROUND FAULT RELAY ( 50/51N ) Non Directional

Fungsi dan Penggunaan

Pemasangan OCR 3phasa

Trip

O/ C

O/ C

O/ C

Pemasangan OCR 3phasa + GFR

Trip

O/ C

O/ C

O/ C

E/ F

Pemasangan OCR 2phasa + GFR

Trip

O/ C

O/ C

E/ F

Pemasangan OCR dengan 4 wire system

Trip

O/ C

O/ C E/ F

O/ C

Instalasi / wiring
Pengaman arus lebih dengan 3 OCR
R S T
CT CT R S T OCR GFR

OCR OCR

OCR CT OCR CT OCR CT

CT

Pengaman arus lebih dengan 3 OCR + GFR


R S

CT CT CT

OCR GFR OCR

Pengaman arus lebih dengan 2 OCR + GFR


BAB 8 OVER CURRENT RELAY ( 50/51 ) dan GROUND FAULT RELAY ( 50/51N ) Non Directional

Karakteristik Relay
Instantaneous time Definite time Long Time Inverse Standard Inverse Very Inverse Extremely Inverse

BAB 8 OVER CURRENT RELAY ( 50/51 ) dan GROUND FAULT RELAY ( 50/51N ) Non Directional

Relai arus lebih Karakteristik Waktu Kerja OCR/GFR 1. Relai Arus Lebih Seketika (instantenous)

Bekerja tanpa waktu tunda Setelan arus sangat besar Terdapat disisi primer atau sekunder trafo
.
T

Karakteristik Waktu Kerja OCR/GFR 2. Relai Arus Lebih Waktu Tertentu (definite)

Bekerja dengan waktu tunda Waktu kerja relai tidak dipengaruhi besar arus gangguan Terdapat disisi primer atau sekunder trafo
.

Karakteristik Waktu Kerja OCR/GFR 3. Relai Arus Lebih Waktu Terbalik (Inverse)

Bekerja dengan waktu tunda Waktu kerja relai sangat bergantung dengan besar arus gangguan yang melalui relai Terdapat disisi primer atau sekunder trafo

.
T

I T

Macam karakteristik Inverse

IEC STANDAR
Standar Inverse - SI Very Inverse - VI Long Time Inverse LTI Ekstremely Inverse EI

IEEE STANDAR

Inverse Short Time Inverse Very Inverse Moderety Inverse Ekstremely Inverse

Kurva Karakteristik IDMT OCR/GFR IEC Standard


t= C * tms (I n 1) Keterangan : t = waktu kerja relai (s) C = konstanta tms = time dial setting I = operating current (arus gangguan/arus pick up- If/Is) n = eksponensial

No. 1. 2. 3. 4.

Kurva Standart Inverse - SI Very Inverse - VI Long Time Inverse - LTI Extremely Inverse - EI

C 0.14 13.5 120 80

n 0.02 1 1 2

Waktu (s)
1 10
3

Karakteristik OCR/GFR (IEC Standart)

100

10

Long Time Inverse Standart Inverse

Very Inverse
0.1 1 10
3

10

100

Ekstremely Inverse

Arus hubung singkat (A)

Karakteristik OCR/GFR (IEEE Standart)


3 1 10 1000

100

t1 i

Waktu (s)

t2 i t3 i t4 i t5 i 10

0.133 0.1

10 10

100 i Arus hubung singkat (A)

1 10 1000

RELE DIFFERENTIAL

BAGAIMANA PRINSIP KERJA RELE DIFFERENTIAL

MEMBANDINGKAN ARUS SISI PRIMER DENGAN ARUS SISI SEKUNDER PADA KONDISI NORMAL ATAU GANGGUAN LUAR ARUS DIFFERENTIAL Id = I1+12 = 0 BILA ADA GANGGUAN DI DALAM ZONA PROTEKSI DIFFERENTIAL Id = I1 + I2 TIDAK = 0

PRINSIP KERJA RELE DIFFERENTIAL


PRINSIP KERJA RELE DIFFERENTIAL GANGGUAN LUAR

I1 P2 P1 P1

I2 P2

IR = I1 + I2 = 0

PRINSIP KERJA RELE DIFFERENTIAL


PRINSIP KERJA RELE DIFFERENTIAL GANGGUAN DALAM I1 P2 P1 P1 I2 P2

IR = I1 + I2

PROTEKSI UTAMA DAN CADANGAN PADA BAY PENGHANTAR

Proteksi Utama dan Proteksi Cadangan pada Bay Penghantar 1. Proteksi Utama Bay Penghantar :

Distance relay Differential relay Directional comparison relay


2. Proteksi Cadangan Bay Penghantar : Sistem proteksi cadangan lokal : OCR dan GFR Sistem proteksi cadangan jauh : Zone 2 GI remote

Proteksi utama dan cadangan secara hardware harus terpisah

33

Prinsip Kerja Distance Relay


Prinsip kerja Distance Relay adalah membandingkan tegangan dan arus pada lokasi yang sama A B Daerah pengamanan
CT PT

F2

F1

Relai
V1 V V2

Gangguan di Bus B (batas pengamanan).Tegangan yang diukur di A adalah V


V = IF x ZL Perbandingan tegangan dan arus di A adalah : V IF = IF x ZL IF = ZL

Relai dalam batas keseimbangan (pick-up)


34

Gangguan di F1 (diluar daerah pengamanan).Tegangan yang diukur di A adalah V1>V


V1 = IF1 x Z1 Perbandingan tegangan dan arus di A adalah : V1

IF1

IF1 x Z1

IF1

= Z1 Relai tidak bekerja

Karena V1>V dan IF1 = IF maka Z1 > ZL

Gangguan di F2 (di daerah pengamanan).Tegangan yang diukur di A adalah V1<V


V2 = IF2 x Z2 Perbandingan tegangan dan arus di A adalah :

V2

IF2

IF2 x Z2
IF2

= Z2 Relai bekerja
35

Karena V2<V dan IF = IF2 maka Z2 > ZL

Distance Relay
o Relai penghantar yang prinsip kerjanya berdasarkan pengukuran impedansi penghantar. o Relai ini mempunyai beberapa karaktristik seperti mho, quadralateral, reaktans, adaptive mho dll.

o Sebagai unit proteksi relai ini dilengkapi dengan pola teleproteksi seperti putt, pott dan blocking.
o Jika tidak terdapat teleproteksi maka relai ini berupa step distance saja. A
Z1= 0,8 ZA-B Z3= (2 xZA-B) atau (ZA-B+ZB-C) Z2= 1,20 ZA-B atau (ZA-B+0,2 ZB-C)

ZA-B

ZB-C

36

Line Current Differential Relay


End A End B

IF IA
IB

Relay A

Relay B

Prinsip kerja pengaman differensial arus saluran transmisi mengadaptasi prinsip kerja diferensial arus, yang membedakannya adalah daerah yang diamankan cukup panjang sehingga diperlukan : o Sarana komunikasi antara ujung-ujung saluran. o Relai sejenis pada setiap ujung saluran.

Karena ujung-ujung saluran transmisi dipisahkan oleh jarak yang jauh maka masing-masing sisi dihubungkan dengan : o kabel pilot o saluran telekomunikasi : microwave, fiber optic.
37

Proteksi Cadangan Bay Penghantar : Sistem proteksi cadangan lokal : OCR dan GFR

Definisi sistem proteksi cadangan lokal dimaksud adalah : Local back up dan breaker failure protection yang mempunyai sifat mendeteksi gangguan dan menginsiate trip pada terminal setempat (lokal). Sistem proteksi cadangan jauh : Zone 2 GI remote
Definisi sistem proteksi cadangan jauh dimaksud adalah : Remote back up protection yang mempunyai sifat mendeteksi gangguan di tempat lain dan menginsiate trip pada terminal setempat.

38

Sistem proteksi cadangan lokal : OCR dan GFR


H G 1 5 3 4 T 2 S R

Contoh : Bila terjadi gangguan di penghantar H-R (seperti gambar di atas) tidak dapat diklearkan oleh pengaman utama dikarenakan terjadi kegagalan pada beberapa part, maka pengaman cadangan akan mendeteksi adanya gangguan dan mentripkan PMT-2 Bila gangguan di penghantar H-R tidak dapat diklearkan dikarenakan terjadi kegagalan PMT-2, maka relai pengaman utama/cadangan akan menginsiate localbreaker failure back-up untuk mentripkan PMT-3,PMT4,PMT-5 pada Busbar H
39

Sistem proteksi cadangan jauh : Zone 2 GI remote


Back-up time Zone 2 Zone 3 Zone 2

Zone 1

5 H Zone 1
Fault

R
Zone 1

Contoh : Bila terjadi gangguan di penghantar H-R (seperti gambar di atas) tidak dapat diklearkan oleh pengaman utama H-R dikarenakan terjadi kegagalan pada beberapa part, maka pengaman cadangan jarak jauh (remote back-up) di G akan mendeteksi adanya gangguan di daerah Zone 2 dan mentripkan PMT-1 di G

40

SEKIAN

Anda mungkin juga menyukai