Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN SGD

Sehat Badan dan Sehat Pikiran

Disusun Oleh :
KELOMPOK 6
Amalia Sabariniliati Burhan Diana Putri Damayanti Dimas Adyana Helmi Yuliana I Gede Ari Permana Putra M. Hidayatulah Nadiah Restu Meilindha Ratna Anggun Sulatun Uswatun Hasanah Zhofarini R. Oviantif

Universitas Islam Al-Azhar Mataram Fakultas Kedokteran Tahun 2013/2014

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME karena atas Rahmat serta HidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini dan tidak lupa juga kepada Tutor yang telah membimbing kami dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran melalui metode Small Group Discussion (SGD) ini kami membahas Apa itu Sehat Badan dan Sehat Pikiran dan apa saja yang mempengaruhi sehat badan dan pikiran itu.

Semoga laporan ini dapat bermanfaat, serta membantu proses pembelajaran yang lebih efisien waktu. Tak lupa kami ucapkan mohon maaf atas kekurangan dalam pembuatan laporan ini.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Mataram, 27 September 2013

( Penyusun )

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokter pun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut : Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Akhir-akhir ini gaya hidup yang dianut oleh orang modern cenderung instant. Segala sesuatu didapat dengan cara mudah dan kemudian menimbulkan rasa malas. Kebiasaan-kebiasaan itu membuat kualitas kesehatan menjadi menurun. Maka sehat akan sangat terasa maknanya bila sudah sakit, dan sehat akan terasa mahal bila sudah menderita suatu penyakit.

1.2

Tujuan

Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah agar kita dapat memahami tentang Sehat Badan dan Sehat Pikiran.

Bab II Pembahasan

2.1 Skenario Juminten adalah seorang ibu berusia 35 tahun, datang berobat ke Puskesmas dengan keluhan luka di payudara kanannya sudah 4 bulan yang lalu. Oleh dokter didiagnosa menderita kanker payudara kanannya dan harus segera dilakukan operasi pengangkatan seruruh payudara kanannya yang dilakukan di luar provinsi. Dokternya sangat meyayangkan bahwa Juminten datang lambat untuk berobat. Selama ini juminten mengobati lukanya dengan pengobatan tradisional dan dibantu oleh dukun sesuai nasehat orangtua suaminya. Ibu mertuanya mempunyai persepsi bahwa benjol dan luka dipayudara itu adalah bawaan setelah melahirkan bayi, sehingga Juminten bersihkukuh untuk tidak berobat kedokter saat penyakitnya baru muncul sebagai benjolan. Juminten cemas, ia khawatir bentuk tubuhnya akan menjadi jelek setelah operasi, hal itu akan membuatnya merasa rendah diri dan mungkin akan membuat suaminya berfikir untuk kawin lagi. Juminten berpendidikan hanya sampai SMP, dan tau penyakit kankernya dapat menyebabkan ia meninggal. Ia mempunyai 7 anak, yang paling kecil baru berusia 7 bulan dan masih menyusui. Ia menyesesal tidak mengikuti program Keluarga Berencana seperti dianjurkan oleh bidan, tetapi ibu mertuanya tidak mengijinkannya ikut KB. Menurutnya, banyak anak banyak rejeki dan suaminya setuju dengan orangtuanya. Ia tidak tahu siapa yang akan mendanai bila ia berobat, karena gaji suaminya rendah dan orangtua Juminten maupun orangtua suaminya tidak mampu membiayai pengobatan, apalagi keluar provinsi. Jaminan Kesehatan pun tidak dimiliki keluarganya. Juminten dan keluarganya tinggal serumah dengan orangtua suaminya di desa yang agak dipelosok. Orangtua suaminya adalah petani sederhana yang tidak selesai pendidikan SD. Suaminya, walaupun berpendidikan dan bekerja sebagai guru namun sangat taat akan aturan orangtuanya. Pengetahuan kesehatan sering didapat

dari media masa seperti tabloid dan testimonial di TV. Ia sendiri menurut saja dengan kehendak suami.

2.2 Kata-kata kunci 1) Apa yang dimaksud Testimonial ? Beberapa pendapat dari orang yang bersifat mendukung. 2) Apa arti dari Diagnosa ? Hasil pemeriksaan penentuan jenis penyakit dengan cara memeriksa gejalagejalanya. 3) Apa itu Operasi ? Tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh yang mencakup fase praoperatif. 4) Apa arti sehat ? Suatu keadaan fisik, mental, dan social yang terbebas dari penyakit dan bias beraktifitas seperti biasa. 5) Apa yang dimaksud dengan pengobatan tradisional ? Praktek yang berdasar teori, keyakinan, dan pengalaman masyarakat yang mempunyai adat budaya. 6) Apa itu kanker payudara ? Pertumbuhan yang tak terkendali di sel payudara atau abnormal. 7) Apa arti Jaminan Kesehatan Masyarakat ? Merupakan salah satu program pemerintah dalam bidang kesehatan. 8) Apa yang dimaksud dengan program Keluarga Berencana? Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran.

2.3 Learning Objective 1. Mengapa terjadi perbedaan pandangan tentang pengobatan tradisional dan dokter? Terjadinya perbedaan pandangan antara pengobatan tradisional dan modern atau berobat dengan dokter adalah tergandung dari tingkat pengetahuan seseorang. Biasanya orang masih berobat dengan cara tradisional adalah masyarakat pedesaan atau pelosok yang pengetahuannya masih rendah.

2. Apa peranan jamkesmas dalam pengobatan masyarakat? Membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memndapatkan pelayanan kesehatan yang lebih banyak. Mempermudah proses pelayaan kesehatan.

3. Apa peranan media masa dalam pemahaman hidup sehat di masyarakat? Peranan media masa sangat penting dalam memberikan pengetahuan bagi masyarakat karena dengan adanya media khusunya masyarakat pedesaan atau pelosok lebih tahu tentang perkembangan kesehatan.

4. Apa definisi sehat, sakit, sesuai persepsi dan pengaruh budaya?

Sehat

Sakit

Faktor-Faktor

- Menurut

UU

Persepsi seseorang bila kesehatannya terganggu Faktor Pendidikan Faktor Informasi Faktor Kebudayaan Faktor Ekonomi Faktor Sosial
dapat

no.23/1992 , Sehat
badan dan jiwa

Keadaan pikiran

tubuh

dan yang

- Dapat

beraktivitas

seperti biasa - Kondisi Badan yang Optimal - Menurut WHO, Sehat fisik, mental da sosial -

menyebabkan ketidaknyamanan
Keadaan tidak

melakukan aktivitas normal. Keadaan fisik, mental dan social yang tidak optimal

5. Apa tujuan keluarga berencana?

Menekan angka kelahiran Meningkatkan kesejahteraan keluarga Mengatur jumlah dan jarak waktu kelahiran

6. Bagaimana cara kita dalam meningkatkan kualitas kesehatan dalam suatu masyarakat? Melakukan penyuluhan Mengadakan pengobatan gratis Memberikan pendekatan terlebih dahulu kepada tokoh masyarakat Meningkatkan pelajaran kesehatan di masyarakat Jangkauan pelayanan kesehatan di tingkatkan Meningkatkan kualitas dilingkungan sekitar

Bab III Penutup

Kesimpulan :
Kesehatan sangatlah penting dan telah menjadi sesuatu yang sangat berguna. Dengan tubuh yang sehat kita dapat melakukan berbagai aktivitas. Kita perlu menjaga pola hidup sehat agar tubuh kita terbebas dari segala macam penyakit karena pola hidup sehat merupakan dambaan setiap manusia. Untuk mencapai hidup yang sehat diperlukan pola hidup sehat, yakni cara hidup yang dapat mengatur keseimbangan antara jasmani dan rohani.

REFERENSI 1. Alder, B., Porter, M., Abraham, C., Van Teijlingen, E., (2004) Psychology and Sociology Applied to Medicine, Second ed, Elsevier Churchill Livingstone, Edinburgh 2. Medical Antropology