Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN KASUS SELULITIS

FRISKA DOREENDA PUTRI 70 2009 002 PEMBIMBING : dr. ARIE W, Sp.B

BAB I PENDAHULUAN

Selulitis adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan didaerah jaringan bawah kulit (subkutis) Jika penyakit ini tidak ditangani maka bakteri akan menyebar ke daerah tubuh lainnya, namun yang paling sering bakteri ini menyerang daerah wajah dan tungkai bawah .

BAB II LAPORAN KASUS

Identitas pasien
Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Tanggal MRS No. Medrec : ARIFIN : 52 tahun : Laki-laki : Dusun II Tanjung Pinang Kelurahan Tanjung Batu : 15 Maret 2013 : 091762

Keluhan Utama : Pasien datang ke IGD RSUD Palembang Bari dengan keluhan bengkak pada kaki sebelah kiri dan tampak kemerahan. Riwayat Penyakit Sekarang : Sejak 1 hari sebelum bengkak pada kakinya, os mengaku terperosok ke dalam kayu rapuh yang os injak pada saat hendak mandi dan terdapat luka pada kaki os karena kejadian tersebut. 1 minggu setelah kejadian itu os merasakan gatal pada daerah luka dan os mengaku menggaruknya. 6 hari setelahnya os merasakan lama kelamaan kaki os terasa membengkak, demam (+), terasa panas dan berwarna kemerahan dan kemudian timbul bintil-bintil berisi cairan dan perih, os pun mengaku tidak bisa bergerak bebas. Os merasakan semakin hari bintil-bintil berisi cairan semakin banyak, dan rasa panas, perih serta warna kemerahan tersebut menjalar sampai ke pangkal paha. Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat Diabetes Melitus (-), Hipertensi (-), Asam urat (+)

Pemeriksaan Fisik
Status generalis Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos mentis Vital sign : TD : 120/80 mmHg Nadi : 84 x/menit RR : 23 x/ menit T : 36,8 C Kepala : Normocephali Mata : Conjunctiva anemis (-)/(-), sclera ikterik (-)/(-) Hidung : septum deviasi (-), Secret/bau/perdarahan (-) Telinga : secret/bau/perdarahan (-) Mulut : Bibir sianosis (-), mukosa pucat (-), faring hiperemis (-)

Lanjutan.
Leher : Pembesaran KGB (-), JVP tidak meningkat. Thoraks Cor : Inspeksi : Ictus cordis (-) Palpasi : Ictus cordis teraba pada sela iga 5 linea mid clavicula sinistra Perkusi : Batas jantung normal Auskultasi : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-) Pulmo : Inspeksi : Simetris, retraksi (-) Palpasi : Stem Fremitus kanan & kiri sama Perkusi : Sonor di seluruh lapang paru Auskultasi : Vesikuler (+)/(+), Rhonki -/-, Wheezing -/Abdomen Inspeksi : Tampak datar, simetris, venektasi (-) Palpasi : hepar dan lien tidak teraba besar Perkusi : Tympani pada seluruh kuadran abdomen Auskultasi : Bising usus (+ ) normal

Lanjutan.

Extremitas atas: Akral hangat Status Lokalis Pada regio Femur dan cruris sinistra didapatkan : Inspeksi : Pada regio femur dan cruris sinistra terdapat bula multiple, warna tampak kemerahan Palpasi : Nyeri tekan (+)

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium Tanggal 15 Maret 2013 Darah Rutin Hb : 13,5 g/dl Leukosit : 34.900 / ul Trombosit : 111.000 / ul Hematokrit : 39 % Glukosa Sewaktu : 124 mg/dl SGOT : 43 U / l SGPT : 40 U / l Ureum : 185 mg/dl Kreatinin : 4,39 mg/dl Tanggal 23 Maret 2013 Darah rutin Hb : 7,7 g/dl Leukosit : 21. 200 / ul Trombosit : 523.000/ ul Hematokrit : 23 % SGOT : 35 U / l SGPT : 31 U/ l Protein total : 6,2 g/dl Albumin : 2,3 g/dl Globulin : 3,9 g/dl Kreatinin : 1,03 mg/dl

Lanjutan.
Tanggal 26 Maret 2013 Darah rutin Hb : 6,4 g/dl Leukosit : 10.500 /ul Trombosit : 606. 000/ul Hematokrit : 19 % Protein total : 9,2 g/dl Albumin : 2,47 g/dl Globulin : 6,8 g/dl Ureum : 43 mg/dl Kreatinin : 1,3 mg/dl Tanggal 28 Maret 2013 Darah rutin Hb : 7,2 g / dl Leukosit : 11.800 Trombosit : 491.000/ul Hematokrit : 24 % Tanggal 29 Maret 2013 Darah rutin Hb : 7,5 g/dl Tanggal 30 Maret 2013 Darah rutin Hb : 9,0 g/dl

Lanjutan.
Tanggal 31 Maret 2013 Darah Rutin Hb : 9,0 g/dl Albumin : 2,4 g/dl

Tanggal 3 April 2013 Darah rutin Hb Hematokrit SGOT SGPT Albumin Ureum Kreatinin

: 7,2 g/dl : 22 % : 49 U/l : 36 U/l : 2,4 g/dl : 23 mg/dl : 0,95 mg/dl

Diagnosis Kerja
Selulitis Femur dan Cruris Sinistra dengan Hipoalbumin dan Anemia

Penatalaksanaan

IVFD RL gtt 15 Wound Toilet Pemasangan Perban Ketorolac Ceftriaxon 2x1g Metronidazole 3x1 fls Gentamicine 3x1 g Rencana Debridement Rencana Skin graft

Prognosis

Quo ad vitam : dubia ad bonam Quo ad fungsionam : dubia ad bonam

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Selulitis adalah infeksi streptokokus, stafilokokus akut dari kulit dan jaringan subkutan biasanya disebabkan oleh invasi bakteri melalui suatu area yang robek pada kulit, meskipun demikian hal ini dapat terjadi tanpa bukti sisi entri dan ini biasanya terjadi pada ekstremitias bawah.

Epidemiologi
Di Amerika Serikat, selulitis merupakan infeksi yang cukup sering terjadi, dengan angka kejadian 2-3 kasus per 100 orang per tahun. Angka kejadian pada pria dan wanita sebanding dan menyerang semua umur, namun lebih sering mengenai orang tua dengan usia lebih dari 50 tahun dan anak-anak dengan usia ratarata 6 bulan - 3 tahun.

Etiologi
Penyebab yang paling sering dijumpai adalah Staphylococcus dan Streptococcus. Selulitis terjadi saat bakteri tersebut masuk melalui kulit yang bercelah antara selaput jari kaki, pergelangan kaki, dan tumit, kulit terbuka, bekas sayatan pembedahan dan lain-lain.

Adapun beberapa faktor yang memperparah risiko dari perkembangan selulitis , antara lain : 1. Usia 2. Immunodeficiency 3. Diabetes Mellitus 4. Cacar 5. Infeksi jamur kronis pada telapak atau jari kaki 6. Penggunaan steroid yang lama 7. Gigitan serangga 8. Penyalahgunaan obat dan alkohol

Gejala dan tanda


Gejala awal berupa kemerahan dan nyeri tekan, Kulit yang terinfeksi

menjadi panas dan bengkak, dan tampak seperti kulit jeruk yang mengelupas
(peau d orange). Pada kulit yang terinfeksi bisa ditemukan lepuhan kecil berisi cairan (vesikel) atau lepuhan besar berisi cairan (bula) yang bisa pecah. Karena infeksi menyebar ke daerah yang lebih luas, maka kelenjar getah bening didekatnya bisa membengkak dan teraba lunak, Penderita juga bisa mengalami demam, menggigil, peningkatan denyut jantung, sakit kepala dan tekanan darah rendah.

Patofisiologi

Diagnosis Banding

Erisipelas Impetigo

Penegakkan Diagnosis
Diagnosis selulitis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis. Pada pemeriksaan klinis selulitis ditemukan makula eritematous, tepi tidak meninggi, batas tidak jelas, edema, infiltrat dan teraba panas, dapat disertai limfangitis dan limfadenitis. Penderita biasanya demam dan dapat menjadi septikemia. Pemeriksaan Laboratorium : CBC (Complete Blood Count) menunjukkan kenaikan jumlah leukosit dan rata-rata sedimentasi eritrosit. Sehingga mengindikasikan adanya infeksi, Urin, Kreatinin, Kultur darah (dilaksanakan bila infeksi tergeneralisasi telah diduga), Mengkultur dan membuat apusan gram.

Penatalaksanaan
1.

2.

3. 4.

Pada pengobatan umum kasus selulitis, faktor hygiene perorangan dan lingkungan harusdiperhatikan Sistemik, dengan penggunaan obat seperti : Penisilin G Prokain dan semisintetiknya, Linkomisin dan Klindamisin, Eritromisin, sefalosporin. Topikal Pada kasus yang berat, dengan kematian jaringan 30 % (necrotizing fasciitis) serta memiliki gangguan medis lainnya, hal yang harus dilakukan adalah operasi pengangkat an pada jaringan yang mati

Komplikasi
Penyulit pada selulitis dapat berupa : Gangren Abses Sepsis yang berat

Prognosis
Prognosis pasien dengan selulitis pada umumnya sangat baik. Terapi antibiotik yang tepat biasanya memberikan hasil penyembuhan total.

BAB IV ANALISIS KASUS

Pada anamnesis didapatkan data bahwa penderita berusia 52 tahun beralamat Dusun II Tanjung Pinang Kelurahan Tanjung Batu, datang ke IGD RSUD Palembang Bari dengan keluhan bengkak pada kaki sebelah kiri dan tampak kemerahan. Pasien merasakan lama kelamaan kaki os terasa membengkak, demam, terasa panas dan berwarna kemerahan dan kemudian timbul bintil-bintil berisi cairan dan perih, Pasien mengaku tidak bisa bergerak bebas. Pasien merasakan semakin hari bintil-bintil berisi cairan semakin banyak, dan rasa panas, perih serta warna kemerahan tersebut menjalar sampai ke pangkal paha. Riwayat Diabetes Melitus (-), Hipertensi (-), Asam urat (+)

Lanjutan
Pada pemeriksaan fisik, status generalis didapatkan pernafasan, nadi, tekanan darah dan suhu dalam batas normal. Dari pemeriksaan fisik, pada status lokalis didapatkan pada regio Femur dan cruris sinistra terdapat bula multiple,warna tampak kemerahan, terdapat nyeri tekan Pada pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium didapatkan, Hb rendah, leukositosis, hipoalbuminemia.

Lanjutan
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan disimpulkan bahwa pasien ini didiagnosa dengan Selulitis Femur dan Cruris sinistra dengan hipoalbumin dan anemia. Penatalaksanaan yang dilakukan pada pasien ini adalah rencana terapi konservatif dan operatif, yaitu tindakan debridement serta tindakan skin graft. Prognosis pada kasus ini yaitu dubia ad bonam

THANK YOU

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Arif, mansjoer (1999). Kapita selekta kedokteran. Jakarta: EGCDoenges (2000). Fitzpatrick. (2005). Clinical Dermatology hal 603-612.5th ed. Fitzpatrick. (2007). Dermatology in general medicine hal 1893.6th ed. Djuanda, Adhi.Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ketujuh. Jakarta: FakultasKedokteran Universitas Indonesia.2008 Pandaleke, HEJ. Erisipelas dan selulitis.Fakultas kedokteran Universitas Samratulangi; Manado. Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997 Swartz MN. 2004.Cellulitis New England Journal of Medicine. 350:904-12 Kertowigno S. 2011.10 Besar Kelompok Penyakit Kulit Unsri press, Palembang, Indonesia, hal: 146-149

DAFTAR PUSTAKA