Anda di halaman 1dari 12

DELIRIUM DAN DEMENSIA - Makalah yang disajikan pada seminar sehari dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Ji a Sed!

nia "#$ %kt&'er ($$)*+ di laksanakan di Jakarta+ () %kt&'er ($$), Deliri!m Delirium juga disebut Kondisi bingung akut (Acute Confusional State) dan demensia merupakan penyebab yang paling sering dari gangguan atau hendaya kognitif, walaupun gangguan afektif (seperti depresi) juga bisa mengganggu kognisi. Delirium dan demensia merupakan dua gangguan yang berbeda, namun sering sukar dibedakan. Pada keduanya, fungsi kognitif terganggu, namun demensia biasanya memori yang terganggu, sedangkan delirium daya perhatiannya yang terganggu. Beberapa ciri khas membedakan kedua gangguan tersebut (lihat tabel ). Delirium biasanya disebabkan oleh penyakit akut atau keracunan obat (kadang mengancam jiwa orang) dan sering re!ersibel, sedangkan demensia secara khas disebabkan oleh perubahan anatomik dalam otak, berawal lambat dan biasanya tidak re!ersibel. Delirium bisa timbul pada pasien dengan demensia juga. "abel . Perbedaan klinis delirium dan Demensia 0am'aran #iwayat $wal 'ebab &amanya Perjalanan sakit "araf kesadaran ,rientasi $fek $lam pikiran Bahasa Daya ingat Persepsi Psikomotor "idur
$tensi / kesadaran

%leh- Dr, .itjaksana R&an+ D/M"L&nd,*+ SpKJ"K*

Deliri!m Penyakit akut %epat "erdapat penyakit lain (infeksi, dehidrasi, guna(putus obat Ber*hari(*minggu +aik turun +aik turun "erganggu, periodik %emas dan iritabel 'ering terganggu &amban, inkoheren, inadekuat .angka pendek terganggu nyata 0alusinasi (!isual) #etardasi, agitasi, campuran "erganggu siklusnya $mat terganggu 'ering re!ersibel 'egera

demensia Penyakit kronik &ambat laun Biasanya penyakit otak kronik (spt
$l)heimer, demensia !askular)

Ber*bulan(*tahun Kronik progresif +ormal -ntak pada awalnya &abil tapi tak cemas "urun jumlahnya 'ulit menemukan istilah tepat
.angka pendek / panjang terganggu 0alusinasi jarang kecuali sundowning

#e!ersibilitas Penanganan

+ormal 'edikit terganggu siklus tidurnya 'edikit terganggu 1mumnya tak re!ersibel Perlu tapi tak segera

%atatan2 pasien dengan demensia amat rentan terhadap delirium, dan delirium yang bertumpang tindih dengan demensia adalah umum

Deliri!m 'indrom klinis akut dan sejenak dengan ciri penurunan taraf kesadaran, gangguan kognitif, gangguan persepsi, termasuk halusinasi / ilusi, khas adalah !isual juga di pancaindera lain, dan gangguan perilaku, seperti agitasi. 3angguan ini berlangsung pendek dari ber*jam hingga berhari, taraf hebatnya berfluktuasi, hebat di malam hari, kegelapan membuat halusinasi !isual / gangguan perilaku meningkat. Biasanya re!ersibel. Penyebabnya termasuk penyakit fisik, into4ikasi obat ()at). Diagnosis biasanya klinis, dengan laboratorium dan pemeriksaan pencitraan ( imaging) untuk menemukan penyebabnya. "erapinya ialah memperbaiki penyebabnya dan tindakan suportif. Delirium bisa timbul pada segala umur, tetapi sering pada usia lanjut. 'edikitnya 56 dari pasien lanjut usia yang dirawat inap menderita delirium7 8*856 mengalami delirium sesaat pada masa perawatan rumah sakit. Delirium juga sering dijumpai pada panti asuhan. Bila delirium terjadi pada orang muda biasanya karena penggunaan obat atau penyakit yang berbahaya mengancam jiwanya. Eti&l&gi dan pat&1isi&l&gi Banyak dengan kondisi sistemik re!ersibilitas dan obat bisa menyebabkan o4idatif delirium, otak, contoh antikolinergika, psikotropika, dan opioida. 9ekanisma tidak jelas, tetapi mungkin terkait gangguan dari metabolisma abnormalitas neurotransmiter multipel, dan pembentukan sitokines (cytokines). 'tress dari penyebab apapun bisa meningkatkan kerja saraf simpatikus sehingga mengganggu fungsi kolinergik dan menyebabkan delirium. 1sia lanjut memang dasarnya rentan terhadap penurunan transmisi kolinergik sehingga lebih mudah terjadi delirium. $papun sebabnya, yang jelas hemisfer otak dan mekanisma siaga (arousal mechanism) dari talamus dan sistem akti!asi retikular batang otak jadi terganggu. "erdapat faktor predisposisi gangguan otak organik2 seperti demensia, stroke. Penyakit parkinson, umur lanjut, gangguan sensorik, dan gangguan multipel. :aktor presipitasi termasuk penggunaan obat baru lebih dari ; macam, infeksi, dehidrasi,

imobilisasi, malagi)i, dan pemakaian kateter

buli*buli. Penggunaan anestesia juga

meningkatkan resiko delirium, terutama pada pembedahan yang lama. Demikian pula pasien lanjut usia yang dirawat di bagian -%1 beresiko lebih tinggi. 2anda dan gejala Delirium ditandai oleh kesulitan dalam2 Konsentrasi dan memfokus 9empertahankan dan mengalihkan daya perhatian Kesadaran naik*turun Disorientasi terhadap waktu, tempat dan orang 0alusinasi biasanya !isual, kemudian yang lain Bingung menghadapi tugas se*hari*hari Perubahan kepribadian dan afek Pikiran menjadi kacau Bicara ngawur Disartria dan bicara cepat +eologisma -nkoheren

3ejala termasuk2 Perilaku yang inadekuat #asa takut %uriga 9udah tersinggung $gitatif 0iperaktif 'iaga tinggi (Hyperalert)

$tau sebaliknya bisa menjadi2 Pendiam

9enarik diri 9engantuk Banyak pasien yang berfluktuasi antara diam dan gelisah Pola tidur dan makan terganggu 3angguan kognitif, jadi daya mempertimbangkan dan tilik*diri terganggu

Diagn&sis Biasanya klinis. 'emua pasien dengan tanda dan gejala gangguan fungsi kognitif perlu dilakukan pemeriksaan kondisi mental formal. Kemampuan atensi bisa diperiksa dengan2 Pengulangan sebutan ; benda Pengulangan < angka ke depan dan 8 angka ke belakang (mundur) 'ebutkan nama hari dalam seminggu ke depan dan ke belakang (mundur) -kuti kriteria diagnostik dari -%D* 5 atau D'9*-=*"# %onfusion $ssessment 9ethod (%$9) >awancarai anggota keluarga Penggunaan obat atau )at psikoaktif o!erdosis atau penghentian mendadak.

/r&gn&sis 9orbiditas dan mortalitas lebih tinggi pada pasien yang masuk sudah dengan delirium dibandingkan dengan pasien yang menjadi delirium setelah di #umah 'akit. Beberapa penyebab delirium seperti hipoglikemia, into4ikasi, infeksi, faktor iatrogenik, to4isitas obat, gangguan keseimbangan elektrolit. Biasanya cepat membaik dengan pengobatan. Beberapa pada lanjut usia susah untuk diobati dan bisa melanjut jadi kronik 2erapi "erapi diawali dengan memperbaiki kondisi penyakitnya dan menghilangkan faktor yang memberatkan seperti2

9enghentikan penggunaan obat ,bati infeksi 'uport pada pasien dan keluarga 9engurangi dan menghentikan agitasi untuk pengamanan pasien %ukupi cairan dan nutrisi =itamin yang dibutuhkan 'egala alat pengekang boleh digunakan tapi harus segera dilepas bila sudah membaik, alat infuse sesederhana mungkin, lingkungan diatur agar nyaman. ,bat2 o 0aloperidol dosis rendah dulu 5,8 ? mg per os, -= atau -9

o #isperidone 5,8 ? ;mg per os tiap @ jam o ,lan)apine @,8 ? 8mg per os 4 sehari

o &ora)epam 5,8 ? mg per os atau parenteral (tak tersedia di -ndonesia), Perlu diingat obat ben)odia)epine ini bisa memperburuk delirium karena efek sedasinya. Demensia Demensia ialah kondisi keruntuhan kemampuan intelek yg progresif setelah mencapai pertumbuhan / perkembangan tertinggi (umur 8 tahun) karena gangguan otak organik, diikuti keruntuhan perilaku dan kepribadian, dimanifestasikan dalam bentuk gangguan fungsi kognitif seperti memori, orientasi, rasa hati dan pembentukan pikiran konseptual. Biasanya kondisi ini tidak re!ersibel, sebaliknya progresif. Diagnosis dilaksanakan dengan pemeriksaan klinis, laboratorium dan pemeriksaan pencitraan (imaging), dimaksudkan untuk mencari penyebab yang bisa diobati. Pengobatan biasanya hanya suportif. Aat penghambat kolinesterasa (Cholinesterase inhibitors) bisa memperbaiki fungsi kognitif untuk sementara, dan membuat beberapa obat antipsikotika lebih efektif daripada hanya dengan satu macam obat saja. Demensia bisa terjadi pada setiap umur, tetapi lebih banyak pada lanjut usia (l.k 86 untuk rentang umur B8*<C tahun dan C56 bagi yang berumur DE8 tahun). Kebanyakan mereka dirawat dalam panti dan menempati sejumlah 856 tempat tidur.

Eti&l&gi dan klasi1ikasi F 9enurut umur2 ? ? F ? ? F Demensia senilis (D B8 th) Demensia prasenilis (G B8 th) #e!ersibel -re!ersibel (+ormal pressure hydrocephalus, subdural hematoma, !it B Defisiensi, 0ipotiroidisma, into4ikasi Pb. 9enurut kerusakan struktur otak ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? F ? ? "ipe $l)heimer "ipe non*$l)heimer Demensia !askular Demensia jisim &ewy (Lewy Body dementia) Demensia &obus frontal*temporal Demensia terkait dengan '-D$ (0-=*$-D') 9orbus Parkinson 9orbus 0untington 9orbus Pick 9orbus .akob*%reut)feldt 'indrom 3erstmann*'trHussler*'cheinker Prion disease Palsi 'upranuklear progresif 9ultiple sklerosis +eurosifilis "ipe campuran Demensia proprius Pseudo*demensia
@

9enurut perjalanan penyakit2

9enurut sifat klinis2

2anda 3 0ejala

'eluruh jajaran fungsi kognitif rusak. $walnya gangguan daya ingat jangka pendek. 3angguan kepribadian dan perilaku, mood swings Defisit neurologik motor / fokal 9udah tersinggung, bermusuhan, agitasi dan kejang 3angguan psikotik2 halusinasi, ilusi, waham / paranoia $gnosia, apra4ia, afasia $D& (Activities of Daily Living) susah Kesulitan mengatur penggunaan keuangan "idak bisa pulang ke rumah bila bepergian &upa meletakkan barang penting 'ulit mandi, makan, berpakaian, toileting Pasien bisa berjalan jauh dari rumah dan tak bisa pulang 9udah terjatuh, keseimbangan buruk $khirnya lumpuh, inkontinensia urine / al!i "ak dapat makan dan menelan Koma dan kematian

Diagn&sis Diagnosis difokuskan pada ; hal2 Pembedaan antara delirium dan demensia Bagian otak yang terkena Penyebab yang potensial re!ersibel Perlu pembedaan dari depresi (ini bisa diobati relatif mudah) Pemeriksaan untuk mengingat ; benda yg disebut 9engelompokkan benda, hewan dan alat dengan susah payah Pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan II3 Pencitraan otak amat penting %" atau 9#-

2erapi Pertama perlu diperhatikan keselamatan pasien, lingkungan dibuat senyaman mungkin, dan bantuan pengasuh perlu. Koridor tempat jalan, tangga, meja kursi tempat barang keperkuannya "idak diperbolehkan memindahkan mobil dsb. Diberi keperluan yang mudah dilihat, penerangan lampu terang, jam dinding besar, tanggalan yang angkanya besar ,bat2 +ootropika2 o Pyritinol (Incephabol) 4 55 * ;4@55mg o Piracetam (+ootropil) 4C55*;4 @55mg o 'abelu)ole (#eminyl) o %a*antagonist2 o +imodipine (+imotop *;4;5mg) o %iticholine (+icholin) *@4 55*;55mg i.!.(i.m. o %innari)ine ('tugeron) *;4@8mg o Pento4ifylline ("rental) @*;4C55mg(oral), @55*;55mg infuse o Pantoyl*3$B$ $cetylcholinesterase inhibitors o "acrine 5 mg dinaikkan lambat laun hingga E5 mg. 0epatoto4ik o Donepe)il($ricept) centrally acti!e re!ersible cholinesterase inhibitor, 8 mg 4 (hari o 3alantamine (#iminil) *;48mg o #i!astigmin (I4elon) ,8, ;, C,8, B mg o 9emantine @ 4 8mg ? 5mg 4eha5i&!ral and /sy6h&l&gi6al Sympt&ms &1 Dementia "4/SD*

BP'D perlu dibahas di sini karena merupakan satu akibat yang merepotkan bagi pengasuh dan mem buat payah bagi sang pasien karena ulahnya yang amat mengganggu2 4eha5i&!ral 3angguan perilaku agitasi hiperaktif Keluyuran o Perilaku yang tak adekuat o $bulia kognitif o $gresi !erbal, teriak fisik

3angguan nafsu makan o 3angguan ritme diurnal "idur ( bangun

o Perilaku tak sopan (social) /sy6h&l&gi6al 3angguan afektif o $n4ietas o -ritabilitas o 3ejala depresif. o Depresi berat &abilitas emosional o $pati o 'indrom waham / salah*identifikasi ,rang menyembunyikan dan mencuri barangnya Perilaku se4ual tak sopan De!iasi se4ual Piromania

paranoid, curiga

o #umah lama dianggap bukan rumahnya o Pasangan ( pengasuh Palsu "ak setia 9enelantarkan pasien %emburu patologik Keluarga ( kenalan yang mati masih hidup

o 0alusinasi 2erapi 1armak&l&gik $ntipsikotika tipik2 0aldol 5,@8*5,8 atau *@mg $ntipsikotika atipik2 %lo)aril 4 @.8*@8mg #isperidone 5,@8*5,8mg atau 5,<8* ,<8 ,lan)apine @,8*8,5mg atau 8* 5mg Juetiapine 55*@55mg atau C55*B55mg $bilify 4 5* 8mg $n4iolitika %loba)am 4 5mg &ora)epam 5,8* .5mg atau ,8*@mg Broma)epam ,8mg*Bmg Buspirone 0%l 5*;5mg "ra)odone @8* 5mg atau 85* 55mg #i!otril @mg ( 45,8mg*@mg) $ntidepresi!a =isual $uditorik ,lfaktorik #aba (haptik)

$mitriptyline @8*85mg "ofranil @8*;5mg $sendin 4@8*;4 55mg (hati@, cukup keras) ''#spt Aoloft 485mg, 'ero4at 4@5mg, &u!o4 485* 55mg, %italopram 4 5*@5mg, %iprale4, Ife4or*K# 4<8mg, %ymbalta 4B5mg. 9irta)apine (#emeron) <,8mg*;5mg(hati@) 9ood stabili)ers %arbama)epine 55*@55mg atau C55*B55mg Di!alproe4 @8*@85mg atau 855*<85mg "opamate 485mg "rileptal 4 ;55mg*;4mg +eurontin 4 55*;4;55mg bisa naik hingga E55mg &amictal 485mg ? @4 85mg Priadel @*;4C55mg %'at anti-demensia ,bat anti*demensia pada kasus demensia stadium lanjut sebenarnya sudah tak berguna lagi, namun bila diberikan dapat mengefektifkan obat terhadap BP'D2 N&&tr&pika2 Pyritinol (Incephabol) 4 55 * ;4@55mg Piracetam (+ootropil) 4C55*;4 @55mg 'abelu)ole (#eminyl) %a*antagonist2 +imodipine (+imotop *;4;5mg) %iticholine (+icholin) *@4 55*;55mg i.!.(i.m. %innari)ine ('tugeron) *;4@8mg Pento4ifylline ("rental) @*;4C55mg(oral), @55*;55mg infuse Pantoyl*3$B$ A6etyl6h&linesterase inhi'it&rs "acrine 5 mg dinaikkan lambat laun hingga E5 mg. 0epatoto4ik

Donepe)il($ricept) centrally acti!e re!ersible cholinesterase inhibitor, 8 mg 4 (hari 3alantamine (#iminil) *;48mg #i!astigmin (I4elon) ,8, ;, C,8, B mg 9emantine @ 4 8 ? 5mg